Artikelilmiahs
Menampilkan 5.201-5.220 dari 48.825 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5201 | 15001 | G1G011051 | PENGARUH APLIKASI TOPIKAL GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera(L.)Burm.f.) 50% TERHADAP KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR-BETA (TGF-β) PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI (Studi Eksperimental In Vivo pada Tikus Wistar) | Ekstraksi gigi adalah tindakan pencabutan atau pengeluaran gigi maupun sisa akar dari soket alveolarnya. Tindakan ekstraksi gigi dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan atau komplikasi, salah satunya adalah infeksi. Infeksi pasca ekstraksi gigi disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Transforming growth factor-beta (TGF-β) adalah salah satu sitokin faktor penyembuhan luka yang terlibat dalam proses penyembuhan luka. Kadar transforming growth factor-beta (TGF-β) menurun pada kondisi penyembuhan luka yang tidak sempurna salah satunya akibat infeksi bakteri di daerah perlukaan. Salah satu kandungan aktif dari lidah buaya, yaitu saponin, dapat meningkatkan ekspresi TGF-β. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kadar TGF-β pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi tikus Wistar dengan diberikan dan tidak diberikan gel ekstrak lidah buaya 50%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus Wistar (Rattus novergicus) yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (pemberian akuades) dan kelompok perlakuan (topikal gel ekstrak lidah buaya 50%). Teknik sampling yang digunakan adalah random allocation sampling. Penilaian kadar TGF-β menggunakan uji ELISA. Hasil perhitungan kadar TGF-β menunjukkan rerata kadar TGF-β untuk kelompok kontrol adalah 154,06±31,38 pg/ml, sedangkan kelompok perlakuan sebesar 537,71±75,55 pg/ml. Hasil perhitungan dianalisis dengan menggunakan uji Mann-whitney menghasilkan nilai signifikansi p=0,027 (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah kadar TGF-β pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi tikus Wistar setelah pemberian gel ekstrak lidah buaya 50% lebih tinggi hingga 249% dibandingkan dengan kelompok kontrol. | Tooth extraction is the act of extraction or dental expenses as well as the rest of the root in the alveolar socket. The action of tooth extraction can lead to undesirable effects or complications, such as presence of an infection. Post-tooth extraction infection caused by the entry of microorganisms which can slow down the process of wound healing. Transforming growth factor-beta (TGF-β) is a cytokine that involved in wound healing process. Levels of transforming growth factor-beta (TGF-β) decreased on condition the wound healing is not heal correctly due to a bacterial infection in the wounded area. One of the active content of Aloe Vera, which is saponins, can increase the expression of TGF-β. The purpose of this research is to compare the levels of TGF-β on wound healing process post-tooth extraction with Wistar rats given and not given aloe vera gel extract 50%. This research is experimental laboratory research using posttest-only control group design. Research using animals Wistar rats (Rattus novergicus) and divided into two groups, the control group (using aquadest) and group treatment (using topical aloe vera gel extract 50%). The sampling technique was simplified random sampling. Assessment of the levels of TGF-β used ELISA test. The results of the levels of TGF-β refered average levels of TGF-β for the control group is 154,06 ± 31,38 pg/ml, while the treatment group is 537,71±75,55 pg/ml. The results were analyzed using Mann-whitney test and the signifancy is 0,027 (p<0.05). the conclusion of this research is the levels of TGF-β on wound healing process post-tooth extraction after administering the aloe vera gel extract 50% higher up to 249% compared with the control group. | |
| 5202 | 15002 | H1D011008 | PENGARUH PANJANG DAN TIPE TAKIKAN PADA PRECAST BATA HOLLOW SEBAGAI INTERLOCKING UNTUK PERKUATAN PADA BAGIAN SAMBUNGAN | Precast bata hollowadalah salah satu bahan penyusun dinding yang terbuat dari mortar, bata hollow merupakan alternatif bahan penyusun dinding yang baik karena material penyusunnya memiliki kuat lentur yang tinggi. Selain itu penyusunan dinding dengan material penyusun berupa bata hollow membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah. Namun bata hollow ini memiliki kelemahan yaitu pada bagian sambungan (Prakasita 2015). Hasil penelitian menunjukan bahwa dinding bata hollow mengalami kerusakan pada bagian takikan yang berfungsi sebagai sambungan antar material karena kurangnya kuncian yang dihasilkan antar masing – masing material. Bata hollowini memiliki takikan trapesium sepanjang 2 cm pada bagian atasnya,takikan tersebut belum bekerja secara optimal sehingga diperlukan kajian lebih lanjut berupa perbaikan pada bagian takikan berdasarkan bentuk tipe takikan serta variasi kedalamannya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah membandingkan kapasitas kuat lentur bata hollow dengan variasi takikan yang semula berbentuk trapesium sedalam 2 cm menjadi takikan persegi sepanjang 2 cm serta variasi kedalaman takikan trapesium 3 cm dan 3,5 cm. Perbandigan ini ditujukan untuk mengetahui bentuk maupun kedalaman takikan terbaik berdasarkan kepada nilai kuat lentur material bata hollow itu sendiri. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dinding yang tersusun dari material bata hollowtakikan 2 cm berbentuk persegi memberikan hasil uji kapasitas beban lentur terbaik untuk pembebanan sejajar arah material maupun pembebanan tegak lurus arah material. Bata hollow takikan 2 cm memiliki kapasitas beban lentur sebesar 20,68 kN/m2 untuk pembebanan sejajar arah material atau meningkat 175% dan sebesar 11,79 kN/m2 untuk pembebanan tegak lurus arah material atau meningkat 14,61%. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu bentuk takikan bata hollow memberi pengaruh lebih besar karena memberikan kuncian yang lebih kuat antar material bata hollow. Kata kunci: dinding precast, bata hollow | Hollow brick precast is one of the material of a walls made of mortar, hollow brick material is an alternative which is good because its have high flexural strength. Besides the wall made of hollow brick precast require faster constuction time and lower cost. However the hollow bricks have weak area in that the connection part (Prakasita 2015). The results showed that the hollow brick walls were damaged on the notch that serves as the connection between the material because of the lack of locks generated between each material. This hollow brick has a 2 cm trapezoidal notch at the top, this notch is not working optimally so that needed further study in the improvement in the notch based on notch-type shape and depth variations. The method used in this paper is to comparing the capacity of flexural strength of hollow brick with a variation of the original 2 cm trapezoid-shaped to 2 cm square-shaped and indentation depth variation trapezoid 3 cm and 3.5 cm. This comparison is intended to determine the best shape and depth of the notch based on the value of hollow brick material flexural strength itself. The result showed that the walls are composed of 2 cm hollow brick square-shaped material give the best test results on perpendicular of material bending load capacity or parallel of material bending load capacity. Hollow brick that have 2 cm square-shaped notch have bending load capacity of 20.68 kN/m2 for parallel to the direction of material loading or increased 175%, and amounted to 11.79 kN/m2 for perpendicular to the material loading or increased 14.61%. From these results it can be concluded that the notch shape of hollow brick gives greater influence because it gives a stronger lock between hollow brick material. Keywords: precast walls, hollow brick | |
| 5203 | 15003 | C1L012025 | THE INFLUENCE OF CSR DISCLOSURE ON ABNORMAL RETURN MINING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Pengungkaan Tanggungjawab Sosial Perusahaan terhadap Abnormal Return Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh antara ketiga dimensi pengungkapan Corporate Social Responsibility berdasarkan Global Reporting Initiative (Ekonomi, Lingkungan dan Sosial) terhadap reaksi investor yang diproksikan dengan abnormal return pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Penelitian ini menggunakan metode event study (studi peristiwa). Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 39 perusahaan. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 63 sampel. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda menggunakan program SPSS versi 16.00. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dilanjutkan uji persyaratan analisis regresi meliputi uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikolinearitas. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) CSR-Ekonomi yang diukur dengan CSRDIEkonomi dalam pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhadap abnormal return (2) CSR-Lingkungan yang diukur dengan CSRDILingkungan dalam pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhadap abnormal return (3) CSR-Sosial yang diukur dengan CSRDISosial dalam pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhadap abnormal return (4) CSR-Ekonomi, CSR-Lingkungan dan CSR-Sosial dalam pengungkapan Corporate Social Responsibility secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap abnormal return. | The research entitled "The Influence of CSR Disclosure on Abnormal Return Mining Companies Listed in Indonesia Stock Exchange" is aimed to analyze and provide empirical evidence of the influence three dimensions of Corporate Social Responsibility disclosure based on the Global Reporting Initiative (Economic, Environmental and Social) to the investors reaction proxied by abnormal return on a mining companies that listed in Indonesia Stock Exchange 2012-2014. This research used event study method to analyze market reaction. The population is 39 companies, which are listed at Indonesia Stock Exchange. The sample of this research was extracted with purposive sampling method. The 63 corporate annual reports were analyzed as a sample. The technique for examining hypotheses is multiple regreesion analysis using SPSS 16.00 programs. Analysis of the data used descriptive analysis continued with regression analysis requirements test including normality, heterocedasticity, autocorrelation and multicollinearity test. Based on the result of data analysis, it could be concluded that (1) CSR-Economic that measured by CSRDIEconomic in Corporate Social Responsibility disclosure has significant effect on abnormal return companies (2) CSR-Environment that measured by CSRDIEnvironment in Corporate Social Responsibility disclosure has significant effect on abnormal return companies (3) CSR-Social measured by CSRDISocial in Corporate Social Responsibility disclosure has significant effect on abnormal return companies (4) CSR-Economic, CSR-Environment and CSR-Social in Corporate Social Responsibility disclosure simultaneously has significant effect on abnormal return companies. | |
| 5204 | 14994 | G1D012062 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PENDERITA DM TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN LATIHAN FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA | Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronik yang membutuhkan penatalaksanaan untuk mencegah komplikasi akut dan komplikasi jangka panjang. Penatalaksanaan DM secara klinis difokuskan pada pengendalian glukosa darah melalui diet, latihan fisik, dan obat. Latihan fisik merupakan faktor yang berpengaruh 40% dalam keberhasilan penatalaksanaan DM, namun motivasi penderita DM tipe 2 untuk melakukan latihan fisik tidak semuanya memiliki motivasi tinggi ada juga yang memiliki motivasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi penderita DM tipe 2 untuk melakukan latihan fisik. Penelitian ini menggunakan metode studi analisis korelasi dengan jenis desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besar sampel yaitu 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square dan uji Spearman. Mayoritas penderita DM tipe 2 di Puskesmas Purwokerto Utara berumur 61-75 tahun (53,1%), berjenis kelamin perempuan (73,4%), berpendidikan rendah (82,8%), menderita DM < 5 tahun (67,2%) dengan nilai median pengetahuan 6,00 (min=1,max=7) yang berarti pengetahuan baik, nilai rerata efikasi diri 32,98±9,33 yang berate efikasi diri tinggi, dan nilai median motivasi untuk melakukan latihan fisik 41,00 (min=34,max=48) yang berarti motivasi tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan motivasi penderita DM tipe 2 untuk melakukan latihan fisik adalah pendidikan (p value=0.027), pengetahuan (p value=0,002), dan efikasi diri (p value=0,000). Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan efikasi diri dengan motivasi penderita DM tipe 2 untuk melakukan latihan fisik. | Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease that requires management to prevent acute and long-term complications. DM management is clinically focused on the control of blood glucose through diet, physical exercise, and medication. Physical exercise is influential factor with DM successful treatment by 40%. However, not all of the people with type 2 DM who perform physical exercise have a high motivation, there are some people who have a low motivation. This research aimed to determine the factors related to motivation of people with type 2 DM to perform physical exercise. This research used analysis correlation study with cross sectional design. The sampling technique used was total sampling technique. The sample size was 64 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The data analysis used Chi-Square test and Spearman test. The majority of people with type 2 DM at Puskesmas North Purwokerto were 61-75 years old (53.1%), female (73.4%), low education (82.8%), had DM < 5 years (67.2%), the median value of knowledge by 6.00 (min=1,max=7) it mean good knowledge, a mean value of self-efficacy by 32,98±9,33 it mean high self-efficacy, and the median value of motivation by 41.00 (min=34,max=48) it mean high motivation. This result also revealed that the factors was correlation with motivation of type 2 DM people to perform physical exercise were education (p=0.027), knowledge (p=0,002), and self-efficacy (p=0,000). There was a significant correlation between the level of education, knowledge, and self-efficacy on the motivation of people with type 2 DM to perform physical exercise. | |
| 5205 | 15005 | H1L012021 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PRESENSI SISWA MENGGUNAKAN SIDIK JARI BERBASIS WEB PADA JARINGAN DISKLESS (STUDI KASUS SMAN 5 PURWOKERTO) | SMAN 5 Purwokerto adalah lembaga pendidikan yang membutuhkan sistem informasi pengolahan data presensi untuk mengawasi dan mengolah presensi siswa SMAN 5 Purwokerto. Masalah yang timbul adalah kinerja yang kurang dari sistem presensi menggunakan identifikasi wajah yang telah diterapkan sebelumnya dan tidak adanya integrasi data antar system informasi di SMAN 5, solusinya adalah sistem informasi presensi yang menggunakan sidik jari sebagai autentifikasi yang terhubung dengan sistem informasi manajemen sekolah dan sistem informasi akademik SMAN 5. Metode yang digunakan pada perancangan dan pengembangan sistem informasi presensi SMA 5 Purwokerto (PRESMAN) menggunakan metode prototype disesuaikan dengan kondisi SMAN 5 Purwokerto. Infrastruktur sistem informasinya menggunakan jaringan lokal dengan teknologi diskless untuk menjalankan perangkat mesin sidik jari. Presman dikembangkan menjadi aplikasi berbasis web, yang mengolah data presensi siswa proses perizinan dan keterlambatan siswa. Presman memudahkan proses pengawasan dan pengolahan data presensi di SMANw 5 Purwokerto | SMAN 5 Purwokerto is an institution of education that requires informatics system to process presence data for monitoring and manage presence data of SMAN 5 Purwokerto students, Problem appear is lack of performance on presence system which using face identification that was implement before, there are no data integration between informatics systems in SMAN 5 Purokerto the solution is informatics system with fingerprint for the authentification that connected to informatics system of manajemen and informatics system of academic SMAN 5. The method used to design and develop this informatics system presence of SMAN 5 Purwokerto (PRESMAN) is prototype method which apropiate with the condition in SMAN 5 Purwokerto. The informatic system infrastructure used a local network with diskless technology for run the fingerprint device. Presman developed into web-based application which process presence data and handle on allowance process and late delayed of student. Presman make monitoring and processing presence data become easier. | |
| 5206 | 14806 | G1A012111 | DETEKSI GEN MSH-2 EKSON 13 DARI JARINGAN DALAM FIKSATIF FORMALIN: Studi pada Rattus norvegicus Galur Wistar yang dipapar Asap Kretek :) | Merokok merupakan salah satu gaya hidup yang menjadi masalah kesehatan masa kini. Rokok kretek merupakan rokok yang sering dikonsumsi oleh orang Indonesia. Sekitar sepertiga penduduk Indonesia yang berjumlah 237,56 juta jiwa merupakan perokok aktif. Merokok dan mutasi gen merupakan dua faktor kausal yang dapat menginisiasi terjadinya karsinogenesis. MSH-2 merupakan salah satu mutasi gen yang sering dijumpai pada kanker kolorektal. MSH-2 merupakan gen yang termasuk dalam gen MutS homologs (MSH) dan memiliki fungsi yang sangat penting untuk DNA mismatch repair (MMR), yaitu suatu proses mengenali dan memperbaiki kerusakan struktur DNA.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positivitas deteksi gen MSH-2 pada jaringan kolorektal tikus (Rattus norvegicus) galur wistar dalam fiksatif formalin dengan menggunakan teknik PCR, sehingga diharapkan teknik PCR mampu memberikan kontribusinya membantu dalam memahami proses terjadinya karsinogenesis kolorektal akibat paparan asap kretek. Metode penelitian ini adalah metode potong lintang (cross sectional). Dilakukan isolasi DNA dari 20 sampel jaringan fiksatif formalin tikus. Hasil menunjukkan bahwa 6 dari 20 sampel dapat mendeteksi gen MSH-2dengan menggunakan teknik PCR. Kesimpulannya adalah positivitas metode PCR sebesar 30% dalam mendeteksi DNA MSH-2. | Smoking is one of a lifestyle which has become a health problem today. Kretek cigarettes are often consumed by the people of Indonesia. About a third of Indonesia's population, 237.56 million people are active smokers. Smoking and gene mutation are two causal factors that can initiate the occurrence of carcinogenesis. MSH-2 is one of the gene mutations that are common found in colorectal cancer. MSH-2 is a gene which is included in the MutS homologs (MSH) gene and has a very important role for the DNA mismatch repair (MMR), which is a process to identify and repair the damaged DNA structure.The purpose of this study was to know the positivity detection of MSH-2 gene at colorectal tissue of wistar strain rat (Rattus norvegicus) by PCR technique and the expectation was PCR can contribute for understanding the process of colorectal carcinogenesis by kretek smoke. The method of this reasearch was cross sectional design. DNA isolation was conducted from 20 formalin-fixed tissue samples. MSH-2 was detected in 6 of 20 sampels by PCR. The conclusion was that the positivity of PCR for detection of MSH-2 is 30%. | |
| 5207 | 15006 | C1A012046 | ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA INTERNASIONAL, TINGKAT INFLASI, PDRB DAN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DI YOGYAKARTA | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Internasional, Tingkat Inflasi, PDRB dan Ketersediaan Infrastruktur Terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) Di Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama dan parsial variabel tingkat suku bunga internasional, tingkat inflasi, PDRB dan ketersediaan infrastruktur terhadap penanaman modal asing (PMA) di Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda dengan analisis yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square, OLS). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh bahwa : (1) Tingkat suku bunga internasional berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PMA di Yogyakarta, (2) Tingkat inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PMA di Yogyakarta, (3) PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA di Yogyakarta, (4) Ketersediaan infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PMA di Yogyakarta. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu Pemerintah DI. Yogyakarta perlu memberikan perhatian lebih terhadap para pelaku usaha terutamanya produsen salah satunya dengan mempermudah perizinan untuk mendirikan usaha yang nantinya akan meningkatkan nilai investasi. Menambah dan memperbaiki infrastruktur di DIY seperti melakukan pengaspalan jalan-jalan yang rusak dan berlubang, dan memperbaiki berbagai infrastruktur lain yang masih kurang mendukung bagi para pelaku usaha untuk mendirikan usaha di DIY. Pemerintah juga dapat mengendalikan laju inflasi salah satunya dengan menerapkan ceiling price sehingga harga dapat terkendali. | The title of this research is "Analysis the influence of the International Interest Rate, Inflation Rate, Gross Domestic Regional Product and availability of infrastructure to Foreign Direct Investment (FDI) in Yogyakarta "The purpose of this study was to determine the simultaneously and partially effect of International Interest Rates variable, Inflation Rate, Gross Domestic Regional Bruto and availability of infrastructure for Foreign Direct Investment (FDI) in Yogyakarta. This study used a multiple linear regression analysis with Ordinary Least Square (OLS) method. Based on the results of research and analysis of data show that: (1) The International Interest Rate has a positive and not significant effect on FDI in Yogyakarta, (2) Inflation Rate has a negative and not significant effect on FDI in Yogyakarta, (3) Gross Domestic Regional Product has a positive and significant effect on FDI in Yogyakarta, (4) the availability of infrastructure has a positive and significant effect on FDI in Yogyakarta. The implications of this conclusion is the Government should pay more attention to businessman, especially manufacturer, enables licenses to establish new businesses that will increase the value of the investment. Add and improve the infrastructure in Yogyakarta like asphalting damaged roads and potholes, and repairing other infrastructure that still lacks support for enterprises to establish a business in DIY. The government can also control the rate of inflation by applying Ceiling Prices so that prices can be controlled. | |
| 5208 | 15007 | H1H010004 | PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) YANG DIBERI PAKAN ALAMI BERBEDA SEBAGAI PAKAN AWAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda sebagai pakan awal terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan guppy (Poecilia reticulata). Penelitian dilakukan selama 28 hari. Ikan yang digunakan sebanyak 200 ekor dan memiliki panjang 8±0.06 mm dan berat 10±0.23 mg Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1: pemberian emulsi kuning telur, P2: pemberian Daphnia sp., P3: pemberian Artemia sp. dan P4: pemberian Tubifex sp. Pakan diberikan tiga kali sehari secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda sebagai pakan awal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian spesifik larva ikan guppy. Secara umum, pakan Tubifex sp. memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan spesifik larva ikan guppy Dari hasil penelitian diperoleh nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 143.60±16.26 mg – 189.33±7.96 mg, pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 12.57±1.42 mm - 17.00±0.67 mm dan laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 9.61±0.23 mg/hari – 10.68±0.14 mg/hari. Nilai sintasan pada penelitian ini berkisar antara 68.00% - 86.00 %. Parameter kualitas air dari awal sampai akhir penelitian terjaga pada kisaran normal yaitu suhu berkisar antara 26o - 30oC dan nilai pH sebesar tujuh. | This research aimed to determine the effect of different natural feed as initial feeding on the growth and survival of larvae guppies (Poecilia reticulata). The study was conducted for 28 days. It needs 200 fry and has average length about 8 ± 0,06 mm and average weigth about 10 ± 0,23mg. Experimental research method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments tested was P1: egg yolk emulsion, P2: Daphnia sp., P3: Artemia sp. and P4: Tubifex sp. Feed given three times per day as ad libitum. The results showed that the different natural feed as the initial feed significantly affect the absolute weight, absolute length and specific growth rate of larvae guppies. In general, Tubifex sp. showed the best results on absolute weight, absolute length and specific growth rate The result showed absolute weight values ranging between 143.60 ± 16.26 mg - 189.33 ± 7.96 mg, the absolute length ranged between 1.42 mm ± 12.57 – 17.00 ± 0.67 mm and the specific growth rate ranged from 9.61 ± 0.23 mg / day - 10.68 ± 0.14 mg / day. Survival rate in this research ranged from 68.00% - 86.00%. Water quality parameters from the beginning to the end of the research maintained in the normal range such as temperature ranged from 26o - 30oC and pH on 7. | |
| 5209 | 15008 | P2BA11031 | penentuan niali konservasi tinggi kawasan lereng selatan gunung slamet berdasarkan keanekaragaman hayati flora tinggi | Hutan hujan tropis primer merupakan suatu ekosistem yang sangat ideal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan mempunyai fungsi konservasi. Penentuan dan pengelolaan kawasan hutan dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna tinggi, habitat satwa langka, potensi sumber air, daerah aliran sungai, serta sumber ekonomi masyarakat desa hutan. Penentuan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi karena mengandung keanekaragaman hayati yang tinggi dan mempunyai fungsi ekologis dan lingkungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman hayati pada suatu kawasan hutan dan menentukannya dengan nilai konservasi tinggi kawasan Lereng Selatan Gunung Slamet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling, berdasar data sekunder pembagian hutan dan petak hutan pada tipe Hutan Lindung Terbatas. Analisis tingkat keanekaragaman hayati yang digunakan adalah indeks keragaman Shannon, indeks kemerataan, indeks dominansi, dan indeks kesamaan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman hayati flora di hutan Baturraden lebih besar dibandingkan hutan di Cilongok. Penentuan kawasan hutan masuk dalam Nilai Konservasi Tinggi 1.1 Kawasan yang mempunyai atau memberikan fungsi pendukung keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung dan/atau kawasan konservasi | Primary tropical rain forest is a very ideal ecosystem with high biodiversity, conservation value and the management of the forest area with a high biodiversity of flora and fauna, endangered species habitat, water source potention, watershed, and income source of the rural community forest. Determination of forest with a high conservation value is important because of it has high biodiversity, ecologycal and environment function. This research is purposed to analyse the biodiversity of the forest area and to determine conservation value at the Southern Slope of Mount Slamet. The method of this research was survey with purposive sampling method, base on the secondary data of forest and segmentation forest of the limited protected forest type. Analysis of the biodiversity level was using Shannon biodiversty index, evenness index, and similarity index. The result shows that biodiversity of Baturraden flora has a higher level than Cilongok forest. Determination of forest area include into high conservation value 1.1 Which is the area that have or give biodiversity support function for protected and or conservation area. | |
| 5210 | 15011 | H1D012041 | Kinerja Kabel Baja Diameter 8 mm Sebagai Perkuatan Eksternal Balok Beton Bertulang | Salah satu penyebab kegagalan struktur adalah perubahan fungsi bangunan dimana beban pada bangunan tersebut bertambah. Agar tidak terjadi kegagalan struktur maka perlu dilakukan perkuatan struktur sebagai antisipasi awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kabel baja diameter 8 mm sebagai perkuatan eksternal balok beton bertulang. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kapasitas lentur, daktilitas, kekakuan efektif dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap 3 buah balok beton bertulang yaitu 1 balok tanpa perkuatan sebagai balok kontrol, 1 balok yang diperkuat dengan 2 kabel baja diameter 8 mm dan 1 balok diperkuat dengan 4 kabel baja diameter 8 mm. Balok memiliki dimensi lebar 100 mm, tinggi 150 mm dan panjang 1000 mm. Kabel baja dipasang pada bagian bawah benda uji (bagian tarik) dengan tambahan pelat baja berdimensi 100 mm x 20 mm x 3 mm dan dynabolt diameter 6 mm sebagai pengencang. Pengujian dilakukan dengan sistem pembebanan 2 titik setelah benda uji berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas beban lentur benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio kenaikan berturut-turut 2,08 dan 3,51. Kekakuan efektif benda uji balok perkuatan juga mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio kenaikan berturut-turut 1,82 dan 1,61. Sedangkan daktilitas benda uji balok perkuatan mengalami penurunan terhadap balok kontrol dengan rasio penurunan berturut-turut 0,84 dan 0,67. Pola retak yang terjadi untuk semua benda uji dapat dikategorikan tipe keruntuhan yang terjadi adalah keruntuhan lentur dengan kerusakan pada beton serat tekan terluar yang mulai terjadi pada saat mendekati beban maksimum. | One of the causes of the structural failure is the changes of building function where the load is increased on the building. To avoid the structural failure, it is necessary to strengthen the structure as an early anticipating. The aim of this research was to determine the performance of 8 mm diameter wire rope as an external strengthening of reinforced concrete beam. Parameter testing was conducted on the flexural capacity, ductility, effective stiffness, fracture patterns and the type of collapse. Research was performed on 3 pieces of reinforced concrete beams, which is a 1 beam without strengthening as a control beam, 1 beam strengthened by two 8 mm diameter wire rope and 1 beam strengthened by four 8 mm diameter wire rope. The beam has a width of 100 mm, a height of 150 mm and a length of 1000 mm. Wire rope was installed on the bottom of the specimen (tensile region) with 100 mm x 20 mm x 3 mm additional steel plate and 6 mm diameter dynabolt as fasteners. Testing was done by 2 point loading system after the specimen at the age of 28 days. The results showed that the flexural load capacity of strengthening beam specimens increased with a ratio of 2.08 and 3.51 compare to the control beam. Effective stiffness also increased with a ratio of 1.82 and 1.61 compared to the control beam. While the ductility of strengthening beam decreased with ratio of 0.84 and 0.67 compared to the control beam. The pattern of cracks that occurred on all of the specimens can be categorized as a type of flexural failure with the damage on the compression region of concrete that began to occur when approaching the maximum load. | |
| 5211 | 15012 | G1A012017 | DETEKSI GEN P-53 PADA DAERAH EKSON 1 DARI JARINGAN DALAM FIKSATIF FORMALIN: STUDI PADA Rattus norvegicus GALUR WISTAR YANG TERPAPAR ASAP KRETEK | Latar belakang:Para ahli telah mengembangkan diagnosis molekuler untuk karsinoma misalnya deteksi DNA dari gen yang dianggap berperan dalam patogenesis penyakit seperti gen P-53. Para ahli cenderung memakai jaringan fiksatif formalin untuk melakukan analisa molekuler dalam mengawetkan sampel untuk penelitian prospektif dan membutuhkan waktu yang lama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positivitas DNA P-53 dalam fiksatif formalin dengan menggunakan metode PCR, sehingga diharapkan teknik PCR mampu memberikan kontribusinya membantu dalam penegakkan diagnosis. Metode penelitian: Metode penelitian menggungakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Peneliti melakukan isolasi DNA dan deteksi DNA P-53 menggunakan PCR pada 20 sampel jaringan kolorektal tikus (Rattus norvegicus) dalam larutan formalin, terdiri dari 10 jaringan kontrol dan 10 jaringan yang dipapar asap rokok kretek (5 jaringan terminasi minggu ke-14 dan 5jaringan terminasi minggu ke-28 untuk masing-masing kelompok) dengan suhu 530C, 53,50C, 540C. Hasil: Deteksi DNA P-53 ditemukan positif pada 10 dari 60 sampel. Kesimpulan: Positivitas metode PCR sebesar 16,67% untuk mendeteksi DNA P-53 dari jaringan fiksatif formalin. | Background: Specialists have developed molecular diagnostic detection for carcinoma as DNA detection from genes will play a role in the pathogenesis of diseases such as P-53 gene. To perform a molecular analysis, experts tend to use formalin fixative to preserve tissue samples for prospective studies and takes a long time. Purpose: The purpose of this study was to know determine positivism and P-53 in formalin fixative using the PCR method, so expect the PCR technique is able to help facilitate diagnosis. Methods: The research method used descriptive cross-sectional (transverse). The researchers conducted isolation of DNA and the detection of DNA P-53 by PCR on 20 samples of rat tissues colorectal (Rattus norvegicus) in formaldehyde, consisting of 10 control tissues and 10 tissues are exposed kretek smoke (5 tissues terminated 14th week and the end 5 tissues terminated 28 weeks each) with teperature 530C, 53,50C, 540C. Results: Detection of DNA of P53 was found positive in 10 of 60 samples. Conclusion: Positivisme by PCR of 16,67% for the detection of DNA-P 53 from formalin fixated tissue. | |
| 5212 | 15013 | C1A012036 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MIGRASI DI KECAMATAN ALIAN DAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-faktor Yang Memengaruhi Migrasi di Kecamatan Alian dan Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen”. Tujuan penelitian adalah : 1) mengetahui kontribusi pendapatan migran terhadap pendapatan keluarga di daerah asal, 2) mengetahui pengaruh pendapatan, usia, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan dan status perkawinan terhadap keputusan migrasi di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan data primer yang diperoleh melaui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 91 orang migran di Kecamatan alian dan Kecamatan Ayah dengan metode snowball sampling (bola salju). Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase kontribusi pendapatan migran dan binary logistic regression (regresi logistik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pendapatan migran terhadap pendapatan keluarga setelah melakukan migrasi di kedua kecamatan tersebut menempati posisi menengah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yang perlu untuk dicukupi oleh migran di daerah tujuan pun banyak, sehingga perlu biaya yang tidak sedikit untuk mencukupi. Oleh karena itu jumlah pendapatan yang diberikan oleh migran untuk keluarga tidak dapat mencapai kontribusi tinggi. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan variabel jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap migrasi penduduk Variabel pendapatan dan status perkawinan berpengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap migrasi penduduk adalah usia dan tingkat pendidikan.Variabel pendapatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan migrasi di Kecamatan Alian dan Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu besarnya kontribusi yang diberikan oleh responden untuk keluarga yang rata-rata pada posisi menengah, sedangkan kebutuhan yang perlu untuk dicukupi semakin hari semakin banyak. Jadi keluarga responden sebaiknya dapat mempergunakan pendapatan tersebut dengan baik dan bijak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara pendapatan yang diperoleh dari migran tersebut dapat digunakan untuk kegiatan produktif. Pendapatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap migrasi, oleh karena itu pemerintah atau instansi terkait dapat lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat dengan cara menyesuaikan atas pekerjaan yang dilakukan dengan pendapatan yang diperoleh oleh pegawainya. Selain itu diharapkan adanya kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha yang ada pada masing-masing daerah. Salah satunya dengan memberikan pinjaman modal dan pelatihan keterampilan kerja, sehingga masyarakat dapat melakukan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Dengan adanya hal tersebut diharapkan agar masyarakat lebih kreatif dan mandiri. | This research is entitled “Analyses of Factors Influencing Migration at Alian and Ayah Districts of Kebumen Regency” is aimed at 1) migrants’ income contribution to income of the family at hometown, 2) influences of income, age, numbers of family to be responsible to, education, and marriage status on decision about migration in Kebumen. The method used in the research was survey of primary data gained through interviews and questionnaires. The data in this research were 91 migrants in Alian and Ayah Districts using Snowball Sampling method. Data analysis techniques used were percentage of migrants’ income contribution and binary logistic regression. The results showed that the contribution of migrants’ income to family’s income after migrating to the two districts was in medium level. It showed that the needs for lining in migration place were expensive. Consequently, the income got in migration place could not give high contribution to the family in hometown. Based on the analysis, the variable of the numbers of people the migrants are responsible to had positive and significant effect for migration. Variable of income and marriage status had negative and significant effect. While the variables that had no contribution to the migration were age and education. Income variable was the most influential one to the migration decision in Alian and Ayah Districts. The implication from the results was the contribution level of migrants’ income to their family was medium one. In the other hand, the needs they had to fulfill were getting more expensive. Therefore, the family of migrants should wisely spend the income. This can be done by spending the income on productive activities. Income is the most influential factor in migration, so the government or related organizations should pay attention to the citizen’s prosperity by making the job activities done equal to the how much they get paid. In addition, the government and the society should cooperate in developing the economic potential in each area. One of many ways is by giving the society some loans and work-skill coaching education to increase their income. By doing so, the society would be more creative and autonomous. | |
| 5213 | 15014 | C1A012048 | PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERAJIN GULA KELAPA DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini mengambil judul: “Produksi dan Pendapatan Perajin Gula Kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama dan parsial variabel modal, bahan baku, dan tenaga kerja terhadap produksi gula kelapa dan pendapatan para perajin gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Pada penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda dengan analisis yang digunakan adalah model produksi Cobb-Douglas dan perbandingan antara pendapatan dengan KHL Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh bahwa : (1) Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, (2) Bahan baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas , (3) Tenaga kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, (4) Rata-rata pendapatan perajin gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas belum memenuhi KHL. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu hendaknya para stakeholder terkait untuk saling bersynergi memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada para perajin gula kelapa tentang bagaimana cara produksi gula kelapa yang tepat dan perlunya dukungan dari stakeholder terkait agar para perajin tersebut dapat meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu diperlukannya juga peran kelompok dalam upaya meningkatkan kualitas dari hasil gula kelapa yang diproduksi serta membuat inovasi-inovasi baru dalam hal produksi dan pengemasan agar nantinya dapat turut meningkatkan pendapatan yang akan diterima oleh para perajin gula kelapa. | The research is entitled “The Production and income of the brown sugar craftsman in Sikapat Village, Sumbang, Banyumas”. The purpose of this research is to know the capital variable, raw materials and labor in together manner and partial, about the brown sugar production and income from the brown sugar craftsman ini Sikapat Village, Sumbang, Banyumas. The method that used is doubled linier analysis with Cobb-Douglas model production analysis and ratio between income and Banyumas KHL. Based on the research and data analysis resulted that: (1) Capital has positive and a significant impact of the brown sugar production in Sikapat Village, Sumbang, Banyumas, (2) Raw material has a positive and a significant impact of the brown sugar production in Sikapat Village, Sumbang, Banyumas, (3) Labor have a negative impact and do no not have a significant influence for the production of the brown sugar in Sikapat Village, Sumbang, Banyumas, (4) Averagely, the income of the brown sugar craftsman in Sikapat, Sumbang, Banyumas is not fulfil the KHL yet. The implication from that conclusion is the stakeholder must be have a synergy to give a socialiszation and guidance for the brown sugar craftsman about how to produce a brown sugar in the right way and the need of support from the stakeholder to make the brown sugar craftsmans increasing their prosperity. Additionally, the role of the group is important to increase the quality brown sugar production result and make some new innovations in production and packaging. It is usefull to increase the brown sugar craftsman income later on. | |
| 5214 | 15211 | A1H012021 | PEMBUATAN BIOETANOL DARI BAHAN BAKU MINUMAN SERBUK “XX” AFKIR MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI RAGI (Saccharomyces cerevisiae) DAN WAKTU FERMENTASI | Minuman serbuk afkir merupakan salah satu limbah industri yang berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol karena mengandung karbohidrat dan glukosa. Glukosa dalam substrat difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu fermentasi 4, 7, dan 10 hari sehingga diperoleh bioetanol. Hasil fermentasi mengandung tiga campuran yaitu bahan organik, air dan etanol. Selanjutnya etanol dipisahkan dengan proses destilasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) pemanfaatan minuman serbuk “xx” afkir menjadi bioetanol (2) menentukan konsentrasi ragi S. cerevisiae untuk memproduksi bioetanol yang optimum, dan (3) mengetahui waktu fermentasi yang optimum pada pembuatan bioetanol. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi ragi S. cerevisiae 7%, 8%, dan 9% dan variasi waktu fermentasi 4 hari, 7 hari, dan 10 hari. Variabel yang diamati meliputi total padatan terlarut, kadar bioetanol dan rendemen bioetanol. Jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji ganda menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ragi 9% dengan waktu fermentasi 4 hari merupakan perlakuan optimal dengan karakteristik total padatan terlarut sebesar 6,67% (m/v), kadar bioetanol sebesar 6,98% (v/v) dan rendemen sebesar 5,5%. | Expired powder drink is one of the industrial waste can be used as a raw material of bioethanol because it contain carbohydrates and glucose. Glucose in the substrat are fermented by the yeast Saccharomyces cerevisiae with variations fermentation time 4, 7, and 10 days so obtained bioethanol. The fermentation process produced three ingredients that is organic material, water and ethanol. After that bioethanol separated from a solution by distillation process. The aims of this research are to (1) the utilization of expired “xx” powder drinks use to be bioethanol, (2) to determine the concentration of the yeast S. cerevisiae to produced optimum bioethanol, and (3) to determine the optimum fermentation time. This research used randomized design group (RDG) with factorial pattern consisted of two factors are concentration of yeast S. cerevisiae 7%, 8%, and 9% and fermentation time 4 days, 7 days and 10 days. The observed variables are the dissolved solids, concentrations of bioethanol and bioethanol yield. If the efect is significant then followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5% . The results showed that the addition concentrations of yeast 9% with fermentation time 4 days is the optimum treatments in produced bioethanol with the total soluble solid 6.67% (m/v), the concentrations of bioethanol 6.98% (v/v) and bioethanol yield 5.5%. | |
| 5215 | 15015 | E1A012046 | PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN ABORSI AKIBAT PEMERKOSAAN | Penulisan skripsi ini membahas mengenai Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Perkosaan. Hal ini dilatarbelakangi adanya aborsi yang dilakukan wanita yang menjadi korban perkosaan yang seharusnya dilindungi. Hak-haknya sebagai wanita dirampas, dirugikan secara fisik, seksual dan psikis, serta dampak lebih lanjut dapat menyebabkan korban perkosaan mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki. Berbagai peraturan perundang-undangan baik secara vertikal maupun horizontal telah mengatur mengenai aborsi dan perlindungan terhadap korban perkosaan yang melakukan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sinkronisasi pengaturan perlindungan korban tindak pidana perkosaan, serta mengetahui dan memahami perlindungan hukum atas hak-hak korban tindak pidana perkosaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dengan mendeskripsikan dan menganalisis data sekunder dan data primer dikaitkan dengan teori-teori hukum. Hasil penelitian ini menujukan bahwa sinkronisasi pengaturan Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Perkosaan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia secara vetikal terdapat dalam UUD 1945, KUHP, KUHAP, UU Kesehatan, UU Praktik Kedokteran, UU Rumah Sakit, UU Keperawatan, dan UU LPSK. Sedangkan secara horizontal terdapat dalam PP Reproduksi, Permenkes Pertindok dan Fatwa MUI. Perlindungan Hukum Atas Hak-hak Korban Tindak Pidana Perkosaan telah cukup memadai dari berbagai peraturan perundang-undangan yang ada. Aborsi tidak dapat serta merta dilakukan, karena dokter berkewajiban menjunjung tinggi dan berpegang teguh pada sumpah jabatan dan kode etik kedokteran, serta terdapat prosedur administrasi yang ketat yang harus dipenuhi. | Writing thesis also discussed legal protection the crimes rape. It it is based on the an abortion done woman who is the rape victims that is supposed to be protected. Their rights as a woman deprived, wronged physically, sexual and psychological, and impact of further can cause the rape victims experienced pregnancy undesired. Various legislation whether vertically and horizontally set about abortion and protection against the rape victims who was an abortion. This study attempts to know and comprehend synchronization protection arrangement victims the criminal act of rape, as well as knowing and perceiving the protection of the law on the rights of the victims the criminal act of rape. This research uses the method approach normative juridical persuasion legislation and specifications descriptive analytical research with described and analyzing primary and secondary data associated with legal theories. The result of this research are showing that synchronization arrangement legal protection the crimes rape in the legislations in indonesia in vetical contained in 1945 constitution, KUHP, KUHAP, Law Health , Law Practices Medicine, Law Hospital, Law nursing, and Law LPSK. While horizontally there are in Government Regulation Reproduction, Permenkes Pertindok and Religious Advices Commisstion of the MUI. Legal protection on the rights of the crimes rape has quite adequate from various regulations regulations that exist. Abortion could not necessarily done, as doctors to uphold and hold fast on oath office and code of conduct of medicine, and there are legal procedures strict must be fulfilled. | |
| 5216 | 15363 | D1E012344 | PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU DALAM RANSUM SAPI BALI DENGAN IMBANGAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP KECERNAAN SERAT DAN PROTEIN KASAR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun waru dalam ransum sapi Bali dengan imbangan jerami padi dan konsentrat yang berbeda terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar secara in vivo. Penelitian ini menggunakan 18 ekor Sapi Bali jantan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) umur ±2 tahun dengan bobot badan rata-rata 287.56kg±35.82kg (KK:12,46%). Pakan terdiri dari jerami padi dan konsentrat dengan imbangan BK jerami padi dan konsentrat adalah 40%:60% (I1) dan 35%:65% (I2). Pakan disuplementasi tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) masing-masing 0% (w1), 0.24% (w2) dan 0.48% (w3) dari bahan kering (BK) konsentrat, sehingga membentuk pola faktorial 3x2 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai kelompok adalah bobot awal sapi 247.33±21.66kg, 292.83±14.81kg, dan 322.50±15.32kg masing-masing untuk kelompok I, II, dan III. Jumlah bahan kering yang diberikan adalah 3% dari bobot hidup dengan pemberian pakan sebanyak lima kali sehari. Variabel yang diukur adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar dengan metode koleksi total. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial. | The research aimed to determine the effects of adding Hibiscus leaf meal (Hibiscus tiliaceus) in Bali cattle diet with different ratios of rice straw to concentrate on the crude fiber and crude protein digestibilities by in vivo. It used 18 male Bali cattle from East Nusa Tenggara aged about two year old whose initial weight averaged 287.56kg±35.82kg (KK:12.46 %). The feed consisted of of dry matter (DM) of rice straw and concentrate with the ratios of the former to the latter 40%:60% (I1) and 35%:65% (I2). The supplementation of Hibiscus leaf meal were respectively 0% (w1), 0.24% (w2) and 0.48% (w3) out of the DM of the concentrate. It therefore formed a 3x2 factorial design in a randomized block design. The block were the initial weight of each cattle which were 247.33±21.66kg, 292.83±14.81kg and 322.50±15.32kg for group I, II, and III, respectively. The amount of DM was 3% of the live weight fed five times a day. The variables which were the digestibility of crude fiber (CF) and crude protein (CP) were measured by using a total collection method. Data were analyzed by an analysis of variance (ANOVA) and continued with an orthogonal polynomial test. | |
| 5217 | 15424 | D1E012213 | KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN KAMBING YANG MENDAPAT SUMBER PROTEIN BUNGKIL KEDELAI YANG DIPROTEKSI MENGGUNAKAN CAIRAN BATANG PISANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan cairan batang pisang untuk memproteksi protein bungkil kedelai terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen 3 ekor kambing Jawa Randu jantan yang diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sokaraja segera setelah kambing dipotong. Perlakuan yang diberikan yaitu R0= Bungkil kedelai tanpa proteksi (kontrol), R1= Bungkil kedelai 200 gr + cairan batang pisang 200 ml, R2= Bungkil kedelai 200 gr + cairan batang pisang 400 ml. Penelitian eksperimental yang dilakukan secara in vitro ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap one way classification dengan 3 macam perlakuan di mana setiap perlakuan diulang enam kali, sehingga terdapat 18 percobaan. Variabel yang diukur adalah kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) dengan respon linier negatif terhadap kecernaan protein kasar dengan persamaan Y= 57.13 - 9.69 X dan tidak berpengaruh terhadap kecernaan serat kasar (P>0.05). Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disarankan bahwa untuk mendapatkan pasokan protein yang lebih banyak pada pasca rumen, bungkil kedelai perlu diproteksi. | This experimental study was conducted to investigate the effects of using banana bole liquid to protect soybean meal on crude protein and crude fiber digestibilities of goat feed. The materials were rumen fluids of 3 male Jawa Randu goat taken immediately after being slaughtered at the Slaughter House of Sokaraja. The treatments consisted of T0= soybean meal without protection (control), T1= soybean meal, 200 gr + banana bole liquid, 200 ml, T2= soybean meal, 200 gr + banana bole liquid, 400 ml. The experiment used in vitro method and was designed with one way classification/ Completely Randomized Design. The data was analyzed with an analysis of variance and followed with Orthogonal Polynomial test. The outcome proves that the treatments have a highly significant effect (P<0.01), with a negative-linear response, on the digestibility of crude protein which forms an equation Y= 57.13 - 9.69 X, but not on the digestibility of crude fiber (P>0.05). Based on the results, it is recommended that, in order to obtain more protein supplies in the post rumen, soybean meal needs for the protection. | |
| 5218 | 15280 | G1B008003 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESS KERJA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP PENYAKIT BEDAH RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Tugas pokok seorang perawat adalah merawat pasien untuk mempercepat proses penyembuhan. Karena pekerjaannya yang dinamis, seorang perawat perlu memiliki kondisi tubuh yang baik, sehat, dan mempunyai energi yang cukup. Kondisi tubuh yang kurang menguntungkan mengakibatkan seorang perawat mudah patah semangat bilamana saat bekerja ia mengalami kelelahan fisik, kelelahan emosional, dan kelelahan mental. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di instalasi rawat inap penyakit bedah sebanyak 116 orang. Besar sampel yaitu 53 orang perawat. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan umur dengan stres kerja (p=0,008), ada hubungan jenis kelamin dengan stres kerja (p=0,023), ada hubungan tingkat pendidikan dengan stres kerja (p=0,020), ada hubungan masa kerja dengan stres kerja (p=0,008), ada hubungan beban kerja dengan stres kerja (p=0,020). Simpulan dari penelitian ini adalah seluruh variabel berhubungan dengan stres kerja pada perawat pelaksana di instalasi rawat inap penyakit bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pihak terkait disarankan agar berolahraga, melakukan pelatihan keterampilan dan melakukan variasi pekerjaan. | Nurse is the dynamic job, so the nurses should be have the good and perfect health. Bad body conditions make the nurse can broke the spirit to work when they on duty they can make physical fatigue, emotional exhaustion, mental fatigue. Work stress is an emotional and physical response that is disturb or harm that happen when task demands does not conform the capabilities, resources, or the desire of workers. The purpose of this study is to analyze the factors associated to the work stress. This study was analytical survey with cross-sectional design. The population in this study were managing nurses in inpatient surgical disease installation of 116 people. Sample size is the total sample of 53 nurses. Data were analyzed using Chi-Square correlation test with a significance level of 0.05. Results of the study indicate that there is a relationship of age with work stress (p=0,008), there is a relationship gender with work stress (p=0,023), there is a relationship of the level of education with work stress (p=0,020), there is a relationship of working period with work stress (p=0,008), there is a relationship of the workload with the stress of work (p=0,020). A conclucion of this research is the whole work stress-related variables in implementing nurse on Inpatient surgical disease installation Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto General Hospital. Related parties are advised to exercise, training skills and perform a variation of work. | |
| 5219 | 14432 | H1E011017 | Identifikasi Zona Prospek Batuan Magnetik Di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Pengukuran medan magnet dengan Proton Precission Magnetometer telah dilakukan di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah menginterpretasi sebaran batuan magnetik di bawah permukaan bumi. Data medan magnetik diolah dengan koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi ke bidang datar dan pengangkatan ke atas. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Hasil pemodelan sayatan AB dan CD menunjukkan beberapa jenis batuan. Sayatan AB pada lapisan pertama terdapat batuan vulkanik gunungapi Slamet dari lapukan batuan beku (k = 0,0296 cgs unit), lapisan kedua diinterpretasikan sebagai batuan beku andesit (k = 0,1742 cgs unit), dan lapisan ketiga diduga sebagai batuan beku andesit yang mengandung mineral magnetik (k = 0,1963 cgs unit). Sayatan CD pada lapisan pertama (k = 0,0415 cgs unit) diinterpretasikan sebagai batuan vulkanik gunungapi Slamet dari lapukan batuan beku, lapisan kedua (k = 0,0532 cgs unit) diduga sebagai batuan beku andesit, dan lapisan ketiga (k = 0,898 cgs unit) diduga sebagai batuan beku andesit yang mengandung mineral magnetik. Batuan beku andesit yang diduga mengandung mineral magnetik terdapat pada lapisan ketiga untuk setiap sayatan pada kedalaman sekitar 375 meter. | Magnetic field measurment has done using Proton Precission Magnetometer at Limpakuwus, Sumbang, Banyumas. The objective was interpreting magnetic rocks distribution in the subsurface. Data was proccessed using diurnal correction, IGRF correction, reduce to the pole, and upward continuation. The result of modeling at slice AB and CD shows that there are several types of rocks predicted. Slice AB at first layer has Slamet volcano rocks from weathered igneous (k = 0.0296 cgs unit), second layer is interpreted as andesite rocks (k = 0.1742 cgs unit) and third layer is predicted as andesite rocks that contains magnetic mineral (k = 01963 cgs unit). Slice CD at first layer (k = 0.0415 cgs unit) is interpreted as Slamet volcano rocks from weathered igneous rocks, second layer (k = 0.0532cgs unit) is predicted as andesite rocks, and third layer (k = 0.898 cgs unit) is predicted as andesite rocks that contains magnetic mineral. Andesite rocks which is predicted contains magnetic mineral is at third layer for each slice at 375 metre depth. | |
| 5220 | 15017 | C1A011077 | SKALA EKONOMI DAN EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PENGERAJIN PERAK (STUDI KASUS: ASOSIASI SONOPATI KELURAHAN PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA) | Penelitian ini berjudul “Skala Ekonomi dan Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pengerajin Perak (Studi Kasus: Asosiasi Senopati Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede Yogyakarta)”. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh bahan baku dan tenaga kerja secara bersama - sama dan parsial terhadap jumlah produksi kerajinan perak, untuk mengetahui skala ekonomi pengerajin perak, dan untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi perak di Asosiasi Senopati Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah survei dengan menggunakan simple random sampling dengan pertimbangan bahwa keadaan pengerajin perak relatif homogen. Sampel penelitian ini terdiri dari 46 pengerajin perak. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner. Analisis dilakukan dengan menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasikan kedalam fungsi linier logaritma natural. Analisis data menggunakan Spss 17.0. Untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi masing-masing faktor produksi dirumuskan secara matematis yaitu Efisiensi = NPM/P. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Bahan baku dan tenaga kerja baik secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi kerajinan perak. 2) Skala ekonomi pengerajin perak Asosiasi Senopati Kelurahan Purbayan Kecamatan Kotagede, Yogyakarta mengikuti kaidah increasing return to scale. 3) Efisiensi penggunaan faktor produksi pengerajin perak Asosiasi Senopati Kelurahan Purbayan Kecamatan Kotagede Yogyakarta belum efisien. Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Pengerajin perlu memperhatikan ketersediaan faktor produksi bahan baku, serta memberikan pelatihan seperti pelatihan pembuatan motif bagi calon tenaga kerja agar setiap tenaga kerja baru dapat bekerja optimal karena sudah terlatih. 2) Asosiasi Senopati Kelurahan Purbayan Kecamatan Kotagede Yogyakarta berada pada kondisi increasing return to scale. 3) Perlu penambahan faktor produksi bahan baku dan tenaga kerja hingga titik optimal agar dapat menghasilkan jumlah produksi kerajinan perak yang maksimal. | This research is titled “Economies of Scale and Use of Factors of Production Efficiency in craftsmen of silver (Case Study: in the Senopati Association, Purbayan Village District Kotagede Yogyakarta)”. The purpose of this research are to determine the effect of raw materials and labor simultaneously and partially to the amount of silver production, to find economies of scale craftsmen of silver, and to determine the efficiency of the use of factors of production of silver in the Association Senopati Purbayan Village, District Kotagede Yogyakarta. Research method that utilized is survey method with simple random sampling to determine the sample, with the consideration that the craftsmen are relatively homogeneous. The sample of this research consist of 46 craftsmen of silver. Data collected with interviews based on questionnaire. Analysis is done using model Cobb-Douglas is transformed into a linear natural logarithm function. Data analysis using the program SPSS 17.0. To determine the efficiency of input use of each factor is to calculate the ratio between the value of marginal product (NPM) of the input with the price (P) of input. If formulated mathematically, namely efficiency = NPM/P. The result showed that: 1) The variables of raw materials and labor simultaneously and partially have positive and significant impact on the amount of silver production. 2) Economies of scale are in increasing returns to scale. 3) The efficiency of the use of factors of production of silver in the Association Senopati Purbayan Village, District Kotagede Yogyakarta are yet efficient. The implications of this research are 1) the craftsmen need to consider the existence of factors of production of raw materials, as well as provide training such as training on pattern making for prospective workers that any new workers to work optimally because of already trained. 2) Association of Village Senopati Purbayan subdistrict Kotagede Yogyakarta in a state of increasing returns to scale. 3) Before the addition of the factors of production of raw materials and labor to the optimal point in order to generate the amount of silver production is maximal. |