Home
Login.
Artikelilmiahs
9172
Update
ERWIN SANDI
NIM
Judul Artikel
Kekuatan Pelat Pondasi Telapak Menggunakan Beton Mutu K-225 Dengan Variasi Tulangan Bambu
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan beton pada bangunan gedung maupun rumah tinggal banyak dilakukan pengembangan baik desain maupun metode pelaksanaannya. Salah satunya adalah penelitian mengenai bahan tulangan pada beton bertulang. Dikarenakan baja tulangan harganya semakin mahal, penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan pada beton mulai diteliti. Potensi bambu sebagai pengganti tulangan pada beton perlu diteliti karena bambu memiliki kuat tarik yang cukup baik sebagai tulangan. Sehingga kedepannya bambu diharapkan dapat menjadi solusi untuk pengganti baja tulangan pada beton. Pada Penelitian ini dilakukan kajian pengaruh variasi diameter tulangan bambu yang dibandingkan dengan tulangan baja pada benda uji pelat pondasi telapak menggunakan mutu beton K-225. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kekuatan dari masing-masing variasi benda uji dalam menerima beban satu titik. Pondasi berfungsi menyalurkan beban terpusat dari kolom ke tanah. Parameter yang akan dibandingkan dari masing-masing benda uji adalah kapasitas beban serta lendutan pada plat pondasi. Penelitian dilakukan terhadap 4 variasi benda uji yaitu: (1) benda uji plat beton bertulangan baja polos diameter 8 milimeter (RC-8), (2) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 8x8 milimeter (BRC-8), (3) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 10x10 milimeter (BRC-10) dan (4) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 12x12 milimeter (BRC-12). Pada setiap varian terdapat tiga buah sampel, sehingga total terdapat 12 sampel benda uji. Dari hasil pengujian didapatkan data kekuatan plat pondasi telapak. Rata-rata benda uji RC-8 dapat menerima beban sebesar 33,53 KN, benda uji BRC-8 sebesar 27,15 KN, benda uji BRC-10 sebesar 30,05 KN dan benda uji BRC 12 sebesar 25,85 KN. Rasio beban maksimum adalah 0,9 untuk benda uji BRC 10 yang hampir menyamai kekuatan plat beton bertulangan baja. Pola retak yang terjadi dari kesemua benda uji dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur pondasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The use of concrete in buildings and residential development is mostly done both design and implementation methods. One is the study of reinforcement in reinforced concrete materials. Due to the more expensive price of steel reinforcement, the use of bamboo as reinforcement in concrete began substitute investigated. The potential of bamboo as a substitute for the reinforcement of concrete need to be investigated because bamboo has a tensile strength that is quite good as a reinforcement. So that future bamboo is expected to be a solution for the replacement of steel reinforcement in concrete. This study conducted a study on the effect of variations in the dimension of the bamboo reinforcement were compared with steel reinforcement plate on the specimen using the palm of the quality of the concrete foundation of the K-225. This study aimed to explore the strength of each test specimen variation in the load receiving one point. The foundation serves to distribute concentrated loads from the column to the ground. Parameters to be compared from each specimen was load capacity and deflection at the plate foundation. Research conducted on four variations of the test object, namely: (1) steel reinforced concrete specimen plain steel plate diameter 8 mm (RC-8), (2) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 8x8 millimeter (BRC-8), (3) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 10x10 millimeter (BRC-10) and (4) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 12x12 millimeter (BRC-12). In each variant there are three samples, so that a total of 12 samples of the test specimen. From the test results obtained strength data plate foundation palms. Average specimen RC-8 can accept a load of 33.53 KN, BRC-8 specimen at 27.15 KN, BRC specimen of 30.05 KN-10 and BRC 12 test objects at 25.85 KN. The ratio of the maximum load is 0.9 for specimen BRC 10 which is almost equal to the strength of the steel reinforced concrete slab. The pattern of cracks that occur from all specimen types can be categorized flexible foundation collapse.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save