| NIM | H1F012080 |
| Namamhs | GABBY DEPRI SALINDRIE |
| Judul Artikel | GEOKIMIA HIDROKARBON DAN PEMODELAN SEJARAH KEMATANGAN BATUAN INDUK CEKUNGAN BINTUNI, PROVINSI PAPUA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Cekungan Bintuni terletak di Kepala Burung Papua, posisinya berada disekitar tumbukan Lempeng Australia dan Pasifik. Cekungan ini terbentuk saat Tersier Akhir dan mengalami perkembangan selama Plio-Pleistosen, dan diketahui sebagai cekungan penghasil hidrokarbon di kawasan Timur Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan induk serta mengetahui waktu kematangan batuan induk daerah penelitian. Data yang digunakan berasal dari tiga sumur, yaitu Sumur Ofaweri, Roabiba dan Wos. Metode yang digunakan adalah analisis geokimia hidrokarbon batuan induk. Analisis ini terdiri dari analisis kandungan karbon organik (TOC), analisis hasil pirolisis batuan (potential yield dan HI), dan analisis hasil pemantulan vitrinit. Sementara itu untuk mengetahui waktu kematangan batuan induk diperlukan pemodelan sejarah kematangan. Sejarah kematangan ini dibuat dengan dua cara, yaitu perhitungan secara manual (metode Lopatin) dan pemodelan menggunakan software Petromod. Berdasarkan hasil analisis geokimia hidrokarbon, batuan induk Sumur Ofaweri memiliki kandungan TOC cukup, PY buruk, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. batuan induk Sumur Roabiba memiliki kandungan TOC cukup-istimewa, PY buruk-baik, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. batuan induk Sumur Wos memiliki kandungan TOC cukup, PY buruk, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. Berdasarkan dari hasil pemodelan sejarah kematangan menggunakan software maka waktu kematangan batuan induk Sumur Ofaweri dimulai pada umur 1.15 juta tahun lalu, Sumur Roabiba pada 7 juta tahun lalu, sedangkan Sumur Wos pada 9.64 juta tahun lalu. Sementara itu, pada perhitungan secara manual menggunakan metode Lopatin batuan induk Sumur Ofaweri dikategorikan belum matang, pada Sumur Roabiba kematangan batuan induk dimulai dari ±5 juta tahun lalu, dan pada sumur Wos dimulai dari ±7 juta tahun lalu. Perbedaan waktu kematangan batuan induk yang lebih lambat pada pemodelan manual dikarenakan pada pemodelan tersebut tidak dipengaruhi adanya komposisi litologi, heat flow dan tipe kerogen yang dihasilkan.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bintuni basin is located in the Bird's Head of Papua, around Australia and the Pacific plate collision. This basin formed during Late Tertiary and has developed during the Plio-Pleistocene, and is known as hydrocarbon-producing basins in Eastern Indonesia. This study aims to determine the characteristics and potential of the source rock and to know the time of maturity of the source rock in research area. Data were taken from three wells, there are Ofaweri well, Roabiba well and Wos well. The methods that is used in this research is source rock hydrocarbon geochemistry analyzes. This analysis consists of Total Organic Carbon (TOC) analysis, Rock-Eval Pyrolisis (Potential Yield and HI) analysis, and vitrinite reflectance analysis. Meanwhile to know the time of maturity of the source rock requires modeling maturity history. The history of this maturity is made in two ways, namely manual calculation (Lopatin method) and modeling using Petromod software. Based on the results of hydrocarbon geochemistry analysis of source rock, Ofaweri well TOC contains fair, PY is poor, kerogen types II and III, level of maturity classified as mature-immature. Source rock of Roabiba well TOC contains fair-excellent, PY is poor-good, kerogen types II and III, level of maturity classified as mature-immature. Source rock of Wos well contains fair TOC, PY is poor, kerogen types II and III, the maturity level classified as mature-immature. Based on the results of maturity history modeling using the software, source rock maturity time Ofaweri well start at the age of 1.15 Ma, Roabiba well in 7 Ma, while the Wos well in 9.64 Ma. Meanwhile, the manual calculation based on Lopatin method, source rock Ofaweri well categorized as immature, Roabiba well maturity of source rock starts from ± 5 Ma, and Wos well start from ± 7 Ma. The difference of source rock maturity time that slower on manual modeling because the modeling is not influenced by the lithology composition, heat flow and the type of kerogen produced. |
| Kata kunci | Batuan Induk, Cekungan Bintuni, Geokimia Hidrokarbon, Sejarah Kematangan, Sejarah Pemendaman. |
| Pembimbing 1 | Sachrul Iswahyudi, ST., MT. |
| Pembimbing 2 | Edy Slameto, ST. MT. M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2016-09-25 21:25:49.110445 |
|---|