Home
Login.
Artikelilmiahs
8003
Update
PRAYUDI DIMAR SUHANDI
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN Sargassum polycystum MENGGUNAKAN BAGIAN TALUS DENGAN SISTEM PENANAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN NUSAKAMBANGAN TIMUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sargassum polycystum merupakan rumput laut penghasil alginat, yang banyak dibutuhkan dalam industri pangan dan non pangan. S. polycystum memiliki talus bentuk batang, cabang, daun dan gelembung udara (bladder) yang berfungsi sebagai alat pengapung dan menjaga keseimbangan air. Budidaya S. polycystum perlu dilakukan secara intensif menggunakan metode budidaya dan sistem penanaman yang disesuaikan dengan lingkungan perairan yang digunakan untuk budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bagian talus dan sistem penanaman yang berbeda terhadap pertumbuhan S. polycystum di perairan Nusakambangan Timur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Sebagai faktor I adalah bagian talus yaitu bagian talus pangkal dan bagian talus ujung. Sebagai faktor II adalah sistem tali tunggal, sistem jaring tubuler dan sistem jaring tabung. Parameter utama yang diukur adalah bobot talus rumput laut S. polycystum, sedangkan parameter pendukung adalah suhu air, salinitas, kecerahan air, nitrat, fosfat dan pH. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap 7, 14, 21 dan 28 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan rumput laut S. polycystum tertinggi pada bagian talus ujung dengan sistem jaring tabung (A2B3) sebesar 8.095 g.hari-1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sargassum polycystum is seaweed producing alginate, that need in food industrial and non food. S. polycystum had thallus shaped of bar, branch, leaf and air bubble ( bladder ) that functioning as drifter and water balance. Cultivation S. polycystum need intensively been done utilize cultivation method and cultivated system that adjusted by environmentally waters which is utilized for cultivation. This study aims to determine part of thallus influence and cultivated system that variably growth S. polycystum at East Nusakambangan water. This study used an experimental method with the basic design of Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial pattern. As factor I was part of thallus consist of apical thallus and base thallus. As factor II was single rope system, tubular dragnet (sacknet) system and tube dragnet system. The main parameter observed is weight of S. polycystum seaweed, meanwhile supporting parameter is water temperature, salinity, water brightness, nitrate, phosphate and pH. Growth of seaweed observed each 7, 14, 21 and 28 days after planting. This study result showed that the highest growth of seaweed of S. polycystum obtained by the apical part of thallus treatment and tube dragnet system (A2B3) was 8.095 g/days.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save