Artikelilmiahs

Menampilkan 5.241-5.260 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
524115046H1D012051ANALISIS BIAYA KECELAKAAN PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI WILAYAH PURBALINGGA DENGAN METODE GROSS OUTPUTPerkembangan teknologi, pertambahan penduduk dan luas kota di Indonesia menyebabkan peningkatan kendaraan pada lalu-lintas jalan raya. Sejalan dengan itu kebutuhan akan alat transportasi semakin meningkat. Bertambahnya jumlah kendaraan berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Hal ini berdampak pada bertambahnya waktu dan biaya perjalanan sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pemakai kendaraan sepeda motor memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan dibandingkan dengan penggunaan kendaraan lainnya seperti mobil. Hal ini disebabkan oleh kurangnya alat keselamatan pada sepeda motor. Sehingga dampak korban dari suatu kecelakaan sepeda motor akan lebih parah dari pada korban kecelakaan mobil. Bagi pihak korban hal tersebut mengakibatkan adanya biaya langsung dan biaya tidak langsung akibat kecelakaan. Biaya langsung akibat kecelakaan diantaranya adalah biaya perbaikan kendaraan, biaya administrasi, biaya medis dan hilangnya produktivitas. Sedangkan biaya tidak langsung akibat kecelakaan diantaranya adalah biaya yang dikeluarkan keluarga/kerabat korban dan biaya rasa sakit dan penderitaan.
Dalam menghitung biaya kecelakaan lalu lintas jalan raya pada penelitian ini menggunakan metode Gross Output (Human Capital) karena metode-metode yang lain parameternya tidak sesuai jika diterapkan di Indonesia sehingga masih belum mencerminkan biaya kecelakaan lalu lintas, seperti biaya asuransi, biaya putusan pengadilan dan biaya penanganan kecelakaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Gross Output Method menurut Pd.T-02-2005-B dan Gross Output Method menurut Silcock dan Transport Research Laboratory. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei di lokasi penelitian baik berupa pengumpulan data primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan biaya kecelakaan pada komponen biaya langsung yang dihitung menggunakan acuan Silcock Transport Research Laboratory hasilnya lebih besar jika dibandingkan memakai metode Gross Output menurut Pd.T-02-2005-B untuk kecelakaan serius karena terdapat lama waktu korban mencari pekerjaan baru. Sedangkan untuk komponen biaya tidak langsung yang dihitung menggunakan acuan Pd.T-02-2005-B hasilnya lebih besar karena persentase human cost menurut Pd.T-02-2005-B lebih besar dari pada menurut Silcock Transport Research Laboratory.
The development of technology, population growth and widening of city area in Indonesia lead to vehicle traffic on the highway. Vehicles growth affects on traffic jam. It stimulates then increasing travel time and travel cost that in turn drives traffic accident risk.
Motorcylists in this regard get higher risk for having an accident than car user. This is caused by a lack of safety equipment on motorcyles. So the impact of a motorcycle victim accident will be more severe than in a car crash victim. In accordance with the victims, it generates direct and in-direct accident cost. The direct cost includes vehicle repairment, administration cost, medical cost, and productivity lost. On the other hand the indirect costs refer to cost incurred by families and relatives of victims and pain and suffering cost.
In calculating cost of highway traffic accidents this study uses Gross Output method (Human Capital) since other methods take number of parameters that cannot reflect traffic accident cost in Indonesia. Those methods excercise some parameters i.e. insurance, court cost and cost of handling accidents. Futhermore this study uses Gross Output Method according to Pd.T-02-2005-B and Silcock and the Transport Research Laboratory. Data collection, both for primary and secondary data was conducted by a site survey. The results show that calculation of accident cost on the components of direct cost calculated using Gross Output Silcock and TRL is greater than those cost resulted from Gross Output Pd.-02-2005 T-B for serious accident because there is a long time victims seek new jobs. Whilst for the components indirect cost calculated using Gross Output Pd.-02-2005 T-B is greater because the percentage human cost according to Pd.T-02-2005-B is greater than Gross Output Silcock Transport Research Laboratory
524215038C1C012044FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL DI PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia, komitmen organisasi, teknologi informasi dan tekanan eksternal terhadap penerapan akuntansi berbasis akrual di Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Kuisioner disebarkan kepada 42 SKPD di Kabupaten Purbalingga. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, teknologi informasi dan tekanan eksternal mempengaruhi penerapan akuntansi berbasis arual di Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa komitmen orgnanisasi tidak mempengaruhi penerapan akuntansi berbasis akrual di Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan penelitian ini Kabupaten Purbalingga sebaiknya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan merekrut karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, selain itu perlu ditingkatkan pemeliharaan komputer dan sofware secara rutin supaya tidak menghambat proses pelaporan keuangan.The aim of this research is to determine the effect of human resource qualities, organizational commitment, information technology, and external pressure to the implementation of accrual basis of accounting in Purbalingga regency. This research is a quantitative research and using survey method in collecting data. Questionnares are distributed to 42 regional work units in Purbalingga regency. The analysis technique used is multiple linier regression analysis. The result of this research shows that human resource qualities, information technology and external pressure affect the implementation of accrual basis of accounting in Purbalingga regency. Thus study also shows that organizational commitment does not affect the implementation of acrual basis of accounting in Purbalingga regency. Based on this research Purbalingga regency should improve the human resource qualities by hiring staff that have appropriate education. In addition Purbalingga regency should improve the maintenance of hardware and software so that the process of financial reporting undisturbed.
524315039C1C011087Analisis Pengukuran Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus Pada RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo)Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, berjudul “Analisis Pengukuran Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus Pada RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo apabila diukur dengan empat perspektif balanced scorecard, yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.

Informan / partisipan dalam penelitian ini berjumlah 35 orang untuk pasien dan 15 orang untuk karyawan dengan convenience sampling sebagai metode pengambilan sampel. Teknik analisis data dilakukan dengan melakukan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.

Berdasarkan penelitian dan analisis data diperoleh hasil untuk empat perspektif dari balanced scorecard antara lain, perspektif keuangan yang diukur dengan menghitung rasio value for money yakni rasio ekonomi, rasio efisiensi dan rasio efektifitas dinilai baik. Perspektif pelanggan diukur dengan menghitung akuisisi pasien, retensi pasien dan kepuasan pasien dinilai cukup. Perspektif proses bisnis internal diukur dengan melihat tiga proses utama yakni proses inovasi, proses operasional dan layanan purna jasa RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dinilai baik, serta Perspektif Pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur dengan menghitung retensi karyawan dan kepuasan karyawan dinilai baik. Secara umum, diperoleh hasil bahwa kinerja RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2012-2014 adalah baik.

Implikasi dari penelitian ini adalah pihak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dalam mengendalikan kinerja keuangan organisasi dapat lebih memperhatikan rasio efisiensi, hal ini dikarenakan dari tiga rasio keuangan yang dihitung, rasio efisiensi rumah sakit ini memiliki nilai yang paling rendah serta dapat meningkatkan lagi kinerjanya, sehingga rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan rumah sakit dan karyawan dapat meningkatkan kinerjanya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
This research is a descriptive research with study case approach entitle “Performance Measurement Analysis Through Balanced Scorecard Method (Study Case in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital).” It aimed to find out the performance of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital which was measured by four perspective balanced scorecard such as financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning and growth perspective.

The total of the informant/participant in this research was 35 medical patients and 15 employee with convenience sampling as the sample selection method. The data technique analysis was done by conducting quantitative and qualitative analysis.

Based on the research and data analysis it could be conclude for financial perspective which was measured by calculated value for money ratio such as economy ratio, efficiency ratio, and effectiveness ratio was rated as good. Customer perspective was measured by calculated medical patient accuisition, retention, and satisfaction, it was rated as good enough. Internal business process perspective was analyzing for innovation process, operational process and after sales service it was rated as good. Learning and growth perspective which was measured by calculated employee retention and employee satisfaction was rated as agood. So, the performance measurement of Prof.Dr. Margono Soekarjo Hospital for 2012-2014 was calculated as good.

The research implied that Prof.Dr. Margono Soekarjo Hospital in managing the organization financial performance could give more attention to the efficiency ratio, since from the measured three financial ratio, the efficiency ratio of this hospital had a lower values and the performance also should be increased, so that the hospital could serve the customer sastifyingly and also the employee could increase their performance, hence the goal of the organization could be achieved.
524415062D1E012080SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA PAKAN SAPI PERAH TERHADAP KBK, KBO DAN VFA TOTAL SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dan level optimum penambahan ekstrak daun sirih merah dalam ransum pakan sapi perah terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta VFA total secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental, menggunakan uji in vitro. Peubah yang diukur adalah (1) kecernaan bahan kering (2) kecernaan bahan organik dan (3) VFA total. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sebagai berikut: R0 (Pakan kontrol), R1 (R0 + 15 ppm ekstrak daun sirih merah), R2 (R0 + 30 ppm ekstrak daun sirih merah), R3 (R0 + 45 ppm ekstrak daun sirih merah), R4 (R0 + 60 ppm ekstrak daun sirih merah). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun sirih merah berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik serta VFA total secara in vitro. Hasil uji lanjut menggunakan uji BNJ menunjukkan hasil yang tidak berbeda antara pakan kontrol (R0) dengan R1, R2, dan R3,namun pada R4 menunjukan nilai yang sangat nyata lebih rendah dibandingkan R0, R1, R2, dan R3 terhadap KBK dan KBO, sedangkan untuk VFA total menunjukan tidak terdapat perbedaan antara R0 dengan perlakuan R1 dan R2 namun perlakuan R3 dan R4 memiliki nilai yang berbeda sangat nyata lebih kecil dibandingkan R0, R1, dan R2. Hasil uji lanjut menggunakan uji Orthogonal Polynomial menunjukkan bahwa penambahan ekstrak sirih merah pada pakan sapi perah terhadap kecernaan bahan kering memberikan respon kubik dengan persamaan Y = 38.5384 – 0.4346x + 0.02161x2 – 0.000299x3 dan koefisien determinasi (R2) = 67.2%. Sedangkan untuk kecernaan bahan organik memberikan respon kuadrater dengan persamaan Y = 36.6455 + 0.1451 X – 0.0044681X2 dengan koefisien determinasi (R2) = 46.54%. Penambahan ekstrak sirih merah pada pakan sapi perah terhadap konsentrasi VFA total memberikan respon kuadrater dengan persamaan Y = 162.62857 + 0.31952381 X – 0.0268254 X2 dan koefisien determinasi (R2) = 76.87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak sirih merah dalam pakan sapi perah pada level 60 ppm ada kecenderungan menurunkan KBK dan KBO serta VFA total secara in vitro.

This study aims to assess the optimum level of red batel extract suplementation to the diet of dairy cows and its impact on Dry Matter Digestibility (DMD), Organic Matter Digestibility (OMD) and total Volatille Fatty Acid (VFA) by in vitro. The research method was experimental by using in vitro test. The parameters measured in this study were (1) Dry Matter Digestibility (DMD), (2) Organic Matter Digestibility (OMD), and (3) total Volatille Fatty Acid (VFA). The experimental design was Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of R0: control feed, R1: R0 + 15 ppm red batel extracts, R2: R0 + 30 ppm red batel extracts, R3: R0 + 45 ppm red batel extracts, and R4: R0 + 60 ppm red batel extracts. Data was analyzed by using an analysis of variance and followed by Honestly Significant Difference test (HSD) and Orthogonal Polynomial test. The results showed that the suplementation was significant (P < 0.01) to DMD, OMD, and total VFA. The result of HSD test showed that there was no difference between the control feed (R0) and R1, R2, R3. However, R4 showed a value which was significantly lower than R0, R1, R2, and R3 to the DMD and the OMD. To the total VFA, there was no difference between R0, R1 and R2, while R3 and R4 had different values which were very substantially smaller than R0, R1, and R2. The result of Orthogonal Polynomial test showed that the supplementation effects on the DMD formed a cubic response with an equation Y= 38.5384 – 0.4346x + 0.02161x2 – 0.000299x3 and coefisien of determination (R2)= 67.2%. Whereas on the OMD, it formed a quadrater response with an equation Y= 36.6455 + 0.1451 X – 0.0044681X2 and coefisien of determination (R2)= 46.54%. The supplementation effect on total VFA concentration showed a quadrater response with an equation Y= 162.62857 + 0.31952381 X – 0.0268254 X2 and coefisien of determination (R2) = 76.87%. This research concludes that the supplementation of red batel extracts in the diet of dairy cows at 60 ppm tends to decrease the DMD (Dry Matter Digestibilities), OMD (Organic Matter Digestibilities), and total VFA by In vitro.
524515037E1A010103PENGANGKUTAN LAUT
(STUDI TERHADAP TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT DALAM PENGANGKUTAN BARANG DI PT. ANUGERAH SETIA PERKASA SURABAYA)
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Wilayah nusantara beserta udara diatasnya dan laut yang menghubungkan pulau-pulau dengan segenap isinya, merupakan kesatuan yang utuh dan terpadu secara menyeluruh. Dengan keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil, pengangkutan merupakan bidang kegiatan yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam hal pengiriman barang. Dalam hal pengangkutan, pengangkut memegang peranan yang penting terutama dalam hal tanggung jawab terhadap penumpang dan/atau barang muatannya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yang disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PT. Anugerah Setia Perkasa Surabaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengangkutan barang terdapat beberapa objek perjanjian, yaitu: (1) Dokumen; (2) Barang paket; (3) Barang dengan peti kemas; dan (4) Alat-alat berat dan bahan konstruksi. Masing-masing barang yang dikirimkan tersebut memiliki biaya pengiriman yang berbeda. Barang-barang yang termasuk dalam objek perjanjian tersebut menjadi tanggung jawab PT. Anugerah Setia Perkasa dari barang tersebut diterima sampai barang tersebut sampai di tempat tujuan. Tanggung jawab tersebut pun disertai dengan kewajiban ganti rugi dari pihak PT. Anugerah Setia Perkasa apabila barang yang diangkut hilang atau mengalami kerusakan yang disebabkan karena kelalaian atau kesalahan dari pengangkut termasuk karyawan, cabang, dan agen.
Tanggung jawab dan kewajiban ganti rugi PT. Anugerah Setia Perkasa terhadap barang tersebut adalah mutlak dan pengangkut tidak bisa memperjanjikan dirinya untuk tidak bertanggung jawab. Ganti rugi tersebut dilakukan dengan cara memberikan sejumlah uang sesuai dengan yang telah diperjanjikan.

Kata kunci: Pengangkutan laut, Tanggung jawab, Kewajiban, Ganti rugi
Unitary Republic of Indonesia is an archipelago of thousands of islands scattered across the archipelago. Archipelago as well as the air above and the sea that connects the islands with all its contents, is a unified whole. With Indonesia's geographical situation of thousands of large and small islands, transportation is an indispensable field of activity in public life, including in terms of delivery of goods. In terms of transportation, transporters play an important role, especially in terms of responsibility for passenger and / or cargo goods.
The method used in this research is normative juridical approach presented in the form of descriptive text. This research was conducted at PT. Anugerah Setia Perkasa Surabaya.
The results showed that in the transport of goods, there are some of the objects of the agreement, namely: (1) Documents; (2) Goods package; (3) Goods with the container; and (4) Heavy equipment and construction materials. Each of the goods which is delivered have different shipping cost. The goods included in the object of the agreement are the responsibility of PT. Setia Perkasa Anugerah from the goods are received until the goods arrive at their destination. These responsibilities were also accompanied with indemnity obligations of the PT. Setia Perkasa Anugerah if the goods which are transported lost or damaged due to negligence or fault of the carrier, including employees, branches and agents.
Responsibility and liability indemnity PT. Setia Perkasa Anugrah to such articles are absolute and cannot foretell the carrier himself for not responsible. The compensation is done by giving a sum of money in accordance with what has been agreed.

Keywords: Sea Freight, Responsibility, Liability, Indemnity
524615045C1C012029PERSEPSI PENERAPAN PRINSIP PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PEERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan PT. Telkom Indonesia cabang Purwokerto)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang meneliti tentang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governanace terhadap kinerja perusahaan. Prinsip-prinsip tersebut yaitu Transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran. Objek penelitian ini adalah PT. Telkom Indonesia cabang Purwokerto dengan populasi seluruh karyawan yang terkait dengan penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 30 kepada karyawan yang memenuhi kriteria untuk pengambilan sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari ke lima variabel dalam penelitian ini hanya empat variabel yang berpengaruh, ke empat variabel tersebut adalah transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab dan keadilan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan


This study is a quantitative research that examined the effect of applying the principles of Good Corporate Governanace to company performance. The principles are Transparency, accountability, responsibility, independence and fairness. The object of this research is PT. Telkom Indonesia branch Purwokerto with a population that employees associated with this research. The method used to collect data is by distributing questionnaires as much as 30 to employees who meet criteria for sampling. Data analysis techniques in this study is used the t test (partial) and F test (simultaneous).
The conclusion in this study is the application of the principles of good corporate governance principles with the same significant effect on the company's performance. Partially out of the five variables in the test just only four variables, there are transparency, accountability, responsibility and fairness that significantly affect the company's performance. Meanwhile, the independent variable has no significant effect on the performance of the company
524715040C1C012086PENGARUH LEVERAGE, PRODUKTIVITAS, LIKUIDITAS, UMUR OBLIGASI, DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP PERINGKAT OBLIGASIPenelitian ini merupakan penelitian asosiatif korelasional. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Leverage, Produktivitas, Likuiditas, Umur Obligasi, dan Reputasi Auditor Terhadap Peringkat Obligasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh leverage, produktivitas, likuiditas, umur obligasi, dan reputasi auditor terhadap peringkat obligasi Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 55 sampel perusahaan, yang setiap tahunnya terdiri dari 11 perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Ordinal Logistic Regression. menunjukkan bahwa: (1) Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap peringkat obligasi (2) Produktivitas tidak berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi (3) Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi (4) Umur Obligasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi (5) Reputasi auditor tidak berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan peringkat obligasi, pihak manajemen perusahaan sebaiknya memerhatikan beberapa hal seperti komponen atau indikator penilaian peringkat obligasi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan kinerja keuangannya khususnya pada indikator produktivitas agar lebih stabil dan umur obligasi serta reputasi auditor agar dapat meningkatkan peringkat obligasinya. The type of research that used the associative – correlational. The title of this research is “The Influence of leverage, Productivity, Liquidity, Maturity, and Auditor Reputation on Bond Rating”. The aims of research is to find out and to analyze the effect of leverage, Productivity, Liquidity, Maturity, and Auditor Reputation on bond rating. The method used to determine the research sample is purposive sampling method , thus obtained 55 samples of the company , which annually consists of 11 companies. Based on result of research and data analysis using Ordinal Logistic Regression it has got the conclusions: (1) Leverage has a negative effect on bond ratings, (2) Productivity has no positive effect on bond ratings, (3) Liquidity has a positive effect on bond ratings, (4) Maturity has no negative eeffect on bond ratings, (5) Auditor Reputation has no positive effect on bond ratings.. As implication of the conclusion above, in order to increase bond ratings, the management company should consider several things such as components or bond rating assessment indicators . Efforts to do is to correct or improve its financial performance in particular on productivity indicators to be more stable and the maturity as well as the auditor reputation in order to increase its bond ratings.
524815041F1B012027KINERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DALAM MENGELOLA PBB-P2 GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN BANYUMASPengalihan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah merupakan bentuk tindak lanjut kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Pada tahun 2015 proporsi Pendapatan Asli Daerah dari total pendapatan daerah masih rendah hanya menyumbang 15,55 persen. Oleh karena, itu perlu adanya tindakan untuk meningkatkan PAD, dengan menginsentifkan penarikan PBB-P2 agar proporsi PAD dengan pendapatan daerah tidak terlalu timpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskprisikan kinerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mengelola PBB-P2 guna Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian menggunakan Model Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan kinerja DPPKAD Kabupaten Banyumas sudah optimal dari mulai produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas. Temuan dalam penelitian ini bahwa Skill sebagian pegawai yang masih rendah karena tidak adanya program upgrading berupa diklat berakibat pada kurang terampilnya pegawai dalam menjalankan pekerjaan yang bersifat teknis di lapangan sehingga produktivitas organisasi menjadi terganggu. Fungsi Actuating dalam Manajemen Publik memiliki peran yang penting untuk meningkatkan skill pegawai. DPPKAD Kabupaten Banyumas telah memiliki alur Manajemen Keluhan/Complain, tetapi tidak semua sumber keluhan dapat diakomodir. Padahal dalam manajemen publik fungsi Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan responsivitas organisasi terhadap lingkungan luar organisasi. Masih ada program yang tidak berjalan dengan baik karena rendahnya serapan annggaran. Fungsi Budgeting dalam manajemen publik berguna agar proses penganggaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan organisasiThe distribution of PBB-P2 from the cenral government to the regional government is a follow-up for the implementation of the regional autonomy and fiscal decentralization. In 2015, the proportion of PAD compared from the total of the regional income can be classified as low; which only contributed 15,55 percent. Because of that, there should be actions to increase the PAD, which can be done trough giving incentive for the collection of PBB-P2 so the proportion of PAD and the total regional income doesn’t have that much gap. This research’s goal is to describe the performance of the DPPKAD in managing the PBB-P2 to increase the PAD in Banyumas, in which this research focus location is. This research use qualitative model with descriptive analysis. Informans were chosen by purposive sampling and snowball sampling. The data were collected by interview, observation, and documentation. Meanwhile the data analysis technique is interactive analysis model. The result shows that the performance of DPPKAD Banyumas District is already optimal from productivity, service quality, responsivity resposibility, accountability. The findings in this study that skill some employees who are still low because there is no upgrading program the form of training, resulting in less skilled the employees in the work is technical in the field so that the productivity of organizations to be disturbed. The function of Actuating in Management has a role which is essential to improve the skills of employees. DPPKAD of the Agency of Banyumas, has had the complain management, but not all the complaints can be accommodated. In fact, in the management of public functions for settlements are needed to increase responsivitas the organization to the environment outside of the organization. There are programs are not going well because of low uptake budget. The function of Budgeting in the management use to the budgeting process in accordance with the needs and abilities of the organization.

524915042C1A010053FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAH TENAGA KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN LOGAN DI DESA PASIR WETANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jam kerja, pengalaman kerja dan omzet terhadap upah tenaga kerja industri pengolahan logam pada KPL Satria di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, untuk mengukur kontribusi upah tenaga kerja industri pengolahan logam pada KPL Satria terhadap pendapatan rumah tangga, untuk mengukur apakah tingkat upah tenaga kerja dan pendapatan rumah tangga tenaga kerja industri pengolahan logam pada KPL Satria sudah memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas 2015.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja industri pengolahan logam pada KPL Satria di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Ukuran populasi pada penelitian ini sebanyak 148 orang. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 60 tenaga kerja dengan menggunakan metode proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linear berganda, analisis kontribusi pendapatan rumah tangga dan analisis kebutuhan hidup layak.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel jam kerja dan omzet industri berpengaruh positif terhadap upah tenaga kerja industri pengolahan logam pada KPL Satria di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Sedangkan pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap upah. Terdapat 9 tenaga kerja yang berkontribusi kecil terhadap pendapatan rumah tangga dan 51 tenaga kerja yang berkontribusi besar terhadap pendapatan rumah tangga. Terdapat 13 (22%) tenaga kerja dikatakan tidak layak karena belum memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas dan 37 (78%) tenaga kerja dikatakan layak karena sudah memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas. Sedangkan untuk rumah tangga tenaga kerja, terdapat 55 (92%) rumah tangga tenaga kerja dikatakan tidak layak karena belum memenuhi standat KHL Kabupaten Banyumas dan 5 (8%) rumah tangga tenaga kerja dikatakan layak karena sudah memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas.
This study aimed to analyze the influence of working hours, work experience and turnover on income metal processing industry in the KPL Satria in Pasir Wetan, District Karanglewas, Banyumas, to measure the contribution of labor income metal processing industry in the KPL Satria on household income, to gauge whether the level of labor income and household income workers in the metal processing industry to meet the standard Satria KPL KHL Banyumas, 2015.
The population in this study were all workers at the metal processing industry KPL Satria in Pasir Wetan, District Karanglewas, Banyumas. The population size in this study as many as 148 people. The number of respondents in this study is 60 workers using proportional random sampling method. This research use multiple linear regression analysis, contribution analysis of household income and decent living needs analysis.
Based on the research and analysis of data using multiple linear regression analysis showed that the variable working hours and earnings positive effect on the wages of industrial workers in the metal processing industry KPL Satria in Pasir Wetan, District Karanglewas, Banyumas. While work experience had no effect on wages. There are nine workers who contribute little to household income and 51 workers who contribute substantially to household income. There are 13 (22%) workers say is not feasible because it has not meet the standards of KHL Banyumas and 37 (78%) of labor is feasible because it meets the standard KHL Banyumas. As for domestic labor, there are 55 (92%) of household labor is said to be unfit for the KHL has not met standat Banyumas and 5 (8%) of household labor is feasible because it meets the standard KHL Banyumas.
525015043C1A012070ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING BERDASARKAN SKALA USAHA YANG BERBEDA DI KABUPATEN PEKALONGANPenelitian ini merupakan penelitian survei pada peternak ayam ras pedaging di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging Berdasarkan Skala Usaha Berbeda di Kabupaten Pekalongan”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah (1) untuk mengukur tingkat besarnya total biaya dan total pendapatan, (2) untuk mengukur keuntungan maksimum dan tingkat efisiensi ekonomi usaha, (3) untuk menganalisis perbedaan tingkat keuntungan rata – rata peternak responden dalam menjalankan usaha ternak ayam ras pedaging berdasarkan tingkat skala usaha berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah peternak ayam ras pedaging di Kabupaten Pekalongan. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 32 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total pendapatan yang diterima oleh peternak responden lebih besar daripada total biaya yang dikeluarkan. (2) Dari kegiatan usaha ternak ayam ras pedaging peternak responden memperoleh tingkat keuntungan yang cukup tinggi dan telah efisien. Untuk analisis keuntungan maksimum dapat tercapai pada saat produksi ayam sebesar Q = 77.757 kg dengan keuntungan maksimum sebesar Rp. 102.785.006. (3) Hasil uji beda keuntungan, didapatkan nilai T hitung sebesar 6,518 dan nilai p (sig) sebesar 0,000 atau nilai p < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan dari masing – masing peternak dalam menjalankan usahanya.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu usaha ternak ayam ras pedaging di Kabupaten Pekalongan masih perlu dipertahankan karena usaha tersebut menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan peternak. Peternak ayam ras pedaging diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi ternak untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dan menguntungkan.
This research is a survey on broiler breeder in Pekalongan Regency. The tittle of this research is ”Analysis of Income Poultry Broiler Based On Different Business Scale in Pekalongan Regency. The aim of this research is (1) to measure the amount of total cost and total revenue (2) to measure the maximum profit and the level of business economic efficiency (3) to analyze the difference average profit rate from farmer respondents in implementing poultry broiler based on business scale. The research population are broiler breeder in Pekalongan Regency. There were 32 breeders chosen as respondents of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondents.
Based on result of research (1) total revenue’s receive is higher than total cost incurred to process production, (2) the income earnings of farmers was high and had been efficient. As for the analysis of profit maximum can be achieved when the production on Q = 77.757 kg with profit maximum of Rp102.785.006, (3) the result of different profit test, obtained T value 6,518 and p value (sig) 0,000or p < 0,05, that means there are significant differences between breeders in the conduct of bqusiness.
As implication of the conclusion above, broiler farming in Pekalongan Regency still need to be maintained because the business is profitable and contributed to the farmer’s income. Broiler breeders are expected to increase livestock population to obtain greater revenue and more profitable.
525115044H1D012038Kinerja Kabel Baja Diameter 6 mm Sebagai Perkuatan Eksternal Balok Beton BertulangSalah satu penyebab dari kegagalan struktur adalah gempa bumi. Agar tidak terjadi kegagalan struktur, maka dibutuhkan perkuatan struktur sebagai antisipasi awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui kinerja kabel baja diameter 6 mm sebagai perkuatan eksternal balok beton bertulang. Metode perkuatan ini dilakukan secara eksternal tanpa penambahan mortar, sehingga tidak ada penambahan berat beban sendiri. Parameter pengujian meliputi kapasitas lentur, kekakuan lentur, daktalitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap tiga buah balok beton bertulang, masing-masing satu buah balok tanpa perkuatan atau balok kontrol, satu buah balok perkuatan yang diperkuat dengan 2 kabel baja diameter 6 mm, dan satu buah balok perkuatan yang diperkuat dengan 4 kabel baja diameter 6 mm. Penampang benda uji balok berbentuk persegi dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan third point loading. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas beban lentur balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio sebesar 1,689 dan 3,316. Kekakuan lentur efektif balok perkuatan juga mengalami peningkatan terhadap balok kontrol degan rasio 4,643 dan 1,469. Namun indeks daktilitas balok perkuatan dengan dua kabel baja diameter 6 mm mengalami kenaikan terhadap balok tanpa perkuatan dengan rasio 1,166, sedangkan balok perkuatan dengan empat kabel baja diameter 6 mm mengalami penurunan terhadap balok tanpa perkuatan dengan rasio sebesar 0,572. Pola retak yang terjadi untuk benda uji balok beton bertulang relatif seragam dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur.One of the causes of structural failure is an earth-quake. Therefore, there need strengthening as a mitigation. The aim of this experiment is to determine the performance of 6 mm diameter wire rope as an external strengthening of reinfoced concrete beam. This strengthening method is done externally without adding any mortar, so there is no additional self weight. Parameter consist of flexural capacity, effective stiffness, ductility index, cracking pattern and type of failure. This experiment conducted on three reinforced concrete beams, which were one beam without strengthening as a control beam, one beam strengthened by two of 6 mm diameter wire rope, and one beam strengthened by four of 6 mm diameter wire rope. Cross section of the specimen beam is rectangular with the dimension of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Thrid point loading was set up as a loading method. The result show that the flexural capacity of the strengthening beam were increased compared to control beam with the ratio; 1,689 and 3,316. Effective stiffness of strengthening beam were also increased compared to control beam with the ratio; 4,643 and 1,469. But the ductility index of strengthening beam with two of 6 mm diameter wire rope was increased compared to control beam with the ratio of 1,166, while the strengthening beam with four of 6 mm diameter wire rope was decreased compared to control beam with the ratio of 0,572. The crack pattern which occurred for all examination objects are able to be categorized types of bending collapse.
525215047B1J010212KEANEKARAGAMAN SERANGGA POLINATOR
PADA TUMBUHAN EDELWEISS JAWA (Anaphalis javanica)
DI GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH
Serangga penyerbuk (polinator) merupakan serangga yang berperan sebagai agen menempelnya serbuk sari ke putik. Edelweiss Jawa (Anaphalis javanica) merupakan tumbuhan berbunga, tumbuh pada daerah puncak gunung, memiliki manfaat ekologi sangat besar yaitu sebagai penahan tanah gunung dari erosi limpasan air hujan, sebagai habitat beberapa burung juga bunganya sebagai sumber makanan beberapa serangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman serangga polinator dan mengetahui kelimpahan spesies serangga polinator pada tumbuhan A. javanica di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel metode scan sampling yaitu mengamati dan menangkap dengan kite netting serangga yang hinggap pada bunga tumbuhan A. javanica sepanjang jalur pendakian Gunung Slamet. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu 30 hari.
Hasil identifikasi diperoleh serangga polinator pada A. javanica di Gunung Slamet sebanyak 364 individu dari 6 spesies yaitu Eristalis lineata, Episyrphus viridaureus, Lucilia caesar, Xylocopa confusa, Eurema hecabe dan Chrysolina polita. Kelimpahan tertinggi yaitu Eristalis lineata (60,16%) sedangkan terendah yaitu Xylocopa confusa (0,55%). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) = 1,180, indeks kemerataan Shannon-Evennes (E) = 0,659 dan Dominansi Simpson’s (D) = 0,413. Keanekaragaman serangga polinator pada A. javanica Gunung Slamet termasuk kategori rendah. Rendahnya keanekaragaman serangga polinator pada tumbuhan A. javanica disebabkan oleh jumlah spesies serangga polinator pengunjung bunga A. javanica yang sedikit, kemerataan kelimpahannya rendah dan adanya dominansi.
Pollinating insects (pollinators) are insects that act as agents of attachment of pollen to the pistillum. Java Edelweiss (Anaphalis javanica) is a flowering plant, grows in the top of the mountain, has a very large ecological benefits are as retaining soil erosion mountain of storm water runoff, as habitat for some birds also interest some insects as a food source. The purpose of this research was to determine the diversity of insect pollinators and determine the abundance of insect pollinators on plant species A. javanica at Mount Slamet, Central Java. This study used survey method with the sampling method of scan sampling of observing and capturing the insect netting kite perched on a plant flowers along the path A. javanica ascent of Mount Slamet. Sampling was done 3 times repeat at intervals of 30 days.
Results obtained identification of insect pollinators on A. javanica in Mount Slamet many as 364 individuals of 6 species is Eristalis lineata, Episyrphus viridaureus, Lucilia caesar, Xylocopa confusa, Eurema hecabe and Chrysolina Polita. Eristalis lineata highest abundance (60.16%) while the lowest is Xylocopa confusa (0.55%). Shannon-Wiener diversity index (H ') = 1.180, Shannon evenness index-Evenness (E) = 0.659 and Simpson's dominance (D) = 0.413. Diversity of insect pollinators on A. javanica Mount Slamet including low category. The low diversity of insect pollinators in plants A. javanica due to the number of species of insect pollinators of flower visitors A. javanica slightly, evenness low abundance and dominance.
525315048D1E012061HUBUNGAN UKURAN LINIER TUBUH DENGAN BOBOT BADAN DOMBA GARUT JANTAN DI UPTD BPPT DOMBA MARGAWATI KABUPATEN GARUTTujuan penelitian yaitu mempelajari hubungan ukuran linier tubuh (panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak) dengan bobot badan Domba Garut jantan. Penelitian dilakukan dengan metode survey penetapan besaran sampel berdasarkan metode purposive random sampling sebanyak 30 ekor Domba Garut jantan dewasa. Peubah yang diamati yaitu tinggi pundak (X1), panjang badan (X2), lingkar dada (X3) dan bobot badan. Hasil analisis regresi berganda ukuran linier tubuh diperoleh persamaan Y = 47,005 – 0,615 X1 + 0,027 X2 + 0,661 X3. Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa ukuran linier tubuh (panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada) secara bersama sama tidak berhubungan (P>0,05). Hasil analisis regresi berganda uji “t” parsial dari keempat varibel independen, panjang badan dan tinggi pundak tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Sedangkan untuk lingkar dada berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan lingkar dada memiliki hubungan positif terhadap bobot badan sehingga bisa digunakan untuk menduga bobot badan domba Garut.The purpose of this research is to investigate the relationship between the linear body sizes (body length, girth, and weither height) and the body weight of Garut rams. The 30 Garut rams used as the research materials were selected by a survey based on a purposive random sampling method. The research varibles were the weither height (X1), body length (X2), girth (X3), and body weight. The multiple regression analysis on the linear body sizes formulated an equation Y= 47,005 – 0,615 X1 + 0,027 X2 + 0,661 X3 resulting that the linear body as a whole is not significantly correlated (P>0.05) to the body weight. The multiple regression analysis of the partial T-test on the four independent variables shows that even though the body length and shoulder height are not significantly correlated (P>0.05) to the body weight, the girth is significantly correlated (P<0.05). It can be concluded that the girth was positively related to the body weight and, therefore, can be used to estimate the body weight of Garut rams.
525415049D1E012252HUBUNGAN UKURAN LINIER TUBUH DENGAN BOBOT BADAN DOMBA GARUT BETINA DI UPTD BPPT DOMBA MARGAWATI KABUPATEN GARUTTujuan penelitian ini untuk mempelajari hubungan antara ukuran linier tubuh dengan bobot badan Domba Garut betina. Penelitian dilakukan dengan metode survei, penetapan sampel berdasarkan metode purposive random sampling sebanyak 30 ekor domba Garut betina dewasa. Peubah yang diamati yaitu bobot badan (Y), panjang badan (X1), lingkar dada (X2) dan tinggi pundak (X3). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ukuran linier tubuh secara bersama-sama berhubungan sangat nyata (P<0,01) dengan bobot badan mengikuti persamaan Y= -37,948 + 0,313X1 + 0,725X2 – 0,054X3 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,71 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,505. Ukuran linier tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak) terutama lingkar dada memiliki hubungan sangat erat (P<0,01) dengan bobot badan domba Garut betina dewasa.The purpose of this research is to assess the relationship between the linear body size and the body weight of the ewes. The materials used in this research were 30 Garut ewes which were selected by a survey method based on a purposive random sampling. The observed variables were the body weight (Y), body length (X1), girth (X2) and shoulder height (X3) of the ewes. The result of the multiple regression analysis shows that the linear body is highly significant (P<0,01) to the body weight by following a regression equation Y= -37,948 + 0,313X1 + 0,725X2 – 0,054X3 whose correlation coefficient (r) and coefficient of determination (R²) are 0,71 and 0,505, respectively. The girth of Garut ewes has the most significant relationship with their body weight.
525515050C1A012025ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KUBIS DI DESA SAGARAHIANG KECAMATAN DARMA
KABUPATEN KUNINGAN
RINGKASAN
Penelitian ini berjudul ’’Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Kubis di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan’’. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi kubis di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan., 2) Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan pada produksi kubis di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan, 3) Untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usahatani kubis di DesaSagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan..
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 petani kubis di Desa Sagarahiang dengan metode stratified random sampling (acak berstrata). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penggunaan faktor produksi berupa luas lahan (X1) tenaga kerja (X2), bibit (X3), pupuk (X4), dan pestisida (X5) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis dan nilai Fhitung sebesar 16,303. Dengan α= 0,05, secara parsial faktor produksi bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis, tetapi faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kubis. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi kubis dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut:
Y = 2,197 X10,177X2-0,149X30,722X40,148X5-0,016
Efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi bibit dan luas lahan belum efisien dan variabel tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani kubis di Desa Sagarahiang sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 3,5/ha.
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Secara parsial variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan variabel pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis di Desa Sagarahiang. Oleh karena itu, Dinas Pertanian perlu mengadakan pendidikan non formal seperti pelatihan kepada para petani tentang tata cara bertani kubis yang benar agar dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja. Kemudian para petani juga harus lebih memperhatikan takaran atau dosis dalam menggunakan pestisida. Sedangkan penggunaan variabel pupuk tidak efisien, hal ini berarti bahwa pupuk yang digunakan petani kubis di Desa Sagarahiang terlalu banyak. Supaya efisien, seharusnya para petani mengurangi penggunaan pupuk sesuai dengan jumlah pupuk yang dianjurkan yaitu 1.100 kg sampai dengan 2.150 kg/hektar. 2) Penggunaan variabel luas lahan dan bibit pada usahatani kubis belum efisien, hal ini berarti bahwa bibit yang digunakan petani kubis di Desa Sagarahiang terlalu sedikit. Oleh karena itu agar efisien, seyogyanya para petani menambah jumlah bibit yang digunakan sesuai dengan jumlah yang dianjurkanpemerintah yaitu 60 kg/hektar. 3) Secara ekonomi usahatani kubis di Desa Sagarahiang sudah efisien. Tetapi padaumumnya para petani kubis hanya mengandalkan modal sendiri yang masih terbatas. Oleh karena itu, agar para petani dapat terus meningkatkan usahataninya sebaiknya pemerintah setempat dapat membuat kebijakan yang mendukung seperti pinjaman modal dengan bunga rendah maupun bantuan sarana produksi berupa pengadaan subsidi bibit, pupuk, maupun pestisida.
SUMMARY
The title of this research is “Analysis of Usage Factor Production In Cabbage Farm in the village of Sagarahiang, Darma Subdistrict, Kuningan Regency”. The purpose of this research are. 1). To determine the influence of factors of production to the production of cabbage in the village of Sagarahiang Darma subdistrict Kuningan Regency. 2). To determine the level of efficiency usage of production factors that used in the production of cabbage in the village of Sagarahiang Darma Subdistrict Kuningan Regency. 3) To determine the level of economic efficiency of cabbage farm in the village of Sagarahiang Darma Subdistrict Kuningan Regency.
The method of research is survey and usage primary data by interview and questionnaries. The number of sample is 44 respondents in Sagarahiang Village and sample method used Stratified Random Sampling. Data analysis technique used function of production Cobb-Douglas, analysis of alocative efficiency, and analysis of economic efficiency by R/C ratio.
The result of this research indicate that: 1) the usage of factors production is Land area (X1), Labour (X2), seeds (X3), Manure (X4), and Pesticides (X5) by together have an significante effect on cabbages production and the number of F test is 16,303. With alpha 0,05, based on partial factor production of seeds have influence significante on cabbages production, but the factor of production of Land area, labour, manure and pesticides have not influence significant on cabbages production. The correlation of use factors of production with production of cabbagess is showed in the Cobb-Douglas produce function model :
Y = 2,197 X10,177X2-0,149X30,722X40,148X5-0,016
Efficiency in use of factor production seeds and land area is not yet efficient and manure, labour and pesticides is not efficient. But, The result of economic efficiency showed that cabbage’s farmer in Sagarahiang Village is already efficient is economic with number or R/C ratio is 3,5.
Implications of this research is: 1) labour and pesticides have not influence significant on cabbage production in Sagarahiang Village. So, Department of Agriculture need to make non formal educated like train for labour about manners farm is true so that can to step on kuality of labour. Then farmer must be to attentiondoses in use to psticides. 2) The use of seeds variable in cabbage farmer is not yet efficient, is meaning that use seeds of cabbage farmer in Sagarahiang Village is more little. So that efficient, farmers must be plusseeds according to government recommend 60 kg/ha. Exactly the use of meanure is not efficient, is meaning that use meanure of cabbage farmer in Sagarahiang Village is more much. So that efficient, farmers must to less meanure acording to government recommend 1.100 kg/ha to 2.150 kg/ha. 3) Economy cabbage farm in Sagarahiang Village is efficient. But in generaly cabbage’s farmer only use private capital that limited. Because of that, in order to farmers can to increase of cabbage farmthe government can make policy that support like capital liabillity with less interest or helped by production tools like subsidy seeds, meanure, orpesticides.
525615051C1C012051Pengaruh Risiko kredit, Risiko pasar, Risiko likuiditas, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital terhadap Kontinuitas Usaha PerbankanPenelitian yang berjudul : “ Pengaruh Risiko kredit, Risiko pasar, Risiko likuiditas, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital terhadap Kontinuitas usaha perbankan”,bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, good corporate governance, earnings, dan capital terhadap kontinuitas usaha perbankan.
Data penelitian dikumpulkan dari 32 bank umum sampel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012 sampai dengan 2014 yang dipilih secara purposive. Data dianalisis dengan model regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis secara simultan dan parsial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, good corporate governance, earnings, dan capital (secara simultan) berpengaruh signifikan terhadap kontinuitas usaha perbankan, (2) Risiko kredit berpengaruh (signifikan) terhadap kontinuitas usaha perbankan, (3) Risiko pasar berpengaruh (signifikan) terhadap kontinuitas usaha perbankan, (4) Risiko likuiditas (tidak signifikan) berpengaruh terhadap kontinuitas usaha perbankan, (5) Good Corporate Governance (tidak signifikan) berpengaruh terhadap kontinuitas usaha perbanka, (6) Earnings (tidak signifikan) berpengaruh terhadap kontinuitas usaha perbankan, dan (7) Capital (tidak signifikan) berpengaruh terhadap kontinuitas usaha perbankan.
Implikasi. Risiko likuiditas dapat dikurangi dengan melakukan pengelolaan kredit melalui pembaruan kebijakan dan prosedur. Implementasi good corporate governancesebagai kultur organisasi perbankan sampai tataran teknis. Earnings dapat ditingkatkan melalui peningkatan spread bunga tabungan dan investasi, dan Capital dapat ditingkatkan melalui pengoptimalan penggunaan modal sendiri.
This study takes the title: "Influence of Credit Risk, Market Risk, Liquidity Risk, Good Corporate Governance, Earnings and Capital on the Continuity of banking business", have purpose was to analyze the effect of credit risk, market risk, liquidity risk, good corporate governance, earnings, and capital to the continuity of banking business.
Data were collected from 32 samples of commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012 through 2014 were selected purposively. Multiple regression were used to test hypotheses simultaneously and partially.
The research results showed that: (1) Credit risk, Market risk, Liquidity risk, Good Corporate Governance, Earnings and Capital (simultaneously) significant effect on the continuity of banking business, (2) Partially credit risk (significant) effect on the banking business continuity(3) market risk (significantly) effect on the continuity of banking business, (4) liquidity risk (not significantly) effect on the continuity of banking business, (5) Good Corporate Governance (not significantly) effect on the continuity of banking business, (6 ) Earnings (not significantly) effect on the continuity of banking business, and (7) Capital (not significantly) effect on the continuity of banking operations.
The implications. Liquidity risk can be reduced by the credit management through policy and procedure updates. GCG implementation of a banking organization's culture to the technical level. Earnings can be improved by the increased spread of interest on savings and investments, and Capital can be improved by optimizing the use of their own capital.

525715053F1B010012Evaluasi Implementasi Kebijakan Revitalisasi Posyandu dalam Meningkatkan Fungsi dan Kinerja Posyandu sebagai Layanan Kesehatan Dasar di Kecamatan Patikraja Kabupaten BanyumasKebijakan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembangunan kesehatan dasar melalui SDM yang berkualitas guna memaksimalan peranan, fungsi dan kinerja Posyandu sebagai pusat informasi dan pendektesian dini kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak melalui kebijakan Revitalisasi Posyandu melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 perihal Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu yang merupakan suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, sehingga status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan yakni dengan melihat beberapa kesenjangan terhadap permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu maka dilakukanlah penilaian atau evaluasi terhadapnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan model implementasi kebijakan Randall B. Ripley yaitu kepatuhan dan apa yang terjadi dengan metode evaluasinya adalah single program after-only. Teknik pengambilan sampel menggunakan Area Sampling untuk sasaran sebanyak 47 Posyandu sebagai unit analisisnya dengan responden ketua kader Posyandu yang berada di tujuh desa terpilih dalam wilayah penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase dan proses validitas data menggunakan rumus teknik korelasi “Product Moment”. Hasil penelitian menunjukkan dimensi kepatuhan menunjukkan tingkatan yang cukup yaitu sebesar 51,1% atau sebanyak 24 responden dari jumlah keseluruhan. Kinerja Posyandu pada indikator input secara keseluruhan telah tercukupi dengan nilai indeks terendah sebesar 36,88% dan tertinggi sebesar 93,62%. Kemudian, kinerja Posyandu pada indikator proses secara keseluruhan telah cukup baik dengan nilai indeks terendah sebesar 42,55% dan tertinggi sebesar 87,94%. Lalu, kinerja Posyandu pada indikator output secara keseluruhan telah tercukupi dengan nilai indeks terendah sebesar 46,10% dan tertinggi sebesar 78,72%. Sedangkan dimensi apa yang terjadi menunjukkan tingkatan yang tinggi yaitu sebesar 59,6% atau sebanyak 28 responden dari jumlah keseluruhan. Kinerja Posyandu pada faktor-faktor yang mempengaruhi secara keseluruhan telah cukup baik dengan nilai indeks terendah sebesar 60,99% dan tertinggi sebesar 98,58%. Akan tetapi dari dua dimensi tersebut ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada sub aspek sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab V.Background of this policy is the importance of basic health development through qualified human resources to maximize the role, function, and performance of Posyandu (Maternal and Child Health Care) as an information center and an early detection of public health, especially for mothers and children by the Circular of the Minister of Home Affairs and Regional Autonomy No. 411.3 /1116/SJ dated June 13, 2001 concerning General Guidelines of Posyandu Revitalization which is a way to intensify Posyandu’s function and performance in order to fulfill the needs of children growth even when they were still in their mother’s womb, so that mother’s and children’s health and nutritional status degree able to be maintained or even improved by analyze several gaps of problems which occured in implementation of all Posyandu activities, and then assessment or evaluation about that has been done. Research methods in this research use descriptive quantitative approach with a model of policy implementation by Randall B. Ripley which are compliance, and what’s happening.Evaluation methods use single program after-only. The sampling technique use Area (Cluster) Sampling with 47 Posyandu as research sample, and the head of cadres in seven selected villages in the study area as respondents. Data were collected using questionnaires, documentation, interviews and observation. Data analyzedby descriptive analysis which showed by percentage, and the data validity processedby correlation technique formula called "Product Moment". Result of this research showed that in the test statistics dimensions of compliance lied on sufficient criteria namely 51.1% or 24 respondents out of total respondents. Posyandu's performance on indicators of input has been fulfilled with the lowest index value of 36,88% and 93,62% as the highest value. While Posyandu’s performance on indicators of processing has been fulfilled with the lowest index value of 42,55% and 87,94% as the highest value. And its performance for output indicators are 46,10% as the lowest and 78,72% as the highest value. Finally, for dimensions of what’s happening lied on sufficient criteria namely 59.6% or 28 respondents out of the total respondents. Overall factors that affects Posyandu performance showed a high level with the 60,99% as the lowest and 98,58% as the highest value. For the record, there are some things of these two dimentions that need to be improved in these sub-aspects as described in Chapter V.
525815052C1A012035ANALISIS KETIMPANGAN WILAYAH DAN PENGEMBANGAN SEKTOR POTENSIAL DI PRIANGAN TIMUR PROVINSI JAWA BARATABSTRAK

Penelitian ini berjudul "Analisis Ketimpangan Wilayah dan Pengembangan Sektor Potensial di Daerah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat". Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 2008-2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketimpangan yang terjadi di wilayah Priangan Timur, sektor potensial yang dimiliki kabupaten/kotanya, dan seberapa optimal pemanfaatan sektor potensial tersebut. Alat analisis yang digunakan yaitu Indeks Williamson, LQ (Location Quotient), Analisis Shift Share dan Tipologi Klassen.
Hasil penelitian dan analisis data menggunakan indeks Williamson menunjukkan bahwa disparitas wilayah Priangan Timur cukup rendah dengan nilai indeks di bawah 0,3 selama 2008-2014. Berdasarkan analisis LQ (Location Quotient) 2008-2014 sektor potensial di setiap kabupaten/kota di Priangan Timur cukup beragam. Berdasarkan analisis Shift Share dari semua kabupaten/kota di Priangan Timur telah memberikan kontribusi positif untuk wilayah Priangan Timur. Hasil Tipologi Klassen sektoral menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak sektor di kuadran IV dengan empat sektor yang sulit untuk berkembang. Sementara Kabupaten Ciamis merupakan kabupaten yang memiliki sektor paling maju dan cepat tumbuh dengan tiga sektor di Kuadran I. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya cukup tertinggal dalam pengembangan sektor ekonominya. Hasil klasifikasi wilayah dapat disimpulkan bahwa hanya kota Tasikmalaya yang telah maju dan berkembang pesat di kuadran I, Kabupaten Ciamis maju tapi tertekan pada kuadran II, Kabupaten Garut dan Kota Banjar mulai berkembang pesat pada kuadran III dan Kabupaten Tasikmalaya berada di kuadran IV, hal ini sejalan dengan klasifikasi sektoralnya masih banyak tertinggal pula.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan beberapa kebijakan untuk kabupaten/kota yang wilayahnya relatif tertinggal dengan daerah sekitarnya. Kebijakan tersebut di antaranya (1) perbaikan infrastruktur di kabupaten/kota yang masih tertinggal (2) Penyediaan dukungan dana dengan dilengkapi pelatihan sumber daya manusia yang ada dari pemerintah terkait untuk mengoptimalkan potensi daerah Priangan Timur.
ABSTRACT
This research entitled "Analysis of Regional Disparities and Sector Development Potential sectors in the Region East Priangan West Java Province". This study uses secondary data such as time series data with the observation period 2008-2014. The purpose of this research was to determine the extent of disparities in the region of East Priangan, potential sectors of the districts / city, and how optimal utilization of the potential sectors. The analysis tool used is Williamson index, LQ (Location Quotient), Shift Share Analysis and Klassen Typology. Results of research and data analysis using Williamson index shows that disparities Eastern Priangan quite low index value below 0.3 during 2008-2014. Based on the analysis of LQ (Location Quotient) 2008-2014 potential sectors in each district / city in East Priangan quite diverse. Based Shift Share analysis of all the districts / cities in East Priangan has made a positive contribution to the region in the East Priangan. The results showed that the sectoral Klassen Typology Tasikmalaya District has a lot of sectors in quadrant IV with four sectors that are difficult to develop. While the Ciamis District is a district that has the most advanced sector and fast growing with three sectors in Quadrant I. It shows that the Tasikmalaya District quite behind in the development of economic sectors. The results of the classification of regions can be concluded that only the city of Tasikmalaya have developed and thrived in the first quadrant, Ciamis District advanced but depressed in quadrant II, Garut District and Banjar City began to grow rapidly in quadrant III and Tasikmalaya District is located in quadrant IV, in line with sectoral classification is still a lot left behind anyway.
Implication of this research is necessary to do some policies for districts / cities that are relatively underdeveloped area with the surrounding area. The policy which (1) the improvement of infrastructure in the districts / cities that are still lagging behind (2) Provision of financial support to include training of the human resources available from the relevant government to optimize the potential of the area in East Priangan.
525915100D1E012204Produk Fermentasi Rumen Kambing yang Diberi Pakan Bungkil Kedelai yang Diproteksi Menggunakan Cairan Batang Pisang Secara In VitroPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan cairan batang pisang untuk memproteksi protein bungkil kedelai terhadap konsentrasi VFA total, N-NH3, ¬dan SPM. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen kambing Jawa Randu jantan sebanyak 3 ekor yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sokaraja segera setelah kambing dipotong. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = Bungkil kedelai tanpa proteksi (kontrol), R1 = Bungkil kedelai 200 gr + cairan batang pisang 200 ml, R2 = Bungkil kedelai 200 gr + cairan batang pisang 400 ml. Metode penelitian yang digunakan eksperimental in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap one way classification. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh secara kuadrater terhadap konsentrasi VFA total dengan persamaan Y = 105,33 – 0,44 X + 0,00057917 X2 dan titik terendah berada pada P (377,7 ; 22,71), akan tetapi berpengaruh secara linier terhadap konsentrasi N-NH3 dengan persamaan Y = 20,18 + 0,82 X dan terhadap Sintesis Protein Mikroba (SPM) dengan persamaan Y = 32,85 - 0,0396 X. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disarankan bahwa untuk mendapatkan pasokan protein yang lebih banyak pada pasca rumen perlu dilakukan proteksi terhadap protein pakan.This experimental study was conducted to investigate the effects of using banana bole liquid to protect soybean meal on the concentrations of total Vollatile Fatty Acid (VFA), N-ammonia (N-NH3), and Microbial Protein Synthesis. The materials used in this experiment were rumen fluids of 3 male Jawa Randu goats from Slaughter House of Sokaraja immediately after being slaughtered. The treatments consisted of T0 = soybean meal without protection (control), T1 = soybean meal, 200 gr + banana bole liquid, 200 ml, T2 = soybean meal, 200 gr + banana bole liquid, 400 ml. The experiment used in vitro method and was designed with one way classification/ Completely Randomized Design. The data was analyzed with an analysis of variance and followed by Orthogonal Polynomial test. The results showed that the treatments quadratically affect the concentration of total VFA forming an equation, Y = 105.33 – 0.44 X + 0.00057917 X2 and the lowest point was at P (377.7 ; 22.71), but linearly effect the concentration of N-NH3 and the Microbial Protein Synthesis forming equations, respectively, Y = 20.18 + 0.82 X and Y = 32.85 – 0.0396 X. Based on the results, it is suggested that in order to obtain more protein supplies in the post rumen, it is necessary to do the protection to dietary protein.
526015055C1A011086ANALISIS JUMLAH PENDUDUK DAN LUAS TANAM TERHADAP INDEKS KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2008-2012Penelitian berjudul “Analisis Jumlah Penduduk dan Luas Tanam Terhadap Indeks Ketahanan Pangan di Kabupaten Ciamis tahun 2008-2012”, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis dan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk terhadap indeks ketahanan pangan.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai IKP yang didapat pada tahun 2008 sebesar 606,63 yang artinya bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis tahun 2008 surplus, demikian juga pada tahun berikutnya yakni tahun 2009 walaupun luas tanam berkurang akan tetapi jumlah produksi yang dihasilkan meningkat hal ini dikarenakan hasil panen maksimal serta nilai IKP yang didapat sebesar 625,78 yang artinya ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis tahun 2009 surplus. Pada tahun 2010 luas tanam padi di Kabupaten Ciamis meningkat hal ini terjadi karena melihat pada tahun sebelumnya jumlah produksi padi maksimal maka tahun 2009 di Kabupaten Ciamis luas tanam padi bertambah. Ini memberikan efek positif pada jumlah produksi padi yang akan dihasilkan. Hasil produksi padi yang diperoleh Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan yang besar yakni sekitar 56.131 ton, demikian juga dengan nilai IKP yang diperoleh. Hal lain terjadi pada tahun 2012 jumlah produksi padi mengalami penurunan sekitar 88.699 ton dikarenakan banyaknya tanaman padi yang diserang hama serta mengakibatkan jumlah produksi padi menurun, namun ketahanan pangan tetap tercukupi hal ini ditunjukan dengan nilai IKP > 1.
Hasil analisis pengaruh jumlah penduduk terhadap indeks ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis menunjukan jumlah penduduk selalu bertambah setiap tahun tetapi ketahanan pangan masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Ciamis bahkan terdapat surplus yang dapat di distribusikan ke luar daerah.
The research entitled "The analysis of population and planting area on the food security index in Ciamis 2008-2012 periods". The purpose of this research is to determine the condition of rice availability in Ciamis and to determine the effect of population on the rice production quantity.
The results of this study revealed that the IKP value in 2008 is 606.63, which means that the availability of food in Ciamis 2008 is experiencing surplus, as well as in 2009 despite the planting area reduced but the number of production increased as a result of maximum harvest and with IKP value is 625.78, which means the availability of food in Ciamis 2009 is experiencing surplus. In 2010 the rice planting area in Ciamis increases because the planting area increases. This gives a positive effect on the rice production quantity. The rice production in Ciamis regency experienced a large increase for about 56,131 tones, as well as the IKPvalue. Something happened in 2012 that the rice production quantity decreases by 88,699 tones because the pest attack and rice production quantity decreases, but still the food availability is adequate as indicated by IKP value> 1.
The analysis of population and planting area influence on food security index in Ciamis Regency is able to fulfil the needs of Ciamis society and giving food surplus to be distributed to other regions.