Artikel Ilmiah : C1A012035 a.n. WAWA PERMANA
| NIM | C1A012035 |
|---|---|
| Namamhs | WAWA PERMANA |
| Judul Artikel | ANALISIS KETIMPANGAN WILAYAH DAN PENGEMBANGAN SEKTOR POTENSIAL DI PRIANGAN TIMUR PROVINSI JAWA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul "Analisis Ketimpangan Wilayah dan Pengembangan Sektor Potensial di Daerah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat". Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 2008-2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketimpangan yang terjadi di wilayah Priangan Timur, sektor potensial yang dimiliki kabupaten/kotanya, dan seberapa optimal pemanfaatan sektor potensial tersebut. Alat analisis yang digunakan yaitu Indeks Williamson, LQ (Location Quotient), Analisis Shift Share dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian dan analisis data menggunakan indeks Williamson menunjukkan bahwa disparitas wilayah Priangan Timur cukup rendah dengan nilai indeks di bawah 0,3 selama 2008-2014. Berdasarkan analisis LQ (Location Quotient) 2008-2014 sektor potensial di setiap kabupaten/kota di Priangan Timur cukup beragam. Berdasarkan analisis Shift Share dari semua kabupaten/kota di Priangan Timur telah memberikan kontribusi positif untuk wilayah Priangan Timur. Hasil Tipologi Klassen sektoral menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak sektor di kuadran IV dengan empat sektor yang sulit untuk berkembang. Sementara Kabupaten Ciamis merupakan kabupaten yang memiliki sektor paling maju dan cepat tumbuh dengan tiga sektor di Kuadran I. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya cukup tertinggal dalam pengembangan sektor ekonominya. Hasil klasifikasi wilayah dapat disimpulkan bahwa hanya kota Tasikmalaya yang telah maju dan berkembang pesat di kuadran I, Kabupaten Ciamis maju tapi tertekan pada kuadran II, Kabupaten Garut dan Kota Banjar mulai berkembang pesat pada kuadran III dan Kabupaten Tasikmalaya berada di kuadran IV, hal ini sejalan dengan klasifikasi sektoralnya masih banyak tertinggal pula. Implikasi dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan beberapa kebijakan untuk kabupaten/kota yang wilayahnya relatif tertinggal dengan daerah sekitarnya. Kebijakan tersebut di antaranya (1) perbaikan infrastruktur di kabupaten/kota yang masih tertinggal (2) Penyediaan dukungan dana dengan dilengkapi pelatihan sumber daya manusia yang ada dari pemerintah terkait untuk mengoptimalkan potensi daerah Priangan Timur. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This research entitled "Analysis of Regional Disparities and Sector Development Potential sectors in the Region East Priangan West Java Province". This study uses secondary data such as time series data with the observation period 2008-2014. The purpose of this research was to determine the extent of disparities in the region of East Priangan, potential sectors of the districts / city, and how optimal utilization of the potential sectors. The analysis tool used is Williamson index, LQ (Location Quotient), Shift Share Analysis and Klassen Typology. Results of research and data analysis using Williamson index shows that disparities Eastern Priangan quite low index value below 0.3 during 2008-2014. Based on the analysis of LQ (Location Quotient) 2008-2014 potential sectors in each district / city in East Priangan quite diverse. Based Shift Share analysis of all the districts / cities in East Priangan has made a positive contribution to the region in the East Priangan. The results showed that the sectoral Klassen Typology Tasikmalaya District has a lot of sectors in quadrant IV with four sectors that are difficult to develop. While the Ciamis District is a district that has the most advanced sector and fast growing with three sectors in Quadrant I. It shows that the Tasikmalaya District quite behind in the development of economic sectors. The results of the classification of regions can be concluded that only the city of Tasikmalaya have developed and thrived in the first quadrant, Ciamis District advanced but depressed in quadrant II, Garut District and Banjar City began to grow rapidly in quadrant III and Tasikmalaya District is located in quadrant IV, in line with sectoral classification is still a lot left behind anyway. Implication of this research is necessary to do some policies for districts / cities that are relatively underdeveloped area with the surrounding area. The policy which (1) the improvement of infrastructure in the districts / cities that are still lagging behind (2) Provision of financial support to include training of the human resources available from the relevant government to optimize the potential of the area in East Priangan. |
| Kata kunci | Keywords: regional disparities, potential sectors, East Priangan |
| Pembimbing 1 | Drs. Hary Pudjianto, MM |
| Pembimbing 2 | Drs. Supadi, M.Si |
| Pembimbing 3 | Agustin Susyatna Dewi, S.E M.Si |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2016-06-17 00:32:31.9834 |