Home
Login.
Artikelilmiahs
15059
Update
MUHAMMAD ANDIKA EKAPUTRA RIANIL
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN VISUS KOREKSI PENDERITA RETINOPATI DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI LASER PANRETINAL FOTOKOAGULASI BULAN JANUARI-SEPTEMBER 2015 DI RS WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah tubuh. Salah satu komplikasi mikrovaskular DM yang dapat menyebabkan kebutaan pada orang dewasa adalah retinopati diabetika. Di Indonesia prevalensi retinopati diabetika mecapai 27,2% dari jumlah penduduk. Salah satu terapi yang masih digunakan pada saat ini adalah terapi laser panretinal fotokoagulasi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan visus penderita retinopati diabetika sebelum dan sesudah terapi laser panretinal fotokoagulasi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian adalah pasien penderita retinopati diabetika yang mengunjungi RS. Wijaya Kusuma Purwokerto menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 58 orang. Analisis univariabel dilakukan untuk melihat distribusi dan karakteristik data diantaranya nilai minimum, nilai maximum, mean, dan standar deviasi. Analisis bivariabel menggunakan uji t berpasangan pada data yang terdistribusi normal dan uji Wilcoxon pada data yang tidak terdistribusi normal. Hasil: Hasil uji analsisi Wilcoxon didapatkan nilai p = 0.097 (p > 0.05) antara visus sebelum dilakukan terapi laser panretinal fotokoagulasi dan visus sesudah dilakukan terapi laser panretinal fotokoagulasi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara visus sebelum terapi laser panretinal fotokoagulasi dan sesudah terapi laser panretinal fotokoagulasi pada penderita retinopati diabetika
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease that characterized by high blood sugar levels. One of the microvascular complication in DM is Diabetic Retinopathy that can caused blindness in adults. In Indonesia, the prevalence of Diabetic Retinopathy was 27,2 %. Laser photocoagulation in Diabetic Retinopathy is still used as one of the therapy until now. Objective: To evaluate the differences of visual acuity between before and after Pan Retinal Photocoagulation in Diabetic Retinopathy. Methods: Observational analytic study with cross sectional approach. A total 58 patients with Diabetic Retinopathy who visit to Wijaya Kusuma Hospital in Purwokerto was included in this study by using consecutive sampling method. Univariabel analyses was performed to show the distribution and characteristic data such as minimal and maximal value, mean and standart deviation. T paired test formula was used as a bivariabel analyses for the normal distribution data and Wilcoxon test for the non normal distribution data. Results: In our study, Wilcoxon test result p = 0,097 (p > 0,05) between visual acuity before and after Pan Retinal Photocoagulation. Conclusion: There is no differences visual acuity results between before and after Pan Retinal Photocoagulation in Diabetic Retinopathy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save