Home
Login.
Artikelilmiahs
15485
Update
KUKUH NUGROHO
NIM
Judul Artikel
ORGANIZED CRIME DALAM BALAP LIAR DRAG RACE (STUDI TENTANG PRAKTEK PERJUDIAN DALAM KEGIATAN BALAP LIAR DRAG RACE DI KABUPATEN PURBALINGGA)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pada jaman yang semakin berkembang seperti sekarang ini, yang menjadi perhatian bukan hanya dari kemajuan berbagai aspek kehidupan saja, namun juga dari berbagai permasalahan penyimpangan dan tindakan pelanggaran norma hukum dan norma sosial yang dilakukan. Di Purbalingga sendiri pelanggaran yang sedang marak dilakukan contohnya seperti pelanggaran lalu – lintas yang di dalamnya terdapat unsur perjudian. Rumusan masalah dari penelitian ini yang pertama yaitu “Mengapa praktek perjudian dapat terjadi dalam balap liar drag race ini”, yang kedua adalah “Bagaimana tindak perjudian dalam balap liar drag race ini diorganisir”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan diambil tujuh orang informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Mereka terdiri dari informan utama yaitu para penjudi pemodal, penjudi joki dan penjudi penonton, dan informan pendukung dari salah satu anggota dari SATLANTAS Purbalingga. Para pelaku mengorganisir kegiatan ini dengan cara yang biasa mereka sebut rempugan dengan berbagai cara, misalnya dengan cara berkumpul secara langsung antar tim balap untuk membahas kesepakan dalam sebuah pertaruhan dan pertandingan, atau hanya sebatas menggunakan aplikasi media sosial yang mereka miliki diperangkat selular mereka masing – masing. Maka dari itu hal ini sangat sulit di ungkap oleh pihak kepolisian khususnya di kabupaten Purbalingga karena kegiatan pelanggaran ini sangat terorganisir dan sangat banyak terjadi setiap harinya. Saran dari penelitian ini anatara lain : ( 1 ) Pihak kepolisian harus terus mengawasi dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku balap liar drag race tersebut, karena selain merugikan diri mereka masing – masing, hal ini juga jelas sangat merugikan orang lain sesama pengguna jalan. ( 2 ) Memberikan sarana dan prasarana bagi mereka yang hobi akan hal ini, karena banyak diantara mereka khususnya para pembalap drag race dari Purbalingga yang berbakat dibidangnya tersebut. Apabila di arahkan dengan benar, maka bukan tidak mungkin beberapa dari mereka dapat mengharumkan nama dari kabupaten Purbalingga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nowadays which everything grows faster, what makes a concern for people is not only it is about the progress of various aspects of life but also it is about the irregularities and violations of legal norms and social norms which are done. In Purbalingga, traffic violations in which there were elements of gambling happened. The first formulation of the problem was "Why the practice of gambling might occur in the illegal drag race?". Then, the second one was "How to organizer the gambling in the illegal drag race?". The research used qualitative descriptive method in which there were seven informants chosen by snowball technique sampling. They contained of the gambling’s financier, the gambling jockey and the audience to as the main informant, also one of Purbalingga Traffic Police Unit (SATLANTAS) member as the support informant. Most of the perpetrators of these violations started just by watching it. The perpetrators organized this illegal activity using a way that was called as "Rempugan". For the example, they held a racing team gathering to discuss about agreement in a betting and match or merely used social media applications they have in their own mobile device to discuss it. Therefore, it was very difficult to be revealed by the police, especially in Purbalingga district because these violations had been organized well and most happened in every day. The suggestions of the study are as follows : ( 1 ). The Police should continue to monitor and take the stern actions against the perpetrators of the illegal drag race because not only it harmed themselves but also it harmed the other road users. ( 2 ). Providing facilities and infrastructures for then whom like to do drag race because there are many of them gifted in this field, especially in Purbalingga district. If they direct to the right way to show their abilities in racing, it is not impossible that some of them may be able to make Purbalingga proud.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save