Artikelilmiahs
Menampilkan 5.301-5.320 dari 48.829 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5301 | 15091 | D1E012299 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE KARKAS ITIK TEGAL JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun sirsak (Annona muricata L.) dalam pakan terhadap pertambahan bobot badan dan persentase karkas pada itik Tegal jantan. Penelitian telah dilaksanakan pada 29 November 2015 - 3 Januari 2016 di kandang itik Sokaraja Kulon, Purwokerto. Materi penelitian menggunakan 60 ekor itik Tegal jantan, pakan basal yang diberikan terdiri atas jagung 30%, soy bean meal 7%, minyak sayur 6,1%, poultry meat meal 17%, dedak 38,2%, L-lysin HCL 0,1%, DL-methionin 0,3%, topmix 0,2%, NaCl 0,1%, dan CaCO3 1%. Perlakuan terdiri atas : pakan basal ditambah 0% tepung daun sirsak, pakan basal ditambah 5% tepung daun sirsak, pakan basal ditambah 10% tepung daun sirsak, pakan basal ditambah 15% tepung daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh rataan pertambahan bobot badan masing 441,73 g, 107,06 g, 26,00 g, dan -81,30 g. Rataan persentase karkas masing-masing 51,59%, 49,04%, 51,70% dan 47,94%. Bagian-bagian karkas itik antara lain dada, punggung, sayap, dan paha. Hasil rataan persentase masing-masing bagian karkas antara lain dada 13,84%, punggung 14,27%, sayap 9,66% dan paha 12,28%. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan dengan persamaan garis Y = 427,74 - 67,10 X + 2,27 X2 dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin tinggi dosis tepung daun sirsak akan menurunkan pertambahan bobot badan namun menghasilkan persentase karkas yang relatif sama. | This study was aimed to determine the effect of adding dried soursop leaf meal (Annona muricata L.) in feed on the body weight gain and carcass percentage of male Tegal duck. The research had been conducted from November 29, 2015 to January 3, 2016 at a duck farm in Sokaraja Kulon, Purwokerto. The research materials used 60 male Tegal ducks, basal feed consisting of Corn 30%, Soy Bean Meal 7%, Vegetable oil 6.1%, Poultry Meat Meal 17%, Bran 38.2%, L-lysine HCL 0.1 %, DL-methionine 0.3%, Topmix 0.2%, NaCl 0.1%, and CaCO31%. The treatments consisted of control diet, basal ration plus 5% soursop leaf meal, basal ration plus 10% flour soursop leaves, basal ration plus 15% flour soursop leaves. The results obtained the average of weight gain were respectively 441.73 g, 107.06 g, 26.00 g, and -81.30 g. While the average of carcass percentage were, respectively, 51,59%, 49,04%, 51,70%, and 47,94%. Parts of carcasses of ducks were respectively chest, back, wings, and thighs. The results of the average percentage of each carcass parts include chest 13.84 % , backs 14.27 % , wings 9.66 % and thighs 12.28 %. The results of the study show that the treatments were high significantly (P <0.05) affected the weight gain with an equation Y= 427.74 - 67.10 X + 2.27 X2 and did not significantly affect the carcass precentage (P> 0.05). This study concludes that the higher level of dried soursop leaves added into the feed will decrease the body weight gain but produce relatively the same carcass percentage. | |
| 5302 | 15092 | G1A012006 | Korelasi Trigliserida dan Kolesterol Total dengan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Obes | Diabetes melitus tipe 2 terjadi akibat beberapa faktor risiko seperti dislipidemia dan obesitas. Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang dapat menyebabkan peningkatan lipid darah seperti kadar trigliserida dan kolesterol total. Peningkatan lipid dalam darah terjadi akibat akumulasi lemak berlebih di jaringan adiposa yang menyebabkan peningkatan kadar asam lemak bebas pada keadaan obesitas. Diagnosis obesitas ditegakkan dengan cara menghitung indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi trigliserida dan kolesterol total dengan indeks massa tubuh dan lingkar perut pada pasien DM tipe 2 obes. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 30 pasien DM tipe 2 pada PROLANIS periode Maret 2016 di Klinik Utama Amanda, Klinik Yos Sudarso dan Klinik dr. Shinta Wulan Sari di Purwokerto. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan terdapat korelasi yang bermakna antara kolesterol total dengan lingkar perut (p=0,027; r=0,403). Hasil uji korelasi Spearman terdapat korelasi bermakna antara kadar trigliserida dengan IMT (p=0,001; r=0,596), trigliserida dengan lingkar perut (p=0,012; r=0,454) dan kolesterol total dengan IMT (p=0,000; r=0,675). Kesimpulan, kadar trigliserida dan koleserol total berkorelasi dengan indeks massa tubuh dan lingkar perut pada pasien DM tipe 2 obes. | Diabetes mellitus type 2 due to multiple risk factors such as dyslipidemia and obesity. Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism that can lead to increased levels of blood lipids such as triglycerides and total cholesterol. Increased blood lipids caused by the accumulation of excess fat in adipose tissue which causes an increase in free fatty acid levels in the obese state. The diagnosis of obesity is established by calculating the body mass index (BMI) and abdominal circumference. The purpose of this study was to determine the correlation of triglycerides and total cholesterol with body mass index and abdominal circumference in patients with type 2 diabetes are obese. This research is an analytic observational with cross sectional design. The research sample using 30 patients with type 2 diabetes mellitus in PROLANIS period March 2016 at the Main Clinic Amanda, Yos Sudarso Clinic and Clinic dr. Wulan Sari Shinta in Purwokerto. Pearson correlation test results showed that there was significant correlation between total cholesterol with abdominal circumference (p = 0.027; r = 0.403). The results of Spearman correlation test there is significant correlation between the levels of triglycerides with a BMI (p = 0.001; r = 0.596), triglycerides with abdominal circumference (p = 0.012; r = 0.454) and total cholesterol with IMT (p = 0.000; r = 0.675). Conclusion, high levels of triglycerides and total cholesterol are correlated with body mass index and abdominal circumference in patients with type 2 diabetes are obese. Keyword: type 2 diabetes mellitus, triglycerides, total cholesterol, Body Mass Index, Abdominal Circumference | |
| 5303 | 15093 | B1J012061 | PERTUMBUHAN KOMPENSATORI DAN SINTASAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) PADA SIKLUS PEMUASAAN DAN PEMBERIAN PAKAN KEMBALI YANG DISUPLEMENTASI Spirulina platensis | Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, ketersediaan ikan nilem di Indonesia belum cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat, hal ini disebabkan karena kurang seragam laju pertumbuhan dan rendahnya sintasan ikan nilem. Salah satu penelitian mengenai pemberian pakan dengan suplementasi Spirulina platensis terbukti dapat menghasilkan pertumbuhan dan sintasan ikan yang optimum nilem. Namun dalam upaya suplementasi S. platensis masih mengalami kendala karena biaya produksi pakan akan semakin meningkat, menyebabkan akumulasi sisa pakan dan ekskresi ammonia yang berlebihan sehingga lingkungan menjadi tercemar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem yang optimal, diperlukan manajemen pemberian pakan yang tepat dengan pakan yang disuplementasi S. platensis, salah satu metode yaitu dengan cara pemuasaan. Pemuasaan dan pemberian pakan kembali telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan kompensatori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan kompensatori ikan nilem (Osteochilus vittatus) dengan interval waktu pemuasaan yang berbeda, serta mendapatkan waktu pemuasaan yang paling optimum terhadap pertumbuhan kompensatori ikan nilem (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji cobakan didasarkan interval waktu pemuasaan yang berbeda yaitu ikan tidak dipuasakan (kontrol (P1), ikan dipuasakan hari senin (P2), puasa senin dan jumat (P3), puasa senin dan selasa (P4), serta puasa senin, rabu dan jumat (P5). Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu di Stasiun Percobaan Program Studi D3 Pengelolaan Sumber daya Perikanan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemuasaan yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertambahan berat ikan nilem (Osteochilus vittatus) pada minggu ke-4,6 dan 8 (P<0,05), sedangkan pertambahan panjang dan SGR memberikan pengaruh yang signifikan pada minggu ke-2 dan ke-4 (P<0,05). Berdasarkan data pertambahan berat, panjang dan SGR, ikan nilem tergolong kedalam kompensatori berlebih (Over compensatory). Hasil sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) yang dipuasakan juga bengaruh secara signifikan (P<0,05) pada minggu ke-4,6 dan 8. Pertumbuhan kompensatori dan sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) meningkat akibat pemberian interval waktu pemuasaan dengan pakan yang disuplementasi Spirulina platensis. Pertumbuhan kompensatori dan sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) yang paling optimum yaitu ikan yang dipuasakan pada hari senin. | Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) is a freshwater fish that has great potential to be developed. However, the availability of hard-lipped barb in Indonesia has not been sufficient to public demand, its because the growth rate is not equals and low survival rate of Hard-lipped barb. One study on feeding with Spirulina platensis supplementation is proven to generate growth and survival of hard-lipped barb. But the supplementation S. platensis still have a problems because the cost of feed production will increase, causing the accumulation of food remains and excessive excretion of ammonia to the environment being polluted. Therefore, to generate growth and survival rate of fish juvenil nilem optimal, its required to get a feeding management supplemented with S. Platensis by way of fasting method. The fasting method has been shown to increase the compensatory growth. The purpose of this study was to evaluate the compensatory growth of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) with fasting method by different time intervals, to get the most fasting method optimum time to increase the compensatory growth of Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus). This research was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments and 3 repetitions. The treatments was tested based on the time interval of fasting method by different feed, which is the fish are not fasted (control (P1), the fish were fasted on Monday (P2), fasted on Monday and Friday (P3), fasted on Monday and Tuesday (P4), and fasted on Monday, Wednesday and Friday (P5). The study was conducted over five months at the Experiment station Study Program D3 Resource Management Fisheries Biology Faculty of General Soedirman University, Purwokerto. Research shows that the different interval fasting method has a significant influence on weight gain of Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus ) at week 4,6 and 8 (P <0.05), whereas the length and SGR have a significant influence on week 2 and 4 (P <0.05). Based on data from weight gain, long and SGR, hard-lipped barb classified into compensatory excess (Over compensatory). Results show that fish survival hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) were fasted also significantly (P <0.05) at week 4,6 and 8. The compensatory growth and survival rate of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) increased as a result of granting fasting time intervals and feed-supplemented by Spirulina platensis. Compensatory growth and survival of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) most optimum namely fish fasted on Monday. | |
| 5304 | 15098 | C1A012085 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT PADA BANK UMUM DI JAWA TENGAH | Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit pada Bank Umum di Jawa Tengah”, untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loan (NPL), BI rate dan inflasi terhadap penyaluran kredit pada Bank Umum di Jawa Tengah pada tahun 2009 sampai 2014 dan variabel manakah yang memiliki pengaruh paling besar terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Jawa Tengah pada tahun 2009 sampai 2014. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda semi logaritma natural (Ln). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel DPK, NPL, BI rate dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kedit bank umum di Jawa Tengah pada tahun 2009 sampai 2014. Variabel DPK dan inflasi berpengaruh positif, sedangkan variabel NPL dan BI rate berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit Bank Umum di Jawa Tengah pada tahun 2009 sampai 2014. Variabel DPK merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap penyaluran kredit bank umum di Jawa Tengah pada tahun 2009 sampai 2014. Berdasarkan hasil penelitian, pihak bank-bank umum di Jawa Tengah harus lebih inovatif lagi dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat melalui berbagai inovasi yang memungkinkan menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di bank umum. Seperti contohnya pemberian suku bunga tabungan yang besar agar masyarakat tertarik untuk menyimpan dananya di bank. | The study entitled “Factors Affecting the Distribution of Credit on Commercial Bank in Central Java”, is aimed at determining how the influence of variable Third Party Funds (TPF), Non Performing Loan (NPL), BI rate and inflation to distribution of credit on commercial banks in Central Java for period of 2009-2014 and which variable that has the greatest influence on distribution of credit on commercial banks in Central Java for period of 2009-2014. This study used multiple linear regression model with semi natural logarithm (Ln) analysis. The results of this study indicate that TPF, NPL, BI rate and inflation collective have an significant effect on distribution of credit on commercial banks in Central Java for period of 2009-2014. TPF and inflation have a positive effect, meanwhile NPL and BI rate have a negative effect on distribution of credit on commercial banks in Central Java for period of 2009-2014. TPF variable is the variable that has the most impact on the distribution of credit on commercial banks in Central Java for period of 2009-2014. Based on the research results, the commercial banks in Central Java should be more innovative in order to collect funds from the public through a variety of innovations that enable to attract people to save their money in banks. As an example giving high savings interest rates, people are interested to saving their money in banks. | |
| 5305 | 15099 | G1A012108 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DENGAN JUMLAH ASUPAN ENERGI PADA OBESITAS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PURWOKETO | Obesitas adalah penimbunan lemak berlebih didalam jaringan tubuh. Tingkat pengetahuan gizi dan jumlah asupan energi diduga termasuk yang mempengaruhi kejadian obesitas. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi kejadian obesitas karena mempengaruhi perilaku makan seseorang. Dengan tingkat pengetahuan gizi yang baik diharapkan seseorang mampu memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhanya. Jumlah asupan energi juga mempengaruhi kejadian obesitas karena ketika jumlah asupan energi yang masuk melalui makanan melebihi dari yang dibutuhkan maka akan terjadi penimbunan lemak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian obesitas dengan tingkat pengetahuan gizi dan jumlah asupan energi pada siswa Sekolah Menengah Atas di Purwokerto. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional pada 38 siswa Sekolah Menengah Atas yang terpilih di Purwokerto. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan gizi, sedangkan variabel terikatnya adalah jumlah asupan energi Hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan jumlah asupan energi diketahui dengan analisis bivariat mann withney. Hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang siginifikan pengetahuan gizi dengan jumlah asupan energi dengan p 0,663 Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan jumlah asupan energi. | Obesity is excessive accumulation of fat in the tissues of the body. Nutrition knowledge level and energy intake amount allegedly included that affect obesity cases. Nutrition knowledge level affects obesity cases because it affects someone’s feeding behavior. Having good nutrition knowledge level, someone is expected to be able to choose food according to his needs. Energy intake amount also affects obesity cases because when which goes in through the food exceeds what needed there will be accumulation of fat. The purpose of this study was to determine correlation of obesity cases with nutrition knowledge level and energy intake amount on high schools students in Purwokerto. The method used in this study was cross-sectional on 38 students of high schools selected in Purwokerto. The independent variable in this study is nutrition knowledge level , while the dependent variable is energy intake amount The correlation of obesity cases with nutrition knowledge level and energy intake amount was known by chi square bivariate analysis. The result shows that there is not significant correlation nutrition knowledge level and energy intake amount with p 0,663. The conclusion of this study is there is not significant correlation nutrition knowledge level and energy intake amount | |
| 5306 | 15114 | G1G012034 | PENGARUH PEMBERIAN ATORVASTATIN PER ORAL TERHADAP JUMLAH PEMBULUH DARAH KAPILER DAN OSTEOBLAS DALAM PENYEMBUHAN TULANG ALVEOLAR (Studi pada Tikus Model Sprague dawley Periodontitis dengan Diabetes Melitus) | Periodontitis merupakan inflamasi kronik pada jaringan periodontal yang ditandai dengan kehilangan perlekatan (attachment loss) dan tulang alveolar (bone loss). Diabetes melitus dapat meningkatkan keparahan periodontitis, mempercepat kerusakan tulang alveolar (resorpsi), serta menghambat pembentukan pembuluh darah kapiler dan osteoblas pada proses penyembuhan tulang. Atorvastatin diketahui memiliki efek pleiotropik antara lain memicu angiogenesis dan memodulasi diferensiasi osteoblas dalam pembentukan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian atorvastatin per oral terhadap peningkatan jumlah pembuluh darah kapiler dan osteoblas dalam penyembuhan tulang alveolar pada tikus model Sprague dawley periodontitis dengan diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan 35 tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol negatif), kelompok 3 (periodontitis dengan diabetes melitus yang diberi atorvastatin dosis 5 mg/kg BB), kelompok 4 (periodontitis dengan diabetes melitus yang diberi atorvastatin dosis 10 mg/kg BB), dan kelompok 5 (periodontitis dengan diabetes melitus yang diberi atorvastatin dosis 20 mg/kg BB). Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way ANOVA dan dilanjutkan uji post hoc Least Significant Difference (LSD). Hasil menunjukkan bahwa rerata jumlah pembuluh darah kapiler (11,160±1,397) dan osteoblas (64,760±14,819) kelompok 4 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan jumlah pembuluh darah kapiler (5,940±1,651) dan osteoblas (29,620±5,562) kelompok 2. Hasil uji one way ANOVA dan post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah pembuluh darah kapiler dan osteoblas (p<0,05) antara kelompok K1, K2, K3, K4, dan K5. Penelitian ini menyimpulkan pemberian atorvastatin per oral dapat meningkatkan jumlah pembuluh darah kapiler dan osteoblas pada tikus model Sprague dawley periodontitis dengan diabetes melitus. | Periodontitis is chronic inflammatory on periodontal tissues characterized by the loss of attachment (attachment loss) and alveolar bone (bone loss). Diabetes mellitus can increase the severity of periodontitis, accelerate destruction of the alveolar bone (resorption), and inhibits the formation of capillary blood vessels and osteoblasts in the process of bone regeneration. Atorvastatin is known to have beneficial pleiotropic effects include triggering angiogenesis and modulating osteoblast differentiation in bone formation. This study aims to determine the effect of orally administered atorvastatin to an increase in the number of capillary blood vessels and osteoblasts in alveolar bone healing in Sprague dawley rat model of periodontitis with diabetes mellitus. This research was an experimental laboratory with 35 male Sprague dawley rats which were divided into five groups: group 1 (healthy control), group 2 (negative control), group 3 (periodontitis with diabetes mellitus who were given atorvastatin dose of 5 mg/kg BW), group 4 (periodontitis with diabetes mellitus who were given atorvastatin dose of 10 mg/kg BW), and group 5 (periodontitis with diabetes mellitus who were given atorvastatin dose of 20 mg/kg BW). Results were analyzed by one way ANOVA test and followed by post hoc Least Significant Difference (LSD). The results showed that the mean number of capillary blood vessels of atorvastatin treatment groups by administering a dose of 10 mg/kg BW (11.160±1.397) was significantly higher compared with negative control group (5.940±1.651). The mean number of osteoblasts of atorvastatin treatment groups by administering a dose of 10 mg/kg BW (64.760±14.819) was significantly higher compared with negative control group (29.620±5.562). The result of one way ANOVA test and post hoc LSD showed that there were significant differences in the number of capillary blood vessels and osteoblasts (p<0.05) between groups K1, K2, K3, K4, and K5. The conclusions of this study is orally administered atorvastatin can increase the number of capillary blood vessels and osteoblasts in Sprague dawley rats model of periodontitis with diabetes mellitus. | |
| 5307 | 15095 | B1J012150 | KARAKTERISASI MOLEKULER IKAN GURAMI SOANG (Osphronemus gouramy Lac.) YANG MATI PADA RENTANG WAKTU BERBEDA MENGGUNAKAN PCR-RFLP GEN MHC KELAS II B | Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan yang populer di masyarakat Indonesia. Gurami soang merupakan strain ikan gurami yang memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan strain yang lain. Namun, strain soang juga memiliki kelangsungan hidup yang rendah dan rentan terhadap penyakit. Penyakit ikan yang sangat berbahaya adalah yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Benih yang berasal dari satu pemijahan memiliki ketahanan terhadap penyakit yang bervariasi sehingga jika diinfeksi oleh bakteri Aeromonas hydrophila akan memiliki ketahanan berbeda-beda. Perbedaan daya hidup tersebut dapat terjadi karena perbedaan komponen genetik yang dimiliki pada setiap individu dalam satu pemijahan. Salah satu gen yang bertanggungjawab terhadap resistensi adalah gen Major Histocompatibility Complex (MHC) kelas II B. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa variasi pada gen MHC kelas IIB berkorelasi positif dengan sifat resistansi suatu populasi. Variasi resistensi dapat dianalisa secara molekuler menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) – RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism). PCR-RFLP merupakan suatu teknik yang dapat memperbanyak fragmen DNA tertentu melalui PCR, diikuti dengan pemotongan situs restriksi untuk menggambarkan ada atau tidak adanya perubahan situs restriksi yang terdapat pada fragmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen MHC kelas 2B pada ikan gurami soang yang diinfeksi Aeromonas dan mati pada rentang waktu berbeda sehingga dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik. Penelitian menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Isolasi genom total dilakukan menggunakan metode Chelex. Gen MHC Kelas IIB diamplifikasi menggunakan teknik PCR. Amplicon yang dihasilkan dipotong menggunakan empat enzim restriksi berbeda. Data pola pita PCR-RFLP dianalisis secara deskriptif berdasarkan ada-tidaknya fragmen pada gelagarosa. Proses amplifikasi gen MHC KelasII B menghasilkan amplikon berukuran 400 pasang basa (pb). Pemotongan amplikon menggunakan enzim restriksi menunjukkan bahwa hanya satu dari empat enzim yang mampu menghasilkan fragmen RFLP. Pemotongan produk PCR menggunakan enzim HinfI menghasilkan dua pita RFLP yang masing-masing berukuran lebih kurang 300 pb dan 100 pb. Kedua fragmen RFLP tersebut muncul pada semua sampel ikan gurami soang. Hal ini menunjukkan tidak adanya variasi polimorfisme gen MHC Kelas II B pada ikan gurami soang yang mati pada waktu berbeda. Sementara itu, pemotongan menggunakan enzim restriksi PstI, HindIII, BamHI, dan EcoRI tidak dihasilkan pita RFLP pada semua sampel. Oleh karena itu tidak diperoleh pita RFLP spesifik yang dapat digunakan untuk membedakan individu benih guramiyang mati dalam kurun waktu berbeda. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada variasi genetik pada populasi benih gurami yang mati dalam waktu berbeda. | Giant gurami (Osphronemus gouramy Lac.) is a popular fish species among Indonesian people. Several Gurami strains have been cultivated by fish farmer, one of which is giant gurami soang. This strain has a faster growth rate compared to other strains. However, like other strains, Soang strain have also a low survival and suceptible to disease, especially that caused by Aeromonas hydrophyla infection. It has been proved that seeds from a single spawning event show varibale disease resistance. The difference in resistance among individual is suggested related to their genetic component, although resulted from a single spawning. One of the genes responsible for resistance is Major Histocompatibility Complex (MHC) class II B gene. Several studies had prove that variation inMHC gene has positive corelation with population resistance. Population variations can be analyzed by using PCR (Polymerase Chain Reaction) - RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism). PCR-RFLP is a technique that can produce a specific DNA fragments by PCR, followed by cutting of the restriction sites to observe whether there is a restriction sites alteration. This research aims to determine the genetic MHC class IIB on Gurami Soang infected by Aeromonas and dying at a different time range that can be used to analyze the genetic diversity. The study used survey method with purposive random sampling. Total genome was isolated using Chelex method. Class IIB of MHC gene was amplified using PCR technique. Amplicons were cut used four different restriction enzymes. PCR-RFLP band patterns were analyzed descriptively based on the pressence of DNA bands on agarose gel. Amplification results a fragment of MHC IIB gen of 400 bp length. Restriction process proved that one out of four restriction enzymes able to cut the amplicon. Restriction used HinfI enzyme produce two RFLP bands with the size of 300 bp and 100 bp for whole samples. This indicate that MHC class IIB gene of giant gurami soang strain with different lifespan was monomorphic.. The PstI, HindIII, BamHI and EcoRI enzymes were unable to cut amplicon for whole samples. Therefore, it was no specific RFLP band which can be used to differentiate among strain soang individuals with different life span. This result also indicates that no genetic variation was observed on giant gurami soang strain population which were died in different time. | |
| 5308 | 17676 | B1J012166 | VIABILITAS DAN KARAKTER MORFOLOGI SEL-SEL HEPATOPANKREAS IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) PADA KONDISI IN VITRO | Ketersediaan cell line pada ikan sangat terbatas oleh karena itu penelitian untuk penyediaan cell line perlu dikembangkan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (kultur primer) dan rancangan acak lengkap (kultur sekunder) Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu sel hepatopankreas mencapai konfluensi, mengevaluasi viabilitas sel, dan karakter morfologi sel-sel hepatopankreas. Faktor pertama adalah jenis serum terdiri dari serum darah ikan dan Fetal Bovine Serum (FBS). Faktor kedua adalah konsentrasi serum dalam medium yaitu kontrol, 5%, 10%, dan 15% dengan 8 kombinasi masing-masing 4 kali ulangan. Data terdiri dari waktu mencapai konfluensi, kepadatan sel, viabilitas sel, proporsi sel, dan morfologi sel-sel hepatopankreas dianalisis menggunakan ANOVA dan data kualitatif berupa morfologi sel dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konfluensi adalah 6 hari bagi kultur primer sel hepatopankreas dan 5 hari bagi subkultur. Viabilitas sel hepatopankreas pada semua kelompok perlakuan >94% yang mengindikasikan bahwa sel dalam kondisi baik. Kepadatan sel hasil kultur primer, dan subkultur lebih tinggi pada kultur yang mengandung serum darah ikan dibandingkan dengan FBS. Berdasarkan karakter morfologi sel hasil kultur primer suspensi sel hepatopankreas dikategorikan ke dalam 5 tipe sel dan 3 tipe sel di antaranya diidentifikasi pada subkultur sel hepatopankreas. | There is a growing needs of fish-origin cell line in research. Yet the availability of such cell line is limited. This study was conducted experimentaly using factorial completely randomized design (primary culture) and completely randomized design (secondary culture) to determine the culture period to achieve confluence, cell viability and morphological character of hepatopancreas cell. The first factor was type of the serum consisted of fish serum and Fetal Bovine Serum (FBS). The second factor was serum concentration consisted of control without serum, 5%, 10%, and 15%. Eight replicates were provided for each treatment combinations. The data consisted of period to reach cell confluence, cell viability, cell density were analyzed using ANOVA and morphological character was described. The results showed that the cell confluence was reached in 6 days for primary culture and 5 days for secondary culture. The cell viability of all treated groups were ≥94%. The cell density in the culture with fish serum suplements was significantly higher than those with FBS suplement. Morphological features identified 5 cell types in the primary cultures and only 3 cell types of the survive in secondary culture. | |
| 5309 | 15126 | A1M012007 | APLIKASI METODE PENGENDALIAN MUTU STATISTIK PADA PROSES PRODUKSI DODOL TAPE SIRSAK | Industri Kecil Menengah (IKM) Dodol Tape Sirsak Super “Ibu Nur” merupakan salah satu IKM pemproduksi dodol tape sirsak di daerah Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsistensi mutu produk yang dihasilkan dalam setiap proses produksinya dilihat dari kandungan kadar air, kadar abu dan total sukrosa. Penelitian ini dilaksanakan di IKM Dodol Tape Sirsak Super “Ibu Nur” Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode teknik pengendalian mutu statistik dan simple random sampling dalam pengambilan sampelnya. Pengujian dan analisis dilakukan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 sampai bulan Januari 2016. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parameter mutu kadar air, kadar abu dan total sukrosa dari analisis histogam berada dalam batas-batas spesifikasi produk. Analisis dari bagan kendali untuk kadar air dan kadar abu berada dalam keadaan tidak terkendali, parameter mutu total sukrosa berada dalam keadaan terkendali, untuk bagan kendali R menunjukkan bahwa keragaman semua parameter mutu dalam keadaan terkendali. Diagram pareto menunjukkan bahwa urutan penyimpangan atau kerusakan dari yang tertinggi hingga terendah yaitu kadar air, kadar abu dan total sukrosa. Diagram sebab akibat memperlihatkan penyebab terjadinya penyimpangan dari beberapa faktor yaitu : bahan baku, pengolahan, pekerja dan peralatan. Focus Group Discussion (FGD) menghasilkan penyebab terjadinya penyimpangan dari beberapa faktor. | Small and Medium Enterprise (SME) of Dodol Tape Sirsak “Ibu Nur” is one of the SME that produce dodol made from fermented cassava and soursop located on Ajibarang. This research aimed to find out the consistency of quality product in every production process which could be seen from various contents, such as, water, ash, and total sucrose content. This research has been done at Small and Medium Enterprise (SME) of Dodol Tape Sirsak “Ibu Nur” Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. The research used statistical quality control method and Simple random sampling has been used to determine the sampling size. Trial and analysis have been done at Agricultural Technology Laboraotium, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, and the research was conducted from September 2015 to January 2016. The research showed that the average quality parameter value of water ash, and total sucrose content which gotten from histogram analysis are still within the boundaries of product specifications. The control chart analysis for water and ash content are in the unrestrained condition while the total sucrose content is in the restrain condititon. The R-bar control chart analysis showed that all contents are in restrain conditions. Pareto diagram showed the order of deviation or incongruity from the highest to the lowest which is water content, ash content, and total sucrose content. Cause and effect diagram showed the causes of damage are from several factors, such as, raw materials, processing, employees, and equipment.Forum Group Discussion (FGD) has generate the causes of deviation from several factors. | |
| 5310 | 15101 | C1A012019 | ANALISIS PENGARUH FUNDAMENTAL MAKROEKONOMI TERHADAP KINERJA PASAR MODAL DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara kinerja pasar modal di Indonesia yang dilihat dari IHSG dan empat variabel fundamental makroekonomi yang meliputi variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga deposito, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada periode 1988-2014 serta memprediksi tren IHSG sampai dengan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan alat analisis VECM dan tren linier kuadrat terkecil. Hasil analisis menemukan bahwa dalam jangka pajang variabel pertumbuhan ekonomi, suku bunga deposito, nilai tukar rupiah terhadap dolar berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan variabel inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap IHSG. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa perkembangan IHSG sampai tahun 2020 bernilai positif dan meningkat. | This study aimed to analyze the influence of the performance of the capital market in Indonesia is seen from IDX Composite variable and the four fundamental macroeconomic variables that include economic growth, inflation, interest rates on deposits, and exchange rate in the period 1988-2014 and predict trends IDX Composite until 2020. This research use VECM analysis and least squares linear trend. The analysis finds that in the long-term economic growth, the deposit rate, exchange rate are positively related with IDX Composite, while the inflation are negatively related with IDX Composite. Results of the analysis showed that the growth trend until 2020 IDX Composite worth positive and increased. | |
| 5311 | 15103 | F1A012064 | ANALISIS JARINGAN KERJA DALAM PENGELOLAAN USAHA INDUSTRI KREATIF FASHION KAUS DI BANYUMAS | Industri Kreatif fashion kaus di Banyumas, berkembang dengan baik. Setidaknya diketahui terdapat 13 pelaku usaha. Kesemuanya tersebut memiliki rentan usia usaha yang berbeda, yakni kisaran 3 sampai 20an tahun. Omsetnyapun beragam, yakni berkisar antara jutaan hingga ratusan juta dalam hitungan perbulan. Produk dari mereka, beberapa diantaranya sudah meluas hingga ke luar daerah Banyumas. Berkembangnya usaha tersebut, erat kaitannya dengan jaringan kerja yang dimiliki oleh para pelaku usaha. Melihat pentingnya jaringan kerja tersebut, maka analisis mengenai bentuk jaringan kerja perlu dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui bentuk jaringan kerja serta upaya yang dilakukan dalam memperluasnya. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan observasi di lapangan, ditemukan bahwa setiap pelaku usaha memiliki caranya masing-masing dalam mengelola usahanya. Pada proses kreasi, bentuk jaringan kerja yang ditemukan adalah dengan mengadakan kompetisi desain, mempekerjakan desainer, serta bergabung dengan komunitas tertentu sebagai wadah untuk mengeksplor ide kreasi. Dalam jaringan produksi, beberapa pelaku usaha sudah memiliki rumah produksi sendiri, tetapi ada pula yang menjalin kerjasama dengan penjahit sebagai mitra kerja pembantu. Pada proses distribusi, hampir semua pelaku usaha memiliki outlet sendiri. Selain lewat outlet, mereka juga menitipkan komoditinya di tempat lain seperti toko pusat oleh-oleh, sedangkan dalam jaringan komersialisasi, yakni melalui pemanfataan media sosial serta proses dari mulut ke mulut. Adapun jejaring diantara sesama pelaku usaha tidak banyak ditemukan. | The creative fashion shirt industries in Banyumas evolve rapidly. At least, there are 13 entrepreneurs. All of them have run their business ranged from 3 and 20 years. The incomes are also diverse, starts from billion and nearly million rupiah per month. Their products are spread around Banyumas. Their business run due to the network they built for years. Based on the importance of business network, the analysis about the form of business network needs to be in order to know the form of the business network and what should be done to expand. Based on the deep interviews and observations, it found that each of the business owner has their own ways to manage their business. In creating process, the form of the business network done by design competition, engage the designer, and join a community as a forum to explore the ideas of creation. In production network, some of the businessmen have their own production house even though some of them build a network with other dress-makers as additional helper. In distribution process, almost all of them have outlets. Besides, they enstrusted their commodity in other places, such as souvenir centers, while on the commercial networks, they use social media as the process word of mouth. As the networking amongst businessmen, we couldn’t find any networks among them. | |
| 5312 | 15102 | B1J009159 | KELIMPAHAN TUNGAU PREDATOR ZETZELLIA SP PADA BEBERAPA KLON TANAMAN TEH DI PT PN IX SEMUGIH MOGA PEMALANG JAWA TENGAH | Teh (Camelia sinensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia. Perkebunan teh yang terdapat di Indonesia diantaranya adalah perkebunan teh yang terletak di Desa Semugih, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang di bawah naungan PTPN IX Semarang. Perkebunan teh ini ditanami berbagai klon teh dan terdapat beberapa tungau hama yang menyerang tanaman teh. Selain tungau hama terdapat juga tungau predator, salah satunya adalah tungau perdator Zetzellia sp. Peran tungau predator yaitu sebagai pengendali alamiah tungau hama yang hidup pada daun teh. Kelimpahan tungau predator Zetzellia sp. dipengaruhi oleh beberapa kondisi lingkungan eksternal yang meliputi suhu, kelembaban, curah hujan serta klon tanaman teh yang berdampak terhadap efektivitas pengendalian hayati tungau predator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan tungau predator Zetzellia sp. pada beberapa klon tanaman teh di PT PN IX Semugih Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator Zetzellia sp. yang diperoleh dari beberapa klon tanaman teh di PT PN IX Semugih. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan metode diagonal. Sampel berupa daun teh diambil sebanyak 5 tangkai daun dari tiap titik di setiap sudut dan bagian tengah kebun. Pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali, dengan interval waktu 1 minggu. Seluruh daun teh diperiksa di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah tungau predator Zetzellia sp yang ditemukan. Data pendukung yang diamati antara lain temperatur, kelembaban udara dan curah hujan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variasi (ANOVA) pada tingkat kesalahan 10%. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan tungau predator Zetzellia sp. berbeda sangat nyata (P<0,01) yang di lakukan pada klon Gambung dan TRI 2024 dan Assamika, di lanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan klon juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kelimpahan tungau predator Zetzellia sp, klon Gambung dan TRI 2024 memiliki nilai kelimpahan sama di bandingkan klon Assamika. | Tea (Camellia sinensis) is one of the main commodities in Indonesia. There are tea plantations in Indonesia include tea estate located in the village Semugih, District Moga, Pemalang Regency under the auspices of PT PN IX Semarang, this tea plantations planted various clones of tea and there are several mite pests that attack crops of tea. In addition to pest mites are also predatory mites, one of which is a mite perdator Zetzellia sp. Predatory mite's role is as a natural control of pest mites that live on tea leaves. The abundance of predatory mites Zetzellia sp influenced by some external environmental conditions that include temperature, humidity, rainfall and tea clones that have an impact on the effectiveness of biological control of mite predators. The purpose of this study was to determine the abundance of predatory mites on several clones Zetzellia sp tea plant in PTPN IX Semugih Central Java. The material used in this study are predatory mites Zetzellia sp obtained from several clones of tea in PT PN IX Semugih. Research using survey method with systematic sampling technique. Determination of sampling points at study sites using the diagonal. Samples of tea leaves are taken as much as 5 petiole of each point in each corner and the center of the garden. Sampling was repeated 4 times, at intervals of 1 week. The whole leaf tea is examined under a stereo microscope and counted the number of predatory mites found Zetzellia sp. Supporting data were observed among other things the temperature, humidity and rainfall. Data were analyzed using analysis of variation (ANOVA) at an error rate of 10%. The results showed the abundance of predatory mites Zetzellia sp highly significant that in doing the clones Gambung and TRI 2024 and Assamika, proceed with the test duncan. The results showed clones also affect the abundance of predatory mites Zetzellia sp, clone Gambung and TRI 2024 has a value equal abundance compared assamika clones. | |
| 5313 | 15111 | G1G012023 | KARAKTERISTIK POLIMORFISME GEN VITAMIN D RECEPTOR (VDR) TaqI (rs731236) PENDERITA PERIODONTITIS KRONIS PADA POPULASI JAWA DI BANYUMAS | Periodontitis kronis merupakan peradangan kronis jaringan periodontal yang terjadi karena beberapa faktor. Faktor lokal berupa mikroorganisme dan faktor sistemik berupa faktor genetik. Faktor genetika penyebab periodontitis kronis berupa mutasi pada gen yang berfungsi dalam pengaturan homeostasis kalsium, yaitu gen vitamin D receptor (VDR). Mutasi pada gen VDR yang terjadi pada suatu daerah berbeda dengan daerah lain, karena efek genetika berbeda pada populasi, suku, atau etnis yang berbeda. Hal ini dapat terjadi pada semua populasi termasuk populasi Jawa di Banyumas. Tujuan dari penelitian ini mengetahui distribusi genotip dan frekuensi alotip gen VDR TaqI (rs731236) penderita periodontitis kronis pada populasi Jawa di Banyumas. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif dalam bentuk studi cross sectional terhadap 30 penderita periodontitis kronis pada populasi Jawa di Banyumas. Sampel yang didapat dilakukan proses isolasi DNA, Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) dan analisis data menggunakan Court Lab Hardy-Weinberg Equilibrium (HWE). Hasil penelitian ini didapatkan seluruh sampel hasil isolasi DNA teramplifikasi gen VDR dengan adanya satu pita berukuran 618 bp. Proses RFLP enzim restriksi TaqI juga menunjukan pemotongan pada seluruh sampel. Hasil analisis data didapatkan X2 sebesar 0,71 dengan nilai p = 0,39 (p>0,05). Hal ini menunjukkan frekuensi alel mutan gen VDR pada populasi Jawa di Banyumas yang menderita periodontitis kronis dalam keadaan keseimbangan genetik. Simpulan dari penelitian ini distribusi genotip penderita periodontitis kronis pada populasi Jawa di Banyumas sebanyak 22 (73%) genotip TT, 8 (27%) genotip TC, dan 0 (0%) genotip CC dengan frekuensi alel T (wild type) sebesar 0,87 (87%) dan alel C (mutan) sebesar 0,13 (13%). | Chronic periodontitis is a chronic inflammation of periodontal tissue which occurs due to several factors. Local factors such as microorganisms and systemic factors such as genetic factor. Genetic factor is the form of mutations in genes function in the regulation of calcium homeostasis, such as genes vitamin D receptor (VDR). VDR gene mutation that occurs in a region different from other regions, because of different effects on population genetics, race, or ethnicity is different. It can occur in all populations including the population of Java in Banyumas. The purpose of this study are to know the distribution of genotypes and frequency alotypes TaqI VDR gene (rs731236) patients with chronic periodontitis in the population of Java in Banyumas. This type of research is descriptive cross sectional study to 30 patients chronic periodontitis in the population of Java in Banyumas. Samples obtained DNA isolation process, Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) and data analysis using the Court Lab Hardy-Weinberg Equilibrium (HWE). The results of this study are the entire sample of the isolated DNA VDR gene amplified in the presence of a 618 bp-sized band. The process of restriction enzyme TaqI RFLP also showed cuts in the whole sample. Results of data analysis obtained X2 was 0.71 with p = 0.39. The p-value obtained is greater than 0.05 indicates the VDR gene mutant allele frequency in the population of Java in Banyumas who suffer from chronic periodontitis in a state of genetic equilibrium. The conclusions of this study are the distribution of genotypes of patients with chronic periodontitis in the population of Java in Banyumas as many as 22 (73%) genotype TT, 8 (27%) genotype TC, and 0 (0%) genotype CC with the frequency of the T allele (wild type) 0, 87 (87%) and the C allele (mutant) 0.13 (13%). | |
| 5314 | 15104 | H1E011004 | Interpretasi 2 D Anomali Medan Magnetik Untuk Mengidentifikasi Zona Rembesan Minyak Di Daerah Cipari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah | Penelitian geofisika dengan metode magnetik telah dilakukan di Daerah Cipari Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona rembesan minyak pada daerah tersebut. Setelah dilakukan pengolahan data yang meliputi beberapa koreksi dan reduksi, maka diperoleh data anomali medan magnetik lokal daerah penelitian. Data anomali magnetik ini dimodelkan dengan perangkat lunak Mag2DC for Windows dengan mengambil tiga sayatan. Hasil interpretasi dari pemodelan menunjukan formasi batuan yang terdapat minyaknya adalah Formasi Pemali yang didalamnya terdapat fosil foraminifera plantonik dengan nilai suseptibilitas (χ = 0,0038 cgs units). Formasi Pemali ini terletak dibawah Formasi Halang. Formasi Halang memiliki nilai suseptibilitas (χ = 0,00204). Formasi Halang merupakan tempat keluarnya rembesan minyak melalui rekahan rekahan yang ada pada formasi tersebut. | Geophysics research using magnetic methods has been conducted at Cipari Cilacap. This study aims to identify the zone of oil seeps in the area. After processing the data that includes several corrections and reduction, we obtained local magnetic anomaly data of research area. This magnetic anomaly data is modeled using Mag2DC software for Windows by taking three incisions. The results of modeling interpretation shows rock formations that has oil is Pemali Formation which there are fossil foraminifera plantonik with a value of susceptibility (χ = 0,0038 cgs units). Pemali Formation is located below the Halang Formation. Halang Formation value susceptibility (χ = 0,00204). Halang formation is the location where the discharge of oil seeps through the cracks and fractures exist. | |
| 5315 | 15105 | B1J012165 | BIOLOGI REPRODUKSI TERITIP Amphibalanus amphitrite DI PANTAI TELUK PENYU, CILACAP YANG DIAMBIL PADA BULAN SEPTEMBER-NOVEMBER 2015 | Individu A. amphitrite bersifat hermaprodit namun mereka tidak membuahi dirinya sendiri melainkan membuahi individu A. amphitrite lain yang berada disekitarnya. Teritip melakukan fertilisasi secara internal yang berlangsung di rongga mantel. Sel telur yang telah dibuahi, dieramkan dalam rongga mantel sampai menjadi larva naupli. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biologi reproduksi A. amphitrite populasi perairan Pantai Teluk Penyu, Cilacap selama periode September-November 2015 dan mengevaluasi korelasi antara ukuran cangkang dengan parameter reproduksi A. amphitrite. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel teritip secara purposive dari populasi yang melekat di dermaga beton Pantai Tebeng Pulau Nusakambangan di perairan Teluk Penyu Cilacap. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, yakni pada bulan September, Oktober, dan November tahun 2015 saat air laut mengalami surut terendah tiap bulannya. Sel telur dan larva naupli teritip diamati dan dihitung, serta diameter telur diukur. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah sel telur, embrio, dan larva naupli dari bulan September hingga November 2015 dari 60 individu A. amphitrite yang diamati. Jumlah sel telur terbanyak ditemukan pada bulan September yang berjumlah 6647 sel, sedangkan jumlah sel telur terendah ditemukan pada bulan November dengan jumlah 2706 sel. Pada bulan September terdapat 4569 embrio dan 6915 larva naupli. Namun, pada bulan Oktober dan November tidak ditemukan embrio maupun larva naupli pada keseluruhan sampel. Jumlah sel telur sampel A. amphitrite yang diambil di lokasi penelitian setiap bulan dalam rentang September-November 2015 tidak signifikan. Sedangkan jumlah embrio dan larva naupli A. amphitirite signifikan. Ukuran cangkang tidak berkorelasi dengan jumlah sel telur, embrio, dan larva naupli A. Amphitrite pada penelitian ini . | A. amphitrite are hermaphrodites, with croos-fertilization. The sperm is introduced into the mantel cavity of nearby A. Amphitrite individual through an elongated penis. The fertilizied eggs are brooded within the mantel cavity. This study aimed to evaluate the biological reproduction and evaluate A. amphitrite correlation of the size of the shell with reproductive parameters A. amphitrite at the Teluk Penyu beach, Cilacap during September-November 2015. Bernacle specimen was collected according to purposive sampling technique, from the concrete dock of Teluk Penyu beach. Sampling was conducted three times, on September, October, and November 2015 when the sea level was at the lowest ebb of the month. The egg, embrio and nauplii larvae were counted; diameter of eggs and embryos were measured. Results showed that there was a non significant decrease in the number of ovum, embryos, and nauplii larvae from of September to November 2015 (p>0.05). The highest number of egg was found in September (6647 cells), and the lowest number of eggs was found in November (2706 cells). In September, there were 4569 embryos and 6915 nauplii larvae. However, in October and November no A. amphitrite embryo nor nauplii larvae was found. There was no significant correlation between A. amphitrite shell dimention and reproductive parameter during the study period. | |
| 5316 | 15118 | B1J012059 | Perubahan Kdar Protein Status Lipostatik Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Stadia Silver yang Dipelihara dalam Salinitas yang Berbeda | Ikan sidat (Anguilla bicolor) merupakan ikan katradomous dan melakukan osmoregulasi selama migrasi yang membutuhkan energi. Karbohidrat merupakan sumber energi yang digunakan pertama kali kemudian akan digantikan oleh lemak dan protein setelah energi karbohidrat habis. Dengan demikian akan berpengaruh terhadap perubahan komposisi kadar protein dan lemak tubuh yang ditunjukkan dalam indeks lipostatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan kadar protein dan lipostatik ikan sidat (Anguilla bicolor) yang dipelihara dalam berbagai salinitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian adalah eksperimental dengan rancangan RAL, perlakuan berupa salinitas media pemeliharaan yaitu kontrol (4 ppt), 15 ppt, dan 30 ppt).masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Ikan uji yang digunakan diperoleh dari Desa Pesanggrahan Kabupaten Cilacap dengan rata-rata berat 395 g – 920 ± 194,14 g dan panjang rata-rata 59 cm – 81cm ± 6,90 cm. Variabel yang diamati adalah kadar protein dan lipostatik ikan sidat. Pengukuran kadar protein dilakukan dengan metode kjeldahl dan kadar lemak dengan soxhlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan nilai kadar protein dan lipostatik tubuh ikan sidat dari masing-masing perlakuan. Namun, kadar protein dan lipostatik dari tubuh ikan tidak terdapat perbedaan nyata dengan perlakuan salinitas (P>0,05), artinya ikan sidat yang dipaparkan pada salinitas 4 ppt, 15 ppt, dan 30 ppt tidak berpengaruh terhadap kadar protein dan lipostatik tubuh ikan sidat. Energi yang berasal dari protein dan lemak tubuh hanya digunakan dalam jumlah sedikit sehingga tidak berpengaruh terhadap nilai kadar protein dan lipostatik tubuh ikan sidat. Dengan demikian dapat disimpulkan kadar protein dan nilai lipostatik ikan sidat (Anguilla bicolor) stadia silver mengalami perubahan pada saat dipaparkan salinitas media 4 ppt, 15 ppt dan 30 ppt. | Eel (Anguilla bicolor) is a catadromous and requires energy for osmoregulation during migration. Carbohydrates are the first source of energy that is used and then will be replaced by fat and protein as energy after carbohydrate depleted. Thus, it will affect the changes in the composition of protein and fat content of the body shown in lipostatik index. The purpose of this study was to evaluate changes in the levels of protein and lipostatik eel (Anguilla bicolor) is maintained in a range of salinity. This research method is experimental research design with CRD, treatment in the form of maintenance medium salinity, control (4 ppt), 15 ppt and 30 ppt) .Each treatment was repeated 5 times. Test fish used were obtained from the Village Pesanggrahan Cilacap with an average weight of 395 g - 920 g ± 194,14 g and an average length of 59 cm - 81 cm ± 6,90 cm. The variables measured were the levels of protein and lipostatic eel. Protein content measurement was conducted using kjeldahl and the fat content by soxhlet. Results showed that there is a change in the value of the protein content and body lipostatik eel from each treatment. However, protein content and lipostatik from the fish there are no real differences in salinity treatments (P> 0.05), meaning that eels were exposed to salinity 4 ppt, 15 ppt and 30 ppt no effect on protein content and body lipostatik eels , Energy derived from protein and body fat is only used in small amounts so as not to affect the value of the body's protein content and lipostatik eel. Thus we can conclude protein content and value lipostatik eel (Anguilla bicolor) stadia silver are not affected when exposed to media salinity 4 ppt , 15 ppt and 30 ppt . | |
| 5317 | 15108 | C1J009026 | THE INFLUENCE OF ECONOMIC GROWTH, UNEMPLOYMENT AND EDUCATION ON THE POVERTY RATES IN CENTRAL JAVA PROVINCE 2009-2013 | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Jawa Tengah 2009-2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, pengangguran dan pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah 2009-2013 dan juga untuk mengidentifikasi variable mana yang paling berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah 2009-2013. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data panel yaitu gabungan dari data time series lima tahun yang dimulai dari tahun 2009–2013 dan data cross section yang meliputi 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, oleh sebab itu data yang dianalisis berjumlah 175 buah. Penelitian ini menggunakan analisis regresi general linear model (GLM) Univariate dan pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS 16.00 for Windows dan Microsoft Excel. Berdasarkan pada hasil analisis data dengan menggunakan regresi General Linear Model (GLM) Univariate menunjukkan bahwa pengangguran dan pendidikan berpengaruh negative signifikan, namun pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah 2009-2013. Implikasinya adalah 1) dalam hal pengangguran yang memiliki pengaruh negative terhadap kemiskinan, pemerintah harus dapat menciptakan iklim yang lebihbaik agar dunia usaha dapat berkembang sehingga selain dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak, masyarakat juga bias memiliki penghasilan yang lebih memadai. Harus banyak investasi yang padat karya, serta perlu terus diupayakan kebijakan penyediaan atau perluasan lapangan kerja salah satunya dengan mempermudah ijin pendirian usaha agar kesempatan kerja semakin besar, sehingga banyak tenaga kerja yang terserap. 2) Dalam bidang pendidikan yang memiliki pengaruh negative terhadap tingkat kemiskinan, pemerintah perlu meningkatkan kualitas SDM serta perlu adanya pemerataan pendidikan dengan meningkatkan mutu dan kualitas yang sama secara merata dan menyebar keseluruh daerah serta memberikan jaminan pendidikan bagi orang miskin. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan bukanlah satu-satunya proksi atau indikator yang bisa dijadikan untuk mengukur tingkat kemiskinan, beberapa indicator atau proksi di bidangpendidikan selain pendidikan tertinggi yang ditamatkan, Angka Partipsipasi Kasar, Angka Partisipasi Murni, dan Angka Putus Sekolah bisa dijadikan bahan penelitian bagi peneliti selanjutnya. | This research is associative and quantitative. The titled of this research is “The Influence Of Economic Growth, Unemployment And Education On The Poverty Rates In Central Java Province 2009 – 2013”. The purposes of this research are to analyze the influence of economic growth, unemployment and education on the poverty rates in Central Java province 2009 – 2013 and also to identify which variable has the greatestinfluenceon the poverty rates in Central Java province 2009 – 2013. The type of data that used in this research is secondary data by using panel data which is a combination of time series data of five years started from 2009 - 2013 and cross section data with 35 Regency/City in Central Java province, therefore, the total of data analyzed were 175. This research used the regression analysis of general linear model (GLM) Univariate and data processing was performed with the help of SPSS software 16.00 for Windows and Microsoft Excel. Based on the results of the analysis of General Linear Model (GLM) Univariate regression showed that unemployment and education have negative significant influence, but economic growth has not significant influence on the poverty rates in Central Java province in 2009 – 2013. The implications are 1) in terms of unemployment that has a negative influence on poverty, governments should create a better climate in order that businesses can evolve so besides can absorb more labor, people can also have a more sufficient income. Must have a lot of labor-intensive investment, and needs to continuously strived policy of providing or expansion of employment one of them is to facilitate the permit of business establishment in order that larger employment opportunities, so many workers absorbed. 2) In terms of education that has a negative influence on the poverty rates, the government needs to improve the quality of human resources and need for equitable distribution of education by raising and flatten the qualities, spread throughout the region and provide a guarantee education for the poor. The highest educational attainment was not the only proxies or indicators that can be used to measure the poverty rates, some indicators or proxies in education besides the highest educational attainment, there are the rude participation rates, the pure participation rates, and the dropout rates can be used as research material for the next researcher. | |
| 5318 | 15109 | H1C012007 | RANCANG BANGUN ROBOT ARM MANIPULATOR 3 DOF UNTUK KENDALI POSISI OBJEK MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC PADA PROGRAMMABLE CONTROLLER BERBASIS GRAPHIC USER INTERFACE (GUI) | Penggunaan robot arm manipulator sebagai alat bantu kerja merupakan alternatif yang aman bagi manusia untuk bekerja. Permasalahnya adalah bagaimana mengendalikan robot agar mencapai posisi target yang akurat dan presisi serta dapat dikendalikan dan dimonitoring oleh user secara real time. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan dilakukan perancangan prototype robot arm manipulator 3 derajat kebebasan (3DOF) dengan aktuator berupa 3 motor DC servo serta menggunakan konfigurasi sendi-lengan untuk kendali posisi objek menggunakan fuzzy logic pada programmable controller berbasis Graphic user interface. Digunakannya metode sugeno karena dalam sistem dibutuhkan proses yang cepat dan berlangsung secara kontinyu. Input sistem fuzzy adalah sinyal error dan perubahan error sedangkan output fuzzy adalah kecepatan motor dc servo. Baik input maupun output mempunyai 5 label membership function. Jumlah fuzzy if-then rule yang digunakan di sini sebanyak 25 buah. Desain membership function dan rule berdasarkan pada pendekatan respon sistem kontrol feedback yang dilakukan melalui simulink pada matlab. Proses fuzzy inference dilakukan oleh mikrokontroller. Penggunaan PLC CP1H sebagai kontroler digital untuk menggendalikan dan mengaktifkan motor dc servo. Hasil pengujian terhadap posisi awal diset 0 derajat dan diuji dengan selisih kenaikan 5 derajat untuk sudut1 serta 15 derajat untuk sudut2 dan sudut3 menghasilkan tingkat kesalahan pada GUI matlab sebesar 0.47%, 1.17%, 0.53%, dan secara real sebesar 8.17%, 7.63%, 3.35%. Kesalahan yang terjadi disebabkan karena motor dc servo yang digunakan sebagai aktuator tidak mengunci dengan baik, sehingga sedikit terjadi pergeseran posisi sudut pada robot arm manipulator. | The using of robotic arm manipulator as a work tool is a safety alternatives for worker. The problem is how to control the robot to reach an accurate and persition target position and can be controlled and monitored by user. In consequent, this final project will be designed a robotic prototype arm manipulator 3 free degree (3DOF) with an actuator which is 3 DC servo motor as well as used arm joints configuration to control the object position used fuzzy logic in programmable controller based Graphic user interface. The use of Sugeno’s model because a system is needed a quick process continually. Fuzzy input system is an error signal and error change while fuzzy output is the speed of dc servo motor. Both input and output have 5 label membership functions. The number of fuzzy if-then rule which is used are 25 items. The design of membership funcion and rule is based on feedback control system response approach which is done by simulink means in matlab. The fuzzy inference process is done by microcontroller. The use of PLC CP1H as a digital controller to control and activate dc servo motor. The examination result about the start position was set up in 0 degree and being examined with a difference increase of 5 degree to the first corner and 15 degree to the second corner and the third corner produced an error rate in GUI matlab by 0.47%, 1.17%, 0.53%, and 8.17%, 7.63%, 3.35% for real. The error occured because the dc servo motor which is used as the actuator did not lock well, so there was a corner position friction in robotic arm manipulator. | |
| 5319 | 15115 | G1G012021 | PENGARUH GENOTOKSIK ROKOK TERHADAP JUMLAH BINUKLEUS, BROKEN EGG DAN APOPTOSIS SEL BASAL EPITEL MUKOSA BUKAL | Merokok merupakan kebiasaan buruk seseorang yang dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan karena rokok memiliki kandungan genotoksik, sehingga perlu ditanggulangi terutama di Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ke-3 konsumsi rokok terbesar di dunia pada tahun 2015, dengan persentase rerata sebesar 29,3% dan konsumsi rokok rata-rata sebanyak 270 milyar batang rokok. Deteksi dini kanker mulut akibat paparan genotoksik dapat dianalisis dengan melihat kondisi kerusakan kromosom dan apoptosis pada sel basal epitel mukosa bukal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh genotoksik rokok terhadap jumlah binukleus, broken egg dan apoptosis sel basal epitel mukosa bukal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah metode consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel 36 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 18 responden kelompok perokok dan 18 responden kelompok non perokok. Kelompok perokok memiliki kriteria inklusi yaitu perokok yang berjenis kelamin laki-laki, usia 20-40 tahun, dominan merokok jenis kretek >10 batang perhari dan merokok selama ≥ 3 tahun. Kelompok non perokok memiliki kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki, usia 20-40 tahun, dan tidak pernah merokok. Kedua kelompok diambil sampel pada sel basal epitel mukosa bukal dengan menggunakan cytobrush dan dibuat preparat serta diamati sel yang mengalami perubahan binukleus, broken egg dan apoptosis. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji Korelasi Pearson, uji Saphiro Wilk, uji Levene Test, Independent t-test dan uji Regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah binukleus dan broken egg serta penurunan jumlah sel yang mengalami apoptosis pada perokok dibandingkan non perokok. Simpulan dari penelitian ini adalah genotoksik rokok meningkatkan jumlah binukleus dan broken egg serta menurunkan jumlah sel yang mengalami apoptosis sel basal epitel mukosa bukal. | Smoking is a bad habit which causes bad effect of human health. It contains of genotoxic that damage the smoker health. Therefore, it was important to overcome especially in Indonesia. Indonesia is the third by cigarette consumption in the world (2015) with percentage 29,3% of Indonesia population and 270 billion cigarettes. Health technology has detected early of oral cancer caused by toxic in cigarette. The cancer is detected by identifying broken chromosome and apoptosis in epithelium basal cell of oral cavity. The purpose of this study was to determine the effect of cigarette genotoxic towards the number of binucleus, broken egg and apoptosis in buccal mucosa epithelium basal cell. In this research, used observational analysis with cross sectional and consecutive sampling method. It provided 36 samples in form of respondent which were divided into two categories, 18 respondents of smoker and 18 respondents of non-smoker. Inclusion criteria of smoker category were dominantly male, 20-40 years old and smoking kretek as dominant. Moreover, they smoked more than 10 cigarettes each day for more than 3 years. Meanwhile, inclusion criteria of non-smoker were dominantly male, 20-40 years old and not smoking. Both categories provided some samples of buccal mucosa epithelium basal cell by using cytobrush sampling technique. Furthermore, the sample was observed in order to notice the change of the cell binucleus, broken egg and apoptosis. Statistical analysis used validity test, correlation test of Pearson, normality test of Saphiro Wilk, homoscedasticity test of Levene, comparing the means by Independent T-Test and identifying the effect by regression testing. The result of Independent T-test was (p<0,05) while regression testing was (p<0,05) showed there was an increasing number of binukleus, broken egg and it decreased in the number of apoptosis in smokers. The conclusion of this conducted research stated that there was effect of cigarette genotoxic towards the number of binucleus, broken egg and apoptosis in buccal mucosa epithelium basal cell. | |
| 5320 | 15116 | B1J012043 | DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN SIDAT (Anguilla bicolor McClelland) YANG DIPAPARKAN PADA SALINITAS BERBEDA | Ikan sidat adalah ikan katadromus yang dalam siklus hidupnya berada pada dua perairan yang berbeda. Ikan sidat pada stadia juvenil sampai pubertas hidup di perairan tawar namun ketika akan memijah beruaya ke perairan laut. Perubahan salinitas tersebut dapat mempengaruhi kondisi fisiologis ikan. Perubahan salinitas merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stres pada ikan. Kondisi stres pada ikan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah leukosit. Peningkatan jumlah leukosit dilakukan oleh ikan sebagai upaya adaptasi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya akibat perubahan salinitas lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi diferensial leukosit ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) yang dipaparkan pada salinitas berbeda. Penelitian ini dilakukan di Stasiun Percobaan Program D3 Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan serta Laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan berupa salinitas media pemeliharaan yaitu 4 ppt, 15 ppt, dan 30 ppt dengan 5 kali ulangan. Variabel bebas adalah salinitas yang berbeda dan variabel terikat adalah diferensial leukosit ikan sidat. Parameter yang diukur yaitu persentase diferensial leukosit meliputi netrofil, limfosit, monosit dan eosinofil. Pengamatan diferensial leukosit ikan sidat dilakukan setelah 2 bulan pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kesalahan 5%. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil rata-rata persentase neutrofil ikan sidat pada pemaparan salinitas 4, 15 dan 30 ppt berturut-turut yaitu 25±4,30%, 21,8±2,39% dan 9,8±1,79%, rata-rata persentase eosinofil ikan sidat pada pemaparan salinitas 4, 15, dan 30 ppt berturut-turut yaitu 2±0,71%, 4,4±1,67% dan 1,8±1,10%, rata-rata persentase limfosit ikan sidat pada pemaparan salinitas 4, 15, dan 30 ppt berturut-turut yaitu 49,2±5,93%, 58,8±3,42% dan 78,2±2,77%, serta rata-rata persentase monosit ikan sidat pada pemaparan salinitas 4, 15 dan 30 ppt berturut-turut yaitu 23,8±2,59%, 15±4,30% dan 10,2±2,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaparan salinitas pada semua perlakuan berpengaruh nyata terhadap persentase diferensial leukosit ikan sidat (P<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa salinitas memberikan pengaruh terhadap persentase diferensial leukosit. Peningkatan salinitas menyebabkan persentase neutrofil dan monosit mengalami penurunan, tetapi persentase limfosit mengalami peningkatan, sedangkan persentase eosinofil masih dalam kisaran normal. | Eel is a catadromus fish that in their life cycle live in two different waters. Eel at the juvenile stage until puberty living in fresh waters and migratory to marine waters to spawn. Changes in salinity can affect the physiological condition of the fish. Changes in salinity is one of the environmental factors that can cause stress on the fish. Stress on the fish can cause an increase in the number of leukocytes. The increase in the number of leukocytes carried by fish as adapation measures to boost her immune system due the changes in salinity enviroment. The purpose of this study was to evaluate the eel differential leukocytes (Anguilla bicolor McClelland) presented at different salinity. This research was conducted at the Experimental Station D3 Program Management of Fisheries and Marine Resources and the Laboratory of Animal Physiology Biology Faculty in University of Jenderal Soedirman using experimental methods with completely randomized design (CRD). The treatment is given in the form of maintenance media salinity is 4 ppt, 15 ppt and 30 ppt with 5 replications. The independent variables are different salinity and the dependent variable is the eel differential leukocyte. Parameters measured the percentage of differential leukocytes include neutrophils, lymphocytes, monocytes and eosinophils. Observations differential leukocyte eels do after two months of maintenance. Data were analyzed using ANOVA at an error rate of 5%. Based on the research results the average percentage of neutrophils eel on salinity exposure 4, 15 and 30 ppt, respectively, are 25 ± 4.30%, 21.8% ± 2.39 and 9.8 ± 1.79%, the average percentage of eosinophils eel on salinity exposure 4, 15, and 30 ppt, respectively, are 2 ± 0.71%, 1.67% ± 4.4 and 1.8 ± 1.10%, the average percentage of lymphocytes eel on salinity exposure 4, 15, and 30 ppt, respectively, are 49.2 ± 5.93%, 58.8 ± 3.42% and 78.2 ± 2.77%, and the average percentage of monocytes fish eel on salinity exposure 4, 15 and 30 ppt, respectively, are 23.8 ± 2.59%, 15 ± 4.30% and 10.2 ± 2.28%. The results showed that exposure of salinity on all treatments significantly affected the percentage differential leukocyte of eel (P<0,05). It shows that salinity influence on the percentage of differential leukocytes. Increasing salinity caused the percentage of neutrophils and monocytes decreased, but the percentage of lymphocytes increased, while the percentage of eosinophils was still within the normal range. |