Home
Login.
Artikelilmiahs
5566
Update
RENGGA BIMA
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN ANALISIS KARAKTERISTIK POLA TEGASAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH SIJENGGUNG DAN SEKITARNYA KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan ekspresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Sijenggung merupakan daerah yang berada di utara Pulau Jawa yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam, selain itu daerah ini juga memiliki potensi gas alam yang ditandai dengan adanya rembesan gas atau seepage (Mengacu berdasarkan penelitian Kamtono dkk, 2005 dan D.Noeradi dkk, 2006). Daerah ini umumnya didominasi oleh endapan turbidit yang mengalami sesar anjakan-lipatan atau thrust-fold belt. Sesar anjakan-lipatan tersebut membentuk tinggian dan cekungan yang menunjukan suatu batas ketidakselarasaan pada selang waktu pembentukan sesar tersebut dan membentuk suatu sikuen stratigrafi yang cukup jelas (Mulhadiyono, 1996). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik pola tegasan struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi penampang geologi dan pengelompokan arah pola tegasan maksimum (σ1), di tampilkan dalam bentuk diagram roset. Tahap ini dilakukan untuk menginterpretasikan dan mendeskripsikan arah umum pola tegasan yang mempengaruhi seluruh batuan di daerah penelitian supaya informasi geologi daerah penelitian lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari enam satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan lima satuan batuan. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar anjak, sesar mendatar dan lipatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Sijenggung district is an area that located in southern of Java island that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology, besides this area also has potential gas reserves that signed with gas seep or seepage. (Referring to research by Kamtono et al, 2005 and D.Noeradi et al, 2006). This area is generally dominated by turbidite sediments that cause to thrust-fold belt. Thrust fault-folds forming heights and hollows that showed an unconformity boundary fault on the formation interval and form a fairly clear stratigraphic sekuen (Mulhadiyono, 1996). The investigation method used in this research is a mapping of geology geomorphology of the area covering the observational study topographic maps and morphological conditions of the study area, regional stratigraphic studies by conducting spot mapping and geological structure of the study area by measuring the evidence contained in the structure of the fieldwork, in addition to The special study was conducted to determine the characteristics of the geological structure of the sharpness pattern contained in the study area by reconstructing the geological cross sections and grouping patterns of sharpness towards the maximum (σ1), on show in the form of a rosette diagram. This stage to interpret and describe the general direction of sharpness pattern that affects all rocks in the study area so that information is more informative geology of the study area and communicative. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 6 geomorphology units. Stratigraphy with 5 litology units. Geological structure of investigation area is thrust fault, transform fault and folds.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save