Artikel Ilmiah : C1A011011 a.n. CHINTYA FERONICA

Kembali Update Delete

NIMC1A011011
NamamhsCHINTYA FERONICA
Judul ArtikelKEPUTUSAN SESEORANG MENJADI TENAGA KERJA WANITA (TKW) DAN POLA PENGGUNAAN REMITAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Keputusan Seseorang Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Pola Penggunaan Remitan Di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang menjadi TKW dan pola penggunaan remitan keluarga TKW di daerah asal (Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar) . Penelitian ini menggunakan data primer dengan 96 tenaga kerja di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif dengan data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuesioner, dimana terlebih dahulu dilakukan tabulasi data untuk mengetahui pola penggunaan remitan dan dijelaskan dalam bentuk deskriptif kemudian dilakukan perhitungan dengan alat analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang menjadi TKW. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu logistic biner untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik (variabel dummy) dan variabel independen.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) secara keseluruhan variabel independen mempengaruhi variabel dependen, namun secara parsial hanya variabel independen EDUC, AGE, dan JOBVILL yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen MIGRATE (2) variabel independen AGE yang berpengaruh paling besar terhadap keputusan seseorang menjadi TKW (MIGRATE) (3) Sebanyak 75,4 persen responden memutuskan untuk bekerja kembali ke luar negeri (4) Remitan yang dikirim responden ke daerah asal di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar sebanyak 72,9 persen dan 83,1 persen digunakan untuk kegiatan konsumtif.
Variabel independen INCOME, NODEPI, dan MARRY tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan seseorang menjadi TKW dikarenakan, di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar bekerja di luar negeri sebagai TKW merupakan trend, sehingga setiap perempuan di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar sebagian besar ingin bekerja di luar negeri. Karena kemampuan pendidikan dan keahlian yang rendah para TKW di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar hanya dapat bekerja di sektor informal sebagai pembantu rumah tangga, pengasuh anak dan orang jompo. Penggunaan remitan secara konsumtif menyebabkan mereka terjebak dalam siklus migrasi.
Pemerintah Pusat (BNP2TKI) diharapkan dapat meningkatkan kualitas keahlian dan pendidikan calon TKW di Kecamatan Gumelar dan Kecamatan Sokaraja pada khususnya dan di Banyumas pada umumnya dengan cara meningkatkan persyaratan calon TKW khususnya dalam hal pendidikan agar dapat bekerja di sektor formal. Pemerintah Daerah (Dinsoskertrans) disarankan dapat mengadakan penyuluhan tentang pengelolaan remitan, sehingga TKW tidak hanya menggunakan remitan untuk kegiatan konsumtif tapi juga kegiatan produktif.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research was entitled “someone’s decision become be as woman labor (TKW) and the form of use of remittances in Banyumas”. This research uses primary data from 96 women labors (TKW) in Sokaraja and Gumelar. This research aims to determine factors which affect the someone’s decision become be as woman labor (TKW) and the form of use remittances. This research was descriptive quantitative with primary data obtained by direct interview and filling in the questionnaire. Then the first thing to do is tabulating data to know about the form of use of remittances and described descriptively. Then calculations with analysis tools to know someone’s decision become be as woman labor (TKW). The analytical tool used in this research is binary logistic to explain dikotomik dependent variable (dummy variable) and independent variables.
Binary Logistic Regression model analysis shows: (1) overall test shows independent variables does significantly influence the dependent variable, but partial test shows independent variables EDUC, AGE, and JOBVILL does significantly influence the dependent variable (MIGRATE). (2) AGE variable of greatest influence on someone’s decision become be as woman labor (MIGRATE). (3) 75,4 percent of respondents decided to go back to work is a TKW. (4) remittance’s responden Sokaraja and Gumelar 72,9 percent and 83,1 percent used for consumption.
The independent variables INCOME, NODEPI, and MARRY does not significantly influence a someone’s decision become be as woman labor (TKW) because in Sokaraja and Gumelar working as TKW is trend, so every women in Sokaraja and Gumelar most wanted become be as TKW. They are can only work in the informal sector as maid house, baby sitter, or caretaker because they only have low education and low skill. TKW just used remittance to consumptive, therefore TKW trapped in a cycle migration’s trap.
Central Government ( BNP2TKI ) is expected to improve the quality of the prospective migrant worker (TKW) skills and education in the district and sub-district Gumelar and Sokaraja in particular and Banyumas in general by increasing the requirements of prospective migrant workers, especially in terms of education in order to work in the formal sector. Local Government ( Dinsoskertrans ) suggested may hold remittance management extension, so that migrant remittances are not only used for consumptive activity but also productive activities.

Kata kunciWomen Labor (TKW), Remittance, Binary Logistic
Pembimbing 1Dr. Suprapto, MS
Pembimbing 2Dra. Neni Widayaningsih, MM
Pembimbing 3
Tahun2011
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-11-24 11:59:38.026022
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.