Artikel Ilmiah : F1B010012 a.n. FIRDANIS NUR ARWASI

Kembali Update Delete

NIMF1B010012
NamamhsFIRDANIS NUR ARWASI
Judul ArtikelEvaluasi Implementasi Kebijakan Revitalisasi Posyandu dalam Meningkatkan Fungsi dan Kinerja Posyandu sebagai Layanan Kesehatan Dasar di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembangunan kesehatan dasar melalui SDM yang berkualitas guna memaksimalan peranan, fungsi dan kinerja Posyandu sebagai pusat informasi dan pendektesian dini kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak melalui kebijakan Revitalisasi Posyandu melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 perihal Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu yang merupakan suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, sehingga status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan yakni dengan melihat beberapa kesenjangan terhadap permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu maka dilakukanlah penilaian atau evaluasi terhadapnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan model implementasi kebijakan Randall B. Ripley yaitu kepatuhan dan apa yang terjadi dengan metode evaluasinya adalah single program after-only. Teknik pengambilan sampel menggunakan Area Sampling untuk sasaran sebanyak 47 Posyandu sebagai unit analisisnya dengan responden ketua kader Posyandu yang berada di tujuh desa terpilih dalam wilayah penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase dan proses validitas data menggunakan rumus teknik korelasi “Product Moment”. Hasil penelitian menunjukkan dimensi kepatuhan menunjukkan tingkatan yang cukup yaitu sebesar 51,1% atau sebanyak 24 responden dari jumlah keseluruhan. Kinerja Posyandu pada indikator input secara keseluruhan telah tercukupi dengan nilai indeks terendah sebesar 36,88% dan tertinggi sebesar 93,62%. Kemudian, kinerja Posyandu pada indikator proses secara keseluruhan telah cukup baik dengan nilai indeks terendah sebesar 42,55% dan tertinggi sebesar 87,94%. Lalu, kinerja Posyandu pada indikator output secara keseluruhan telah tercukupi dengan nilai indeks terendah sebesar 46,10% dan tertinggi sebesar 78,72%. Sedangkan dimensi apa yang terjadi menunjukkan tingkatan yang tinggi yaitu sebesar 59,6% atau sebanyak 28 responden dari jumlah keseluruhan. Kinerja Posyandu pada faktor-faktor yang mempengaruhi secara keseluruhan telah cukup baik dengan nilai indeks terendah sebesar 60,99% dan tertinggi sebesar 98,58%. Akan tetapi dari dua dimensi tersebut ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada sub aspek sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab V.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background of this policy is the importance of basic health development through qualified human resources to maximize the role, function, and performance of Posyandu (Maternal and Child Health Care) as an information center and an early detection of public health, especially for mothers and children by the Circular of the Minister of Home Affairs and Regional Autonomy No. 411.3 /1116/SJ dated June 13, 2001 concerning General Guidelines of Posyandu Revitalization which is a way to intensify Posyandu’s function and performance in order to fulfill the needs of children growth even when they were still in their mother’s womb, so that mother’s and children’s health and nutritional status degree able to be maintained or even improved by analyze several gaps of problems which occured in implementation of all Posyandu activities, and then assessment or evaluation about that has been done. Research methods in this research use descriptive quantitative approach with a model of policy implementation by Randall B. Ripley which are compliance, and what’s happening.Evaluation methods use single program after-only. The sampling technique use Area (Cluster) Sampling with 47 Posyandu as research sample, and the head of cadres in seven selected villages in the study area as respondents. Data were collected using questionnaires, documentation, interviews and observation. Data analyzedby descriptive analysis which showed by percentage, and the data validity processedby correlation technique formula called "Product Moment". Result of this research showed that in the test statistics dimensions of compliance lied on sufficient criteria namely 51.1% or 24 respondents out of total respondents. Posyandu's performance on indicators of input has been fulfilled with the lowest index value of 36,88% and 93,62% as the highest value. While Posyandu’s performance on indicators of processing has been fulfilled with the lowest index value of 42,55% and 87,94% as the highest value. And its performance for output indicators are 46,10% as the lowest and 78,72% as the highest value. Finally, for dimensions of what’s happening lied on sufficient criteria namely 59.6% or 28 respondents out of the total respondents. Overall factors that affects Posyandu performance showed a high level with the 60,99% as the lowest and 98,58% as the highest value. For the record, there are some things of these two dimentions that need to be improved in these sub-aspects as described in Chapter V.
Kata kuncievaluasi, implementasi, kebijakan Revitalisasi Posyandu, meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu
Pembimbing 1Dra. Lilis Sri Sulistiani, M.M
Pembimbing 2Dra. Rukna Idanati, M.Kes
Pembimbing 3Dr. Dyah Retna Puspita, M.Hum
Tahun2016
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2016-06-17 02:39:23.802903
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.