Artikelilmiahs

Menampilkan 11.821-11.840 dari 49.828 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
118214796G1F007041EFEK OLAHRAGA TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD TANJUNG UBAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Latihan fisik atau olahraga sangat penting dalam pengelolaan diabetes melitus karena dapat menurunkan kadar gula darah dan mengurangi faktor resiko kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HbA1c pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus yang berolahraga dan tidak berolahraga di RSUD Tanjung Uban.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional, dengan rancangan cross sectional melalui pendekatan deskriptif komparatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang yaitu 49 orang kelompok olahraga dan 49 orang kelompok tidak berolahraga. Data yang dibutuhkan yaitu kadar gula darah yang diambil dari data rekam medis dan wawancara untuk mengetahui data demografi pasien. Data yang diperoleh dianalisis univariat dengan mendeskripsikan karakteristik responden. Analisis bivariat dilakukan dengan paired t- test HbA1c sebelum dan sesudah pada masing-masing kelompok. Selisih pre-post kedua kelompok diuji dengan independent t test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan HbA1c sebelum dan sesudah olahraga pada pasien Diabetes Melitus dengan nilai rata-rata HbA1c 9,06 dan 7,80 (p<0,0001). Pada kelompok tidak berolahraga menunjukkan tidak ada perbedaan HbA1c yang signifikan (p=0,180). Rata-rata selisih HbA1c sebelum dan sesudah menunjukkan adanya perbedaan pada pasien Diabetes Melitus yang berolahraga dan tidak berolahraga (p<0.0001). Olahraga mempunyai efek menurunkan HbA1c dibanding yang tidak berolahraga.

Exercise is very important in diabetes melitus management treatment because it may reduce the blood glucose concentration and lowering risk factor of cardiovascular. This research was aimed to figure the differences of HbA1c of in running diabetes melitus treatment patient who exercise and those who don’t in RSUD Tanjung Uban.
Observational research method was used along with crossectional design trough comparative descriptive approach. Purposive sampling was used as sampling technique, with the amount of sample are as much as 98 people, 49 people of exercise group and the rest were group of those that did not do exercise. Blood glucose concetration data were taken from medical records of the hospital and interviewed to know demographic patient data. The obtaining data were analyzed univariat by describing respondents characteristic. Bivariat analysis was done by paired t-test pre and post HbA1c in each group. Then, pre-post gap of those groups were test with the independent t-test.
In result, there is different HbA1c between before and after exercise in Diabetes melitus patient that went exercise with average of HbA1c before is 9,06 and average after is 7,8 (p<0,0001). Unexercise group showed there was no significant difference of HbA1c before and after at inxercise diabetes melitus patients with average of HbA1c before is 9,13 and average after is 9,27 (p=0,180). Mean value of HbA1c gap before and after showed there is difference between exercise and unexercise diabetes melitus patients. (p<0,0001). The comparisson of average gap HbA1c data on both groups showed that exercise had effect of reducing HbA1c compared to those that did not exercise.
Keywords : Diabetes melitus, exercise, HbA1c, blood glucose.
118224778E1A009001SENGKETA TATA USAHA NEGARA MENGENAI PEMILIHAN KEPALA DESA (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR : 13/G/2012/PTUN.SMG.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pertimbangan hukum majelis hakim pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang Nomor : 13/G/2012/PTUN.Smg., dalam menentukan keabsahan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Banyumas mengenai Pengesahan Saudara Andi Purwoko sebagai Kepala Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas Masa Jabatan 2011 – 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu penelitian yang menggunakan konsepsi legis positifis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi penelitian Preskriptif.
Berawal dari adanya Pemilihan Kepala Desa di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, Tugiman, Kasman Diat, Kasim Prayitno sebagai pihak yang kalah dalam Pilkades, berpendapat bahwa proses pilkades tersebut terjadi berbagai macam pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi Bupati Banyumas tetap menganggap proses Pilkades tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan akhirnya pada tanggal 7 Desember 2011 menerbitkan Surat Keputusan Nomor Nomor 141.1/951/2011 tentang Pengesahan, Pengangkatan Kepala Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas Periode 2011 – 2017 atas nama Saudara ANDI PURWOKO (Objek Sengketa). Kemudian atas diterbitkannya Surat Keputusan Objek Sengketa tersebut Para penggugat mengguhat Bupati Banyumas selaku Pejabat Tata Usaha Negara yang telah menerbitkan Surat Keputusan objek sengketa dengan alasan gugatan bahwa surat keputusan objek sengketa telah bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik.
Pendapat penggugat berbeda dengan pertimbangan hukum majelis hakim mengenai kewenangan tersebut. Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya pada putusan PTUN Semarang Nomor 13/G/2012/PTUN.Smg menyatakan bahwa Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat (Bupati Banyumas) telah sesuai dengan perturan perundang-undangan dam Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik.
Kata kunci : Sengketa, Pemilihan Kepala Desa
The aims of this research is to determine how the legal considerations in the decision of the council of judges administration court semarang number : 13/G/2012/PTUN.SMG., on determining the validity of a decree of head of Banyumas about the legalization of Mr. Andi Purwoko as a head of cindaga village, kebasen sub-district, Banyumas Regency in term of office from 2011-2017. The Method which used in this research is normative juridical research, this research that used the conception of positivist legislators. The analytical method used is Preskriptif.
Begun from the presence of the election of the village head (called pilkades) which held in cindaga village head, kebasen sub-district, Banyumas Regency. The Prosecutors (Tugiman, Kasman Diat, and Kasim Prayitno) as the losers of the election of the village head (pilkades), argued that on the Pilkades process there were many violation occured against regulation of legislation applicable. But the head of Banyumas regent still assume that the pilkades process have appropriate with the regulation of legislation applicable, and finally on December 7th, 2011 issued the decree number 141.1/951/2011 about the legalization of Mr. Andi Purwoko as a head of Cindaga Village, kebasen sub-district, Banyumas regency. (the object of dispute) Then the publication of the decree of the object of dispute that mentioned, the prosecutors acuse the head of Banyumas regent as state administrative officials who has published the decree the object of dispute with the reason for the lawsuit that the decree of the object of dispute have been contradictory with the regulation of legislation applicable and general principles of good government.
The opinion of the prosecutors was different with the legal considerations of the panel of judges on their legal considerations on the decision of the council of judges administration court Semarang number 13/G/2012/PTUN.SMG., state the decree which issued by the defendant (head of Banyumas regent) already appropriate with the regulation of legislation applicable and general principles of good government especially the principle of formal accuracy.

Keywords: Disputes, The election of the village head
118234779F1G009044POTRET KETIDAKADILAN JENDER
DALAM NOVEL KUNCUP BERSERIKARYA N.H. DINI
Review of gender discrimination on Kuncup Berseri by Nh. Dini
Penelitian ini berjudul “Potret Ketidakadilan Jender dalam Novel Kuncup
Berseri karya Nh. Dini“.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik
yang meliputi tema, latar, tokoh dan penokohan yang terdapat pada novelKuncup
Berseri karya Nh. Dini dan Mendeskripsikan bentuk ketidakadilan jender dalam
novel Kuncup Berseri karya Nh. Dini.Manfaat penelitian ini secara teoritis
diharapkan dapat mengembangkan ilmu sastra, khususnya teori kritik sastra
feminis dalam sebuah novel dan secara praktis diharapkan dapat membantu
penikmat karya sastra, khususnya pembaca novel Kuncup Berseri karya Nh.Dini
agar dapat lebih memahami gambaran tentang feminisme khususnya ketidakadilan
jender yang dialami Dini (tokoh utama), sehingga pembaca dapat menangkap
maksud yang dikemukakan oleh pengarang dan dapat dijadikan pembelajaran
dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif.Fokus penelitian adalah aspek feminis tokoh utama dalam novel
KBkarya Nh. Dini.Data primer dalam penelitian ini adalah sebuah karya sastra
berupa novel yang berjudul Kuncup Berseri karya Nh.Dini dan Data sekunder
yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku teori, artikel dan makalah, serta
media cetak maupun elektronik (internet). Teknik pengumpulan data dengan
membaca isi novel tersebut secara berulang-ulang, Mencatat bagian-bagian atau
kutipan-kutipan yang dianggap penting dan mengumpulkan data-data dari
berbagai sumber. Tekhnik analisis data dengan cara menganalisis menggunakan
teori, Mendeskripsikan dan mengklasifikasikan, Menyajikan dan menyimpulkan
data-data yang telah diperoleh sesuai dengan fokus penelitian.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bahwa tema yang
digunakan ialah feminisme yaitu, perjuangan tokoh utama ya itu Dini yang
sebagai perempuan untuk menyetarakan hak-haknya agar sederajat dengan lakilaki.
Tokoh utamanya adalah Dini, yang memiliki jiwa pemberani, seorang yang
teguh hatinya dan gigih dalam mengikuti keyakinannya sendiri. Latar yang
mendominasi adalah di Kota Semarang.
The research is entitled “Potret Ketidakadilan Jender dalam novel Kuncup
Berseri" by Nh. Dini“.The research aims to describe the intrinsic elements which
includes theme, background, character and characterization in the novel
KuncupBerseriby Nh. Dini. In addition, it tries to describe the gender inequality
in the novel as well. The theoretical benefit of te research is that it can develop the
literature theory, especially the feminist critical theory of the novel. It is also
practically hoped that the result of the research can help readers of KuncupBerseri
novel to comprehend the portrait of feminism, especially, the gender inequality
faced by Dini (the main character) so that readers can get the message the writer
tries to deliver and use it in their daily life.
The method used in the research was descriptive qualitative. The focus of
this research was feminist aspect of the main character of KuncupBerseri novel by
Nh. Dini. The primary data of the research was a novel entitled KuncupBerseriby
Nh. Dini. The secondary data were theory, article, paper and mass and electronic
media (internet) material related to the subject. The technique used to collect the
data were reading them over and over, taking note on important quotation dan
colleting data from other sources. The technique of analysis data was by analyzing
data using the theory, describing, classifying, presenting dan drawing conclusion
of the research base on the purpose of the research.
Based on the analysis of the research, it was found that the theme of the
novel was feminism, that was the struggle of female main character, Dini, to make
her rights equal to that of man. The female main character, Dini, was brave,
dependable and firm in her own faith. The dominated background of the novel
was the city of Semarang.
118244780G1A009092Perbedaan Jumlah Sel Piramidal CA3 Hipokampus Tikus Putih Jantan pada Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation, Imobilisasi, dan Footshock Kronik
Latar Belakang: Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik yang berperan dalam belajar, ingatan, pengaturan emosi dan fungsi hipotalamus. Paparan stres kronik pada hipokampus mengakibatkan hilangnya neuron di hipokampus dan relevan dengan penurunan kognitif.
Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus tikus putih jantan pada model stres paradoxical sleep deprivation (PSD),, imobilisasi, dan footshock kronik.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan post-test only with control group design. Penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar usia 3-4 bulan. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: kelompok I sebagai kontrol tanpa perlakuan, kelompok II (PSD), kelompok III(imobilisasi), dan kelompok IV(footshock). Penelitian berlangsung selama 25 hari untuk menghasilkan stres kronik. Hipokampus kemudian dibuat preparat dengan pewarnaan toluidin-blue. Analisis data perbedaan jumlah sel piramidal menggunakan analysis of varianc (ANOVA) dengan Post-Hoc LSD.
Hasil: Uji statistik dengan Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus tikus putih jantan antara kelompok kontrol (12,9 ±2,47) dengan kelompok imobilisasi (9,00 ± 1,53) (p<0,05).
Kesimpulan: Kelompok imobilisasi kronik memiliki jumlah sel piramidal CA3 hipokampus tikus putih jantan terendah dibandingkan ketiga kelompok lainnya.
Background: Hippocampus was part of limbic lobe that role in learning, memory, regulation of emotional and hypothalamic function. Prolonged exposure to stress led to loss of hippocampus neurons and relevant to the cognitive deficits.
Objective: Knowing difference among hippocampus CA3 pyramidal cell number in chronic stress model of paradoxical sleep deprivation (PSD), immobilization, and footshock by albino rats.
Method: This study was experimental method with post-test only with control group design, used 24 male rats wistar strain 3-4 months old. Rats divided into 4 groups: group I (control), group II (PSD), group III (immobilization), and group IV (footshock). The period of treatment was 25 days to produce chronic stress then preparations of hippocampus was made with toluidine-blue staining. Analysis for the differences of CA3 pyramidal cell number used analysis of variance (ANOVA) with Post-Hoc LSD.
Result: Statistical test with Post-Hoc LSD showed significant difference of hippocampus CA3 pyramidal cell number between control group (12,9 ±2,47) and chronic immobillization group (9,00 ± 1,53) (p<0,05).
Conclusion: Chronic stress immobillization group had the lowest average of hippocampus CA3 pyramidal cell number among the groups.
118254781F1B008013IMPLEMENTASI PROGRAM PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN
(Studi Kasus di Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara)
Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Pusat Layanan Internet Kecamatan (Studi Kasus di Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kecamatan Madukara. Program Pusat Layanan Internet Kecamatan merupakan kebijakan dalam bidang telekomunikasi yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk setiap kecamatan yang tersebar di Indonesia untuk meningkatkan kualitas melek akan teknologi dan informasi khususnya internet.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Milles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Program Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kecamatan Madukara gagal. Program PLIK di Kecamatan Madukara dikatakan gagal karena belum mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu membuka akses informasi masyarakat perdesaan yang pada kenyataanya belum semua desa di Kecamatan Madukara terkoneksi oleh akses informasi (internet) pada masyarakat perdesaan sehingga masih terjadi kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan perdesaan. Hal ini tidak sejalan dengan Visi dari Kementerian komunikasi dan infomatika yaitu “connected” karena hanya 4 desa/kelurahan di Kecamatan Madukara yaitu Desa Blitar, Desa Bantarwaru, Desa Rejasa, Desa Petambakan yang terkoneksi internet. Dengan kata lain 16 desa/kelurahan di Kecamatan Madukara belum terkoneksi dengan internet. Sehingga untuk mencapai target WSIS sebagai salah satu tujuan Program PLIK yaitu mewujudkan masyarakat informasi di tahun 2015 sangat jauh dari harapan.
Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Telekomunikasi, Internet.
The research is titled "Implementation of Program Sub-district Internet Service Center (Case Studyin Sub-district of Madukara Banjarnegara Regency)”. This study aims to determine how the implementation of the program at the Sub-district Internet Service Center in the Sub-district of Madukara. Internet Services Sub-district Program Centeris a policy in telecommunications provided by the Ministry of Communication and Information for each district through out in Indonesia to improve the quality of information technology, especially the internet.
This research uses descriptive qualitative method research sites in the Sub-district of Madukara. Informant selection techniques in this study was done by using purposive sampling technique and snowball sampling technique. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. The analysis techniquesed is interactive analysis from Milles and Huberman.
The results showed that Implementation of Program Sub-district Internet Service Center in the Sub-district of Madukara is failed. PLIK Program in Sub-district Madukara said to fail because have not been able to achieve intended purpose that is rural communities access to information that in fact not all villages in Sub-district of Madukara are connected by information access so it is still going digital divide between urban and rural. This is not in line with the vision of the Ministry of Communication and Infomation that is “Conected” because only 4 villages in Sub-district of Madukara that is Blitar Village, BantarwaruVillage, RejasaVillage, PetambakanVillage are internet connected. In other words 16 villages in Sub-district of Madukara not connected to the Internet. So as to achieve the WSIS (World Summit Information Society) targets as one of the program purpose PLIK that is to realizean information society in 2015 is far from expectation.
Keywords: Policy implementation, Telecomunication, Internet.

118267261G1F009051PENGALAMAN DAN HARAPAN DOKTER TERHADAP PERAN APOTEKER DI RSUD. Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOSistem pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada profesional kesehatan khususnya dokter dan apoteker. Penerimaan dokter terhadap layanan apoteker tergantung pada penilaian dokter yang melekat pada kompetensi apoteker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman dan harapan dokter terhadap peran apoteker di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian ini merupakan study cross-sectional dan sampel penelitian terdiri dari seluruh dokter yang berpraktek di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Angket yang digunakan terdiri dari empat bagian yaitu, data demografi, interaksi dokter dengan apoteker, pengalaman dokter dengan apoteker, dan harapan dokter dari apoteker. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.
Enam puluh empat dokter mengisi kuesioner secara lengkap. Sebanyak 54.7% dokter tidak pernah atau jarang sekali berinteraksi dengan apoteker, dan alasan utama mereka berinteraksi hanya untuk menanyakan ketersediaan obat. Sebagian besar (56.2%) dokter di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto memiliki pengalaman yang baik dengan apoteker. Begitu pula (56.2%) dokter mempunyai harapan yang tinggi terhadap peran apoteker di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Tidak ada hubungan antara pengalaman dokter dengan harapannya terhadap peran apoteker di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p = 0.703).

Kata Kunci : Dokter, Apoteker, Pengalaman, Harapan.
Quality health care system relies heavily on health professionals especially physicians and pharmacists. Physician acceptance of the services pharmacists depending on physician assessment attached to the pharmacist competence. The purpose of this study was to determine the experiences and expectations of physicians with pharmacists role in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
This study is a cross - sectional study and the study sample consisted of all physicians who practice in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo. The sampling technique used is total sampling. This study used a questionnaire consisting of four parts, that’s are demographic data, physician interaction with a pharmacist, physician experience with pharmacist and physician expectations of pharmacists. The data was analysed by using Chi Square.
Sixty-four physicians fill out the questionnaire completely. Many as (54.7%) a physician are never or rarely interact with the pharmacist, and the main reason they interact only to ask the availability of drugs. Mostly (56.2 %) a physician in RSUD. Prof. Dr. Margono soekarjo Purwokerto has good experience with the pharmacist. So did (56.2%) physician have high expectations of the role of pharmacists in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. There was no significant relation between physician experience with expectations to the role of pharmacists in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p =0.703).

Keyword : Physicians, Pharmacists, Experiences, Expectations.
118274782C1L009047INFLUENCE OF INTELLECTUAL CAPITAL TO FINANCIAL PERFORMANCE IN BANK DEVISA AND BANK NON DEVISA (Empirical Study in Public Company Listed in Indonesia Stock Exchange)Penelitian ini berjudul "Influence of Intellectual Capital to Financial Performance in Bank Devisa and Bank Non Devisa". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets di bank devisa dan bank non devisa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh intellectual capital terhadap ROA di bank devisa dan bank non devisa. Menurut metode VAIC, intellectual capital diukur dengan tiga indikator efisiensi yaitu capital employed efficiency, human capital efficiency, dan structural capital efficiency.
Populasi pada penelitian ini adalah bank devisa dan bank non devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, menghasilkan 23 bank devisa dan 4 bank non devisa sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2009 sampai dengan 2011.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan di bank devisa. Tetapi, di bank non devisa intellectual capital memengaruhi kinerja keuangan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh intellectual capital (capital employed efficiency, human capital efficiency and structural capital efficiency) terhadap Return on Assets di bank devisa dan bank non devisa.
This research entitled "Influence of Intellectual Capital to Financial Performance in Bank Devisa and Bank Non Devisa". The objective of this research is to find out the influence of intellectual capital toward financial performance that proxied by Return on Assets in bank devisa and bank non devisa. This research also want to find out the different ROA between bank devisa and bank non devisa in term of the influence of IC. According to VAIC method, intellectual capital was proxied by three efficiency indicators of the company’s resources; i.e. capital employed efficiency, human capital efficiency, and structural capital efficiency.
The population in this research are bank devisa and bank non devisa listed in Indonesia Stock Exchange. The sampling method used in this research was purposive sampling, resulting 23 bank devisa and 4 bank non devisa as sample. The data used in this research are secondary data from 2009 until 2011.
The result of this research describe there is no influence of intellectual capital to financial performance in bank devisa. But, in bank non devisa there is influence of intellectual capital to financial performance. This research also show that there is difference of Return on Assets between bank devisa and bank non devisa in term of the influence of intellectual capital (capital employed efficiency, human capital efficiency and structural capital efficiency).
118284783G1A009129PERBEDAAN KEJADIAN HIPOTENSI
PADA ANESTESI SPINAL PASIEN SEKSIO SESAREA
DENGAN PREEKLAMSIA BERAT DAN NORMOTENSI
DI RUMAH SAKIT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar Belakang: Hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan hipertensi ini menyebabkan peningkatan angka seksio sesarea. Anestesi spinal merupakan teknik anestesi yang sering digunakan pada seksio sesarea. Namun teknik ini menyebabkan komplikasi hipotensi pada 8-33 % pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian hipotensi pada anestesi spinal pasien seksio sesarea dengan preeklamsia berat dan normotensi di Rumah Sakit Prof . DR. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cohort retrospektif dengan 60 sampel. Data diambil dari rekam medik pasien. Uji statistik yang digunakan untuk membedakan kejadian hipotensi antara kelompok preeklamsia dan kelompok normal menggunakan Uji Chi-Square dan perbedaan perubahan tekanan darah menggunakan Uji Mann Whitney.
Hasil : Kejadian hipotensi pada kelompok normotensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok preeklamsia berat p= 0,018 (p < 0,05) dan hasil Uji Mann Whitney menunjukan terdapat perbedaan penurunan tekanan sistolik dan tekanan distolik pada kedua kelompok dengan nilai p masing-masing 0,000 dan 0.041.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan kejadian hipotensi dan besar penurunan tekanan darah pada anestesi spinal pasien seksio sesarea dengan preeklamsia berat dan normotensi di Rumah Sakit Prof. DR. Margono Soekarjo dan bermakna secara statistik.
Background: Hypertension in pregnancy is a major cause maternal morbidity and mortality, it causes high rates of caesarean section. Spinal anesthesia is common method of caesarean section, eventhough this technique can caused hypotension as the complication in 8-33 % of patients.
Objective: The aims of study is to determine the differences in the incidence of hypotension of spinal anesthesia in caesarean section patients between severe preeclampsia and normotension in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
Methods: This is an observational analytic with cohort retrospective design study with 60 samples. Data was taken from the medical records of patients. Chi-Square test is used for determine the differences in the incidence of hypotension of spinal anesthesia in caesarean section patients between severe preeclampsia and normotension and Mann Whitney test is used determine the differences changes of maternal blood pressure of each group.
Result: The hypotension incidence in normotension group is higher than the severe preeclampsia group, p = 0.018 (p < 0.05). Mann-Whitney test result show that there are differences in reduction of systolic pressure and diastolic pressure in both groups with p value respectively 0,000 and 0,041.
Conclusion: There is a differences in hypotension incidence and the decreasing of blood pressure on spinal anesthesia of caesarean section patients with severe preeclampsia and normotension in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital
118294784G1A009069PERBEDAAN JUMLAH SEL MESANGIAL INTRAGLOMERULAR PADA PEMBERIAN METFORMIN
DAN EKSTRAK DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa):
Studi pada Tikus Model Hiperglikemia yang Diinduksi Aloksan
Latar Belakang: Hiperglikemia persisten memicu peningkatan jumlah sel mesangial intraglomerular (SMI). Sel mesangial intraglomerular berperan dalam patogenesis awal nefropati diabetik. Penggunaan metformin sebagai agen anti-hiperglikemia lini pertama masih menimbulkan reaksi toksik sehingga dibutuhkan terapi alternatif. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan agen anti-hiperglikemia yang secara tradisional digunakan sebagai obat alami diabetes mellitus.
Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah SMI pada pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa.
Metode: Dua puluh lima ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley, berumur 2-3 bulan, berat badan 150-200 gram, dibagi dalam 5 kelompok: kontrol normal; hiperglikemia; hiperglikemia + metformin 100 mg/kgBB/hari; hiperglikemia + ekstrak metanol daging buah mahkota dewa 250 mg/kgBB/hari; hiperglikemia + ekstrak air daging buah mahkota dewa 250 mg/kgBB/hari. Perlakuan diberikan selama 21 hari. Jumlah SMI dihitung pada akhir penelitian. Analisis data menggunakan uji parametrik One-Way ANOVA dengan Post Hoc LSD.
Hasil: Jumlah SMI kelompok hiperglikemia lebih tinggi daripada kelompok normal (pvalue <0.05, 95%CI). Kelompok dengan pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa memiliki jumlah SMI yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok hiperglikemia (pvalue <0.05, 95%CI). Namun, tidak terdapat perbedaan jumlah SMI antara kelompok dengan pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa (pvalue >0.05, 95%CI).
Kesimpulan: Jumlah SMI pada kondisi hiperglikemia lebih rendah pada kelompok dengan pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa. Namun, tidak terdapat perbedaan jumlah SMI diantara keduanya.
Background: Persistent hyperglycemia initiates an increase in the number of intraglomerular mesangial cells (IMCs). Intraglomerular mesangial cells role in the pathogenesis of early diabetic nephropathy. The first-line anti-hyperglycemic agent, metformin, still cause toxic reactions that required alternative therapy. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) is a natural anti-hyperglycemic agent that is traditionally used as a natural drug of diabetis mellitus.
Objective: To determine the difference in the number of IMCs between the administration of metformin and mahkota dewa fruit pericarp extract.
Methods: Twenty-five rats (Rattus norvegicus), Sprague dawley strain, aged 2-3 monts, weighing 150-200 grams, divided into five groups: normal control; hyperglycemic; hyperglycemia + metformin 100 mg/kgBW/day; hyperglycemia + methanol extract of mahkota dewa fruit pericarp 250 mg/kgBW/day; hyperglycemia + water extract of mahkota dewa fruit pericarp 250 mg/kgBW/day. Treatment was administered for 21 days. The number of IMCs were counted in the end of the study. Data analysis used parametric test One-Way ANOVA with Post Hoc LSD.
Results: The number of IMCs in hyperglycemia group was higher than the normal group (pvalue <0.05, 95%CI). The group with metformin and mahkota dewa fruit pericarp extract, SMI had a lower number than the hyperglycemia group (pvalue <0.05, 95%CI). However, there was no difference the number of IMCs between the group with metformin and mahkota dewa fruit pericarp extract (pvalue > 0.05, 95%CI).
Conclusion: The number of IMCs on the hyperglycemia condition was lower in the group with metformin and mahkota dewa fruit pericarp extract. However, there was no difference of the number of IMCs among the groups.
118304785G1A008108Korelasi Dukungan Sosial Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di BanyumasLATAR BELAKANG : Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis akan mengalami bebrapa komplikasi, salah satunya adalah komplikasi psikis. Hal ini dapat menciptakan konflik, frustrasi, rasa bersalah serta depresi bagi pasien. Dukungan keluarga akan mempengaruhi kesehatan psikologis dan fisiologis. Penelitian tentang hubungan tingkat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik masih sangat terbatas jumlahnnya
TUJUAN : Mengetahui korelasi antara tingkat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Banyumas.
METODE : Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Banyumas. Sampel yang diteliti berjumah 52 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diukur adalah tingkat depresi dan skor tingkat dukungan keluarga. Data tingkat depresi responden diperoleh dengan menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) dan data tingkat dukungan keluarga diperoleh dengan menggunakan kuesioner dukungan sosial keluarga.
HASIL : Sebagian besar pasien gagal ginjal kronik mengalami depresi ringan (76,9%) dan tingkat dukungan keluarga untuk pasien tersebut berada dalam kategori tinggi (59,6%). Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai korelasi -0,386 dan p = 0,005 (p < 0,05).Terdapat korelasi yang signifikan antara antara tingkat dukungan sosial keluarga dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Banyumas.
KESIMPULAN : Semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis akan menurun.
BACKGROUND : Patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis will suffer some complications, one of them is psychological complication. This problem can create another. Problem, such as conflict, frustration, guilt and depression. Family support is affecting the physiological and psychological health. Study and literature about those topic above is still very limited
AIM : The aim of this study was to investigate the correlation between level of depression and family support level in the patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis in Banyumas district hospital.
METHOD : This study was an observational analytic study with cross sectional design study. we conducted at the patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis in Banyumas district hospital. There were 52 people who met the inclusion criteria. Variables that were evaluated covered level of depression and family support level. The patients’s depression data was obtained with Beck Depression Inventory (BDI) questionnaire. The patients’s family support was obtained with social family support questionnaire.
RESULT : The result for this study was mainly the patienst with chronic kidney failure who undergo hemodialysis in Banyumas district hospital suffered mild depression (76,9%) dan had high family support (59,6%) . Analysis correlation between the groups was using Spearman test with r value -0,386 and p value 0,005 (p < 0,05). There was a significant correlation between level of depression and family support level in the patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis in Banyumas district hospital
CONCLUSION : It conclude that if patients got increasing family social support, their depression would decreased
118314786B1J008075ADSORPSI Zn DAN DEKOLORISASI LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN SISTEM INKUBASI DAN MACAM - VOLUME LIMBAH BATIK BERBEDAIndustri batik merupakan salah satu industri tekstil tradisional di Indonesia yang menghasilkan limbah cair. Polutan yang terkandung dalam limbah cair batik antara lain logam berat dan warna. White rot fungi (Pleurotus ostreatus) yang diperoleh dari limbah baglog diketahui mampu mengadsorpsi logam berat dan mendekolorisasi limbah cair batik. Limbah baglog jamur memiliki potensi sebagai adsorben karena masih mengandung miselium dan selulosa. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan sistem inkubasi dan volume limbah batik terhadap proses adsorpsi Zn dan dekolorisasi limbah batik oleh limbah baglog P. ostreatus dan perlakuan yang paling optimal dalam mengadsorpsi Zn dan mendekolorisasi limbah batik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan split plot design. Parameter utama yang diamati yaitu kadar logam Zn yang teradsorpsi limbah baglog dan absorbansi limbah batik. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kesalahan 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan limbah baglog jamur P. ostreatus mampu mengadsorpsi Zn dan mendekolorisasi limbah batik. Persentase adsorpsi Zn tertinggi diperoleh pada perlakuan indigosol green 75 ml pada inkubasi statis (J2S) yaitu sebesar 62.406%. Persentase dekolorisasi tertinggi diperoleh pada perlakuan indigosol green 50 ml pada inkubasi statis (J1S) yaitu sebesar 77,991%.Batik industry is one of the traditional textile industry in Indonesia which produce wastewater. Pollutants that contained in wastewater such as heavy metal and dyes. White rot fungi (Pleurotus ostreatus) from spent mushroom known can adsorb heavy metal and can decolorize dyes in wastewater. Spent mushroom have potential as an adsorbent because it still contains mycelium and cellulose. The purpose of this research is to know the difference of incubation system and volume of waste batik for adsorption Zn and decolorization by spent mushroom of P. ostreatus and the most optimal treatment adsorb Zn and decolorize waste batik. This research used experimental methods in Completely Randomized Design (CRD) with a split plot design. The main parameters observed were the value is the level of metal Zn and absorbance of waste batik. Data were analyzed by analysis of variance (F test) then proceed with a test of Honestly Significant Difference with an error rate of 1% and 5%. The result is spent mushroom of P. ostreatus able to adsorb Zn and to decolorize waste batik. The highest Zn adsorption is J2S treatment (62,406%) that was contained 75 ml indigosol green at static incubation. The highest decolorization is J1S treatment (77,991%) that was contained 50 ml indigosol green at static incubation.
118324788E1A109008TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA BAGI TENAGA KERJA DI KABUPATEN BANYUMAS (Satu Studi di Rumah Sakit Ananda Purwokerto)Hak asasi manusia bagi tenaga kerja di Indonesia mendapatkan perlindungan hukum dengan adanya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yang kemudian diatur lebih khusus dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Di Indonesia masih banyak terjadi pelanggaran hak asasi manusia di bidang ketenagakerjaan. Hal ini dapat dilihat dari maraknya perusahaan-perusahaan yang membuat kebijakan yang tidak seimbang antara hak dan kewajiban bagi para tenaga kerjanya. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, hendaknya permasalahan hak asasi manusia di bidang ketenagakerjaan mendapatkan perhatian lebih dari pihak pemerintah yang salah satu caranya dengan dilakukan pengawasan baik dari pihak pemerintah maupun dari masyarakat, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Penelitian ini akan menguraikan tentang tinjauan hak asasi manusia bagi tenaga kerja di Kabupaten Banyumas, khususnya di Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan Perundang-Undangan (legal research).
Penelitian ini dilakukan dengan meninjau kesesuaian antara kebijakan-kebijakan yang terdapat dalam Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Ananda Purwokerto Nomor 001/AND/VII/2012 tentang Peraturan Pokok Kepegawaian dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar kebijakan-kebijakan yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Ananda Purwokerto tersebut telah sesuai dengan kedua undang-undang tersebut di atas, tetapi masih terdapat beberapa kebijakan yang diatur dengan tidak tegas, yang justru dapat menjadi celah bagi pihak pengusaha untuk menciptakan pelanggaran hak asasi manusia terhadap tenaga kerjanya.

Kata kunci: Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Human rights for workers in Indonesia receive legal protection by the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945, which shall be specific in Law Number 39 Year 1999 on Human Rights, and Law No. 13 of 2003 on Employment. .
In Indonesia there are many violations of human rights in the field of labor. It can be seen from the rise of companies that make policies that are not balanced between the rights and obligations of the workforce. To correct the condition, should human rights issues in the field of labor to get more attention from the government that one of the ways to do surveillance both from the government and from the community, both at the central and regional levels.
This study will elaborate on a review of human rights for workers in Banyumas regency, especially at Ananda Hospital. The research method used is normative juridical approach that approach Legislation (legal research).
The study was conducted by reviewing correspondence between the policies contained in the Decree of the Director Ananda Hospital 001/AND/VII/2012 Number Principal Civil Service Regulations by Act No. 39 of 1999 on Human Rights and Law No. 13 of 2003 on Employment.
The results that most of the policies set forth in the Decree Navan Hospital Director Ananda has been in accordance with the laws mentioned above, but there are some policies that are not strictly regulated, that it may be a loophole for employers to create human rights violations against its workforce.

Keywords: Human Rights, Employment, Decree of the Director Ananda Hospital


118334801E1A008078TINJAUAN TENTANG TRANSFORMASI CAPE TOWN CONVENTION TAHUN 2001 KE DALAM HUKUM INDONESIA
(Studi Terhadap Penyeragaman Transaksi Pembiayaan Benda Bergerak Khususnya Pesawat Udara Dan Mesin Pesawat
Hukum, doktrin, dan praktek di Indonesia tentang status perjanjian internasional dalam hukum nasional Indonesia belum berkembang dan seringkali menimbulkan persoalan praktis dalam tataran implementasi perjanjian internasional di dalam kerangka sistem hukum nasional. Kewajiban untuk melakukan transformasi dalam perjanjian internasional yang bersifat law-making kerap menjadi masalah tersendiri dalam tataran hukum nasional
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan terhadap transformasi perjanjian internasional ke dalam peraturan perundang-undangan dan kewajiban Indonesia pasca meratifikasi perjanjian internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual.
Melalui teori monisme, Indonesia cukup melakukan inkorporasi norma-norma perjanjian internasional melalui mekanisme pengikatan diri, sedangkan menurut teori dualisme, dengan konsekuensi Indonesia harus mentransformasi norma-norma perjanjian internasional ke dalam perundang-undangan nasional dengan proses yang lebih rumit. Cape Town Convention sendiri ditandatangani oleh Indonesia pada tanggal 1 Maret 2006, lima tahun setelah teks konvensi diadopsi dan diratifikasi melalui Perpres Nomor 8 Tahun 2007. Ketika UU Penerbangan Tahun 1992 hendak direvisi maka berbagai hal yang terkait dengan Cape Town Convention dimasukkan ke dalam UU Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 Bab IX yang berjudul Kepentingan Internasional Atas Objek Pesawat Terbang dimulai dari Pasal 71 hingga 82.
Law, doctrine, and practice in Indonesia about the status of international treaties in internal law was underdeveloped and often makes a practical problem at the level of implementation of international treaties within the framework of national legal systems. The obligation to used the transformation of international treaties in the term of law-making are often becomes problematic at the level of national law
This studies aims to determine the arrangement of the transformation of international treaties into legislation and the obligation of the international treaty itself after being ratified by Indonesia. The research method is using normative juridical based on legislation and conceptual approaches.
Based on monism theory, Indonesia was enough to do an incorporation of international treaty norms through self-binding mechanism, whereas according to dualism theory, with consequences Indonesia should transformed the norms of international treaties into national legislation with more complicated process. Cape Town Convention itself was signed by Indonesia on 1st March in 2006, five years after the text was adopted and ratified with Presidential Decree Number 8 Year 2007. When The Act of Aviation in 1992 was about to be revised, many things that related to the Cape Town Convention are conversed into the Act of Aviation Number 1 Year 2009 Section IX, entitled as International Interest on Aircraft Objects starts from Article 71 to 82.
118344789H1L008077RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI RAWAT JALAN KLINIK
(STUDI KASUS DI KLINIK DAN RUMAH BERSALIN YUDHIKA HUSADA CIKARANG BARAT)
Makin pesat dan majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Klinik sebagai salah satu institusi yang memberikan pelayanan kesehatan umum membutuhkan suatu sistem informasi yang akurat, handal dan memadai dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Prosedur administrasi rawat jalan yang mudah, cepat dan akurat merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada pasien. Melihat situasi tersebut, penulis membuat suatu aplikasi yaitu Sistem Informasi Administrasi Rawat Jalan Klinik yang dapat membantu mengatasi permasalahan diatas dan mengoptimalkan kerja klinik tersebut. Sistem Informasi Administrasi Rawat Jalan Klinik merupakan sistem informasi yang memberikan kemudahan dalam proses administrasi rawat jalan klinik. Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan jalannya proses bisnis pada klinik tersebut dan memiliki tampilan bersahabat sehingga memudahkan pengguna untuk mengaksesnya. Pada proses perancangannya aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Net dan basisdata MySQL serta menggunakan Crystal Report dalam pembuatan laporannya. Oleh karena itu, aplikasi yang dirancang dapat meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan dan mempermudah dalam proses administrasi rawat jalan klinik pada pasien.
The more rapid development and advancement of information and communication technology increase quality health services for people in need. Clinic as one of the institutions that provide public health service requires an information system that is accurate, reliable and adequate in improving health care. Outpatient administrative procedures are easy, fast and accurate as one of improved services to patients. Seeing the situation, the authors create an Administration Outpatient Clinic Information System that can help overcome the above problems and optimize the work of the clinic. Administration Outpatient Clinic Information System is an information system that provides ease in administration outpatient clinic. The system is designed by examining the business processes at the clinic and has a friendly appearance which making it easier for users to access them. This application uses Visual Basic .Net programming language, MySQL databases and Crystal Report in its report making. Therefore, this application can improve health services performance and facilitate the outpatient clinic administrative process for patients.

118354790C1B009003PENGARUH PELATIHAN KOMUNIKASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) CABANG JATIBARANGEra globalisasi ini telah mendorong timbulnya persaingan yang sanga tketat dan kompetitif dalam segala bidang usaha termasuk industri jasa perbankan. Setiap organisasi atau perusahaan memiliki sumberdaya manusia sebagai faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan baik swasta maupun pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, komunikasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang.
Jumlah responden yang diteliti sebanyak 51 karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pemgaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, komunikasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan pelatihan mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan.
Implikasi dari penelitian ini (1) Peningkatan kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang dapat lebih baik apabila pemimpin cabang mampu mempertahankan dan meningkatkan pelatihan kerja yang diadakan baik untuk karyawan baru maupun untuk karyawan lama yang menempati posisi jabatan baru yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan semua kebutuhan pelatihan kerja khususnya agar lebih baik lagi dengan sesekali menyelenggarakan pelatihan kecerdasan emosional untuk karyawannya, karena dengan pelatihan kecerdasan emosional ini karyawan dilatih untuk meningkatkan kesadaran diri, mampu mengelola emosi, mampu memotivasi diri sendiri sehingga karyawan menyadari kesalahan yang dilakukan dan dapat memperbaikinya. (2) Kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan komunikasi. Peningkatan komunikasi dapat dilakukan dengan menjalin tali persaudaraan dan dibentuknya forum diskusi antar karyawan dengan pimpinan maupun dengan sesama karyawan, mengenai pekerjaan atau masalah yang sedang dihadapi untuk diselesaikan secara bersama-sama, karena hal ini dapat memperbaiki hubungan kerja antara karyawan dengan pimpinan maupun dengan sesama karyawannya. (3) Untuk meningkatkan kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang dapat melakukannya dengan memperbaiki lingkungan kerja. khususnya perbaikan tata letak fasilitas dalam ruangan kerja agar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan kerja. (4) Pelatihan kerja mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang oleh karena itu sebaiknya pimpinan terus meningkatkan setiap kebutuhan pelatihan kerja yang diadakan oleh BRI cabang Jatibarang seperti peserta latihan yaitu baik untuk karyawan baru maupun untuk karyawan lama yang membutuhkan pelatihan kerja, metode atau sistem pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja karyawan BRI cabang Jatibarang, materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan kurikulum terbaru yang berkaitan dengan sistem pekerjaan atau pelayanan jasa kuangan terbaru dari BRI cabang Jatibarang, dan instruktur pelatihan yang memang secara langsung benar-benar mengetahui pekerjaan serta menguasai permasalahan baik secara teori maupun praktek, agar pelatihan kerja yang ada di Bank Rakyat Indonesia cabang Jatibarang terus meningkat dan sesuai dengan yang diharapkan.


Kata Kunci: Pelatihan, Komunikasi, Lingkungan kerja dan Kinerja Karyawan.
The era of globalization has encouraged very stringent and competitive competition in all areas of business including banking industry. Every’scompany or organization has human resources as the most important factor to achieve organizational goals for private companies and government.This study aimed to analyze the effect of training, communication and working environment on the performance of employees at Bank Rakyat Indonesia in Jatibarang branch office.
The number of respondents who researched was 51 employees. Data collection method used is by using questionnaires and analysis of the data used is multiple linear regression analysis.Research results show that the training variable has a positive and significant impact on employee performance, communication variables have a positive and significant effect on employee performance, work environment has a positive and significant effect on employee performance and training have the most impact on employee performance.
The implications of this study (1) Improving the performance of employees of Bank Rakyat Indonesia branch Jatibarang be better if the branch is able to maintain and improve job training held for new employees as well as for long-time employee who occupies the position of the new higher position. This can be done by increasing all the training needs of particular work so much better with the occasional emotional intelligence training for their employees, because the training of emotional intelligence employees are trained to increase self-awareness, to manage emotions, able to motivate yourself so that employees are aware of errors done and can fix it. (2) Performance of Bank Rakyat Indonesia branch employees Jatibarang can be enhanced by improving communication. Improved communication can be done by establishing brotherhood and the establishment of a discussion forum among employees with leadership and with fellow employees, on the job or problem at hand to be solved together, as this can improve working relationships between employees and leaders as well as with fellow employees. (3) To improve the performance of the employees of the Bank Rakyat Indonesia Jatibarang branch can do by improving the work environment. particular repair facility layout work indoors so as not to interfere with the smooth execution of the work. (4) Job training has the greatest influence on employee performance branch of Bank Rakyat Indonesia Jatibarang therefore should continue to improve every need leadership training conducted by BRI branch Jatibarang as trainees is good for new employees as well as for the old employees who need training, methods or training system that fits the needs of employees working Jatibarang BRI branches, training materials are provided in accordance with the latest curriculum related to the system of work or services kuangan Jatibarang latest of BRI branches, and instructor training is directly really know the job as well as master problems both in theory and practice, so that training at Bank Rakyat Indonesia Jatibarang branch continues to increase and as expected.
Keywords: Training, Communication, Work Environment and Employee Performance.
118364822G1A009049PERBANDINGAN HASIL UJI TUBERKULIN
PADA ANAK YANG TINGGAL DENGAN PASIEN DEWASA
TB PARU BTA POSITIF DAN TB PARU BTA NEGATIF
Latar belakang : Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit penyebab kematian di dunia, terdapat 9 juta kasus baru tuberkulosis tiap tahun dan 1 juta kasus terjadi pada anak di bawah umur 15 tahun. Tuberkulosis ditularkan melalui droplet nuclei, anak –anak secara umum medapatkan infeksi dari penderita tuberkulosis dewasa. Sumber penularan adalah penderita TB paru BTA positif dan TB paru BTA negatif. Uji tuberkulin adalah uji diagnostik untuk mengetahu infeksi Mycobacterium tuberkulosis pada anak.
Tujuan: Mengetahui perbandingan hasil uji tuberkulin pada anak yang tinggal dengan pasien dewasa TB paru BTA positif dan TB paru BTA negatif.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik obsevasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Febuari- Maret 2013. Sampel penelitian berjumlah 20 orang anak. 10 anak yang tinggal serumah dengan pasien dewasa TB paru BTA positi dan 10 orang tinggal serumah dengan pasien dewasa TB paru BTA negatif. Riwayat kontak ditentukan dengan melihat rekam medik. Uji tuberkulin dilakukan dengan menyuntikan 0,1 ml PPD RT-23 intrakutan dan indurasi dibaca 48-72 jam setelah penyuntikan.
Hasil penelitian: Uji statistik dengan menggunakan fisher’s exact test menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil uji tuberkulin pada anak yang tinggal dengan pasien dewasa TB paru BTA positif dan TB paru BTA negatif p= 0,057 (p > 0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil uji tuberkulin pada anak yang tinggal dengan pasien dewasa TB paru BTA positif dan TB paru BTA negatif.
Backgraund: Tuberculosis is an urgent cause of mortality in the world. There is 9 million new TB cases each year and 1 million cases occurred under 15 years old. Tuberculosis is transmitted through droplet nuclei, and in the children, most of them got the infection from adult tuberculosis patients. Tuberculosis patients with positive pulmonary TB sputum smear and negative pulmonary TB sputum smear were the main contagion sources. The diagnostic test used to determine Mycobacterium tuberculosis infections in children is tuberculin test.
Objective: To knowing comparation of tuberculin test result between children who live with adult positive and negative pulmonary TB sputum smear patients.
Methods: This study was observational analytic method with cross sectional design. The period of research was February-March 2013 in Pulmonary Clinic of Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. This study used 20 children as respondents, 10 children who lived with adult positive pulmonary TB sputum smear patients and 10 children who lived with adult negative pulmonary TB sputum smear patients. Contact history was determined by medical records. Tuberculin test was perfomed by intracunaneous injecting 0,1 ml of PPD RT-23 and the induration was interpreted 48-72 hours after injection.
Results: Statistical test of fisher’s exact test showed no significant difference of tuberculin test between children children who live with adult positive and negative pulmonary TB sputum smear patients p= 0,057 (p>0,05).
Conclusion: There is no significant difference of tuberculin test between children children who live with adult positive and negative pulmonary TB sputum smear patients.

Keywords: tuberculin test, positive pulmonary TB sputum smear, negative pulmonary TB sputum smear, tuberculosis in children
118374792D1E009110SUPLEMENTASI EKSTRAK LERAK (Sapindus rarak) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) DALAM PAKAN KAMBING PERAH PENGARUHNYA TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN AMONIA SECARA IN VITROPenelitian berjudul Suplementasi Ekstrak Lerak (Sapindus rarak) dan Bawang Putih (Allium sativum) dalam Pakan Kambing Perah Pengaruhnya Terhadap Total Bakteri dan Amonia Secara In Vitro yang dilaksanakan pada Nopember sampai Desember 2012. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen kambing Peranakan Etawa dan pakan kontrol (rumput gajah : ampas tahu : konsentrat : 60% : 35% : 5%). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0 : pakan kontrol, R1 : R0 + 0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat, R2 : R1 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R3 : R1 + 0,325% ekstrak Sapindus rarak, R4 : R3 + 125 ppm ekstrak Allium sativum, R5 : R3 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R6 : R3 + 375 ppm ekstrak Allium sativum, R7 : R3 + 500 ppm ekstrak Allium sativum. Peubah yang diamati adalah total bakteri dan amonia serta data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap peningkatan total bakteri (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap konsentrasi amonia (P>0,05). Kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum (R3) hingga level 375 ppm yang tercukupi mineral mikro organik Se, Cr serta Zink-lysinat (R6) berpengaruh terhadap total bakteri (P<0,05). Suplementasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum yang tercukupi mineral mikro organik Se, Cr serta Zink-lysinat tidak berpengaruh terhadap konsentrasi amonia (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan terbaik terjadi pada kombinasi ekstrak lerak (Sapindus rarak) pada taraf 0,325% dan ekstrak bawang putih (Allium sativum) 375 ppm dalam pakan kambing perah yang tercukupi mineral mikro (0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat) meningkatkan total bakteri tetapi semua perlakuan yang diujicobakan tidak berpengaruh terhadap konsentrasi amonia. A research entitled “Supplementation Extracts Lerak (Sapindus rarak) and Garlic (Allium sativum) in the Diet of Dairy Goat and its Effect on Total Bacteri and Ammonia Concentration by In Vitro was conducted from November to December 2012 The materials of the research were rumen fluid of Etawa Hybred goats and goat ration (grass : tofu waste : concentrate : 60% : 35% : 5%). The research method was experimental using Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatments and 3 replicaties were R0 = feed control, R1 = R0 + 0.3 ppm Selenium + Chromium + 1.5 ppm 40 ppm Zinc-lysinat, R2 = R1 + 250 ppm Allium sativum Extract, R3 = R1 + 0,325% Sapindus rarak Extract, R4 = R3 + 125 ppm Allium sativum Extract, R5 = R3 + 250 ppm Allium sativum Extract, R6 = R3 + 375 ppm Allium sativum Extract, R7 = R3 + 500 ppm Allium sativum Extract. The variable observed is total bacteri and ammonia, data were analyzed using analysis of variance and followed by Honestly Significant Difference Test. The results showed that the treatment affected total bacteri (P<0.05) and did not affect ammonia concentration (P>0.05). The combination of Sapindus rarak and Allium sativum extracts (R3) with the level of more than 375 ppm in feed adequated in organic micro mineral Se, Cr and Zinc-lysinate (R6) affected bacteri total (P<0.05). The supplementation of Sapindus rarak and Allium sativum extracts in feed adequated in organic mineral Se, Cr and Zinc-lysinate did not affect ammonia concentration (P>0.05). Therefore, the best result in this research was the combination of lerak (Sapindus rarak) extract at the level of 0.325% and garlic oil extract (Allium sativum) at 375 ppm in dairy goat feeds adequated in organic micro mineral 0.3 ppm Selenium, 1.5 ppm Chromium and 40 ppm Zinc-lysinate affected total bacteria, but all treatments did not affect ammonia concentration.
118384823G1A009007Perbandingan Kualitas Hidup Anak Epilepsi Terkontrol
dan Tidak Terkontrol di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Latar Belakang. Epilepsi merupakan penyakit kronik yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Saat ini penelitian untuk menilai kualitas hidup anak epilepsi masih terbatas. Epilepsi pada masa anak berhubungan dengan keterbatasan fisik, emosi, sosial dan prestasi yang rendah.
Tujuan penelitian. Mengetahui perbedaan tingkat kualitas hidup anak dengan epilepsi terkontrol dibanding epilepsi tidak terkontrol.
Metode penelitian. Jenis penelitian menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi potong lintang, pada responden berusia 5-18 tahun yang terdiagnosis epilepsi sejak tahun 2010. Seluruh responden merupakan anak yang yang datang di Poliklinik Anak dan Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel sebanyak 30 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran dilakukan dengan pengisian kuesioner PedsQL laporan anak secara langsung didampingi oleh orang tua. Uji normalitas dianalisis dengan Shapiro-Wilk. Uji beda dianalisis menggunakan independent t-test pada domain fisik, emosi dan sekolah, tetapi untuk domain sosial digunakan uji non parametrik Mann-Whitney.
Hasil. Tingkat kualitas hidup anak epilepsi dengan PedsQL menunjukkan nilai rata-rata kualitas hidup total anak epilepsi terkontrol 57,57 ± (2,07) dibandingkan tidak terkontrol 54,03 ± (1,24). Hanya fungsi emosi yang bermakna signifikan dengan rerata skor 56,66 ± (5,56) kelompok epilepsi terkontrol dan 49,66 ± (3,51) untuk kelompok epilepsi tidak terkontrol, nilai kemaknaan p < 0,05.
Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kelompok epilepsi terkontrol dan tidak terkontrol, anak dengan epilepsi terkontrol mempunyai tingkat kualitas hidup yang lebih baik dibanding anak epilepsi terkontrol.


Background. Epilepsy is a chronic disease that can affect the quality of life for children in the future. Currently a study to assess the quality of life of epileptic children is still limited. Epilepsy in childhood relate with physical limitations, emotional, social and low achievement.
Objective. Knowing the differences in the level quality of children's life with well-controlled than uncontrolled epileptic children.
Research methods: Types of research used observational analytic research with the approach cross-sectional study, the respondents aged 5-18 years who were diagnosed stricken epilepsy since 2010. All respondents are children who come at Children's Clinic and Nerve Hospital of Prof. Dr. Margono Soekarjo. The sampling technique used a total sample of 30 children based on inclusion and exclusion criteria. Measurements were performed with questionnaires PedsQL report of child directly accompanied by a parent. Independent t-test was used as an analytical statistic for physic, emotion, and education domain, but for the social one Mann-Whitney was choosed.
Results. The level quality of children's life with epilepsy PedsQL shows the average value of the total quality on well-controlled epileptic children 57.57 ± (2.07) than uncontrolled epileptic children 54.03 ± (1.24). Only a meaningful emotional functioning significantly with average score of 56.66 ± (5.56) with well-controlled epileptic group and 49.66 ± (3.51) for the uncontrolled epileptic children, significance value of P <0.05.
Conclusion. There is varying average well-controlled epileptic group and uncontrolled, well-controlled epileptic children had higher quality of life than uncontrolled epileptic children.

118394793C1C009035PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA BPR DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh loan to deposit ratio, sistem pengendalian internal dan ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja keuangan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 13 BPR di Eks. Karesidenan Banyumas dengan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan MRA (Moderated Regression Analysis) sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Loan to Deposit Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (2) Sistem pengendalian internal berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (3) Ketidakpastian lingkungan tidak memoderasi hubungan antara Loan to Deposit Ratio dan kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas (4) Ketidakpastian lingkungan memoderasi hubungan antara sistem pengendalian internal dan kinerja keuangan BPR di Eks Karesidenan Banyumas.
The purposes of this research was to find out the effect of loan to deposit ratio, internal control system and environment uncertainty of financial performance. The samples in this research were 13 BPR in Banyumas Ex-residence which was selected through simple random sampling. The analysis uses multiple linear regression and MRA (Moderated Regression Analysis). The results showed that (1) Loan to Deposit Ratio was not significantly affect the financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (2) internal control system significantly affects the financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (3) environment uncertainty was not moderate the relationship between Loan to Deposit Ratio and financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence (4) environment uncertainty moderates the relationship between the internal control system and financial performance of BPR in Banyumas Ex-residence.
118404791C1L009029THE INFLUENCE OF CORPORATE TAX REGULATION AMENDMENT AND TAX COMPLIANCE ON CORPORATE TAX REVENUE REALIZATION IN KPP PRATAMA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tarif pajak dan kepatuhan pajak terhadap realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Purwokerto menggunakan uji beda dan uji parsial. Hal ini dianalisis menggunakan regresi t-test dan uji t-berpasangan. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa pajak perubahan 28% tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak dan kepatuhan pajak sementara perubahan tarif 25% memberikan pengaruh. Kepatuhan pajak juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Purwokerto.
Implikasi untuk meningkatkan realisasi penerimaan pajak dan kepatuhan pajak, KPP Pratama Purwokerto harus menambah frekuensi untuk mensosialisasikan tentang perubahan tarif pajak 25%, memperbaiki database wajib pajak dan memberikan sanksi lebih tegas bagi pelanggar pajak.
This research is aimed to understand the influence of tax rate amendment and tax compliance on tax revenue realization in KPP Pratama Purwokerto both different test and partial test. This is analyzed using paired t- test and multiple regression. Based on the result, it is known that tax amendment to 28% does not give significant influence on tax revenue realization and tax compliance while amendment to 25% does. Also, tax compliance gives significant influence on tax revenue realization in KPP Pratama Purwokerto.
The implications is that KPP Pratama Purwokerto, to increase tax revenue realization and tax compliance, should socialize more frequent about tax rate amendment to 25%, improve taxpayer database and give more strict sanction for tax offenders.