Artikel Ilmiah : F1D007072 a.n. EVIANA SARI DEWI
| NIM | F1D007072 |
|---|---|
| Namamhs | EVIANA SARI DEWI |
| Judul Artikel | INTERAKSI LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DALAM PROSES FORMULASI PERATURAN DAERAH NO 18 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk memahami bagaiman proses formulasi dan inteaksi eksekutif dan legislatif dalam peraturan daerah No 18 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil Penelitian ini mengungangkap bahwa proses formulasi Peraturan Daerah No 18 TAhun 2005 tentang Rencana TAta Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas dilatar belakangi karena adanya permasalahan mengenai berkurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan banjir. Setelah itu, bappeda mengelompokkan masalah yang dianggap paling penting dan harus segera diselesaikan. Dalam hal ini, bappeda mengusulkan agar pemerintah mengatur ulang kebijakan mengenai daerah permukiman. Bappeda bekerjasama dengan DPRD membentuk panitia khusus untuk menentukan solusi yang dianggap paling tepat. Solusi tersebut diantaranya membatasi kegiatan di dalam kawasan resapan air, adanya larangan pembukaan lahan untuk permukiman baru. Model kebijakan yang digunakan dalam proses formulasi Perda No 18 Tahun 2005 adalah model pemambahan (The Incremental Model). Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya perubahan yang ada di Perda No 18 Tahun 2005 dengan perda sebelumnya. Pemerintah daerah cenderung hanya melakukakan “modifikasi” serta penyesuaian dengan peraturan di tingkat diatasnya. Interaksi eksekutif dan legislatif berbentuk kerjasama atau coorperation. Dimana eksekutif dan legislatif saling bekerjasama untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tipe kerjasama dalam perumusan Perda No 18 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas dapat digolongkan kedalam interaksi tipe nondecision making. Dimana eksekutif menggunakan sumber daya berupa pengetahuan yang dimiliki untuk mempengaruhi legislatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This thesis is the result of a qualitative study using a case approuch to understand and explain the formulation process and about eksecutive and legislative interaction in Peraturan Daerah No 18 Tahun 2005 about Banyumas Regency Region Space Plan. Result of this study indicate that background from the formulation process in Peraturan Daerah No 18 Tahun 2005 about Banyumas Regency Region Space Plan is because there is problems about water infiltrate area decrease untl causes flood. After that, Bappeda grouped problem that belive most important and has be solved immediately. In this case, Bappeda suggested goverment to order policy repeatedly about residence area. Bappeda coorperate with DPRD formed special committe for estiblish the most appropirate solution. That solution is between to confine action in water infiltrate area, forbid new residance area opened. Policy model that used in formulation process Perda No 18 Tahun 2005 is increasing model (The Incremental Model). It can be see from few change in Perda No 18 Tahun 2005 with Perda before it. Region goverment just disposed make “modification” and adjusment with policy level above. Eksecutive and legislative cooporate mutually to made usefull policy to public. Cooperation type in formulation Perda No 18 Tahun about Banyumas Regency Region Space Plan can be classify in interaction nondecision making type. Where is eksecutive use knowledge resource to influence legislatif. |
| Kata kunci | Interaksi Aktor, Formulasi Kebijakan, Tata Ruang Wilayah |
| Pembimbing 1 | Drs. M. Soebiantoro, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Syah Firdaus, M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2014-05-26 09:15:11.07809 |