Home
Login.
Artikelilmiahs
9329
Update
WISIVA TOFRISKA PARAMAISWARI
NIM
Judul Artikel
DETEKSI GEN erm(B) DAN mef(A) PADA ISOLAT Streptococcus pneumoniae DI INDONESIA YANG TIDAK PEKA TERHADAP ERITROMISIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus merupakan bakteri Gram-positif penyebab infeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia atau penyakit invasif lainnya seperti meningitis dan otitis media terutama pada anak-anak. S. pneumoniae menginfeksi anak-anak dan orangtua dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Eritromisin merupakan antibiotik pertama yang ditemukan dari jenis makrolida dan digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit invasif pneumokokus. Peningkatan konsumsi secara global dan penggunaan makrolida yang kurang tepat memicu persebaran dari strain S. pneumoniae yang tidak peka dan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan terhadap penyakit invasif pneumokokus. Gen penyebab ketidakpekaan S. pneumoniae terhadap makrolida seperti eritromisin adalah gen erm(B) dan mef(A). Gen erm(B) merupakan gen pada elemen transposon konjugatif yang mengkode enzim metilase ribosomal atau Erm(B), enzim penyebab modifikasi pada situs pengikatan eritromisin pada pneumokokus sehingga mengurangi afinitas eritromisin. Gen mef(A) adalah gen pada elemen kromosomal genetik yang terdapat salah satunya di transposon Tn1207 dan mengkode mekanisme pompa effluks yang menyebabkan eritromisin dikeluarkan lebih cepat dibandingkan kecepatan eritromisin untuk berdifusi kedalam sitoplasma bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen erm(B) dan mef(A) gen pada isolat S. pneumoniae yang tidak peka terhadap eritromisin menggunakan Duplex PCR. Penelitian menggunakan metode survey deskriptif. Isolat yang digunakan merupakan isolat koleksi Lembaga Eijkman yang diambil dari nasofaring individu pembawa S. pneumoniae pada anak-anak di Lombok, pasien anak-anak dan dewasa pengidap HIV di RSCM sebanyak 56 isolat. Berdasarkan hasil uji sensitivitas antibiotik terhadap eritromisin menggunakan metode difusi cakram, didapatkan 25 isolat bersifat resisten, 8 isolat bersifat intermediet dan 23 isolat bersifat peka. Pada 14 dari 25 isolat resisten ditemukan hanya gen mef(A) [56%], 5/25 isolat resisten ditemukan hanya gen erm(B) [20%] dan 6/25 isolat resisten ditemukan mef(A) + erm(B) [24%], sedangkan pada semua isolat intermediet (8/8) ditemukan hanya mef(A) (100%], namun pada 10/23 isolat peka ditemukan mef(A) [43,5%] dan isolat peka sisanya (13/23) tidak ditemukan erm(B) atau mef(A) [56,5%].
Abtrak (Bhs. Inggris)
Streptococcus pneumoniae or pneumococcus is a Gram-positive bacteria which causes some acute respiratory infections such as pneumonia or other invasive disease like meningitis and otitis media especially in children. S. pneumoniae infects children and elder people with high mortallity rates. Erythromycin is the first invented antibiotic from macrolide and used for medication of invasive pneumococcal disease. Non-susceptibilities towards erythromycin are encodes by erm(B) and mef(A) genes. erm(B) is a gene in conjugative transposon element which encodes enzyme methylase ribosomal or Erm(B), an enzyme that caused a modification on erythromycin binding site in S. pneumoniae and reduces the affinity of erythromycin. mef(A) is a genetic chromosomal element in transposon which encodes efflux pump mechanism and excludes erythromycin from cytoplasm faster than its diffusion inside cytoplasm. The purpose of this study is to detect erm(B) and mef(A) genes in non-susceptible S. pneumoniae isolate towards erythromycin using Duplex PCR. This study used descriptive survey method. Isolates were from collection isolates of Eijkman Institute which taken from nasopharyngeal carriage of S. pneumoniae within children in Lombok, children and adult HIV patients in RSCM. Antimicrobial susceptibillity test to erythromycin used disk diffusion method and obtained 25 resistant isolates, 8 intermediate isolates and 23 susceptible isolates. The result of genes detection obtained 14 from 25 resistant isolates contained mef(A) gene [56%], 5/25 resistant isolates contained erm(B) gene [20%] and 6/25 isolates contained both mef(A) + erm(B) genes [24%]. All intermediate isolates (8/8) contained only mef(A) [100%], but 10/23 susceptible isolates contained mef(A) [43,5%] and the rest susceptible isolates (13/23) were negative from those genes [56,5%].
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save