Home
Login.
Artikelilmiahs
9921
Update
SUHARYADI
NIM
Judul Artikel
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI RITUAL MALAM MINGGU WAGE PAGUYUBAN TUNGGUL SABDO JATI DI GUNUNG SRANDIL, GLEMPANG PASIR, ADIPALA KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini adalah pengurus Paguyuban Tunggul Sabdo Jati yang masih aktif sebagai sasaran utma. Sedangkan sasaran pendukung adalah anggota paguyuban dan juru kunci Gunung Srandil. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, buku-buku dan keterangan yang relevan dengan penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Malam Minggu Wage merupakan sebuah betuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dimana di dalamnya berisi ajaran-ajaran luhur berdasarkan atas ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang suku Jawa. Ritual ini dilakukan untuk mengucap rasa syukur dan memohon doa kepada Tuhan dan merupakan sebuah media untuk mengungkapkan rasa hormat kepada para leluhur. Para pengikut disebut sebagai peghayat kepercayaan dan tergabung dalam wadah sebuah organisasi yaitu Paguyuban Tunggul Sabdo Jati. Ritual Malam Minggu Wage yang dilaksanakan oleh Paguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan bentuk sebuah kebudayaan daerah yang masih aktif hingga sekarang. Kenapa disebut kebudayaan? Karena apabila ditarik benang merah dari awal sejarah kebudayaan bangsa Indonsia, mulai dari zaman prasejarah bangsa ini sudah mengenal kepercayaan yang bersifat religi terbukti dengan ditemukanya bukti sejarah seperti cara pemakaman dan ritual yang dilakukan. Makna ritual yang utama adalah perasaan tenang dan tentram perasaan ini muncul setelah selesei mengikuti ritual, manfaat lain adalah menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara para anggota paguyuban. Eksistensi Ritual Malam Minggu Wage masih tetap terjaga hingga sekarang terbukti dengan masih berlangsungnya ritual tersebut setiap bulanya tepatnya setiap malam minggu wage.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract The research method used for this research was descriptive qualitative and the sample collecting methods was purposive sampling. The main informants in this research were the managers of Tunggul Jati’s community who still be active. Meanwhile, the supporting informants were the members of Tunggul Jati community and spiritual master of Mount Srandil. The primary data which taken from interview and the secondary data were from documents which were books, jurnals, and statements related with the topic research. Data analysis used was descriptive qualitative analysis. The research result has shown that Malam Minggu Wage’s ritual was a kind of beliefs for God The One and Almighty in which inside the rituals contained sacred and pure thoughts based on what of the ancestors of Java tribes have passed down. The ritual’s done for giving thankful and respect to the ancestors. Those followers called believers and joined in a group called Tunggul Sabdo Jati community. Malam Minggu Wage’s ritual that have been done by Tunggul Sabdo Jati community was kind of local culture and remained active until present time. The reason it’s called the culture because when we pulled a bottom line from the very beginning of Indonesian culture histories, started from the pre historical of this country has known beliefs. It’s proved by the discoveries such as the funeral manner and the ritual that they done. The truly meaning from this ritual was the peace and joy feeling that appeared after the prayer was finished. The other advantages from the ritual are growing the sense of kinship among the community members. The existence of Malam Minggu Wage’s ritual was remained sealed until now is proven by the ritual process that still established every month exactly every Saturday night.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save