Artikelilmiahs

Menampilkan 12.141-12.160 dari 50.505 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
121415105F1B007054Dampak Partisipasi Masyarakat Dalam
Program Stimulan Pemugaran Rumah Keluarga Miskin (PSPR GAKIN) Di Desa Wanogara Wetan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga
Urgensi dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin merupakan salah satu dari permasalahan multidimensional yang memerlukan perhatian pemerintah. Pelibatan masyarakat dalam hal ini tentu bukan hanya membahas bahwa masyarakat berperan sebagai objek pembangunan. Melainkan juga sebagai aktor utama dalam pembangunan berkelanjutan yang lebih dekat dan menampung lebih banyak aspirasi masyarakat setempat. Sebagaimana korelasi antara konsep New Public Management dengan kegiatan evaluasi dampak adalah bagaimana pemerintah bisa memusatkan perhatiannya pada hasil dan dampaknya (output dan outcome) ketimbang perhatiannya pada proses dan struktur. Bagaimana mereka bisa mengganti sistem yang menekankan pada alur atas-bawah (top-down), dan sistem yang berorientasi pada aturan (rule-driven system) kepada suatu sistem yang berorientasi pada bawah-atas (bottom-up) dan sistem berorientasi hasil (Donald Kettl dalam Thoha, 2008:76). Sehingga pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisik saja seperti distribusi pendapatan akan tetapi bagaimana suatu organisasi publik mampu merepresentasikan bahwa kebijakan yang dihasilkan adalah sebuah formulasi yang tidak hanya mampu menjawab kebutuhan pada saat itu, melainkan juga mempersiapkan dampak dari produksi sebuah kebijakan (filson, 2005).


The urgency of basic needs fulfillment of poor society is one of multidimensional problems which needs attention from the three development pillars, they are government, private parties and society. The society involvement in this case is not only discuss that the society has a role as development object. However, society is as the main actor in closer continuous development and accommodating more aspiration from local society. As the correlation between New Public Management concept and impact evaluation activities is how the government can centralize the attention on result and impact (output and outcome) than the attention to the process and the structure. How they can change the system that emphasize the top-down plot (top-down), and the system that oriented to rule-driven system (rule-driven system) to a system that oriented to bottom-up (bottom-up) and system oriented to result (Donald Kettl in Thoha, 2008:76). Therefore the development does not only look at physical aspect such as income distribution but how a public organization can represent that the policy that is produced is a formulation that does not only answer the needs at that time, but it also prepare the impact from the production of a policy (Filson, 2005).
Key words: participation, poor family house, program impact.
121425106C1J009034THE FACTORS INFLUENCING HOME OWNERSHIP FINANCING DEMAND IN BTN SHARIA CIREBONPenelitian ini berjudul “Faktor - Faktor yang Memengaruhi Permintaan Pembiayaan Kepemilikan Rumah Pada BTN Syariah Cabang Cirebon”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, angsuran, tempo pembayaran, dan dummy secara bersama-sama maupun parsial terhadap permintaan pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon, serta untuk mengetahui di antara ke empat variabel independen tersebut variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap permintaan pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode studi kasus terhadap nasabah pengguna fasilitas produk pembiayaan pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon.
Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik yang meliputi : uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji secara statistik yaitu : uji adjuted R2, Uji F, dan uji t. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel-variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dan variabel independen pendapatan memiliki koefisien beta paling besar di antara variabel independen lainnya yaitu sebesar 0,303.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel pendapatan, angsuran, tempo pembayaran, dan dummy berpengaruh secara bersama-sama terhadap permintaan pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon, dan secara parsial dari keempat variabel independen tersebut variabel dummy tidak berpengaruh terhadap permintaan pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon, dan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap permintaan pembiayaan kepemilikan rumah adalah variabel pendapatan dengan nilai koefisien beta paling besar.
Diharapkan pihak perbankan memberikan kebijakan dalam pemberian pembiayaan kepemilikan rumah, khususnya kebijakan dalam pemberian margin yang disesuaikan dengan tingkat pendapatan, angsuran, dan tempo pembayaran tersebut, serta bagi masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas produk pembiayaan kepemilikan rumah pada bank syariah hendaknya mengetahui sistem yang dipakai oleh pihak perbankan agar tidak terjadi kekecewaan di esok harinya, dan untuk pihak perbankan diharapkan agar lebih teliti dan selektif dalam menganalisi pendapatan calon nasabah agar tidak terjadi kemacetan pada angsuran tersebut, bagi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah pada BTN Syariah Cabang Cirebon hendaknya mengimbangi antara pendapatan dengan maksimal pembiayaan yang di ajukan, hal tersebut agar dikemudian hari tidak terjadi kemacetan pula dalam pembayaran angsuran tersebut.
This study entitled "The Factors Influencing Home Ownership Financing Demand in BTN Sharia Cirebon". This study aims to determine the effect of income, installment, Maturity, and dummy jointly and partially on Home Ownership financing demand in BTN Sharia Cirebon, and to know among the four independent variables which variable gives most influence on Home Ownership financing demand in BTN Sharia Cirebon. The research method was the case study method on Home Ownership financing products user in BTN Sharia Cirebon.
Analysis of the data used was multiple linear regression analysis, which includes the classic assumption test: normality, heteroscedasticity, multicollinearity, autocorrelation, and the statistic tests were: adjusted R2 test, F test and t test. The results of the regression analysis show that independent variables were significantly influencing the dependent variable and the income has the biggest beta coefficient among other independent variable that was equal to 0.303.
Based on the results of this study concluded that the variable income, installments, maturity, and dummy effect jointly on home ownership financing demand in BTN Sharia Cirebon, and partially from the four independent variables are dummy variables does not affect on home ownership financing demand in BTN Syariah Cirebon, and the independent variables that most affect on home ownership financing demand in BTN Sharia Cirebon is income variable with the greatest value of the beta coefficient.
It is expected the banks providing financing policy in the provision of home ownership, particularly in the provision of margin policy tailored to the level of income, installments, and the date of payment, as well as for people who want to use the facilities housing finance products in Islamic banks should know the system used the banks to avoid disappointment on the future, and for the banks is expected to be more careful and selective in analyzing income potential clients in order to avoid congestion on the installments, for the community to utilize the facilities of home ownership financing in BTN Sharia Cirebon should offset the maximum income in the proposed financing, it aims so congestion does not occur in the future of installment payment.
121435124E1A008050ASPEK KEWENANGAN PEJABAT TATA USAHA NEGARA SEBAGAI TOLOK UKUR KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung Dengan Nomor Perkara 08/G/2012/PTUN-BDG.)
Keabsahan keputusan tata usaha negara harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB). Hakim pada perkara No. 08/G/2012/PTUN-BDG. memutuskan sengketa tata usaha negara tentang mutasi yang dilakukan oleh Plt. walikota Bekasi. Dalam hal ini peneliti tertarik meneliti tentang penilaian hukum terhadap pertimbangan Hakim dalam mempertimbangkan keabsahan keputusan TUN yang dikeluarkan Plt. Walikota Bekasi sebagai Pejabat Tata Usaha Negara pada Putusan PTUN Bandung dengan No. 08/G/2012/PTUN-BDG. dan penerapan unsur-unsur putusan Hakim dengan menggunakan 3 (tiga) aspek penting sebagaimana yang dikemukakan oleh Day dalam menguji suatu putusan Hakim.
Dalam rangka menjawab hal yang diatas maka penelitian ini menggunakan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini disusun dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode interpretasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa dari segi wewenang, prosedur dan substansi tindakan Tergugat dalam menerbitkan surat objek sengketa telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik khususnya asas keterbukaan. Tindakan Hakim dalam memberikan putusan pada putusan Nomor 08/G/2012/PTUN-BDG. juga telah sesuai dengan 3 (tiga) aspek penting yang dikemukakan oleh Day dalam menguji suatu putusan Hakim.

Validity of administrative decisions must be in accordance with the legislation and the general principles of good governance (AAUPB). Administrative officer at the Bandung State letter of the law on Administrative Court Judgment No. 08/G/2012/PTUN-BDGdeciding administrative disputes concerning mutation carried by Plt. Bekasi mayor. In this case the researchers are interested in researching about the legal assessment of the legal reasoning in considering the validity of decisions issued TUN Plt. Bekasi mayor as an Administrative Officer at the Bandung State Administrative Decision No. 08/G/2012/PTUN-BDG. and applying the elements of Judge's decision to use three (3) important aspects as proposed by Day in testing a Judge's decision.
In order to answer the above, this study used the approach used in this study have been prepared using the type of normative juridical approach to legislation and case method approach. The method used was a qualitative analysis using the method of interpretation.
The study states that in terms of authority, procedure and substance of Defendant's actions in issuing the object of dispute in accordance with the legislation and the general principles of good governance in particular the principle of openness. Judges act in giving judgment on the verdict No. 08/G/2012/PTUN-BDG. also in line with the three (3) important aspects raised by Day in testing a Judge's decision
121445108G1A009006HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA WANITA LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL DEWANATA KABUPATEN CILACAPLatar belakang. Lanjut usia adalah seseorang berumur diatas 60 tahun yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik, kognitif, psikomotor, psikis, dan sosial yang dapat mempengaruhi mobilitas serta kontak sosial sehingga berpotensi mengalami depresi. Penelitian-penelitian terdahulu menyatakan bahwa tingkat religiusitas dapat mempengaruhi tingkat depresi.
Tujuan penelitian. Mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat depresi pada wanita lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Kabupaten Cilacap.
Metode penelitian. Metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non random jenis total sampling. Jumlah sampel 37 lansia berusia ≥ 60 tahun. Data diperoleh dari hasil pengukuran tingkat depresi menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS) – 15. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman.
Hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000) antara tingkat religiusitas dengan tingkat depresi pada wanita lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Kabupaten Cilacap.
Kesimpulan. Terdapat hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat depresi pada lansia wanita di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Kabupaten Cilacap.
ABSTRACT

Background: The elderly is a person aged over 60 years old characterized by decreased in physical function, cognitive, psychomotor, psychological, and social development that impact mobility and social contacts, and potentially suffer from depression. Previous studies reported that religiosity level can affectdepression level.
Objective: This study aims to determine the relationship between the religiosity level with the depression level in elderly woman at Dewanata social rehabilitation unit in Cilacap district.
Methods: This is an observational analytic with cross-sectional design study. The sampling technique in this study used a non-random with total sampling.Number of sample by 37 elderlies aged ≥ 60 years. Data source was the results of measurement used the Geriatric Depression Scale (GDS) - 15. Statistical analysis used the Spearman test.
Result:The analysis showed a significant relationship (p = 0.000) between the religiosity level with the depression level in elderly woman at dewanata social rehabilitation unit in Cilacap district.
Conclusion: There is a relationship between the religiosity level with the depression level in elderly woman at Dewanata social rehabilitation unit in Cilacap district.
121455114G1A006152POLITENESS STRATEGIES PRODUCED BY CARL FREDRICKSEN AND RUSSEL IN "UP" MOVIEPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis jenis ekspresi kesantunan yang di gunakan oleh dua tokoh utama, Carl dan Russel. Pada penelitian ini, peneliti menganalisa semua ucapan yang mengandung kesantunan.. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sebab penelitian ini hanya menonton film UP, menterjemahkan subtitle, dan megklasifikasikan data. Karena penelitian ini di fokuskan pada politeness strategies, peneliti hanya meneliti politeness strategies saja . seteah penyeleksian data peneliti menemukan 20 ucapan yang mengandung bald on record, 52 ucapan yang mengandung positive politeess, 28 ucapan yang mengandung negative politeness dan 24 ucapan yang mengandung off-record strategy. Dalam menganalisa data, peneliti menemukan hubungan antara umur Carl Fredricksen dan Russel dalam bersosialisasi berdasarkan pada pendekatan sosio-pragmatik. Peneliti menemukan Carl menggunakan bahasa baku ketika berbicara dengan seseorang yang lebih tua dari nya. Ketika dia berbicara dengan yang lebih muda, dia merubahnya dari bahasa baku menjadi tidak baku tergantung tujuannya. Sedangkan peneliti menemukan Russel menggunakan bahasa tidak baku kepada orang yang sepantaran dengan nya dan menggunakan bahasa baku kemudian mengubahnya menjadi tidak baku. Hasil dari penelitian ini akan meberikan kontribusi pada studi linguistic, terutama sosiolinguistik dan pragmatik. Penelitian ini juga dapat di gunakan sebagai bahan acuan dalam pengembangan kemampuan pada mahasiswa Sastra Inggris atau peneliti lain mengenai strategi kesantunan.
This research is aimed to analyze the politeness expression produced by the two main characters, Carl and Russel. In this research, the researcher analyzes all the utterances which contain politeness.
This research belongs to descriptive qualitative research. Since it just watching movie, transcribing subtitle, and classifying data. Since this research focused on politeness strategies, the researcher only took politeness strategies. After selecting the data, the researcher found 20 utterances which were classified as bald on record, 52 utterances which contained positive politeness, 28 utterances which contained negative politeness and 24 utterances which contained off-record strategy. In analyzing the data, the researcher found out the relationship between Carl Fredricksen and Russel’s age in the society based on socio-pragmatic approach. The researcher found that Carl used formal language when he spoke to other older than him. When he spoke to younger person, he switched from formal to in formal based on his purpose. While Russel used informal language to the person who as same as age with him then he used formal language when he spoke to other older than him but he can change it to informal language. The result of this research gives contribution to linguistics study, especially sociolinguistics and pragmatics subject. It also can be used as a supporting material in developing the ability of English Department students or other researchers in politeness strategy.
121465111H1H008022PENGARUH PEMBERIAN UREA TERHADAP DERAJAT PEMBUAHAN, DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Urea Terhadap Derajat Pembuahan, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh urea terhadap derajat pembuahan, daya tetas telur dan sintasan larva. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari di Laboratorium Reproduksi, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari perlakuan A (tanpa pemberian urea), perlakuan B (urea 5 ppt), perlakuan C (urea 10 ppt) dan perlakuan D (urea 15 ppt). Variabel berupa derajat pembuahan, daya tetas telur, sintasan larva, dan kualitas air sebagai data pendukung. Penetasan telur dilakukan di dalam baskom berdiameter 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis urea tidak berpengaruh nyata terhadap derajat pembuahan, daya tetas telur dan sintasan larva lele dumbo. Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan semua parameter yang diukur (suhu, pH dan oksigen terlarut) berada dalam kisaran toleransi untuk perkembangan telur dan larva.A study, entitled “The Effect of Urea Fertilizer on Fertilization, Hatching and Survival Rates of Catfish (Clarias gariepinus) Larvae”, aims to investigate the influence of urea fertilizer on fertilization, hatching and survival rates of larvae. The works were done during February 2013 at Reproduction Laboratory, Fisheries and Marine Department, Science and Technique Faculty, of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experimental method applied completely randomized design for 4 treatments in quadruplicates. The treatment consisted of treatment A (without urea), B (urea 5 ppt), C (urea 10 ppt), and D (urea 15 ppt). Variables were fertilization, hatching, and survival rates of larva. Water quality was analyzed as supporting parameters. Hatching was done in 25 cm diameter basins. The result showed that difference of urea dosis did not affect fertilization, hatching and survival rates of catfish larva. All water quality parameters (thermometer, pH and dissolved oxygen) were optimal for egg and larva development.
121475110G1A009115HUBUNGAN DERAJAT MIOPIA DENGAN TEKANAN INTRAOKULER PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOMiopia merupakan kelainan refraksi yang mempunyai prevalensi yang cukup tinggi di dunia. Di Indonesia prevalensi miopia sekitar 30%. Tekanan intraokuler sangat bervariasi pada orang normal demikian juga pada penderita miopia. Tekanan intraokuler mempunyai keterkaitan yang cenderung meninggi pada tingkat keparahan miopia. Peningkatan tekanan intraokuler merupakan salah satu faktor resiko glaukoma. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan derajat miopia dengan tekanan intraokuler pada mahasiswa jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini merupakan studi belah lintang yang dilakukan pada bulan April 2013. Meliputi 41 mahasiswa yang dipilih dengan purposive sampling dengan subyek laki-laki sejumlah 10 orang, perempuan berjumlah 31 orang. Sebagian besar subyek penelitian mempunyai derajat miopia ringan (58,5%). Hasil rerata tekanan intraokuler mata kanan dan kiri adalah, 12,89 ± 1,49 mmHg dan 12,37 ± 1,43 mmHg. Hasil analisis bivariat menggunakkan Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara derajat miopia dengan tekanan intraokuler pada mata kanan (p = 0,000) dan mata kiri (p=0,001) dengan kekuatan hubungan sedang (r=0,523 dan r=0,483). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara derajat miopia dengan tekanan intraokuler pada mahasiswa jurusan kedokteran Universitas jenderal Soedirman Purwokerto.



Miopia is a refractive error that has a high prevalence in the world. In Indonesia, the prevalence of myopia is approximately 30%. Intraocular pressure has variety, both in normal individuals and patients with myopia. Intraocular pressure tends to increase as the severity degree of myopia increase. High intraocular pressure consider to be one of the risk factor of glaucoma. The aim of this study was to find out the correlation between degree of myopia with intraocular pressure in medical students of Jenderal Soedirman University Purwokerto. This study was a cross sectional study conducted in April 2013. It involved 41 subjects selected by purposive sampling, with 10 male subjects and 31 female subjects. About 58,5% of subjects had a mild degree of myopia. Mean of intraocular pressure in right and left eye subjects were 12,89 ± 1,49 mmHg dan 12,37 ± 1,43 mmHg. The results of Spearman bivariate analysis showed a correlation between degree of myopia with intraocular pressure in the right eye (p = 0.000) and left eye (p=0,001) with moderate coefisien correlation (r=0,523 and r=0,483). In conclusion, there was a correlation between degree of myopia with intraocular pressure in medical students of Jenderal Soedirman University Purwokerto.

Key words: Degree of myopia, Intraoccular pressure


121485113F1F007069THE EFFECT OF DIRECT METHOD ON THE IMPROVEMENT OF

STUDENTS’ SPEAKING SKILL



(An Experimental Study on the Eight Grade at SMP Negeri 3 Purwokerto
Academic Year 2012/2013)
Speaking merupakan salah satu dari kemampuan dasar yang sangat penting untuk mengekspresikan perasaan, sikap, dan ide-ide. Speaking dapat mendorong para siswa untuk fokus pada penggunaan bahasa yang tepat. Hal ini baik untuk perkembangan bahasa siswa. Fokus dari penelitian ini adalah tentang “The Effect of Direct Method on the Improvement of Studernts’ Speaking Skill (An Experimental Study on the Eight Grade at SMP Negeri 3 Purwokerto Academic Year
2012/2013)”Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui kemampuan speaking siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Purwokerto tahun ajaran 2012/2013, (2) untuk mengetahui apakah direct method member efek dalam meningkatkan kemampuan speaking siswa di SMP Negeri 3 Purwokerto tahun ajaran 2012/2013, dan (3) untuk mengetahui tanggapan guru dan siswa tentang penerapan direct method dalam meningkatkan kemampuan speaking di SMP Negeri 3 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, bentuk quasi eksperimen. Data diperoleh dari tes, observasi, kuesioner dan interview. Setelah data terkumpul, peneliti menganalisis hasil pre test dan post test dengan menggunakan rumus t-test untuk menghitung hasil tes yang dihubungkan dengan hasil observasi dan hasil quesioner dan selanjutnya dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan kemampuan siswa dalam speaking. Hal itu dapat dilihat dari hasil rata-rata grup eksperimen menunjukan
22 setelah belajar speaking bahasa Inggris dengan menggunakan direct method yang mana nilai rata-rata dari kelas control adalah 19.7. Keefektifan dari peningkatan nilai pada kelas eksperimen lebih tinggi (4) dari pada kelas control (2.2). Hal ini menunjukan bahwa siswa kelas viii pada kelas eksperimen mendapatkan nilai tinggi setelah menggunakan direct method. T-test juga menunjukan bahwa t-hitung adalah
8.18 lebih tinggi dari t-tabel 1.671. Dari kegiatan yang dilakukan, tanggapan siswa terhadap aktifitas pembelajaran juga bertambah. Dari data hasil kuesioner dapat dilihat member reson yang positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya mahasiswa jurusan Bahasa Inggris sebagai referensi bagi mereka yang tertarik untuk melakukan penelitian dalam bidang linguistik terapan.
Speaking is one of the basic skills that is very important to express the feelings, attitudes and ideas. Speaking encourages students to focus on accurate language use. It may well provoke language development. The main concern of this research is about “The Effect of Direct Method on the Improvement of Students’ Speaking Skill (An Experimental Study on the Eight Grade at SMP Negeri 3
Purwokerto Academic Year 2012/2013)”. The purposes of this research are: (1) to find out the students’ speaking ability of the eight grade at SMP Negeri 3 Purwokerto academic year 20102/2013, (2) to find out the effect of direct method in improving students’ speaking skill of the eight grade at SMP Negeri 3 Purwokerto academic year 2012/2013, (3) to find out the opinion of the teacher and students about direct method to improve the students’ speaking skill at SMP Negeri 3 Purwokerto. This research belongs to an experimental research and quasi experimental design. The data were taken from test, observation, questionnaire, and interview. After the data collected, the researcher analyzes pre test and post test results by using t- test formula to calculate test result then cross check it with the results of observation and questionnaire, and then made conclusions. The result of the research showed an improvement on students’ speaking skill. It could be seen from the experimental class scores was 22 after learning English speaking using direct method; while the mean of the control class was 19.7. The effect of score improvement at the experimental class (4) was higher than that of the control class (2.2). Therefore, the eight grade students in experimental class had was higher score after using clustering technique. The t-test also showed that t-count 8.18 is higher than t-table 1.671. The result gave good responses as could be seen from the data analysis of the questionnaire. This research is expected the teacher benefits for students of English Department as the reference for them that are interested in conducting the research in the field of applied linguistic.
121495112H1F008039GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI LONGSORAN DI DESA TANALUM DAN SEKITARNYA, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH
Longsoran banyak menimbulkan kerugian, baik korban jiwa, harta benda, serta merusak infrastruktur umum (jalan dan jembatan) sehingga perlu ada suatu upaya untuk menanggulangi bencana tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dan mengetahui kondisi geologi Desa Tanalum dan sekitarnya yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi, serta mengidentifikasi kejadian longsoran secara terperinci dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya.
Metode yang digunakan dalam pemetaan geologi dan identifikasi longsoran pada daerah Tanalum dan sekitarnya adalah dengan melakukan studi literatur, survei berupa pemetaan geologi permukaan dengan cara mengumpulkan data-data hasil pengamatan morfologi, singkapan batuan, pengukuran-pengukuran (jurus dan kemiringan batuan, struktur geologi, dan kelerengan), pengukuran longsoran dan identifikasi longsoran.
Geomorfologi daerah penelitian terbagi ke dalam empat satuan yaitu Satuan Perbukitan Aliran Lava Sangat Curam, Satuan Punggungan Homoklin Curam, Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik Curam, dan Satuan Punggungan Homoklin Landai. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah rektangular dan dendritik. Stratigrafi daerah penelitan dapat dibagi menjadi lima, dimulai dari urutan pengendapan yang tertua yaitu Satuan Lava Basalt, Satuan Batulempung Pasiran, Satuan Breksi Andesit, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung, dan Satuan Batulempung. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitan meliputi struktur primer berupa bidang perlapisan, perlapisan bersusun, laminasi silang-siur, dan laminasi sejajar. Struktur sekunder berupa breksiasi, kekar, lipatan, gores garis, dan Sesar Geser Menganan Naik Sungai Buret. Studi khusus yang dilakukan adalah mengidentifikasi longsoran. Terdapat sebelas longsoran yang ada di Desa Tanalum dan sekitarnya, yang dapat digolongkan ke dalam empat tipe longsoran yaitu tipe longsoran gelinciran tanah dan batuan, longsoran gelinciran tanah halus, longsoran jatuhan batuan, dan longsoran jatuhan tanah dan batuan. Faktor penyebab longsoran di daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu: kenaikan tegasan geser berupa pengurangan penyangga lateral, erosi kaki tebing sungai, peningkatan kadar air dalam tanah dan batuan, dan pembebanan tanah dan batuan. Penurunan kuat geser berupa berupa infiltrasi air hujan, kenaikan tekanan pori, proses pelapukan, dan penggemburan tanah. Metode penanganan longsoran pada daerah penelitian, meliputi pembuatan teras, perkuatan lereng dengan bahan kontruksi, perkuatan lereng dengan tanaman, perkuatan lereng dengan material lain, dan relokasi.
Landslides cause a lot of losses, both human lives, property, and damage to public infrastructure (roads and bridges) that there should be an effort to cope with the disaster.
The purpose of this study was to determine the geological conditions and know the Tanalum Village and surroundings including geomorphology, stratigraphy, structural geology, and geologic history, as well as identify landslides events in detail and analyze the factors.
The method used in geological mapping and landslides identification in the Tanalum area and its surrounding is to do a literature study, a survey of surface geological mapping by collecting data morphological observation, rock outcrops, measurements (stance and the slope of the rock, geological structure, and slope), landslides measurement and landslides identification.
Geomorphology found in the study area was divided into four units in a unit which is Lava Flow Very Steep Hills Unit, Homoklin Steep Ridge Unit, Pyroclastic Flow Steep Hills Unit, and Homoklin Ramps Ridge Unit. Drainage pattern that develops in the area of research is rectangular and dendritic. Stratigraphic research areas are divided into five, starting with the oldest order of deposition of the basalt lava units, sandy claystone units, andesite breccia units, units of alternating claystone-sandstone, and claystone units. Geological structures that developed in the research areas include the primary structure of the field of bedding, graded beddings, cross lamination, and parallel lamination. The secondary structure are brecciation, folds, scratch lines, and reverse right slip fault of Buret river. Special study is to identify the landslides. There are eleven landslides in the Tanalum Village and surroundings, which can be classified into four types of landslides is the debris slides, earth slides, rock falls, and rock slides. Factors causing the landslide in the study area is divided into two, namely: increase sharpness slider in the form of a reduction in lateral support, foot river bank erosion, increased water content in soil and rocks, and the imposition of the soil and rocks. The decrease in shear strength in the form of rain water infiltration, increase in pore pressure, weathering processes, and tilling the soil. Method of handling an landslides in the area of research, including terracing, slope reinforcement with construction materials, plant retrofitting slope, slope reinforcement with other materials, and relocation.
121505092F1G009012Novel Manjali dan Cakrabirawa Karya Ayu Utami : Relasi Antara Mitos dan SejarahPenelitian yang berjudul “Novel Manjali dan Cakrabirawa Karya Ayu Utami: Relasi Antar Mitos dan Sejarah” merupakan penelitian yang membahas keterkaitan makna antara mitos dan sejarah dalam novel Manjali dan Cakrabirawa. Manjali dan Cakrabirawa berkisah tentang petualangan Marja bersama Parang Jati dan Jacques Cherer dalam penelitian penemuan candi di Jawa Timur. Dalam perjalanan mereka terkait dengan serangkaian kebetulan yang membawa mereka pada teka-teki Cakrabirawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur narasi yang meliputi aspek sintaktika dan aspek semantik serta mengetahui keterkaitan makna antara mitos dan sejarah dalam novel Manjali dan Cakrabirawa karya Ayu Utami. Objek penelitian ini adalah novel Manjali dan Cakrabirawa karya Ayu Utami, cetakan pertama tahun 2010 yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia dengan jumlah halaman 252. Penelitian ini termasuk deskriptif dengan fokus penelitian berupa keterkaitan makna antara mitos dan sejarah dalam novel Manjali dan Cakrabirawa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca, kemudian mencatat data-data penting dari novel Manjali dan Cakrabirawa yang berhubungan dengan mitos dan sejarah. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teori semiotika.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan adanya keterkaitan makna antara mitos dan sejarah dalam novel Manjali dan Cakrabirawa yang menyatakan bahwa nama Manjali dan Cakrabirawa memiliki hubungan yakni Manjali sebagai keterwakilan Marja dalam memecahkan teka-teki Cakrabirawa.
This research was titled “Novel Manjali dan Cakrabirawa Karya Ayu Utami: Relasi Antara Mitos dan Sejarah” is a research that describe the relationship meaning between myth and history in the novel Manjali dan Cakrabirawa. Manjali dan Cakrabirawa tell about the adventure of Marja with Parang Jati and Jacques Cherer in temple’s discovery research in East Java. On journey, they related with some casual event that bring them into the puzzle of Cakrabirawa.
The purpose of the research is to find out the narative structure including syntax and semantics, also to find out the meaning relationship between myth and history in the novel. Object of this research is novel Manjali dan Cakrabirawa by Ayu Utami, first copied, year 2010, published by Kepustakaan Populer Gramedia with the sum of page 252. The research belongs to descriptive study. It focuses on the meaning relationship between myth and history in the Manjali dan Cakrabirawa novel. The technique of data collection is deep reading, then making list of the important points related to myth and history. After that, the data is analyzed by semiotics theory.
According to the analysist result, there is a meaning relationship between myth and history in Manjali dan Cakrabirawa novel. It says that Manjali is a representation Marja to solve puzzle Cakrabirawa.
121515116D1E009030SUPLEMENTASI EKSTRAK ETANOL DAUN BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) PENGARUHNYA TERHADAP KONSENTRASI N-NH3 DAN VFA TOTAL SECARA IN VITROABSTRAK
Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi ekstrak etanol daun bambu petung pengaruhnya terhadap konsentrasi N-NH3 dan VFA Total secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen yang berasal dari empat ekor sapi potong yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang diuji adalah taraf ekstrak etanol daun bambu petung (Dendrocalamus asper) dalam pakan komplit (mg/ kg BK). Taraf pemberian ekstrak etanol daun bambu petung tersebut adalah 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm dan 100 ppm masing-masing untuk R0, R₁, R₂, R₃, dan R₄. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri atas 55% jerami padi amoniasi dan 45% konsentrat. Peubah yang diukur adalah konsentrasi N-NH₃ dan VFA Total. Hasil rataan VFA Total untuk perlakuan R0 sampai R4 berturut-turut adalah 184.75 ± 2.99, 117.75 ± 6.60, 117.50 ± 17.82, 135.75 ± 8.54 dan 141.50 ± 5.26 (mM) dan konsentrasi N-NH3 adalah 21.95 ± 4.14, 20.88 ± 4.33, 20.28 ± 3.15, 20.05 ± 3.14 dan 21.83 ± 3.20 (mM). Analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun bambu petung tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap konsentrasi N-NH₃ namun berpengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap konsentrasi VFA Total. Peningkatan suplementasi ekstrak etanol daun bambu petung menyebabkan penurunan VFA Total secara kuadrater dengan konsentrasi VFA Total terendah dicapai pada taraf 59.55 ppm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak etanol daun bambu petung ke dalam pakan sapi potong dengan rasio hijauan (55%) dan konsentrat (45%) tidak berpengaruh terhadap konsentrasi N-NH3, tetapi berpengaruh secara kuadrater terhadap VFA Total dengan persamaan Y = 176.6 - 2.263 x + 0.019 x2 dan koefisien determinasi (R2) 0.71.
ABSTRACT
The purpose of this research were examine supplementation ethanolic extract petung bamboo leaves effect on the N-NH3 and Total VFA concentration in vitro. The research was carried out by experimental method with Randomized Block Design (RBD) with four groups. Grouping was based on the time period of rumen fluid collections from four beef cattle taken from slaughter house Mersi, Purwokerto. Treatments tested were standard ethanolic extract petung bamboo leaves (Dendrocalamus asper) in complete feed (mg/ kg DM), its consist of 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm and 100 ppm for R0, R₁, R₂, R₃, and R₄ respectively. Complete feed dry matter ration consisted of 55% amoniated rice straw and 45% concentrate. The variables measured were N-NH₃ and Total VFA concentrations. The average Total VFA concentration were 184.75 ± 2.99, 117.75 ± 6.60, 117.50 ± 17.82, 135.75 ± 8.54 and 141.50 ± 5.26 (mM), and N-NH3 concentration were 21.95 ± 4.14, 20.88 ± 4.33, 20.28 ± 3.15, 20.05 ± 3.14 ± and 21.83 ± 3.20 (mM). Analysis of variance informed that suplementation ethanolic extract of petung bamboo leaves no effect (P > 0.05) on the N-NH₃ concentration but highly significant (P < 0.01) to the Total VFA concentration. Increasing of ethanolic extract supplementation caused decline of Total VFA concentration in a quadratic manner, with the lowest point at 59.55 ppm. Result show that supplementation of ethanolic extract petung bamboo leaves in beef cattle feed with ratio forage (55%) and concentrate (45%) had no significantly effect on the N-NH3 concentration, but its significantly effect on Total VFA concentration with the equation Y = 176.6 - 2.263x + 0019x2, and the coefficient of determination (R²) are 0.71.
Keywords: The ethanolic extract petung bamboo leaves, N-NH3 and Total VFA.
121525117D1E009219PENGARUH LAMA PEREBUSAN DAN BERAT BEBAN PENGEPRES PADA PROSES PEMBUATAN TAHU SUSU DENGAN EKSTRAK BUAH NANAS TERHADAP RENDEMEN DAN AROMA Penelitian berjudul “Pengaruh Lama Perebusan Dan Berat Beban Pengepres Pada Proses Pembuatan Tahu Susu Dengan Ekstrak Buah Nanas Terhadap Rendemen Dan Aroma”, dilaksanakan mulai tanggal 15 - 23 Februari 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama perebusan dan berat beban pengepres terhadap rendemen dan aroma tahu susu. Materi penelitian yang digunakan susu layu 8 jam sebanyak 45 liter dan ekstrak nanas matang sebanyak 1350 mililiter. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3x3, Faktor pertama adalah lama perebusan (L1= 15 menit, L2= 30 menit, dan L3= 45 menit) dan faktor kedua adalah berat beban pengepres (B1= 300 gram, B2= 600 gram, dan B3= 900 gram). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perebusan dan berat beban pengepres berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap rendemen tahu susu, begitu juga interaksinya. Analisis variansi menunjukkan bahwa lama perebusan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aroma tahu susu, sedangkan interaksi lama perebusan dan berat beban pengepres begitu juga berat beban pengepres berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap aroma. Kesimpulan: proses perebusan 30 menit menghasilkan aroma agak sedap yang disukai panelis, rendemen yang dihasilkan relatif sama, sedangkan semakin meningkatnya berat beban pengepres sampai dengan 900 gram memberikan tingkat rendemen dan aroma tahu susu relatif sama.The research entitled “Effects of Boiling Time and Loads Weight During the Process of Making Milk Tofu with Pineapple Fruit Extracts on Yield and Aroma", the research was held from 15 to 23 February 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology Jendral Soedirman University, Purwokerto. The research was aimed to determine the effect of boiling time and load. Weight on yield and milk tofu aromas. Research material used was milk stored for 8 hours (45 liters) and ripe pineapple extract 1350 milliliters. Research was done experimentally with a completely randomized design (CRD) factorial 3x3. The first factor was boiling time (L1 = 15 minutes, L2 = 30 minutes, and L3 = 45 minutes) and the second factor was weight of the load (B1 = 300 grams , B2 = 600 grams, and B3 = 900 grams). Data were analyzed using analysis of variance and continued with Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that boiling time and load weigth havent significant (P> 0.05) effect on yield, as well as treatment its interaction. Analysis of variance showed that long time has significant (P <0.05) effect on curd aroma, while the interaction, boiling time and load weight have not significant (P> 0.05) effects on aroma. Conclusion : 30 minute boiling time produced milk tofu with savory aroma and the yield was relatively the same. The increasing food weight up to 900 grams produced relatively the same yield and aroma.
121535118C1A009065ANALISIS EKONOMI USAHA TANI PEPAYA CALIFORNIA DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini berjudul “Analisis Ekonomi Usahatani Pepaya California di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen”. Buah sebagai komoditi pertanian mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya adalah buah pepaya california yang merupakan varietas baru yang kini digemari petani karena menjanjikan keuntungan. Adanya perbedaan luas lahan akan menyebabkan hasil produksi yang berbeda. Besarnya biaya yang dikeluarkan petani untuk penggunaan input produksi juga akan mempengaruhi pendapatan yang diterima. Dari permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan keuntungan yang diperoleh, tingkat efisiensi usaha, titik impas dan tingkat kesejahteraan petani pepaya california.
Sampel pada penelitian ini terdiri dari 35 orang petani pepaya california di dua desa di Kecamatan Klirong yang membudidayakan pepaya california pada tahun 2011-2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode analisisnya menggunakan analisis R/C Ratio, analisis Breakeven Point dan analisis tingkat kesejahteraan berdasarkan KHL Kabupaten. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani sudah memberikan keuntungan, usahatani pepaya california sudah efisien dan sudah mencapai titik impas namun usahatani ini masih belum memberikan kesejahteraan kepada petani.
Implikasi dari penelitian ini adalah petani sebaiknya lebih memperhatikan penggunaan input produksi dan menanam sesuai dengan standar yang disarankan. Pemerintah juga sebaiknya memberikan perhatian kepada petani pepaya california, karena varietas ini tergolong baru sebaiknya pemerintah dalam hal ini dinas pertanian menerbitkan SOP yang sesuai untuk pepaya california.
This research is titled “Economic Analysis of Papaya California Farm in Klirong sub-district Kebumen”. Fruit as an agricultural commodity has potential aspect to be developed. One of them is papaya california which many developed because it promise many profit. The differences of wide land caused to different production result. Cost of input producing also influence revenue. Base on the problem, this study is purpose to analyzed revenue and profit, business level efficiency, breakeven point and papaya california farmer’s welfare.
Samples in this study are consist of 35 papaya california farmers on two villages in Klirong sub-district who cultivate papaya California on 2011-2012. The method in this study is use survey method. Analysis method using R/C ratio analysis, breakeven point analysis and welfare level analysis. The result found that the revenue are obtained have given profit, papaya california farm already efficient and achieved breakeven point but farm cannot give welfare for farmers.
The implication of this study are farmers should more attention about using input production and plant with recommended standard. Government also should pay attention to papaya california’s farmers, because this variety is promised commodity so government especially Department of Agriculture should publish the Standard Operational Procedure specifically for Papaya California.
121545120H1G008021STATUS PENCEMARAN PERAIRAN PELAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA AIR DAN SEDIMENPenelitian ini berjudul “Status Pencemaran Perairan Pelawangan Timur Segara Anakan Cilacap Berdasarkan Kandungan Logam Berat Pb pada Air dan Sedimen”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Pb pada air dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 menggunakan metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada enam stasiun dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji F apabila berbeda nyata dilanjut dengan BNT. Hasil penelitian kandungan logam berat Pb pada air berkisar tidak terdeteksi < 0,01-0,316 mg/L, dan pada sedimen berkisar 3,959-21,994 mg/Kg. Hasil tersebut menunjukan bahwa kandungan logam berat Pb pada air sudah melebihi Nilai ambang batas sehingga menunjukkan sudah tercemar, dan pada sedimen tidak melebihi Nilai Ambang Batas sehingga menunjukan perairan Plawangan Timur tidak tercemar.A study, entitled ”Water Pollution Status Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap Based Of heavyMetal Content of Pb in Water and Sediments”, aims to determine Pb content in water and sediment. This study was conducted in Februarry 2013 using a survey method with purposive random sampling technique at 6 stations triplicates. Data were analyzed descriptively and were comparatively F-tested. Significant differences were honesty tested. The result showed that Pb content in water ranged up to 0,316 mg/L, and Pb content in sediments ranged between 3.959-21.994 mg/kg. Indicating an excess from threshold allowed. Pb had contaminated waters, and sediments being below threshold allowed Plawangan Timur waters were not contaminated yet.
121555122F1A008015POLA MAKAN PADA IBU PASCA MELAHIRKAN Di Desa Maja Utara Kecamatan Maja Kabupaten MajalengkaPenelitian ini berjudul “ Pola makan pada ibu pasca melahirkan Di Desa Maja Utara Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa barat”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pola makan pada ibu pasca melahirkan, mengetahui tentang pantangan makan yang ada di masyarakat tersebut dari sosial budaya ataupun kesehatannya,mengetahui pemaknaan atas pola makan tentang pantangan makan yang diterapkan masyarakat pada ibu pasca melahirkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif deskriptif,sedangkan metode analisis data yang digunakan motode analisis data deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi,dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian “pola makan pada ibu pasca melahirkan tentang pantangan makan” sebagian besar pola makan yang dilakukakan oleh informan masih sederhana dan cukup tradisional seperti tahu,tempe ,oncom yang dikukus,sayur katuk atau sayur daun kelor ataupun sayur kecambah dengan kunci (kuning muda). Ini semua wajib diterapkan pada ibu pasca melahirkan selama 40 hari dan dianjurkan lebih bagus bila diteruskan pada masa menyusui.Sedangkan Makanan yang dipantang adalah makan-makan yang bersifat pedas,manis dan panas seperti 4 pantangan yaitu tidak boleh pedas, air panas, nasi panas, dan sayur panas.
Makna dari setiap pantangan ini yaitu diare, gatal, pantat bayi merah dan lidahnya terlihat bintik-bintik putih, berpengaruh pada kualitas ASI. Penilaian medis pada dasarnya tidak membenarkan akan adanya pantangan makan ini karena medis menganjurkan asupan makanan yang gizi seimbang dan asupan gizinya seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral tercukupi. Namun ada kesamaan antara apa yang diterapakan orangtua dulu dengan bidan atau dokter yaitu pada penerapan makannya yang 40 hari pasca melahirkan guna mempercepat proses penyembuhan pasca melahirkan. Sedangkan penilaian secara medis menurut bidan, dokter akademisi menyatakan bahwa tidak ada makan yang dipantang karena kurang sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan ibu pasca melahirkan yang sedang menyusui, namun tokoh
masyarakat paraji mengungapkan makna dari pantangan makan ini guna untuk mempercepat proses penyembuhan luka pasca melahirkan dan pola makan ibu menjadi lebih teratur dan terjaga.
Kata kunci : Penerapan Pola makan ibu pasca melahirkan,pantangan makan,makna pantangan dan penilaian medis
This research gets title" Eating Pattern on Mother after bearing At Village Maja North Majalengka's regency Province West Java”. This research intent to explain about eating pattern on mother after bearing, to know eating patterns on mother after bearing about abstention food that exsist at that society of social cultural or health, to know meaning on eating patterns about abstention food that is applied by society on mother after bearing. Observational method is utilized in this research that is kualitatif-deskriptif method research. Whereas method of analisys data is utilized that is analisis data kualitatif- descriptive method with analisis interaktif model. Whereas data collecting method utilizes interview, observation,and documentation. Base of observational result “eating pattern on mother after bearing about abstention eat ” a large part of eating patterns that done by informan is simple and traditional as tahu,tempe, oncom that are steamed,katuk's vegetable or kelor's leaf vegetable or sprout vegetable with key (young yellow). This all mandatory are aplied on mother after bearing during 40 days and advised more nicely if is kept on on term breast. Meanwhile Foods are avoidanced that are foods that get shrewish, nice and heat, as 4 abstentions which is may not shrewish, a hot water, a hot rice,and a heat vegetable.
A meaning of each this abstention which is diarhea,irritation,baby’s buttock tingles and their tongue appear white fleck, that influence on ASI quality. In basically medical Estimation doesn't correct that mark this abstention food because medical recomendates food composition that is a balance nutrient and composition nutrient as carbohydrate, protein, vitamin,and mineral is sufficed. But there are equality among what does aplied by parent previously and midwife or doctor which are on their implement eating 40 days after bearing that utilize to hasten injury healing process after bearing. Meanwhile estimation medically of midwife,doctor academician declares that no food that is avoidanced because less corresponds to needed nutrient that is require by mother bearing that is breasting, but paraji's figure society reveal meaning of this abstention food that that utilize to hasten injury healing process after bearing and eating pattern of mother become more regular and awake.
121565123F1D008040RELASI NEGARA DAN KELOMPOK AGAMA
(KONFLIK PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BOGOR DENGAN
GEREJA KRISTEN INDONESIA (GKI) YASMIN DALAM
PERIJINAN PENDIRIAN RUMAH IBADAH)
Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan relasi negara dan kelompok agama terkait konflik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dalam perijinan pendirian rumah ibadah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam paradigma nonpositivis, khususnya konstruktivisme. Artikel penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menjelaskan dinamika serta relasi negara dan kelompok agama terkait konflik dalam perijinan pendirian rumah ibadah GKI Yasmin di Kota Bogor. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam paradigma nonpositivis, khususnya konstruktivisme. hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa konflik antara Pemkot Bogor dengan GKI Yasmin menunjukkan buruknya relasi antara negara dengan kelompok masyarakat dikarenakan belum menemui titik temu penyelesaian bagi kedua pihak hingga saat ini. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa benturan kepentingan antara kelompok masyarakat yang pro dan kontra sangat berpotensi melahirkan konflik. Melalui unjuk rasa, kelompok masyarakat yang kontra menolak pembangunan gereja kepada Pemkot Bogor. Di sisi lain kelompok masyarakat yang pro melakukan aksi beribadah di trotoar dan Istana Merdeka Jakarta. Aksi tersebut sebagai bentuk lemahnya negara dalam mengakomodir kepentingan masyarakat sehingga negara pun ikut terlibat di dalam konflik tersebut yang menimbulkan kepentingan-kepentingan politik di dalamnya.This research-based paper aims at describing and explaining the dynamics and state relations and religious groups related to the conflict in permitting the establishment of houses of worship GKI Yasmin in Bogor. By using a qualitative methods and case study approach in nonpositivis paradigm, particularly constructivism. The research results reveal that the conflict between the GKI Yasmin Bogor city administration showed poor relations between the state and society due to not meeting the completion meeting point for the two parties to the present. Moreover, these results also prove that the conflict of interests between groups of people who are potentially the pros and cons result in conflict. Through demonstrations, counter groups reject the construction of the church to the Bogor city administration. On the other hand the pro community groups take action to worship on the sidewalk and the Merdeka Palace. Acts as a form of weakness in the country to accommodate the interests of society so that the state was involved in the conflict that raises political interests in it.
121575125H1F008069GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI LONGSORAN
DI DESA TUNJUNGMULI DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN KARANGMONCOL,
KABUPATEN PURBALINGGA,
JAWA TENGAH
Longsoran banyak menimbulkan kerugian, baik korban jiwa, harta benda, serta merusak infrastruktur umum (jalan dan jembatan) sehingga perlu ada suatu upaya untuk menanggulangi bencana tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dan mengetahui kondisi geologi Desa Tanalum dan sekitarnya yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi, serta mengidentifikasi kejadian longsoran secara terperinci dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya.
Metode yang digunakan dalam pemetaan geologi dan identifikasi longsoran pada daerah Tunjungmuli dan sekitarnya adalah dengan melakukan studi literatur, survei berupa pemetaan geologi permukaan dengan cara mengumpulkan data-data hasil pengamatan morfologi, singkapan batuan, pengukuran-pengukuran (jurus dan kemiringan batuan, struktur geologi, dan kelerengan), pengukuran longsoran dan identifikasi longsoran.
Geomorfologi daerah penelitian terbagi ke dalam dua satuan yaitu Satuan Perbukitan Aliran Lava Curam, dan Satuan Punggungan Homoklin Agak Curam. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah parallel dengan tipe aliran sungai subsekuen dan konsekuen. Stratigrafi daerah penelitan dapat dibagi menjadi empat, dimulai dari urutan pengendapan yang tertua yaitu Satuan Breksi Andesit, Satuan Lava Basalt, Satuan Batupasir-Batulempung, dan Satuan Batugamping. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitan meliputi struktur primer berupa bidang perlapisan, perlapisan bersusun, laminasi silang-siur, dan laminasi sejajar. Struktur sekunder berupa kekar, lipatan, gores garis, Sesar Mendatar Menganan Naik dan Sesar Mendatar Mengiri Naik. Studi khusus yang dilakukan adalah mengidentifikasi longsoran. Terdapat sebelas longsoran yang ada di Desa Tunjungmuli dan sekitarnya, yang dapat digolongkan ke dalam tiga tipe longsoran yaitu: tipe longsoran gelinciran tanah dan batuan, longsoran gelinciran tanah dan longsoran jatuhan tanah dan batuan. Faktor penyebab longsoran di daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu: kenaikan tegasan geser berupa pengurangan penyangga lateral, erosi kaki tebing sungai, peningkatan kadar air dalam tanah dan batuan, dan pembebanan tanah dan batuan. Penurunan kuat geser berupa berupa infiltrasi air hujan, kenaikan tekanan pori, proses pelapukan, dan penggemburan tanah. Metode penanganan longsoran pada daerah penelitian, meliputi pembuatan teras, perkuatan lereng dengan bahan kontruksi, perkuatan lereng dengan tanaman, dan perkuatan lereng dengan material lain.
Landslides cause a lot of losses, both human lives, property, and damage to public infrastructure (roads and bridges) that there should be an effort to cope with the disaster.
The purpose of this study was to determine the geological conditions and know the Tunjungmuli Village and surroundings including geomorphology, stratigraphy, structural geology, and geologic history, as well as identify landslides events in detail and analyze the factors.
The method used in geological mapping and landslides identification in the Tanalum area and its surrounding is to do a literature study, a survey of surface geological mapping by collecting data morphological observation, rock outcrops, measurements (stance and the slope of the rock, geological structure, and slope), landslides measurement and landslides identification.
Geomorphology found in the study area was divided into two units in a unit which is Lava Flow Steep Hills Unit, and Steep Rather Ridge Homoklin Units. Drainage pattern that develops in the area of research is parallel with genetics type konsekuen dan subsekue. Stratigraphic research areas are divided into four, starting with the oldest order of deposition of the andesite breccia units, bassalt lava units, unit of sandstone-claystone, and limestone units. Geological structures that developed in the research areas include the primary structure of the parallel lamination.The secondary structure of shear fracture, and pillow lava, reverse left slip fault trending southwest-northeast relative and reverse right slip fault. Special study is to identify the landslides. The study was conducted to determine the anatomical elements of landslides, the dimensions of an landslides, mechanism of movement of the landslides, type of material landslides, the type of landslides, landslides causes, and provide a method of handling the existing problems of soil erosion. There are nine landslides in the Karangmoncol area, which can be classified into three types of landslides is the debris slides, earth falls, and earth slides. Factors causing the landslide in the study area is divided into two, namely: increase sharpness slider in the form of a reduction in lateral support, foot river bank erosion, increased water content in soil and rocks, and the imposition of the soil and rocks. The decrease in shear strength in the form of rain water infiltration, increase in pore pressure, weathering processes, and tilling the soil. Method of handling an landslides in the area of research, including terracing, slope reinforcement with construction materials, plant retrofitting slope, slope reinforcement with other materials, and relocation.
121585128E1A008257PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI PERJUDIAN DI WILAYAH POLRES BANYUMASABSTRAKSI

Pada saat ini dapat kita lihat banyak terjadi perjudian dalam masyarakat. Kita mengenal ada dua macam perjudian, yaitu perjudian legal dan perjudian ilegal. Perjudian ilegal itu sendiri terdiri atas tindak pidana perjudian manual yang diatur dalam Pasal 303 bis ayat (3) KUHP dan tindak pidana perjudian online yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tindak pidana perjudian merupakan suatu permasalahan yang serius, sehingga memerlukan penanganan dari kepolisian dan masyarakat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peran kepolisian dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana perjudian, khususnya di wilayah POLRES Banyumas dan meneliti faktor yang menghambat serta mendorong dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana perjudian tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini bertempat di POLRES Banyumas, dengan informan yang ditentukan dengan metode purposive sampling.
Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa peranan kepolisian dalam mencegah dan menanggulangi perjudian di wilayah POLRES Banyumas adalah sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan peranan kepolisian yang diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Peranan ini dapat berupa upaya penal dan non-penal. Faktor yang menghambat dalam mencegah dan menanggulangi perjudian antara lain faktor budaya, faktor teknologi, faktor sanksi pidana dan faktor ekonomi. Sedangkan faktor yang mendorong dalam mencegah dan menanggulangi perjudian adalah faktor kerjasama antara kepolisian dengan tokoh masyarakat.

ABSTRACT

At the moment we can see a lot of gambling in our society. We know there are two kinds of gambling, legal gambling and illegal gambling. Illegal gambling itself consists of the crime manual gambling that regulated in article 303 bis, paragraph (3) of the CRIMINAL CODE and online gambling that regulated in Law number 11 Year 2008 about information and electronic transactions. The crime of gambling is a serious problem, so requiring the handling of the police and the community. Therefore, the authors are interested in researching how the role of the police in preventing and tackling crime, gambling, especially in POLRES Banyumas and examine the factors that inhibit as well as encouraging in preventing and tackling the crime of gambling.
This research using approaching methods juridical sociological, to the specifications research is descriptive. The location of this research, in POLRES Banyumas, with informants who is determined by a method of purposive sampling.
Based on this research, can be known that the role of police in preventing and tackling gambling in the region of POLRES Banyumas was in accordance with the main task of, function, and the role of the police set out in article 13 the law number 2 year 2002 regarding the Republic of Indonesia State Police. It can include the role of efforts to penal and non-penal. The factor that inhibits in preventing and tackling gambling among other cultural factors, a factor of technology, factor of criminal sanctions and factors of economic. While a factor that drives in preventing and tackling gambling is factor of cooperation between police with public figures.

121595129F1G009024MOBILITAS SOSIAL DALAM NOVEL KEMBANG TURI KARYA BUDI SARDJONOSkripsi ini berjudul “Mobilitas Sosial dalam Novel Kembang Turi Karya Budi Sardjono”. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu susastra. Penelitian ini dilatarbelakangi pendapat bahwa karya sastra merupakan “tiruan” masyarakat. Semua yang dialami masyarakat, dapat ditampilkan pada dunia rekaan pengarang. Masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dengan sastra. Hubungan itu dapat ditarik dengan cara mendekati karya sastra lewat struktur dalamnya kemudian dihubungkan dengan masyarakat.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini tidak mengutamakan angka-angka melainkan penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan model analisis mengalir yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa novel Kembang Turi memiliki dua tokoh utama yang mengalami mobilitas sosial. Kedua tokoh itu bernama Dirman dan Marni. Pada awalnya keduanya hanyalah gelandangan cilik yatim piatu dan tidak memiliki tempat tinggal. Kakak beradik itu terpisah di Malioboro. Berbagai peristiwa panjang mereka alami hingga akhirnya roda kehidupan mereka berputar. Tokoh Dirman kini menjadi juragan bakso yang sukses, sedangkan tokoh Marni menjadi germo kelas kakap.
Proses mobilitas sosial kedua tokoh utama dapat diketahui melalui unsur intrinsik novel. Selanjutnya, pendekatan sosiologi karya sastra digunakan untuk menghubungkan fakta-fakta cerita tadi dengan apa yang dialami oleh masyarakat. Hasilnya, dapat diketahui bahwa kedua tokoh utama mengalami mobilitas sosial vertikal meningkat yang ditunjukkan oleh peningkatan penghasilan dan perubahan gaya hidup.
This research entitled “Mobilitas Sosial dalam Novel Kembang Turi karya Budi Sardjono”. The scope of this research is the study of literature. The research was based on the idea that literature is a “clone” of society. All experienced society, can also occur in the world of fiction. Society has a very close relationship with literature. The relationship can be drawn by approaching literary works through its inner stucture then connected to the society.
The method used in this research is desriptive qualitative method. This method does not put the numbers but the appreciation of the interaction between concept that are being studied. Data collection was done by using read and take note. Data analysis was performed by flow analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
From this study it was found that the Kembang Turi novel has two main characters who experienced social mobility. Two men named Dirman and Marni. At first they are just little orphaned bums and homeless. Brother and sister separated at Mailoboro. Long events they experienced. At the end, their live cycle spun. Dirman figure has now become a successful skipper of meatballs, while Marni figures become high profile pimp.
The process of social mobility both main characters can be seen through the intrinsic elements of the novel. Furthermore, the sociology of literature approach used for link the story facts to what was experienced by society. As a result, it can be seen that the two main characters experienced increased vertical social mobility shown by an increase of income and change of lifestyle.
121604976F1A009074Tradisi Nyumbang (Studi Fenomenologi
Tentang Karakteristik Tradisi Nyumbang di Desa Mejasem, Kabupaten Tegal)
Penelitian ini mengangkat sebuah tradisi yaitu tradisi nyumbang. Salah satu yang menarik adalah tradisi nyumbang di Desa Mejasem Kabupaten Tegal. Penulis tertarik untuk mengkaji fenomena sosial dalam tradisi tersebut dalam bentuk skripsi yang berjudul Tradisi Nyumbang : (Studi Fenomenologi Tentang Karakteristik Nyumbang Di Desa Mejasem Kabupaten Tegal).
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Tujuannya untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai berbagai karakteristik dan persepsi masyarakat mengenai tradisi nyumbang. Ada banyak perbedaan antara tradisi menyumbang di desa ini dengan di daerah lain. Selain karakteristik menyumbang, dalam penelitian ini juga mengkaji persepsi masyarakat nya.
Penelitian ini juga menyinggung mengenai hajatan. Hajatan dibahas mulai dari adat istiadat, dan berbagai keunikan lain nya. Setelah menggambarkan hajatan, penelitian ini menguak karakteristik nyumbang yang dianggap berbeda dari karakteristik nyumbang di daerah lain. Terdapat sepuluh (10) karakter yang peneliti simpulkan. Karakter tersebut mencakup, bentuk sumbangan, waktu menyumbang, cara menyumbang, dan berbagai prosesi unik lainnya. Karakter yang peneliti paparkan juga disertai analisis dari perspektif sosiologi. Hasil penelitian berupa persepsi masyarakat mengenai tradisi ini adalah sebuah tradisi positif, maksudnya tradisi ini dirasa membantu dan meringankan.
Implikasi penelitian ini adalah agar masyarakat bisa menjaga kelanggengan tradisi ini ditengah arus modernitas. Selain itu persepsi bahwa ini adalah sebuah tradisi positif maka tradisi ini dianggap turut menjaga hubungan kekerabatan.
This study raised a tradition that is actually common but can be assessed if an unusual tradition, yes traditions donate. One of the highlights was the tradition donate in the northern coastal areas is precisely in the Village Mejasem Tegal regency. The method used in this research is descriptive qualitative research method. The results of this study are some of the characteristics that the researchers did not donate encountered on donate tradition in general. Previous research also offends the celebration procession which will need to be described as a procession that wraps donate tradition. After describing the celebration, this study reveals the characteristics of the different considered donate characteristics in other areas. There are ten (10) characters could researchers conclude from the interviews with informants. The characters include, the form of donations, donate time, how to donate, and a variety of unique procession tradition that wraps donate these Mejasem village. Characters that researchers also explored in this study with analysis of sociological perspective. There is also a perception that the research results are formed in the community about this tradition. Tradition donate to the community is a positive tradition, that tradition is felt to help and relieve a celebration.