Artikel Ilmiah : E1A011037 a.n. TAUFIQ SYAMSUL FALAH

Kembali Update Delete

NIME1A011037
NamamhsTAUFIQ SYAMSUL FALAH
Judul ArtikelDISPENSASI PERKAWINAN WANITA DALAM KEADAAN HAMIL DAN AKIBAT HUKUMNYA (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkawinan pada umumnya dimulai dengan adanya peminangan dan telah terpenuhinya rukun dan syarat perkawinan, akan tetapi pada kenyataannya perkawinan di bawah umur masih terjadi, ironisnya salah satu calon pasangan sudah dalam keadaan hamil terlebih dahulu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan dispensasi perkawinan wanita dalam keadaan hamil pada Penetapan Nomor 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms dan mengetahui akibat hukum perkawinan wanita dalam keadaan hamil baik dalam hukum perkawinan maupun dalam hukum waris Islam.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, sumber bahan hukum bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, teknik pengumpulan bahan studi kepustakaan, teknik analisis bahan deskriptif naratif dan penyajian bahan normatif kualitatif.
Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa majelis hakim dalam menetapkan permohonan dispensasi kawin berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pertimbangan hakim tidak hanya mendasarkan pada peraturan perundang-undangan melainkan juga mempertimbangkan secara fisik dan psychis dan tidak ada larang syar’i untuk menikah dan fakta di persidangan calon perempuan telah mengandung dan kandungannya telah berusia 6 bulan, berdasarnya Surat Edaran Bimas dan Urusan Haji Nomor D/ED/PW.01/03/1992, karena usia kandungannya kurang dari batas minimal kehamilan akan berakibat pada perkawinan dan warisan anak yang berada dalam kandungan.

Abtrak (Bhs. Inggris)Marriage generally begins with making a proposal and has been the fulfillment of the pillars and requirements of marriage, but in reality of underage marriage still happens, ironically one potential partner is already in a state of pregnancy beforehand, the purpose of this study was to determine the basis of legal considerations judge in define marriage dispensation woman is pregnant on the Determination No. 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms and know the legal consequences of marriage pregnant woman in a state of good in marriage law and in Islamic law.
The method used in this research approach is to use a normative juridical research, descriptive research specifications, sources of legal materials primary legal materials and secondary legal materials, techniques of collecting literature study materials, materials analysis techniques of descriptive narrative and presentation material qualitative normative.
Conclusions from the study that the judges in determining the application for a dispensation to marry under the provisions of Article 7 (2) of Law No. 1 of 1974 About Marriage, consideration of the judge is not only based on legislation but also consider the physical and psychis and no syar'i forbidden to marry and facts in the trial of female candidates has been conceived and unborn aged 6 months, groundlessness Circular Guidance and Pilgrimage Affairs No. D/ED/PW.01/03/1992, because age is less than the minimum limit abortion pregnancy resulting in marriage and inheritance child in the womb.
Kata kunciKata Kunci: Dispensasi Kawin Hamil.
Pembimbing 1H. Mukhsinun, S.H., M.H.
Pembimbing 2Dr. Hj. Siti Muflichah, S.H.,M.H.
Pembimbing 3Haedah Faradz, S.H.,M.H.
Tahun2016
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2016-09-22 16:23:02.085843
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.