Artikelilmiahs

Menampilkan 12.101-12.120 dari 50.504 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
121015071A1L009122PEMANFAATAN BIO P60 UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT KARAT

DAUN (Hemileia vastatrix Berk. and Br.) PADA
TANAMAN KOPI ARABIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Bio P60 terhadap penyakit karat daun dan pertumbuhan tanaman kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan di lahan Perhutani areal perkebunan kopi di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit terdiri atas 6 tanaman. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, penyiraman Bio P60 1 kali di perakaran tanaman kopi sebanyak 50 ml, penyemprotan Bio P60 di bawah permukaan daun 3, 5, dan 7 kali, penyemprotan Fungisida berbahan aktif mancozeb 80%, 2 kali. Variabel yang diamati adalah intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter batang dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Bio P60 belum mampu mengendalikan penyakit karat daun, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan juga belum mampu mengimbas ketahanan tanaman kopi Arabika. This research aimed to determine the effect of Bio P60 application on rust and growth of Arabica coffee. This research was conducted at coffee plantations area of Perhutani in Karangsalam Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from October to December 2012. This research used Randomized Block Design (RBD) with six treatment and five replicates. Each unit was consisted of six plants. The treatment was: control, pouring Bio P60 on coffee’s root as many as 50 ml for one time, spraying Bio P60 for 3, 5, and 7 times under leaf surface, and spraying fungicide twice. Variabels observed were disese intencity, infection rate, plant height, number of branches, diameter of stem and number of leaves. The result showed that the aplication of Bio P60 did not control the disease, increase the plant growth, and induce the plant resistenst yet.
121025074F1B009071EFEKTIVITAS PROGRAM AKSI DESA MANDIRI PANGAN DI DESA KARANGCEGAK KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGASalah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan berbasis ketahanan pangan diantaranya dilakukan melalui Program Aksi Desa Mandiri Pangan (Proksi Demapan) yang diterapkan sejak tahun 2006. Program Aksi Desa Mandiri Pangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, sehingga dapat memenuhi kecukupan gizi rumah tangga, yang akhirnya berdampak terhadap penurunan kerawanan pangan dan gizi masyarakat miskin di perdesaan. Atas dasar hal tersebut, maka perlu di kaji tingkat efektivitas program Aksi Desa Mandiri Pangan itu sendiri di desa Karangcegak Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga.One of the indonesian government in alleviating poverty based food security are done through the action village independent food ( proksi demapan ) since 2006. Program of action village independent food aims to improve the villagers in development productive enterprises based resources local, improvement of food, increasing purchasing power and access to food household, so that can fulfill adequate nutrition household, that eventually impact to a decrease in food scarcity and nutrition the poor in urban. On the basis that, we need to consider in level program effectiveness action village independent food itself in the village karangcegak sub-district kutasari district purbalingga.
121035075E1A009116Perlindungan Hukum Terhadap Rahasia Dagang Menurut Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 783 K/Pid.Sus/2008.Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Pengaturan mengenai Rahasia Dagang di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000. Perlindungan terhadap Rahasia Dagang tidak memiliki batasan waktu, selama rahasia itu tetap terjaga maka perlindungannya akan tetap berjalan.
Undang-undang Rahasia Dagang mengatur mengenai larangan membocorkan Rahasia Dagang dalam Pasal 13 dan Pasal 14 Undang-undang Rahasia Dagang Nomor 30 Tahun 2000. Pembocoran atau pelanggaran atas Rahasia Dagang yang memenuhi rumusan Pasal 13 dan Pasal 14 tersebut dapat dikenai ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Undang-undang Rahasia Dagang.
Adapun inti perkara Rahasia Dagang yang dibahas pada skripsi ini adalah perkara pembocoran Rahasia Dagang perusahaan PT. Kota Minyak Automation berupa proposal tender pengadaan barang berupa cerobong api yang dilakukan oleh karyawan nya sendiri yaitu Danar Dono. Ia membocorkan rahasia tersebut kepada perusahaan saingan PT. Kota Minyak Automation, yaitu PT. Envico.
Trade secrets are information that is not known by the public in the field of technology and/or business, has economic value because it is useful in business activities, and the confidential is protected by the owner of the trade secret. The regulation regarding trade secrets in Indonesia is regulated in Act No. 30 of 2000. Protection of trade secret have no time limit, as long as the secret is maintained then the protection will keep running.
The act of trade secret regulate the divulge confidential trade ban in article 13 and article 14 the Act of trade secrets number 30 of 2000. The divulge or infringement of a trade secret that meet the formulation of article 13 and article 14 may be subject to criminal threats as stated in article 17 the Act of trade secret.
The core of trade secret cases that discussed in this mini thesis is a matter of divulge of PT. Kota Minyak Automation trade secret In form of a proposal tender procurement in the form of chimney fire done by his own employees namely Danar Dono. He divulge the secret to a rival company of PT. Kota Minyak Automation, namely PT. Envico.
121045076F1B008059DAMPAK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (SPP-IRT) TERHADAP PRODUKTIVITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA DI PURWOKERTO Kebijakan Sertifikasi Produksi Pangan (SPP-IRT) adalah kebijakan yang diwajibkan bagi produsen industri rumah tangga yang ada di seluruh daerah di Indonesia dan merupakan jaminan keamanan pangan bagi produk industri rumah tangga yang mempunyai tujuan memberikan pengaturan, pembinaan dan pengawasan terhadap produsen industri rumah tangga. Pelaksanaan kebijakan ini mempunyai dampak yang disengaja ataupun dampak yang tidak disengaja, salah satu dampak yang disengaja adalah untuk meningkatkan produktivitas industri rumah tangga, produktivitas industri rumah tangga ini meliputi unsur-unsur efisiensi, efektivitas, dan kualitas. Sehubungan dengan hal tersebut, menarik untuk dikaji apakah Kebijakan SPP-IRT berdampak secara signifikan terhadap produktivitas industri rumah tangga di Purwokerto?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan SPP-IRT (X) tidak berdampak secara signifikan terhadap produktivitas industri rumah tangga (Y). Dampak yang tidak signifikan ini dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya; kestabilan harga dan jumlah bahan baku di pasaran, tekanan dari perusahaan besar, jumlah permintaan dari konsumen. Maka, hipotesis kerja yang menyatakan kebijakan SPP-IRT berdampak secara signifikan terhadap produktivitas industri rumah tangga tidak diterima.

Kata Kunci: dampak implementasi kebijakan SPP-IRT, efisiensi, efektivitas, kualitas produktivitas industri rumah tangga
Food Production Certification Policy (SPP-IRT) is a policy that required for domestic industry producers that exist in all regions in Indonesia and is a guarantee of food security for the household products industry which has the aim of setting, guidance and supervision of domestic industry producers. Implementation of this policy has the effect of deliberate or unintended impacts, one accidental impact is to increase the productivity of domestic industries, the productivity of the domestic industry includes the elements of efficiency, effectiveness, and quality. In connection with this matter, interesting to study whether the SPP policy-IRT significant impact on the productivity of domestic industries in Purwokerto?. The results showed that the SPP policy-IRT (X) does not have a significant impact on the productivity of domestic industry (Y). No significant impact is influenced by other factors including; stability of prices and quantities of raw materials in the market, pressure from large enterprises, the number of requests from consumers. Thus, the working hypothesis which states SPP-IRT policies have a significant impact on the productivity of domestic industries is not acceptable.

Keywords: impact of policy implementation SPP-IRT, efficiency, effectiveness, productivity quality household industry
121055077H1A009004OPTIMASI KUALITAS DETERJEN BERBAHAN AKTIF ETIL ESTER SULFONAT (EES) MURNI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM PAPAINDeterjen merupakan salah satu produk industri yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh jenis surfaktan (seperti LAS dan ABS) yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Salah satu kunci untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan surfaktan berbahan baku oleokimia, misalnya EES dari minyak biji nyamplung. Namun, EES masih memiliki kekurangan, sehingga penambahan aditif (seperti enzim papain) dapat meningkatkan kemampuan deterjen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain untuk memproduksi deterjen EES dari minyak biji nyamplung. Formulasi deterjen menggunakan bahan aktif EES murni dari minyak biji nyamplung. Enzim papain ditambahkan saat pencampuran bahan-bahan penyusun deterjen. Enzim papain yang digunakan adalah papain komersial “paya” dengan konsentrasi 7%. Deterjen yang diperoleh berwarna kuning. Hasil karakterisasi diperoleh deterjen dengan papain komersial 7% merupakan deterjen dengan karakteristik terbaik. Deterjen tersebut memiliki karakteristik antara lain pH sebesar 11,6795, stabilitas emulsi sebesar 96,87%, stabilitas busa sebesar 20,192%, densitas sebesar 0,772 g/mL, bahan tidak larut air sebesar 2,55%, kadar air sebesar 5,5%, daya deterjensi pengotor lemak 39,037% dan daya deterjensi pengotor lemak+protein sebesar 169,103%.Detergent is an industry product that sparked the environmental damage caused by the type of surfactant (such as LAS and ABS) that are difficult to be degraded by microorganisms. One of the effort to solve it is by using oleokimia-based surfactants, such as EES from nyamplung seed oil. But, EES had disadvantages, so the addition of additives (such as papain enzyme) can enhance the ability of detergents. This research aims to know the influence of the addition of papain enzyme to produce detergents EES from nyamplung seed oil. Formulations of detergent used the active ingredient pure EES from nyamplung seed oil. The papain enzyme was added when mixing the ingredients detergent. The papain enzyme used was a commercial papain "paya" with concentration 7%. The detergents was yellow. The results of characteristics obtained with a detergent commercial papain 7% was a detergent with the best characteristics. Detergent has the characteristics such as pH of 11.6795, emulsion stability of 96.87%, foam stability of 20.192%, density of 0.772 g/mL, water-insoluble material at 2.55%, water level of 5.5%, detergency test with fat impurities of 39.037% and detergency test with fat and protein impurities at 169.103%.
121065078H1A009011PEMURNIAN DAN KARAKTERISASI SURFAKTAN ETIL ESTER SULFONAT (EES) DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG
(Calophyllum inophyllum L)
Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus hidrofobik. Etil Ester Sulfonat (EES) merupakan salah satu surfaktan anionik yang dapat dibuat dari minyak biji nyamplung yang berpotensi menggantikan surfaktan dari minyak bumi. Kelebihan EES yaitu sifatnya dapat diperbarui dan lebih ramah lingkungan. EES yang dihasilkan dari proses sulfonasi diduga mengandung produk samping yaitu di-salt. Adanya di-salt bisa menganggu kinerja surfaktan EES sehingga perlu dilakukan pemurnian untuk mengetahui perbedaan karakteristik EES tanpa pemurnian dan EES hasil pemurnian. Proses pemurnian EES menggunakan etanol dengan konsentrasi 30% dan waktu 120 menit selanjutnya dilakukan netralisasi. Karakterisasi dilakukan terhadap EES tanpa pemurnian dan EES hasil pemurnian meliputi pH, stabilitas emulsi, stabilitas busa dan daya deterjensi. EES tanpa pemurnian memiliki nilai pH sebelum netralisasi 4,67, nilai pH setelah netralisasi 7,63, stabilitas emulsi 88,74%, stabilitas busa 22,63 % dan deterjensi 39,76%. EES hasil pemurnian memiliki nilai pH sebelum netralisasi 3,72 dan pH setelah netralisasi 7,65, stabilitas emulsi 97,46%, stabilitas busa 23,64% dan daya deterjensi 65,91%.Surfactant is a molecule that contains both hydrophyilic and hydrophobic group. Ethyl Ester Sulphonate (EES) is an anionic surfactant which is derived from nyamplung seed oil which has a potency to subtitute surfactant from petroleum. The advantages of EES include its properties are renewable and enviromental friendly. EES produced from sulphonation is suspected had side product such as di-salt. The existance of di-salt can distrupt surfactant EES performace. It needs the characteristic between unpurified EES with purified EES. EES purification used ethanol with the concentration 30% and time 120 minutes then being neutralized. The characterization for unpurified EES and purified EES was pH, emulsion stability, foam stability and detergency. Unpurified EES had pH value before neutralized 4.67 and 7.63 pH value after neutralized, emulsion stability was 88.74%, foam stability was 22.63% and detergency was 39.76%. Purified EES had pH value before neutralized 3.72 and 7.65 pH value after neutralized, emulsion stability was 97.46%, foam stability was 23.64% and detergency was 65.91%.
121074832H1L009040APLIKASI PENGUMPULAN DATA PADA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN BERBASIS ANDROID
(STUDI KASUS PERMATA MODISTE TANGERANG)
Pembuatan pakaian memerlukan beberapa data seperti nama, ukuran, dan model pakaian. Permata Modiste Tangerang merupakan usaha rumah tangga yang bergerak dalam bidang pembuatan pakaian. Pencatatan data yang terjadi masih dilakukan dengan tulis tangan dan disimpan pada buku jahitan sehingga penjahit mengalami kesulitan untuk mengelolanya. Aplikasi pengumpulan data pada proses pembuatan pakaian merupakan aplikasi yang didasari dari pengumpulan data jahitan secara manual. Peranan sistem ini adalah membantu penggunanya dalam memasukkan data jahitan yang terdiri dari data ukuran tubuh, data pelanggan dan data model ke dalam aplikasi sehingga data tersebut selalu tersedia saat dibutuhkan. Aplikasi ini dibuat dalam bentuk perangkat mobile phone berbasis android agar penjahit bisa membawanya jika terjadi pesan antar jahitan.Manufacture of clothing requires some data such as name, size, and clothes model. Permata Modiste Tangerang is a household enterprises engaged in the manufacture of garments. Recording the data could still be done by hand and it kept on tailors books. It so difficult to manage. Data collection application in clothes making is an application that is based on collecting data from manually stitching. The role of this system is to assist users in entering data stitches consisting of body size data, customer data and model data into the application so that the data is always available when needed. This application is made in the form of Android-based mobile phone device that tailors can carry it when delivery order is nedded.
121085079A1I007046PRODUKTIVITAS DAN ASPEK BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA SEMI ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN BREBES
KABUPATEN BREBES



Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur untuk melezatkan masakan. Produktivitas tanaman bawang merah dan aspek budidayanya secara semi organik dan konvensional di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes dibutuhkan untuk memberikan informasi dasar bagi kegiatan atau penelitian yang berorientasi pada penggalian potensi daerah Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produktivitas bawang merah di sentra produksi bawang merah di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, mengetahui teknik budidaya bawang merah baik secara semi organik dan konvensional, mengetahui faktor yang mempengaruhi produktivitas bawang merah di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2012 di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, dengan wilayah studi meliputi tiga desa yaitu Desa Krasak, Banjaranyar, dan Kalimati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah pada ketiga desa menunjukkan perbedaan yang nyata antar desa. Produktivitas pertanaman bawang merah di Kecamatan Brebes Desa Krasak secara semi organik mencapai 3,4 ton/ha dan konvensional mencapai 4,85 ton/ha, Desa Banjaranyar secara konvensional mencapai 3,5 ton/ha, dan Desa Kalimati secara konvensional mencapai 3,9 ton/ha. Faktor budidaya tanaman sangat mempengaruhi produktivitas bawang merah di kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Varietas bawang merah yang sering digunakan yakni Bima Brebes (Bima Curut). Shallot (Allium ascalonicum L.) is a kind of vegetable that is used only as a condiment for cooking. The productivity of shallot and the aspects of its crop production by using semi-organic and conventional technique in the District of Brebes, County Brebes is needed to give basic information for the activities or next research that is oriented to increase the potency of area in Brebes regency. The purpose of this research are to find out the productivity of shallot in the center of red onion production in the District of Brebes, Regency Brebes, and to find out the crop production of shallot in both semi-organic and conventional, and to know the factor that influence the productivity of shallot in District and Regency of Brebes. The research was done in Ferbruari up to March 2012 in the District of Brebes including three villages, namely Krasak, Banjaranyar, and Kalimati. The results showed that the productivity of shallot in the three villages had significant differences between each villages. The productivity of shallot in the Krasak village that used semi-organic technique reached 3.4 tons/ha and used conventional technique can reach 4.85 tons/ha. Meanwhile, The productivity of shallot from Banjaranyar village conventionally was up to 3.5 tons /ha. Besides, Kalimati village reached 3.9 tons/ha of shallot by using conventional technique. Technique of crop production is the most affecting factor toward the productivity of shallot in the District of Brebes, Regency Brebes. The kind of shallot that usually used is Brebes Bima (Bima Curut).

121095080H1A009014SINTESIS DAN KARAKTERISASI SABUN NATRIUM DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum Inophyllum L.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococus aureusPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan sabun dari minyak biji nyamplung, mengetahui karakteristik sabun berdasarkan SNI 06-3532-1994 dan aktivitas antibakteri sabun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolasi minyak biji nyamplung, pembuatan sabun, karakterisasi sabun dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan kadar minyak dari biji nyamplung 20,21%. Sabun yang didapatkan berwarna kuning dengan berat 13,028 g dari 10,028 g minyak biji nyamplung. Karakteristik sabun berdasarkan SNI didapatkan kadar air 25,287%, jumlah asam lemak 72,177%, alkali bebas 0,082%, lemak yang tidak tersabunkan atau lemak netral 0,834% dan minyak mineral dianggap negatif. Sabun berbahan dasar minyak biji nyamplung memiliki aktifitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus dengan diameter zona bening sebesar 14,701 mm.The porpuse of this research is to study of soap making from nyamplung seed oil, to know the characteristic of soap based on SNI 06-3532-1994 and soap antibacterial activity. The method used in this research was nyamplung seed oil isolation, soap making, characterization of soap and antibacterial activity test. The result of this research showed that nyamplung seed yield 20.21% of oil. Soap acquired yellow with weight 13.028 g from 10.028 g nyamplung seed oil. Characteristic of soap based on SNI obtained water content was 25.287%, fatty acid number was 72.177%, free alkali was 0.082%, unsoap fatty or free fatty was 0.834%, mineral oil was considered to be negative. Soap base on nyamplung seed oil had antibacterial activity against bacteria Staphylococus aureus with diameter of resistance zone is 14.734 mm.
121105082G1A006035MICHAEL BERG’S LOVE FOR HANNA SCHMITZ
IN BERNHARD SCHLINK'S THE READER
Penelitian ini mengkaji tentang tipe cinta Michael Berg berdasarkan komponen cinta yang dikemukakan oleh Sternberg dan dampak cinta di hidupnya dalam novel Bernhard Schlink yang berjudul The Reader. Pendekatan psikologis diterapkan dalam menganalisa unsur cinta dalam karakter Michael Berg. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitiatif yaitu menggambarkan fenomena cinta Michael Berg kepada Hanna Schmitz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua komponen cinta dalam diri Michael Berg, yaitu hasrat ketika mereka bercinta dan keintiman dalam ritual membaca. Kedua komponen cinta tersebut membentu tipe cinta romantic dalam diri Michael Berg. Sementara itu, dampak dari cinta Michael Berg terjadi setelah Hanna Schmitz meninggalkannya, yang berpengaruh pada kehidupan social dan pribadinya. Dampak sosial dari cinta Michael Berg terjadi ketika dia tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya dan dia tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lain. Dampak pribadi terjadi ketika dia merasa hidupnya tidak berarti dan dia merasa trauma akan cinta dalam hidupnya. Cerita dalam novel ini menghadirkan cinta yang tragis, ketika Hanna Schmitz memutuskan mengakhiri hidupnya di akhir dari cerita.
This research studies about the type of Michael Berg’s love based on the Sternberg’s component of love and the impact of love in his live in Bernhard Schlink’s novel, The Reader. The psychological approach is applied in analyzing the love elements in the character of Michael Berg. The method of this research is descriptive qualitative that describes the phenomenon of Michael Berg’s love for Hanna Schmitz. The result of this research shows that there are two components of Michael Berg’s Love, which are; passion in making love and intimacy in reading ritual. Both component of love build romantic love as the type Michael Berg’s love. Meanwhile, the impact of Michael Berg’s love happens after Hanna Schmitz leaves him, which affect to his social and personal life. The social impact of Michael Berg’s love happens when he cannot socialize with his friend and he cannot build relationship to other women. Meanwhile the personal impact happens when he feels numbness and traumatic of love in his life. The story of this novel presents the tragic love, while Michael Berg’s lover, Hanna Schmitz suicides her life in the ending of the story.
121115081E1A008340Peranan NCB (National Central Bureau)-Interpol dalam Pencegahan dan penanggulangan Tindak Pidana Korupsi TransnasionalPencegahan dan penanggulangan korupsi tidak lagi merupakan tanggungjawab satu negara melainkan juga tanggungjawab bersama negara lain. Berdasarkan hal tersebut maka kerjasama internasional merupakan masalah penting yang ikut menentukan keberhasilan pemberantasan korupsi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi transnasional menurut Hukum Internasional dan Hukum Nasional serta untuk menjelaskan peranan NCB (National Central Bureau)-Interpol Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi Negara Republik Indonesa yang bersifat transnasional.
Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian terhadap peraturan tertulis yang berlaku sekarang (ius constitutum), meliputi peraturan dalam hukum nasional maupun internasional. Data kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan mengenai pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi diatur dalam Konvensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Melawan Korupsi atau UNCAC 2003. Pada Bab IV UNCAC 2003 menyatakan bahwa bentuk-bentuk kerjasama internasional dalam pencegahan dan penanggulangan korupsi yaitu berupa ekstradisi, pemindahan narapidana, bantuan timbal balik dalam masalah pidana, pengalihan proses peradilan pidana, kerjasama penegak hukum, penyidikan bersama, teknik-teknik penyidikan khusus, penyitaan dan pengembalian asset. Kerjasama internasional tersebut dapat dilakukan melalui International Criminal Police Organization (ICPO-Interpol), dimana Indonesia merupakan anggota ICPO-Interpol dengan dibentuknya NCB-Interpol Indonesia berdasarkan Keputusan Perdana Menteri RI Nomer: Kep/PM/245/X/1954 tanggal 5 Oktober tahun 1954.
Preventive measures and counter measure of corruption are no longer the responsibility of one country but also the responsibility with other countries. On the basis of these conditions, international cooperation is an important issue that will determine the success of prevention and eradication of corruption.
The purpose of this study was conducted to determine the prevention and control of transnational corruption according to International Law and National Law and to clarify the role of NCB (National Central Bureau)-Interpol Indonesia in the preventive measures and counter measures transnational corruption.of the Republic Indonesia.
The approach used is that normative legal research on the existing written rules (ius constitutum), including regulations in national or international law. Data were analyzed using qualitative descriptive methods.
Based on the survey results revealed that the regulation on the prevention and control of corruption provided for in the Convention of the United Nations (UN) Against Corruption or UNCAC 2003. In Chapter IV of UNCAC, 2003 stated that the forms of international cooperation in the prevention and control of corruption in the form of extradition, transfer of sentenced persons, mutual legal assistance in criminal matters, transfer of criminal proceedings, law enforcement cooperation, joint investigations, special investigative techniques, asset recovery. International cooperation can be conducted through the International Criminal Police Organization (ICPO-Interpol), of which Indonesia is a member of the ICPO-Interpol NCB-Interpol based on Prime Minister of the Republic of Indonesia Decree Number: Kep/PM/245/X/1954 dated 5 October 1954.
121125086C1B009087ANALISIS PENGARUH PERCEIVED QUALITY, BRAND IMAGE, BRAND CREDIBILITY, DAN CONSUMER VALUES TERHADAP NIAT BELI PRODUK KOSMETIK ORIFLAME
(Studi Kasus pada Konsumen Produk Oriflame di Kota Purwokerto)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perceived quality, brand image, brand credibility, dan consumer values terhadap niat beli produk kosmetik Oriflame di Purwokerto. Sebuah model penelitian diusulkan di mana empat hipotesis dikembangkan. Jumlah responden yang diteliti adalah 100 konsumen. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dengan metode purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis dari penelitian ini diterapkan model regresi linear berganda dengan asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand image dan consumer values berpengaruh positif terhadap niat beli, sedangkan perceived quality dan brand credibility tidak berpengaruh terhadap niat beli.
Purpose of the research is to examine the effect of perceived quality, brand image, brand credibility, and consumer values toward purchase intentions of Oriflame cosmetics products in Purwokerto. A research model was proposed in which four hypothesis were developed. The number of respondents who researched were 100 consumers. A self administered questionnaire was used to collect data from respondents by method of purposive sampling. To prove the hypothesis of this research is applied Multiple Linear Regression Model with classic assumption. The result of this research shows that brand image and consumer values have positive effect to purchase intentions, while perceived quality and brand credibility have no effect to purchase intentions.
121135083E1A007087PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN BANK DALAM PEMBERIAN KREDIT PERUMAHAN
(Studi di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bandung)
ABSTRAK

PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN BANK DALAM PEMBERIAN KREDIT PERUMAHAN
Studi di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bandung
Oleh :
ANNA WIDYASTUTI
E1A007087

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan prinsip kehati-hatian bank dalam memberikan kredit perumahan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penemuan hukum in abstrakto dalam hukum in concreto, data utamanya adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, dokumen dari Bank BNI dan karya-karya ilmiah hukum. Metode analisis menggunakan normatif kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, Bank BNI sudah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit perumahan yang tertuang dalam SOP (Standar Operasional Perusahaan) Buku Pedoman Perkreditan Consumer & Ritel Organik. Prinsip kehati-hatian yang diterapkan dalam pemberian kredit perumahan antara lain melalui penilaian prinsip 5’C ( The Five C’s Credit Analisys), penyaluran yang tepat, pengawasan dan pemantauan yang baik, perjanjian yang sah dan memenuhi syarat hukum, pengikatan jaminan yang kuat dan dokumentasi perkreditan yang teratur dan lengkap, hal tersebut bertujuan agar kredit yang disalurkan kepada debitur dapat kembali tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian kredit, namun demikian dalam faktanya masih terjadi kredit bermasalah/kredit macet yang disebabkan karena kurang cermatnya pihak bank dalam menganalisa baik dari faktor eksternal maupun faktor internal bank dalam pemberian kredit perumahan. Bank BNI diharapkan lebih cermat untuk melakukan pemberian kredit perumahan, sehingga dapat meminimalisir kredit bermasalah/kredit macet pada masa yang akan datang.

Kata Kunci: Prinsip Kehati-hatian Bank dan Kredit Perumahan
ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF BANK CONFIDENTIAL PRINCIPLES IN GIVING THE HOUSING CREDIT
Study at PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bandung
By:
ANNA WIDYASTUTI
E1A007087

This research was conducted with the purpose to find out the implementation of prudential bank in giving the housing credit at PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
The method in this research uses the approach of normative juridical. The specification of research uses the finding of law in abstrako in the law of in concreto, the main data uses the secondary data, it is the ordinance regulation, documentation from Bank of BNI and law scientific. The method of analysis uses the qualitative normative by presenting the narative text data.
The reuslt of research explained that Bank of BNI has implemented the prudential principles in giving the housing credit that has been stated in SOP (Company Operational Standard) Guidance Book of Consumer Credit & Organic Ritel. The prudential principles that have been implemented in giving the housing credit such as through the principles value of 5 (The Five C’s Credit Analysis), the fast giving credit, controlling and good supervising, legal agreement and fulfills the law condition, the binding of strong guarantee and regular and complete credit documentation, these are in order to the credit that has been given to debitur can be return back puntually based on the credit agreement, but in fact there are still the credit problem/stuck credit in giving the housing credit. Bank of BNI is hopefully to be more accurate to do in giving the housing credit so it can minimize the problem credit/stuck credit in the future.

Keywords: Bank Prudential Principles and Housing Credit
121145087F1C007066DRAMATURGI KEHIDUPAN MODEL DI LINGKUNGAN KAMPUS
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
ABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Dramaturgi Kehidupan Model di Lingkungan Kampus Universitas Jenderal Soedirman” bertujuan untuk mengetahui front stage dan back stage mahasiswa yang juga berprofesi sebagai model. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Purwokerto sebagai pusat kegiatan model mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Pemilihan informan dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu memilih informan atas dasar pertimbangan tertentu, yaitu telah menjadi model minimal 2 tahun, dan saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Dalam menganalisis data penelitian menggunakan metode analisis data interaktif.
Hasil penelitian diketahui profesi sebagai model dijalani oleh mahasiwa di luar jam kuliah, walaupun terjadi benturan waktu antara kuliah dengan model, maka selain kepentingan ujian mereka lebih memilih untuk prioritas pada foto model. Kehidupan model dan mahasiswa dijalani dalam dua bentuk. Di satu sisi, beberapa mahasiswa menjalani kehidupan kampus sebagaimana mahasiswa lainnya, yaitu mencoba untuk berinterkasi tanpa ada ‘sekat’ atau pemisah bahwa dirinya adalah model. Kehidupan model dijalaninya seperti model pada umumnya, yaitu sebatas pengambilan foto, peragaan busana dan lainnya. Dua dunia ini dijalaninya secara proposional dan sesuai norma sosial sehingga front stage dan back stage berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian pada kelompok lainnya, dunia model dijadikan sebagai ‘batu loncatan’, sehingga kehidupan model menjadi bagian gaya hidup yang membawa dirinya masuk dalam dunia baru, seperti dunia model panas, kehidupan homoseksual dan kehidupan glamor lainnya yang bercirikan negatif. Akibatnya front stage dan back stage cenderung bersifat kontradiksi.
Model adalah profesi yang menjanjikan sampai saat ini, akan tetapi perlu juga ditunjang dengan kemampuan dan intelektual yang tinggi, sehingga dukungan pendidikan juga akan membantu profesi model. Proses adaptasi perlu dilakukan secara optimal, baik di front stage maupun di back stage sehingga peran yang dijalanni juga mampu maksimal. Akan tetapi kehidupan di back stage tetap diupayakan untuk sesuai dengan norma hukum dan normal sosial, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di masa mendatang.
ABSTRACT

This thesis entitled "Model Life Dramaturgy at the University of General Sudirman Campus Environment" aims to determine the front stage and back stage of a student who also works as a model. This study took place in Navan Town as the center of General Sudirman University student models. The selection of informants with purposive sampling method selecting informants on the basis of certain considerations, which has become a model of at least 2 years, and is currently still a student at the University of General Sudirman. In analyzing the study data using methods of interactive data analysis.
Known to the profession as a result of research undertaken by the student models outside of class hours, although the collision time between lectures to the model, then in addition to the interests of the exam they prefer to prioritize a photo model. Models and student life lived in two forms. On the one hand, some student campus life as other students, which is trying to interact without any 'bulkhead' or separator that she is a model. Life lived models like the model in general, which is limited to taking photos, fashion show and more. Two of the world lived in a proportional and appropriate social norms so that the front stage and back stage running as it should. However, in the other group, world models serve as 'stepping stones', so the model becomes a part of life that led to her entry in the new world, as the world hot model, homosexual life and other glamorous life that is characterized by a negative. As a result, the front stage and back stage tends to be a contradiction.
The model is a promising profession to date, but it should also be supported with high intellectual ability and, thus education will also help support the model professional. The adaptation process should be done optimally, both in front and in back stage stage so the role is also capable of a maximum dijalanni. But life in the back stage still strived for in accordance with the normal law and social norms, so as not to cause problems in the future.
121155115F1G009033KONFLIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA MANGIR
KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Penelitian ini berjudul “Konflik Sosial dalam Naskah Drama Mangir”. Naskah drama karya Pramoedya Ananta Toer ini menceritakan tentang konflik antara Mangir dan Mataram. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik sosial dalam “Mangir”.
Manfaat penelitian secara teoritis yaitu sebagai penerapan analisis sastra, terutama tentang sosiologi sastra yang berhubungan dengan unsur pembangun karya sastra seperti alur, penokohan, dan setting. Adapun manfaat praktis dalam penelitian ini, menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Terutama penelitian yang berfokus pada konflik sosial serta menambah wawasan pengetahuan terhadap peneliti serta pembaca.
Metode yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif analisis. Deskriptif analisis yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik karya fiksi, kemudian disusul dengan analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural, yaitu bertujuan meneliti hubungan antarunsur dalam sebuah karya sastra dan pendekatan sosiologi sastra.
Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa konflik sosial yang terdapat dalam naskah drama Mangir adalah konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara dua kelompok sosial. Konflik tersebut digambarkan oleh konflik Mataram dengan Mangir. Dalam naskah drama Mangir muncul juga konflik sosial yang dilatarbelakangi perbedaan antara individu baik antara satu anggota kelompok maupun antara dua individu dari kelompok yang berbeda. Konflik tersebut digambarkan oleh konflik Wanabaya yang ingin memperistri Putri Pambayun membuat hubungan kelompok Mangir retak. Konflik horizontal dalam Naskah ini digambarkan oleh konflik antaranggota kelompok Mangir sementara Konflik vertikal digambarkan dengan Putri Pambayun yang menentang Panembahan Senapati.
The title of this research is “Konflik Sosial dalam Naskah Drama Mangir” The script of drama created by Pramoedya Ananta Toer which it tells about the conflict between Mangir and Mataram. This research aims to depict about the social conflict in “Mangir”.
The benefit of this research theoretically is as the implementation of literature analysis, especially about the literature sociology that relates with the development element of literature masterpieces like plot, figure and setting. The practical benefit in this research becomes the reference to the subsequent research. Especially the research that focus on the social conflict and adds the knowledge insight to the researcher and reader.
The method for analysis uses analysis descriptive. Analysis descriptive it depicts about the intrinsic elements of fiction masterpiece, and followed with the analysis. The approach in this research uses the structural approach, it is aims to do the research about the correlation between the elements in a literature masterpieces and the approach of literature sociology.
The result of research obtains the conclusion that the social conflict in the script of Mangir is the social conflict that caused by the different interest between two social groups. These conflicts depicted by the conflict of Mataram and Mangir. Mangir also emerges the social conflict that caused by the differences between the good individual between members group or two individual in the different group. These conflicts are depicted by the Wanabaya conflict that want to propose or ask in marriage the Putri Pambayun and it makes the relationship the Mangir group getting worse. The horizontal conflict in this script is depicted the conflict between the group member of Mangir meanwhile the vertical conflict is depicted by the Putri Pambayun that against the Panembahan Senapati.
121165090E1A007328PERANAN PRESIDEN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA (Analisis Tentang Penyelesaian Sengketa Kewenangan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM Antara POLRI Dengan KPK)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan dan pertimbangan Presiden dalam Sengketa Kewenangan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM antara Polri dengan KPK. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa peran Presiden dalam Sengeketa Kewenangan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM Antara Polri dengan KPK adalah menengahi atau memediasi dan kemudian mencari solusi agar sengketa tersebut dapat segera diatasi. Adapun pertimbangan Presiden dalam sengketa tersebut adalah kejahatan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat menimbulkan pemiskinan masyarakat dan negara secara sistematis untuk itu diperlukan peran aktif pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi, Polri dan KPK adalah pilar penting untuk memberantas korupsi, Presiden sebagai Kepala Negara yang sekaligus Kepala Pemerintahan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di negera ini, serta bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan secara tertib dan teratur salah satu tujuannya adalah menyelesaikan perselisihan antar lembaga negara.
This research is done for the purpose of knowing role and consideration of the president in dispute settlement authority investigation of cases off alleged corruption SIM simulator between POLRI with KPK. To achieve this goal then research performed using normative juridical approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of data text narrative.
Through the results of this research note that the President's role in dispute settlement authority investigation of cases off alleged corruption SIM simulator between POLRI with KPK is mediate or mediate and then find a solution to the dispute could soon be resolved. The consideration of the President in the dispute is a crime of corruption is an extraordinary crime which can lead to the impoverishment of society and state systematically it takes an active role for government in efforts to combat corruption, Police and the KPK is an important pillar for combating corruption, President as Head of State and Head of Government responsible for anything that happens in this country, and is responsible for the running of the government in an orderly and organized one goal is to resolve disputes between state agencies.
121175150A1C008043EFISIENSI USAHATANI PADI MERAH ORGANIK DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI
DI KABUPATEN BANYUMAS
Padi merah organik adalah padi yang secara fisik memiliki warna merah pada bulirnyadan dikenal sebagai padi yang memiliki banyak manfaat. Saat ini petani padi merah organik di Kabupaten Banyumas terdapat di wilayah Kecamatan Sumbang, Baturraden dan Cilongok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) alasan petani dalam mengambil keputusan untuk berusahatani padi merah organik, (2) apakah usahatani padi merah organik di Kabupaten Banyumas sudah efisien, (3) besarnya kontribusi pendapatan usahatani padi merah organik terhadap pendapatan rumah tangga petani, dan (4) titik impas (BEP) pada usahatani padi merah organik di Kabupaten Banyumas.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survai. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode pengambilan data dilakukanmelaluiwawancara, pencatatan dan studipustaka. Metodeanalisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, R/C ratio, Income Share, dan Break Even Point. Hasil penelitian menunjukkan (1) petani berusahatani padi merah organik karena alasan ekonomi, (2) usahatani padi merah organik sudah dapat dikatakan efisien dan menguntungkan dengan nilai R/C 2,90, (3) usahatani padi merah organik memberi kontribusi sebesar 11,12 persen terhadap pendapatan rumah tangga petani, dan (4) usahatani padi merah organik mencapai titik impas pada saat BEP nilai penjualan sebesar Rp735.175,64, BEP volume produksi sebesar 159,8 kilogram, dan BEP harga sebesar Rp220,94 per kilogram.Organic redrice is rice that has physical red color on the grain and is known as the rice that has many benefits. Currently organic red rice farmers in Banyumas regency located in the District of Sumbang, Baturraden and Cilongok. This research was aims to find out : (1) reason farmers in making decisions for the Organic red rice farming, (2) whether the Organic red rice farming in Banyumas already efficient, (3) the contribution of Organic redrice farm income on household incomes of farmers, and (4) break-even point (BEP) on Organic red rice farming in Banyumas. The method used in this research is the survey. Sampling method in this study using census method. Method of data collection was done through interviewing, recording, and literature. Methods of data analysis using descriptive analysis, analysis of costs and revenues, R/C ratio, Income Share, dan Break Even Point. The results showed (1) Organic red rice farming farmers for economic reasons, (2) Organic red rice farming can already be said to be efficient and profitable with a value of R/C 2,90, (3) Organic red rice farming contributes 11,12 percent of the household income of farmers, and (4) Organic red rice farming reached break even point when the BEP sales value of Rp735.175,64, BEP of production volume amounted to 159,8 kilograms, and BEP of price amounted to Rp220, 94 perkilogram.
121185178E1A006174Peranan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Dalam Meningkatkan Pelayanan Perizinan Di Kabupaten CilacapTujuan penelitian untuk mengetahui peranan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu dalam meningkatkan pelayanan perizinan di Kabupaten Cilacap. Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivistis. Konsep ini mengungkapkan, bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah preskriptif dengan bentuk inventarisasi terhadap sinkronisasi vertikal dan horisontal, yaitu ilmu hukum mempelajari tujuan hukum, nilai-nilai keadilan, validitas aturan hukum, konsep-konsep hukum, dan norma-norma hukum yang bertujuan mengungkap kenyataan sejauh mana suatu peraturan perundang-undangan tertentu serasi secara vertikal/horisontal. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, doktrin, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta kajian pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa peranan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu dalam meningkatkan pelayanan perizinan di Kabupaten Cilacap adalah melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pelimpahan wewenang dari Bupati, sehingga terwujudnya pelayanan perizinan di Kabupaten Cilacap yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau sesuai amanah Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 16 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Cilacap.
The purpose of this research is to find out the role of The Integrated Permit and Investment Board of Cilacap Regency. The approach method used is normative juridicial or legal research, it is an approach that uses positivistic legalistic conception. This concept reveals that law is identical with written norms that were made and promulgated by institutions or officials of the state The research specification used is Prescriptive with an inventory form to the vertical and horizontal synchronization, ie the science which studies the law purposes, the values of justice, the validity of the rule of law, legal concepts and legal norms aimed to reveal the extent to which the reality of laws match vertically / horizontally. The data that were used are secondary data derived from legislation, literature books, doctrines, and documents related to the research.
According to the results and discussion of the research as well as the literature review, it can be concluded that the role of The Integrated Permit and Investment Board of Cilacap Regency in improving licensing services in Cilacap Regency is to implement the integrated services based on the delegation of authority from the Regents so the licensing service in Cilacap is fast, cheap, easy, transparent, and definitely affordable as mandated in Cilacap Regency Regulation No. 16 Year 2008 on Implementation of One Stop Integrated Services in Cilacap.
121195252A1L009111POTENSI BIOBAKTERISIDA BENTUK PADAT DAN CAIR DALAM MENEKAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA PADI SAWAH DI DATARAN RENDAHPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji daya tahan B. subtilis B1 dalam formula padat, 2) menguji daya hambat dan mekanisme penghambatan B. subtilis B1 terhadap Xoo secara in vitro, 3) mengetahui potensi kombinasi biobakterisida bentuk padat dan cair untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada padi, 4) mengetahui potensi kombinasi biobakterisida bentuk padat dan cair untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada padi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi : K (tanpa pemberian kombinasi formula biobakterisida berbasis B. subtilis B1 baik bentuk padat maupun cair), A (Kombinasi formula biobakterisida berbasis B. subtilis B1 bentuk padat dan cair yang diberikan 10 hari setelah tanam), B (Kombinasi formula biobakterisida berbasis B. subtilis B1 bentuk padat dan cair yang diberikan 20 hari setelah tanam), dan C (Kombinasi formula biobakterisida berbasis B. subtilis B1 bentuk padat dan cair yang diberikan 30 hari setelah tanam). Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit (%), laju infeksi (unit/hari), Area di bawah kurva perkembangan penyakit (%), jumlah populasi mikroba tanah (cfu/g), jumlah populasi B. subtilis B1 (cfu/g), mekanisme penghambatan, dan komponen pertumbuhan dan hasil tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bakteri B. subtilis B1 sebagai agens hayati mempunyai daya tahan hidup dalam formula padat selama 106 hari. Bakteri B. subtilis B1 mampu menghambat Xoo secara in vitro melalui mekanisme pengahambatan bakteriostatik. Kombinasi biobakterisida berbentuk padat dan cair berbasis B. subtilis B1 yang efektif mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada padi yaitu saat pemberian 20 hari setelah tanam. Kombinasi biobakterisida berbentuk padat dan cair berbasis B. subtilis B1 mampu meningkatkan bobot brangkasan kering per tanaman dan bobot gabah per petak efektif yaitu saat pemberian 20 hari setelah tanam.This study aims to: 1) to tested the survive of B. subtilis B1 in solid formulas, 2) to tested the inhibition and inhibition mecanism B. subtilis B1 against Xoo as in vitro, 3) to know the potential combination of solid and liquid forms biobactericide to controlled bacterial leaf blight in rice, 4) to know the potential combination of solid and liquid forms biobactericide to increase growth and yields in rice. Experimental design that used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with four treatments and six replications. Four treatments were tested: the Control (without giving biobactericide formula’s B. subtilis B1 both solid and liquid), A (combination of formula based on biobactericide B. subtilis B1 solid and liquid forms were given 10 days after planting), B (combination of formula based on biobactericide B. subtilis B1 solid and liquid forms were given 20 days after planting), and C (combination of formula based on biobactericide B. subtilis B1 solid and liquid forms were given 30 days after planting). The variables were observed in the incubation period, the disease intensity (%), the infection rate (unit/days), Area Under Disease Progress Curve (%), a population of soil microbes (cfu/g), a population of B. subtilis B1 (cfu/g), the mechanism of inhibition, and growth and yield components. Data was analyzed by F test and continued with BNT of 5 %. The results showed that B. subtilis B1 bacterium as biological agent has survive in solid formulas within 106 days. B. subtilis B1 bacterium can inhibits the Xoo in vitro through bacteriostatic inhibition mechanism. Biobactericide combination of solid and liquid forms were based on B. subtilis B1 effective to controlled BLB of rice at 20 days after planting. Biobactericide combination of solid and liquid forms were based on B. subtilis B1 able to increase stover dry weight and grain weight of effective plot at 20 days after planting.
121205346G1A008067HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI DESA CIKUBANG
KECAMATAN TARAJU KABUPATEN TASIKMALAYA
Imunisasi merupakan salah satu usaha untuk mengendalikan penyakit menular. Cakupan imunisasi di Indonesia telah mencapai universal child immunization (UCI), tetapi capaian ini tidak merata. Jawa Barat adalah propinsi yang cakupan imunisasinya termasuk rendah. Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu wilayah dengan cakupan imunisasi rendah di Jawa Barat. Banyak faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Pengetahuan ibu adalah salah satu faktor penting yang berhubungan dengan cakupan imunisasi. Belum pernah diteliti apakah pengetahuan ibu tentang imunisasi berhubungan dengan status kelengkapan imunisasi di desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan status kelengkapan imunisasi dasar di desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini observasional analitik, dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian 51 ibu bayi usia 9-12 bulan. Data pengetahuan ibu diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data status kelengkapan imunisasi diperoleh dari KMS atau rekam medis di Puskesmas. Analisa statistik dilakukan dengan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi sebagian besar dalam kategori cukup (51.0%). Status imunisasi bayi sebagian besar dalam kategori lengkap (52.9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status kelengkapan imunisasi dasar (x2=18,086, p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu yang baik tentang imunisasi dasar akan memperbaiki status kelengkapan imunisasi dasar bayi usia 9-12 bulan pada masyarakat Desa Cikubang Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya.Immunization is one of the most effective methode to control communicable diseases in children. Indonesia immunization coverage has reached universal child immunization (UCI). However, this coverage is not evently distributed. West Java Province is one of areas with low immunization coverage rate. Cikubang village, Taraju subdistrict, West Java Province is one area which contributes to the low of immunization coverage. One factor that is consodered to be related to the immunization coverage is the level of maternal knowledge. This study aimed to know the association between maternal knowledge level and the completeness of basic immunization status in Cikubang village, Taraju subdistrict, Tasikmalaya district. This study was anaytic observational, cross sectional design. Respondents of this study were 51 mothers of infants aged 9-12 months in the research area. The result showed that most respondents have knowledge level of immunization in fair category (51.0%). Infant immunization status was mostly in complete category (52.9%). There was a significant association between mother’s knowledge level regarding basic immunisation and immunizations completeness status (x2 = 18.086, p=0.001). In conclussion, the better mother’s knowledge of basic immunization, the better basic immunization status among babies aged 9-12 months in Cikubang district, Taraju subdistrict, Tasikmalaya district.