Home
Login.
Artikelilmiahs
16308
Update
ARIFIN BUDI PURNOMO
NIM
Judul Artikel
Potensi Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Tanaman Buah di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Banyumas sebagai daerah otonom memiliki kewenangan menentukan kebijakan pembangunan wilayahnya. Sub sektor tanaman buah di Kabupaten Banyumas memiliki potensi produksi, serta permintaan pasar potensial baik konsumsi buah segar maupun bahan baku industri. Saat ini produksi buah masih tersebar di berbagai kecamatan dan diperlukan upaya penentuan prioritas pengembangan buah berdasarkan potensi wilayah. Berdasarkan uraian tersebut diperlukan penelitian mengenai buah basis di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: 1) Potensi wilayah basis komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka); 2) Pertumbuhan komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka); dan 3) Prioritas pengembangan komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka) di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah expost facto, dimana menggunakan data masa lampau yang sudah ada tanpa memberi perlakuan maupun treatment khusus pada variabel yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yakni data produksi buah pada 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas dari tahun 2010 sampai dengan 2015 yang diperoleh dari Dinpertanbunhut dan BPS Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis SLQ, analisis DLQ, analisis Koefisien Lokalita, analisis Koefisien Spesialisasi, analisis Net Shift, analisis Shift and Share, analisis Super Impose, analisis gabungan DLQ-SLQ, analisis gabungan SLQ-PP-PPW, serta analisis Overlay tiga analisis gabungan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Wilayah basis tertinggi komoditas buah pisang terletak di Kecamatan Jatilawang, rambutan di Kalibagor, durian di Kemranjen, salak di Gumelar, dan nangka di Purwokerto Utara. 2) Pertumbuhan kelima jenis buah di Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa buah pisang, rambutan, dan durian mengalami pertumbuhan progresif sedangkan buah salak dan nangka mengalami pertumbuhan yang lambat; 3) Prioritas pengembangan buah kategori Unggulan Pertama adalah durian di Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh, dan Banyumas sedangkan rambutan di Kedungbanteng. Prioritas pengembangan buah kategori Unggulan Kedua adalah pisang di Kecamatan Purwojati, salak di Gumelar, dan nangka di Kebasen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banyumas as an autonomous region has the authority to determine the area of development policy. Fruit crops sub-sector has production potential in Banyumas, and the potential market demand for both consumption of fresh fruit and raw materials industries. Currently the production of fruit was scattered in various districts and efforts are needed to determine the priority development of fruit based on the potential of the region. Based on these description needed research on fruit base in Banyumas. The purpose of this study was to analyze: 1) The potential of the base area of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark); 2) The growth of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark); and 3) Priority development of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark) in Banyumas. The method used in this research is expost facto, which uses the data of the past that already exists without giving any treatment or special treatment on the variables studied. The data used in this research is secondary data that fruit production data in 27 districts in Banyumas from 2010 to 2015 obtained from BPS and Dinpertanbunhut Banyumas. Analysis of the data used is the analysis of SLQ, analysis DLQ, analysis coefficient lokalita, analysis Coefficient of specialization, analysis Net Shift, analysis Shift and Share, analysis Super Impose, a combined analysis DLQ-SLQ, a combined analysis SLQ-PP-PPW, as well as analysis Overlay three The combined analysis of previous. The results showed that: 1) The highest base area of bananas is located in Jatilawang, rambutan in Kalibagor, durian in Kemranjen, barking in Gumelar and jackfruit in North Purwokerto. 2) Growth of the five kinds of fruit shows that bananas, rambutan and durian made significant progress in Banyumas, while fruits and jackfruit regionally slower growth; 3) Regional development priorities of various districts in Banyumas as first fruit is durian in Kemranjen, Sumpiuh and Banyumas while rambutans in Kedungbanteng. The second priority of fruit is bananas in Purwojati, barking in Gumelar and jackfruit in Kebasen.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save