| NIM | F1A011064 |
| Namamhs | CLARA WAHYU SUCI RIANTI |
| Judul Artikel | Potret Kehidupan Pedagang Kaki Lima (Pola Interaksi dan Bentuk Solidaritas Pedagang Kaki Lima dalam Paguyuban PKL Jalan Kampus Grendeng) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pedagang kaki lima merupakan salah satu pekerjaan di sektor informal. Pedagang kaki lima di Purwokerto berada di Kelurahan Grendeng yang tergabung dalam sebuah Paguyuban bernama Paguyuban PKL Jalan Kampus yang berdiri sejak tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi dan bentuk solidaritas pedagang kaki lima. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gemeinschaft menurut Ferdinand Tonnies, dimana terdapat tiga faktor atau unsur yang mendukung adanya gemeinschaft yaitu gemeinschaft by blood terbentuk berdasarkan ikatan darah, gemeinschaft of place terbentuk berdasarkan kesamaan tempat dan gemeinschaft of mind terbentuk berdasarkan kesamaan pemikiran seperti di Paguyuban PKL Jalan Kampus dimana pedagang kaki lima terbentuk berdasarkan kesamaan pemikiran yang bisa memunculkan ikatan karena sama-sama menjadi pedagang kaki lima dan berjualan di Grendeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Teknik pengambilan sasaran penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pusposive samplingdengan tujuan pemilihan informan sesuai dengan kriteria yang diajukan oleh peneliti.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi dan solidaritas di dalam Paguyuban berupa arisan setiap bulan, perkumpulan dan musyawarah untuk membahas permasalahan yang terjadi di Paguyuban, kerja bakti dan lomba di Hari Kemerdekaan. Sedangkan bentuk solidaritas berupa menengok orang sakit, melayat, membantu pada saat hajatan, dan partisipasi pedagang dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Paguyuban. Konflik yang terjadi di dalam Paguyuban berupa selisish pendapat antar anggota, dan yang terbaru adalah konflik pedagang baru yang tidak memiliki ijin berjualan baik pada pihak Unsoed ataupun Paguyuban itu sendiri, peringatan sudah beberapa kali diberikan kepada para pedagang baru namun tidak dihiraukan dan tetap berjualan di lokasi tersebut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Street vendor (Pedagang Kaki Lima) is a kind jobs in informal sector. In Purwokerto, they are located in Grendeng village, who are members of an association named the Association of PKL Jalan Kampus which was established in 2007. The aim of this research is to describe the pattern of interaction and solidarity of street vendors. The theory used in this research is the Gemeinschaft by Ferdinand Tonnies, where there are three factors or elements that support the existence of gemeinschaft, they are gemeinschaft by blood formed based on blood ties, gemeinschaft of place formed based on common place and gemeinschaft of mind formed based on the similarity of thought as in the association of PKL Jalan Kampus where street vendors are formed based on the similarity of thought that could lead to a bond because both become street vendors and seller in Grendeng. The method used in this research is qualitative method. Research technique used in this research is purposive sampling by the aim of selecting the informant in accordance with the criteria proposed by researcher. Data collection technique in this research is through interviews and observation. The result shows that the patterns of interaction and solidarity within the association in the form of monthly social gathering (arisan), gathering and meetings to discuss the issues raised in the association, voluntary work and some contests in celebrating Independence Day. Solidarity form can seen such visiting sick people, funerals, helping during a feast, and the participation of traders in each of the activities organized by the association. The conflicts occur in the association such clash opinions between the members, and most recently conflict occurs is about some new traders who do not have licenses to sell both on the part of Unsoed or the association itself. The warning has given to the new traders several times, but tehy ignored the warning and still selling at the site. |
| Kata kunci | Street vendor, Interaction, Solidarity |
| Pembimbing 1 | Dra. Sotyania W, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Niken Paramarti D, S.Sos. M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs.FX.Wardiyono, M.Si |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2016-05-03 10:34:28.974798 |
|---|