Artikelilmiahs

Menampilkan 11.841-11.860 dari 49.330 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
118414823G1A009007Perbandingan Kualitas Hidup Anak Epilepsi Terkontrol
dan Tidak Terkontrol di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Latar Belakang. Epilepsi merupakan penyakit kronik yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Saat ini penelitian untuk menilai kualitas hidup anak epilepsi masih terbatas. Epilepsi pada masa anak berhubungan dengan keterbatasan fisik, emosi, sosial dan prestasi yang rendah.
Tujuan penelitian. Mengetahui perbedaan tingkat kualitas hidup anak dengan epilepsi terkontrol dibanding epilepsi tidak terkontrol.
Metode penelitian. Jenis penelitian menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi potong lintang, pada responden berusia 5-18 tahun yang terdiagnosis epilepsi sejak tahun 2010. Seluruh responden merupakan anak yang yang datang di Poliklinik Anak dan Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel sebanyak 30 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran dilakukan dengan pengisian kuesioner PedsQL laporan anak secara langsung didampingi oleh orang tua. Uji normalitas dianalisis dengan Shapiro-Wilk. Uji beda dianalisis menggunakan independent t-test pada domain fisik, emosi dan sekolah, tetapi untuk domain sosial digunakan uji non parametrik Mann-Whitney.
Hasil. Tingkat kualitas hidup anak epilepsi dengan PedsQL menunjukkan nilai rata-rata kualitas hidup total anak epilepsi terkontrol 57,57 ± (2,07) dibandingkan tidak terkontrol 54,03 ± (1,24). Hanya fungsi emosi yang bermakna signifikan dengan rerata skor 56,66 ± (5,56) kelompok epilepsi terkontrol dan 49,66 ± (3,51) untuk kelompok epilepsi tidak terkontrol, nilai kemaknaan p < 0,05.
Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kelompok epilepsi terkontrol dan tidak terkontrol, anak dengan epilepsi terkontrol mempunyai tingkat kualitas hidup yang lebih baik dibanding anak epilepsi terkontrol.


Background. Epilepsy is a chronic disease that can affect the quality of life for children in the future. Currently a study to assess the quality of life of epileptic children is still limited. Epilepsy in childhood relate with physical limitations, emotional, social and low achievement.
Objective. Knowing the differences in the level quality of children's life with well-controlled than uncontrolled epileptic children.
Research methods: Types of research used observational analytic research with the approach cross-sectional study, the respondents aged 5-18 years who were diagnosed stricken epilepsy since 2010. All respondents are children who come at Children's Clinic and Nerve Hospital of Prof. Dr. Margono Soekarjo. The sampling technique used a total sample of 30 children based on inclusion and exclusion criteria. Measurements were performed with questionnaires PedsQL report of child directly accompanied by a parent. Independent t-test was used as an analytical statistic for physic, emotion, and education domain, but for the social one Mann-Whitney was choosed.
Results. The level quality of children's life with epilepsy PedsQL shows the average value of the total quality on well-controlled epileptic children 57.57 ± (2.07) than uncontrolled epileptic children 54.03 ± (1.24). Only a meaningful emotional functioning significantly with average score of 56.66 ± (5.56) with well-controlled epileptic group and 49.66 ± (3.51) for the uncontrolled epileptic children, significance value of P <0.05.
Conclusion. There is varying average well-controlled epileptic group and uncontrolled, well-controlled epileptic children had higher quality of life than uncontrolled epileptic children.

118424793C1C009035PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA BPR DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh loan to deposit ratio, sistem pengendalian internal dan ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja keuangan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 13 BPR di Eks. Karesidenan Banyumas dengan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan MRA (Moderated Regression Analysis) sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Loan to Deposit Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (2) Sistem pengendalian internal berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (3) Ketidakpastian lingkungan tidak memoderasi hubungan antara Loan to Deposit Ratio dan kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (4) Ketidakpastian lingkungan memoderasi hubungan antara sistem pengendalian internal dan kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas.
The purposes of this research was to find out the effect of loan to deposit ratio, internal control system and environment uncertainty of financial performance. The samples in this research were 13 BPR in Banyumas Ex-residence which was selected through simple random sampling. The analysis uses multiple linear regression and MRA (Moderated Regression Analysis). The results showed that (1) Loan to Deposit Ratio was not significantly affect the financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (2) internal control system significantly affects the financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (3) environment uncertainty was not moderate the relationship between Loan to Deposit Ratio and financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (4) environment uncertainty moderates the relationship between the internal control system and financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence.
118434791C1L009029THE INFLUENCE OF CORPORATE TAX REGULATION AMENDMENT AND TAX COMPLIANCE ON CORPORATE TAX REVENUE REALIZATION IN KPP PRATAMA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tarif pajak dan kepatuhan pajak terhadap realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Purwokerto menggunakan uji beda dan uji parsial. Hal ini dianalisis menggunakan regresi t-test dan uji t-berpasangan. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa pajak perubahan 28% tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak dan kepatuhan pajak sementara perubahan tarif 25% memberikan pengaruh. Kepatuhan pajak juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Purwokerto.
Implikasi untuk meningkatkan realisasi penerimaan pajak dan kepatuhan pajak, KPP Pratama Purwokerto harus menambah frekuensi untuk mensosialisasikan tentang perubahan tarif pajak 25%, memperbaiki database wajib pajak dan memberikan sanksi lebih tegas bagi pelanggar pajak.
This research is aimed to understand the influence of tax rate amendment and tax compliance on tax revenue realization in KPP Pratama Purwokerto both different test and partial test. This is analyzed using paired t- test and multiple regression. Based on the result, it is known that tax amendment to 28% does not give significant influence on tax revenue realization and tax compliance while amendment to 25% does. Also, tax compliance gives significant influence on tax revenue realization in KPP Pratama Purwokerto.
The implications is that KPP Pratama Purwokerto, to increase tax revenue realization and tax compliance, should socialize more frequent about tax rate amendment to 25%, improve taxpayer database and give more strict sanction for tax offenders.
118444794F1C008048Konsep Diri Mahasiswi Berjilbab di Unsoed PurwokertoPenelitian ini berjudul Konsep Diri Mahasiswi Berjilbab di Unsoed Purwokerto. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahu bagaimana konsep diri yang dimiliki oleh mahasiswi berjilbab yang ada di Unsoed Purwokerto. Penenlitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Objek dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang berkuliah di Unsoed yang dipilih dengan menggunakan kriteria tertentu. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling atau sampel bertujuan dengan cara mengambil subjek informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalahnya secara dalam dengan berdasarkan yang mereka miliki. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi data model sumber.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan, maka hasil dari penelitian ini didapatkan beberapa kategori konsep diri pada Mahasiswi berjilbab di Unsoed yaitu, Jilbab sebagai Kewajiban dan Identitas Muslimah, Jilbab Sebagai Kewajiban dan Pemberi Rasa Nyaman. Jilbab sebagai Kewajiban dan Perhiasan, dan Jilbab sebagai Kewajiban dan Harga Diri. Selain itu dalam menjalani kehidupan berinteraksi dengan lingkungan sekitar para informan yang berjilbab ini tidak mengalami kesulitan. Karena mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap informan yang berjilbab. Dan dalam menanggapi perbedaan jenis jilbab yang digunakan secara positif diambil oleh semua informan. Dapat ditarik kesimpulan dari semua informan bahwa perbedaan ini bukanlah alasan untuk menghakimi orang lain, benar atau salah. Karena hidayah datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa.
This research is entitled Self Concept of Veil’s Female University Students at Unsoed. The objective of this research is to know This research is entitled Self Concept of Veil’s Female University Students at Unsoed. The objective of this research is to know self concept of female university students at Unsoed that using veil. This research applies the qualitative method. . The qualitative analysis in this research is constructed by fenomenology method. The object of this research are Unsoed’s female students that choosed by certain criteria. Researcher use purposive sampling method to choose the informants. Purposive sampling is a way to collect the samples who understands the topic and they will describr the problems depend on their own experience. The data are collected by using deep interview, documentation, and observation. The researcher using source models of triangulation of data.
At the end of the research, There are several types of self concept that females students at unsoed that using veils has. And the self concept are veil as an obligation and as a muslimah identity, veil as an obligation and giving a sense of a comfort, veil as an obligation and as a jewelry, veil as an obligation and as a self esteem. As a part of social community, all of informants said that they’re enjoyed their live and has no problems by interaction with other peoples. And this condition was effected by the positive judgements to a muslimah who wearing a veils by the society. And to respons the varities of veil types, all of the informants has a positive think about each other. Theres a red line that connect all of the informant about this matter. They said that differences are not a reason to make a judgement about other people, because hidayah is something that comes from the god.
118454795F1F008067The Realization of Constative and Performative Utterances in President Barack Obama's Dialogue on FOx News Related to HealthcarePenelitian ini bertujuan untuk mengkalisifikasikan dan menguraikan ujaran konstatif dan performatif yang diucapkan oleh Presiden Barak Obama dalam dialog mengenai perbaikan jaminan kesehatan. Peneliti mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisa data. Data dihasilkan dalam bentuk kata, frasa, dan kalimat. Sampel dalam penelitian ini diuji dengan metode purposive sampling. Peneliti menggunakan teori ujaran konstatif dan performatif dari J.L. Austin. Dalam dialog ini, pembicara banyak memproduksi ujaran performatif yang sah. Hal ini dikarenakan ujaran pembicara memenuhi keempat kategori kondisi sah ujaran performatif berdasarkan teori Austin. Selain itu, ujaran tersebut juga dikategorikan dalam ujaran performatif tersirat, oleh karena pembicara menghilangkan pengunaan kata kerja performatif dalam mengucapkan ujaran performatif. Jenis ujaran performatif yang ditemukan dalam penelitian ini adalah commisive dan expositive. Dalam dialog ini, pembicara banyak menyampaikan argumen dan mengutarakan pandangannya mengenai masalah tertentu, khususnya perbaikan jaminan kesehatan. Peneliti tidak menemukan ketiga jenis lain dari ujaran performatif seperti verdictive, exercitive, dan behabitive. Pembicara tidak melakukan tindakan menunjuk seseorang, menghakimi, dan berterima kasih. Disamping itu, permbicara mengucapkan tiga jenis ujaran konstatif. Jenis tersebut adalah denying, affirming, dan clarifying. Ujaran tersebut menggambarkan fakta dari suatu hal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam dialog mengenai perbaikan jaminan kesehatan, pembicara mengucapkan dua jenis ujaran, konstatif dan performatif. Kedua ujaran tersebut di ucapkan dengan sah olah pembicara. This research aims at classifying and describing constative and performative utterances in President Barack Obama’s dialogue about healthcare reform. The researcher applied descriptive qualitative method to analyze the data. The data are obtained in form of words, phrases, and sentences. The samples of this research are taken by conducting purposive sampling technique. The researcher used J.L. Austin’s theory. In producing the utterances, the speaker mainly produces felicity performative. It is because the speaker’s utterances fulfill the four felicity conditions proposed by Austin. In addition, the utterances are categorized into implicit performative. Since the speaker omits the use of performative verbs in uttering the performative utterances. Kinds of performative that is found in this research are commisive and expositive. In the dialogue, the speaker mostly performs his arguments and expounds his views about particular issue, in this case healthcare. The researcher cannot find the other kinds of performative utterance like verdictive, exercisive, and behabitive. In the dialogue, the speaker does not perform the act of pointing person, judging, or thanking. Furthermore, the speaker produces three kinds of constative utterances. They are denying, affirming, and clarifying. The utterances describe the fact of an issue. Based on the result of research, it can be concluded that in the dialogue about healthcare, the speaker used two kinds of utterances, constative and performative. Both utterances are uttered successfully by the speaker.
118464824C1A008086Analisis Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Pedagang Kaki Lima di Sekitar Lapangan Alun-Alun Kota Tegal) Penelitian ini berjudul ’’Analisis Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Lapangan Alun-Alun Kota Tegal”. Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetauhi variabel-variabel yang dapat mempengaruhi besarnya pendapatan PKL di sekitar lapangan alun-alun Kota Tegal diantaranya modal kerja, jam kerja, lama usaha, dan pendidikan. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan hidup keluarga PKL di sekitar lapangan alun-alun Kota Tegal.

Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis nilai APC dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Responden dalam penelitian ini adalah populasi pedagang makanan yaitu sebanyak 74 pedagang di sekitar lapangan alun-alun Kota Tegal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, variabel modal kerja dan jam kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang. Sedangkan variabel lama usaha dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang. Dari analisis pemenuhan kebutuhan dengan menggunakan kriteria nilai APC, diperoleh hasil bahwa sebanyak 69 pedangang memiliki nilai APC < 1, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 5 pedagang memiliki nilai APC > 1. Karena ada 5 pedagang memiliki nilai APC > 1 maka hipotesis yang menyatakan bahwa semua pedagang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya ditolak.
Implikasi pada penelitian ini adalah Penambahan modal kerja yang lebih banyak bisa dilakukan oleh PKL untuk memperoleh pendapatan yang semakin tinggi. Dengan penambahan modal kerja memungkinkan pedagang untuk memperbanyak barang dagangannya. Semakin banyak barang yang terjual tentu pendapatan yang diterima juga bertambah. Untuk jam kerja, PKL bisa lebih banyak mencurahkan jam kerjanya, khususnya bagi responden yang memiliki jam kerja kurang dari 8 jam supaya pendapatan bertambah. Sedangkan meskipun lama usaha dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan, namun variabel lama usaha dan pendidikan juga harus tetap diperhatikan untuk menunjang pendapatan pedagang. Untuk lama usaha, bagi seluruh pedagang diharapkan untuk dapat mempertahankan semangat kerjanya dalam berdagang agar pendapatan yang diperoleh bertambah. Sedangkan untuk pendidikan, pedagang yang memiliki tingkat pendidikan yang relative tinggi bisa menggunakan ilmu pengetahuannya dengan dibarengi penambahan skill dalam berdagang supaya pendapatan mereka bertambah. Keluarga responden yang memiliki nilai APC > 1 sudah semestinya mereka lebih memperhatikan lagi pola pengeluaran konsumsi mereka agar tidak terjadi defisit finansial dalam ekonomi keluarga.
The study is titled ''Analysis of Stalls Income Around Tegal Town Square". The aims of this study are to determine factors that affecting stalls income around Tegal town square including working capital, working hours, business experience, and education. And the second aims are to determine the subsistence of stalls familly around Tegal town square.
The research method used was multiple linear regression analysis and analysis of APC values using primary data obtained through interviews and questionnaires. Respondents in this study is a population amount to 74 stalls owner around Tegal town square.
The results of this study indicate that, working capital and working hours variables positively effect on income traders. While the business experience and education variable have no effect on stalls income. Needs analysis using APC criterion value, the result are 69 stalls owner had APC values < 1, while the rest is as many as 5 stalls owner had APC values > 1. Since there are 5 stalls owner had APC values > 1 or not enough to meet the needs of himself and his family then the hypothesis that all traders enough to meet the needs of himself and his family denied.
The implications of this study are additional working capital can be done by stalls to earn a higher income. With the additional of working capital allows stalls to expand his wares. The more goods sold certainly earned income also increased. For hours, street vendors can devote more hours of work, especially for respondents with less than 8 hours of work hours in order to increase income. Meanwhile, although the business experiences and education have no effect on earnings, but the old variable and education efforts should also continue to be considered to support stalls revenue. For a long time effort, for all stalls are expected to maintain the spirit of working to increase income. For education, the stalls that has a relatively high level of education can use science coupled with the addition of skill so that their income increases. Family respondents with APC values > 1 it should pay more attention to their consumption spending patterns in order to avoid financial deficits in the family economy.
118474798C1C009024PENGARUH SURAT HIMBAUAN PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN, SOSIALISASI, DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DENGAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(Studi Kasus Pada KPP Pratama Purwokerto)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Surat Himbauan Pelaporan SPT Tahunan, Sosialisasi dan Pemeriksaan Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Badan dengan Kepatuhan Wajib Pajak sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus pada KPP Pratama Purwokerto)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh surat himbauan, sosialisasi dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan PPh Badan baik secara simultan maupun parsial, mengetahui pengaruh kepatuhan wajib pajak dalam memoderasi hubungan variabel independen dengan variabel dependen, serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan PPh Badan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, MRA serta uji elastisitas menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel surat himbauan, sosialisasi dan pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap PPh Badan, variabel kepatuhan wajib pajak tidak mampu memoderasi hubungan surat himbauan, sosialisasi dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan PPh Badan, serta variabel surat himbauan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan PPh Badan.
Implikasi dari penelitian ini adalah KPP Pratama Purwokerto perlu lebih mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan pajak terhadap wajib pajak badan secara kontinyu untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak serta meningkatkan penerimaan PPh Badan.
This research entitled “The Influence of Reporting SPT Appeal Letter, Socialization and Tax Inspection towards Corporate Income Tax Revenue with Tax Payers Compliance as Moderating Variable (Case Study on KPP Pratama Purwokerto). This research aimed to know the influnce of appeal letter, socialization and tax inspection towards corporate income tax revenue either simultaneously or partially; to know the influence of tax payers compliance in moderate correlation of independent variable and dependent variable; and to knows which the most influental variables towards corporate income tax revenue.
Based on the results of this research and data analysis by using multiple linear regression, F-test, t-test, moderated regression analysis and elasticity test shows that appeal letter, socialization and tax inspection simultaneously and partially significantly influence corporate income tax revenue; tax payers compliance unable to moderate the correlation of appeal letter, socialization and tax inspection towards corporate income tax revenue; appeal letter is the most influental variable towards corporate income tax revenue.
The implications of this research are KPP Pratama Purwokerto need to more optimize the activities of socialization and tax inspection continuously towards corporate tax payers to increasing tax payers’s awareness and compliane corporate income tax revenue and then increasing corporate income tax revenue.
118484802E1A008206KASASI YANG DITOLAK DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
(TinjauanYuridisPutusan Nomor: 1221 K/Pid.Sus/2012)
ABSTRAK

Seorang Terdakwa yang sudah diputus oleh Pengadilan mempunyai hak untuk dapat mengajukan upaya hukum. Dalam tingkat Pengadilan Negeri dapat mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi, sedangkan dari Pengadilan Tinggi seorang Terdakwa berhak untuk mengajukan permohonan kasasi kepada Makamah Agung untuk mendapatkan kepastian hukumnya dalam mendapatkan keadilan.
Dari uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul KASASI YANG DITOLAK DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjaun Yuridis Putusan Nomor 1221 K/Pid. Sus/2012).
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, mengapa permohonan kasasi dalam putusan Nomor 1221 K/Pid. Sus/2012 ditolak? Kedua, bagaiman akibat hukum ditolaknya permohonan kasasi dalam Putusan Nomor 1221 K/1221 K/Pid. Sus/2012.Tujuan penelitian untuk menegetahui alasan ditolaknya kasasi dalam Putusan Nomor 1221 K/Pid. Sus/2012 dan juga untuk mengetahui akibat hukum ditolaknya permohonan kasasi dalam Putusan Nomor 1221 K/Pid. Sus/2012. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Sebab permohonan kasasi dalam Putusan Nomor 1221 K/Pid.Sus/2012 ditolak yaitu karena Majelis Hakim menimbang bahwa berdasarkan pertimbangannya, ternyata putusan judex facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Terdakwa tersebut harus ditolak sehingga bahwa oleh karena Pemohon Kasasi/Terdakwa dipidana,maka harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini memperhatikan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1981serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan sehingga menimbulkan akibat hukum upaya hukum sekaligus keinginan Terdakwa itu untuk terbebas dari jerat hukum akibat perbuatan jahatnya tersebut tidak dapat dilaksanakan. Kecuali melalui upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) jika ada ditemukan novum atau bukti barubaru sehingga Putusan Pengadilan yang dikasasi menjadi putusan yang tetap.

Kata kunci : Kasasi yang ditolak, Tindak Pidana Korupsi
ABSTRACT

A defendant who has been decided by the court has the right to file an. In the district court, may file an appeal to the High Court, the High Court while a defendant has the right to file an appeal to the Supreme Court to get legal certainty in getting justice.
From the description, the authors are interested in researching and pour results in a thesis entitled appeals DENIED IN CRIME CORRUPTION (Tinjaun Judicial Decision Number 1221 K / Pid. Sus/2012).
Based on the description above, it can be formulated problem first, why the appeal in the decision No. 1221 K / Pid. Sus/2012 rejected? Second, how the legal effect of the appeal was rejected in Decision No. 1221 K/1221 K / Pid. Sus/2012.Tujuan research menegetahui reason for the rejection of an appeal in Decision No. 1221 K / Pid. Sus/2012 and also to determine the legal effect of the rejection of an appeal in Decision No. 1221 K / Pid. Sus/2012. Based on the results obtained the conclusion that because an appeal in Decision No. 1221 K/Pid.Sus/2012 rejected is because the judges weigh that discretion, it turns out judex facti decision in this case does not conflict with the law and or statute, the appeal of the defendant should be denied because the applicant so that by the Cassation / Defendant convicted, then it should be burdened to pay court costs in this appeal Act No. attention. 48 of 2009 and Law No.. 8 Year 1981serta other legislation relevant to the legal consequences remedies once the defendant wishes to be free from the law due to his evil deeds can not be implemented. Except through an extraordinary legal remedy in the form of Review (PK) if no evidence was found novum or barubaru appealed that decision to the Court that the verdict remains.

Keywords: Cassation rejected, the Corruption
118494803G1A009042PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG FLEK PARU DAN TUBERKULOSIS DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARANLatarBelakang : Sejak tahun 1993 WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa TB adalah kedaruratan global bagi manusia. Indonesia menempati urutan kelima penyumbang TB terbesar di dunia setelah India, Cina, Afrika, dan Nigeria. Beberapa pasien TB sering melaporkan adanya diskriminasi dari orang lain. Pengalaman ini disebabkan karena orang-orang merasa takut tertular penyakit tersebut. Orang tua menilai bahwa orang lain akan menghindari anaknya atau beberapa orang tua akan melarang anaknya bermain dengan anak mereka. Oleh karena itu, penyakit TB khususnya pada anak-anak sering dikatakan sebagai “Flek”. Penemuan kasus tuberkulosis terbanyak di Kabupaten Banyumas berada di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II dengan total penemuan sebanyak 63 kasus. Desa Pliken merupakan desa dengan angka kejadian TB tertinggi di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat tentang flek paru dan tuberkulosis di Desa Pliken Kecamatan Kembaran.
Metode :Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan yang terlibat sebanyak 10 orang. Penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri, dengan teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam pada informan. Teknik validasi data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif.
Hasil : Flek paru dipersepsikan masyarakat sebagai penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dengan gejala batuk yang tidak sembuh-sembuh, sering demam, dan berat badan tidak naik walaupun anak mau makan banyak. Flek juga dipersepsikan sebagai gejala tuberkulosis. Tuberkulosis dipersepsikan masyarakat sebagai penyakit yang biasanya menyerang orang dewasa atau orang tua. Merupakan penyakit yang lebih parah daripada flek paru.
Background: Since 1993, WHO (World Health Organization) states that TB as a global emergency for humans. Indonesia is the fifth largest contributor of TB in the world after India, China, Africa, and Nigeria. Some TB patients frequently report discrimination from others. This experience caused because most people feel afraid of contracting the disease. Parents judge that others will avoid their children or some parents would forbid their children to play with children with TB. Therefore, TB disease especially in children is often described as “flek”. The highest case findings in Banyumas district are in the working area of Puskesmas II Kembaran with total findings as many as 63 cases. Pliken village is the village with the higest incidence rates in the working area of Puskesmas II Kembaran.
Objective: This study aims to describe public perception about tuberculosis and “flek paru” in Pliken village Kembaran sub-district.
Methods: This study uses qualitative research methods. Informants involved were 10 persons. The research was conducted using the research instrument which was the researcher itself. Data collection technique used in-depth interviews to the informants. The validation data used was source triangulation technique. Data analysis used is an interactive model of data analysis.
Results: “Flek paru” is perceived in communities as a common disease in children with symptoms of unhealing cough, frequently fever, and weight which does not go up even children want to eat a lot. Tuberculosis in society perceived as a disease that usually affects adults or elderly. Tuberculosis perceived as a disease that is more severe than “flek paru”.
118504804D1E009102KECERNAAN BAHAN KERING DAN PROTEIN KONSENTRAT PAKAN MONOGASTRIK BERBASIS HIDROLISAT BULU AYAM SECARA IN VITRO
(Digestibility of Dry Matter and Protein Concentrate of Monogastric Diets Based Of Chicken Feather Hydrolyzate By In Vitro)
Penelitian bertujuan mengkaji kualitas konsentrat pakan monogastrik berbasis hidrolisat bulu ayam berdasarkan kecernaan bahan kering dan protein secara in vitro. Materi yang digunakan adalah bulu ayam, jagung, onggok, tepung ikan, starter Bacillus sp. MTS, NaOH, dan β-merkaptoetanol. Penelitian secara eksperimental menggunakan metode In vitro menurut Boisen (1991). Analisis kadar bahan kering dan protein menggunakan metode AOAC (1999). Pada penelitian ini terdapat 6 perlakuan, yaitu konsentrat berbasis tepung ikan sebagai kontrol (R1), tepung bulu ayam komersial (R2), tepung bulu ayam tanpa perlakuan (R3), tepung bulu ayam yang dihidrolisis secara fisikokimia (R4), tepung bulu ayam yang dihidrolisis secara fisikokimia dengan penambahan β-merkaptoetanol (R5), dan tepung bulu ayam yang difermentasi oleh Bacillus sp. MTS (R6). Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan protein konsentrat pakan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan contrast orthogonal. Hasil analisis variansi menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antara kontrol (R1) dengan perlakuan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik hidrolisis bulu ayam secara fisikokimia dan biologis mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan protein konsentrat berbasis bulu ayam. Konsentrat berbasis hidrolisat bulu ayam yang difermentasi oleh Bacillus sp. MTS memiliki kecernaan bahan kering dan protein terbaik dibandingkan konsentrat berbasis bulu ayam yang dihidrolisis secara fisikokimia. The purpose of this study was to examine the quality of concentrate diets based on hydrolyzed chicken feather in terms of dry matter and protein digestibility by in vitro. This research used experimental method by using in vitro method, Boisen (1991). The analysis of dry matter and protein content used AOAC method (1999). In this study, there were 6 treatments, namely concentrate contained fish meal (R1), commercial chicken feather meal (R2), chicken feather meal without treatment (R3), hydrolyzed chicken feather meal by physicochemical technique (R4), chicken feather meal hydrolysed by physicochemical technique with addition of β-merkaptoetanol (R5), and chicken feather meal based fermented by Bacillus sp. MTS (R6). The averages of dry matter digestibility for each samples were 84.9 + 1.2 (R1), 63.5 + 3.0 (R2), 57.9 + 1.4 (R3), 58.6 + 0.3 (R4), 59.2 + 4.4 (R5) and 65.7 + 16.0 (R6), and the averages of dry protein digestibility for each treatment were 39.6 + 0.7 (R1), 31.1 + 1.1 (R2), 28.4 + 1.4 (R3), 31.9 + 2.0 (R4), 31.4 + 1.1 (R5), and 36.8 + 2.2 (R6). The results showed a highly significant difference (P<0.01) between control and other treatments. The conclusion of this study is the feather hydrolysed technique by physicochemical and biological are able to increase the digestibility of dry matter and protein concentrate based chicken feather. The concentrate containing chicken feather meal based fermented by Bacillus sp. MTS has the best digestibility of dry matter and protein compared to physicochemical treatment.
118514805G1A008058PERBEDAAN SKALA FUNGSI SOSIAL PASIEN HNP LUMBAL TERAPI KONSERVATIF DENGAN DAN TANPA REHABILITASI MEDIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang : HNP lumbal merupakan keadaan dimana terjadi penonjolan nukleus pulposus ke dalam kanalis vertebralis yang mengakibatkan penekanan pada radiks saraf. Nyeri yang dirasakan berpengaruh terhadap aspek fungsional dalam menjalankan aktivitas dan kemampuan harian. Beberapa penelitian melaporkan hasil yang lebih baik setelah dilakukannya terapi konservatif disertai terapi rehabilitasi medik pada pasien HNP lumbal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala fungsi sosial pasien HNP lumbal terapi konservatif dengan dan tanpa rehabilitasi medik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel kelompok kasus adalah total sampling dan pada kelompok kontrol dilakukan matching berdasarkan usia dan jenis kelamin. Analisis data yang digunakan adalah Paired T Test. Hasil : Hasil penelitian pada kelompok kasus skala fungsi sosial terbanyak adalah skala 2 (16,7%) dan skala fungsi sosial terbanyak pada kelompok kontrol adalah skala 3 (13,3%). Hasil tersebut menunjukan kelompok yang melakukan terapi konservatif dengan rehabilitasi medik memiliki skala fungsi sosial lebih baik dibandingkan kelompok yang tanpa terapi rehabilitasi medik (p = 0,000). Kesimpulan : Terdapat perbedaan skala fungsi sosial yang signifikan secara statistik antara pasien HNP lumbal dengan dan tanpa rehabilitasi medik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Background : Lumbar HNP is a situation where there is protrusion of the nucleus pulposus into the vertebral canal which resulted in an emphasis on the nerve root. The pain was affects the functional aspect and capabilities in carrying out daily activities. Several studies have reported better results after conservative treatment does therapy with medical rehabilitation in patients with lumbar HNP. Objective : This study aimed to determine differences in the social function scale conservative treatment of lumbar HNP patients with and without medical rehabilitation in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Methods : This research method is the analytical observational with case control approach. totally was 30 respondents. Sampling in the case is the total sampling, and in the control group matched by age and sex. Analysis of the data used a Paired T Test. Results : The result in the case of most social functioning scale was scale 2 (16,7%) and the highest in the scale of social functioning scale of the control group was 3 (13,3%). The results showed that those who had conservative treatment with medical rehabilitation have better social functioning scales than those without medical rehabilitation on therapy (p = 0,000). Conclusion : There are differences in the scale of social functioning were statistically significant between patients with and without lumbar HNP medical rehabilitation in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital Purwokerto.
118524806E1A008349PENOLAKAN PRAPERADILAN MENGENAI SAHNYA PENAHANAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)ABSTRAK
Seorang Tersangka yang dikenakan penangkapan, penahanan, penggledahan atau penyitaan dapat memintakan Praperadilan untuk memeriksa sah atau tidaknya tindakan yang dilakukan penyidik kepadanya. Praperadilan merupakan wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutus tentang sah atau tidaknya suatu penangkapan dan atau penahan atas permintaan tersangka atau keluarga atau pihak lain atas kuasa tersangka, sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan atas permintaan demi tegaknya hukum dan keadilan, permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atas kuasanya yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul PENOLAKAN PRAPERADILAN MENGENAI SAHNYA PENAHANAN (Tinjaun Yuridis Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, apa akibat hukum yang timbul dari ditolaknya praperadilan tentang sahnya penahanan dalam Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt. Kedua, bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menolak praperadilan mengenai sahnya penahanan dalam Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN. Tujuan penelitian untuk menegetahui akibat hukum yang timbul dari ditolaknya praperadilan dalam Putusan tersebut dan juga untuk mengetahui dasar hukum pertimbangan hakim tentang penolakan permohonan praperadilan yang diajukan pemohon dalam Putusan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa akibat hukum yang timbul dari ditolaknya praperadilan tentang sahnya penahanan dalam Putusan tersebut Penahanan terhadap Tersangka adalah sah dan bedasarkan hukum, hal ini memenuhi syarat objektif dan syarat subjektif sesuai dengan yang dirumuskan dalam Pasal 21 ayat (4) dan ayat (1) Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana dan proses hukum tetap berlanjut sehingga tersangka tetap ditahan dan berlanjut pada proses persidangan yang dikarenakan sahnya penahanan. Pertimbangan hakim dalam menolak praperadilan mengenai sahnya penahanan dalam Putusan tersebut yaitu penolakan praperadilan tentang sahnya penahanan yang termasuk dalam wewenang praperadilan yang disebabkan rumusan Pasal 82 ayat (1) dan Pasal 83 Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, merupakan delik biasa dan Surat Perintah Penahanan No. Pol : SP. Han/154/V/2011/Reskrim, tanggal 3 Mei 2011 didasarkan bukti awal yang cukup sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 21 ayat (1) Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana

Kata kunci : Praperadilan, Sahnya penahanan, Delik biasa.
ABSTRACT
A suspect is subject to arrest, detention, or seizure penggledahan can seek pretrial to check the validity of the action taken investigators to him. Pretrial Court is authorized to hear and rule on the validity of an arrest and or retaining the request of the suspect or the family or others on the authority of the suspect, the validity of termination of the investigation or prosecution of the request for termination of the rule of law and justice, demand compensation or rehabilitation by the suspect or his family or any other party for proxies that his case was not filed with the court.

Based on these descriptions, the authors are interested in researching and pour results in a thesis entitled pretrial REJECTION OF DETENTION validity (Tinjaun Judicial Decision Number 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)
Based on the description above, it can be formulated problems first, what legal consequences arising from the rejection of the validity of pretrial detention in Decision No. 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt. Second, how the legal reasoning in denying the pretrial judge the legality of detention in Decision No. 01/Pid.Pra/2011/PN. For research purposes menegetahui legal consequences arising from pretrial rejected the Award and also to know the legal basis for consideration of pre-trial judge on the rejection of the petition filed in the Decision of the applicant. Based on the results obtained the conclusion that the legal consequences arising from the rejection of the validity of pretrial detention in the detention of the suspect decision is legitimate and legal bedasarkan, it qualifies objective and subjective conditions are formulated in accordance with Article 21 paragraph (4) and paragraph ( 1) Act - Act No. 8 of 1981 About the Book Law - Criminal Procedure Code and the legal process continues so that the suspects remain in custody and continued on his legitimate due process hearing detention. Consideration of the pretrial judge in rejecting the validity of the detention in the denial of a pretrial ruling on the legality of detention, including pretrial authority resulting in the formulation of Article 82 paragraph (1) and Article 83 of Law - Law No. 23 Year 2002 on Child Protection, an ordinary offense and Mail Detention orders. Pol: SP. Han/154/V/2011/Reskrim, dated May 3, 2011 are based on sufficient preliminary evidence as required in Article 21 paragraph (1) Act - Act No. 8 of 1981 About the Book Law - Criminal Procedure Code

Keywords: Pretrial, Validity of detention, regular offense.

118534808G1A009100HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN THALASSAEMIA ANAK

Latar Belakang. Kualitas hidup anak thalassemia beta mayor sangat kompleks dan multifaktorial. Di Banyumas, jumlah penderita thalassemia terus bertambah, tercatat ada 165 penderita pada tahun 2012. Tatalaksana thalassemia pada anak membutuhkan kecakapan khusus yang menjadikan pasien dan keluarganya dalam suatu kelompok yang saling mendukung.
Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien thalassemia.
Metode Penelitian. Desain penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan analitik observasional dengan desain cross sectional, yang menghubungkan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pada 40 pasien thalassaemia anak di RSUD Banyumas usia 6-13 tahun, dengan status sosial ekonomi keluarga sedang-tinggi, dan pendidikan terakhir ayah minimal SMP-Perguruan Tinggi. Data dikumpulkan dengan kuesioner skor APGAR keluarga dan Peds Ql Generic Care Scale 4.0 yang diisi oleh ibu pasien.
Hasil Penelitian. Subyek dengan kualitas hidup baik sebanyak 85,0%; subyek dengan fungsi keluarga sehat sebanyak 62,5%. Domain kualitas hidup yang terganggu adalah domain fisik (45,0%), domain sekolah (17,5%) dan domain emosi (15,0%). Hasil analisis uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien thalassaemia anak (P > 0,05).
Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien thalassaemia anak di RSUD Banyumas.




Background. Quality of life in beta thalassemia major’s pediatrics are complex and multifactorial. In Banyumas, the number of thalassemia patients increased, there were 165 people in 2012. Management of thalassemia requires special skills that make patients and their families in a group that supports each other.
Objectives. To know the relationship between family function and quality of life thalassaemia’s pediatrics.
Methods. The design of this research is an analytical observation of cross sectional method, which link between family functioning with quality of life in 40 thalassemia’s pediatrics ages 6-13 in RSUD Banyumas, with family socioeconomic status were average to high grade, and the father's education level were minimal junior high school (SMP). Data were collected by questionnaires family APGAR scores and Peds QL 4.0 Generic care scale completed by the mother’s.
Results. The results showed the subjects with good quality of life as much as 85.0%; subjects with healthy family functioning as much as 62.5%. Domains which is compromised, are physical domain (45.0%), the domain of school (17.5%) and emotional domains (15.0%). The results of Fisher's Exact Test analysis showed no significant relationship between family functioning and quality of life of thalassemia’s pediatrics (P> 0.05).
Conclusions.The conclusion of this research is there was no significant relationship between family functioning and quality of life of thalassemia’s pediatrics in RSUD Banyumas.


118544813G1A009023KORELASI RIWAYAT ATOPIK DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA DI SENTRA INDUSTRI TAHU DESA KALISARI BANYUMAS

Latar belakang : Sentra industri tahu Desa Kalisari merupakan pabrik tahu rumahan di Banyumas yang proses pembuatan tahunya menggunakan bahan penggumpal yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan pada kulit pekerja. Selain bahan penggumpal yang digunakan, berbagai penyebab lain seperti adanya riwayat atopik yang terdapat dalam diri pekerja juga akan meningkatkan resiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja di sentra industri tahu Desa Kalisari Banyumas. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 92 yang didapat dengan cara purposive sampling merupakan pekerja pabrik tahu di sentra industri tahu Desa Kalisari, Banyumas. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperiksa oleh dokter kulit dan diwawancarai oleh peneliti. Data yang didapatkan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan analisis statistik Chi square. Hasil : Terdapat korelasi riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja dengan nilai p = 0,030 dengan CC = 0,221 dan OR = 2,917 ( IK 95% =1,089-7,809). Kesimpulan : Terdapat korelasi yang bermakna tetapi kekuatan korelasinya lemah antara riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja di sentra industri tahu desa Kalisari Banyumas, memiliki riwayat atopik beresiko 2,9 kali untuk menderita dermatitis kontak akibat kerja.Background: Kalisari village is center of tofu home industry in Banyumas. Coagulants material used to make tofus have potential induce skin irritation to workers, leads to OCD (occupational contact dermatitis). Besides coagulant material used, many other factors such as a atopic’s history in the workers will also increased the risk of OCD. Objective: To determine correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence of workers at center tofu industrial in kalisari village, Banyumas. Methods: An observational analytic by cross sectional design. The 92 samples were obtained by purposive sampling to workers of tofus industrial center at Kalisari village, Banyumas. The samples, who met the inclusion and exclusion criterias were examined by dermatologist and interviewed by researcher. The datas analyzed by univariat and bivariate Chi square statistical analysis. Results: There was correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence, p= 0,030 with CC = 0,221 and OR= 2,917 (95% CI = 1,089-7,809). Conclusion: There was a statistically significant but weak correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence of workers at center tofu industrial in kalisari village, Banyumas and had 2,9 times risked to develop OCD.
118554809E1A008157ANALISIS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 7/PUU-X/2012 TENTANG YUDISIAL REVIEW TERHADAP PASAL 1 ANGKA (6), PASAL 25 AYAT (2) DAN PASAL 25 AYAT (4) UNDANG- UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG INTELIJEN NEGARARahasia intelijen negara diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Rahasia Intelijen diatur dalam Pasal 1 angka 6, Pasal 25 ayat (2) dan Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang Intelijen Negara. Pengaturan mengenai rahasia intelijen ini berarti bahwa terdapat pengurangan hak asasi warga negara terhadap informasi publik dari Intelijen Negara. Hak atas keterbukaan informasi dijamin dalam Pasal 28 F Undang- Undang Dasar 1945 dan lebih lanjut diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Rahasia adalah salah satu asas yang menjadi ciri khas Intelijen Negara. Rahasia Intelijen sebagaimana diatur dalam pasal tersebut dinilai sangat luas dan memungkinkan terjadinya penafsiran karet, dikhawatirkan terjadi kesewenang wenangan dengan mendasarkan pada pasal ini, sehingga keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas dari Intelijen Negara menjadi berkurang. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas perihal kesesuaian pengaturan rahasia intelijen negara dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara terhadap Undang Undang Dasar 1945
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, melalui pendekatan Undang-Undang. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum tersebut dikumpulkan melalui metode kepustakaan kemudian disajikan dalam bentuk uraian secara sistematis.
Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah rahasia intelijen negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara telah sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945
Secrets of National Intelligence regulated in Act Number 17 of 2011 on National Intelligence. Intelligence secrets provided in Article 1 point 6, Article 25 paragraph (2) and Article 25 paragraph (4) of the Law National Intelligence. The regulation of the secret of intelligence means that there is a reduction in these rights of citizens to public information from the State Intelligence. Right to information transparency is guaranteed in Article 28 F 1945 Constitution and further regulated in Act Number 14 of 2008 on Public Information Transparency.
Secrecy is one of the principle that characterizes the State Intelligence. Intelligence secrets as provided in the aforementioned article considered to be very broad and allow for miss interpretation _, concerns have been raised based on the arbitrary abuse of these article, so the public information disclosure and the accountability of National Intelligence is reduced. Therefore, the authors are interested to discuss the suitability of the regulation of state intelligence's secret in the act No. 17 of 2011 on National Intelligence against the constitution 1945
This study uses a normative juridical method, through the Statute approach. Sources of legal materials used is the primary, secondary and tertiary legal material. The legal materials collected through the methods of literature research then presented in the form of a systematic description.
The conclusion of these research is the secret of state intelligence based on Act Number 17 Year 2011 on National Intelligence is in accordance with the 1945 Constitution
118564811F1B007019EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM
RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)
DI SMP NEGERI 2 SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU
Pendidikan pada era globalisasi telah berkembang pesat, mengingat kondisi pendidikan di Indonesia menurun maka bangsa Indonesia perlu mengkaji lebih mendalam bagaimana struktur pembangunan nasional untuk masa depan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia yaitu dengan diadakannya program-program yang dapat bermanfaat untuk pembangunan pendidikan tersebut. contohnya dengan diadakannya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada sekolah-sekolah yang sudah memenuhi kualifikasi pendidikan Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana evaluasi implementasi yang didapat dari program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dilakukan oleh SMP Negeri 2 Sindang Kabupaten Indramayu. Proses penelitian ini menggunakan metode kualitatif, untuk pengambilan Informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana teknik pemilihan informan ini berdasarkan sumber data dengan pertimbangan (orang yang dianggap paling memahami mengenai harapan dalam penelitian ini). Penelitian ini menggunakan model kesesuaian tiga arah menurut Corten dan Syahrir yaitu program, penerima program dan organisasi pelaksana.
Berdasarkan hasil penelitian dipandang pada program yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 2 Sidang itu mengikuti proses perencanaan yang diberikan oleh pemerintah oleh sekolah-sekolah yang berstatus RSBI dengan cara mensosialisasikan program tersebut kepada seluruh warga sekolah, dan mampu menerima serta melaksanakan program RSBI tersebut dengan maksimal dan telah terbukti SMP Negeri 2 Sindang mampu mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya baik itu kemampuan Skill, kelengkapan sarana dan prasarana, serta dukungan dari pihak luar. Pencapaian keberhasilan program RSBI di SMPN 2 Sindang dapat dikatakan kurang maksimal, hal tersebut dilihat pada tidak stabilnya hasil ujian nasional yang semakin menurun. apabila dikaitkan dengan keputusan mahkamah konstitusi (MK) bahwa RSBI harus dtiadakan memang benar adanya, karena dari semua aspek antara RSBI dengan SSN terdapat perbedaaan anggaran dan pembiayaan, kastanisasi pendidikan di Indonesia, lunturnya nasionalisme generasi muda Indonesia, karena RSBI menggunakan bahasa Inggris dalam pengantar belajar, serta dalam hasil UAN hasil RSBI dengan SSN tidak jauh berbeda.
Education in the era of globalization has been growing rapidly, considering the condition of education in Indonesia Indonesia declined the nation needs to examine more deeply how the structure of national development for the future. One way to improve the quality and quantity of education in Indonesia, by holding programs that can be useful for the development of education. For example by holding International-Standard Pilot Project Schools (RSBI) at qualified schools based on Indonesian education qualification.
This study aims to identify and describe the evaluation of the implementation of the program International-Standard Pilot Project Schools (RSBI) conducted by SMP Negeri 2 Sindang in Indramayu District. The process of this study used qualitative methods to taking informants in this study using purposive sampling technique in which the informant selection techniques are based on source data with consideration of (people considered to be the most understanding about the expectations in this study). This study uses a model compatibility three directions by Corten and Syahrir the program, beneficiaries and implementing organizations.
Based on the results regarded in the program that has been conducted by SMP Negeri 2 Sindang was following the planning process provided by the government by schools RSBI status by means socialize the program to the entire school community, able to accept and implement the RSBI program with maximum and has proven SMP Negeri 2 Sindang able to optimize its capabilities both Skill ability, comprehensiveness of facilities and infrastructure, as well as support from outside parties. RSBI program achievements in SMP 2 Sindang can say less than the maximum, it is seen in the unstable national test results decreases. if related to the constitutional court decision (MK) that should RSBI dtiadakan is true, because of all the aspects of the RSBI there is a difference with the SSN budget and finance, education kastanisasi in Indonesia, the erosion of Indonesian nationalism younger generation, because RSBI use English in learning introductory , as well as the results of UAN results RSBI with SSN is not much different.
118574812G1F007094AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PRODUK MADU YANG MENGANDUNG BEE POLLEN DAN ROYAL JELLY MENGGUNAKAN METODE 1,2- Diphenyl 2-pickrylhidrazyl (DPPH)Madu mengandung asam organik, asam fenolik, flavonoid, beta karoten, dan vitamin C. Madu merupakan salah satu antioksidan alami. Bee pollen dan royal jelly yang mengandung vitamin B, C, beta karoten, enzim, berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dan kandungan total vitamin C produk madu yang mengandung bee pollen dan
royal jelly.
Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan menggunakan metode DPPH. Nilai aktivitas antioksidan dinyatakan dengan menghitung IC50. Kandungan total vitamin C ditentukan dengan cara mengukur kadar vitamin C dalam larutan madu 50% dalam glisin dengan menggunakan metode spektrofotometri UV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk madu yang diteliti memiliki nilai IC50 sebesar 102,7 %, berarti produk madu tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang rendah karena mempunyai konsentrasi lebih dari 100%. Kadar vitamin C sebesar 1.014,7 ppm.
Honey contain of organic acids, phenolic acids, flavonoids, beta carotene, and vitamin C. Honey is a natural antioxidant. Bee pollen and royal jelly contain
of vitamin B, C, beta caroten, enzym, which are can be potential antioxidant. Honey product contains bee pollen and royal jelly potentially as antioxidant
because of the high vitamin C content of use it. The purpose of this study was to determine antioxidant activity and total vitamin C content on honey product which contain bee pollen and royal jelly.
This is a laboratory experimental study. A antioxidant, activity was determined using DPPH method. Antioxidant activity was statied with IC50. While
the total content of vitamin C was determined by measuring the content of honey solution 50% in glycine using UV spectrophotometry.
Results indicate that honey products have IC50 values of 102.7%, means the honey product has low antioxidant activity because consentration values of up to 100%. Total vitamin C content 1014.7 ppm
118584814C1B009083ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA, LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIAProfitabilitas perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor keuangan yang dapat diukur menggunakan rasio keuangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah manajemen modal kerja, likuiditas, leverage dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan return on asset (ROA). Sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga didapat 29 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2009-2011. Pengaruh variabel bebas seperti periode penerimaan piutang (RCP), periode konversi persediaan (ICP), periode penangguhan utang (PDP), rasio lancer (CR), rasio utang (DR) dan ukuran perusahaan terhadap return on asset diteliti menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel periode penerimaan piutang, periode konversi persediaan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap return on asset serta variabel rasio lancar berpengaruh positif terhadap return on asset. Sedangkan periode penangguhan utang dan rasio utang tidak berpengaruh terhadap return on asset.The profitability of manufacturing companies in Indonesia is influenced by a variety of financial factors that can be measured by using financial ratios. This research was conducted to analyze weather the working capital management, liquidity, leverage and firm size influence on the company's profitability measured by return on assets (ROA). The sample in this research was taken using purposive sampling method, in order to get 29 companies manufacturing consumer goods industries listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the year 2009-2011. The influence of independent variables such as receivables collection period (RCP), inventory conversion period (ICP), payable deferral period (PDP), current ratio (CR), debt ratio (DR) and the size of the company to the return on assets was investigated using multiple linear regression analysis method. The results showed that the variables of the receivables collection period, inventory conversion period and firm size have negative effect on return on assets and current ratio has positive effect on return on assets. While the payable deferral period and debt ratio variables have no impact on return on assets.
118594810F1B009048EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (PENGARUH PROGRAM CSR DI PLTU DAERAH RING I CILACAP TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKATProgram Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Salah satu tujuan program CSR adalah untuk pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dikaji hubungan pelaksanaan program CSR dari PLTU Cilacap dengan kesejahteraan masyarakat di Daerah Ring I sebagai penerima program CSR.
Metode yang digunakan yaitu pendekatan survey. Teknik pemilihan sampel menggunakan probability sampling dengan menggunakan cluster sampling dengan jumlah responden sebanyak 219 responden. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Karangkandri, Desa Slarang dan Desa Menganti. Metode analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, regresi sederhana dan korelasi kendall tau.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara efektivitas program CSR dengan kesejahteraan masyarakat di Daerah Ring I Cilacap. Berdasarkan perhitungan yang ada menunjukkan bahwa hasil z tabel (11,68) lebih besar dari z hitung (1,960), sehingga hipotesis kerja (ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya, program Corporate Social Responsibility (CSR) di PLTU Cilacap sudah efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Daerah Ring I.
Corporate Social Responsibility (CSR) is environment and social responsibility. One of purpose CSR program is community empowerment. Therefore, need of studied about relationship between implementation of CSR program from PLTU Cilacap with welfare society in Ring 1 Cilacap Region as the recipient CSR program.
This methods used survey approach. Technique for sample selection used probability sampling with cluster sampling with total of respondent are 219 respondents. Targets in this research consists of three village, Karangkandri village, Slarang village and Menganti village. The methods of analysis used frequency distribution, cross tabulation, ordinal regression and correlation Kendall tau.
The result from this research showed a positive relationship between effectiveness of CSR program with welfare society in the Region Ring I Cilacap. Based on calculation showed that z table (11.68) is greater than z count (1.960), so that the working hypothesis (ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Corporate Social Responsibility (CSR) in Cilacap is effective to improve the welfare society in the Region Ring I.
118604815H1L009015PENERAPAN BASISDATA FUZZY MODEL TAHANI UNTUK REKOMENDASI PEMINATAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNSOED
Informatika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat diterapkan dan digunakan dalam berbagai bidang. Informatika dipelajari hingga sampai tingkat universitas. Universitas Jenderal Soedirman merupakan salah satu universitas yang mempunyai program studi Teknik Informatika. Program studi Teknik Informatika adalah salah satu satu program studi di Fakultas Sains dan Teknik. Program Studi Teknik Informatika memiliki 3 pilihan peminatan, yaitu rekayasa perangkat lunak (RPL), sistem cerdas (SC), dan sistem informasi dan multimedia (SIM). Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Unsoed diberikan kebebasan untuk memilih 1 peminatan yang sesuai minat dan kemampuan mereka, yang dapat dipilih pada tahun kedua. Untuk membantu mahasiswa dalam pemilihan peminatan tersebut, maka dibangun sebuah aplikasi basisdata fuzzy model Tahani untuk rekomendasi peminatan mahasiswa. Aplikasi ini dibuat sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam menentukan peminatan apa yang akan dipilihnya. Hasil akhir yang diberikan berupa nilai rekomendasi (fire strength).Informatics is one of science that can be applied and used in various fields. Informatics studied up to university level. University of Jenderal Soedirman is one of the universities that have an Informatics Engineering department. Informatics Engineering is one of department in Faculty of Science and Engineering. Informatics Engineering has 3 choices of specialization, namely software engineering, intelligent systems, and information systems and multimedia. Student of Informatics engineering can choose one of that specialization based on their interests and abilities, which can be selected in the second year. To assist students in the selection of specialization, then built an application of fuzzy database using Tahani model for student specialization recommendation. This application is built as an alternative that can be used for consideration in determining what specialization will be chosen. The final result is given in the form of the recommendation values (fire strength).