Home
Login.
Artikelilmiahs
5707
Update
BANGUN UDI MUSTIKA
NIM
Judul Artikel
PERJUANGAN PAGUYUBAN DUKUH (PANDU) KABUPATEN BANTUL DALAM GERAKAN PERLAWANAN TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA PADA TAHUN 2010
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang perjuangan Paguyuban Dukuh (Pandu) dalam gerakan perlawanan terhadap Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta pada tahun 2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Pada proses perlawanan terhadap RUU keistimewaan, Pandu melancarkan aksi masa dan melakukan berbagai bentuk strategi perlawanan diantaranya adalah melakukan strategi advokasi untuk melancarkan aspirasi dan tuntutan terkait dengan keistimewaan. Kemudian lobi terhadap legislatif untuk memberikan masukan tentang 5 item pokok dasar RUU keistimewaan, dan melakukan konstruksi wacana penetapan melalui berbagai tulisan di media surat kabar melalui partisipasi pergerakan. Momentum peralihan suksesi masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dan kesetiaan masyarakat Yogyakarta yang tinggi terhadap Rajanya, serta homogenitas masyarakat Yogyakarta menjadi faktor pendukung perjuangan Pandu. Disamping itu, berdiri kelompok pro pemilihan yang turut mewarnai sekaligus menjadi penghambat perjuangan. Hingga pada akhirnya, Pandu mampu berjuang melalui hambatan tersebut dengan tetap mengawal RUU keisitimewaan sampai dengan disahkanya Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan DIY sesuai dengan amanat rakyat Yogyakarta. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah Pandu sebagai salah satu bagian dari elemen pergerakan membuktikan bahwa mereka berhasil dalam memperjuangan keistimewaan DIY.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research discussed about struggle of Paguyuban Dukuh (Pandu) in the resistance movement toward Yogyakarta Laws Privileges Draft in 2010. The method used in this study is a phenomenological qualitative approach the process of resistance to the bill privileges draft, staged Pandu future strategy and undertake various forms of resistance such as doing advocacy strategy for waging the aspirations and demands associated with privilege. Then lobby the legislature to provide input on the basic staple items 5 bill privileges, and perform construction discourse determination through various posts at the newspaper media participation through movement. Momentum shift succession tenure of Governor and Deputy Governor of Yogyakarta and the Yogyakarta high fidelity towards their king, the people of Yogyakarta and the homogeneity of a factor supporting the struggle of Pandu. In addition, standing pro foreshadowed electoral struggle as well as a barrier. Until at last, able to fight through obstacles Drive is to keep control of the previlages bill up had valid Law 13th 2012 about DIY privileges in accordance with the mandate of the Yogyakarta people. The conclusion in this research is Pandu are as one element of movement to prove that they are successful in the fight for the privilege of DIY.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save