Artikelilmiahs

Menampilkan 7.941-7.960 dari 48.903 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
79418677G1A010028Hubungan Kualitas Tidur dengan Migren di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode 1 Januari - 31 Desember 2013HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN MIGREN DI POLIKLINIK SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2013

Oryzha Triliany

ABSTRAK


Latar belakang : Migren merupakan nyeri kepala primer yang paling sering terjadi dan merupakan penyebab penderita datang untuk berobat. Migren menduduki urutan ke – 19 dari semua penyakit disabilitas di dunia. Kurang tidur dan terlalu lama tidur dapat mencetus serangan migren. Beberapa penelitian melaporkan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan migren.

Tujuan : Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan migren di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode 1 Januari – 31 Desember 2013.

Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan studi case control. Jumlah sampel 41 orang pada masing – masing kelompok dengan metode purposive sampling. Diagnosis migren ditegakkan melalui diagnosis spesialis saraf dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) digunakan untuk mengukur kualitas tidur dan analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi- square.

Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan kualitas tidur dengan migren dengan nilai p = 0,002 dan OR = 4,571 ( IK 95% 1,963 – 10,646).

Kesimpulan : Terdapat hubungan kualitas tidur dengan migren di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode 1 Januari – 31 Desember 2013.


Kata kunci : Kualitas Tidur, Migren
RELATIONSHIP BETWEEN SLEEP QUALITY WITH MIGRAINE IN PROF. DR. MARGONO SOEKARJO HOSPITAL PURWOKERTO FROM 1 JANUARY – 31 DECEMBER 2013

Oryzha Triliany

ABSTRACT


Background: Migraine is a primary headache that mostly happens and cause patients to come for treatment. Migraine on the nineteenth level of all disease that can cause disability in the world . Lack of sleep and too much sleep could trigger migraine attacks. Some studies reported a relationship between sleep quality and migraine.

Purpose: The aim of this study was to know the relationship between sleep quality with migraine in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital from 1 January – 31 December 2013.

Methods: This was an observational study using the analytical method with case- control study approach. Number of samples was 41 people in each group with purposive sampling method. Migraine was diagnosed by the neurologist, sleep quality obtained by interview and PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) was used to measure the sleep quality levels and bivariate analysis was used chi-square test.

Results: The results of chi-square test showed there is relationship between sleep quality with migraine with p= 0,002 and OR = 4,571 ( IK 95% 1,963 – 10,646).

Conclusion: There is relationship between sleep quality with migraine in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital from 1 January – 31 December 2013.

Keywords : Sleep Quality, Migraine


79428678D1E010103SUPLEMENTASI EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH DALAM PAKAN KAMBING PERAH TERHADAP KBK, KBO DAN PRODUK FERMENTASI RUMENTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dan level terbaik suplementasi ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum) dalam pakan kambing perah yang tercukupi mineral organik (selenium, chromium dan zink-lysinat) terhadap KBK dan KBO serta konsentrasi VFA total. Materi penelitian menggunakan cairan rumen kambing Jawa Randu yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan Sokaraja, ransum kambing yang tersusun atas 60% rumput gajah, 35% ampas tahu dan 5% konsentrat (PK 11,90%, SK 28,57%, TDN 60,94%). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 : Pakan kontrol, R1 : R0 + 1,5 ppm Cr + 40 ppm Zn lysinat + 0,3 ppm Se, R2 : R1 + 15 ppm ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum), R3 : R1 + 30 ppm ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum), R4 : R1 + 45 ppm ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum), R5 : R1 + 60 ppm ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polynomial.
The purpose of this study was to evaluate the effect and level of supplementation of Garlic Husk Extract (Allium sativum) in the diet of dairy goats of adequate selenium and chromium organic and zinc lysinate concentrations on DMD,OMD and Rumen Product Fermentation. The materials of the research were rumen fluid of Etawa Hybred goats obtained from Sokaraja Slaughterhouse. Goat diet composed of 60% grass, 35% tofu waste and 5% concentrate (CP 11.09%, CF 28.57%, TDN 60,94%). The research method was experimental using Completely Randomized Design (CRD). The treatments were R0 =control feed, R1 = R0 + 0.3 ppm Se + 40 ppm Zn lysinat +1.5 ppm Cr, R2 = R1 + 15 ppm Garlic Husk Extract, R3 = R1 + 30 ppm Garlic Husk Extract, R4 = R1 + 45 ppm Garlic Husk Extract, R5 = R1 + 60 ppm Garlic Husk Extract. The data were analyzed using analysis of variance and followed by Orthogonal Polynomial Test.
79434089D1E008018KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK TONGKOL JAGUNG (Zea mays) YANG DIFERMENTASI DENGAN Aspergillus niger SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik pada tongkol jagung terfermentasi dengan berbagai level Aspesgillus niger Materi penelitian yang digunakan adalah tongkol jagung, Aspesgillus niger, cairan rumen sapi yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) segera setelah sapi dipotong. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental secara in vitro yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah R0 = Tongkol jagung tanpa terfermentasi Aspergillus niger, R1 = Tongkol jagung terfermentasi Aspesgillus niger 2%, R2 = Tongkol jagung terfermentasi Aspesgillus niger 4%, dan R3 = Tongkol jagung terfermentasi Aspesgillus niger 6%, dengan perlakuan diulang lima kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi dengan Aspergillus niger pada tongkol jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Berdasarkan uji orthogonal polynomial perlakuan berpengaruh secara kubik (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik dengan persamaan kecernaan bahan kering Y = 29.34 + 6.38 X – 4.98 X2 + 0.57 X3 dan koefisien determinasi (r2) 95.63%, sedangkan persamaan kecernaan bahan organik Y = 30.170000 + 17.331500 X - 9.3755000 X2+ 0.98387500 X3 dan koefisien determinasi (r2) 97,06%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering tongkol jagung paling optimal pada level 0.73% Aspergillus niger yang memiliki kecernaan bahan kering sebesar 31.56% dan menghasilkan kecernaan bahan organik paling optimal pada level penambahan 1.12% yaitu sebesar 39.2%.The aim of the research was to examine the digestibilities of dry matter and organic matter of corn cobs fermented by various levels of Aspergillus niger. The materials used were Aspergillus niger corn cob, Aspergillus niger, and cow rumen fluid that was taken from the Slaughter House (SH) immediately after the cow was slaughtered. The method of the research was in-vitro, experimental that was designed using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments tested were R0 = corn cob without fermentation by Aspergillus niger, R1 = corn cob fermented by 2% Aspergillus niger, R2 = corn cob fermented by 4% Aspergillus niger and R3 = corn cob fermented by 6% Aspergillus niger, and each treatment was repeated five times. The data were analyzed using Analysis of Variance and then followed by Orthogonal Polynomial Test. The results of the Analysis of Variance indicated that fermentation by Aspergillus niger on corn cob affected highly significantly (P<0.01) the digestibilities of dry matter and organic matter. Based on Orthogonal Polynomial Test, the treatment influenced in cubic shape (P<0.01) on digestibility of dry matter with an equation Y = 29.34 + 6.38 X – 4.98 X2 + 0.57 X3 and the coefficient of determination (r2) of 95.63%, whereas on digestibility of organic matter with an equation Y = 30.170000 + 17.331500 X - 9.3755000 X2+ 0.98387500 X3 and the coefficient of determination (r2) of 97.06%. Based on the results of the research it can be concluded that the treatment of corn cob fermentated by Aspergillus niger, the addition of 0.73% Aspergillus niger resulted in digestibility of dry matter as much as 31.56 percent and the addition of 1.12% Aspergillus niger resulted in digestibility of dry matter as much as 39.2 percent.
79448679F1F007102THE SYMBOLS OF LIFE IN MAURICE MAETERLINCK’S PLAY THE BLUE BIRDLaela, Asih Nur, 2014. The Symbols of Life in Maurice Maeterlinck’s Play The Blue Bird. Pembiming 1: Rosyid Dodiyanto, M. Hum. Pembimbing 2: Ririn Kurnia Trisnawati, M. A. Penguji: Tri Murniati, M. Hum. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Kata kunci: blue bird, drama, kebahagiaan, simbol.

Penelitian ini berjudul “The Symbols of Life in Maurice Maeterlinck’s Play The Blue Bird”. Penelitian ini tentang perjalanan dua anak –Tyltyl dan Mytyl- yang mencari burung biru sebagai sumber kebahagiaan. Mereka ditemani oleh beberapa benda hidup yang berasal dari rumah mereka sendiri seperti cahaya,peri, anjing, kucing, api, air, gula, susu, dan roti. Berdasarkan latar belakang dari penelitian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan simbol-simbol kehidupan dan artinya dalam drama The Blue Bird agar para pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan juga untuk menemukan pesan dari drama ini.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa datanya. Sumber data penelitian ini adalah drama karya Maurice Maeterlinck yang berjudul The Blue Bird yang dianalisa menggunakan teori semiologi dari Roland barthes.

Setelah melakukan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa simbol-simbol dalam drama The Blue Bird menyimbolkan beberapa hal di sekitar manusia yang membantu mereka dalam menemukan kebahagiaan mereka. Hasilnya adalah simbol-simbol dan artinya serta pesan dari drama The Blue Bird. Simbol-simbol tersebut adalah burung biru yang menyimbolkan ilmu pengetahuan murni untuk menemukan kebahgiaan; cahaya yang menyimbolkan petunjuk yang membantu manusia untuk melihat apa yang tidak dapat mereka lihat; berlian yang menyimbolkan sebuah kecerdasan yang membantu manusia. Ada juga anjing dan kucing yang menemani kedua anak tersebut. Anjing menyimbolkan kesetian sedangkan kucing menyimbolkan penghianatan. Api yag menyimbolkan kekuatan dan air yang menyimbolkan kelembutan. Ada juga gula, susu, dan roti sebagai kebutuhan sehari-hari manusia. Hasil lainnya adalah pesan dari drama ini. Menurut peneliti, penulis drama The Blue Bird ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa kebahagiaan itu ada di sekitar mereka, tetapi mereka tidak menyadarinya karena mereka kurang mensyukuri apa yang sudah mereka miliki, oleh karena itu, mereka harus lebih menyadari sekitar mereka dan juga bersyukur atas apa yag mereka miliki.
Laela, Asih Nur, 2014. The Symbols of Life in Maurice Maeterlinck’s Play The Blue Bird. Advisor 1: Rosyid Dodiyanto, M.Hum. Advisor 2: Ririn Kurnia Trisnawati, M. A. Examiner: Tri Murniati, M. Hum. English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto.

Keywords: blue bird, happiness, play, symbols of life.

This research is entitled “The Symbols of Life in Maurice Maeterlinck’s Play The Blue Bird”. It is about an adventure of two children –Tyltyl and Mytyl- looking for blue bird of happiness. Some live things accompany them from their house such as light, the fairy, the dog, the cat, fire, water, sugar, milk, and bread. Based on the background of the research, the aims of this research are to find out and to explain the symbols of life and their meanings in The Blue Bird play so that the reader understand the play easily and also to find the message of the play.

This research uses qualitative method to analyze the data. The data source of this research is Maurice Maeterlinck’s play entitled The Blue Bird that is analyzed using theory of semiology by Roland Barthes.

After conducting the research, the researcher concludes that the symbols of life in The Blue Bird play symbolize some matters in human’s surrounding that help them to find their happiness. The results are the symbols and their meanings and the message of The Blue Bird play. The symbols are blue bird that signifies a pure knowledge to find happiness; light signifies guidance that helps people to see what they cannot see; diamond signifies an intelligence that helps people. There are also dog and cat that accompany the children. Dog signifies faithfulness while cat signifies treason. Fire signifies the strength and water signifies the flabbiness. There are also sugar, milk, and bread as human’s daily need. The other result is the message of the play. According to the researcher, the author of The Blue Bird play wants to inform the reader that happiness is around them, but they do not recognize it because they are lacking of grateful for what they have, therefore, they should be more aware of their surrounding and be thankful of what they possessed.
794510316B1J010091Daya Serap Karbon Dioksida Pada Tanaman Jagung (Zea mays) Di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten BanjarnegaraPemanasan global merupakan masalah yang dihadapi dunia. Hal ini disebabkan karena konsentrasi karbon dioksida yang terus meningkat. Cara yang paling efektif untuk mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer adalah dengan penyerapan karbon melalui penanaman vegetasi. Tanaman dapat mereduksi CO2 melalui fotosintesis. Jagung merupakan tanaman C4 yang efektif dalam melakukan fotosintesis dan termasuk tanaman yang cepat tumbuh. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi suatu tanaman dalam menyerap CO2 adalah umur tanaman. Tanaman yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah tanaman jagung umur 0 - 1 bulan, >1 - 2 bulan, dan >2 - 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman jagung (Z. mays) dengan daya serap CO2 dan mengetahui banyaknya CO2 yang mampu diserap oleh tanaman jagung. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel daun tanaman jagung diambil dengan teknik stratified random sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi umur tanaman jagung sebagai variabel bebas dan daya serap daun terhadap CO2 sebagai variabel terikat. Parameter yang digunakan meliputi massa karbohidrat daun, jumlah daun per pohon, luas permukaan daun, kerapatan tanaman, dan kandungan CO2 pada tiga strata umur tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, kemudian dilakukan uji lanjut Duncan untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman dengan daya serap CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur tanaman jagung dengan daya serap CO2. Tanaman jagung yang paling optimal menyerap CO2 yaitu pada umur .>2 -3 bulan dengan rata-rata daya serap CO2 tertinggi per helai daun per musim sebesar 13,96 g.helai-1.musim-1, rata-rata daya serap CO2 tertinggi per pohon per musim sebesar 1,35 x 10-4 ton.pohon-1.musim-1, dan rata-rata daya serap CO2 tertinggi per hektar per musim sebesar 9,58 ton.ha-1.musim-1.Global warming is a problem which is faced of world. This thing caused by the carbon dioxide’s concentrate that continue rising. The most effective way to reduced CO2 concentration in atmosphere with carbon sequestration through the planting of vegetation. Plants can reduce CO2 by photosynthesis. Corn is a plant of C4 that effective for photosynthesis and includes fast-growing species. One of the factors which can affected a plant to absorb CO2 is age of the plant. This research was used corn plant age 0 - 1 month, >1 - 2 months, and >2 - 3 months. This study aimed to investigate the relationship between age of corn plants (Z. mays) with the absorption of carbon dioxide and to know how much CO2 capable of being absorbed by corn plants. This research used survey methods. Plant leaf samples of corn were taken with stratified random sampling techniques. The variables were used in this study consists of corn plant’s age as the independent variable and the corn’s leaf absorption of CO2 as dependent variable. The parameter were used consists of carbohydrates mass on leaf, number of leaf per tree, leaf surface area, plant density, and CO2 contents on leaves in three corn plant age stratas. The data obtained was be analyzed by using ANOVA on the level of trust 95% and 99%, then will be a test according to Duncan to know of the relationship between the age of plant with CO2 absorption. The results showed that there is a relations between age of plant with CO2 absorption. Corn plants which most optimal absorb CO2 is the corn plant of >2 - 3 months with the highest average of CO2 absorption per leaf per season is 13,96 g.leaf-1.season-1, the highest average of CO2 absorption per tree per season is 1,35 x 10-4 ton.tree-1.ha-1, and the highest average of CO2 absorption per hectare per season is 9,58 ton.ha-1.season-1.
794611001P2CC12005FAKTOR-FAKTOR PELAYANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beberapa faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah faktor – faktor kualitas pelayanan (bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati) berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan sampel 64 pasien. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pasien rawat inap yang telah merasakan layanan minimal dua hari dan juga berumur dewasa (minimal 17 tahun). Metode analisis yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Beberapa hal yang perlu dibenahi dengan secepatnya diantaranya terkait penataan lingkungan rumah sakit sehingga mampu memberikan kenyamanan pasien dan keluarganya. Pembangunan yang terus dilakukan sekiranya tetap memperhatikan kenyamanan pasien dan keluarganya, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan optimal. Perbaikan terkait ketersediaan bangsal/ruangan untuk pasien masih perlu ditambah atau dilengkapi guna memaksimalkan layanan. Unsur daya tanggap yang masih memerlukan perbaikan terkait dengan kecepatan prosedur pendaftaran atau tahapan pelayanan kepada pasien. Perbaikan aspek jaminan diperlukan pengembangan kemampuan perawat dalam penguasaan tugas terutama dalam penguasaan teknis pelayanan kepada pasien guna mendukung kinerja dokter yang sudah baik selama ini. Perlu adanya perbaikan dalam hal empati pegawai terutama perawatan pada pasien yang belum maksimal. Diharapkan layanan pada semua pasien sesuai standar yang ditetapkan sehingga pasien akan menerima layanan sesuai yang mereka butuhkan dan tanpa diskriminasi.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beberapa faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah faktor – faktor kualitas pelayanan (bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati) berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan sampel 64 pasien. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pasien rawat inap yang telah merasakan layanan minimal dua hari dan juga berumur dewasa (minimal 17 tahun). Metode analisis yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Beberapa hal yang perlu dibenahi dengan secepatnya diantaranya terkait penataan lingkungan rumah sakit sehingga mampu memberikan kenyamanan pasien dan keluarganya. Pembangunan yang terus dilakukan sekiranya tetap memperhatikan kenyamanan pasien dan keluarganya, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan optimal. Perbaikan terkait ketersediaan bangsal/ruangan untuk pasien masih perlu ditambah atau dilengkapi guna memaksimalkan layanan. Unsur daya tanggap yang masih memerlukan perbaikan terkait dengan kecepatan prosedur pendaftaran atau tahapan pelayanan kepada pasien. Perbaikan aspek jaminan diperlukan pengembangan kemampuan perawat dalam penguasaan tugas terutama dalam penguasaan teknis pelayanan kepada pasien guna mendukung kinerja dokter yang sudah baik selama ini. Perlu adanya perbaikan dalam hal empati pegawai terutama perawatan pada pasien yang belum maksimal. Diharapkan layanan pada semua pasien sesuai standar yang ditetapkan sehingga pasien akan menerima layanan sesuai yang mereka butuhkan dan tanpa diskriminasi.
794711002C1A010084ANALISIS PENDAPATAN DAN KONSUMSI PEDAGANG SAYUR DI PASAR KARANGLEWAS KECAMATAN PURWOKERTO BARAT KABUPATEN BANYUMASRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Konsumsi Pedagang Sayur di Pasar Karanglewas Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jam kerja, modal, pendidikan, lama usaha dan jumlah jenis barang dagangan terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Karanglewas, untuk mengetahui variabel manakah diantara jam kerja, modal, pendidikan, lama usaha dan jumlah jenis barang dagangan yang pengaruhnya dominan/paling besar terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Karanglewas, untuk mengetahui pola konsumsi pedagang sayur di Pasar Karanglewas dari pendapatan keluarga yang diterima, untuk mengetahui taraf hidup keluarga pedagang sayur di Pasar Karanglewas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel sampling jenuh/sensus. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 50 responden.
Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama digunakan analisis regresi linier berganda, tujuan kedua digunakan analisis elastisitas, tujuan ketiga digunakan analisis APC (Average Propensity to Consume) dan untuk menjawab tujuan terakhir digunakan analisis taraf hidup atau pemenuhan kebutuhan pokok.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa secara simultan variabel jam kerja, modal, pendidikan, lama usaha dan jumlah jenis barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Karanglewas, namun secara parsial variabel jam kerja, modal dan lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur, sedangkan variabel pendidikan dan jumlah jenis barang dagangan tidak berpengaruh signifikan. Variabel modal mempunyai pengaruh paling paling dominan/paling besar terhadap pendapatan pedagang sayur. Pendapatan keluarga pedagang sayur cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan sebagian besar nilai APC keluarga pedagang sayur kurang dari satu dan untuk taraf hidup keluarga pedagang sayur di Pasar Karanglewas sebagian besar tergolong kategori tidak miskin karena pendapatannya 40 Kg keatas setara dengan nilai tukar beras perkapita per bulan.
Implikasi dari penelitian ini adalah dengan adanya pengaruh yang signifikan dari variabel jam kerja, modal dan lama usaha, hendaknya responden meningkatkan jam kerja dan modalnya serta tetap konsisten dalam berdagang sayuran di Pasar Karanglewas dalam upaya meningkatkan pendapatan. Selain itu, sebaiknya responden dapat mengalokasikan sebaik mungkin pendapatan keluarga yang diperoleh untuk pengeluaran konsumsi keluarganya dan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang sayur di Pasar Karanglewas lebih giat bekerja lagi.
Summary

This research entitled “Analysis Income and Consumption of Vegetable Traders at Karanglewas Market in West Purwokerto subdistrict of Banyumas Regency”. The aim of this research is to find have influence on working hours, capital, education, business length and commodity total merchandise on net income of vegetable traders at Karanglewas Market, to find between woking hours, capital, education, business length and commodity total merchandise is having dominant influence on net income of vegetable traders at Karanglewas Market, to find out daily needs fulfillment and standardof living or fulfillment of basic needs of vegetable traders in Karanglewas Market of Banyumas Regency. Method that used in this research is survey method with retrieval method of census sampling. The number of respondents in this study was 50 respondents.
Analyzer used to answer the first objective used multiple linear regression analysis , both used analytical purposes elasticity , the third objective analysis is used APC (Average propensity to Consume ) and to answer the last destination used analytical standard of living or subsistence .
The results from this research is that simultaneous variable working hours, capital, education, length of business and number of types of mercandise significant effect on earnings karanglewas vegetable traders in the market, but partial variable working hours, capital and length of business have influence on revenue karanglewas vegetable traders in the market, while the education variable and total of types of merchandise had no significant effect.Variable capital has the most dominant influence on revenue Karanglewas vegetable traders in the market. The income of family of vegetable traders in Karanglewas market is enough to fulfill family’s daily needs with mostly of vegetable traders’s APC value less than one and for standard living of vegetable traders in Karanglewas market, mostly considered is not poor category because the income is 40Kg above equal to exchange value of rice per capita per month.
The implication of this research is the presence of a significant effect of the variable working hours, and the old capital of business, should the respondent increasing working hours and its capital and remain consistent in the vegetable trade in karanglewas market in an effort to increase revenue. In addition, respondents should be able to allocate the best possible family income aerned for family consumption and to improve family welfare vegetable traders in the market Karanglewas work harder again.
794810445B1J011059KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI HORIZONTAL CHRYSOPHYTA SERTA KORELASINYA DENGAN FAKTOR FISIKA DAN KIMIA PERAIRAN DI WADUK PENJALIN
Chrysophyta merupakan divisi fitoplankton yang sensitif terhadap perubahan lingkungan perairan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelimpahan dan distribusi horizontal Chrysophyta serta faktor fisika dan kimia perairan, mengetahui tingkat kesamaan antarstasiun, serta mengetahui korelasi antara kelimpahan dan distribusi horizontal Chrysophyta dengan faktor fisika dan kimia perairan Waduk Penjalin. Kelimpahan Chrysophyta yang didapatkan berkisar 7.082-159.777 ind.l-1 dengan spesies yang paling melimpah adalah Cyclotella meneghiniana. Pola distribusi horizontal Chrysophyta didapatkan seragam. Hasil Analisis Cluster kelimpahan Chrysophyta didapatkan kesamaan yang rendah dan hasil analisis Simper didapatkan spesies yang berkontribusi memberikan ketidaksamaan adalah Cyclotella meneghiniana. Hasil Analisis Cluster distribusi horizontal Chrysophyta didapatkan kesamaan yang rendah dan hasil analisis Simper didapatkan spesies yang berkontribusi memberikan ketidaksamaan adalah Achnanthes brevipes, Amphiprora ovalis, dan Chaetoceros peruvianum. Hasil analisis Cluster faktor fisika dan kimia didapatkan kesamaan yang tinggi dan hasil analisis Simper didapatkan faktor fisika dan kimia yang berkontribusi memberikan ketidaksamaan adalah silika dan TSS. Korelasi kelimpahan Chrysophyta dengan faktor fisika dan kimia adalah kuat dengan koefisien korelasi 0,685 dan koefisien determinasi 47%, serta persamaan Y = 1.856,850 - 55.478,220 (Penetrasi Cahaya) + 907,835 (Kedalaman) + 2.909,913 (Suhu) + 94,891 (TSS) - 2.892,899 (DO) - 265,315 (BOD5) - 7.601,391 (NO3) + 7.782.500,191 (PO4) + 55,107 (Si). Korelasi distribusi horizontal Chrysophyta dengan faktor fisika dan kimia adalah sedang dengan koefisien korelasi 0,539 dan koefisien determinasi 29%, serta persamaan Y = 1,610 + 0,467 (Penetrasi Cahaya) - 0,062 (Kedalaman) - 0,086 (Suhu) - 0,028 (TSS) + 0,073 (DO) + 0,069 (BOD5) + 0,624 (NO3) + 109,336 (PO4) - 0,001 (Si).Chrysophyceae is one of the divisions of phytoplankton that sensitive to changes in the aquatic environment.The research objective was to determine the abundance and horizontal distribution of Chrysophyceae also physical and chemical factors in Penjalin Reservoir; determine the degree of similarity between the stations, and determine the correlation between the abundance and distribution of Chrysophyceae horizontally, also factor of physics and chemistry Penjalin Reservoir. Chrysophyceae abundance obtained ranged 7,082-159,777 ind.l-1. The most abundant species Chrysophyceae is Cyclotella meneghiniana. Chrysophyceae horizontal distribution patterns are uniform. Cluster and Simper analysis of Chrysophyceae abundance obtained low similarity with the species that contributes inequality is Cyclotella meneghiniana. Cluster and Simper analysis of Chrysophyceae horizontal distribution obtained low similarity with the species that contributes inequality Achnanthes brevipes, Amphiprora ovalis, and Chaetoceros peruvianum. Cluster and Simper analysis results of physical and chemical factors obtained high similarity with factors that contribute inequality is silica and TSS. Correlation of Chrysophyceae abundance with physical and chemical factors are strong with correlation coefficient of 0.685 and determination coefficient of 47%, and regression equation Y = 1,856.850 – 55,478.220 (Penetration of Light) + 907.835 (Depht) + 2,909.913 (Temperature) + 94,891 (TSS) – 2,892.899 (DO) – 265.315 (BOD5) – 7601.391 (NO3) + 7,782,500.191 (PO4) + 55.107 (Si). Correlation between horizontal distribution of Chrysophyceae with physical and chemical factors are medium with correlation coefficient of 0.539 and determination coefficient of 29%, and regression equation Y = 1.610 + 0.467 (Penetration of Light) – 0.062 (Depht) – 0.086 (Temperature) – 0.028 (TSS) + 0.073 (DO) + 0.069 (BOD5) + 0.624 (NO3) + 109.336 (PO4) – 0.001 (Si).
794913086H1L011012Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan Calon Kepala Sekolah dengan Metode Simple Additive Weighting di Kabupaten Banymas Kepala sekolah adalah seorang tenaga profesional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah. Seorang kepala sekolah yang telah menjabat lebih 4 (empat) tahun akan digantikan posisinya. Mekanisme pengangkatan kepala sekolah khususnya kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banyumas tertera di Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 4 Tahun 2014. Terdapat beberapa tahapan dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon kepala sekolah berdasarkan peraturan tersebut sehingga dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan Calon Kepala Sekolah (SPPK-Kepsek) di Kabupaten Banyumas. SPPK-Kepsek dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hypertext Processor) dan MySQL sebagai Database Management System (DBMS) dari sistem. Perancangan dari sistem menggunakan perancangan prosedural dengan Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Metode pengambilan keputusan di SPPK-Kepsek adalah Simple Additive Weighting (SAW) dengan cara menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif. Dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu guru SMP yang menjadi calon kepala sekolah berdasarkan dua puluh satu kriteria yang tertera di Perbub Banyumas Nomor 4 Tahun 2014. Dengan dibangunnya SPPK-Kepsek, diharapkan dapat diperoleh calon kepala sekolah yang berkualitas. A headmaster is professional teacher mandated to lead a school. A school headmaster who has served for over four (4) years will be replaced. The mechanisms of the headmaster appointment, in particular the headmaster for Junior High School (SMP) in Banyumas listed in Peraturan Bupati No. 4 Tahun 2014. There are several stages and the criteria that must be filled by headmaster candidates based on these rules, makes it need a Decision Support System for Appointing Headmaster Candidates (SPPK-Kepsek) in Banyumas. SPPK-Kepsek built using PHP (Hypertext Processor) as program language and MySQL as database management system. System design was using procedural design with Data Flow Diagram (DFD) and Entitiy Relationship Diagram (ERD). Support system method was built using Simple Additive Weighting method (SAW) by selecting the best alternative from a number of alternatives. In this case, the alternative meant junior high school teacher who became candidates for school headmasters based on twenty-one listed criterias in Perbub Banyumas No. 4 Tahun 2014. The construction of the SPPK-Kepsek is expected to be useful for obtain qualified headmasters candidates.
795010446A1M010039PENGARUH KONSENTRASI JELLY POWDER DAN GULA DALAM PEMBUATAN JELLY DRINK JICOLAM (EKSTRAK BIJI BUAH KECOMBRANG-LABU SIAM Buah kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, fenol, flavanoid, triterpenoid, steroid dan glikosida. Pemanfaatan buah kecombrang sebagai produk pangan belum banyak dilakukan. Penelitian pengembangan produk jelly drink berbasis biji buah kecombrang diharapkan mampu memperkaya manfaat kecombrang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan penambahan jelly powder serta gula yang optimal guna memperoleh sifat fisik, kimia dan sensori jelly drink yang baik dan untuk menentukan unit kombinasi perlakuan yang memiliki mutu fisik, kimia dan sensori jelly drink terbaik. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan P2G3 (Kombinasi konsentrasi jelly powder 0,6% dan konsenstrasi gula 14%) menghasilkan karakteristik kimia, fisik dan sensori terbaik. Produk ini memiliki kadar air 81,59%, kadar abu 0,758% bk (0,138% bb), kadar sukrosa 16,53 oBrix, pH 3,67, viskositas 3866,67 cp, tingkat sineresis 0,51%, tekstur agak kenyal (2,84), tingkat kesukaan “agak suka” (2,04), agak mudah disedot (2,49), flavor agak enak (2,40), rasa manis keasaman (2,14), warna cokelat (2,55) dan bau agak khas kecombrang (2,99).Kecombrang fruit (Nicolaia speciosa Horan) contains bioactive components such as alkaloids, phenols, flavonoids, triterpenoids, steroids and glycosides. Utilization kecombrang fruit as a food product has not been done much. Research and development of jelly drink product based on kecombrang fruit is expected to enrich kecombrang benefits. The purpose of this study was to establish optimal addition of jelly powder and sugar in order to obtain good characteristic of physical, chemical and sensory of jelly drink and to determine treatment combination unit that have a best physical, chemical and sensory quality of jelly drink. The research results showed that P2G3 treatment combination (combination of jelly powder concentration of 0.6% and 14% sugar concentration) produced best chemical, physical and sensory characteristics. The product had 81.59% moisture content, ash content of 0.758% db (0.138% wb), 16.53 oBrix sucrose concentration, pH of 3.67, viscosity of 3866.67 cp, syneresis rate of 0.51%, rather chewy texture (2.84), rather liked (2.04), rather easily sucked (2.49), good flavor (2.40), sweetness of sweet-acid (2,14) , brown (2,55) and a rather distinctive aroma of kecombrang (2.99).
79518681F1D009005KONFLIK POLITIK DIBALIK PEREBUTAN ASET DAERAH ANATARA KABUPATEN TASIKMALAYA DAN KOTA TASIKMALAYA PASCA PEMEKARAN DAERAH TAHUN 2001Penelitian ini tujuannya adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses terjadinya pemekaran daerah di Tasikmalaya. Kemudian penelitian ini menunjukan bahwa awal terbentuknya Tasikmalaya sebagai wilayah pemekaran ketika adanya sistem otonomi daerah. Sejak terbentuknya Tasikmalaya menjadi dua pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya justru melahirkan permasalahan tentang konflik politik perebutan aset daerah. Hal ini, disebabkan dengan adanya perebedaan penafsiran tentang Undang-Undang Nomer 10 Tahun 2001 tentang pembentukan Kota Tasikmalaya, adanya kepentingan elit-elit politik, pengaruh pendapatan daerah Kabupaten Tasikmalaya, dan pemindahan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya. Disamping itu, pemekaran daerah Tasikmalaya tidak berjalan secara efektif karena ada salah satu pihak yang dirugikan dan berujung kepada saling mengklaimnya aset-aset berupa fasilitas umum. Dengan demikian, landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemekaran daerah di era otonomi daerah, konflik politik, dan aset.This research goal is to describe how process widened the region in tasikmalaya.Then this research showed that the establishment of early tasikmalaya as the widened when the system regional autonomy.Since the formation of tasikmalaya into two regency tasikmalaya and cities tasikmalaya in fact creates problems about political conflicts usurping local assets.This, caused by this perebedaan interpretation of the laws number 10 2001 on the establishment of city tasikmalaya, the interests elit-elit politics, influence revenue district tasikmalaya, and of the capital transfer district tasikmalaya. Besides, widened regional tasikmalaya not work effectively because there is one of party harmed and ends at mutual mengklaimnya assets in form of public facilities.Thus, the theory used in this research is theory widened region in regional autonomy era political conflicts, and assets.
79528682H1L009064Single Sign-On Menggunakan Lightweight Directory Access Protocol pada Sistem Informasi Berbasis WebSuatu instansi yang memiliki banyak aplikasi terkomputerisasi umumnya menyimpan akun pengguna tiap aplikasi dalam database yang terpisah. Penerapan konsep Single Sign-On (SSO) bertujuan agar aplikasi-aplikasi dalam suatu instansi hanya menggunakan satu akun pengguna untuk proses login. Akun pengguna tersebut disimpan dalam sebuah direktori yang menggunakan protokol standar internet yaitu Lightweight Directory Access Protocol (LDAP). Implementasi Single Sign-On dicontohkan melalui pembuatan sebuah Portal Timi yang terdiri dari tiga aplikasi dengan fungsi berbeda. Tiap aplikasi terintegrasi dengan layanan direktori LDAP yang digunakan untuk menyimpan data-data pengguna pada suatu object class. Layanan direktori yang digunakan Portal Timi adalah OpenLDAP dalam lingkungan sistem operasi Linux Mint. Aplikasi pertama Portal Timi yaitu Timicron berfungsi sebagai aplikasi news / blog yang berisi artikel-artikel untuk dibaca dan dikomentari. Aplikasi Timicron dibuat menggunakan Catalyst Framework pada lingkungan bahasa pemrograman Perl. Aplikasi kedua yaitu Timimail berfungsi sebagai aplikasi pengiriman pesan singkat ke alamat email dalam Portal Timi. Aplikasi Timimail dibuat menggunakan Play Framework pada lingkungan bahasa pemrograman Java. Aplikasi ketiga yaitu Timilio berfungsi sebagai database biodata dan portofolio anggota Portal Timi. Aplikasi Timilio dibuat menggunakan Yii Framework pada lingkungan bahasa pemrograman PHP. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan OpenLDAP dapat mempermudah user untuk mengingat hanya satu akun agar dapat login ke lebih dari satu aplikasi yang integrasi dengan direktori LDAP.A company with multiple computer based applications commonly stores the user account of each application on separate database. The purpose of Single Sign-On implementation is to make every application within a company use only single account to login into their system. The user account is stored in a directory which uses an internet protocol standar that is Lightweight Directory Access Protocol (LDAP). The Single Sign-On is implemented by building Portal Timi consists of three different applications which serve different purposes as well. Each of the application is integrated with LDAP directory service to store its user data on an object class. The directory service used by Portal Timi is OpenLDAP within Linux Mint operating system environment. The first application in Portal Timi is Timicron which acts as a news or blog application with articles to be read and to be commented. This application built using Perl Catalyst Framework. The second application is Timimail which acts as a short mail service to all valid email addresses in the portal. Timimail built using Java Play Framework. The last application is Timilio which acts as a user profile and portfolio database. Timilio built using PHP Yii Framework. This research shown that the use of OpenLDAP made it easy for user to remember only one account to login to more than one application that is integrated with LDAP directory.
79538683F1F009062An Analysis of the Procedures and the Quality of the Feature Translation in TwitterPenelitian ini difokuskan pada prosedur terjemahan dan penilaian kualitas terjemahan dalam menerjemahkan fitur-fitur Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang digunakan oleh tim penerjemah dan untuk mengetahui kualitas terjemahan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian ini adalah berasal dari Twitter, dan data pendukung diambil dari penilai-penilai ahli dalam terjemahan. Peneliti menemukan 85 data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa terdapat lima prosedur yang digunakan dalam menerjemahkan fitur-fitur Twitter yaitu peminjaman dengan 24 data (25.532%), calque dengan dua data (2.128%), terjemahan harfiah dengan 52 data (55.319), transposisi dengan 15 data (15,957%) dan penyesuaian dengan satu data (1,064%). Berhubungan dengan kualitas, hasil dari kualitas terjemahan yaitu; keakuratan terjemahan adalah akurat 87,06% (74 data), kurang akurat 12,94% (11 data) dan tidak akurat 0% (tidak ada data); keberterimaan terjemahan adalah berterima 89.41% (76 data), kurang berterima 10.59% (10 data) dan tidak berterima 0% (tidak ada data); keterbacaan terjemahan adalah tingkat keterbacaan tinggi 89.41% (76 data), tingkat keterbacaan sedang 10.59% (10 data) dan tingkat keterbacaan rendah 0% (tidak ada data).
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjemahan harfiah adalah prosedur yang paling banyak digunakan oleh tim penerjemah, dan terjemahan fitur adalah akurat, berterima dan dengan tingkat keterbacaan tinggi.
This research is focused on the translation procedures and translation quality assessment in Twitter features. This research is aimed at finding out the procedures applied by the translators, and the quality of the translation.
The type of this research is descriptive qualitative research. The primary data in this research are from Twitter, and the secondary data are taken from the raters. The researcher found 85 data.
The result showed that there are five procedures found in translating Twitter features. They are borrowing by 24 data (25.532%), calque by two data (2.128%), literal by 52 data (55.319%), transposition by 15 data (15.957%) and adaptation by a datum (1.064%). Dealing with the quality, the result of translation is that 87.06% (74 data) is accurate, 12.94% (11 data) is less accurate and 0% (no datum) is inaccurate: 89.41% (76 data) is acceptable, 10.59% (10 data) is less acceptable and 0% (no datum) is inacceptable; and 89.41% (76 data) is highly readable, 10.59% (10 data) is moderately readable and 0% (no datum) is less readable.
It can be concluded that literal is the most frequently used procedure which is applied by the translator, and the feature translation is accurate, acceptable and highly readable.
79544058F1A008036KONSTRUKSI PEREMPUAN DI MEDIA MASSA
(Analisis Wacana Kritis mengenai Profil Buruh Migran Perempuan di Surat Kabar Harian Kompas 2011)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Kompas dalam mengkonstruksikan buruh migran perempuan dan kasus-kasus yang menimpa buruh migran perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis, metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi dan studi pustaka. Sumber data primer diperoleh dari media massa dan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang relevan dengan masalah penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah critical discourse analisys dari Sara Mills dan validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kompas menggambarkan tiga kisah buruh migran yang sukses dengan caranya masing-masing dari sudut pandang yang positif. Sarmini, Berti Sarova dan Maizidah Salas digambarkan Kompas sebagai buruh migran perempuan yang sukses dengan hasil yang dicapai masing-masing. Kemudian Kompas juga menggambarkan dua kasus yang menimpa Darsem dan Ruyati. Meski terbukti bersalah, Kompas menggambarkan Darsem dan Ruyati sebagai korban, mereka melakukan tindakan pembunuhan dalam upaya melindungi diri dari kekejaman majikannya. Kisah sukses buruh migran harusnya mendapat perhatian lebih, agar banyak terulang kisah sukses dari buruh migran lainnya. Peran pemerintah belum secara nyata terlihat dalam penyelesaian berbagai kasus yang menimpa buruh migran. Pemerintah masih mengedepankan penempatan buruh migran sebagai peluang untuk menghasilkan devisa dan mengurangi pengangguran di dalam negeri.This study aims to determine on how Kompas constructs female migrant workers and the cases concerned to female migrant workers. The research method used was discourse analysis and sampling method used was purposive sampling. The methods of data collection were documentation and literature. Sources of primary data were obtained from the mass media and the secondary data were obtained from the literature relevant to the research problem. Data analysis method used was critical discourse analysis from Sara Mills and validity of data by data triangulation. The analysis showed that Kompas described three success stories of migrant workers with their own way from a positive perspective. Sarmini, Berti Sarova dan Maizidah Salas described by Kompas as successful female migrant workers based on their achievement. Kompas also illustrated tha case of Darsem and Ruyati. . Although they found guilty, Kompas described Darsem and Ruyati as victims, they acted as murder in an effort to protect themselves from the cruelty of his master. The success story of migrant workers should get more attention, so that there would emerge more success stories of other migrant workers. The role of government had not been visible in the resolution of the case of migrant workers. The government continued to promote the placement of migrant workers as an opportunity to generate income and reduce unemployment in the country.
79558685A1M010021Kajian Pengaruh Penambahan Ekstrak Jahe, Kencur dan Temulawak terhadap Sifat Sensori dan Kimia Gula Kelapa KristalABSTRAK
Gula kelapa kristal merupakan diversifikasi produk gula kelapa cetak mejadi gula berbentuk kristal atau granula. Sebuah inovasi dilakukan untuk memberikan nilai ekonomi, cita rasa dan fungsional pada gula kelapa kristal yaitu dengan menambahkan ekstrak rempah- rempah seperti jahe, kencur, serta temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis ekstrak, konsentrasi ekstrak, serta kombinasi perlakuan terbaik untuk menghasilkan gula kelapa kristal dengan sifat sensori yaitu terasa manis, tidak getir dan disukai serta sifat kimia yang sesuai SNI (SII 0268-85) yaitu kadar sukrosa minimal 75%bk, gula reduksi maksimal 6%bk, kadar abu maksimal 2%bk serta kadar air maksimal 3%bb. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu : 1). jenis ekstrak (E) terdiri dari 3 taraf yaitu ekstrak jahe gajah (E1); ekstrak kencur (E2) dan ekstrak temulawak (E3). 2). konsentrasi ekstrak (K) terdiri dari 5% (K1); 7,5% (K2) dan 10% (K3) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali dan diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu jenis ekstrak kencur pada konsentrasi ekstrak 5% (E2K1) yang menghasilkan gula kelapa kristal dengan sifat sensori dan kimia yaitu manis (skor 2,74), agak getir (skor 3,26), disukai (skor 2,56), kadar sukrosa sebesar 79,54 % bk, kadar gula reduksi sebesar 7,39%bk, kadar abu sebesar 1,28%bk dan kadar air sebesar 3,44 % bb. Selain itu, gula kelapa kristal tersebut juga mengandung total fenol sebesar 0,57% serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 33,72%.

Kata kunci : gula kelapa kristal, diversifikasi, jahe, kencur, temulawak
ABSTRACT
Granulated Coconut suger is a diversified of coconut suger become crystals coconut suger or granules. An innovation is done to add economic value, flavor and functional at the granulated coconut sugar by adding extracts of spices such as ginger, galingale and turmeric. This study aims to determine the type of extract, extract concentration, as well as the best treatment combination to produce granulated coconut suger with sensory characretistic that sweet taste, not bitter and preferred and chemical characteristic the corresponding SNI (SII 0268-85) is the minimum sucrose content of 75% db, a maximum reducing sugar content of 6% db, a maximum ash content of 2% db and a maximum water content of 3% wb. The research used experimental method with randomized block design. Factor that tried are: 1) Type of extract (E) consists of three levels is ginger extract (E1); galingale extract (E2) and tumeric extract (E3). 2) Concentration of extract (K) which consisted of 5% (K1); 7.5% (K2) and 10% (K3) to obtain 9 combination of treatment, repeated three times and obtained 27 experimental units. The results showed that the best combination of treatment is galingale extract at a concentration of 5% extract (E2K1) that produced granulated coconut suger with the sensory and chemical characteristic that has sweet taste (score 2.74), rather bitter (score 3.26), preferred (score of 2.56), sucrose content of 79.54% db, reducing sugar content of 7.39% db, ash content of 1.28% db and water content of 3.44% wb. In addition, the granulated coconut suger also contains a total of 0.57% phenol and antioxidant activity of 33.72%.

Keywords: granulated coconut sugar, diversification, ginger, galingale, turmeric
795610447C1L008049the acceptance clinical information, administration information, management information and Security of Hospital Information Systems in Sinar Kasih Hospital in Banyumas Regency.Penelitian ini berjudul " pengaruh laporan berkelanjutan kembali pada perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating " . Rumah sakit sebagai institusi sosial yang menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat , memiliki sifat sebagai lembaga yang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan atau organisasi nirlaba . Sistem informasi rumah sakit adalah proses pengumpulan , pengolahan , dan penyajian data yang sakit di Indonesia .
Sistem Informasi ini mencakup semua rumah sakit umum atau khusus , baik publik maupun swasta yang dikelola sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit . SIRS rumah merupakan penyempurnaan dari SIRS Revisi V yang didasarkan pada masukan dari masing-masing Direktorat dan Sekretariat di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan . Sistem informasi rumah sakit ( SIRS ) adalah lembaga yang berhubungan dengan pengumpulan data , pengelolaan data , penyajian informasi , analisis dan kesimpulan dari informasi dan penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk operasi rumah sakit .
Sistem informasi rumah sakit meliputi : sistem informasi klinis , informasi sistem administrasi dan sistem informasi manajemen . Bagian dari sistem informasi yang ada tidak akan lepas dari peran sumber daya manusia dalam hal ini penyedia layanan di Rumah Sakit Sinar Kasih untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi pasien dan keluarga pasien .
Berdasarkan hal tersebut diatas , penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Penerimaan dan Keamanan Sistem Informasi Rumah Sakit di Kabupaten Banyumas .
The research entitled “the influence of sustainability reporting on company’s return with profitability as moderating variable”. Hospital as a social institution that provides health services to the community, has properties as an institution that is not intended for profit or nonprofit organization. Hospital information system is a process of collecting, processing, and presentation of data hospitals in Indonesia.
This information system includes all general or special hospital, either public or private managed as regulated in the Law of the Republic of Indonesia Number 44 Year 2009 about hospital. SIRS house is a refinement of SIRS Revision V which is based on input from each Directorate and Secretariat within the Directorate General of Health Services. Hospital information system (SIRS) is an institution that deals with data collection, data management, presentation of information, analysis and inference of information and delivery of information needed for hospital operations.
The hospital information system include: clinical information systems, information systems administration and management information systems. Passage of existing information systems would not be separated from the role of human resources in this case the service provider at the Hospital Sinar Kasih to provide satisfactory services for patients and families of patients.
Based on the above, the authors are interested in conducting research on Acceptance and Security of Hospital Information Systems in Banyumas Regency.
795710448C1L010010FACTORS AFFECTING THE DISCLOSURE INFORMATION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON FINANCIAL STATEMENTS
(EMPIRICAL STUDY ON LISTED COMPANIES IN INDONESIA STOCK EXCHANGE)
The purpose of this research is to determine the extent to which companies disclose social responsibility information in the financial statements and also to examine certain factors that can affect a company disclose information in social.
The data used in this research are secondary data drawn from 115 companies listed on the Main Board of the Indonesia Stock Exchange with three categories of corporate sustainability reporting from Darwin (2004,) consisting of economic performance, environmental performance and social performance. Factors comprising of management ownership, financial leverage, size of company, type of industry and profitability that could affect the company's policy to disclose social information are examined.
The results of this study indicate almost all companies have reported economic performance and environmental performance because it is set in PSAK 57. Management ownership, financial leverage, size of the company, type of industry and profitability have insignificant effect on the company's policy to disclose social information.
The purpose of this research is to determine the extent to which companies disclose social responsibility information in the financial statements and also to examine certain factors that can affect a company disclose information in social.
The data used in this research are secondary data drawn from 115 companies listed on the Main Board of the Indonesia Stock Exchange with three categories of corporate sustainability reporting from Darwin (2004,) consisting of economic performance, environmental performance and social performance. Factors comprising of management ownership, financial leverage, size of company, type of industry and profitability that could affect the company's policy to disclose social information are examined.
The results of this study indicate almost all companies have reported economic performance and environmental performance because it is set in PSAK 57. Management ownership, financial leverage, size of the company, type of industry and profitability have insignificant effect on the company's policy to disclose social information.
79588686F1F009017Receptive Language Disorder of the Autistic Savant Character in the “Rain Man” MoviePenelitian berjudul Receptive Language Disorder of the Autistic Savant Character in the “Rain Man” Movie bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penjelasan yang rinci mengenai gejala-gejala gangguan berbahasa reseptif, tipe-tipe respon yang diproduksi penderitanya, serta efek dari gangguan berbahasa reseptif terhadap penderitanya dan tokoh-tokoh lain dalam film tersebut. Data dari penelitian ini adalah seluruh ujaran Raymond yang menunjukkan gangguan berbahasa reseptif. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Setelah melakukan analisis, diketahui bahwa terdapat 25 data total. Data ini terdiri dari 8 data yang menunjukkan Raymond tidak mendengarkan lawan bicaranya ketika diajak berbicara. Ketika Raymond menunjukan gejala ini, dia menghasilkan 5 respon absurd, 2 respon aneh, 1 respon yang relevan tetapi sangat tidak sopan untuk diujarkan. 3 data menunjukkan Raymond tidak bisa memahami makna kalimat secara implisit. Ketika Raymond menunjukkan gejala ini, dia menghasilkan 1 respon aneh, 1 respon yang relevan tetapi sangat tidak sopan untuk diujarkan, 1 respon marjinal. Selain itu, 12 data menunjukkan Raymond membeo. Ketika Raymond menunjukkan gejala ini, dia menghasilkan 8 respon absurd, 2 respon aneh, 2 respon yang relevan tetapi sangat tidak sopan untuk diujarkan. Terakhir, terdapat 2 data menunjukkan Raymond kesulitan dalam menghubungkan petunjuk nonverbal untuk memahami informasi linguistik. Ketika Raymond menunjukkan gejala ini, Raymond hanya menghasilkan 2 respon absurd.
Gangguan berbahasa reseptif yang diderita Raymond juga memberikan beberapa efek buruk. Hubungan Raymond dan Charlie, memburuk karena sering terjadi kesalahpahaman ketika mereka bercakap-cakap. Hak Raymond untuk mendapatkan warisan lebih banyak juga menjadi terbatas. Selain itu, kesempatan Raymond untuk bergaul di masyarakat sangat terbatas.
The research entitled Receptive Language Disorder of the Autistic Savant Character in the “Rain Man” Movie is aimed to get an understanding and detailed explanation about the symptoms of receptive language disorder, types of response produced by the sufferer, and the effects of receptive language disorder toward the sufferer and the other characters in the movie. The data of this research are all of Raymond’s utterances which show receptive language disorder. Then, the data are analyzed by descriptive qualitative method. After conducting the analysis, it knows that there are 25 total data. It consists of 8 data which show Raymond seems not to give any attention when the other person talks to him. When Raymond shows this symptom, Raymond produces 5 absurd response, 2 odd response, 1 relevant but not very polite response. There are 3 data which show the symptom that Raymond has inability to understand implicit meaning in sentence. When Raymond shows this symptom, Raymond produces 1 odd response, 1 relevant but not very polite response, 1 marginal response. Then, there are 12 data which show that Raymond does echolalia. When Raymond shows this symptom, Raymond produces 8 absurd response, 2 relevant but not very polite response, 2 marginal response. The last, there are 2 data which show that Raymond has difficulty integrating nonverbal cues to help interpret linguistics input. When Raymond shows this symptom, Raymond produces just 2 absurd response. There are three effects of receptive language disorder suffered by Raymond in this movie. Firstly, it gives bad effect in the relationship between the sufferer, his sibling, and the other people as interlocutors in this movie. Secondly, it gives bad effect to the sufferer’s earning power. Thirdly, it limits the sufferer’s opportunities to interact with the society.
79598687H1F009018GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI DAERAH PEMALI KECAMATAN PEMALI KABUPATEN BANGKA INDUK PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNGLokasi daerah penelitain secara geografis terletak pada 612692,7mE– 616923,1mE dan 971547,8 mN–975041,3mN dan secara administratif masuk kedalam wilayah Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi beserta dengan analisis geomorfologi, struktur geologi, petrografi, PIMA dan mineragrafi.
Daerah penelitian tersusun oleh dua satuan batuan yang telah mengalami ubahan yaitu berupa satuan filit yang terbentuk pada Perm dan satuan granit yang terbentuk pada Trias-Yura Awal. Geomrofologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan gemorfologi yaitu satuan dataran denudasional (D5), satuan tambang terbuka (E), dan satuan Fluvial (E). Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa kekar-kekar pada batuan filit dan granit. Kekar-kekar yang ada pada mumunya telah terisi oleh urat K-felsdpar, kuarsa, oksida besi, dan mineral sulfida. Berdasarkan analisis Petrografi dan PIMA dapat diketahui zona alterasi yang ada pada daerah penelitian terbagi menajdi tiga zona alterasi yaitu zona albit ± kuarsa ± serisit, dan zona muskovit ± kuarsa ± serisit, dan zona kaolinit ± kuarsa ± serisit ± dikit. Berdasarkan analisis mineragrafi dapat diketahui mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian berupa mineral sulfida dan oksida besi. Mineral sulfida yang dapat dijumpai berupa mineral arsenopirit, kalkopirit, dan pirit, serta malakhit. Sedangkan mineral-mineral oksida besi yang ada berupa hematit dan goetit. Mineral mineral tersebut berasosiasi dengan urat kuarsa pada daerah penelitian. Mineral sulfida seperti arsenopirit, kalkopirit, dan malakhit banyak dijumpai pada zona alterasi muskovit ± kuarsa ± serisit. Sedangkan pirit, hematit, dan goetit banyak dijumpai pada zona kaolinit ± kuarsa ± serisit ± dikit ± haloisit ± montmorilonit.
Location of the research area is geographically located at 612,692.7mE-616,923.1mE and 975 041,3mN-971,547.8 mN and administratively included into Pemali area, Pemali District, Bangka Induk Regency, Bangka Belitung Archypelago. The research used the method of geological mapping included analysis of geomorphology, structural geology, petrography, PIMA, and mineragraphy.
The research area consists of two units lithologies, namely Phyllite lithologies units that formed in Permian and granite lithologies units were formed in the Late Triassic-Early Yura. Geomorphology of the research area was divided into three geomorphological units namely denudasional plains unit (D5), open pit unit (E), and Fluvial unit (E). Geological structures that is developed in areas of research such as joints on Phillyte and granite. Joints that there have been filled by k-felsdpar, quartz,iron oxide, and sulphide minerals. Based on the petrography and PIMA analysis, the alteration zones that exist in the study area is divided into three alteration zones. They are albite ± sericite ± quartz alteration zones, muscovite ± quartz ± sericite alteration zones, and kaolinite ± quartz ± sericite ± dickite alteration zones. Based on the mineragraphy analysis, the mineralization was developed in areas of research such as sulphide and iron oxide minerals. Sulphide minerals are exist as arsenopirite, chalcopyrite, pyrite, and malakhite. While the iron oxide minerals are exist as goethite. Sulfide minerals such as arsenopirite, chalcopyrite, and malachite is exist at muscovite ± quartz ± sericite alteration zones. While pyrite, and goethite is exist at kaolinite ± quartz ± sericite ± dickite ± halloysite ± montmorillonite alteration zones.
79604157G1A009012Perbedaan Jumlah sel Leydig Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan pada Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation, Imobilisasi, dan Footshock KronikLatar belakang. Stres dapat mempengaruhi sistem reproduksi pria salah satunya sel Leydig. Peningkatan glukokortikoid selama stres diketahui dapat menyebabkan apoptosis sel Leydig.
Tujuan penelitian. Mengetahui perbedaan jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pada model stres paradoxical sleep deprivation, imobilisasi, dan footshock kronik.
Metode penelitian. Metode eksperimental post test only with control group design dengan 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar, yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok I (kelompok kontrol), II (pemberian stres PSD), III (pemberian stres imobilisasi), dan kelompok IV (pemberian stres footshock) dengan lama perlakuan yaitu 25 hari. Parameter yang diperiksa adalah berat badan tikus sebelum dan sesudah perlakuan, massa testis dan jumlah sel Leydig. Analisis data untuk perbedaan berat badan menggunakan Paired T-Test, perbedaan massa testis menggunakan Kruskal-Wallis dan perbedaan jumlah sel Leydig menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan Post Hoc Tukey- LSD.
Hasil penelitian. Berat badan tikus meningkat pada kelompok kontrol (p=0,001), massa testis dan jumlah sel Leydig kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, (p=0,006) dan (p<0,001).
Kesimpulan. Jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus) jantan lebih rendah pada model stres paradoxical sleep deprivation, imobilisasi, dan footshock kronik, serta jumlah sel Leydig terendah terdapat pada kelompok paradoxical sleep deprivation.
Background. Stress can affect the male reproductive system, one of them is the Leydig cell. Increased glucocorticoid during stress is known to cause apoptosis in Leydig cell.
Objective. Knowing difference among the number of Leydig cell in male albino rats (Rattus norvegicus) with various stress model, paradoxical sleep deprivation stress, immobilization stress, and chronic footshock stress.
Method. Experimental method with post-test only with control group design. The number of sample was 24 male albino rats (Rattus norvegicus) in Wistar strain, who were divided into 4 groups: group I (control group), group II (PSD stress), group III (immobilization stress), and group IV (footshock stress). The period of treatment was 25 days. Parameters of this study were body weight of rats before and after treatment, testicular mass, and number of Leydig cells. Analysis for the differences in body weight data was using Paired T-test, the difference of testicular mass was using Kruskal-Wallis and the difference number of Leydig cells was using analysis of variance (ANOVA) with Tukey's Post-Hoc LSD.
Result. Body weight of rats increased in the control group (p= 0,001), testicular mass and number of Leydig cells lower in the treatment group, (p=0,006) and (p<0,001).
Conclusion. The number of Leydig cells of male albino rats (Rattus norvegicus) lower on paradoxical sleep deprivation, immobilization, and chronic footshock stress model, lowest Leydig cell numbers were those given paradoxical sleep deprivation stress model.