Artikel Ilmiah : C1A012029 a.n. BAROKATUL DHOHIROH

Kembali Update Delete

NIMC1A012029
NamamhsBAROKATUL DHOHIROH
Judul ArtikelANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI KUBIS DI DESA TAMBI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul ’’Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi Pada Usahatani Kubis di Desa Tambi Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo’’. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, bibit, pupuk, serta obat-obatan terhadap produksi kubis, 2) untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada produksi kubis, 3) untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usahatani kubis di daerah penelitian.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 petani kubis di Desa Tambi dengan metode stratified random sampling (acak berstrata). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penggunaan faktor produksi berupa tenaga kerja (X1), bibit (X2), pupuk (X3), dan pestisida (X4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis dengan nilai Fhitung sebesar 24,048. Dengan α= 0,05, secara parsial faktor produksi bibit dan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis, tetapi faktor produksi tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi kubis dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut:
Y ́=151,37 X_1^(-0,146) X_2^0,882 X_3^0,264 X_4^(-0,067)
Efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi bibit belum efisien dan variabel pupuk tidak efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani kubis di Desa Tambi sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 3,8.
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Secara parsial variabel tenaga kerja dan variabel pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis di Desa Tambi. Oleh karena itu, Dinas Pertanian perlu mengadakan pendidikan non formal seperti pelatihan kepada para petani tentang tata cara bertani kubis yang benar agar dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja. Kemudian para petani juga harus lebih memperhatikan takaran atau dosis dalam menggunakan pestisida.2) Penggunaan variabel bibit pada usahatani kubis belum efisien, hal ini berarti bahwa bibit yang digunakan petani kubis di Desa Tambi terlalu sedikit. Oleh karena itu agar efisien, seyogyanya para petani menambah jumlah bibit yang digunakan sesuai dengan jumlah yang dianjurkanpemerintah yaitu 60 kg/hektar. Sedangkan penggunaan variabel pupuk tidak efisien, hal ini berarti bahwa pupuk yang digunakan petani kubis di Desa Tambi terlalu banyak. Supaya efisien, seharusnya para petani mengurangi penggunaan pupuk sesuai dengan jumlah pupuk yang dianjurkan yaitu 1.100 kg sampai dengan 2.150 kg/hektar. 3) Secara ekonomi usahatani kubis di Desa Tambi sudah efisien. Tetapi padaumumnya para petani kubis hanya mengandalkan modal sendiri yang masih terbatas. Oleh karena itu, agar para petani dapat terus meningkatkan usahataninya sebaiknya pemerintah setempat dapat membuat kebijakan yang mendukung seperti pinjaman modal dengan bunga rendah maupun bantuan sarana produksi berupa pengadaan subsidi bibit, pupuk, maupun pestisida.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
This research entitled ’’Analysis Eficiency of usage Input Production Cabbages Farming in Tambi Village, Kejajar Sub District, Wonosobo Regency. The purpose of this research are : 1) to know the influences of labour, seeds, manure and pesticides having an effect the production of the cabbages, 2) to know the efficiency of use of input production of the cabbages, 3) to know the economic efficiency of cabbages farmers in Tambi Village.
The method of research is survey and usage primary data by interview and questionnaries. The number of sample is 36 respondents in Tambi Village and sample method used Stratified Random Sampling. Data analysis technique usedfunction of production Cobb-Douglas, analysis of alocative efficiency, and analysis of economic efficiency by R/C ratio.
The result of this research indicate that: 1) use of factor production islabour(X1), seeds (X2), meanure (X3), and pesticides (X4) by together have an significante effect on cabbages production and the number of F test is 24.048. With alpha 0,05, based on partialfactor production of seeds and manure have influence significante on cabbages production, but the factor of production of labour and pesticides have not influence significant on cabbages production. The correlation of use factors of production with production of cabbagess is showed in the Cobb-Douglas produce function model:
Y ́=151,37 X_1^(-0,146) X_2^0,882 X_3^0,264 X_4^(-0,067)
Efficiency in use of factor production seeds is not yet efficient and meanure is not efficient, but . The result of economic efficiency showed that cabbage’s farmer in Tambi Village isalready efficient is economic with number or R/C ratio is 3,8.
Implications of this research is: 1) labour and pesticides have not influence significant on cabbage production in Tambi Village. So, Department of Agriculture need to make non formal educated like train for labour about manners farm is true so that canto step on kuality of labour. Then farmer must be to attentiondoses in use to psticides. 2) The use of seeds variable in cabbage farmer is not yet efficient, is meaning that use seedsof cabbage farmer in Tambi Village is more little. So that efficient, farmers must be plusseeds according to government recommend 60 kg/ha. Exactly the use of meanure is not efficient, is meaning that use meanureof cabbage farmer in Tambi Village is more much. So that efficient, farmers must to less meanure acording to government recommend 1.100 kg/ha to 2.150 kg/ha. 3) Economy cabbage farm in Tambi Village is efficient. But in generaly cabbage’s farmer only use private capital that limited. Because of that, in order to farmers can to increase of cabbage farmthe government can make policy that support like capital liabillity with less interest or helped by production tools like subsidy seeds, meanure, orpesticides.


Kata kunciEfficiency, Factor Production, Cobb-Douglas, and Cabbage
Pembimbing 1Drs. Herman Sambodo, M.P
Pembimbing 2Dra. Nunik Kadarwati, M.Si
Pembimbing 3Drs. IndiSutopo, MM
Tahun2016
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2016-05-03 11:52:10.55887
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.