Home
Login.
Artikelilmiahs
10888
Update
HIERLY HIDAYAT
NIM
Judul Artikel
MAKNA KEPERJAKAAN di KALANGAN MAHASISWA MUSLIM di UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dewasa ini pergaulan bebas sudah mempengaruhi kehidupan remaja-remaja di Indonesia, baik yang sedang menduduki bangku sekolah maupun yang sudah masuk perguruan tinggi. Mahasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi banyak yang jauh dari kontrol orang tua, sehingga pergaulannya lebih bebas yang lebih mengarah ke orientasi seksual. Kota Purwokerto, masih dalam lingkungan kampus Universitas Jenderal Soedirman pun marak terjadi pergaulan bebas di kalangan mahasiswanya. Penelitian berjudul “Makna Keperjakaan Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Universitas Jenderal Soedirman” ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang makna keperjakaan dikalangan mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman, dan untuk mengetahui faktor apa yang melatarbelakangi pemaknaan keperjakaan di kalangan mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif, dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto memaknai keperjakaan sebagai hal yang penting namun keperawanan dinilai lebih penting, di sisi lain keperjakaan dinilai lebih penting dari keperawanan, serta keperjakaan dan keperawanan dimaknai sebagai dua hal yang sama-sama pentingnya. Latar belakang pemaknaan terhadap keperjakaan tersebut dalam hasil penelitian ini bisa kita lihat terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu latar belakang pemaknaan dari sisi sosial, agama, serta kombinasi antara sisi sosial dan agama. Latar belakang lingkungan sosial dari masing-masing responden berpengaruh terhadap pemaknaan mereka terhadap keperjakaan. Seharusnya keperjakaan dan keperawanan tidak menjadi satu tolok ukur tunggal dalam memandang baik atau buruknya seseorang, melainkan dapat kita lihat jika seseorang atau banyak dari anggota masyarakat dalam hal ini perempuan yang sudah tidak perawan, tentunya juga banyak dari anggota masyarakat dalam hal ini laki-laki yang juga tidak perjaka. Mahasiswa sebagai agen perubahan hendaknya juga ikut serta dalam “mendidik” masyarakat kita agar ke depannya menjadi lebih baik lagi, sehingga anggapan masyarakat yang mendiskreditkan perempuan terutama yang sudah tidak perawan sebelum dia menikah ke depannya berubah ke arah yang lebih baik lagi dari yang sekarang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nowdays social intercourse has been influenced on teenagers life in Indonesia. Even student in school till student in university. Student who take study in university, many of them far away from their home and also from control of their parent, so that social intercourse tend to sex orientation. Purwokerto a city which there is Jenderal Soedirman University also being happened social intercourse in its students. The research entitled “Makna Keperjakaan Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Universitas Jenderal Soedirman” have purposes there are to describe the mean of virginity in moslem student in Jenderal Soedirman University, and also to know what kind of factors that influence them about the meaning of virginity. This research use qualitative descriptive method, and fenomenology. Research located in Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The informan selected by purposive sampling technique, and data collected by in depth interview, observation, and documentation. The result explain that moslem student in Jenderal Soedirman University, Purwokerto have meaning that virginity in men as the important thing but virginity in women more important than that, in other side virginity in men more important than virginity in women, then mean that both of virginity in men and women are important thing. The backround of meaning of virginity in men itself in this research can be visible divide on three category, there are in social side, religion side, and combination of social and religion side. Backround of social environtment from every single respondent influence toward the mean of them about virginity in men. Wisely in society virginity in men and women should be not as the one parameter in see good or bad some people, however we can see if some people or many of them what we mean is women who are not virgin before marriade, the same thing become in men too. Student as agent of change should be participate in educate people so that the impact on the future our society life become better, so that people assumption who discredit women chiefly who are not virgin before marriade in the future can change to the better right way.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save