Home
Login.
Artikelilmiahs
4335
Update
CHINTIANI ANINDA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Suhu Proses Terhadap Karakteristik Kerupuk Ketela pada Penggorengan dengan Pasir, Kerikil dan Minyak Goreng
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggorengan kerupuk ketela umumnya dilakukan dengan menggunakan minyak goreng. Penggunaan suhu dan media penghantar panas yang berbeda diduga akan mempengaruhi karakteristik dari kerupuk ketela goreng. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui pengaruh suhu proses terhadap volume pengembangan dan kerenyahan kerupuk ketela dengan media penghantar panas yang berbeda. (2) Mengetahui suhu optimal yang dapat digunakan pada proses penggorengan kerupuk ketela. (3) Mengetahui penurunan kadar air dan jumlah minyak yang diserap selama proses penggorengan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu media penghantar panas yaitu minyak goreng, pasir Ø 1-2 mm dan kerikil Ø 3-4 mm; dan suhu penggorengan yaitu 180°C, 190°C dan 200°C. Hasil penelitian diketahui bahwa kerupuk ketela akan mengembang secara maksimal pada suhu 190°C untuk masing-masing media penghantar panas. Kerupuk ketela yang digoreng dengan minyak lebih renyah dibandingkan kerupuk goreng pasir dan kerikil. Laju penurunan kadar air pada suhu 200 °C lebih cepat dibandingkan dengan proses penggorengan pada suhu 180 °C dan 190 °C. Penyerapan minyak selama proses penggorengan kerupuk ketela pada suhu 180 °C, 190 °C dan 200 °C adalah 17,16%; 18,78% dan 22,42%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Frying of cassava crackers are usually use by vegetable oil. Using of temperature and different media can effect the characteristics of fried cassava crackers. The purpose of this research are: (1) Determine the effect of temperature on the volume expansion and crispness of cassava crackers with the different of heat transfer media. (2) Knowing the optimal temperature that can be used in the frying process cassava crackers. (3) Knowing the water content decreased and the amount of oil absorbed during the frying process. The research used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors: the heat transfer medium are vegetable oil, sand Ø 1-2 mm and gravel Ø 3-4 mm, and frying temperature are 180 °C, 190 °C and 200 °C. The results show that the maximum expand of cassava crackers at 190 °C for each of the heat transfer medium. Cassava chips fried with oil is more crispy than the crackers fried sand and gravel. The rate of decrease in water content at a temperature of 200 °C is faster than the frying at a temperature of 180 °C and 190 °C. The absorption of oil during the frying process cassava crackers at 180 °C, 190 °C and 200 °C were 17.16%, 18.78% and 22.42%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save