Home
Login.
Artikelilmiahs
10649
Update
ARIA YUSTI KUSUMA
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN YANG DILAKUKAN ANESTESI UMUM DENGAN ANESTESI SUBARACHNOID (ANESTESI REGIONAL) DI RSMS PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PERBANDINGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN YANG DILAKUKAN ANESTESI UMUM DENGAN ANESTESI SUBARACHNOID (ANESTESI REGIONAL) DI RSMS PURWOKERTO ABSTRAK Latar belakang : Kadar gula yang tinggi dalam darah atau hiperglikemia akibat stres pembedahan dan stres anestesi bisa menimbulkan gangguan fungsi imun serta lebih rentan terkena infeksi, perburukan sistem kardiovaskular, penurunan aktivitas fibrinolitik plasma yang mengakibatkan trombosis, peningkatan inflamasi, disfungsi endotel, stres oksidatif, dan iskemik otak yang menyebabkan kerusakan otak. Teknik anestesi yang digunakan juga mempengaruhi perubahan kadar gula darah sebagai respon stress terhadap pembedahan. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan perubahan kadar gula darah pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan anestesi subarachnoid di RS Margono Soekardjo Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan sampel darah tepi pasien (ASA I-II) yang berumur 18-50 tahun dan akan menjalani pembedahan mayor sedang-berat dengan anestesi umum atau anestesi subarachnoid. Pasien tidak mempunyai riwayat diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dan menyetujui lembar Informed Consent. Pasien tidak dilibatkan dalam penelitian dengan kriteria alergi terhadap obat anestesi yang digunakan, sedang menggunakan kortikosteroid dalam jangka waktu lama, dan memiliki BMI lebih dari 30 kgm-2. Hasil : Total pasien yang mengikuti penelitian ini adalah 40 orang. Terdapat 20 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi umum dan 20 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi subarachnoid. Rerata kadar gula darah pada pasien sebelum dilakukan anestesi umum sebesar 98,10±2,77 mg/dl dan meningkat menjadi 114,15±7,20 mg/dl setelah dilakukan anestesi umum. Pada pasien sebelum dilakukan anestesi subarachnoid rata-rata sebesar 98,45±2,91 mg/dl dan meningkat menjadi 104,65±3,51 mg/dl setelah dilakukan anestesi subarachnoid. Kadar gula darah pada kelompok pasien sebelum dilakukan anestesi umum dan anestesi subarachnoid tidak berbeda signifikan (p = 0,699). Perbedaan kadar gula darah pada kelompok pasien setelah dilakukan anestesi umum dan kelompok anestesi subarachnoid berbeda signifikan (p = 0,000). Kesimpulan : Terdapat perbedaan perubahan kadar gula darah yang bermakna pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan anestesi subarachnoid di RSMS Purwokerto. Anestesi subarachnoid mampu lebih menekan respon stress dibandingkan dengan anestesi umum. Kata kunci : Gula darah, hiperglikemia, anestesi, anestesi umum, anestesi subarachnoid, operasi, pembedahan, respon stress.
Abtrak (Bhs. Inggris)
COMPARISON OF BLOOD SUGAR CHANGES IN PATIENTS WITH GENERAL ANESTHESIA PERFORMED AND SUBARACHNOID ANESTHESIA (REGIONAL ANESTHESIA) IN RSMS PURWOKERTO ABSTRACT Background : High sugar levels in the blood (hyperglycemia) from the stress of postsurgery and postanesthesia can cause immune dysfunction and more susceptible to infection, worsening of the cardiovascular system, decrease in plasma fibrinolytic activity resulting in thrombosis, increased inflammation, endothelial dysfunction, oxidative stress, ischemic brain causing brain damage. Anesthetic technique used also affect blood sugar levels change in response to surgical stress. This study was to compare the changes in blood sugar levels in patients undergoing general anesthesia with subarachnoid anesthesia in RS Margono Soekardjo Purwokerto. Methods : This study used analytic observational study with cross-sectional approach. Studies using peripheral blood samples of patients that will undergo major surgery with moderate - severe subarachnoid anesthesia and general anesthesia, classified as ASA I-II, aged 18-50 years. The patient had no medical records of diabetes mellitus, hypertension, heart disease and approved the Informed Consent sheet. Patients were excluded from the study criteria allergy to anesthetic drugs used, using corticosteroids for a long time, and have a BMI of more than 30 kgm-2. Results : Total patients who follow the study was 40. There were 20 patients who underwent surgery with general anesthesia and 20 patients who underwent surgery with subarachnoid anesthesia. Mean blood sugar levels in patients prior to general anesthesia for 98.10 ± 2.77 mg/dl and increased to 114.15 ± 7.20 mg/dl after general anesthesia. In patients with subarachnoid anesthesia prior to an average of 98.45 ± 2.91 mg/dl and increased to 104.65 ± 3.51 mg/dl after subarachnoid anesthesia. Blood sugar levels in a group of patients prior to general anesthesia and subarachnoid anesthesia did not differ significantly ( p = 0.699 ). The difference in blood sugar levels in the group of patients after general anesthesia and subarachnoid anesthesia groups differed significantly ( p = 0.000 ). Conclusions : There are differences in blood sugar levels change significantly in patients who underwent general anesthesia with subarachnoid anesthesia in RSMS Purwokerto. Subarachnoid anesthesia can more suppress the stress response compared with general anesthesia . Keywords : Blood sugar, hyperglycemia, anesthesia, general anesthesia, subarachnoid anesthesia, surgery, stress response.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save