Home
Login.
Artikelilmiahs
16065
Update
BILAL SABIKHISMA
NIM
Judul Artikel
UJI KETAHANAN BEBERAPA KULTIVAR UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PATOGEN Elsinoe batatas PENYEBAB PENYAKIT KUDIS DAUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) merupakan tanaman pangan kelompok umbi-umbian yang banyak di konsumsi setelah ubi kayu. Umbi dan pucuk ubi jalar merupakan sumber energi, mineral, protein, vitamin A dan C, serta serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Berdasarkan data BPS Nasional produksi ubi jalar tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 7,2% dibandingkan tahun 2014. Namun pada beberapa provinsi mengalami penurunan produksi, salah satunya yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni dari 175,74 kw/ha menjadi 166,85 kw/ha. Penurunan produksi ubi jalar antara lain diakibatkan adanya penyakit kudis yang disebabkan oleh jamur Elsinoe batatas. Kerugian yang ditimbulkan berupa penurunan produksi umbi sebesar 20-50% pada kultivar ubi jalar rentan. Di Indonesia, produksi umbi ubi jalar rentan yang terserang penyakit kudis mengalami penurunan hingga 30%. Penelitian ini menguji ketahanan 8 kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diantaranya adalah kultivar Antin, Beta, Borobudur, Cangkuang, Kidal, Sari, Sukuh, Ungu tua, terhadap jamur E. batatas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kultivar ubi jalar dan umur tanaman terhadap perkembangan penyakit kudis daun, dan mengetahui kultivar ubi jalar yang tahan terkait fase pertumbuhannya terhadap penyakit kudis daun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi serta penanaman ubi jalar di Green House Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah kultivar ubi jalar dan faktor kedua adalah waktu inokulasi jamur E. batatas. Variabel bebas adalah kultivar ubi jalar dan umur tanaman. Variabel tergantung adalah Intensitas penyakit E.batatas. Parameter yang diamati adalah intensitas penyakit E.batatas. Parameter pendukung yang diamati periode inkubasi, kerapatan trikomata, kerapatan stomata, panjang dan lebar stomata, serta suhu dan kelembapan udara Green house. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan uji F dengan tingkat kesalahan 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, interaksi antara kultivar dengan waktu inokulasi berpengaruh terhadap intensitas penyakit kudis daun pada tanaman ubi jalar. Kultivar ubi jalar yang tahan terhadap penyakit kudis daun adalah kultivar Sari, Borobudur, Sukuh, Kidal, dan Cangkuang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) is the major crop groups tubers are widely consumed after cassava. Bulbs and shoots of sweet potatoes are a source of energy, minerals, protein, vitamins A and C and fiber is beneficial for health. Based on data from the National BPS sweet potato production in 2015 increased by 7.2% compared to 2014. However, in some provinces experienced a decline in production, one of which is the province of West Nusa Tenggara (NTB) which is of 175.74 kw / ha to 166.85 kw / ha. The decrease in production of sweet potato, among others, due to their scab disease caused by the fungus Elsinoe batatas. Losses caused a decrease in tuber production by 20-50% in susceptible varieties of sweet potatoes. In Indonesia, the production of sweet potato tubers are susceptible to disease scab has decreased to 30%. This study tested the resilience of eight varieties of sweet potato (Ipomoea batatas L.) varieties include Antin, Beta, Borobudur, Cangkuang, Kidal, Sari, Sukuh, Ungu Tua, to fungus E. batatas. Research carried out aiming to understand the interaction between varieties of sweet potato and age of the plant to the development of scab disease, and know the sweet potato varieties that are resistant of scab disease. Research conducted at the Laboratory of Mycology and Phytopathology and sweet potato planting in Green House of Faculty of Biology, University of General Sudirman. The design used was completely randomized design (CRD) factorial design. The first factor is the sweet potato varieties and the second factor is the time of inoculation of the fungus E. batatas. The independent variable is the sweet potato varieties and the age of the plant. The dependent variable is the intensity of the disease E. batatas. The parameter is the intensity of the disease E. batatas. Supporting parameters observed incubation period, trikomata density, density of stomata, stomata length and width, as well as temperature and humidity Green house. Data were analyzed uniform (ANOVA) using F with an error rate of 5%, if there are significant results followed by DMRT with a confidence level of 95%. Based on the research that has been conducted in stages, the interaction between varieties with a time of inoculation effect on the intensity of scab disease in plants sweet potato leaves. Sweet potato varieties that are resistant to scab leaf varieties are Sari, Borobudur, Sukuh, Kidal, and Cangkuang.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save