Artikelilmiahs

Menampilkan 49.381-49.400 dari 49.517 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4938152147E1A019177PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL ATAS PEMBAYARAN DANA PENSIUN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI PT. FREEPORT INDONESIA (Studi Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap)
Penyelesaian perselisihan hubungan industrial atas pembayaran dana pensiun akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Freeport Indonesia, dengan studi pada putusan Nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap. Permasalahan utama yang diteliti adalah bagaimana pengaturan dana pensiun bagi pekerja yang diputus hubungan kerjanya sebelum memasuki masa pensiun menurut perundang-undangan ketenagakerjaan serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Dana Pensiun, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, Hubungan Kerja dan Waktu Istirahat, pengusaha yang mengikutsertakan pekerjanya dalam program dana pensiun dapat memperhitungkan iuran dana pensiun yang dibayarkan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban pembayaran pesangon dan uang penghargaan masa kerja hak akibat PHK. Dalam kasus a quo, hakim Pengadilan Negeri Jayapura mempertimbangkan bahwa dana pensiun milik pekerja yang diputus hubungan kerjanya sebelum masa pensiun dapat diperhitungkan dengan hak-hak PHK milik pekerja.This study examines the resolution of industrial relations disputes concerning the payment of pension funds following termination of employment (PHK) at PT Freeport Indonesia, using Decision Number 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap as a case study. The primary focus is on the regulation of pension fund arrangements for employees whose employment is terminated before they reach retirement age under labor law, as well as the judicial considerations in adjudicating such cases. The research employs a normative juridical method, utilizing both statutory and case approaches, and is analyzed qualitatively. The findings indicate that, pursuant to Law Number 13 of 2003 on Manpower, Law Number 4 of 2023 on the Administration of Pension Funds, and Government Regulation Number 35 of 2021 regarding Fixed-Term Employment Contracts, Outsourcing, Working Hours, Employment Relations, Rest Periods, and Termination of Employment, employers who enroll their employees in pension fund programs are permitted to count the pension contributions paid as part of their obligations to pay severance pay and long-service awards upon termination of employment. In the present case, the Jayapura District Court judges concluded that the pension fund contributions for an employee terminated before reaching retirement age could be offset against the employee’s termination entitlements.
4938252149K1B022002REGRESI ROBUST DAN APLIKASINYA PADA DATA PRODUKSI PADI Fluktuasi produksi padi di Kabupaten Banyumas memicu munculnya pencilan data yang menyebabkan bias pada estimasi parameter jika dimodelkan dengan metode ordinary least squares (OLS). Penelitian ini mengevaluasi efektivitas regresi robust estimasi M menggunakan fungsi pembobot Huber dan Welsch sebagai solusi alternatif. Menggunakan data periode 2023–2024, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi, meliputi produktivitas, tenaga kerja, dan pupuk urea. Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa fungsi pembobot Huber merupakan model yang lebih direkomendasikan karena menghasilkan nilai AIC dan BIC yang lebih rendah dibandingkan fungsi Welsch. Melalui model Huber, ditemukan bahwa produktivitas dan tenaga kerja merupakan faktor dominan yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, sedangkan penggunaan pupuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata.Fluctuations in rice production in Banyumas Regency often result in data containing outliers, which leads to biased parameter estimation when using the ordinary least squares (OLS) method. This study evaluates the effectiveness of robust regression with M-estimation using Huber and Welsch weighting functions to overcome this issue. Using data from 2023–2024, the study identifies factors influencing rice production, including productivity, labor, and urea fertilizer. The comparative analysis shows that the Huber weighting function outperforms the Welsch function, as indicated by lower AIC and BIC values. Based on the Huber model, productivity and labor are identified as the primary significant factors driving rice production in the region, while urea fertilizer shows no significant impact.
4938352151D1A022172SUPLEMENTASI HIDROLISAT MAGGOT (Hermetia illucens) MENGANDUNG PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid) SEBAGAI PAKAN FUNGSIONAL AYAM SENTUL DITINJAU DARI KONSUMSI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASARGempur Satriya Pradana. Maggot (Hermetia illucens) merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berpotensi sebagai pakan alternatif sumber protein dan lemak yang sangat baik untuk metabolisme ternak unggas. Asam lemak tak jenuh ganda (Polyunsaturated Fatty Acid) pada maggot penting untuk kesehatan, metabolisme, dan pertumbuhan Ayam Sentul. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh dan taraf terbaik suplementasi hidrolisat maggot BSF sebagai sumber pakan fungsional terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul. Materi yang digunakan adalah 100 ekor Day Old Chick (DOC) Ayam Sentul. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0=pakan basal, P1= P0 + 2% Hidrolisat Maggot BSF, P2 = P0 + 4% Hidrolisat Maggot BSF, dan P3 = P0 + 6% Hidrolisat Maggot BSF. Variabel yang diukur adalah konsumsi protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan Ayam Sentul. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) serta Orhogonal Polynomial. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suplementasi hidrolisat maggot BSF yang dihidrolisis menggunakan Lactobacillus casei memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar dan konsumsi serat kasar pakan Ayam Sentul. Konsumsi Protein kasar dan serat kasar (g/ekor/hari) pakan yang disuplementasi hidrolisat maggot BSF lebih baik daripada pakan basal. Hasil rataan nilai konsumsi protein kasar pakan Ayam Sentul pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 5,49±0,33, 6,05±0,30, 6,84±0,20 dan 7,91±0,22, sedangkan rataan nilai konsumsi serat kasar pakan pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 3,28±0,20, 3,84±0,19, 4,27±0,13 dan 5,00±0,14. Hasil Uji Orthogonal Polynomial pada konsumsi protein kasar diperoleh persamaan Y= 5,3698 + 0,4043x sedangkan konsumsi serat kasar diperoleh persamaan Y= 3,12619 + 0,2797x. Suplementasi hidrolisat maggot BSF hasil hidrolisis menggunakan Lactobacillus casei dapat meningkatkan konsumsi protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul sampai dengan taraf 6% dan masih berada dalam kisaran optimal dan belum menimbulkan efek penurunan konsumsi. Gempur Satriya Pradana. Maggot (Hermetia illucens) is a larva of the Black Soldier Fly (BSF) which has the potential as an alternative feed source of protein and fat that is excellent for poultry metabolism. Polyunsaturated fatty acids in maggots are important for the health, metabolism, and growth of Sentul Chickens. The study aims to examine the effect and best level of BSF maggot hydrolysate supplementation as a functional feed source on the consumption of crude protein and crude fiber in Sentul Chicken feed. The material used was 100 Day Old Chicks (DOC) of Sentul Chickens. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = basal feed, P1 = P0 + 2% BSF Maggot Hydrolysate, P2 = P0+ 4% BSF Maggot Hydrolysate, and P3 = P0+ 6% BSF Maggot Hydrolysate. The variables measured were crude protein consumption and crude fiber digestibility of Sentul Chicken feed. Data analysis used Analysis Of Variance (ANOVA) and further tests of Honestly Significant Difference (HSD) and Orhogonal Polynomial. The results of ANOVA showed that supplementation of BSF maggot hydrolysate hydrolyzed using Lactobacillus casei had a very significant effect (P<0.01) on crude protein consumption and crude fiber consumption of Sentul Chicken feed. Consumption of crude protein and crude fiber (g/head/day) of feed supplemented with BSF maggot hydrolysate was better than basal feed. The average value of crude protein digestibility of Sentul Chicken feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 5,49±0,33, 6,05±0,30, 6,84±0,20 and 7,91±0,22, while the average value of crude fiber consumption of feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 3,28±0,20, 3,84±0,19, 4,27±0,13 and 5,00±0,14.. The results of the Orthogonal Polynomial Test on crude protein consumption obtained the equation Y= 5,3698 + 0,4043x, while crude fiber consumption obtained the equation Y= 3,12619 + 0,2797x. Supplementation of BSF maggot hydrolysate resulting from hydrolysis using Lactobacillus casei can increase the consumption of crude protein and crude fiber in Sentul Chicken feed up to 6% and is still within the optimal range and has not caused a decrease in consumption.
4938452152F1C022008STRATEGI PROMOSI ALAS PITU SEBAGAI DESTINASI WISATA BARU DI BATURRADENPenelitian ini berjudul “Strategi Promosi Alas Pitu sebagai Destinasi Wisata Baru di Baturraden.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi promosi yang dilakukan pengelola Alas Pitu Baturraden dalam mengomunikasikan keunikan destinasi wisata. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan destinasi di Baturraden sehingga diperlukan strategi promosi yang jelas dan terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan pengunjung serta pihak pengelola sebagai informan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan berfokus pada penetapan diferensiasi sebagai inti pesan yang disampaikan melalui media digital dan didukung oleh media offline. Selain itu, pengelola juga memanfaatkan kolaborasi dengan pihak eksternal serta perencanaan konten yang disesuaikan dengan waktu dan momentum tertentu untuk meningkatkan efektivitass promosi. Secara umum, strategi promosi yang dilakukan mencerminkan tahapan AIDA dalam menarik perhatian hingga tindakan berkunjung.
This research is entitled “Promotion Strategy of Alas Pitu as a New Tourism Destination in Baturraden.” This study aims to describe and analyze the promotional strategies implemented by the management of Alas Pitu Baturraden in communicating the uniqueness of the tourist destination. The research is motivated by the high level of competition among tourism destinations in Baturraden, which requires a clear and well-directed promotional strategy. This study employs a descriptive qualitative approach. The data were collected through interviews, observations, and documentation, involving visitors and management as informants. Data validity was tested using source and method triangulation.
The results indicate that the promotional strategy focuses on establishing differentiation as the core message, which is delivered through digital media and supported by offline media. In addition, the management utilizes collaborations with external parties and content planning adjusted to specific timing and momentum to enhance promotional effectiveness. Overall, the promotional strategy reflects the stages of the AIDA model in attracting attention to encouraging visiting actions.
4938552153C0A023028DIGITALIZATION OF ADMINISTRATIVE AND TRANSACTION PROCESSES AT PT. PEGADAIAN UPC KARANGLEWASArtikel ini membahas implementasi sistem digital untuk proses administrasi dan transaksi di PT. Pegadaian
UPC Karanglewas sebagai respon terhadap perkembangan teknologi yang mengubah pola pelayanan di
sektor keuangan non-bank. Penggunaan Pegadaian Digital Service (PDS) dan aplikasi e-Form menjadi
langkah strategis untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kemudahan layanan. PDS memungkinkan
nasabah melakukan transaksi gadai, cicilan, dan perpanjangan secara mandiri melalui pembayaran digital
tanpa harus datang ke kantor, sedangkan e-Form menyederhanakan alur administrasi dengan meminimalkan
pencatatan manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan. Metode penyelesaian penelitian dilakukan
melalui praktik kerja langsung dan observasi selama kegiatan magang di UPC Karanglewas. Hasil penilitian
menunjukkan bahwa digitalisasi terbukti mengurangi waktu layanan, menekan kesalahan administrasi, serta
meningkatkan kenyamanan nasabah. Namun, beberapa proses manual masih ditemukan sehingga perlu
optimalisasi sistem secara menyeluruh. Pembahasan menegaskan bahwa transformasi digital berkontribusi
siginifikan terhadap efisiensi operational. Rencana pengembangan ke depan mencakup integrasi penuh
layanan digital, peningkatan literasi digital pegawai dan nasabah, serta penguatan infrastruktur teknologi
untuk mendukung kualitas layanan yang lebih baik.
This Article reviews the implementation of a digital system for administrative processes and transactions at
PT Pegadaian UPC Karanglewas in response to technological developments that have transformed service
delivery in the non-bank financial sector. The adoption of Pegadaian Digital Service (PDS) and e-Form
application represents a strategic efforts to enhance service speed, accuracy, and accessibility. PDS enables
customers to conduct pawn transactions, installment payments, and extensions digitally without visiting
branch office, while the e-Form streamlines administrative procedures by reducing manual documentation
prone to human error. The study employed direct work practice and observation during an internship at UPC
Karanglewas. The result that digitization has effectively reduced service time, minimized administrative
errors, and improved customer convenience. However, several manual processes remain, indicating the need
for further optimization, The findings highlight the significant contribution of digital services, enhancement
of digital literacy among employees and customers, and strengthening of technological infrastructure to
support more effective service delivery.
4938652154C0A023083OPTIMIZATION OF CUSTOMER DATA VALIDATION IN HAJJ FINANCING SERVICES AT BANK MUAMALAT PURWOKERTO
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses optimalisasi validasi data nasabah melalui implementasi sistem MARS dan M-Direct, serta mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi administrasi layanan pembiayaan haji di Bank Muamalat KCU Purwokerto. Permasalahan penelitian berfokus pada proses verifikasi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia (human error) dan menyebabkan keterlambatan layanan. Metode yang digunakan adalah magang dengan observasi langsung pada proses validasi menggunakan sistem MARS dan M-Direct. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sebelum adanya validasi sistem yang ketat, pengecekan dokumen berjalan tidak konsisten dan memakan waktu lama. Implementasi validasi digital terbukti meminimalisir kesalahan input data, mempercepat proses pemberkasan, dan meningkatkan kepuasan nasabah. Studi ini menyimpulkan bahwa validasi data berbasis sistem yang akurat adalah kunci untuk mengatasi hambatan administrasi dalam layanan perbankan syariah.

Kata Kunci: Validasi Data, Efisiensi Administrasi, Pembiayaan Haji, Sistem MARS.
This study aims to analyze the optimization process of customer data validation through the implementation of MARS and M-Direct systems, and to evaluate its impact on the administrative efficiency of Hajj financing services at Bank Muamalat KCU Purwokerto. The research problem focuses on manual verification processes that are prone to human error and cause service delays. The method used is an internship with direct observation of the validation process using the MARS and M-Direct systems. The results show that prior to strict system validation, document checking was inconsistent and time-consuming. The implementation of digital validation has successfully minimized data entry errors, accelerated the filing process, and increased customer satisfaction. This study concludes that accurate system-based data validation is key to overcoming administrative bottlenecks in sharia banking services.

Keyword: Data Validation, Administrative Efficiency, Hajj Financing, MARS System.
4938752155E1A022018PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS
DAN POLIGAMI TANPA IZIN SERTA AKIBAT TERHADAP
KEDUDUKAN ANAK
(Tinjauan Yuridis Putusan No. 6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg)
Perkawinan merupakan suatu institusi sosial dan hukum yang bertujuan
untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang
Maha Esa. Namun dalam praktiknya sering terjadi pelanggaran terhadap asas
monogami dan kejujuran dalam perkawinan, seperti pemalsuan identitas dan
poligami tanpa izin. Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Malang No.
6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg menjadi contoh nyata kompleksitas hukum akibat
pelanggaran ganda tersebut, sekaligus menimbulkan persoalan mengenai
kedudukan anak yang lahir dari perkawinan yang kemudian dibatalkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan
pendekatan kasus, konseptual, dan perundang-undangan. Data yang digunakan
adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan
spesifikasi penelitian preskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui
studi kepustakaan. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif dan analisis
data dilakukan secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim membatalkan perkawinan
karena Termohon I melakukan pemalsuan identitas dan poligami tanpa izin yang
melanggar Pasal 22 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal
71 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Namun, pembatalan tersebut tidak memutus
hubungan hukum anak dan orang tuanya. Status anak tetap sah dan dilindungi
berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) UU Perkawinan, Pasal 76 KHI, serta prinsip the best
interests of the child dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 dan Putusan MK No.
46/PUU-VIII/2010. Dengan demikian, putusan ini menegaskan konsistensi hakim
dalam menegakkan asas monogami sekaligus menjamin perlindungan hak anak.
Marriage is a social and legal institution that aims to from a happy and
lasting family based on the One Almighty God. However, in practice, violations of
the principles of monogamy and honesty in marriage often occur, such as identity
fraud and polygamy without permission. The decision of the Malang District
Religious Court No. 6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg is a valid example of the legal
complexity resulting from these dual violations, while also raising questions about
the status of children born from a marriage that was later annulled.
The research method used is normative juridical with a case, conceptual,
and legislative approach. The data used is secondary data with primary, secondary,
and tertiary legal materials with prescriptive research spesifications. The data
collection method was conducted through a literature study. Data presentation was
carried out in the form of narrative text and data analysis was conducted
normatively and qualitatively.
The results of the study show that the judge annulled the marriage because
Respondent I committed identity fraud and polygamy without permission, violating
Article 22 and Article 9 of Law Number 1 of 1974 and Article 71 of the Compilation
of Islamic Law (KHI). However, the annulment did not sever the legal relationship
between the child and his or her parents. The status of the child remains valid and
protected under Article 28 Paragraph (2) of the Marriage Law, Article 76 of the
KHI, and the principle of the best interests of the child in Law No. 35 of 2014 and
Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010. Thus, this decision affirms
the consistency of judges in upholding the principle of monogamy while ensuring
the protection of children’s rights.
4938852156C1A022093Analisis Determinan Investasi Asing Langsung Di Provinsi Bali Dalam Model Persamaan Simultan Pembangunan ekonomi daerah tidak terlepas dari peran investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Provinsi Bali memiliki pertumbuhan ekonomi daerah yang tercermin dari PDRB dan menunjukkan perkembangan yang cukup tinggi, namun disitribusi realisasi FDI di wilayah Bali masih belum optimal dan menunjukkan adanya ketimpangan antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan timbal balik antara FDI dan PDRB serta pengaruh beberapa variabel ekonomi lainnya terhadap kedua variabel tersebut di Provinsi Bali. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan jumlah tenaga kerja sebagai variabel kontrol. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali periode tahun 2015-2024 serta menggunakan analisis data berupa model persamaan simultan Two Stage Least Square (2SLS) dengan bantuan software Eviews12. Berdasarkan hasil penelitian persamaan simultan FDI menunjukkan bahwa variabel PDRB, UMK dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap FDI. Hasil penelitian persamaan simultan PDRB menunjukkan bahwa variabel FDI, IPM berpengaruh signifikan terhadap PDRB sedangkan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB.Regional economic development cannot be separated from the role of investment in encouraging economic growth. The Province of Bali has experienced regional economic growth reflected in its Gross Regional Domestic Product (GRDP), which shows relatively strong development. However, the distribution of Foreign Direct Investment (FDI) realization in Bali is still not optimal and indicates disparities among regions. This study aims to analyze the reciprocal relationship between FDI and GRDP as well as the influence of several other economic variables on both variables in the Province of Bali. The variables used in this study include the Regency/City Minimum Wage (UMK), Human Development Index (HDI), and the number of workers as control variables. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The data used are panel data consisting of nine regencies/cities in the Province of Bali for the period 2015–2024. The data analysis method used is a simultaneous equation model with the Two Stage Least Squares (2SLS) method assisted by EViews 12 software. Based on the results of the simultaneous equation analysis, the FDI equation shows that the variables GRDP, UMK, and the number of workers have a significant effect on FDI. Meanwhile, the GRDP equation shows that the variables FDI and HDI have a significant effect on GRDP, while the number of workers does not have a significant effect on GRDP.
4938952158K1B022104PENERAPAN ALGORITMA KLEENE STAR MODIFIKASI PADA PENJADWALAN SISTEM DISTRIBUSI PAKET KANTOR POS DI PURWOKERTOPenelitian ini membahas penjadwalan sistem distribusi paket kantor pos di wilayah Purwokerto menggunakan algoritma Kleene Star Modifikasi dalam kerangka aljabar max-plus. Tujuan penelitian adalah merancang jadwal yang terstruktur dan periodik guna mengoptimalkan waktu keberangkatan kendaraan di setiap kantor pos. Model penjadwalan dirumuskan sebagai sistem linier max-plus, kemudian diselesaikan menggunakan algoritma Kleene Star Modifikasi dengan bantuan program Python untuk menentukan nilai eigen dan vektor eigen. Jadwal yang dihasilkan diperoleh dari entri vektor eigen yang menyatakan waktu keberangkatan kendaraan di setiap kantor pos, sedangkan periodisasi distribusi ditentukan berdasarkan nilai eigen yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif untuk merancang jadwal distribusi yang periodik dan terstruktur sebagai acuan praktis perencanaan distribusi kantor pos.This study discusses the scheduling of a postal package distribution system in the Purwokerto region using the Modified Kleene Star algorithm within the max-plus algebra framework. The aim is to design a structured and periodic schedule to optimize vehicle departure times at each postal office. The scheduling model was formulated as a max-plus linear system, then solved using the Modified Kleene Star algorithm with Python program to determine the eigenvalue and eigenvector. The resulting schedule was derived from the eigenvector entries representing vehicle departure times at each postal office, while the distribution periodicity was determined by the eigenvalue obtained. The results show that this approach is effective for designing a periodic and structured distribution schedule as a practical reference for postal distribution planning.
4939052157I1A022040Sistem Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Purwokerto, Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Permasalahan sampah dan pengelolannya, khususnya di wilayah perkotaan masih
menjadi isu yang penting, termasuk di Kota Purwokerto. Wilayah Banyumas menjadi percontohan
dari sistem pengelolaan sampah, namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Kota
Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan tahapan analisis datanya yaitu reduksi, penyajian,
dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi pada 19
informan pada bulan November – Desember 2025. Aspek yang diteliti yaitu aspek input, proses,
output, dan outcome/impact.
Hasil Penelitian: Sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Purwokerto dilaksanakan
dengan didukung oleh aspek input yaitu sumber daya manusia, anggaran, kebijakan, sarana
prasarana, dan pemberdayaan masyarakat. Kemudian dalam aspek prosesnya dilakukan melalui
tahapan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pengangkutan, dan pembuangan tahap akhir. Aspek
outputnya berupa produk yang dihasilkan dari olahan sampah dan aspek terakhir yaitu
outcome/impactnya berpengaruh pada kualitas lingkungan dan status kesehatan. Namun, di
lapangan masih terdapat pula kendala yang perlu diatasi.
Kesimpulan: Sistem pengelolaan sampah di Kota Purwokerto dilaksanakan dengan melibatkan
aspek input, proses, output, dan outcome/impact.
Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Purwokerto, Rumah Tangga, Sampah Rumah Tangga, Sistem
Background: The issue of waste and its management, especially in urban areas, remain an
important issue, including in Purwokerto City. The Banyumas region is a model for waste
management systems, but there are several aspects that need to be improved. This study aims to
determine how the household waste management system works in Purwokerto City, Banyumas
Regency.
Methods: Descriptive qualitative research with data analysis stages of reduction, presentation, and
conclusion. Data was collected through in-depth interviews and observation of 19 informants from
Novemeber-Desember 2025. The aspects studied were input, process, output, and outcome/impact.
Result: The household waste management system in Purwokerto City is implemented with the
support of input aspects, namely human resources, budget, policies, infrastructure, and community
empowerment. The process aspect is carried out through the stages of sorting, collection,
processing, transportation, and final disposal. The output aspect consists of products produced from
waste processing, and the final aspect, namely the outcome/impact, affects environmental quality
and health status. However, there are still obstacles in the field that need to be overcome.
Conclusion: The waste management system in Purwokerto City is implemented by involving the
aspects of input, process, output, and outcome/impact.
Keywords: Domestic, Household Waste, Purwokerto, System, Waste Management
4939152160E1A022106KEDUDUKAN ANAK SEBAGAI KORBAN EKSPLOITASI DALAM JARINGAN NARKOTIKA (Studi Terhadap Putusan Nomor 00/Pid.Sus-Anak/2022/PN Crp)
Keterlibatan anak dalam jaringan peredaran narkotika merupakan suatu persoalan hukum yang cukup kompleks sebab dalam praktiknya anak seringkali dimanfaatkan kerentanannya oleh pihak yang lebih dewasa, sehingga menimbulkan problem dilematis dalam memposisikan anak sebagai pelaku tindak pidana sebab belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan perlindungan bagi anak dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika serta mengkaji pemidanaan terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Curup Nomor 00/Pid.Sus- Anak/2022/PN Crp. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang - undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam putusan anak tetap diposisikan sebagai pelaku tindak pidana yang dijatuhi pidana berdasarkan Pasal 112 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pemidanaan terhadap anak belum mencerminkan perlindungan anak secara optimal yang mana secara substantif dalam proses peradikan pidana anak mengedepankan pendekatan rehabilitatif.
The involvement of children in drug trafficking networks is a complex legal issue because, in practice, children are often exploited due to their vulnerability by older individuals, creating a dilemma in classifying children as perpetrators of criminal acts since the approach has not fully integrated child protection measures and the principle of the best interests of the child.
This study aims to analyze the legal status of children involved in narcotics-related criminal offenses and to examine the sentencing of children involved in such offenses based on the Decision of the Curup District Court No. 00/Pid.Sus-Anak/2022/PN Crp. The research method employed is a normative legal approach utilizing legislative analysis, case analysis, and conceptual analysis, based on primary and secondary legal sources analyzed through a qualitative normative framework.
The results of the study indicate that in the decision, the child is still positioned as a perpetrator of a criminal offense sentenced under Article 112 of Law No. 35 of 2009 on Narcotics, and that the sentencing of the child does not yet optimally reflect child protection, whereas substantively, the criminal justice process for children should prioritize a rehabilitative approach.
4939252161E1A022049PENERAPAN KETENTUAN OBSTRUCTION OF JUSTICE
DALAM TINDAK PIDANA SUAP HASTO KRISTIYANTO
(studi putusan 36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst)
ketentuan obstruction of justice merupakan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21
Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu Undang-Undang
No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang
undang tersebut merupakan suatu norma pidana khusus yang dirancang untuk
melindungi integritas dan independensi proses peradilan pidana dari segala bentuk
intervensi, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Dalam kerangka
ini, delik obstruction of justice tidak ditempatkan sebagai delik turunan dari tindak
pidana pokok, melainkan sebagai delik yang berdiri sendiri (independent offence)
dan berfokus pada perbuatan serta kesengajaan pelaku dalam mencegah,
merintangi, atau menggagalkan proses hukum yang sedang berjalan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan ketentuan obstruction of justice dalam
tindak pidana suap yang melibatkan Hasto Kristiyanto berdasarkan Putusan Nomor
36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan,
pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual, yang bertumpu pada data sekunder
berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier sebagai sumber analisis. Hasil
penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara konstruksi normatif Pasal 21
Undang-undang Tipikor dengan penerapannya dalam praktik peradilan. Perbedaan
tersebut terutama terletak pada penafsiran unsur “menghalangi, merintangi, atau
menggagalkan” proses hukum, yang oleh majelis hakim cenderung dipahami
sebagai delik materiil yang mensyaratkan adanya akibat faktual. Hal ini
berimplikasi pada penyempitan makna normatif pasal, karena secara konseptual
delik tersebut lebih tepat dipahami sebagai delik formil yang menitikberatkan pada
perbuatan dan intensi pelaku, bukan semata-mata pada akibat yang ditimbulkan.
The provision on obstruction of justice is set forth in article 21 of the Law on the
Eradication of Corruption, namely Law No. 31 of 1999 on the Eradication of
Corruption. This law constitutes a special criminal provision designed to protect
the integrity and independence of the criminal justice process from all forms of
intervention, whether direct or indirect. Within this framework, the offense of
obstruction of justice is not classified as a derivative offense of the principal
criminal act, but rather as a standalone offense (independent offense) focused on
the perpetrator’s actions and intent to prevent, hinder, or thwart an ongoing legal
process. This study aims to analyze the application of the obstruction of justice
provision in the bribery case involving Hasto Kristiyanto based on Judgment No.
36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst. The research method employed is normative
legal research utilizing a statutory approach, a case-based approach, and a
conceptual approach, relying on secondary data comprising primary, secondary,
and tertiary legal materials as sources of analysis. The research findings indicate
a discrepancy between the normative construction of Article 21 of the Corruption
Eradication Law and its application in judicial practice. This discrepancy primarily
lies in the interpretation of the element “obstructing, hindering, or thwarting” legal
proceedings, which the panel of judges tends to understand as a substantive offense
requiring the existence of factual consequences. This has implications for the
narrowing of the normative meaning of the article, because conceptually, this
offense is more appropriately understood as a formal offense that focuses on the
perpetrator’s actions and intent, not merely on the resulting consequences.
4939352162C1B022012Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai ModerasiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai Moderasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh shareholder pressure, employee pressure, leverage, profitabilitas, dan dewan komsaris independen terhadap pengungkapan sustainability report dengan umur perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan dan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024. Metode purposive sampling digunakan sebagai teknik pemilihan sampel. Data sampel diperoleh sebanyak 25 perusahaan. Analisis data penelitian dengan Moderated Regression Analysis menggunakan Eviews 13.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Shareholder pressure tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (2) Employee pressure berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report, (3) Leverage berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (4) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (5) Dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (6) Umur perusahaan memoderasi pengaruh shareholder pressure terhadap pengungkapan sustainbility report, (7) Umur perusahaan memoderasi pengaruh employee pressure terhadap pengungkapan sustainability report, (8) Umur perusahaan tidak memoderasi pengaruh leverage terhadap pengungkapan sustainability report.
Implikasi dari kesimpulan di atas menunjukkan bahwa pengungkapan sustainability report lebih dipengaruhi oleh faktor keuangan perusahaan dibanding tekanan dari stakeholder dan mekanisme tata kelola perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperkuat kinerja keuangan dan menjadikan sustainability report sebagai strategi untuk membangun legitimasi dan mempertahankan kepercayaan stakeholder. Bagi regulator, hasil ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan terhadap transparansi keberlanjutan untuk meningkatkan konsistensi dan kualitas sustainability report perusahaan.
This study is a quantitative research employing descriptive statistical analysis techniques to analyze the data. The title of this research is “Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai Moderasi.” The objective of this study is to examine the effect of shareholder pressure, employee pressure, leverage, profitability, and the independent board of commissioners on sustainability report disclosure, with firm age as a moderating variable. The population of this study consists of mining and energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. Purposive sampling was used as the sampling technique. The final sample comprised 25 companies. Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with EViews 13.
The results indicate that: (1) shareholder pressure does not affect sustainability report disclosure; (2) employee pressure has a negative effect on sustainability report disclosure; (3) leverage has a positive effect on sustainability report disclosure; (4) profitability has a positive effect on sustainability report disclosure; (5) independent board of commissioners does not affect sustainability report disclosure; (6) firm age moderates the effect of shareholder pressure on sustainability report disclosure; (7) firm age moderates the effect of employee pressure on sustainability report disclosure; and (8) firm age does not moderate the effect of leverage on sustainability report disclosure.
The implications of these findings suggest that sustainability report disclosure is more influenced by a company’s financial factors than by stakeholder pressure and corporate governance mechanisms. Therefore, companies need to strengthen their financial performance and position sustainability reporting as a strategic tool to build legitimacy and maintain stakeholder trust. For regulators, these findings underscore the importance of strengthening regulations and supervisory mechanisms related to sustainability transparency in order to enhance the consistency and quality of corporate sustainability reports.
4939452163F1B022090IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO)Permasalahan gizi peserta didik di Indonesia berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar, sehingga pemerintah melaksanakan Program Makan Bergizi (MBG) sebagai upaya menyediakan gizi yang merata dan berkelanjutan. Keberhasilan program dapat dilihat dari kesesuaian terlaksananya kebijakan tujuan, terutama pada aspek cakupan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi Program Makan Bergizi (MBG) di SMA Negeri 3 Purwokerto. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Badan Gizi Nasional Banyumas, SPPG Beji 1 Kedungbanteng, serta pihak sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal, namun secara umum telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan tujuan kebijakan, khususnya dalam pemerataan sasaran. Penerapan program masih menghadapi kendala pada pemahaman tujuan, keterbatasan sumber daya manusia, serta sistem pelaksanaan dan pengawasan yang belum maksimal.Nutritional problems among students in Indonesia have an impact on their health and concentration in learning, prompting the government to implement the Nutritious Meal
Program (MBG) in an effort to provide equitable and sustainable nutrition. The success of the program can be seen from the suitability of the implementation of the policy objectives, especially in terms of coverage of the target group. This study aims to analyze and describe the implementation of the Nutritious Meal Program Nutrition Program (MBG) at SMA Negeri 3 Purwokerto. The research used a qualitative method with purposive sampling techniques, involving Commission IV of the Banyumas Regency DPRD, the Banyumas National Nutrition Agency, SPPG Beji 1 Kedungbanteng, and the school. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation, which were analyzed using the Miles and Huberman's interactive model. The results of the study indicate that the implementation of the program has not been fully optimized, but in general, it has been running quite well and in accordance with policy objectives, particularly in terms of target distribution. The implementation of the program still faces obstacles in understanding the objectives, limitations of human resources, and an implementation and monitoring system that is not yet optimal.
4939552164I1E022004ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMK NEGERI 3 PURWOKERTO BERDASARKAN HASIL TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN)Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan siswa dalam menjalankan aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Perkembangan gaya hidup yang cenderung kurang aktif pada remaja berpotensi menurunkan tingkat kebugaran, meskipun kondisi status gizi berada pada kategori normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi, tingkat kebugaran jasmani, serta signifikansi korelasi antara keduanya pada siswa SMK Negeri 3 Purwokerto.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa usia 15–18 tahun yang terdiri dari 36 siswa putra dan 54 siswa putri, dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan status gizi serta Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang meliputi v-sit and reach, sit up, squat thrust, dan PACER test. Analisis data statistik dilakukan menggunakan uji deskriptif persentase dan uji korelasi Spearman melalui perangkat lunak SPSS.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi dalam kategori “gizi baik”, dengan persentase 91% pada siswa putra dan 87% pada siswa putri. Tingkat kebugaran jasmani siswa secara umum berada pada kategori cukup dengan persentase 90%. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai signifikansi 0,971 (p > 0,05) dan koefisien korelasi -0,004.

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMK Negeri 3 Purwokerto. Hal ini mengindikasikan bahwa status gizi yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani lebih dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik di lingkungan sekolah.

Background: Physical fitness is a key component in supporting students’ ability to engage in learning activities and daily life. The trend toward a less active lifestyle among adolescents has the potential to lower fitness levels, even when nutritional status falls within the normal range. This study aims to evaluate nutritional status, physical fitness levels, and the significance of the correlation between the two among students at SMK Negeri 3 Purwokerto.

Methodology: This study employed a quantitative approach with a descriptive design. The study sample consisted of 90 students aged 15–18 years, comprising 36 male students and 54 female students, selected using proportional random sampling. Data were collected through Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status, as well as the Nusantara Student Fitness Test (TKPN), which included the v-sit and reach, sit-ups, squat thrusts, and the PACER test. Statistical data analysis was performed using descriptive percentage tests and Spearman’s correlation test via SPSS software.

Research Results: The results of the study indicate that the majority of students fall into the “good nutrition” category, with 91% of male students and 87% of female students. Students’ physical fitness levels were generally in the “adequate” category, at 90%. Correlation test results showed no significant relationship between nutritional status and physical fitness levels, with a significance value of 0.971 (p > 0.05) and a correlation coefficient of -0.004.

Conclusion: There is no significant association between nutritional status and the level of physical fitness among students at SMK Negeri 3 Purwokerto. This suggests that good nutritional status does not always correlate directly with physical fitness. Physical fitness is more influenced by regular and sustained physical activity; therefore, efforts to increase physical activity within the school environment are necessary.
4939652165I1C022116Pengaruh Edukasi dengan Media Leaflet Tentang Penggunaan Obat Tuberkulosis Paru Terhadap Pengetahuan Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata PurbalinggaTuberkulosis paru adalah penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi. Pengetahuan pasien tentang penggunaan obat antituberkulosis memengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi media leaflet tentang penggunaan obat tuberkulosis paru terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Desain penelitian menggunakan quasieksperimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 61 pasien kasus baru yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi leaflet. Hasil menunjukkan, sebelum edukasi mayoritas responden berpengetahuan kurang (57,4%) dan cukup (42,6%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan menjadi kategori baik (91,8%) dan cukup (8,2%). Uji Wilcoxon signed rank test membuktikan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001). Selanjutnya, uji MannWhitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara pasien fase intensif dan lanjutan (p=0,370). Kesimpulannya, edukasi menggunakan leaflet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien rawat jalan terkait penggunaan obat tuberkulosis paru.Pulmonary tuberculosis is an infectious disease requiring long-term treatment and strict compliance. Patient knowledge about antituberculosis drugs highly influences treatment success. This study aimed to determine the effect of leaflet education regarding pulmonary tuberculosis medication on the knowledge level of outpatients at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was utilized. The sample comprised 61 new patients selected via consecutive sampling. Knowledge was measured using a questionnaire before and after the leaflet intervention. The results showed that prior to education, most respondents had poor (57.4%) and sufficient (42.6%) knowledge. After the intervention, knowledge significantly improved to good (91.8%) and sufficient (8.2%) categories. The Wilcoxon
signed-rank test revealed a significant difference in knowledge before and after the education (p<0.001). Furthermore, the Mann-Whitney test indicated no significant difference in knowledge between patients in the intensive and continuation phases (p=0.370). In conclusion, education using leaflets significantly increases the knowledge of pulmonary tuberculosis outpatients regarding their medication.
4939752166I1C022080POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus) SEBAGAI INHIBITOR PROTEIN ADHESIN FIMH UROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (UPEC) SECARA IN SILICOInfeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang banyak disebabkan oleh Uropathogenic Escherichia coli
(UPEC). Proses adhesi bakteri yang dimediasi oleh protein adhesin FimH berperan penting pada tahap awal infeksi
sehingga menjadi target potensial dalam strategi anti-virulensi. Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) diketahui
memiliki aktivitas antiadhesi terhadap UPEC. Namun mekanisme interaksi molekuler senyawa bioaktifnya dengan
protein FimH belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif daun kumis
kucing sebagai inhibitor FimH secara in silico. Sebanyak 104 senyawa diseleksi berdasarkan aturan Lipinski dan prediksi
ADMET, kemudian dilakukan molecular docking terhadap protein FimH (PDB ID: 4X5P). Senyawa terbaik selanjutnya
dianalisis menggunakan simulasi molecular dynamics selama 50 ns. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam maslinat
memiliki nilai binding affinity terbaik sebesar −7,6 kcal/mol serta membentuk kompleks yang stabil dengan nilai RMSD
rata-rata 1,384 Å dan RMSF < 2,5 Å. Hasil ini menunjukkan bahwa asam maslinat berpotensi sebagai kandidat inhibitor
FimH dalam strategi anti-virulensi terhadap UPEC.
Urinary tract infection (UTI) is a common infectious disease primarily caused by Uropathogenic Escherichia coli
(UPEC). The adhesion process mediated by the FimH adhesin protein plays a crucial role in the early stage of infection,
making it a potential target for anti-virulence therapy. Orthosiphon stamineus leaves are known to exhibit anti-adhesive
activity against UPEC. However, the molecular interaction of its bioactive compounds with FimH remains unclear. This
study aimed to evaluate the potential of bioactive compounds from Orthosiphon stamineus leaves as FimH inhibitors
using an in silico approach. A total of 104 compounds were screened based on Lipinski’s rule and ADMET prediction,
followed by molecular docking against FimH (PDB ID: 4X5P). The best compound was further analyzed using molecular
dynamics simulation for 50 ns. The results showed that maslinic acid exhibited the best binding affinity (−7.6 kcal/mol)
and formed a stable complex with an average RMSD of 1.384 Å and RMSF values below 2.5 Å. These findings indicate
that maslinic acid has potential as a candidate FimH inhibitor, supporting its development as an anti-virulence agent
against UPEC.
4939852167C1C022025Pengaruh Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development dengan Profitabilitas sebagai Faktor Pemoderasi
(Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2024)
Penelitian ini mengkaji terkait pengaruh green accounting dan material flow cost accounting terhadap sustainable development dengan profitabilitas sebagai faktor pemoderasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel 47 perusahaan yang menghasilkan 141 data observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting dan material flow cost accounting berpengaruh positif terhadap sustainable development, sedangkan profitabilitas tidak memperkuat pengaruh green accounting dan material flow cost accounting terhadap sustainable development. Temuan ini mengindikasi bahwa perusahaan perlu meningkatkan transparansi alokasi biaya lingkungan serta menyajikan rincian struktur biaya produksi yang presisi sebagai wujud komitmen tanggung jawab lingkungan untuk mencapai keberlanjutan perusahaan.This study examines the effect of green accounting and material flow cost accounting on sustainable development, with profitability as a moderating factor, in mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022-2024. The analytical method used is Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), utilizing a sample of 47 companies that yielded 141 observational data points. The results of this study indicate that green accounting and material flow cost accounting have a positive effect on sustainable development, whereas profitability does not strengthen the effect of either green accounting or material flow cost accounting on sustainable development. These findings indicate that companies need to enhance the transparency of environmental cost allocations and present precise details of their production cost structures as a manifestation of their commitment to environmental responsibility in order to achieve corporate sustainability.
4939952173H1A022086RETROFIT SISTEM KONTROL DAN PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING SERTA DATA LOGGING BERBASIS PLC–HMI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN PEMANTAUAN OPERASIONAL PADA MESIN EPS SHAPE MOLDING (POLYFOAM)Mesin EPS Shape Molding Polyfoam merupakan salah satu mesin utama dalam proses produksi molding polyfoam, namun pada beberapa lini produksi masih menggunakan sistem kontrol elektromechanical konvensional yang membatasi keandalan pemantauan operasional. Ketiadaan sistem monitoring digital dan fitur pencatatan downtime menyebabkan operator sulit mengetahui kondisi mesin secara real-time maupun menganalisis histori kejadian ketika mesin berhenti atau mengalami gangguan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya risiko troubleshooting yang lambat dan minimnya dokumentasi penyebab kegagalan. Penelitian ini bertujuan melakukan retrofit sistem kontrol serta mengembangkan sistem monitoring dan data logging berbasis PLC–HMI untuk meningkatkan transparansi dan keandalan pemantauan operasional mesin.
Metode penelitian meliputi perancangan ulang wiring sistem kontrol, konfigurasi dan pemrograman PLC Omron NX1P2, serta pengembangan antarmuka HMI Weintek MT8102iP yang memuat fitur monitoring status mesin, tampilan operasi manual dan otomatis, serta pencatatan event downtime. Pengembangan data logging mencakup perancangan struktur event, klasifikasi penyebab downtime, pencatatan timestamp, durasi berhenti, serta integrasi mekanisme input operator. Implementasi dilakukan pada beberapa mesin EPS dengan penyesuaian sinyal input–output, pembaruan logika proses, dan validasi visual melalui HMI.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem kontrol digital mampu meningkatkan keandalan pemantauan operasional melalui penyajian data kondisi mesin secara real-time, pencatatan downtime yang terstruktur, serta kemudahan analisis histori gangguan. Sistem monitoring dan event logging yang dikembangkan menyediakan informasi yang sebelumnya tidak tersedia pada sistem lama, sehingga mempermudah proses troubleshooting, perawatan berkala, dan pengambilan keputusan operasional. Dengan demikian, retrofit sistem kontrol dan pengembangan sistem monitoring–data logging berhasil meningkatkan transparansi dan keandalan pemantauan pada mesin EPS Shape Molding Polyfoam.
The EPS Shape Molding Polyfoam machine is one of the primary units in polyfoam molding production. However, several production lines still rely on conventional electromechanical control systems that limit the reliability of operational monitoring. The absence of digital monitoring and downtime recording features makes it difficult for operators to observe machine conditions in real-time or analyze historical events when downtime or disturbances occur. This condition increases the risk of slow troubleshooting and insufficient documentation of failure causes. This research aims to retrofit the control system and develop a PLC–HMI-based monitoring and data logging system to improve transparency and operational monitoring reliability of the machine.
The research methodology includes redesigning the control wiring, configuring and programming the Omron NX1P2 PLC, and developing the Weintek MT8102iP HMI interface equipped with machine status monitoring, manual and automatic operation modes, and downtime event recording features. The data logging development involves event structure design, downtime cause classification, timestamp and duration recording, and integration of operator input mechanisms. Implementation was carried out on multiple EPS machines through input–output signal adjustment, process logic updates, and visual validation via the HMI.
The implementation results show that the digital control system significantly enhances the reliability of operational monitoring by providing real-time machine condition information, structured downtime recording, and simplified historical disturbance analysis. The developed monitoring and event logging system provides insights that were previously unavailable in the legacy system, supporting faster troubleshooting, more effective preventive maintenance, and better operational decision-making. Therefore, the control system retrofit and the development of the monitoring–data logging system successfully increase transparency and reliability in monitoring the EPS Shape Molding Polyfoam machine.
4940052168C1C022106Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Sustainability Report sebagai Faktor PemoderasiPenelitian ini mengkaji terkait pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan sustainability report sebagai faktor pemoderasi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel 30 perusahaan yang menghasilkan 90 data observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Sustainability report memperkuat pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasi bahwa perusahaan perlu meningkatkan laba dan ukuran perusahaan serta menyajikan sustainability report sebagai wujud tanggung jawab untuk mencapai keberlanjutan perusahaan.This study examines the influence of profitability and company size on firm value, with sustainability reports as a moderating factor in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2022 to 2024. The analytical method used was Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), with a sample of 30 companies, resulting in 90 observations. The results indicate that profitability has a positive effect on firm value, while firm size has a negative effect. Sustainability reports strengthen the influence of profitability and firm size on firm value. These findings indicate that companies need to increase profits and firm size and present sustainability reports as a form of accountability to achieve corporate sustainability.