Artikel Ilmiah : F1B006074 a.n. EDI ANDRIYANTO

Kembali Update Delete

NIMF1B006074
NamamhsEDI ANDRIYANTO
Judul ArtikelPENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PURWOKERTO
(Studi Implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2003 Tentang Pedagang Kaki Lima)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembangunan merupakan proses perubahan masyarakat menjadi lebih baik dalam segi ekonomi ataupun segi lainnya. Dewasa ini kondisi perkotaan cenderung mengalami perkembangan yang pesat, antara lain disebabkan adannya pandangan bahwa wilayah perkotaan merupakan lokasi yang efisien dan efektif untuk berlangsungnya kegiatan-kegiatan produktif, dan pada dasarnya daerah perkotaan merupakan pusat kegiatan ekonomi, teknologi, informasi dan inovasi. Kurangnya pemerataan pembangunan dan sempitnya lapangan pekerjaan memberi peluang munculnya berbagai permasalahan. Keberadaan sektor informal saat ini menjadi fenomena penting karena beberapa faktor. Sektor informal selain sebagai penyedia lapangan kerja, juga memiliki kemampuan untuk bertahan di wilayah perkotaan tanpa bantuan dari pemerintah. Perkembangan kota Purwokerto secara signifikan terjadi sekitar tahun 2000-an, yakni ketika mulai dibanjiri oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kota di pulau Jawa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi yang ada di kota Purwokerto, khususnya Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun meningkat, banyak sektor informal termasuk pedagang kaki lima bermunculan untuk melayani kebutuhan para mahasiswa. Demi mengantisipasi timbulnya permasalahan yang diakibatkan oleh keberadaan PKL yang populasinya semakin meningkat di wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya di Kota Purwokerto, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas telah mengeluarkan Perda No. 4 Tahun 2003. Perda ini secara efektif berlaku sejak tanggal 1 Juli 2003. Ada pun beberapa temuan dalam penelitaian yang dilakukan salah satunya, yaitu: Perda Nomor 4 Tahun 2003 yang mengatur tentang pedgang kaki lima yang selama ini belum berjalan dengan efektif masih terdapat kekurangan baik dalam jumlah pengimputan data pedagang kaki lima maupun kejelasan mengenai kapan mereka akan segara direlokasi ketempat yang baru.
Abtrak (Bhs. Inggris)A prosperous developmental is a changing process to get a better life in economical aspect or another. Recently, a city has a rapid developmental processes because of the effectively and efficiently perspective location as a production sectors and in a fact that it is a center for an economical, technological, information and innovation activities. An unbalanced developing distribution and less of vacancies is now become a new problem. Recently, An informal sector plays an important role in prosperous developmental. Informal sector is not only important as vacancies creator but also has an ability to survive in a city without any governmental funding. Purwokerto has significantly developed since 2000 when in the first time it was fully loaded by a student from any part of java to study in several university in Purwokerto such as Universitas jenderal Soedirman and Universitas Muhammadiyah Purwokerto. At the time, economical activities were significantly increased in order to fulfill several necessity of the student. One of the most was the increasing of a street sellers. For anticipating several problems caused by an increasing of a street sellers especially in Purwokerto, local government of Banyumas resident have been published a regional regulation No. 4 in 2003. it was officially activated since july 1st 2003. The research has revealed that it was not work properly to regulate the number of street sellers and a distinct relocation to the new proper place.
Kata kunciPedagang Kaki Lima
Pembimbing 1Drs. H. Pawrtha Dharma M.Si
Pembimbing 2Drs. Moh. Imron M.Si
Pembimbing 3Dr. Slamet Rosyadi
Tahun2014
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2014-04-18 21:20:54.418285
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.