| NIM | B1J009194 |
| Namamhs | YULLI WAHYU MAHENDRA |
| Judul Artikel | PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN Sargassum polycystum YANG DITANAM MENGGUNAKAN SISTEM JARING DAN WARING DI PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Rumput laut Sargassum polycystum sangat potensial menghasilkan algin, tannin dan phenol yang banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetik. Hingga saat ini, Sargassum masih diambil dari alam (belum dibudidayakan), sehingga ketersediaannya di alam semakin berkurang. Peningkatan pertumbuhan rumput laut S. polycystum dapat dilakukan dengan sistem penanaman yang sesuai dengan tempat budidya rumput laut. Penelitian ini dilakukan di pantai Teluk Penyu Cilacap dengan tujuan mengetahui pengaruh sistem jaring dan waring dengan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan S. polycystum sehingga dapat ditentukan sistem budidaya dan jarak tanam yang dapat menghasilkan pertumbuhan S. polycystum tertinggi di perairan Teluk Penyu Clacap. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok pola faktorial. Sebagai faktor I adalah sistem jaring dan sistem waring, dan faktor II jarak tanam 30x30 cm, 40x40 cm dan 50x50 cm. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Pertumbuhan tertinggi diperoleh S. polycystum menggunakan sistem waring dengan jarak tanam 50x50 cm (S2J3) sebesar 27,238 g.hari-1. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sargassum polycystum seaweed potentially as a producer of algin, tannins and phenols are widely used in the pharmaceutical and cosmetic industries. Until now, Sargassum still taken from the wild (not farmed), thus diminishing its availability in nature. Increased growth of seaweed S. polycystum planting can be done with the system that suits the place budidya seaweed. This research was conducted along Teluk Penyu beach-Cilacap in order to know the effect net system and waring with different spacing on the growth of S. polycystum so it can be determined cultivation and spacing system that can generate the highest growth in S. polycystum at the Teluk Penyu beach-Cilacap. The study was conducted using an experimental method with a Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial pattern. As the first factor is the net system and system waring, and factor II spacing 30x30 cm, 40x40 cm and 50x50 cm. Each treatment combination was replicated 3 times to obtain 18 experimental units. Interaction culture systems and plant spacing significantly affect growth. The highest growth was obtained using S. polycystum waring system with a spacing of 50x50 cm (S2J3) at 27.238 g.hari-1. |
| Kata kunci | S. polycystum, jarak tanam, jaring, waring, perairan Teluk Penyu Cilacap. |
| Pembimbing 1 | Dra. Dwi Sunu Widyartini, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. H. A.Ilalqisny Insan, M.S |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-05-13 23:43:21.595086 |
|---|