Artikelilmiahs
Menampilkan 12.181-12.200 dari 49.518 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12181 | 5149 | D1E009056 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP HAUGH UNIT DAN VOLUME TELUR AYAM ARAB | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum terhadap Haugh Unit dan volume telur ayam Arab. Materi yang digunakan adalah ayam Arab betina umur 90 minggu sebanyak 60 ekor dan ransum menggunakan probiotik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan probiotik dengan perlakuan R0 (tanpa probiotik), perlakuan R1 (penggunaan probiotik Bakteri asam laktat), R2 (penggunaan probiotik Lactobacillus sp), dan R3 (penggunaan probiotik Bacillus sp). Peubah yang diukur adalah Haugh Unit dan volume telur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap Haugh Unit telur ayam Arab sedangkan untuk volume telur ayam Arab berpengaruh tidak nyata (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum meningkatkan Haugh Unit dan tidak meningkatkan volume telur ayam Arab umur 90-96 minggu. | The research aims to determine the use of variation probiotics in Arabian chicken diet with Haugh Unit and egg volume Arabian chicken. The material used are 60 Arabian hens in 90 weeks aged and ration using probiotics. The research was done with experimental method in vivo and used completely randomized design (CRD). The amount of the treatment was four with five times repetation and each repetation consists of 3 chickens. The treatment examined was the use of probioticss treatment with treatment R0 (without probiotics), treatment R1 ( the use of probiotics lactat acid bacteria probiotics), treatment R2 (the use of Lactobacillus sp. probiotics), and treatment R3 (the use of Bacillus sp. probiotics). The variables measured was Haugh Unit and egg volume. Data were analyzed using analysis of variance. The variation analysis result showed thet the use of kinds probioticss in ration indicated the real affeet (P <0.05) toward Arabian Haugh Unit chicken egg, while for Arabian chicken egg volume made unreal affeet (P> 0.05). The conclusion of this research is the use of kinds probiotics in ration increase Haugh Unit and doesn’t increase for 90-96 weeks Arabian chicken egg volume. | |
| 12182 | 5215 | H1E008028 | PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM VERIFIKASI TELAPAK TANGAN BERDASARKAN RESPON HAMBATAN KELUARAN LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR) | Sistem verifikasi bertujuan menerima atau menolak identitas yang diklaim oleh seseorang, telapak tangan ialah salah satu biometrika yang dipakai untuk sistem pengenalan diri. Sistem verifikasi telapak tangan menggunakan LDR telah di realisasikan. LDR disusun secara seri matriks sebanyak 177 buah,sistem dibuat tertutup untuk mengindari pengaruh cahaya luar. Sumber cahaya diletakan tegak lurus dengan rangkaian LDR. Telapak tangan akan menyebabkan terhalangnya sebagian intensitas cahaya yang mengenai LDR sehingga LDR mengalami perubahan resistansi dan mempengaruhi tegangan keluaran sensor.Sistem ini memiliki 4 blok tegangan keluaran sensor, tiap blok difungsikan untuk menggambarkan bentuk telapak tangan.Hasil pengujian membuktikan bahwa pengaruh sumber cahaya spektrum warna hijau tidak memberi pengaruh yang segnifikandengan akurasi rata - rata sebesar 73%. | A system of verification aiming for accepting or rejecting identity claimed by someone, The palmprint is one biometrika worn for recognition systems themselves. system of verification use light dependent resistor ( ldr ) has been realized. Ldr arranged in series a matrix by 177 and divided into four blocks, An system made closed to mengindari the influence of light outside. The source of light placed perpendicular to the matrix ldr. Palmsprint will causing obstruction of partially luminous intensity about ldr so ldr undergoing change resistance and affecting an output voltage is sensor.This system has a sensor output voltage 4 blocks, each block is enabled to describe the shape of the palmprint. System have been tested by six volunteers palmprint, influence of the green spectrum light source does not give effect segnificant and obtained average accuracy - average of 73%.Hand geometry data retrieval database to be obtained by 52 volunteers, data taken in the form of the fifth finger length, radius broad palmsprint and four output voltage. Keywords: Verification, palmprint, LDR. | |
| 12183 | 52293 | K1B022082 | PERBANDINGAN K-MEANS DAN HIERARCHICAL CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN KEMISKINAN | Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Perbedaan kondisi kemiskinan antarkabupaten/kota menyebabkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang bersifat umum kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan analisis pengelompokan wilayah untuk memahami kesamaan karakteristik kemiskinan antardaerah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode K-Means dan Hierarchical Clustering dalam pengelompokan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator kemiskinan. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, penentuan jumalh Cluster optimal, serta penerapan kedua metode Clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan dua kelompok wilayah dengan karakteristik tingkat kemiskinan yang berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi kualitas Cluster, metode Hierarchical Clustering memberikan hasil pengelompokan yang lebih baik dibandingkan metode K-Means. Hal ini ditunjukkan dari nilai Silhouette Score Hierarchical sebesar 0,246425896 yang lebih tinggi dibandingkan K-Means sebesar 0,240624876, serta nilai Davies-Bouldin Index sebesar 1,437492999 yang lebih rendah dibandingkan K-Means sebesar 1,483173224. | Poverty remains one of the key development issues in Indonesia, including in Central Java Province. Differences in poverty conditions across districts and municipalities make general poverty alleviation policies less effective. Therefore, a regional Clustering analysis is needed to better understand the similarities in poverty characteristics among regions. This study aims to compare the K-Means and Hierarchical Clustering methods in grouping districts and municipalities in Central Java based on poverty indicators. The research stages include data preprocessing, determining the optimal number of Clusters, and applying both Clustering methods. The results show that both methods produce two groups of regions with different poverty characteristics. Based on the Cluster quality evaluation, the Hierarchical Clustering method provides better grouping results than the K-Means method. This is indicated by a higher Silhouette Score of 0,246425896 for Hierarchical Clustering compared to 0,240624876 for K-Means, as well as a lower Davies-Bouldin Index of 1,437492999 compared to 1,483173224 for K-Means. | |
| 12184 | 5152 | E1A007173 | KAJIAN YURIDIS PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN DENGAN PENYERAHAN HAK MILIK SECARA KEPERCAYAAN PADA PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) UNIT LAYANAN MODAL MIKRO PURWOKERTO | KAJIAN YURIDIS PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN DENGAN PENYERAHAN HAK MILIK SECARA KEPERCAYAAN PADA PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) UNIT LAYANAN MODAL MIKRO PURWOKERTO (RIZKI NUGROHO, NIM E1A007173, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ) ABSTRAK Lembaga keuangan merupakan perusahaan yang menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan selanjutnya debitur wajib membayar kembali atas kredit tersebut kepada lembaga keuangan yang telah memberikan kredit. Guna menjamin pemenuhan prestasi dari debitur dalam perjanjian kredit selalu diikuti dengan pembuatan perjanjian jaminan. Pada umumnya jaminan yang digunakan adalah hak tanggungan dan Jaminan Fidusia. Salah satu lembaga keuangan yang menggunakan jaminan ini adalah PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Layanan Modal Mikro Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perjanjian pemberian agunan dengan penyerahan hak milik secara kepercayaan dan penyelesaian hukumnya apabila debitur melakukan wanprestasi pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Layanan Modal Mikro Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis dan pendekatan kasus. Berdasarkan hasil penelitian dan analitis yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pengikatan jaminan Fidusia pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Layanan Modal Mikro Purwokertoyang pemberiannya dilakukan dengan cara membuat perjanjian pemberian fidusia dalam bentuk akta dibawah tangan dan tidak didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia, berakibat Jaminan Fidusia tidak tunduk terhadap ketentuan-ketentuan Undang-Undang Jaminan Fidusia, melainkan tunduk terhadap ketentuan Fidusia menurut hukum Kebiasaan dan Yurisprudensi. Konsekuensinya adalah Fidusia tetap lahir sejak penyerahan hak milik secara kepercayaan atas benda jaminan Fidusia; Fidusia tersebut tetap mengikat kedua pihak yaitu : PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Layanan Modal Mikro Purwokerto dan TEGUH PRIYONO sebagai Debitur/Pemberi Fidusia dan tidak berlaku bagi kreditur lain (pihak ketiga). Penyelesaian hukum dalam hal terjadi wanprestasi dimana debitur tidak mengembalikan kredit yang telah dicairkan sesuai dengan perjanjian kredit, maka PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Layanan Modal Mikro Purwokerto selaku kreditur, dengan jaminan fidusia menurut hukum kebiasaan dan yurisprudensi, berhak untuk mengambil pelunasan dengan cara melakukan eksekusi sendiri berdasarkan surat kuasa untuk menarik/mengambil barang, melakukan penjualan serta menerima uang hasil penjualan. Kata kunci : Lembaga Keuangan, Jaminan Fidusia, Wanprestasi. | ABSTRACT Financial institutions are companies that distribute funds to communities in the form of credit and subsequently the debtor must repay the loan to the financial institution that has provided credit. In order to ensure the fulfillment of the debtor's achievements in the credit agreement is always followed by the manufacture warranty agreement. In general collateral used is a mortgage and Fiduciary. One of the financial institutions that use this guarantee is PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Micro Capital Services Purwokerto. The Purpose research is to knowing the implementatiaon of fiduciary agreement in consumer financing agreement and law action in case of the debitor do wanprestasi to pt. pnm, branch of Purwokerto. The Method that using in this research are Statue Approach, Analytical Approach and Case Approach. Based on the result and analysis of this research, then it can be conclused that binding Fiduciary assurance on PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Micro Capital Service Purwokerto a gift made by an agreement in the form of Fiduciary deed under hand and do not registered to the registration office of Fiduciary, result of his Fiduciary is not subject to the provisions of Fidduciary Law, but subject to the fiduciary provissions of common law and jurisprudence. The consequence is a Fiduciary still born since the time of submission of property rights in the trust over objects Fiduciary; such Fiduciary is binding on both parties, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Micro Capital Service Purwokerto as a creditor-receiver of Fiduciary, Teguh Priyono as a debitor/ giver of Fiduciary, not apply to third parties (Other creditors). Legal settlement in the event default where teguh as a debitors do not return the cost with the credit agreement, then PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Unit Micro Capital Service Purwokerto as the giver charged with a fiduciary under the common law and yurisprudence, are entitled to take payment by way of this own execution by letter power to pull/take the goods, making sales and receiving money from the sale. Keywords: Financial Institutions, Fiduciary, Wanprestasi. | |
| 12185 | 5153 | F1B009013 | EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ANGKUTAN UMUM MASSAL DI KOTA BOGOR | Kualitas pelayanan angkutan umum jenis angkutan kota rendah di Kota Bogor. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya angkutan kota dan beralih kepada kendaraan pribadi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum, maka Pemerintah Pusat melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan RI melakukan intervensi melalui pelaksanaan kebijakan angkutan umum massal di Kota Bogor. Lokasi penelitian di Perusahaan Daerah Jasa Transportasi Kota Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumber daya organisasi serta karakteristik dan kemampuan badan pelaksana secara parsial dan keselarasan secara bersama-sama terhadap efektivitas implementasi kebijakan angkutan umum massal di Kota Bogor. Metode penelitian ini dengan survei analitis. Teknik pengambilan sampel secara proporsional stratified random sampling dengan 110 responden. Teknik analisis data dengan Korelasi Kendall Tau dan Konkordansi Kendall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan teknik analisis korelasi Kendall Tau kondisi lingkungan sebesar 0,305, hubungan antar organisasi sebesar 0,525, sumber daya organisasi sebesar 0,340 serta karakteristik dan kemampuan badan pelaksana sebesar 0,314. Kemudian, terdapat pengaruh secara bersama-sama antara variabel kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumber daya organisasi serta karakteristik dan kemampuan badan pelaksana dengan teknik analisis Konkordansi Kendall sebesar 0,914 dan chi squarehitung sebesar 402,099, artinya seluruh variabel mempunyai pengaruh keselarasan secara bersama-sama sangat kuat terhadap efektivitas implementasi kebijakan angkutan umum massal di Kota Bogor. Hasil penelitian ini searah dengan teori Cheema dan Rondinelli (1983). Kata kunci: angkutan umum massal, efektivitas, implementasi kebijakan, transportasi. | Quality of public transport services is low in Bogor. Thus, people prefer using their own cars. One of attempt to improve the public transportation service, the central government through the General Director of Land Transportation, Department of Transportation of the Republic of Indonesia interferes in the implementation of the policy. The research was conducted at Regional Corporation of Transportation Service Bogor, and aimed at investigating and analyzing the influence of environmental condition, inter organization relations, organization resources, and also the characteristics and the ability of the executive board partially as well as holistically toward the effectiveness of the implementation of Mass Public Transportation Policy in Bogor. The researcher applied analytical survey method targeting the employees of Regional Corporation of Transportation Service Bogor. The sampling was taken using proportional stratified random sampling technique involving 110 respondents. The data were analyzed using Kendall Tau Correlation and Kendall Concordination. This research shows that based on Kendall Tau analysis of environmental condition is 0,305, inter organization relation is 0,525, the organization resources is 0,340, the characteristics and the ability of the executive board is 0,314. There is a holistic influence among these variables: environmental condition, inter organization relation, organization resources and also the characteristics and the ability of the executive board analyzed using Kendall Concordination. The result shows 0,914 and chi squarehitung 402,099. It means those variables have a strong holistic influence toward the effectiveness of the implementation of mass public transport in Bogor. The result of this research is in line with Cheema and Rondinelli’s theory (1983). Keywords: mass public transportation, effectiveness, policy implementation, transportation. | |
| 12186 | 5177 | E1A006414 | Perlindungan Hukum Korban Malpraktik Dalam Pelayanan Kesehatan (Studi DI Kabupaten Banyumas) | ABSTRAKSI (Perlindungan Hukum Korban Malpraktik Dalam Pelayanan Kesehatan, Nama; Ahmad Bayu Dirgantara, Nim: E1A006414) Profesi kedokteran merupakan sebuah profesi yang tidak semua orang dapat melakukannya, karena orang yang melakukan pratek kedokteran hanya orang-orang tertentu dan berkompeten serta telah diuji melalui proses akademik sehingga mempunyai standar profesi. Profesi kedokteran penuh dengan resiko, terkadang dalam melakukan tindakan medis terhadap pasien menimbulkan cidera, cacat, bahkan sampai menimbulkan kematian. Tindakan tersebut sering diindikasikan sebagai tindakan malpraktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban malpraktik dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas dan untuk menganalisis suatu tindakan medis dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana malpraktik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, Polres Banyumas, IDI Banyumas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk table matrik, uraian secara sistematis, logis, dan rasional. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa perlindungan hukum terhadap korban malpraktik meliputi perlindungan hukum secara preventif dan represif. Tindak pidana malpraktik mempunyai unsur-unsur subyektif dan obyektif. Kata Kunci: Malpraktik, Pasien, Profesi Kedokteran, Perlindungan Hukum. | ABSTRACT (Legal Protection on Victim of Malpractice in Medical Health Care, Name: Ahmad Bayu Dirgantara, NIM: E1A006414) Medical profession is a profession than not everybody can do, because only certain people who competent enough and have been tested through academic process until acomplishing profession standard. Medical profession is repleted with risk which sometimes in performing medical procedure cuases injury, disability, or even death to the patient. This action mostly identified as malpractice. This research aimed to analyze legal protection on victim of malpractice in health care in Banyumas Regency and to analyze medical treatment that can be classified as criminal act of malpractice. The method used in this research is juridical sociologic with descriptive research specification. This resarch is conducted in Public Hospital (Rumah Sakit Umum) in Banyumas, Police Resort Banyumas, and IDI Banyumas. Data collected by reviewing literatures and interviewing sources. Data then presented as matrix table, sistematic, logical, and rational explanation. Qualitative descriptive method is used in this research to analyze the problem. Based on the result and discussion, it is known that legal protection on victim of malpractice incluedes both preventive and repressive approach of legal protection. Malpractice crime includes subjective and objective elements. Keywords Malpractice, Patient, Medical Profession, Legal Proctection. | |
| 12187 | 5194 | D1E009231 | PENGARUH LAMA PEREBUSAN DAN BERAT BEBAN PENGEPRES PADA PROSES PEMBUATAN TAHU SUSU EKSTRAK NANAS TERHADAP KEKENYALAN DAN KESUKAAN | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 – 23 Februari 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perebusan dan berat beban pengepres terhadap kekenyalan dan kesukaan.Materi penelitian yang digunakan berupa susu layu 8 jam sebanyak 45 liter dan ekstrak nanas matang sebanyak 1,350 liter. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)pola faktorial 3x3x3, faktor pertama adalah lama perebusan (t_1=15 menit, t_2=30 menit,t_3=45 menit) dan faktor kedua adalah berat beban pengepres (W_1=300 gram,W_2=600 gram,W_3=900 gram). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur.Hasil penelitian menunjukan bahwa lama perebusan, berat beban pengepres dan interaksi antara lama perbusan dengan berat beban pengepres berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekenyalan tahu susu. Perlakuan berat beban pengepres berpengaruh tidak nyata terhadap kesukaan tahu susu, sedang lama perebusan dan interaksi antara lama perebusan dengan berat beban pengepres masing-masing berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap kesukaan tahu susu (P<0,05). Berdasarkan Uji Beda Nyata Jujur diketahui lama perebusan 45 menit dengan berat beban pengepres 300 gram menghasilkan kesukaan tertinggi. Kesimpulan : lama perebusan sampai 45 menit dan berat beban pengepres 300 gram menghasilkan tahu susu paling disukai tetapi kekenyalannya relatif sama. | The Experiment was conducted from February, 15th until 23rd 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The purpose of the research were to investigate the effect of boiling time and effect of load weight on elasticity and preference of milk tofu.Fourty five litters of milk has stored for 8 hours and 1,35 liters of ripe pineapple extract was used in this research. The research was done experimentally using Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern 3x3x3. First factor were boiling times (t_1 = 15 minutes, t_2 = 30 minutes, t_3 = 45 minutes) and second factor were the weight of the load (W_1 = 300 grams, W_2 = 600 grams, W_3 = 900 grams). Data were analyzed using analysis of variance and continued with Honestly Significant Difference (HSD) test.The results showed that boiling time, load weight and interaction boiling time with load weight have not significant (P>0,05) effect on elasticity of milk tofu.Load weight have not significant on preference of milk tofu,boiling times andinteraction boiling time and load weight havehighly significant and significant on preference of milk tofu (P<0,05), respectively. Based on Honestly Significant Difference test showed that boiling time 45 minutes with load weight of 300 grams have the highest preference. The conclusion : boiling time up to 45 minutes and load weights 300 grams at milk tofu making, will get milk tofu that the highest preference but its elasticity similar. | |
| 12188 | 5154 | H1H008007 | DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA BAWAL AIR TAWAR ( COLOSSOMA MACROPOMUM) DENGAN TEMPERATUR DAN DOSIS METHYLENE BULE BERBEDA | ABSTRAK Penelitian ini berjudul Daya Tetas Telur Dan Sintasan Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) Dengan Temperatur Dan Dosis Methylene Blue Berbeda.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Temperatur dan methylene blue serta dosis yang terbaik terhadap daya tetas telur dan sintasan pada ikan Bawal air tawar (Colossoma macropomum). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan dasar berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3x3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah Temperatur (27, 29, dan 31 0C) dan faktor yang kedua adalah pemberian methylene blue dengan dosis berbeda (0, 1,5 dan 3 ppm). Hasil persentase daya tetas telur berkisar antara 53-93%, sedangkan hasil persentase sintasan larva Bawal air tawar berkisar antara 61,3–70,8%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan temperatur dan pemberian methylene blue berpengaruh terhadap daya tetas telur ikan Bawal air tawar, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap sintasan larva ikan Bawal air tawar (Colossoma macropomum).Perlakuan yang terbaik untuk daya tetas telur ikan Bawal air tawar yaitu pada pemberian temperatur 31 0C dan dosis methylene blue 3 ppm yaitu 93,3+6,041%, sedangkan perlakuan temperatur dan pemberian methylene blue untuk sintasan larva Bawal air tawar sudah memenuhi persyaratan. Kata kunci : temperatur; C16H18ClN3S ; sintasan; penetasan; bawal | ABSTRACT A study, entitled Egg hatchability And Survival of Colossoma macropomum with Different Temperatures and Methylene Blue doses, was to determine the effect of temperature and methylene blue, as well as the best dosage on egg hatchability and survival rate of Colossoma macropomum. An experimental method used completely randomized design with factorial 3x3 treatments in triplicates. The first factor was temperature (27, 29, and 31 0C) and the second factor was different doses of methylene blue with (0, 1.5 and 3 ppm). The result of hatchability percentage of eggs between 53-93%, while larval survival percentage of Colossoma macropomum between 61.3–70.8%. Temperature and methylene blue affected hatchability of eggs, but did not affect survival rate of Colossoma macropomum larvae. The best hatchability of Colossoma macropomum was under 31 0C and 3 ppm of methylene blue (93.3+6.041%), while the temperature treatment and methylene blue to larval survival were appropriate for Colossoma macropomum. Keyword : temperature; C16H18ClN3S; survival; hatching; Red-belly Pacu. | |
| 12189 | 5155 | F1A008042 | POTRET KEBERADAAN PEDAGANG KULINER DI AREA PARKIR TAMAN MAKAM PAHLAWAN KELURAHAN TANJUNG, KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | Pedagang kuliner di area parkir Taman Makam Pahlawan Tanjung adalah pedagang kuliner yang berjualan di area parkir Taman Makam Pahlawan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerrto Selatan dan hanya berjualan pada hari Minggu saja. Melihat semakin besarnya kebutuhan konsumsi masyarakat perkotaan memunculkan usaha berlomba untuk membuat suatu usaha kuliner demi meraih keuntungan dan kesejahteraan hidup. Potret pedagang kuliner di area parkir Taman Makam Pahlawan Tanjung merupakan sekian banyak pelaku usaha kuliner yang ada di Kota Purwokerto sehingga dibutuhkan strategi agar tetap eksis ditengah maraknya bisnis kuliner yang ada di Kota Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret keberadaan pedagang kuliner di area parkir Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan serta untuk mengetahui strategi eksistensi pedagang kuliner di area parkir Taman Makam Pahlawan Tanjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui hasil wawancara, dan observasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk teknik validitas data peneliti menggunakan cara triangulasi sumber, sedangkan untuk kajian analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa potret keberadaan pedagang kuliner di area parkir Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung dilatarbelakangi oleh perintah Kepala Desa Tanjung untuk tetap meneruskan usaha kuliner makanan tradisional hasil dari lomba grebeg panganan tradisional yang diadakan oleh Kecamatan Purwokerto Selatan. Pedagang kuliner yang ada di area parkir TMP sebagian besar adalah kumpulan ibu-ibu PKK. Ada 15-16 pedagang yang berjualan setiap Minggu pagi. Eksistensi keberadaan pedagang kuliner TMP dari tahun 2010 hingga saat ini tentunya memiliki strategi agar dapat bertahan ditengah maraknya bisnis kuliner lainnya. Bentuk strategi eksistensi para pedagang kuliner TMP bermacam-macam antara lain, menjaga kepercayaan pelanggan, mengikuti perkembangan pasar, menjaga mutu yang baik, menjaga kebersihan lokasi berjualan, serta menjaga silahturahmi dan kekeluargaan. Implikasi yang diambil penulis yaitu perlu adanya peningkatan kualitas penataan tempat yang lebih tertata rapi lagi agar lebih menarik konsumen baru dan lebih mengenalkan tentang keberadaan pedagang kuliner di area parkir TMP. Kekompakan terus dijaga agar rasa kekeluargaan dan silahturahmi antar pedagang tetap terjaga dan langgeng. Pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat mengambil contoh dari kecamatan Purwokerto Selatan yang mampu mengoptimalkan kumpulan ibu-ibu PKK menjadi lebih bermanfaat dengan berwirausaha mandiri. | Culinary merchants in the parking area is the Taman Makam Pahlawan (TMP) culinary vendors who sell at the parking area of TMP, South Purwokerto District and only sell on Sundays only. Seeing the growing consumption needs of the urban community effort led to a race to make a culinary business for profit and welfare. Portrait of culinary merchants in the parking area of TMP is the many culinary businesses in the city of Purwokerto that required strategy that still exist amid rampant culinary business in the city of Purwokerto. This study aims to determine the existence of traders culinary portrait at the TMP parking area, Tanjung, South Purwokerto district as well as to determine the existence of the strategy of a culinary merchants in the parking area of TMP. The method used is descriptive qualitative method, while the informant sampling technique using purposive sampling technique. Sources of data in this study that there are two sources of primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews, and observation. Secondary data is data obtained from the literature related to this study. For the validity of the techniques researchers use the triangulation of data sources, while for the study of data analysis using interactive analysis. The results showed that the presence of traders culinary portrait in the parking area of the Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung is motivated by the Tanjung village chief orders to proceed with the business of traditional culinary food comestible grebeg panganan tradisional held by the Southern District of Purwokerto. Culinary merchants in the parking area is a collection of mostly TMP PKK. There are 15-16 vendors selling every Sunday morning. The existence of adsorbed TMP culinary traders from 2010 to the present course has a strategy in order to survive amid rampant other culinary business. Forms traders culinary existence strategy TMP assortment among others, maintain customer trust, follow market developments, maintaining a good quality, maintaining the cleanliness of selling, and maintaining friendship and kinship. Implications are drawn writer is a need to increase the quality of structuring a more organized again to make it more attractive to new customers and introduce more of culinary merchants in the presence of TMP parking area. Compactness maintained that sense of family and friendship among traders stay awake and lasting. Government and relevant parties can take an example from South Purwokerto district that is able to optimize the collection of PKK becomes more useful with independent entrepreneurship. | |
| 12190 | 5156 | F1B007075 | IMPLEMENTASI SERTIFIKASI GURU DALAM PADA UPTD KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN | Indonesia merupakan Negara yang memiliki sumber daya alam melimpah. Hal tersebut jelas merupakan modal yang sangat penting dalam rangka mensejahterakan seluruh rakyatnya. Kenyataan sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi pula oleh sumber daya manusianya yang baik dan berkualitas. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan program yang konkrit dari pemerintah. Fokus pembangunan bidang pendidikan agar kualitas pendidikan lebih baik merupakan salah satu langkah konkrit dari pemerintah. Kebijakan dari pemerintah berupa program sertifikasi bagi guru dan dosen. Sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik yaitu guru dan dosen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Sasaran penelitiannya adalah seluruh guru Sekolah Dasar yang mengikuti sertifikasi, dan pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru. Untuk teknik pemilihan informan menggunakan Purposive Sampling. Metode pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Milles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sesuai ketiga aspek penelitian yaitu program, organisasi pelaksana dan sasaran program, implementasi program sertifikasi guru secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, manfaat sertifikasi pun sudah dirasakan oleh guru yang telah di sertifikasi dan mendapatkan sertifikat sebagai guru yang profesional. Namun masih perlu adanya beberapa perbaikan, dalam proses sosialisasi program agar lebih jelas dan menyeluruh, karena pada pelaksanaanya masih ada guru yang merasa kebingungan mengenai program sertifikasi perihal persyaratan dan prosedurnya. Kata Kunci : Implementasi, Sertifikasi Guru | Indonesia is a country with abundant natural resources. This very important asset must be balance by good and high quality human resources so it can be significantly be used to prosper its society. A concrete government program is needed to bring it into reality. One of the concrete steps is development in education sector that government makes a certification program for teachers and lecturers. Certification aims to improve the education quality and also pays attention to the welfare of teachers and lecturers. The research method used in this research is descriptive qualitative and is conducted to all elementary school teachers who follow the certification, and the parties involved in the implementation of teacher certification using purposive sampling. Methods for collecting data through interviews, observation, and documentation. The analysis model used is interactive analysis model of Milles and Huberman. The study result showed that according to the program, implementing organization, and target of the program, teacher certification program has been running well, the benefits also been felt by teachers who have been certified and are certified as professional teachers. But there is still the need for some improvement in the process of socialization of the program to make it clearer and thorough, because there are still some teachers who feel confused about the requirements and procedures of certification program. Keywords: Implementation, Teacher Certification | |
| 12191 | 5157 | F1C009063 | ASERTIVITAS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA BATIH PADA RELASI ROMANTIK PRA PERKAWINAN BEDA AGAMA ISLAM-KATOLIK | Fenomena tentang relasi romantik beda agama masih banyak dijumpai di Indonesia, khususnya Islam dan Katolik. Masalah perbedaan agama dalam suatu hubungan merupakan masalah yang krusial di Indonesia, hal ini dikarenakan masyarakatnya berorientasi kolektif yaitu dominansi peranan orang tua sangat besar dalam menentukan pasangan untuk anaknya. Relasi romantik beda agama mempunyai potensi konflik, hal ini dilihat dari adanya larangan perkawinan beda agama dari segi hukum dan agama. Penolakan orang tua sering dijumpai oleh mereka yang menjalin relasi romantik beda agama. Dengan mengambil judul “Asertivitas Komunikasi Dalam Keluarga Batih Pada Relasi Romantik Pra Perkawinan Beda Agama Islam-Katolik”, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asertivitas komunikasi yang dilakukan pasangan relasi romantik beda agama Islam-Katolik kepada keluarganya untuk mengkomunikasikan keseriusan hubungan mereka ke jenjang perkawinan. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan ragam penelitian fenomenologis, maka subjek dalam penelitian ini melibatkan pasangan pacaran beda agama Islam-katolik, dengan teknik pemilih subjek menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa asertivitas komunikasi pasangan beda agama kepada orang tuanya dapat dilihat melalui motif dan bentuk asertivitasnya. Motif yang mendorong mereka untuk bersikap asertif kepada orang tuanya, terdiri dari because motive dan in order motive. Because motive yang berarti merujuk pada masa lalu adalah karena perasaan dekat dengan orang tua, sedangkan in order motive yang merujuk pada masa depan dapat dilihat dari keinginan mereka untuk serius dalam menjalani hubungan dan keinginan untuk mendapatkan restu dari orang tua. Selain itu dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa bentuk asertivitas yang dilakukan pasangan beda agama yaitu dengan inisiasi, diskusi, dan persuasif. | Phenomenon of interfaith romantic relationships is often found in Indonesia, Islam and Catholic in particular. Religious differences in a relationship is a crucial problem in Indonesia, which collectively oriented society, that the domination of parents roles play a big role in determining the pair of their son. Interfaith romantic relationships have a potential conflict, it is seen from the prohibition of interfaith marriage in terms of law and religion, in this case Islam and Catholic. Refusal of parents or next of kin is often encountered by those who establish interfaith romantic relationships. By taking the title of "Communication Assertiveness In Nuclear Family On Interfaith Premarital Romantic Relationship Islam-Catholic", the aim of this study was to understand the communication assertiveness that interfaith romantic relationships Islam-Catholic couples do to their family to communicate the seriousness of their relationship to marriage level. By using qualitative methods with a variety of phenomenological research, the subjects in this study involving interfaith dating couples Islamic-Catholic, with voters technique using purposive sampling subjects. The results showed that interfaith couples communication assertiveness to their parents can be seen through the motives and forms of assertiveness. Motives that encourage them to be assertive to his parents, consisting of “Because motive” and “in order motive”. “Because motive” which means referring to the past is because of a feeling close to parents, whereas in “order motive” that refer to the future can be seen from their willingness to undergo a serious relationship and wants to get their approval from their parents. In addition, from the results of the study also found that the form of assertiveness that interfaith couples conducted is the initiation, discussion, and persuasive. | |
| 12192 | 5158 | A1C009029 | EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI UBI KAYU DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karanglewas. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani ubi kayu di Kecamatan Karanglewas, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi ubi kayu di Kecamatan Karanglewas, mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani ubi kayu di Kecamatan Karanglewas. Pemilihan responden dilakukan dengan metode sensus petani ubi kayu monokultur sebanyak 43 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb Douglas serta analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Faktor produksi yang diteliti adalah luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk ponska, pupuk kandang dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani ubi kayu di Kecamatan Karanglewas adalah Rp28.963.720,93 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp16.643.741,42, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp12.319.979,51. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada usahatani ubi kayu di Kecamatan Karanglewas adalah luas lahan dan pupuk ponska. Sedangkan faktor produksi pupuk urea, pupuk kandang dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap usahatani ubi kayu. Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukan bahwa penggunaan luas lahan, dan pupuk ponska belum efisien. | This research was held in Karanglewas District. The purpose of this research was: discover the cost that spent and the income that farmers got in Karanglewas district, disvover the impact of the usage of production factor to cassava production in Karanglewas district, discover the efficiency of the usage of production factor at cassava Agricultural business in Karanglewas District. The selection of the respondents was done by census method of farmer of monoculture cassava as much as 43 respondents. The analytics method that used are analysis of cost and gain, analysis Cobb Douglas Production Function and also analysis usage of production factor. Production Factor that analyzed areland area, seeds, urea fertilizer ponska fertilizer, kandang fertilizer and worker. The result of the research shows that the gain for each hectare farmers in karanglewas district is Rp16.643.741,42 so the profit that can be gained about Rp12.319.979,51. Production factor that influence to ubikayu agricultural business in Karanglewas district was the broad of land area and ponska fertilizer. But for urea fertilizer, kandang fertilizer and worker didn’t affect the ubikayu agricultural business. Analysis of the usage of production factor shows that usage of board of field, and ponska fertilizerhaven’t efficient | |
| 12193 | 5159 | A1C009004 | Evaluasi Penentuan Harga Jual Sirup Dan Fresh drink Jeruk Nipis Pada CV Mustika Flamboyant di Kuningan-Jawa Barat | Pengolahan jeruk nipis menjadi sirup dan fresh drink jeruk nipis tidak hanya menyangkut produksi pengolahannya tetapi juga menyangkut penjualannya, salah satunya adalah penetapan harga jual produk. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan antara harga jual masing-masing produk yang diterapkan perusahaan dengan harga jual menurut metode cost plus pricing(pendekatan full costing) dan perbedaan keuntungan yang diperoleh perusahaan berdasarkan penetapan harga jual perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh berdasarkan penetapan harga jual menurut metode cost plus pricing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus.Alat analisis yang digunakan adalah analisis penentuan harga jual menggunakan pendekatan full costing dan laporan rugi laba menurut pendekatan full costing.Hasil penelitian menunjukkan harga yang diterapkan oleh perusahaan untuk sirup dan fresh drink jeruk nipis lebih rendah yaitu sebesar Rp13.500,00 dan Rp3000,00 dibanding dengan harga jual rata-rata yang ditetapkan menurut metode cost plus pricingyaitu sebesar Rp13.798,53 dan Rp3.167,53. Keuntungan yang diperoleh perusahaan berdasarkan harga jual perusahaan sebesar Rp205.138.713,00 dan berdasarkan harga jual menurut metodecost plus pricingsebesar Rp274.407.636,00. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam menetapkan harga jual agar perusahaan dapat menutup biaya yang dikeluarkan serta mendapatkan keuntungan yang diharapkan. | The processing of lime to syrup and lime fresh drink is not only concern in its processing production but also concern in its selling, one of them is the determination of product’s selling price. This research was held in order to find the difference between selling price in each product which was applied by the company in the selling price of each product according to cost plus pricing method (full costing approach) and the difference of benefit which was gotten by the company according to the determination of company’s selling price with the benefit which was gotten according to the determination of selling price by cost plus pricing method. The method of research that used is case study method. The analysis tool that used is a selling price determination analysis using full costing approach and loss profit report by full costing approach. The result of research show that the price which was applied by company for syrup and lime fresh drink product are lower in the amount of Rp13,500.00 and Rp3,0000.00 compared with the average selling price that determined by cost plus pricing in the amount of Rp13,798.53 and Rp3,167.53. The benefit which was gotten by the company according to the company selling price in the amount of Rp205,138,713.00 and according the selling price by cost plus pricing method in the amount of Rp274,407,636.00. The expextation of the research’s result is could be a reference for the company to deciding product’s selling price in order it can solve the cost that has been paid and also to reach the expected profit. | |
| 12194 | 5160 | A1C009054 | SUMBANGAN KELOMPOK WANITA TANI SUMBER REJEKI TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA DI DESA DAWUHAN KULON KECAMATAN KEDUNGBANTENG | Banyaknya masyarakat miskin di pedesaan membuat Pemerintah Kabupaten Banyumas memikirkan cara untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Banyumas, salah satunya dengan mengadakan program ketahanan pagan seperti P2KP dan Desa Mandiri Pangan yang dilaksanakan di Desa Dawuhan Kulon.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui mekanisme program ketahanan pangan di Desa Dawuhan Kulon Kecamatan Kedungbanteng.2)Mengetahuialokasi konsumsi rumah tangga anggota P2KP sebelum dan sesudah mengikuti kelompok P2KP. 3) Menghitung kontribusi pendapatan usahatani pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga.Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Sensus dan responden yang diteliti sebanyak 18 responden.Peran pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Desa Dawuhan Kulon adalah dengan mengadakan program ketahanan pangan seperti Desa Mandiri Pangan dan P2KP. Pelaksanaan program P2KP dilakukan melalui kegiatan usahatani sayuran, perikanan dan peternakan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki.Hasil penelitian menunjukan terdapat perubahan pola konsumsi rumah tangga sebelum dan sesudah mengikuti P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) dengan penghematan sebesar Rp636.516,00. Tidak terdapat perubahan pola konsumsi untuk konsumsi karbohidrat dan mineral sementara terdapat perubahan pola konsumsi untuk konsumsi protein dengan penghematan sebesar Rp14.700,00, konsumsi lemak dengan penghematan sebesar Rp26.250,00 dan konsumsi vitamin dengan penghematan sebesar Rp595.066,00. Kontribusi pendapatan usahatani sayuran terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 1,365 persen, kontribusi pendapatan usahatani ikan terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 1,47 persen, kontribusi pendapatan usahatani ternak terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 2,92 persen. | The many of poor people inrural areas make Banyumas regency government thinking of ways to reduce poverty in Banyumas regency, one of them with programs like P2KP food resistance and village food security held in the Village Dawuhan Kulon. This research aimed to1) determine the mechanism of food security programs in the Village District Dawuhan Kulon Kedungbanteng. 2) To known house hold consumption P2KP members before and after participating in the group P2KP. 3) Calculate the contribution offarm income on income family. Method home study is a survey. The sampling method use dis the census and the respondents survey are 18 responden. Role of government to achieve food security in the rural west Dawuhan is to provide food security program like village food security and P2KP. P2KP programs implementation activities under taken by vegetable farming, fisheries, and livestock is implementation group of women Sumber Rejeki. The research revealed that there is a change in household consumption patterns before and after participating in P2KP(Accelerated Food Consumption Diversification) with savings of Rp636 516,00. There is no change in the consumption pattern for the consumption of carbohydrates and minerals while there is a change in consumption patterns for protein consumption with savings amounting to Rp14,700,00 fat consumption with savings amounting to Rp26,250,00 and vitamin consumption with savings of Rp595 066,00. Vegetable farm income contributed to the house hold income amounted to1.365 percen, the contribution of fish farming incom eon house hold income by 1.47 percen, the contribution of live stock farming income on household income by2.92 percen. | |
| 12195 | 5161 | F1B008082 | IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM (Studi Tentang Pengelolaan Retribusi Parkir di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini memfokuskan pada Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 19 tahun 2011 Tentang Jasa Umum (Studi tentang pengelolaan retribusi parkir di Kabupaten Banyumas). Implementasi Perda tersebut mengenai pengelolaan retribusi parkir di Kabupaten Banyumas menggunakan model implementasi dari David C. Korten yaitu dengan model kesesuaian implementasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. peneliti cenderung memilih informan untuk tujuan tertentu yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui permasalahannya secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif dengan model analisis interaktif. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan dari hasil penelitian dan temuan-temuan dilapangan terkait Pelaksanaan Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum (Studi tentang pengelolaan retribusi parkir di Kabupaten Banyumas) dikatakan belum maksimal. Walaupunterkait proses pencapaian target retribusi parkir dikatakan berhasil dengan target PAD retribusi parkir itu pada tahun 2012 Rp.900.000.000,- dan terealisasikan sekitar Rp. 1.130.964.770.Akan tetapi dalam proses pencapaian terkait dengan pengelolaannya tersebut Dinhubkominfo Kabupaten Banyumas memberatkan pihak-pihak tertentu dalam pencapaian tujuan dari kebijakannya tersebut sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 19 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum terkait dengan pengelolaan retribusi parkir di Kabupaten Banyumas. Kata kunci : Implementasi, Perda No.19 tahun 2011, Pengelolaan retribusi parkir. | This research focuses on the implementation of Banyumas Regency Regulation No. 19 of 2011 about the Public Service (The study about on the management of the parking levy in Banyumas). The implementation of this parking fees management regulation in Banyumas Regency uses the implementation model of David C. Korten, the implementation suitability model. The method used in this research is descriptive qualitative research method. Descriptive qualitative research method is a problem solving process which is investigated by depicting or describing the state of the subject or object of the research. Informant selection technique used is purposive sampling. The researchers tend to choose informants for specific purposes that are considered know and can be trusted to be a steady source of data and deeply understand the matter. The Data collection techniques include interviews, observation, documentation. Data analysis techniques used in this study is qualitative data analysis with interactive model. The conclusions obtained in this research, researchers made conclusions from the results of the research and findings in the field Implementation. The implementation of Banyumas Regency Regulation No. 19 Year 2011 about Public Service Levies (The study about the management of parking fees in Banyumas) is said that it has not been managed maximally.Although the target achievement process of parking levy was successful, with the parking levy PAD target was Rp.900.000.000, - in 2012 and it could realize about Rp. 1.130.964.770.But the management of the achievement process of Dinhubkominfo Banyumas burdens other parties in achieving the objectives of the policy according Banyumas Regency Regulation No. 19 of 2011 on Public Service Levies associated with managing parking in Banyumas. Keywords: Implementation, Regulation No.19 of 2011, The management of parking levy. | |
| 12196 | 4960 | H1A007046 | Penurunan Kadar Metilen Biru pada Limbah Batik Menggunakan Sistem UV/Fe2O3 | Telah dilakukan penelitian tentang penurunan kadar zat warna metilen biru pada limbah cair batik menggunakan metode proses oksidasi lanjut (Advanced Oxidation Processes). Dalam penelitian ini dilakukan beberapa sistem uji yang meliputi radiasi UV, Fe2O3 dan UV/Fe2O3. Perlakuan meliputi pengaruh variasi waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh radiasi UV pada penurunan kadar zat warna metilen biru memberikan persentase sebesar 5,9% Penurunan kadar zat warna metilen biru dengan pengaruh Fe2O3 diperoleh sebesar 54,26% sedangkan pengaruh UV/Fe2O3 diperoleh sebesar 56,82%. | The effectivenes of several methods of advanced oxidation processes (AOP), i.e. ultraviolet (UV) irradiation, ferric oxide (Fe2O3), UV in combination with ferric oxide (UV/Fe2O3) for the degradation of methylene blue in batik waste-water. The treatment includes the effect of contact time variationsand. The results showed UV irradiation of mehylene blue decrease persentage respectively is 5,9%, percentage of degradation mehylene with ferric oxide (Fe2O3) respectively 54,26% and system UV/Fe2O3 decrease persentage respectively 56,82% . | |
| 12197 | 5162 | D1E009092 | PENGGUNAAN PAKAN FUNGSIONAL MENGANDUNG OMEGA-3, PROBIOTIK DAN ISOLAT ANIHISTAMIN N3 TERHADAP VISKOSITAS DAN HAUGH UNIT TELUR AYAM KAMPUNG | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan fungsional terhadap viskositas dan Haugh Unit telur ayam kampung. Materi yang digunakan adalah ayam kampung umur 18 minggu sebanyak 60 ekor dan ransum menggunakan pakan fungsional yang mengandung omega-3, probiotik dan isolat antihistamin N3. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pakan fungsional dengan perlakuan R0 (tanpa pakan fungsional), R1 (penggunaan pakan fungsional 2,5%), R2 (penggunaan pakan fungsional 5%), R3 (penggunaan pakan fungsional 7,5%) dan setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Peubah yang dicatat dan diamati adalah Viskositas dan Haugh Unit tellur ayam kampung. Data di analisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap viskositas dan Haugh Unit telur ayam kampung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan pakan fungsional mengandung omega-3, probiotik dan isolat antihistamin N3 dapat digunakan sebagai pakan ayam kampung dengan tidak mempengaruhi viskositas dan haugh unit telur ayam kampung. | The objectives of this research were to determine the effect of the use of functional feed in the ration on the viscosity and Haugh Unit of chicken eggs. The materials used were 60 chicken at age of 18 weeks and rations using functional feed that contains omega-3, probiotics and antihistamines isolates N3. The study was conducted using experimental methods in vivo and using completely randomized design (CRD). Treatments which tested were the use of functional feed with treatment R0 (no functional feed), R1 (use of functional feed 2,5%), R2 (use of functional feed 5%), R3 (use of functional feed 7.5%) and each treatment was repeated five times. Each repetition consisted of 3 chicken. The variable measured were viscosity and Haugh Unit of chicken eggs. Data were analyzed using analysis of variance followed orthogonal polynomials testing. Results of analysis of variance showed that the use of functional feed in the ration did not affect significantly (P> 0.05) on viscosity and Haugh Unit of chicken eggs. The conclusion of this study is the use of functional feed containing omega-3, probiotics and isolates N3 antihistamines can be used as chicken feed with no effect on viscosity and Haugh units of chicken eggs. | |
| 12198 | 5165 | F1A008077 | Makna Tradisi Rangkaian Upacara Kematian (Sedhekahan) Bagi Masyarakat Desa Pangempon Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga | Penelitian berjudul “Makna Tradisi Rangkaian Upacara Kematian (sedhekahan) Bagi Masyarakat Desa Pangempon Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga” bertujuan untuk mengetahui makna dari tradisi ini bagi masyarakat, kemudian mengetahui sikap masyarakat terhadap tradisi ini, dan mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat tetap menjunjung tinggi tradisi ini meskipun sebagian masyarakat memiliki keterbatasan secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini yaitu tokoh masyarakat seperti sesepuh, budayawan, dan warga masyarakat Desa Pangempon. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan dan observasi. Metode yang digunakan melalui pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ini memiliki makna-makna di dalam keseluruhan prosesinya yaitu sebagai penghormatan kepada almarhum, sebagai keselamatan bagi almarhum maupun bagi kita semua yang mendoakan, dan sebagai pengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian. Masyarakat hingga saat ini masih menjunjung tinggi tradisi ini dengan keterbatasan ekonomi. Masyarakat desa ini mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sedangkan penyelenggaraan tradisi ini membutuhkan biaya yang cukup banyak. Masyarakat menyikapinya dengan mengandalkan bantuan/pinjaman dari tetangga karena sistem kekerabatan antar warga desa ini sangat erat. Tradisi sedhekahan tetap dipertahankan karena warga merasa dosa jika tidak memperingatinya, adanya perbedaan derajat antara manusia dengan hewan maka kematian manusia tidak bisa disamakan dengan hewan yang hanya dikuburkan saja, kemudian adanya istilah Jawa “njunjung dhuwur mandhem jero” yang artinya harus menjaga dengan baik amanat nenek moyang. Harus ada suatu pemahaman yang mendalam tentang Islam, bahwa Islam sebenarnya tidak mengajarkan adanya sedhekahan. Namun karena telah melekat sebagai tradisi maka sebaiknya dilaksanakan saja tetapi dihilangkan unsur-unsur dari tradisi Hindu seperti pembakaran kemenyan, air bunga, dan juga sesaji. Tradisi ini pun dapat diselenggarakan dengan cara yang sederhana tanpa mengurangi makna sebenarnya dari tradisi ini. Sehingga tidak menjadi suatu beban lagi bagi warga yang terkena musibah. | The study entitled "The Meaning of Death Tradition ritual Series (sedhekahan) For Rural Community Pangempon Sub District Kejobong Purbalingga Regency" aims to find out the meaning of the tradition for the community, then find out how the community in addressing this tradition, and knowing the factors which are the background of the community who still uphold the tradition even though some communities are difficult to do it because of their low economy. This research uses descriptive qualitative research methods. The target of this research that is of public figures such as elders, humanist, and the people of Pangempon village community. Data obtained through interviews with informants and observations. The method used is by taking sampling as in purposive sampling. Analysis technique used is interactive analysis model. The results of this study concluded that the tradition has meanings in whole procession. Community still uphold this tradition with economic limitations. Most of this rural communities lives as farmers, whereas the maintenance of this tradition requires substantial costs. They try so hard to hold this tradition, so they ask for help from their neighbour as they have a very good neighbourhood relation. This tradition is a cultural inheritance from their ancestors who must be cared for and preserved, especially the Pangempon village community itself because the intent and purpose of this tradition merely for goodness. But the arrangement of the tradition should be adapted to the economic conditions of each citizen. Actually this ceremony can be simply held without reducing the actual meaning of this tradition. | |
| 12199 | 5166 | C1B008059 | Analisis Pengaruh Keadilan Organisasional Terhadap Kinerja Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyumas | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang berjudul “Analisis Pengaruh Keadilan Organisasional Terhadap Kinerja Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan PDAM Banyumas. Jumlah sampel yang digunakan adalah 62 responden dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan metode proportionate random sampling. Subyek penelitian ini adalah karyawan PDAM Banyumas. Obyek penelitian yang digunakan adalah keadilan distributif, keadilan prosedural, kinerja, dan kepuasan kerja. Dengan menggunakan analisis regresi berganda, analisis regresi sederhana, dan analisis regresi multivariate, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadilan distributif tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja sedangkan keadilan prosedural berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, keadilan distributif dan keadilan prosedural berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, kepuasan kerja berpengaruh secara parsial dalam memediasi pengaruh antara keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap kinerja, serta keadilan distributif mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah perusahaan harus senantiasa menjamin terciptanya keadilan distributif dan keadilan prosedural bagi semua karyawannya demi peningkatan kinerja mereka. Selain itu pimpinan juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya kepuasan kerja karyawan yang berkaitan dengan keadilan distributif dan keadilan prosedural , antara lain memberikan gaji atau upah yang adil sesuai dengan kontribusi dan prestasi karyawan terhadap perusahaan dan memastikan kebijakan-kebijakan yang diperuntukan bagi karyawan senantiasa dirasa adil oleh mereka. Seperti peraturan jam kerja, waktu istirahat, keamanan dan peralatan kerja, kualitas supervisi, dan sistem penggajian. | This study is a descriptive study using survey method entitled "The Analyze of Organizational Justice Effect On Performance with Job Satisfaction as Mediating Variables In The employees of PDAM Banyumas". The purpose of this study is to analyze the influence of distributive justice and procedural justice on performance with job satisfaction as a mediating variable in the employees of PDAM Banyumas. The number of samples used were 62 respondents to the sample collection technique using proportional random sampling method. The subjects of this study were employees of PDAM Banyumas. The object of research were distributive justice, procedural justice, performance, and job satisfaction. By using multiple regression analysis, regression analysis, multivariate regression analysis, the results of this study indicate that distributive justice didn’t have a positive and significant impact on performance but procedural justice has a positive and significant impact on performance, distributive justice and procedural justice has a positive and significant impact on performance, job satisfaction has a positive and significant impact on performance, job satisfaction partially influential in mediating effects between distributive justice and procedural justice on performance, and distributive justice has the biggest influence on performance. The implications of these conclusions are the company must ensure distributive justice and procedural justice for all employees, in order to improve their performance. Beside that, the leader also need to pay attention to the factors that can influence job satisfaction, related to distributive justice and procedural justice. Such as provide fair wages or salaries to the employees as their contribution and achievement, ensure the policies which intended for employees always considered fair by them. Such as the regulation of working hours, time off, job security and equipment, quality of supervision, and payroll systems. | |
| 12200 | 5168 | F1A009033 | SLEEP TEXTING DI KALANGAN REMAJA DI PURWOKERTO | Ketergantungan terhadap penggunaan handphone menimbulkan berbagai efek, salah satunya adalah sleep texting. Sleep texting merupakan kecenderungan akibat “kegemaran” seseorang terhadap penggunaan handphone sehingga ia akan membawa dan bahkan mendekap handphone ketika waktu istirahat hingga tidur. Tujuan penelitian ini adalah: untuk menggambarkan interaksi sosial dan gaya hidup remaja yang mengalami sleep texting di Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat eksploratif sedangkan yang menjadi sasarannya remaja di Purwokerto. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan handphone pada remaja mengakibatkan adanya perbedaan pada perilaku remaja yang dapat menimbulkan ketergantungan. Informan yang bergantung pada handphone akan menimbulkan sleep texting. Sleep texting terjadi karena informan tidak bisa mematikan handphone atau menjauhkan handphone dari dirinya. Informan merasa perlu untuk terus meletakkan handphone di sisinya saat tidur agar ia dapat mudah berkomunikasi dengan orang lain serta tidak merasa kesepian. Informan merasa aman dan nyaman asalkan mereka bisa terus berkirim pesan dengan orang lain pada saat menjelang tidur meskipun bukan pesan yang penting. Remaja secara tidak sadar menjadi konsumtif dari segi uang dan waktu. Interaksi melalui handphone dapat mempermudah hubungan jarak jauh. Akan tetapi, penggunaan handphone tidak selamanya selalu membantu hubungan interaksi dengan orang lain. Interaksi melalui handphone dapat menyebabkan salah paham dan salah dalam memaknai isi pesan. Kesalahpahaman seperti ini yang biasanya menimbulkan masalah bagi kedua belah pihak seperti marah atau merasa jengkel. Kesimpulan dari penelitian ini, sleep texting adalah akibat ketergantungan remaja terhadap penggunaan handphone. Sleep texting merupakan “penyakit sosial” yang timbul karena rasa ketergantungan terhadap handphone. Remaja yang tidak memegang handphone akan merasa kesepian karena handphone sudah seperti bagian dari hidupnya. | Dependence on the use of cell phones cause a variety of effects, one of which is sleep texting. Sleep texting is a trend due to "craze" someone to use the phone so he would bring and even hugged breaks up the phone until sleep. The purpose of this study are: to describe social interaction and lifestyle of adolescents who experience sleep texting in Purwokerto. The method used in this study is a qualitative explorative while it addresses teens in Purwokerto. Results from this study is the use of mobile phones in adolescents results in disparities in adolescent behavior that can lead to dependence. Informants who rely on mobile phones will lead to sleep texting. Sleep texting occurs because the informant could not turn off the phone or move away the mobile phone from him/her. Informants need to put the phone on his/her side while sleeping so that they can easily communicate with other people and not feel lonely. Informants feel safe and comfortable as long as they can continue to send messages to others even at bedtime though not an important message. Teens are unconsciously being consumptive in terms of money and time. Interaction over the phone can facilitate long-distance relationship. However, the use of mobile phones is not always helps a relationship interactions with others. Interaction via mobile phones can cause misunderstanding and wrong in defining the contents of the message. Misunderstandings like this are usually pose a problem for both parties as angry or annoyed. The conclusion of this study, sleep texting is a effect of dependency due to the use of mobile phones. Sleep texting is a "social disease" which appear because of the dependence on mobile phones. Teens who do not hold the phone will feel lonely because mobile phones are such a part of his life. |