Artikelilmiahs
Menampilkan 12.121-12.140 dari 50.505 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12121 | 4820 | G1A009058 | HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM DAN TEKANAN DARAH REMAJA DI SMA NEGERI 1 PURWOKERTO | Hipertensi tidak hanya dialami orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak dan remaja. Asupan natrium merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yang dapat dimodifikasi. Deteksi dini hipertensi merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi. Mengetahui hubungan asupan natrium dan tekanan darah remaja di SMA Negeri 1 Purwokerto. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini didapatkan dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Purwokerto dengan cara simple random sampling. Total sampel pada penelitian ini adalah 34 siswa. Analisis univariat yaitu rerata asupan natrium didapat 1257 mg, dan rerata tekanan darah sistolik 117,67 mmHg, diastolik 77,85 mmHg, dan MAP (Mean arterial pressure) 91,33 mmHg. Analisis Bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara asupan natrium dan tekanan darah sistolik didapatkan hasil (p = 0,000 (<0,05), r = 0,580) , antara asupan natrium dan tekanan darah diastolik (p = 0,013 (<0,05), r = 0,433), antara asupan natrium dan MAP (p = 0,002 (<0,05), r = 0,509). Asupan natrium berhubungan dengan tekanan darah sistolik,diastolik dan MAP pada remaja di SMA Negeri 1 Purwokerto. | Hypertension is not only happened in adults but also in children and adolescents. Sodium intake is a risk factor for hypertension. Early detection of hypertension is a preventive effort to prevent complications. The aims of study to know the correlation between sodium intake with blood pressure in adolescents at senior high school 1 Purwokerto. This type of study using observational analytic studies with a cross sectional approach. The research sample was obtained from the students of class XI at senior high school 1 Purwokerto by simple random sampling. Total sample in this study was 34 students. The study show in univariate analysis of the average intake of 1257 mg of sodium obtained, and the mean systolic blood pressure of 117.67 mmHg, 77.85 mmHg on diastolic blood pressure, and MAP (mean arterial pressure) 91.33 mmHg, in bivariate analysis the study shows a significant correlation between sodium intake on systolic blood pressure (p = 0.000 (<0.05), r = 0.580) , between sodium intake on diastolic blood pressure (p = 0.013 (<0.05), r = 0.433), between sodium intake to the mean arterial pressure (p = 0.002 (<0.05), r = 0.508) Sodium intake affect to systolic blood pressure, diastolic and mean arterial pressure in adolescents at senior high school 1 Purwokerto. | |
| 12122 | 5119 | H1E009007 | OPTIMASI FREKUENSI ANGULER KONVERTER ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL TANPA GESEKAN BERDASARKAN PERSAMAAN EULER-LAGRANGE DAN METODE RUNGE-KUTTA | Optimasi frekuensi anguler sistem konverter energi, pembangkit listrik tenaga gelombang laut sistem bandul (PLTGL-SB) bertujuan untuk menentukan ukuran komponen bandul dan sistem roda. Optimasi dilakukan untuk memperoleh frekuensi anguler optimum pada generator. Optimasi dilakukan melalui empat tahapan yaitu pembuatan desain, perumusan persamaan gerak, penyelesaian persamaan gerak secara numerik, dan optimasi sistem pembangkit. Pembuatan desain mengacu pada desain yang telah ada, yang merupakan satu kesatuan sistem gerak terdiri atas bandul, double freewheel, dan sistem roda. Sistem gerak diturunkan persamaannya melalui fungsi Lagrange yang merupakan rumusan energi kinetik rotasi dan potensial sistem. Selanjutnya fungsi Lagrange diselesaikan menggunakan persamaan Euler-Lagrange terhadap koordinat umum. Di dalam penyelesaiannya dianggap bahwa sistem tidak mengalami gesekan. Persamaan gerak dicari solusi secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta melaui software Matlab 7.01. Solusi persamaan gerak secara numerik dilakukan dengan membuat listing program dan melakukan variasi nilai variabelnya. Variasi nilai variabel berfungsi sebagai optimasi. Hasil optimasi diperoleh frekuensi anguler roda ke-4 adalah 138,11 rad/s. Nilai frekuensi anguler ini, diperoleh dengan memasukkan nilai massa, titik pusat massa, dan inersia bandul adalah 8 kg, 1,4 m, 0,9 kgm2 sedangkan untuk jari jari dan inersia roda 1, 2, 3, dan 4 adalah 0,4, 0,25, 0,05, 0,02 m, dan 0,4, 0,125, 0,001875, 0,00005 kgm2. | Optimization of angular frequency of energy converter for frictionless Wave Power Energy Generation-Pendulum System aims to determine the size of the pendulum components and wheel system that produce optimum angular frequency of the generator. This determination is carried out through several stages which are preliminary design, formulation of equations of motion, numerically solution the equations and optimization. The design of integrated system consisting of pendulum motion, double freewheel and wheel system. The equations of motion is derived from Lagrange function. The Lagrange function is subsequently solved using the Euler-Lagrange equation an assumption the system does not experience friction force and numerically solution using the Runge-Kutta method (Matlab7.01). Numerically solutions of the equations is program and variying variables. The variations is carried through until the optimum angular frequency of the fourth wheel is found. The optimization results in the angular frequency of the fourth wheel is 138.11 rad/s. This angular frequency value is obtained after entering input values by the mass, the center of mass, and the inertia of the pendulum 8 kg, 0.9 m, 1.4 kgm2 but radius and inertia of wheels 1, 2, 3, and 4 are 0.4 , 0.25, 0.05, 0.02m, and 0.4, 0.125, 0.001875, 0.00005 kgm2. | |
| 12123 | 5091 | C1C007013 | PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK PADA PELAKSANAAN SANKSI DENDA, PELAYANAN FISKUS, KESADARAN PERPAJAKAN DAN PEMERIKSAAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Purwokerto) | Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel persepsi wajib pajak pada pelaksanaan sanksi denda, pelayanan fiskus, kesadaran perpajakan dan pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak. Data yang digunakan adalah data primer, pengumpulan data melalui interveiw dalam bentuk kuesioner kepada 100 sampel menggunakan metode convenience sampling. Untuk membuktikan hipotesis dari penelitian ini,digunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak pada pelaksanaan sanksi denda, pelayanan fiskus, kesadaran perpajakan dan pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak memiliki dampak signifikan pada kepatuhan pajak | The general objective of this study was to determine the effect of variable influence perception of sanctions on taxpayers fine, tax authorities service, examination of consciousness tax compliance and taxpayers. The method used ot collect data was all primary, as collected through personal interveiw in the form of questionnaire to 100 sample using a convenience sampling method. To prove the hypothesis of this research, a multiple linear regression and classic assumption test is applied. The result of this research shows that taxpayer perceptions on the implementation of financial penalties, the service tax authorities, tax awareness and tax audits have significant impact on tax compliance | |
| 12124 | 5093 | D1E009097 | ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETERNAK KELOMPOK PENERIMA BANTUAN PEMERINTAH DAN KELOMPOK MANDIRI PADA KELOMPOK TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian berjudul Analisis Perbandingan Pendapatan Peternak Kelompok Penerima Bantuan Pemerintah dan Kelompok Mandiri pada Kelompok Ternak Sapi Potong di Kabupaten Purbalinggadilaksanakan mulai tanggal 8 Maret 2013 sampai 28 Maret 2013. Penelitian dilakukan dengan metode survei yaitu dengan mewawancarai peternak sapi potong didaerah terpilih. Daerah-daerah yang terpilih di pilih menggunakan purpposive sampling yaitu dengan memilih lokasi yang mempunyai ternak sapi potong dan memiliki dua kelompok peternak sapi (kelompok mandiri dan kelompok penerima bantuan pemerintah). Responden terpilih sebesar 49 peternak dari masing-masing kelompok dan dipilih secara acak (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan usaha ternak sapi potong kelompok mandiri sebesar Rp. 1.613.204,00 sedangkan pada kelompok penerima bantuan sebesar Rp. 2.646.731,00. Usaha ternak sapi potong di Kabupaten Purbalingga dari kelompok mandiri dan kelompok penerima bantuan pemerintah terdapat perbedaan pendapatan yang sangat nyata (P<0.01). Hasil analisis regresi diperoleh persamaanY = -1120919.41 + 124995.41X1 + 49870.02 X2 + 1220999.07 X3. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 63.10 persen. Tingkat pendidikan, dan lama beternak berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan (P>0.05) sedangkan jumlah ternak yang dimiliki berpengaruh terhadap jumlah pendapatan (P<0.05). | A study entitled “Comparative Analysis An Income Beef Cattle Farmers Groups Who Receive Government Aid Relative To Those (Farmers) Who Donate Receive Government Aid (Self-Support) in Purbalingga”. The research was conducted from March 8th, 2013 to March 28th, 2013. The study was conducted by survey method by interviewing selected area of cattle ranchs. The selected were taken select purposive sampling method, to choose location, that had beef cattle, and had two groups (self-help groups and groups receiving government aid. The respondents were selected, consisted of 49 farmers from each group and were randomly selected (simple random sampling). The results showed that the mean of income beef cattle business of self-help groups Rp. 1.613.204,00 and the cattle business income of beneficiary groups Rp. 2.646.731,00. The income of beef cattle business of self-help groups differed significantly (P <0.01) from the cattle business income of beneficiary groups. The result of regression analysis showed that equation Y= -1120919.41 + 124995.41X1 + 49870.02 X2 + 1220999.07 X3.. The coefficient of determination had 63.10 percent. The level of education and length of farminghad no effect on the income (P>0.05), approximately the number of livestock owned had income effect (P<0.05). | |
| 12125 | 5163 | F1A008040 | Proses Regenerasi Kesenian Ebeg di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga | Ebeg adalah sebuah tarian yang menampilkan sekelompok orang yang menunggang kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses regenerasi anggota kelompok kesenian ebeg dan permasalah yang dihadapi dalam proses regenerasi kesenian ebeg di Kecamatan Kejobong. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menerangkan sejarah dan gambaran kesenian Ebeg. Dalam perekrutan anggota kesenian ebeg dilakukan dengan sukarela yang nantinya dicari oleh ketua kesenian ebeg terhadap para masyarakat atau generasi muda yang dianggap mampu menerima indang yang nanti dicari dan diberikan kepada sang calon penari ebeg tentu dengan cara berlatih dan melakukan ritual-ritual terlebih dahulu sebelum dinyatakan sebagai penari ebeg, sedangkan perekrutan penayagan biasanya dalang atau pemimpin kesenian hanya mengambil orang yang sudah bisa memainkan gamelan. Dalam perkembangannya kesenian ebeg ini bukan tanpa masalah dalam regenerasinya, dijaman sekarang sangat susah mencari generasi untuk meneruskan kesenian rakyat ini. Mereka beranggapan bahwa kesenian ini tidak ada nilai ekonomisnya sehingga mereka sangat susah untuk dirangkul menjadi penerus kelompok kesenian ebeg tersebut. | Ebeg is a dance featuring a group of people on horseback. This study aims to determine the regeneration of member arts groups ebeg and problems encountered in the process of regeneration in the District Kejobong ebeg art. Methods This study uses descriptive qualitative method. Results of this study explain the history and art picture Ebeg. In recruiting voluntary ebeg art that will be sought by the chairman of the art ebeg against the community or youth who are considered capable of receiving indang who later sought and given to the prospective dancers ebeg certainly the way practice and perform rituals before expressed as ebeg dancers, while recruitment penayagan mastermind or leader is usually only the arts can take people who already play the gamelan. In the development ebeg art is not without problems in regeneration, an age now very hard to find a generation to continue this folk art. They assume that this art no economic value so that they are very difficult to be a successor group embraced the art ebeg. | |
| 12126 | 4933 | F1F008068 | The Perspectives of Jews On Israel and Palestine Conflict In Seven Jewish Children A Play for Gaza | Karya sastra yang diteliti dalam penelitian ini adalah Seven Jewish Children a Play for Gaza, drama karya Caryl Churchill. Dalam drama ini Churchill menggambarkan konflik Israel dan Palestina dalam pertunjukan yang singkat. Penelitian ini menerapkan teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldmann dan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan penelitian kepustakaan yang fokus pada metode kualitatif. Teori tersebut diterapkan untuk mengetahui pandangan dunia pengarang dalam Seven Jewish Children A Play for Gaza dan fakta yang terjadi dalam konflik Israel dan Palestina, serta untuk mengetahui pandangan orang-orang Yahudi pada konflik tersebut yang digambarkan oleh pengarang dalam drama tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Caryl Churchill memandang bahwa konflik tersebut adalah cara orang Yahudi untuk mendapatkan tanah yang dijanjikan Tuhan, dan orang Palestinia membutuhkan bantuan dan dukungan. Pandangan tersebut juga sama dengan pandangan Yahudi anti-Zionis yang berbeda dengan Yahudi Zionis. (2) Dalam drama, keluarga Yahudi memandang bahwa konflik tersebut adalah permainan, dan mereka harus mendapatkan kembali tanah nenek moyang mereka yakni Palestina. | The literary work that is analyzed in this research is Seven Jewish Children a Play for Gaza, a drama written by Caryl Churchill. In this drama, Churchill describes Israel and Palestine conflict in a short performance. This research applied genetic structuralism theory from Lucien Goldmann, and in analyzing the data the researcher used library research that focused on qualitative method. The theory was applied to find out the Churchill’s world view on Seven Jewish Children A Play for Gaza drama and the real conditions in the conflict of Israel and Palestine, and to know the Jews perspectives on the Israel and Palestine conflict described by Caryl Churchill in the drama. The result of this research shows that (1) Caryl Churchill views the conflict is the way of Jews to get their Promised Land, and Palestinians need a help and support in the conflict. Those views are similar to the idea of Anti-Zionist Jews that is different from the idea of Zionist Jews. (2) In the drama, the Jewish families view that the conflict is a game and they have to get back their ancestor land, Palestine. | |
| 12127 | 5096 | E1A007356 | PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI PEMALSUAN DAN PEREDARAN UANG PALSU DI KABUPATEN BANYUMAS | Dari banyak jenis kejahatan yang terjadi, beberapa diantaranya melibatkan uang sebagai barang kejahatannya. Kejahatan terhadap uang tersebut berupa kejahatan pemalsuan mata uang dan uang kertas. Uang yang banyak dipalsu dan diedarkan di masyarakat adalah uang kertas, tidak dapat dipungkiri hingga saat ini peredaran uang palsu telah merambah keberbagai daerah di Indonesia, termasuk diantaranya wilayah Banyumas. Banyaknya uang palsu yang beredar di masyarakat akan mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap uang dan dapat mengganggu kestabilan ekonomi nasional. Dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana uang palsu, Polres Banyumas melakukan tindakan preventif dan tindakan represif. Tindakan preventif yaitu dengan mengadakan penyuluhan maupun sosialisasi yang bekerjasama dengan Bank Indonesia mengenai penanggulangan tindak pidana uang palsu, dan tindakan represif dengan menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku meliputi tindakan penyelidikan, penindakan, penyidikan terhadap pelaku tindak pidana uang palsu, serta pemberkasan berita acara yang dilakukan Sat Reskrim dalam hubungannya dengan sistem peradilan pidana. Dalam melakukan tugasnya untuk mencegah dan menanggulangi tindak pidana uang palsu, Polres Banyumas memiliki beberapa hambatan. Hambatan tersebut diantaranya dana operasional yang cepat terkuras dan kurangnya jumlah personel Kepolisian yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Banyumas yang semakin berkembang, serta kelompok pelaku yang sangat terorganisir, bersifat tertutup, dan memiliki mobilitas tinggi, juga dapat menyulitkan aparat Kepolisian mengungkap pelaku. Adapun faktor yang mendorong Kepolisian dalam mencegah dan menanggulangi peredaran uang palsu yaitu peran serta aktif dan koordinasi antara perbankan, masyarakat, dan Bank Indonesia dengan Kepolisian dengan cara segera melaporkan setiap temuan uang palsu kepada Kepolisian terdekat atau kepada Bank Indonesia setempat untuk diklarifikasi keasliannya. Hal ini akan sangat membantu pihak Kepolisian dalam upaya penyelidikan untuk memberantas secara tuntas tindak pidana peredaran uang palsu. | Of many types of crime that occur, some of which involve money as evil stuff. Crime is a crime against money counterfeiting currency and banknotes. Money that many forged and circulated in the community is paper money, can not be denied to the present circulation of counterfeit money has penetrated every aspect of Indonesia, including Banyumas. The number of counterfeit money circulating in the community will result in a decreased level of public trust in money and can destabilize the national economy. In preventing and combating counterfeit money crimes, Banyumas Police perform preventive and repressive measures. Preventive action is by providing extension and outreach in cooperation with Bank Indonesia concerning counterfeit money crime prevention, and actions to enforce repressive laws in force covering the action investigation, prosecution, criminal investigation against counterfeit money, and filing the minutes of the Unit Criminal conducted in conjunction with the criminal justice system. In doing its job to prevent crime and tackling counterfeit money, police Banyumas has some obstacles. Such constraints include operational funds quickly depleted and the lack of police personnel were not balanced by the number of residents in the region's growing Banyumas, as well as a highly organized group of actors, is closed, and has a high mobility, can also make it difficult for police officers to reveal the perpetrators. The factors that encourage the police in preventing and combating counterfeit money circulation is active participation and coordination between the banks, the public, and Bank Indonesia to the Police by way of immediately reporting any findings of counterfeit money to the nearest police or to the local Bank Indonesia to clarify its authenticity. This will greatly assist the police investigation in an effort to eradicate crime completely counterfeit money circulation. | |
| 12128 | 5121 | F1B009009 | PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN PEMALANG | Standarisasi manajemen mutu telah menjadi isu utama dalam menghadapi globalisasi. Menanggapi isu tersebut, salah satu standar sistem manajemen mutu yang telah berkembang adalah ISO 9001. Salah satu instansi pemerintah yang telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Pemalang, yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik. Dalam penerapan SMM ISO 9001:2008 terdapat beberapa klausul yang penerapannya berkaitan dengan kinerja pegawai. Sehubungan dengan hal tersebut, menarik untuk dikaji apakah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di KPPT Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 (X) yang terdiri dari dimensi Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis Kendall Tau dan regresi ordinal. Hasilnya menunjukkan nilai z hitung lebih besar dari z tabel (3.555> 1.960). Dengan demikian, korelasi antara penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dengan kinerja pegawai sebesar 0,544 Hi diterima. Kata Kunci: infrastruktur, kinerja pegawai, lingkungan kerja, manajemen ISO 9001:2008, sumber daya manusia | Quality management standardization has become a major issue in facing globalization. Responding to the issue, one of the developed quality management standard system is ISO 9001. One of the government agencies that have implemented ISO 9001:2008 Quality Management System is the Integrated Licensing Service Office (as known KPPT) of Pemalang regency, which aims to improve the employee’s performance and provide wider access to public to obtain public services. In implementing ISO 9001:2008 QMS there are some requirements relates to employee performance. Regarding with that interesting case, does the application of ISO 9001:2008 Quality Management System have a positive and significantly influence on employee’s performance at KPPT of Pemalang regency. The results showed that there was significant relationship between the implementation of the Quality Management System ISO 9001:2008 (X) consisting of Human Resources, Infrastructure, and Work Environment dimensions on Employee Performance. It is proven by the results of the Kendall Tau and ordinal regression analysis. The result showed the calculated value of z (count) is greater than z table (3,555>1,960). From that results, it can be concluded that the correlation between implementation of Quality Management System ISO 9001:2008 with employee’s performance in the amount of 0,544 Hi was accepted. Keywords: infrastructure, performance of employees, work environment, ISO 9001:2008 management, human resources | |
| 12129 | 4807 | G1A009056 | Perbedaan Jumlah Asupan Cairan Antara Remaja Desa dan Kota di Kabupaten Banyumas | Air adalah punyusun komponen terbesar dan merupakan kebutuhan yang paling mendasar dalam hidup manusia. Kekurangan asupan cairan menyebabkan masalah yang serius pada kesehatan. Remaja merupakan usia yang rentan dalam kecukupan cairan padahal cairan sangat penting bagi remaja yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Jumlah asupan cairan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat tubuh, aktivitas, pengetahuan, dan faktor lingkungan (desa dan kota). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah asupan cairan antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. Studi observasional analitik cross sectional dilakukan pada 94 siswa SMA di Kabupaten Banyumas, 47 responden dari dua sekolah kota, 47 responden dari dua sekolah desa. Jumlah asupan cairan dinilai menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Mann-whitney. Hasil yang didapat berupa rerata asupan cairan remaja di desa adalah 2418,42±752,7 ml dan rerata asupan cairan remaja kota adalah 2621,28±744,5 ml. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah asupan cairan yang bermakna antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas (p=0,135). | Water is the largest component and the most basic needs of human life. Lack of fuid intake causing serious health problems. Adolscents are a vulnerable age in adequacy of fluid whereasthe fluid is very important for adolescents who are in a period of growth and development. Fluid intake is influenced by age, gender, body weight, activity, knowledge, and environmental factors (rural and urban). The study aimed to indentify the differences of fuid intake between rural and urban adolescents at Banyumas regency. Analytic observasional cross sectional study was conducted in high school students at Banyumas Regency, 47 student came from two rural high schools, 47 students came from two urban high school. Fluid intake was assessed with food recall 2x24hours questioner Data was analyzed by univariat analysis and bivariat analysis used mann-whitney test. The result of this research is average of rural adolescents water intake was 2418,42±752,7 ml . The average of urban adolescents water intake was 2621,28±744,5 ml. Based on analysis we can conclude that there was none significant differences of fluid intake between rural and urban adolescents at Banyumas Regency (p=0,135). | |
| 12130 | 5088 | H1K008022 | STATUS PERKEMBANGAN GONAD BEBERAPA SPESIES BULU BABI (Sea urchin) YANG TERDAPAT DI PERAIRAN PANTAI TIMUR PULAU NUSAKAMBANGAN CILACAP | Penelitian berjudul “ Status Perkembangan Gonad Beberapa Spesies Bulu Babi (Sea urchin) yang terdapat di perairan Pantai Timur Pulau Nusakambangan, Cilacap“ memiliki beberapa tujuan, pertama untuk mengetahui jenis dan jumlah bulu babi, kedua mengetahui perbedaan status perkembangan gonad bulu babi pada saat bulan gelap dan terang, dan ketiga mengetahui jenis vegetasi yang disukai spesies bulu babi khususnya yang berada di perairan Pantai Timur Pulau Nusakambangan Cilacap, serta faktor fisika-kimia di perairan tersebut. Metode penelitian menggunakan transek kuadrat dengan kerangka besi ukuran 1x1 m pada tiga stasiun berdasarkan jenis vegetasi yang berbeda. Sampling di lakukan pada saat bulan gelap dan terang, selanjutnya data dianalisis menggunakan ANOVA. Dari hasil penelitian, diambil kesimpulan bahwa jenis-jenis bulu babi yang ditemukan terdiri dari genus Diadema, yaitu Diadema setosum dan Diadema antillarum. Status perkembangan gonad tidak berbeda nyata pada saat bulan gelap dan terang serta jenis vegetasi yang disukai ialah lamun (Seagrass). Kondisi fisik dan kimia perairan tersebut masih mendukung untuk kehidupan bulu babi. Kata Kunci : Bulu babi, gonad, bulan gelap, bulan terang, vegetasi, dan kualitas air. | The research entitled “ The Status of Gonad development in several species of Sea urchin in East Coast of Nusakambangan, Cilacap. They are, the first is to know variety and amount species of sea urchins, the second is to know the different status of sea urchin gonad growth on neap tide and spring tide, and the third is to know the vegetation which is loved by Sea urchin in East Coast of Nusakambangan, and the last is about physical chemistry factors in that coast. This research uses transek kuadrat method by using metal frame sized 1x1 at three stations based on different types of vegetation. Sampling technique is done on neap tide and spring tide, and then analyzed by using ANOVA. The results of this research show that the species of sea urchins come from Diadema genus, they are Diadema setosum and Diadema antillarum. The status of gonad growth is not too different on neap and spring tide and the vegetation which is loved by Sea urchin is lamun (Seagrass), and the last is physical chemistry condition still supports for the habitat of sea urchin. Key words: Sea urchin, gonad, Neap Tide, Spring Tide, vegetation, and water quality. | |
| 12131 | 5130 | F1A008019 | Eksistensi Kesenian Tradisional Calung Desa Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas (Studi pada Paguyuban Sekar Wigati) | Calung is a musical instrument with devices similar to gamelan that was made from the wulung bamboo base. Calung living in rural communities in the area of distribution of Banyumas culture particularly in Gerduren area. Development of traditional arts calung in Gerduren Village starting in the 1820. Existence of calung readily accepted by the public and surrounding of Gerduren, because in addition to entertaining also contains the values of life are believed at that time. Based on the results of research can be seen that as the effort to demands of the times, the development of art calung Gerduren from time to time to change the elements of song and musical instruments with the request responders. Calung art of Gerduren village to this day still can exist in the midst of the times that the advanced and modern. This is not apart of some of the underlying factors that is the great value of the arts calung song lyric, the uniqueness of the eyewear calung instrument of modern life, the love, participation, effort and cooperation of the artists in the calung of Gerduren strong to preserve the traditional art of calung-lengger. Another factor is the existence of a positive appreciation of some people to keep trying to preserve the Banyumasan culture, in addition to the role of Local Government is ever increasing in preserving local culture of Banyumas | Calung merupakan alat musik tradisional dengan perangkat mirip gamelan yang terbuat dari bambu wulung. Musik calung hidup di komunitas masyarakat pedesaan di wilayah sebaran budaya Banyumas, khususnya di wilayah Gerduren. Perkembangan kesenian tradisional calung Desa Gerduren dimulai sejak tahun 1820-an. Keberadaan kesenian calung mudah diterima oleh masyarakat Gerduren dan sekitarnya karena selain menghibur juga mempunyai nilai-nilai ajaran hidup yang diyakini pada masa itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya tuntutan zaman, perkembangan seni calung Gerduren dari waktu ke waktu mengalami perubahan dalam unsur tembang dan alat musik yang disesuaikan dengan permintaan penanggap (penonton. Kesenian calung Desa Gerduren hingga saat ini masih bisa eksis di tengah perkembangan zaman yang semakin maju dan modern. Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya yaitu adanya nilai-nilai luhur dalam syair tembang kesenian calung, keunikan dari alat musik calung dalam kacamata kehidupan modern, adanya kecintaan, peran serta, upaya dan kerjasama para seniman calung di Desa Gerduren yang kuat untuk melestarikan kesenian tradisional calung-lengger. Faktor lainnya adalah adanya apresiasi yang positif dari sebagian masyarakat untuk tetap berupaya melestarikan budaya Banyumasan, di samping adanya peran Pemerintah Daerah yang semakin meningkat dalam melestarikan budaya daerah Banyumas | |
| 12132 | 5098 | E1A009100 | SENGKETA KEWENANGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI) DAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (Studi Kasus Simulator SIM) | Tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia sudah meluas dan mulai masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari jumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian keuangan negara maupun dari segi kualitas tindak pidana yang dilakukan semakin sistematis serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat. Hal tersebut tertuang di dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mengingat dampak dari tindak pidana korupsi yang tidak hanya akan membawa bencana terhadap kehidupan perekonomian nasional tetapi juga akan berdampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya, maka dalam penanganannya diperlukanlah suatu upaya penegakan hukum luar biasa. Hal tersebut diperlukan karena penegakan hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi yang dilakukan secara konvensional oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Kejaksaan selama ini terbukti mengalami berbagai hambatan. Atas dasar hal tersebut maka dibentuklah suatu lembaga independen yang bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang khusus bertugas memberantas tindak pidana korupsi. Dibentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi memunculkan permasalahan baru manakala penanganan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat yang bersamaan ditangani juga oleh pihak Kepolisian (POLRI). Dualisme penanganan tersebut menyebabkan adanya sengketa kewenangan dalam hal penyelesaian perkara tindak pidana korupsi antara KPK dan POLRI. Sengketa kewenangan penanganan perkara tindak pidana korupsi tersebut seperti terjadi dalam tindak pidana Simulator SIM di Korlantas POLRI yang menyeret salah satu petinggi POLRI. Di dalam kasus tersebut baik pihak KPK mapun pihak Kepolisian bersikukuh bahwa institusi mereka yang berwenang untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kata kunci : kewenangan, lembaga negara, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Perundang-undangan. | Corruption in Indonesia is widespread and started to get into the joints of people's lives. Development continues to increase from year to year, both in number of cases and the amount of state financial losses and in terms of the quality of the criminal acts committed systematic and scope that enters all aspects of society. It is stated in the General Explanation of the Law No. 30 Year 2002 Regarding Corruption Eradication Commission. Given the impact of corruption is not only going to bring disaster on the national economic life but also will have an impact on the life of the nation in general, it requires the handling and an outstanding law enforcement efforts. This is necessary because law enforcement in combating corruption is done conventionally by the Indonesian National Police (INP) and the Attorney for the proven experience various obstacles. On the basis that it formed an independent organization called the Corruption Eradication Commission (KPK) is specifically in charge of combating corruption. Establishment of the Corruption Eradication Commission raises new problems when handling corruption cases handled by the Corruption Eradication Commission (KPK) at the same time is also handled by the Police (INP). Dualism handling causes a dispute settlement authority in the case of corruption between the KPK and the National Police. Dispute the authority of handling corruption cases such as occurred in the SIM Simulator crime in Korlantas police who dragged one of the police officers. In the case of both the Commission mapun Police insisted that their institution is authorized to settle the case. | |
| 12133 | 5099 | F1A009002 | GAYA HIDUP MASYARAKAT DI MALL (Studi Tentang Perilaku Konsumtif Pengunjung Mall di Margo City Kota Depok, Jawa Barat) | Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengunjung mall dan perilaku konsumtif yang dilakukan di Margo City Kota Depok, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pengunjung mall Margo City yang dibagi dalam kategori sendirian dan kelompok, dan sasaran pendukung dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Margo City. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan model incidental sampling, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan tiga cara, yaitu wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung mall di Margo City yang datang sendirian maupun bersama kelompok memperhatikan penampilannya. Pengunjung mall di Margo City berpakaian rapi, simpel, dan mengikuti tren mode saat ini. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh pengunjung mall di Margo City dengan kategori sendirian lebih sedikit dari pada pengunjung yang datang berkelompok, setelah mendapatkan apa yang dicari, pengunjung tak berlama-lama berada di Margo City dan bergegas keluar jika tidak ada urusan lagi. Berbeda dengan pengunjung dengan kategori kelompok lebih banyak melakukan kegiatan konsumsi dan lebih lama berada di Margo City, hal ini dikarenakan kegiatan yang dilakukan bersama dengan orang lain (keluarga, teman, sahabat) akan lebih menyenangkan dibanding jika dilakukan dengan sendirian. | This study was conducted to describe the behavior of visitors to the mall and consumptive commited in Margo City Depok City, west Java. The methode used in this study is a qualitative methode. The main target of this research is Margo City mall’s visitors which are divided into solo and groups categories, and support target in this study were employees who worked at Margo City. Number of informant in this study was eight informants, with details of the six key informants and two support informants. This study used incidental sampling models, while the method of data collection using three ways, namely in-dept interviews, observation and documentation. The result showed that at Margo City mall visitors who come solo or with a group concerned about his appearance. Margo City mall visitors dressed in neat, simple, and follow the current fashion trends. Consumption avtivities undertaken by solo category visitors at Margo City mall fever to visitors who came in groups, after obtaining what is sought, solo visitors, did not linger at Margo City and rushes out if nothing else matters. In contrast to the visitors with more group category consumption and activities are longer in Margo City, this is because the activities are conducted together with others (family, friends, pals) would be more fun than if done solo. | |
| 12134 | 5126 | C1A009007 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN KARYAWAN WANITA | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Karyawan Wanita (Studi Kasus Pada PT. Arumbai Kasembadan Saw Mill & Wood Working Industries Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan karyawan wanita, kontribusi pendapatan karyawan wanita terhadap pendapatan rumah tangga, pendapatan karyawan wanita terhadap pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga, dan pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Responden dalam penelitian ini sebanyak 58 responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji F, uji t, analisis proporsi, dan Average Propensity to Consume (APC). Berdasarkan hasil perhitungan uji F tingkat pendidikan, lama kerja, umur, dan jam kerja karyawan wanita secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan karyawan wanita. Berdasarkan hasil perhitungan uji t variabel pendidikan, lama kerja, dan jam kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan karyawan wanita. Sedangkan variabel umur secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan karyawan wanita. Berdasarkan perhitungan menggunkan analisis proporsi maka kontribusi pendapatan karyawan wanita terhadap pendapatan rumah tangga cukup besar. Nilai APC menunjukan pendapatan karyawan wanita sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Dengan perhitungan tabulasi dalam membandingkan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan pendapatan rata-rata karyawan wanita diperoleh pendapatan karyawan wanita belum dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Implikasi dari penelitian ini adalah wanita tidak terlepas dari perannya sebagai ibu rumah tangga, oleh karena itu karyawan wanita hendaknya dapat membagai waktu antara jam kerja pada perusahaan dan jam untuk kegiatan dalam rumah tangga. Pendapatan karyawan wanita merupakan salah satu sumber yang besar bagi pendapatan rumah tangga mereka. Sehingga pekerjaan sebagai karyawan wanita pada PT. Arumbai Kasembadan Saw Mill & Wood Working Industries dapat menjadi pilihan untuk dikerjakan. | This research entitled "Analysis of The Affect Factors of Women Employees Income (Case Study at PT. Arumbai Kasembadan Saw Mill & Wood Working Industries Somagede Sub-district, Banyumas Regency)". The purpose of this research is to know the affect factors of women employees income, their contribution to household income, their income to household consumption needs, and the Standard of Living Needs (KHL). This research used survey method with primary data and secondary data. The respondents in this study are 58 peoples. The analytical methods that used are multiple linear regression, F test, T test, proportion analysis, and Average Propensity to Consume (APC). Based on the results of F test calculation; education level, working period, age, and man hours of women employees variables simultaneously significant affect to women employees income. Based on the results of T test calculation; education level, working period, and man hours variables partially significant affect to women employees income. While the age variable partially did not significant affect to women employees income. Based on the calculations used proportion analysis, the contribution of women employees income to their household incomes were large enough. Average Propensity to Consume score shows that women employees income were able to fulfil household consumption needs. By comparing tabulated calculations in the Standard of Living Needs with average women employees income, it shows that women employees income were not able to fulfil the Standard of Living Needs. The implication of this research are women can not be separated from their role as a housewife, therefore women employees should be able to divide their time between man hours and their activities as housewife. The income of women employees is one of major sources for their households income. So, the job as women employees at PT. Arumbai Kasembadan Saw Mill & Wood Working Industries may be an option to do. | |
| 12135 | 5100 | F1C007024 | PERGESERAN PROSESI RITUAL KESENIAN LENGGER BANYUMASAN (Analisis Semiotika Pergeseran Prosesi Ritual Kesenian Lengger di Kabupaten Banyumas) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pergeseran makna prosesi ritual dalam kesenian lengger Banyumasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan analisis semiotika. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Banyumas. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode analisis semiotik menurut Roland Barthes, yang meliputi analisis tanda denotatif dan konotatif, intertekstualitas, dan intersubjektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian lengger diwariskan secara turun temurun untuk mempertahankan kelestarian kesenian lengger di Kabupaten Banyumas agar tidak punah. Pada awal lahirnya kesenian lengger sebagai sebuah bagian dari prosesi kesuburan tanah. Seiring perkembangan zaman dan pola pikir masyarakat kesenian lengger telah berubah maknanya menjadi sebuah petunjukkan hiburan rakyat. Hal-hal yang bersifat ritual dan sakral hampir tidak lagi dapat dijumpai, seperti maksud dan tujuan lengger sebagai sarana untuk memohon kesuburan tanah dan ungkapan rasa syukur atas hasil panen. Perubahan hampir terjadi di setiap babakan pada kesenian lengger yang pada awalnya di isi dengan tembang ricik-ricik dan sekar gadung dengan diiringi alunan instrumen/ gamelan calung yang terbuat dari bambu laras slendro, pelog dan gendang. Perubahan dalam babak lenggeran terlihat pada tambahan lagu campursari sesuai permintaan penonton dan penambahan alat musik modern, seperti organ atau keyboard, gitar dan drum. Pada akhirnya, lengger dewasa ini lebih berorientasi pada aspek profan dan tidak lagi mengedepankan kesakralan di dalamnya. Kemajuan atau perkembangan jaman dan tuntutan masyarakat yang menjadi konsumen lengger menjadi faktor penting yang menjadi penyebab lunturnya nilai-nilai kesakralan dalam kesenian lengger Banyumasan.. Saran yang diajukan adalah: 1) Bagi para praktisi lengger agar dalam melakukan inovasi terhadap lengger tidak sampai keluar dari pakem-nya, 2) Masyarakat umum agar tidak lagi berpandangan negatif terhadap penari lengger, 3) Pemerintah Kabupaten Banyumas agar memfasilitasi upaya pelestarian dan pengembangan lengger. | The research entitled "The Changing of Ritual Procession Lengger Banyumasan Art (Semiotics Analysis of Changing of Ritual Procession Lengger Banyumasan Art in Banyumas Regency)". The purpose of this research was to determine the changing of procesion ritual meaning in Lengger Banyumasan art. This research is a qualitative research using semiotic analysis. The research location is in Banyumas. Type of data consists of primary data and secondary data. Data collection method using observation and documentation. Methods of data analysis using the method semiotic analysis according to Roland Barthes', which includes analysis of denotative and connotative signs, intertextuality and intersubjectivity. The results showed that lengger art passed from generation to generation to maintain sustainability of lengger art in Banyumas from extinction. At the beginning of the birth of art lengger as a part of the procession of soil fertility. As the times and people's mindsets have changed the meaning of lengger art become a popular entertainment show. The things that are sacred ritual and almost no longer be found, such as the intent and purpose as a means to invoke lengger soil fertility and expression of gratitude for the harvest. Changes occur in almost every scene of the lengger art that was originally filled with song of ricik-ricik and sekar gadhung with rhythm accompaniment instrument/gamelan calung made of bamboo barrel slendro, pelog and percussion. Changes in extra innings lenggeran campursari look at the audience demand, and the addition of modern instruments, such as organ or keyboard, guitar and drums. In the end, lengger at present are more oriented aspects of the profane and the sacred is no longer puts in it. The progress or development of time and the demands of a consumer society lengger be important factors that cause erosion of the sanctity of the art lengger Banyumasan. The suggestions are: 1) For practitioners lengger order to innovate against iengger not get out of his grip, 2) The general public no longer believes to be negative towards Lengger dancers, 3) Government of Banyumas Regency in order to facilitate the preservation and development lengger. | |
| 12136 | 5101 | H1A009027 | UJI AKTIVITAS FOTOKATALIS TiO2-Cu DALAM PENURUNAN KADAR FENOL LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN SINAR LAMPU UV | Teknologi fotokatalis menggunakan bahan semikonduktor untuk mengatasi permasalahan polutan limbah telah banyak dilakukan. Salah satu bahan semikonduktor yang sering digunakan dalam teknologi fotokatalis adalah TiO2. Fotokatalis TiO2 memiliki kelebihan, diantaranya inert, stabil terhadap cahaya, murah, dan tidak beracun. Disamping kelebihan tersebut, TiO2 juga memiliki kekurangan yaitu; masih menggunakan sinar UV untuk mengeksitasi elektronnya ke pita konduksi dan terjadinya rekombinasi elektron dan hole yang akan menurunkan aktivitas katalitik TiO2. Untuk mencegah hal tersebut maka pada penelitian ini dilakukan pendopingan TiO2 dengan logam transisi. Logam transisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tembaga (Cu). Pendopingan dilakukan dengan metode fotodeposisi. Perbandingan rasio mol TiO2 dan dopan Cu sebesar (99:1), (98:2), (97:3), dan (96:4). TiO2-Cu selanjutnya digunakan untuk meningkatkan efektivitas TiO2 dalam mendegradasi fenol yang terkandung dalam limbah cair industri batik. TiO2-Cu yang memberikan aktivitas terbesar dalam menurunkan kadar fenol adalah TiO2-Cu (98:2). Persen penurunan fenol selama waktu kontak optimum 6 jam dan pada pH medium 2 adalah sebesar 98,03% di bawah pengaruh sinar UV | Photocatalyst technology using semiconductor material to overcome the problem of waste pollutants have been carried out. One of semiconductor that is often used in the photocatalyst technology is TiO2. TiO2 has advantages, such as inert, stable, inexpensive, and nontoxic. However, this method has several draw backs, such as TiO2 still uses UV light to excite electrons to the conduction band, and the recombination of electrons and holes. To overcome this problem, TiO2 was doped by transition metal. This study uses copper (Cu) to dope TiO2. Cu doped TiO2 has been prepared by photodeposition method, with mole ratio of TiO2-Cu are (99:1), (98:2), (97:3), and (96:4). Cu doped TiO2 uses to increase the effectiveness of TiO2 in degrading phenol on batik wastewater. TiO2-Cu which give the greatest activity to degrade phenol is TiO2-Cu with ratio mol (98:2). During 6 hour reaction and pH medium is 2, TiO2-Cu (98:2) could decrease phenol until 98,03% by UV light. | |
| 12137 | 5102 | C1C009126 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA DAN PEKERJAAN BEBAS DI LINGKUNGAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan Kegiatan Usaha dan Pekerjaan Bebas di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sanksi perpajakan, sosialisasi perpajakan dan penerapan sistem administrasi perpajakan modern secara simultan dan parsial terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di lingkungan KPP Pratama Purwokerto Jenis penelitian ini adalah survei dengan teknik regresi linear berganda. Berdasarkan hasil regresi linear berganda diperoleh nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel, dengan demikian hipotesis pertama diterima. Hasil regresi linear berganda juga menunjukkan bahwa nilai thitung variabel X1, X2, dan X3 masing-masing lebih besar dari ttabel, dengan demikian hipotesis kedua diterima. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa sanksi perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan penerapan sistem administrasi perpajakan modern secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di KPP Pratama Purwokerto, sanksi perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan penerapan sistem administrasi perpajakan modern secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di KPP Pratama Purwokerto. | This research entitled "Analysis of External Factors Affecting Personal Tax Payer Compliance Who Run A Business Activities and Independent Personal Service in Environment Tax Service Office (KPP) Pratama Purwokerto". The purpose of this research are to know the influence of tax sanction, socialization taxation and the application of modern tax administration system both simultaneously and partially to the compliance personal taxpayers who run a business activities and independent personal service in environment Tax Service Office (KPP) Pratama Purwokerto. The type of this research is survey with multiple linear regression as the analysis instrument. The results obtained by multiple linear regression Fvalue > Ftable, it means that the first hypothesis is accepted. Multiple linear regression results also show that tvalue variables X1, X2, and X3 > ttable means that the second hypothesis is accepted. Based on data analysis result, it can be concluded that the tax anction, socialization taxation, and the application of modern tax administration system simultaneously has a significant impact on the compliance of personal taxpayers who run a busines activities and independent personal services in environment Tax Service Office (KPP) Pratama Purwokerto, tax saction, socialization taxation, and the application of modern tax administration system has a partially positive and significant impact on the compliance of personal taxpayers who run a business activities and independent personal service in environment Tax Service Office (KPP) Pratama Purwokerto. | |
| 12138 | 5103 | C1C009125 | PENGARUH IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA (STUDI EMPIRIS PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Implementasi Prinsip Good Governance Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Anggaran Berbasis Kinerja (studi empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prinsip-prinsip good governance yaitu peraturan dan kualitas peraturan; akuntabilitas, transparansi, partisipasi; kompetensi teknis dan manajerial pegawai; serta teknologi informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala subbagian keuangan dan bina program pada SKPD Kabupaten Banyumas yang berjumlah 56 orang yang seluruhnya dijadikan sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) peraturan dan kualitas peraturan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja, (2) akuntabilitas, transparansi, partisipasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja, (3) kompetensi teknis dan manajerial pegawai berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja, dan (4) teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa 79,7% variasi variabel dependen (keberhasilan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja) dijelaskan oleh variabel indepeden (peraturan dan kualitas peraturan; akuntabilitas, transparansi, partisipasi; kompetensi teknis dan manajerial pegawai; teknologi informasi), dan sisanya sbesar 20,3% dijelaskan oleh varibel lain diluar variabel yang digunakan. | This research is a survey of work unit of regional public service in Government of Banyumas Regency. This research titled "The Effect of Implementation Good Governance Principles Of Successful Implementation of Performance-Based Budgeting (empirical studies on regional work units Banyumas). The objective of this research is to determine the influence of the principles of good governance of The Rule of Law and Regulation Quality; Accountability, Transparancy and Participation; Technical and Managerial Competence of Civil Servants; Information Technology. Population of this research are the chief of the financial sub-section on education and the chief of community development programs of work unit of regional public service in government of Banyumas regency that amount to 56 person where all of them become the sample. The result of this research proves that (1) The Rule of Law and Regulation Quality have a significantly influence the performance of the successful implementation of the performance-based budgeting; (2) accountability, transparency, participation have a significantly influence the successful implementation of performance-based budgeting; (3) Technical and Managerial Competence of Civil Servants significant effect on the success of the implementation of performance-based budgeting; and (4) information technology have a significant effect on the success of the implementation of performance-based budgeting. The result of this research also proves that 79,7% of variety of dependent variable (Successful Implementation of Performance-Based Budgeting) shown by independent variable (The Rule of Law and Regulation Quality; Accountability, Transparancy and Participation; Technical and Managerial Competence of Civil Servants; Information Technology) and the rest that is 20,3% shown by other varible exclusive of the variable used. | |
| 12139 | 5109 | F1A009067 | PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENGGUNAKAN KONSEP 3R DI KELURAHAN SEMPER BARAT, KECAMATAN CILINCING, JAKARTA UTARA | Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Reduce, Reuse dan Recycle atau yang lebih dikenal dengan istilah 3R merupakan konsep pengelolaan sampah yang sesuai untuk meminimalisir timbunan sampah yang dilakukan dengan cara melakukan pemilahan dari sumbernya. Begitupun yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara yang melakukan pengelolaan sampah dengan menggunakan konsep 3R. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai peran warga masyarakat dalam pengelolaan sampah berdasarkan konsep Reduce, Reuse dan Recycle di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kelurahan Semper Barat adalah dengan menggunakan konsep 3R sebagai dasar dengan melakukan pemilahan dari dalam rumah untuk sampah organik dan juga non organik. Peran yang dilakukan warga adalah dengan menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan kembali dan juga dapat didaur ulang nantinya sehingga tidak menimbulkan sampah lebih banyak. Perubahan cara pandang masyarakat Semper Barat terhadap sampah membuat mereka melakukan penggunaan kembali pada barang-barang yang telah dianggap sampah dengan fungsi yang sama maupun berbeda dan juga mengubah konsep berpikir bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang tidak bisa dipakai lagi tapi merupakan sesuatu yang dapat bernilai ekonomis dan memiliki seni di dalamnya dengan cara yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan agar peran warga masyarakat bisa lebih total dalam mengelola sampah menggunakan konsep 3R secara keseluruhan baik reduce, reuse maupun recycle sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal berupa lingkungan yang benar-benar bersih dan sehat, perilaku yang peduli pada lingkungan dan terwujudnya keadaan zero waste. Serta diharapkan agar peran masyarakat lewat perilaku reuse dan reduce sebaiknya lebih ditonjolkan sehingga bukan hanya kegiatan recycle nya saja yang paling tenar dan menonjol di mata umum tapi juga keseluruhan dari perilaku konsep 3R. | Waste is a daily residual from human activities or solid shape natural processes. Waste management is the reduction and waste handling activities. Waste management is the collection, transport, processing, recycling, or disposal of waste material. Reduce, Reuse and Recycle or better known as the 3R is waste management an appropriate concept to minimize waste pile is done by sorting from the source. Likewise conducted by members of the community in “Kelurahan” Semper Barat, “Kecamatan” Cilincing, Jakarta Utara who perform waste management using the 3R concept. The purpose of this study was to obtain an overview of the role of citizens in waste management is based on the concept of Reduce, Reuse and Recycle in “Kelurahan” Semper Barat, “Kecamatan” Cilincing, Jakarta Utara. The method used in this study is qualitatively using descriptive data analysis. The results obtained from this study, waste management conducted by citizens in “Kelurahan” Semper Barat is using the 3R (reduce, reuse, recycle) concept as a basis by sorting the house for organic and non-organic waste. The role played by citizens is to use items that are environmentally friendly, can be recovered and can also be recycled will not result in more waste. The changes in way people of West Semper view waste makes reuse them do the things that have been considered waste by the same or different functions and also changed the concept to think that garbage is not just something that can not be used anymore but it is something that can have economic and has arts value in it with creative and innovative. Based on that think, intended that the role of citizens can be more total in managing garbage using the 3R concept as a whole as well as reduce, reuse or recycle so as to obtain maximum results within the form of a truly clean and healthy, caring behavior on the environment and the realization of a zero waste situation. And hoped that the role of the community through reuse and reduce of conduct should be overrepresented up not only the recycle activities the most well-known and prominent in the public eye but also the whole of the behavior of the 3R concept. | |
| 12140 | 5104 | C1C009063 | Pengaruh Locus of Control Terhadap Perilaku Auditor dalam Situasi Konflik Audit Dengan Pertimbangan Etis Sebagai Variabel Moderating (Study Empiris Pada Inspektorat Kabupaten Banyumas Dan Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung serta tidak langsung melalui interaksi antara locus of control dan pertimbangan etis terhadap perilaku Auditor dalam situasi konflik audit. Metode penelitian yang digunakan berupa survey dengan pengumpulan data langsung dari responden menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh auditor pemerintah pada Inspektorat Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) yaitu teknik analisis dengan menggunakan metode interaksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa locus of control berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui interaksi dengan pertimbangan etis terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. | The purposes of this research were to determine the direct and indirect through interaction between locus of control and ethical reasoning to behavior of auditor in situation of audit conflict. This research applies data obtained from respondent answer in filling questionaire submitted. Respondent in this research is auditor working for Inspektorat Banyumas and Purbalingga District. Data in analysis applies Moderated Regression Analysis which is an analysis technique using methods of interaction to analize the data. The results of this research showed that the variables locus of control affects directly and indirectly through interaction between locus of control and ethical reasoning to behavior of auditor in situation of audit conflict. |