Artikel Ilmiah : A1C010068 a.n. ENI RAHAYU

Kembali Update Delete

NIMA1C010068
NamamhsENI RAHAYU
Judul ArtikelANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA LARU ALAMI DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Laru alami adalah campuran dari kapur, tatal nangka, dan kulit manggis. Laru alami digunakan sebagai bahan pengawet untuk menghambat aktivitas mikroba dan memperthankan pH di dalam nira. Saat ini belum ada produsen laru alami di Kabupaten Banyumas. Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan pendirian usaha laru alami ditinjau dari aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi, aspek pasar dan pemasaran, dan aspek finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling terhadap pemilik usaha laru alami dan petugas dari Disperindagkop Kabupaten Banyumas, serta secara sensus terhadap 22 perajin gula kelapa di Dusun Curug, Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap dan 2 orang perajin gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan April hingga Oktober 2014. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif meliputi trend linear, perhitungan NPV, IRR, PI, PBP dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Lokasi produksi laru alami berada di Dusun Tambaksari Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Proses produksi dilakukan secara semi mekanis yang menggunakan mesin giling (penepung) dengan kapasitas produksi 75 kg laru alami per hari. 2) Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur garis dengan jumlah tenaga kerja 7 orang dan manajemen penggajian mengacu pada UMK Banyumas sebesar Rp1.000.000,00 serta upah untuk tenaga penggiling dan penepung sebesar Rp30.000,00 per hari. 3) Pendirian usaha laru alami memiliki peluang cukup besar berdasarkan proyeksi kebutuhan laru alami di Kabupaten Banyumas tahun 2009 – 2018 meningkat sebesar 3,64 persen. Laru alami memiliki harga jual Rp3.250,00 per bungkus di tingkat produsen dan didistribusikan kepada perajin gula kelapa melalui kelompok perajin gula kelapa. 4) Usaha laru alami layak pada kondisi normal, jumlah penjualan turun 5%, biaya tenaga kerja naik 10%, biaya bahan bakar naik 24%, dan investasi naik 25%, sedangkan kondisi jumlah penjualan turun 15%, usaha laru alami tidak layak dilaksanakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Natural laru is a mixture of mangoesteen peel, jackfruit chips and lime. Natural laru used to preservative inhibit microbial activity and sustain the sap pH. Now, there are’nt natural laru production in Banyumas. Research about feasibility conducted to determine the manufacturers feasibility of establishing a natural laru in terms of technical, technology, management, organization, marketing and financial aspects.Case study is the used method. Respondents determination conducted by puosive sampling of natural laru business owners and Department of industry, trade and cooperative of Banyumas, 22 palm sugar crafters in Curug hamlet, Jambusari, Jeruklegi, Cilacap district and 2 palm sugar crafters in Sikapat village, Sumbang, Banyumas distric. This research was conducted from April to October 2014. Data analysis method is the qualitative and quantitative include linear trend, NPV, IRR, PI, PBP and sensitivity analysis. The results of this research shows that, 1) Location of natural laru production is in the Tambaksari hamlet, Tambaksogra village, Sumbang, Banyumas distric. Production process is using semi mechanical milling machine with a production capacity of 75kg/day of natural laru. 2)The organizational structure is structure of the line with the amount of 7 labor with payroll management refers to the Banyumas MSE’s 1.000.000,00 IDR and wages for grinders and milling workers 30.000,00 IDR each day. 3) Naturally laru businesses have a big opportunities based on the projected needs of the natural laru Banyumas in 2009-2018 increased by 3.64%. The selling price of natural laru is 3.250,00 IDR at producent level and distributed to palm sugar crafters from palm sugar crafter group. 4) Natural laru business feasible under normal conditions, if sales fell 5%, labor costs rose 10%, fuel costs rose 24% and investment rose 25%, while the condition of sales fell 15%, natural larumanufacturers is not feasible.
Kata kuncianalisis kelayakan, usaha produksi, laru alami.
Pembimbing 1Dr. Ir. Suyono, M.S.
Pembimbing 2Dr. rer. agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc., Agr.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2015-02-18 03:03:01.692616
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.