Artikel Ilmiah : F1B012083 a.n. HANS LEANDA
| NIM | F1B012083 |
|---|---|
| Namamhs | HANS LEANDA |
| Judul Artikel | COLLABORATIVE GOVERNANCE ANTARA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS DENGAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT LOKAL DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas yang terus meningkat setiap tahunnya menjadikan Kabupaten Banyumas menempati posisi ke dua tertinggi daerah dengan penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penanggulangan HIV dan AIDS di daerah dengan demikian untuk menanggulangi HIV/AIDS mengharuskan Kabupaten Banyumas menerapkan program-program penanggulangan HIV/AIDS dengan perspektif collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas dengan perspektif Collaborative Governance. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas, yang sasarannya meliputi pihak-pihak yang berkaitan dengan penanggulangan HIV/AIDS seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, LSM LPPSLH, dan Warga Peduli AIDS (WPA). Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan sumber data menggunakan wawacara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah interaktif Hubberman dan Saldana dengan validitas data triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses Collaborative Governance penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari koordinasi yang dilakukan oleh KPA Kabupaten Banyumas dengan LSM LPPSLH dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam melakukan kegiatan serta program-program penanggulangan HIV/AIDS dilakukan dengan kerjasama yang cukup baik. Meskipun kolaborasi yang terjalin antara KPA Kabupaten Banyumas dengan LSM LPPSLH sudah cukup baik namun tidak sertamerta menurunkan angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas secara singkat, hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya alokasi anggaran untuk penanggulangan HIV/AIDS oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Collaborative Governance, HIV/AIDS, Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The number of cases of HIV / AIDS in Banyumas increasing annually makes Banyumas position into two regions with the highest HIV / AIDS in Central Java . Through the Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 20 Tahun 2007 on the General Guidelines for the Establishment of the National AIDS Commission and Community Empowerment in the context of HIV and AIDS in the region is therefore to combat HIV / AIDS requires Banyumas implement programs to address HIV / AIDS in perspective collaborative governance. This study aimed to describe efforts to combat HIV / AIDS in Banyumas with the perspective of Collaborative Governance. The research method used is descriptive qualitative research . The research location in Banyumas , whose targets include parties related to HIV / AIDS such as the National AIDS Commission ( KPA ) Banyumas , Dinas Kesehatan Banyumas , NGOs LPPSLH , and Citizens AIDS Care ( WPA ) . Selection of informants using purposive sampling technique. Data collection sources using Interview , observation , and documentation . Data analysis method used is interactive and Saldana Hubberman the validity of the data source triangulation . The results showed that in general the process of Collaborative Governance HIV / AIDS in Banyumas is good enough . This is evident from the coordination undertaken by the KPA Banyumas with NGOs LPPSLH and Dinas Kesehatan Banyumas in conducting activities and programs on HIV / AIDS carried out with the cooperation was pretty good . Although the collaboration that exists between KPA Banyumas with NGOs LPPSLH is good enough but not necessarily decrease the number of HIV / AIDS in Banyumas in brief , it is because of the limited budget allocation for HIV / AIDS by the Government of Banyumas. Keywords: Collaborative Governance, HIV / AIDS, Prevention of HIV / AIDS. |
| Kata kunci | Collaborative Governance, HIV/AIDS, Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. |
| Pembimbing 1 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si |
| Pembimbing 2 | Sendy Noviko, S.Sos, MPA |
| Pembimbing 3 | Dra. Rukna Idanati, M.Kes |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2016-08-10 00:48:14.907197 |