| NIM | H1F007024 |
| Namamhs | BELLY DHARANA KERTIYASA |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PENGARUH PERCEPATAN GEMPABUMI PADA TANAH RESIDUAL HASIL PELAPUKAN BREKSI DI DAERAH KARANGENDEP DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Lokasi penelitian berada pada Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Posisi geografis daerah ini 109º09’50” BT-109º12’32” BT dan 7º27’10” LS-7º30’50” LS. Penelitian ini berupa pemetaan geologi dengan studi khusus analisis kestabilan lereng dengan pengaruh percepatan gempabumi.. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi daerah penelitian yang dibagi menjadi empat satuan geomorfologi, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Karangendep, Satuan Punggungan Homoklin Karangendep Satuan Lembah Antiklin Karangendep, dan Satuan Dataran Denudasional Karangendep. Satuan stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan batuan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir-Batulempung, Satuan Breksi, Satuan Batupasir, dan Satuan Aluvial. Satuan Batupasir-Batulempung diendapkan di lingkungan batial tengah pada umur Miosen Atas. Satuan Breksi terendapkan pada umur Pliosen dengan lingkungan pengendapan batial atas. Satuan Breksi diendapkan selaras di atas Satuan Batupasir-Batulempung. Satuan Batupasir berumur Pliosen dengan lingkungan pengendapan batial atas hingga neritik, diendapkan selaras di atas Satuan Breksi. Struktur geologi pada daerah penelitian terdiri dari struktur lipatan dan sesar. Struktur lipatannya adalah Antiklin Karangendep, sedangkan sesarnya adalah Sesar Mengiri Sawangan. Percepatan gempabumi yang dihasilkan dari gempabumi dapat mempengaruhi kestabilan lereng. Percepatan tersebut dapat menurunkan nilai faktor keamanan. Analisis dilakukan pada daerah Karangendep yang memiliki lereng curam serta terdapat beberapa longsoran. Berdasarkan hasil analsis yang dilakukan, kondisi lereng daerah penelitian secara umum termasuk kedalam kondisi stabil berdasarkan grafik kestabilan lereng. Namun banyak lereng yang menjadi tidak stabil apabila ditambahkan dengan gempabumi dengan percepatan 0,2g dan 0,3g. Penurunan tersebut sebesar 57% dan 81%. Adapun titik lereng yang berada di atas garis batas kritis namun tidak terjadi longsor. Hal tersebut dapat terjadi karena di lereng tersebut banyak ditumbuhi vegetasi yang dapat menguatkan lereng. Selain itu kondisi tanah yang dekat dengan batuan dasar juga dapat menguatkan lereng. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Study site is located at Patikraja District, Banyumas Regency, Central Java Province. Geographical position of the area is 109 º 09'50 "longitude-109 º 12'32" longitude and 7 ° 27'10 "latitude-7 º 30'50" latitude. The special study of this mapping is slope stability analysis with the effect of peak ground acceleration (PGA). Study area has a geological structure geomorphological research area is divided into four units of geomorphology, they are Anticline Ridge Karangendep Unit, Homoklin Ridge Karangendep Unit, Valley Anticline Karangendep Unit, and Denudasional Plain Karangendep Unit. Stratigraphic units of the study area was divided into four lithologies from the young to the old Sandstone-Claystone Units, Breccia Unit, Sandstone Unit and Alluvial Unit. Sandstone-Claystone units deposited in the middle batial the Upper Miocene age. Breccia unit sedimented in the Pliocene age at batial depositional environment. Breccia unit deposited aligned over Sandstone-Claystone units. Sandstones Unit with Pliocene age and depositional environment top batial to neritik, deposited aligned above Breccia Unit. Geological structure of the study area consists of a structural fold and faults. The fold is Karangendep Anticline Fold, while fault is Sawangan Left Slip Fault. Peak ground acceleration resulting from the earthquake could affect the stability of slopes. The acceleration can reduce the value of the safety factor. Analysis was performed on areas that have steep slopes at Karangendep and there are several avalanches. Based on the results of your analysis is carried out, the condition of the slopes of study area is generally included in stable condition based on chart slope stability. But many slopes become unstable when added to the peak ground with acceleration 0.2g and 0.3g. The decrease by 57% and 81%. There are point of the slope above the critical boundary line but not landslides. This can occur because the slopes overgrown with vegetation that can reinforce the slope. Besides being close to the soil conditions can also strengthen the bedrock slopes. |
| Kata kunci | Geologi, Kestabilan lereng, percepatan gempabumi, Karangendep |
| Pembimbing 1 | Dr. Eng. Imam A. Sadisun, S.T., M.T |
| Pembimbing 2 | Drs. Suwardi, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|