Artikelilmiahs
Menampilkan 11.861-11.880 dari 49.330 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11861 | 4816 | F1B008061 | PELAYANAN PEMBUATAN SERTIFIKAT TANAH (Studi Di BPN Kabupaten Banyumas) | Masalah pertanahan dalam beberapa tahun ini mulai muncul ke permukaan, hal ini terkait dengan pelayanan yang berbelit, biaya yang tinggi, dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelayanan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menggunakan pelayanan pembuatan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banyumas. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan pembuatan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Kabupaten Banyumas masih kurang memuaskan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persyaratan administrasi dan persyaratan teknis/fisik tanah tergolong mudah dan alur pelayanan pembuatan sertifikat tanah tergolong mudah tetapi sistem birokrasi yang membuat alur pelayanan menjadi sulit. Kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menggunakan pelayanan pembuatan sertifikat tanah mengungkapkan bahwa proses pelayanan pembuatan sertifikat tanah membutuhkan waktu yang lama dan berbelit-belit serta biaya mahal. Kata Kunci: Pelayanan, Sertifikat Tanah | Land problem in recent years come to the surface, it is about the complicated service, high cost, and a long time. This study aims to investigate the services process and the constraints faced by the public in the use of making land certificates services in National Land Agency Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative method with research sites in National Land Agency Banyumas Regency. Informant selection techniques in this research was done by using purposive sampling technique. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. The analysis technique used is interactive analysis from Milles and Huberman. The results showed that making land certificates services in National Land Agency Banyumas Regency still unsatisfactory. The report from this research explained that the administrative and technical/ physical requirements are easy and the flow of making land certificates service relatively easily but the bureaucratic system makes service flow difficult. The constraints faced by the society in the use of making land certificates service revealed that the process of making land certificates services need long time, winded and costly. Keywords: land certificates, services | |
| 11862 | 4817 | G1A009037 | HUBUNGAN BMI (BODY MASS INDEX) DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA SISWI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO | Latar belakang. Penelitian mengenai hubungan Body Mass Index (BMI) dengan depresi masih bertentangan. Penelitian Wardle menemukan adanya hubungan yang negatif, penelitian Dragan menemukan adanya hubungan positif, penelitian De Wit menggambarkan kurva U-Shaped, dan Kress menyatakan tidak ada hubungan antara BMI dengan depresi. Tujuan penelitian. Mengetahui hubungan BMI dengan kecenderungan depresi pada siswi SMA Negeri 2 Purwokerto. Metode penelitian. Metode analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode non random jenis consecutive sampling. Jumlah sampel 50 siswi berusia 16-17 tahun. Data diperoleh dari hasil pengukuran kecenderungan depresi menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang lemah (p = 0,040., r = 0,292) antara BMI dengan kecenderungan depresi pada siswi SMA Negeri 2 Purwokerto. Kesimpulan. Terdapat hubungan BMI dengan kecenderungan depresi pada siswi SMA Negeri 2 Purwokerto. | Background: Research on the ralationship Body Mass Index (BMI) with depression was contradiction. Research Wardle found a negative relationship, research Dragan found a positive relationship, research De Wit describe curve UShaped, and research Kress found no relationship between Body Mass Index (BMI) with depression. Objective: This study aimed to determine the assosiation between Body Mass Index (BMI) with tendency depression in female student at senior high school state 2 in Purwokerto. Methods: This was an observational analytic with cross-sectional design study. The sampling technique in this study used a non-random with consecutive sampling. Number of sample by 50 Female student aged 16-17 years. Data source was the results of measurement used the Beck Depression Inventory (BDI) and the measurement of weight and height. Statistical analysis used the Spearman test. Result:The analysis showed a weak relationship (p = 0.040) between Body Mass Index (BMI) with the tendency depression in female student at senior high school state 2 in Purwokerto. Conclusion: There was a relationship between Body Mass Index (BMI) with the tendency depression in female student at senior high school state 2 in Purwokerto. | |
| 11863 | 4818 | G1A009114 | Hubungan Asupan Kalsium dengan Pembentukan Densitas Tulang Pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Kalsium merupakan komponen nutrisi yang penting bagi pembentukan densitas tulang. Kurangnya konsumsi kalsium dapat menyebabkan pengeroposan tulang yang berujung dengan Osteoporosis. Remaja akhir merupakan usia dimana terjadi percepatan pembentukan densitas tulang hingga peak bone mass. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dengan densitas tulang pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Ilmu Kesehatan. Metode: Studi observasional analitik cross sectional ini dilakukan pada tanggal 1 sampai 10 Februari 2013 pada 37 mahasiswa laki-laki Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED angkatan 2009-2012. Jumlah asupan Kalsium dinilai menggunakan kuesioner food recall 4x24 jam pada hari Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Pengukuran densitas tulang dengan menggunakan Ultrasound Bone Densitometri dilaksanakan pada tanggal 10 Februari. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Pearson. Hasil: Rerata asupan Kalsium mahasiswa laki-laki Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED angkatan 2009-2012 adalah 672.469 mg/hari kurang dari nilai anjuran dan rerata densitas tulang normal sebesar -0.145. Terdapat hubungan signifikan antara asupan kalsium dengan pembentukan densitas tulang (p = 0,001 dan r = 0,567). Kesimpulan: konsumsi kalsium sesuai anjuran dapat mencegah pengeroposan tulang dan mencegah fraktur akibat osteoporosis. | Background: Calcium is an important nutrient component for the bone density formation. The lack of calcium intake can cause bone loss that leads to osteoporosis. Late adolescence is an age where there is an acceleration of the formation of bone density to the peak bone mass. Objective: The aim of this study to determine the association between calcium intake with bone density in medical students of Faculty of Medicine and Health Sciences. Methods: This is an observational analytic study with cross sectional design. This study was conducted on 1 to February 10, 2013 on 37 male medical students 2009 to 2012 class. Calcium intake was assessed using a 4x24 hours food recall on Friday, Saturday, Sunday and Monday. The measurement of bone density used Ultrasound Bone Densitometry that held on February 10. Statistical analysis used here was Pearson test. Results: The mean of calcium intake in male medical students of Jenderal Soedirman University 2009-2012 class is 672,46 mg/day and the mean of bone density is -0,145. There was a significant relationship between calcium intake and bone density formation(p=0,001 and r=0,567). Conclusion: Higher calcium intake produced better bone density formation. | |
| 11864 | 4821 | G1A009046 | HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI (Fe) HARIAN DENGAN TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI VII SOKANEGARA | Latar belakang: Kecerdasan Intelektual merupakan kecerdasan dasar yang berhubungan dengan proses kognitif yang merupakan kemampuan dalam berpikir dan rasional. Tingkat kecerdasan dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang berpengaruh salah satunya adalah asupan berbagai macam zat gizi seperti asupan zat gizi besi. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dengan tingkat kecerdasan intelektual anak di Sekolah Dasar Negeri VII Sokanegara. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2013 di SD N VII Sokanegara dengan total responden berjumlah 48 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecerdasan intelektual diukur menggunakan CFIT sedangkan asupan zat besi diukur menggunakan food recall 3x24 jam. Hasil: Rerata asupan zat besi responden adalah 8,54±0,90 mg/hari yang termasuk dalam kategori cukup sedangkan rerata tingkat kecerdasan intelektual responden adalah 91,27±13,06 yang termasuk dalam kategori rata-rata. Analisis hubungan asupan zat besi dan tingkat kecerdasan intelektual dilakukan dengan uji Spearman memperoleh nilai p = 0,000 dan r = 0,521 yang menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulan: Semakin tinggi asupan besi maka semakin tinggi juga tingkat kecerdasan intelektual seorang anak. | Background: Intellectual intelligence is the basic intelligence associated with cognitive process and ability to think rationally. The level of intelligence is influenced by genetic and environmental factors. One of the environmental factor is the intake of various nutrients such as the iron intake. Objective: The objective of this study was for knowing the association between the iron (Fe) daily intake with the level of children's intelligence in Sokanegara VII Elementary School. Methods: This study was an observational analytic study with cross-sectional study. This study was conducted in February 2013 in Sokanegara VII Elementary School used 48 suitable responden based on inclusion and exclusion criterias. Intellectual level was measured by using CFIT while iron intake was measured by using a 3x24 hours food recall. Results: The mean of iron intake was 8.54±0.90 mg/day, while the average intelligence level was 91.27±13.06. The analysis by Spearman correlation test found a significant weak positive correlation between iron daily intake and student’s intelligence with p=0,000 and r=0,521. Conclusion: this study concluded that higher intake iron daily were associated with better intelligence level. | |
| 11865 | 4819 | G1A009085 | PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE ANTARA STROKE HEMORAGIK DAN STROKE NON HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE ANTARA STROKE HEMORAGIK DAN STROKE NON HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Semba Anggen Rachmani ABSTRAK Latar belakang : Menurut WHO, stroke menjadi penyakit tertinggi kedua yang menyebabkan kematian dan menjadi penyakit tertinggi keenam yang menyebabkan kecacatan. Kasus stroke di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta jiwa, dan 9 juta di antaranya menderita kecacatan berat serta10% diantaranya mengalami kematian. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien pasca stroke antara stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2013. Jumlah responden adalah 64 yang terbagi 15 pasien pasca stroke hemoragik dan 49 pasien pasca stroke non hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian bersumber dari wawancara kuisoner. Sampel penelitian didapat dengan cara consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi square. Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup pasien pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik dengan nilai p = 0,014 dan RP = 5,625 ( IK 95% 1,277-24,775). Kesimpulan : Terdapat perbedaan kualitas hidup pasien pasca stroke antara stroke hemoragik dan stroke non hemoragik, dengan kualitas hidup pasien pasca stroke non hemoragik lebih baik dibandingkan pasien pasca stroke hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata kunci : Kualitas Hidup, Stroke Hemoragik, Stroke Non Hemoragik | THE DIFFERENCES IN QUALITY OF LIFE IN POST-STROKE PATIENTS BETWEEN HEMORRHAGIC STROKE AND NON-HEMORRHAGIC STROKE IN PROF.DR. MARGONO SOEKARJO GENERAL HOSPITAL PURWOKERTO Semba Anggen Rachmani ABSTRACT Background : According ti WHO, stroke becomes the second highest cause of death and the sixth highest disease that causes disability. Stroke cases worldwide are expected to rech 50 million, and 9 million of them suffering from severe disability. In addition, about 10 % of them experienced the death. Objective : This study aims to determine the differences in quality of life in post-stroke patients between hemorrhagic stroke and non-hemorrhagic stroke in Prof.Dr. Margono Soekarjo General hospital Purwokerto. Methods : This study is an observational analytic with cross-sectional design study. The study was conducted in February 2013. The number of respondents are 64 which were divided into 15 patients with post-hemorrhagic stroke and 49 patients with post non-hemmorrhagic stroke who met the inclusion criterias. Data was taken from the interview with questionnaire. Samples were obtained by consecutive sampling. Statistical analysis used was bivariate chi-square test. Results : The results of chi-square test showed that there are differences in quality of life in post hemorrhagic stroke and post non- hemorrhagic stroke patients p = 0,014 dan RP = 5,625 ( IK 95% 1,277-24,775). Conclusion : There are differences in quality of life in post-stroke patients between hemorrhagic stroke and non- hemorrhagic stroke in Prof. Dr. Margono Soekarjo General hospital Purwokerto. Keywords : Quality of life, Hemorrhagic Stroke, Non-Hemorrhagic Stroke | |
| 11866 | 4825 | G1A008074 | Perbedaan Rerata Peningkatan Hitung Jumlah Lekosit pada Apendisitis Akut, Apendisitis Kronik Eksaserbasi Akut, dan Apendisitis Kronik di RSUD Prof. DR. Margono Soekardjo Purwokerto Periode Januari 2009-Desember 2011 | Latar Belakang: Salah satu penyebab tersering dari nyeri akut abdomen adalah apendisitis. Penelitian yang telah dilakukan oleh Junias di Medan dalam kurun waktu 5 bulan menemukan 51 penderita telah melakukan operasi apendektomi. Apendisitis dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Berdasarkan audit yang dilaksanakan di Hongkong National University Hospital, didapatkan angka kematian karena apendisitis adalah 1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rerata peningkatan hitung jumlah lekosit pada kejadian apendisitis akut, apendisitis kronik eksaserbasi akut dan apendisitis kronik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto periode Januari 2009-Desember 2011.. Metode: Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling dan rumus besar sampel menggunakan proporsi sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 54. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai Januari 2013. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata peningkatan hitung jumlah lekosit yang bermakna secara statistik pada kejadian apendisitis akut, apendisitis kronik eksaserbasi akut dan apendisitis kronik (p=0,363). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan rerata peningkatan hitung jumlah lekosit yang bermakna secara statistik pada kejadian apendisitis akut, apendisitis kronik eksaserbasi akut dan apendisitis kronik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto periode Januari 2009-Desember 2011. | Background: One of the common causes of acute abdominal pain was appendicitis. Research that has been done by Junias in Medan for 5 months found 51 patients had appendectomy. Appendicitis can cause death if not treated quickly and appropriately. Based on the audit conducted at the Hong Kong National University Hospital, found the mortality rate for appendicitis was 1%. Objective: This study aims to determine whether there is mean difference of elevated white blood count in acute appendicitis, acute exacerbation of chronic appendicitis and chronic appendicitis at Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto hospital period January 2009-December 2011. Methods: The method of this study was analytic observational studies with cross sectional approach. Sampling is done by consecutive sampling method and sample size formulas using the proportion. Sample size of this study is 54. The research was held in July 2012 until January 2013. Analysis of the data used univariat analysis of frekuency distribution tables and bivariat analysis of one-way ANOVA test. Results: Result showed that there was no statistically significant mean difference of elevated white blood count in acute appendicitis, acute exacerbation of chronic appendicitis and chronic appendicitis (p = 0.363). Conclusion: There was no statistically significant mean difference of elevated white blood count in acute appendicitis, acute exacerbation of chronic appendicitis and chronic appendicitis at Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto hospital period January 2009-December 2011. | |
| 11867 | 4826 | C1A007052 | PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA BAGI HASIL, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KABUPATEN BANYUMAS, PURBALINGGA, BANJARNEGARA, DAN CILACAP ERA DESENTRALISASI FISKAL PADA TAHUN 2003-2010 | Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus Terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap Era Desentralisasi Fiskal Pada Tahun 2003-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel PAD, DAU, DBH, DAK secara bersama-sama, dan parsial, serta variabel mana yang paling berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap Era Desentralisasi Fiskal pada tahun 2003-2010. Hasil penelitian dan analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda dengan Logaritma Natural, Uji t, Uji F, adalah variabel PAD, DAU, DBH, DAK secara bersama-sama berpengaruh signifikan, variabel PAD, DBH, DAK secara parsial berpengaruh signifikan (kecuali DAU yang tidak berpengaruh siginfikan) dan variabel DBH merupakan yang paling berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap Era Desentralisasi Fiskal pada tahun 2003-2010. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah seharusnya bisa meningkatkan PAD sesuai potensi di masing-masing daerah dengan cara memanajemen lebih baik hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan menstrukturisasi BUMD. Pemerintah Daerah bisa meningkatkan DBH dengan lebih banyak menarik investor swasta, didukung dengan kemudahan perijinan dan pencipataan situasi politik keamanan yang stabil. Pemerintah Daerah dalam mengelola PAD, DAU, DBH dan DAK hendaknya harus bepegang dengan prinsip Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) sesuai UU No 17 Tahun 2003. | This research took the title "The Effect of Origin Regional Revenue, General Allocation Fund, Revenue Sharing Fund, Special Allocation Fund about Gross Domestic Regional Product in Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Cilacap Fiscal Decentralization In the Year 2003-2010". The purpose of this research was to determine the variable PAD, DAU, DBH, DAK together, and partially, and variables where the most significant effect on GDRP in Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Cilacap Fiscal Decentralization in 2003-2010. The results of research and data analysis using Multiple Linear Regression with Natural logarithm, t test, F test, is PAD, DAU, DBH, DAK variables jointly significant effect, PAD, DBH, DAK variables partially significant effect, DBH variable is the most significant effect on GDRP in Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Cilacap Fiscal Decentralization in the year 2003-2010. The implications of the research is local governments should be able to increase revenue according to the potential in each region, the way to do this is to manage better outcomes wealth management areas separated by structuring BUMD. Local government could improve with more DBH attract private investors, backed by the ease of licensing and the creation of security a stable political situation. Local Government in managing PAD, DAU, DAK, DBH should have adhered to the principles of Performance-Based Budgeting (ABK) in accordance with Law No. 17 of 2003. | |
| 11868 | 4827 | C1C007076 | PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN, SANKSI DENDA, DAN EFEKTIVITAS SISTEM PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS DI WILAYAH KPP PRATAMA PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Sanksi Denda, Dan Efektivitas Sistem Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Penghasilan Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Di Wilayah KPP Pratama Purwokerto. Hipotesis yang diajukan adalah :Kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan pajak, sanksi denda dan efektivitas sistem perpajakan berpengaruh secara simultandan parsial terhadap kepatuhan wajib pajak penghasilan orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian. Seluruh responden menyatakan sangat setuju bahwa kepatuhan wajib pajak dipengaruhi olehkesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, sanksi denda dan efektivitas sistem perpajakan. Secara simultan dan parsial kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan pajak, sanksi denda dan efektivitas sistem perpajakan berpengaruhterhadap kepatuhan wajib pajak penghasilan orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas. Implikasipenelitian. Penyuluhan dan transparansi tentang penggunaan pajak bagi pembangunan, peningkatan profesionalisme pegawai dalam melayani wajib pajak dan pendataan wajib pajak penghasilan orang pribadiyang melakukan pekerjaan bebassecara kontinu dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui peningkatan efektivitas sistem perpajakan dan program pelayanan berbasis komputer yang akurat. | This research is entitled the effect of taxpayer‟s awareness, service quality, tax penalties, and the effectiveness of taxation system toward personal income taxpayer compliance who was doing freelance proffession who was listed in KPP Pratama Purwokerto. The hypothesis are: taxpayer‟s awareness, service quality, tax penalties and the effectiveness of taxation system simultaneously or partially affect to personal income taxpayer compliance who was doing freelance proffession. Multiple linear regressions analysis were employeed. Hypothesis tested by F test and t test. The research results. All respondents agree that taxpayer compliance is influenced by taxpayer awareness, service quality, tax penalties and the effectiveness of taxation system.Taxpayer‟s awareness, service quality, tax penalties, and the effectiveness of taxation systemsimultaneously or partially has significantly affect influences the compliance of personal income taxpayer who was doing freelance proffession. The research implication. Information and transparency about tax function for development funding, employee professionalism in tax service improving and continuity of data collecting of personal income tax compliance who was doing freelance proffession as form of improvement of taxpayer compliance were considered. Furthermore it can be done through improvement ineffectiveness of taxation system and accuracy on computer based service program. | |
| 11869 | 4828 | C1C009013 | PERLAKUAN AKUNTANSI ASET BIOLOGIS PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) KEBUN KALIGUA | Aset biologis merupakan makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang mengalami transformasi biologis. Transformasi biologis merupakan proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif pada makhluk hidup serta menghasilkan aset baru dalam bentuk produk agrikultur atau aset biologis tambahan dalam kelas yang sama. Adanya transformasi biologis menyebabkan aset biologis perlu diukur kembali pada tanggal pelaporan berikutnya sehingga dapat menunjukkan nilai wajarnya di pasaran sesuai dengan kontribusi aset biologis tersebut terhadap perusahaan. International Accounting Standards Committee (IASC) yang berganti menjadi International Accounting Standards Board (IASB) mengeluarkan standar pelaporan keuangan internasional yang bernama IFRS (IAS 41) mengenai agrikultur yang mengatur tentang aset biologis, dimana dalam standar akuntansi Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tidak terdapat peraturan mengenai perlakuan terhadap aset biologis. Penelitian ini dilakukan pada PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua yang merupakan perkebunan teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan penyajian aset biologis berdasarkan perlakuan akuntansi menurut IFRS (IAS 41) dengan perlakuan akuntansi menurut PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Kaligua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua menggunakan dasar pengukuran dengan nilai perolehan, sehingga terdapat perbedaan dalam hal perolehan aset, reklasifikasi, dan revaluasi yang bersifat material sehingga kualitas informasi laporan keuangan PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua tidak relevan. Di sisi lain, PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua membagi tanaman menjadi TBM dan TM sesuai pertumbuhan vegetatif atau taksiran manajemen dan mencatatnya dalam CALK sehingga mempermudah dan meyakinkan pengguna laporan keuangan menjadikan kualitas informasi laporan keuangan PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua bersifat andal. | Biological asset is a living animal and plant that have biological transformation. Biological transformation consist of the process of growth, degeneration, productions, and procreation that cause qualitative and quantitative changes in the lives of animals and plants, also can produce new assets embodied in the form of agricultural produce or additional biologoical assets in the same class. Biological transformation cause biological assets needs to be measured again in the next financial reporting so that can demonstrate the fair value of those assets according their contribution for the company. International Accounting Standards Committee (IASC) which change to be International Accounting Standards Board (IASB) has published IFRS (IAS 41) on agriculture which regulates the biological assets, wheares in the Indonesian Accounting Standards (PSAK) there are no standards governing the accounting treatment for biological assets. This research was conducted at PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua where is engaged in the tea plantation. The purpose of this study is to find out and analyse difference of biological assets presentation between accounting treatment under IFRS (IAS) 41 with accounting treatment in PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua. The results of this research show that PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua measures biological assets by the historical cost, so that makes some differences in acquiring of assets, reclassification, and revaluation in material level so that the information quality of financial reporting in PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua is irrelevance. In the other hand, PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua divides the plants into TBM and TM from their growth or according to the management estimated which should be recorded in CALK, it makes easier and convinicing the user so that information quality of financial reporting in PTPN IX (Persero) Kebun Kaligua is reliable. | |
| 11870 | 4830 | C1C008013 | PENGARUH BELANJA OPERASI DAN BELANJA MODAL TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PEMERINTAH DAERAH DI SELURUH INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Belanja Operasi dan Belanja Modal Terhadap Financial Distress pada Pemerintah Daerah di Seluruh Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja operasi dan belanda modal terhadap financial distress atau kesulitan keuangan Pemda serta untuk melihat gambaran proporsi realisasi belanja operasi dan belanja modal. Penelitian ini menggunakan data sekunder Laporan Realisasi APBD Kabupaten/Kota yang diperoleh dari situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan yaitu www.djpk.depkeu.go.id untuk tahun 2009 sampai 2011. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan dalam pengambilan sampel adalah nilai debt service coverage ratio (DSCR) Pemda kurang dari 2,5, berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 54/2005 tentang Pinjaman Daerah. Alat analisis untuk analisa data dan menguji hipotesis Partial Last Square (PLS) bagian dari Structural Equation Modeling (SEM), karena model dalam penelitian ini adalah fomatif dan variabel memiliki banyak indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress Pemda dipengaruhi oleh naiknya belanja pegawai (indikator dari belanja operasi) dan belanja modal yang turun. Belanja operasi pada tahun 2009 dan 2010 berpengaruh terhadap financial distress Pemda, sedangkan pada tahun 2011 tidak berpengaruh. Proporsi belanja operasi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, belanja pegawai yang mendominasi belanja operasi dan belanja daerah pada tahun 2009 dan 2010 naik, namun pada tahun 2011 menurun. Belanja modal pada tahun 2009 dan 2010 tidak berpengaruh terhadap financial distress Pemda dan pada tahun 2011 berpengaruh. Realisasi belanja modal pada tahun 2009 dan 2010 naik, sedangkan untuk tahun 2011 turun. Implikasi dari kesimpulan diharapkan memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Sehingga Pemda Kabupaten/Kota lebih memerhatikan kenaikan Belanja Pegawai yang merupakan indikator Belanja Operasi dan penurunan Belanja Modal yang berpengaruh terhadap financial distress atau kesulitan keuangan. Untuk mencegah kesulitan keuangan Pemda dapat mengalokasikan Belanja Daerah secara lebih bijak dan proporsional. | The tittle of this research is “The Influence of Operation Expenditure and Capital Expenditure to Local Government Financial Distress In Indonesia”. The purpose of this research is to find out the effect of Operation Expenditure and Capital Expendiure’s indicators to Local Government financial distress and to see the proportion of realization operational expenditure and capital expenditure. This research uses secondary data Report of Realization APBD Regency/Town (local government) from formal site Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan that is www.djpk.depkeu.go.id, for the year 2009 until 2011. The samples of this research is using purposive sampling and the measurement of Local Government financial distress based on Peraturan Pemerintah (government rules) No. 54/2005 about Pinjaman Daerah (local allowance) that debt service coverage ratio under 2,5 (DSCR<2,5). Analitical tool for model and hypotesis test in this study using Partial Last Square (PLS) a part of Structural Quation Modeling (SEM), beacause a model is formative construct and are variables have many indicators. The results of this study explain that Local Government financial distress influenceed by the increasing of Employee Expenditure (indicator of Operation Expenditure) and decreasing Capital Expenditure. Operation expenditure in 2009 and 2010 had influences to Local Government financial distress, while in the 2011 dindn’t have any influences. Proportion of operation expenditure from year to year has been increased, employee expenditure domination of operation expenditure and government expenditure in the year 2009 and 2010 was increase, but in year 2011 was decrease. Capital expenditure in the year 2009 and 2010 didn’t have influence to local government financial distress, but they had in 2011. Realitazation of capital expenditure in the year 2009 and 2010 was increasing, but in year 2011 was decreasing. The expectation of an implication from the conclusion is with giving more contribution for Local Government. So that local government can have more pay attention to the increasing of employee expenditure (operation expenditure’s indicator) and decreasing of capital expenditure that influence to financial distress. To prevent financial distress, the local government could make an allocation of local government expenditure more wise and proportional. | |
| 11871 | 4831 | C1C009041 | Pengaruh Peran Manajerial Pengelola Keuangan Daerah, Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran, dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh peran manajerial pengelola keuangan daerah, partisipasi dalam penyusunan anggaran, dan sistem pelaporan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini adalah SKPD Kabupaten Banyumas yang berjumlah 84 buah dan menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda yang digunakan sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran manajerial pengelola keuangan daerah tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah Kabupaten Banyumas 2) partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah Kabupaten Banyumas 3) sistem pelaporan berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah Kabupaten Banyumas. Implikasi dalam penelitian ini yaitu 1) semua pihak diharapkan dapat disertakan dalam penyusunan anggaran dan kontribusinya dalam memberikan pendapat yang sekiranya dapat diterima sebaiknya tercermin dalam anggaran akhir/final 2) dalam penyusunan laporan keuangan sebaiknya lebih ditingkatkan lagi mengenai pencatatannya, analisisnya, dan evaluasinya agar akuntabilitas kinerja Kabupaten Banyumas juga dapat ditingkatkan. | The purpose of this research is to know the influence of managerial role of local finance organizer, budgetary participation, and reporting systems toward accountability performance of local government in Banyumas District. Sample of this research is SKPD of Banyumas District which amount 84 and using purposive sampling method to gain the sample. This research is using multiple regression method to analyze. The results of this research are 1) the managerial role of local finance organizer doesn’t affect the accountability performance of local government in Banyumas District 2) the budgetary participation affect the accountability performance of local government in Banyumas District 3) the reporting systems affect the accountability performance of local government in Banyumas District. The implications of this research are 1) all parties could be involved in budgetary preparation and all contributions are needed can be reflected on the final budget 2) when preparing the financial statement it would be better if increasing the recording, analysis, and evaluation so accountability performance of local government in Banyumas District can also be increased. | |
| 11872 | 4833 | C1C009070 | PERSEPSI MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI TENTANG PELATIHAN BREVET PAJAK (PENELITIAN PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) | Penelitian ini berjudul “Persepsi Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi tentang Pelatihan Brevet Pajak (Penelitian pada Universitas Jenderal Soedirman)” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman terhadap pelatihan Brevet Pajak dan untuk mengetahui perbedaan persepsi antara mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi dan Non Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman tentang Pelatihan Brevet Pajak Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Z mengenai rata-rata. Berdasar hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji z mengenai rata-rata menunjukkan bahwa: 1) Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto memiliki persepsi positif tentang pelatihan brevet pajak dan 2) Tidak terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa S1 Akuntansi dan mahasiswa S1 Non Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. | The study entitled "Perception of Faculty of Economics S1 Student about Tax Consultant Training (Research at the Jenderal Soedirman University)" The purpose of this study was to determine the perception of Economics Faculty S1 Student at Jenderal Soedirman University about tax consultant training and to know the difference in perception between Accounting and Non Accounting S1 students of the Economics Faculty at Jenderal Soedirman University. This study used Z test about average data analysis tool. The results of research and data analysis with the Z test about average shows that: 1) S1 Student of the Economics Faculty Jenderal Soedirman University had positive perceptions about tax consultant training and 2) There were no differences in perception between Accounting and Non Accounting S1 student of the Economics Faculty at Jenderal Soedirman University. | |
| 11873 | 4838 | E1A008051 | KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN ANCAMAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR ( Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 26/Pid.Sus/2011/PN. Bms ) | Pembuktian merupakan salah satu proses penyidikan yang memegang peranan penting pada pemeriksaan perkara pidana di pengadilan. Pada Putusan Pengadilan Nomor: 26/Pid.Sus/2011/PN. Bms, tentang tindak pidana persetubuhan yang dilakukan seorang lelaki dewasa terhadap anak yang mengakibatkan luka pada korban. Hakim menggunakan alat bukti Visum Et Repertum yang digunakan untuk membuktikan kesalahan terdakwa atas tindakan persetubuhan dengan bukti berupa luka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pentingnya penggunaan Visum Et Repertum dalam pembuktian tindak pidana persetubuhan dengan ancaman kekerasan terhadap anak dibawah umur. Selain itu ditujukan juga untuk mengetahui kekuatan pembuktian Visum Et Repertum pada tindak pidana persetubuhan dengan ancaman kekerasan terhadap anak dibawah umur pada putusan Nomor: 26/Pid.Sus/2011/Pn.Bms. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data Sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara normatif kualitatif dengan penyajian data teks secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Visum Et Repertum dalam tindak pidana persetubuhan dengan ancaman kekerasan terhadap anak dibawah umur terhadap Putusan Nomor:26/Pid.Sus/2011/PN. Bms dapat dijadikan sebagai bukti permulaan bagi penyidik, pertimbangan penuntut umum untuk melakukan suatu dakwaan, serta pertimbangan hakim dalam membuat putusan guna memenuhi unsur Pasal 81 ayat 1 Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kekuatan pembuktian Visum Et Repertum pada Putusan Nomor: 26/Pid.Sus/2011/Pn.Bms mempunyai kekuatan pembuktian bebas. Nilai kekuatan pembuktian alat bukti surat sama dengan nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi dan alat bukti keterangan ahli, sama – sama mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang bersifat bebas. Secara formil Visum Et Repertum dalam Putusan Nomor:26/Pid.Sus/2010/PN. Bms telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 187 huruf c KUHAP. Secara materiil Visum Et Repertum membuktikan bahwa telah terjadi luka robekan yang menyebabkan selaput dara sobek dari seorang perempuan yang bersetubuh dan belum pernah melahirkan. | Evidence is one of the investigative process that plays an important role in the investigation of criminal cases in court. The number of the Court’s decision: 26/Pid.Sus/2011/PN. Bms, on sexual intercourse offenses committed against a child adult male who causes injury to the victim. The Judge is based on observations Visum Et Repertum used to prove the guilt of those accused of acts of sexual intercourse with signs of injuries. The research was conducted aim to know the importance of the use of Visum Et Repertum in proving criminal intercourse with the threat of violence against children under. In addition it also aimed to determine the strength of evidence Visum Et Repertum on criminal intercourse with the threat of violence against children under the decision Number 26/Pid.Sus/2011/Pn. Bms. Secondary data is collected and processed, presented, and analyzed qualitatively by presenting normative text data systematically. Research results show that, Visum Et Repertum in criminal intercourse with the threat of violence against children under the Decision Number: 26/Pid.Sus/2011/PN. Bms can be used as preliminary evidences for investigators, prosecutors consideration to perform an indictment, as well as consideration of the judge in making a decision in order to meet the elements of Article 81 paragraph 1 of Law 23 of 2002 on Child Protection. The strength of evidence Visum Et Repertum on Decision Number: 26/Pid.Sus/2011/Pn.Bms have probative force free. Value of documentary evidence probative force equal to the value of the strength evidence and witness testimony evidence, expert testimony, both of them have values that are independent probative force. Visum Et Repertum formally in Decision Number: 26/Pid.Sus/2010/PN. Bms are in accordance with the provisions of Article 187 c of the Criminal Procedure Code. Visum Et Repertum materially prove that there has been a tear wound that causes tearing of the hymen intercourse and a woman who has never given birth. | |
| 11874 | 4835 | F1F008090 | A Semiotic Analysis on Mead Johnson Milk Formula Product Images | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda yang terdapat pada gambar produk susu formula produksi produsen susu Mead Johnson dan menemukan makna kontekstual dari tanda yang ditemukan pada gambar produk susu formula tersebut. Fokus penelitian ini adalah analisis tanda yang terdapat pada gambar produk susu formula dari produsen susu Mead Johnson. Peneliti menggunakan teori tanda dari Peirce yang dapat diklasifikasikan ke dalam ikon, indek, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, menganalisis data berdasarkan teori tanda dari Peirce, dan membuat simpulan mengenai hubungan antara makna kontekstual dengan tanda yang ditemukan pada gambar produk susu formula tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 gambar produk dari 8 jenis produk yang dikumpulkan dapat diklasifikasikan ke dalam 9 kategori berdasarkan karakteristik produk tersebut. Gambar produk tersebut memiliki ikon, indek, dan simbol. Ikon yang ditemukan terdiri dari gambar binatang, susu, dan kartun bayi yang erat hubungannya dengan dunia bayi dan anak. Di sisi lain indek ditemukan dalam bentuk angka, huruf, frase, dan kalimat yang berhubungan dengan kandungan, karakteristik dan informasi produk. Kemudian, simbol yang ditemukan berupa gambar mainan yang dibawa ikon produk, gambar gelas susu, setempel Lipil dan sumber nutrisi pendukung, serta warna. Kombinasi dari ikon, indek, dan simbol membentuk makna kontekstual dari gambar produk, yaitu apa yang dibutuhkan bayi dan anak. | The research was aimed to describe the signs that are used in milk formula product images of Mead Johnson Company, and to find out the contextual meaning of the signs found in the product images. The research focused on analyzing signs in milk formula product images of Mead Johnson Company. The researcher analyzed signs based on Peirce’s theory which can be classified into icon, index, and symbol. The researcher used qualitative research design and analyzed the data based on Peirce’s theory. Then, the conclusion of the relationship between the signs and the contextual meaning of the product images was drawn. The result shows that 28 milk formula product images that have been collected from eight different brands of Mead Johnson Company, are classified into nine classifications based on their appearances. Those product images consist of its own icon, index, and symbol. The icons consist of picture of animal and milk, and cartoon of baby that are related to the babies’ world. Meanwhile, the indexes are in the form of numbers, words, phrases, and sentences that refer to the content, characteristic, and information of the products. Then, the symbols are mostly picture of toy carried by the icons, picture of milk glass, stamp of Lipil and source of appetit nutrition support, and colors. The combination of icons, indexes, and symbols compose a contextual meaning. All of the product images related to the icon, index, and symbol are based on the contextual meaning of the product, that is baby and child needs. | |
| 11875 | 23809 | D1E014285 | Proses Adopsi Teknologi Jerami Fermentasi di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara | THE TECHNOLOGY ADOPTION PROCESS OF RICE STRAW IN BAWANG SUB-DISTRICT BANJARNEGARA REGENCY | This research aims to know the technology adoption process of rice straw for beef cattle feed on the farm folk, in Bawang Sub-district, Banjarnegara Regency. It used survey method. The research sampling was conducted in cencus. Data analysis used descriptive analysis and SWOT analysis. The results of SWOT analysis on internal factor showed that strength and weakness identification on farm were human resource, finance, operating, management, and marketing. The results on external factor showed an identification such as opportunity and threats that found in livestock from social environment, economic, and technology. The strategies of technology adoption were optimizing a source, environment and government. Providing guidance with innovation demonstrations to farmers. | |
| 11876 | 4834 | C1C009036 | PENGARUH EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KABUPATEN BANYUMAS | BPR adalah bank yang memberikan pinjaman untuk mendukung usaha kecil dan menengah. Kualitas kredit BPR diukur dengan menggunakan tingkat non performing loan (NPL). Kualitas kredit tergolong baik jika NPL kurang dari 5%. Padahal tingkat NPL BPR di Kabupaten Banyumas pada bulan September 2012 masih tinggi yaitu sebesar 9,75%. Hal ini diduga disebabkan oleh sistem pengendalian internal tidak berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari sistem pengendalian intern (lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, penaksiran risiko, informasi & komunikasi, dan pemantauan) terhadap kualitas kredit (diukur dengan tingkat non performing loan) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, penaksiran risiko, serta informasi & komunikasi terhadap kualitas kredit, dan tidak ada pengaruh positif dari pemantauan terhadap kualitas kredit. | BPR is a bank that provides loans to support small and medium enterprises. BPR loan quality is measured by using the non performing loan rate. The loan quality is healthy if the value of non performing loan is less than 5%. In fact, the average of the BPR's non performing loan in Banyumas regency is still high at 9.75%. It is thought to be caused by the internal control system is not running optimally. The aim of this study is analyzing the impact of internal control system (control environment, control activities, risk assessment, information & communication, and monitoring) to loan quality (measured with non performing loan rate) of Bank Perkreditan Rakyat (BPR) in Banyumas regency. The results of this study reveals that there is positive influence of the control environment, control activities, risk assessment, information & communication on loan quality, and there is no positive influence of monitoring on loan quality. | |
| 11877 | 4836 | E1A007277 | Pembuktian Tindak Pidana Perzinaan Yang Dilakukan Anggota TNI Dalam Lingkungan Peradilan Militer (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Militer Surabaya Nomor : 221-K/PM.III-12/AL/X/2011) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui mengetahui Tindak Pidana Perzinaan Yang dilakukan Anggota TNI Lantamal V dipersidangkan di Pengadilan Militer Surabaya. Selain itu juga untuk mengetahui pembuktian terhadap tindak pidana perzinaan yang dilakukan oleh anggota TNI dalam Putusan Pengadilan Militer Surabaya Nomor : 221-K/PM.III-12/AL/X/2011. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, Terdakwa memiliki status sebagai prajurit TNI dan beralamat di Asrama Surabaya. Terdakwa juga masih berdinas aktif sebagai Anggota Disfaslan Lantamal V Surabaya dengan pangkat Serka, sehingga jelas berdasarkan aspek domisili dan status keprajuritan terdakwa, Pengadilan Militer III-12 Surabaya berwenang menyidangkan kasus terdakwa. Selain itu Oditur Militer dalam hal ini telah meyakinkan hakim melalui serangkaian pembuktian. Unsur-unsur Pasal 284 ayat (1) KUHP dapat dibuktikan dengan alat bukti berupa keterangan saksi baik AM maupun EM, surat, keterangan manajemen hotel, dan percakapan sms ditambah keyakinan hakim terhadap perbuatan terdakwa sesuai dengan Pasal 183 KUHAP. | This study was conducted to determine the Crime of Adultery know What do the Navy military members trial in the Surabaya Military Court. In addition, to know the evidence against adultery a crime committed by members of the military in Surabaya Military Court Decision Number: 221-K/PM.III-12/AL/X/2011. To achieve these aims the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. Result study states that, defendant has status as soldiers and addresed in Surabaya Dormitory. The defendant also still actively serving as a Member of Surabaya Disfaslan the Navy with the rank of sergeant, so obviously based on residency and status aspects of soldiering defendant, Military Tribunal III-12 Surabaya authorities prosecute the defendant cases. Moreover Military Prosecuting Attorney in this case has convinced the judge through a series of verification. Elements of Article 284 paragraph (1) of the Criminal Code can be proven with evidence in the form of witness testimony both AM and EM, letter, hotel management information, and conversation sms plus the judge's conviction of the defendant in accordance with Article 183 of the Criminal Procedure Code. | |
| 11878 | 4837 | E1A008228 | KEDUDUKAN BAPAS DALAM PENDAMPINGAN PERKARA TINDAK PIDANA ANAK (Tinjauan Yuridis Berkas Perkara : PDM-01/SEMAR.1/Ep.2/01/2012) | Anak merupakan generasi muda di masa depan yang mempunyai tugas sebagai penerus bangsa. Demi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka di perlukan pembinaan dan bimbingan yang baik serta memberikan perlindungan terhadap anak. Kenakalan anak merupakan suatu penyimpangan tingkah laku yang dilakukan oleh anak. Kenakalan anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain dari faktor individu, faktor keluarga, maupun faktor lingkungan. Dalam kehidupan sosial, sebagian perilaku masyarakat dalam menangani kenakalan anak terutama anak yang berhadapan dengan hukum diserahkan kepada pihak yang berwajib. Perlakuan dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum oleh penegak hukum berbeda dengan orang dewasa baik dalam proses peradilan maupun dalam pemberian bantuan hukum. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan wujud perlindungan dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Salah satu bentuk perlindungan dari pemerintah terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui pendampingan oleh BAPAS (Balai Pemasyarakatan). Penelitian tentang kedudukan BAPAS (Balai Pemasyarakatan) dalam pendampingan perkara tindak pidana anak (Tinjauan Yuridis Berkas Perkara : PDM-01/SEMAR. 1/Ep.2/01/2012) mencakup dua permasalahan yaitu Mengapa di dalam tindak pidana anak selalu didampingi oleh BAPAS (Balai Pemasyarakatan)? dan Bagaimana kekuatan hukum hasil penelitian dari BAPAS terhadap tindak pidana anak dalam berkas perkara : PDM-01/SEMAR.1/Ep.2/01/ 2012?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui 2 (dua) kesimpulan, yaitu : Pertama, tindak pidana anak selalu didampingi oleh BAPAS (Balai Pemasyarakatan) dikarenakan untuk menjamin hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum dalam setiap tahap pemeriksaan peradilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kedua, kekuatan hukum hasil penelitian dari BAPAS (Balai Pemasyarakatan) terhadap tindak pidana anak mempunyai nilai kekuatan yang sempurna dan bersifat mengikat terhadap penuntut umum yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Surat Edaran Jaksa Agung RI Nomor : SE-001/JA/4/1995. | Children are the young generation in future which has the task as successor to the nation. In order to realize the qualified of human resources , then it is necessary coaching and guidance as well as providing protection to child. Juvenile delinquency is a deviation behavior conducted by children. Juvenile delinquency can be caused by several factors, among others of the individual factors, family factors, and environmental factors. In social life, some people's behavior in dealing with juvenile delinquency, especially children in conflict with the law submitted to the authorities. Treatment in the handling of children in conflict with the law by law enforcers are different from adults well in the judicial process nor in the provision of law assistance. Law No. 11 of 2012 on the Child Criminal Justice System is a form of child protection in the handling of children in conflict with the law. One form of protection from the government against children in conflict with the law through mentoring by BAPAS (Correctional Center). Research on the position BAPAS (Correctional Center) in accompaniment the child criminal act (Judicial Review Case file: PDM-01/SEMAR. 1/Ep.2/01/2012) which includes two problems namely Why criminal act of children are always accompanied by BAPAS (Correctional Center)? and How does the force of law and the research results of BAPAS against the child criminal act in the case file: PDM-01/SEMAR.1/Ep.2/01 / 2012?. This study uses a normative study with research prescriptive specifications. The data used are secondary data and primary data. Based on the results of this research is two (2) conclusions, namely: First, the child criminal act is always accompanied by a child BAPAS (Correctional Center) due to guarantee the rights of children in conflict with the law in every stage of the judicial examination in accordance with the provisions of the legislation. Second, the law strength results from BAPAS (Correctional Center) for the child criminal act has perfect power values and binding on the prosecutor based legislation is Law No. 11 Year 2012 on the child Criminal Justice System and Circular Attorney Supreme Number: SE-001/JA/4/1995. | |
| 11879 | 4858 | H1C008054 | LOKALISASI AREA UTERUS PADA CITRA DIGITAL HASIL USG (ULTRASONOGRAFI) DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING | Pada jaman sekarang ini semua proses komputerisasi dan proses komputasi sudah menggunakan computer atau bisa disebut era digital. Pengolahan citra digital telah dikembangkan dan diaplikasikan oleh manusia atau mesin. Saat ini sudah menjadi suatu prosedur standart untuk memanfaatkan teknologi ultrasonography(USG), apalagi ibu yang sedang menanti kehadiran buah hatinya yang sangat ingin mengetahui kondisi janin dalam rahimnya. Salah satu cara yang tidak asing lagi dikalangan ibu hamil dan tentu saja didunia kedokteran kandungan, yaitu cara untuk memonitor perkembangan janin dalam kandungan atau sering disebut dengan USG. Prosedur uji USG adalah bagian dari rutinitas perawatan pra kelahiran dan memberikan informasi penting yang diperlukan dokter atau bidan untuk memberikan perawatan yang optimal. Uji USG memungkinkan dokter atau bidan untuk memastikan perkembangan yang normal dan juga memberikan diagnosa kemungkinan masalah. Karena tidak ada resiko yang ditimbulkan pada ibu hamil dan perkembangan janin, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan uji USG. Template matching adalah sebuah metode dalam pengolahan citra digital dalam teknik untuk menemukan bagian-bagian terkecil dari gambar yang cocok dengan template gambar, dan berpotensi memerlukan sampling dari sejumlah besar poin. | In today's all computerized processes and computational processes are using the computer or can be called digital era. Digital image processing have been developed and applied by man or machine. In this today has become a standard procedure for utilizing ultrasonography (USG), especially mothers who are waiting the presence of their children who want to know the condition of the fetus in her womb. One way that is familiar among pregnant women and of course the world of obstetrician, which is a way to monitoring the development of the fetus in the womb or often referred to as USG. USG procedures are part of routine prenatal care and provide necessary information the doctor or midwife to provide optimal care. USG procedures allows the doctor or midwife to ensure the normal development and also provide diagnoses potential problems. Since there are no risks to pregnant women and fetal development, there is no reason not to use USG procedure. Template matching is a method of digital image processing techniques to find the smallest parts of the image that matches the template image, and potentially require a large number of sampling points. | |
| 11880 | 4840 | F1C008013 | Komunikasi Terapeutik Antara Dokter dan Pasien Melalui Evidance Based Medicine (EBM) di Poliklinik Perum Jasa Tirta II Jatiluhur Jawa Barat | Komunikasi adalah sebuah faktor yang sangat penting untuk menjalin komunikasi terapeutik yang baik antara dokter dengan pasien, maka dari itu komunikasi sangatlah penting sebagai sarana yang sangat efektif dalam memudahkan dokter melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik. Untuk menangani pasien, diperlukan sebuah teknik komunikasi khusus karena tujuan komunikasi yang dilakukan dokter kepada pasien adalah untuk mempercepat proses kesembuhan pasien, maka komunikasi yang dilakukan oleh dokter adalah komunikasi terapeutik dimana komunikasi ini dilakukan secara sadar dengan tujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Dalam mempraktekan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter kepada pasien dibutuhkan pendekatan evidance based medicine dimana EBM itu sendiri merupakan penerapan kebijakan penatalaksanaan penyakit oleh dokter pada seorang pasien yang dilakukan secara hati – hati dan bijak dalam hal menegakkan diagnosis berdasarkan pada bukti – bukti ilmiah terkini. Maka dari itu, pendekatan evidance based medicine (EBM) dilakukan oleh para dokter untuk berkomunikasi dengan pasien agar bisa membangun kontak sosial dan mempengaruhi orang lain atau pasien untuk berperilaku seperti apa yang diinginkan oleh dokter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter kepada pasien dalam menerapkan sistem evidance based medicine di Poliklinik Perum Jasa Tirta II. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan utama dua dokter dan 3 informan pendukung yaitu pasien. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi terapeutik digunakan oleh dokter Poliklinik Perum Jasa Tirta II dalam melakukan wawancara kepada pasien berdasarkan evidance based medicine. Komunikasi yang dilakukan dokter sangat penting dalam mempercepat proses kesembuhan pasien karena dokter membantu pasien dalam memberikan penjelasan bagaimana cara mempercepat proses kesembuhan tesebut. Kesimpulan yang didapat bahwa Evidance Based Medicine selalu digunakan oleh dokter dalam mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien. | Communication is a very important factor to establish a good therapeutic communication between doctor and patient, and therefore communication is as important as a very effective means to facilitate the physician perform the roles and functions properly. To handle the patient, it takes a special communication techniques for communication purposes by physicians to the patients is to accelerate the healing process of the patient, then the communication made by physicians is therapeutic communication in which communication is done consciously with the objectives and activities are focused on the patient. In the practice of therapeutic communication by doctors to patients evidance based medicine approach is required where EBM it’s an application of the policy management of the disease by physicians to a patient is carefully conducted and wise in making the diagnosis based on the latest scientific evidence. Therefore, the approach evidance based medicine (EBM) conducted by the doctors to communicate with patients in order to establish social contact and influence others or the patient to behave like what is desired by the physician. The purpose of this study was to see how therapeutic communication by doctors to patients in implementing systems evidance based medicine at the Polyclinic Perum Jasa Tirta II. This research is a qualitative case study method. Informant selection techniques using purposive sampling with key informants two doctors and three informants endorser is the patient. Data analysis method used is interactive analysis model. These results indicate that therapeutic communication used by doctors clinic Perum Jasa Tirta II in conducting interviews to patients based on evidance based medicine. Physician communication is very important in accelerating the healing process of the patient as the doctor helps the patient in explaining how to speed up the healing process proficiency level. The conclusion that Evidance Based Medicine is always used by doctors in diagnosing illnesses suffered by patients. |