Artikel Ilmiah : P2CA12016 a.n. RENY NURAENY, S.E

Kembali Update Delete

NIMP2CA12016
NamamhsRENY NURAENY, S.E
Judul ArtikelEFISIENSI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perbankan syariah sebagai bagian dari industri perbankan nasional memiliki peran yang tidak berbeda dengan bank konvensional lainnya. Bank syariah dituntut untuk dapat menyalurkan dana dari nasabah yang berlebihan kepada nasabah yang membutuhkan dana secara efektif dan efisien. Oleh karena itu perlu upaya meningkatkan efesiensi perbankan dari segala sisi, salah satunya untuk meningkatkan pangsa perbankan di tingkat nasional, untuk itu pengukuran terhadap tingkat efesiesi kinerja perbankan syariah menjadi hal yang penting.
Pada penelitian ini digunakan data bulanan perbankan syariah di Indonesia (Bank Umum Syariah maupun Unit Usaha Syariah) pada periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013. Penelitian ini menghasilkan nilai efisiensi teknis suatu periode perbankan syariah dan membandingkan secara relatif terhadap periode perbankan syariah yang lain , dengan menggunakan Data Envelopment Analisis (DEA). Menurut DEA, suatu perbankan syariah dikatakan efisien adalah apabila rasio perbandingan output terhadap inputnya sama dengan satu, artinya unit kegiatan ekonomi tersebut sudah tidak lagi melakukan pemborosan dalam penggunaan input-inputnya dan/atau sudah mampu memanfaatkan potensi kemampuan produksi yang dimiliki secara optimal, sehingga mampu mencapai tingkat output yang efisien.
Ada dua periode yang mengalami inefisiensi yaitu periode Mei 2011 dengan nilai efisiensi 99,77%, periode Maret 2012 dengan nilai efisiensi 97,97%. Penyebab inefisiensi pada periode Mei 2011 disebabkan karena terjadinya policy time-lag dari berbagai kebijakan yang belum dirasakan secara signifikan bisa memacu pertumbuhan perbankan syariah, implementasi di lapangan menemui berbagai tantangan dalam integrasi sistem IT, pelatihan perbankan syariah bagi staff bank konvensional dalam jumlah yang masif, serta belum tersosialisasi keberadaan layanan syariah secara riil kepada masyarakat. Sedangkan pada periode tahun 2012 disebabkan karena disebabkan karena minimnya Sumber Daya Manusia perbankan syariah yang tidak seimbang dengan meningkatnya jaringan kantor perbankan syariah.
Hasil perhitungan didapatkan variabel input dan output yang mempengaruhi inefisiensi perbankan syariah adalah, penempatan bank lain, mudharabah, musyarakah, murabahah, istishna, ijarah. Bank yang kegiatan usahanya tidak efisien akan mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dalam mengerahkan dana masyarakat untuk menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai modal usaha.
Abtrak (Bhs. Inggris)Islamic banking as part of the national banking of industry has a role that is no different from other conventional banks. Islamic banks are required to be able to channel the excess fund from customer to customer whom need of fund effectively and efficiently. Therefore it is necessary efforts to improve the efficiency of banking from all sides, one of which is to increase the share of banking at national level, for the measurement of the level of performance efesiensi Islamic banking becomes important.
In this research is used monthly data on Indonesian Islamic banking (Islamic Banks and Sharia Business Unit) in the period January 2010 to December 2013. This research result in the value of the technical efficiency of a period of Islamic banking and comparing it relative to another period of Islamic banking, with using Data Envelopment Analysis (DEA). According to the DEA, an Islamic banking is said the efficient if the ratio of output to input ratio is equal to one, it means the unit of economic activity is no longer doing extravagance in using of the inputs and or have been able to exploit the potential production capability possessed optimally, so as to achieve an efficient level of output
There are two periods are experiencing inefficiencies that period in May 2011 with an efficiency of 99.77%, the period of March 2012 with 97.97% efficiency rate. The cause of inefficiency in the period May 2011 due to the policy time-lag of the various policies that have not been felt significantly to spur the growth of Islamic banking, field implementation to meet various challenges in the integration of IT systems, staff training Islamic banking for conventional banks in massive quantities, and have not been socialized existence of sharia in real terms to the public. While in the period of 2012 due to the lack of human resources that Islamic banking is not balanced by the increase in Islamic banking office network
The result of the calculation, input and output variables that affect Islamic banking inefficiency is, the placement with other banks, mudarabah, Musharakah, murabahah, istishna, Ijarah. Bank whose operations are not efficient will result in the inability to compete in mobilizing public fund to distribute the fund to communities that need as venture capital.
Kata kunciIslamic Banking, efficiency, perbankan syariah, effisiensi, DEA
Pembimbing 1Prof. Drs. Bambang Agus Pramuka, MA, Ph.D
Pembimbing 2Dr. Abdul Aziz Ahmad, S.E, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman28
Tgl. Entri2015-02-23 10:15:57.405659
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.