Artikelilmiahs

Menampilkan 49.281-49.300 dari 49.495 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4928150799B1A021118DETEKSI MOLEKULER BAKTERI Streptococcus pneumoniae PADA ANAK-ANAK SEHAT DI WILAYAH DATARAN TINGGI DIENG, BANJARNEGARAStreptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) merupakan bakteri gram positif yang hidup di dalam saluran pernapasan manusia. S. pneumoniae banyak ditemukan sebagai patogen pneumonia, sinusitis, otitis, meningitis, mastoiditis dan penyakit pernapasan lainnya. Balita menjadi kelompok usia yang beresiko terinfeksi pneumonia karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah dan sedang berkembang. Banjarnegara menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami peningkatan kasus pneumonia pada tahun 2023, yaitu sebanyak 2133 pasien, terutama pada anak-anak. Deteksi S. pneumoniae secara cepat dan akurat dapat menggunakan metode PCR. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat prevalensi S. pneumoniae pada anak-anak sehat di wilayah dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara dengan teknik PCR, serta menganalisis epidemiologi responden sebagai sampel penelitian berdasarkan data demografi.
Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk studi potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dari studi yang telah dilakukan pada tahun 2024 di wilayah dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara melalui metode swab nasofaring dengan metode survei menggunakan purposive sampling. Variabel yang akan diamati pada penelitian ini terdiri atas variabel bebas yaitu anak-anak di wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan variabel terikatnya adalah keberadaan dan prevalensi S. pneumoniae pada anak-anak sehat di wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari parameter pendukung yaitu epidemiologi S. pneumoniae, positivitas deteksi S. pneumoniae berdasarkan hasil PCR dan parameter pendukungnya adalah hasil kultur bakteri serta uji optochin. Penelitian ini dilakukan dengan cara isolasi dan identifikasi S. pneumoniae melalui kultur bakteri dan deteksi molekuler menggunakan teknik Conventional PCR untuk mengkonfirmasi keberadaan S. pneumoniae dengan mendeteksi gen lytA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33% anak-anak sehat di Puskesmas Batur 1, Dieng, Kabupaten Banjarnegara terdeteksi positif S. pneumoniae dengan metode PCR. Berdasarkan standar surveilans WHO, prevalensi tersebut termasuk pada kategori moderat. Karakteristik demografis seperti usia mempengaruhi tingkat kolonisasi S. pneumoniae, sedangkan pada kategori jenis kelamin tidak terlihat perbedaan ilmiah yang signifikan.
Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) is a gram positive bacteria that lives in the human respiratory tract. S. pneumoniae is widely found as a pathogen of pneumonia, sinusitis, otitis, meningitis, mastoiditis and other respiratory diseases. Toddlers are an age group that is at risk of being infected with pneumonia because they have a weak and developing immune system. Banjarnegara is one of the regencies in Central Java that experienced an increase in pneumonia cases in 2023, which is 2133 patients, especially in children. Detection of S. pneumoniae quickly and accurately can use the PCR method. The purpose of this study is to measure the prevalence rate of S. pneumoniae in healthy children in the Dieng highland area, Batur District, Banjarnegara with PCR technique, as well as analyze the epidemiology of respondents as a study sample based on demographic data.
This research is a research in the form of a cross-sectional study with a descriptive approach. Sampling in this study from a study that has been conducted in 2024 in the Dieng highland area, Banjarnegara Regency through the nasopharyngeal swab method with a survey method using purposive sampling. The variables that will be observed in this study consist of free variables, namely children in the Batur District, Banjarnegara Regency and the bound variable is the presence and prevalence of S. pneumoniae in healthy children in the Batur District, Banjarnegara Regency. The parameters observed in this study consist of supporting parameters, namely S. pneumoniae epidemiology, S. pneumoniae detection positivity based on PCR results and the supporting parameters are bacterial culture results and optochin tests. This research was carried out by isolation and identification of S. pneumoniae through bacterial culture and molecular detection using Conventional PCR technique to confirm the existence of S. pneumoniae by detecting the lytA gene.
The results of the research showed that 33% of healthy children at the Batur 1 Health Center, Dieng, Banjarnegara Regency were detected positive for S. pneumoniae with PCR method. Based on WHO surveillance standards, the prevalence is included in the moderate category. Demographic characteristics such as age affect the level of colonization of S. pneumoniae, while in the gender category there is no significant scientific difference.
4928251377L1B022031EFEKTIVITAS LIMBAH CAIR TAHU FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN CHLORELLA PYREINODOSA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah cair tahu fermentasi terhadap pertumbuhan Chlorella pyrenoidosa serta menentukan konsentrasi optimalnya. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas kontrol (A), serta perlakuan konsentrasi 30 mL/L (B), 40 mL/L (C), dan 50 mL/L (D). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan limbah cair tahu fermentasi berpengaruh sangat nyata terhadap kelimpahan sel, namun tidak memberikan perbedaan signifikan pada laju pertumbuhan spesifik. Perlakuan B menghasilkan kelimpahan sel tertinggi sebesar 457,33 × 10⁴ sel/mL dan berbeda nyata dengan kontrol (A), sedangkan perlakuan C dan D menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Konsentrasi 30 mL/L merupakan dosis paling optimal, sementara peningkatan konsentrasi di atasnya cenderung menurunkan efisiensi pertumbuhan yang diduga berkaitan dengan meningkatnya kekeruhan media.This study aimed to determine the effect of adding fermented tofu wastewater on the growth of Chlorella pyrenoidosa and to identify its optimal concentration. The research employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of a control (A) and concentration treatments of 30 mL/L (B), 40 mL/L (C), and 50 mL/L (D). Statistical analysis showed that the addition of fermented tofu wastewater had a highly significant effect on cell abundance but no significant difference in specific growth rate. Treatment B produced the highest cell abundance of 457.33 × 10⁴ cells/mL and differed significantly from the control (A), while treatments C and D were not significantly different from the other treatments. The 30 mL/L concentration was identified as the optimal dose, whereas higher concentrations tended to reduce growth efficiency, likely due to increased media turbidity.
4928352071H1D022103IMPLEMENTASI RETRIEVAL AUGMENTED GENERATION (RAG) PADA SISTEM REKOMENDASI LOGISTIK WEBSITE BEKAL.ID DENGAN OPTIMASI PERFORMA MENGGUNAKAN LARAVEL OCTANE DAN FRANKENPHP Perencanaan logistik pendakian gunung umumnya masih dilakukan secara manual dan berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga kurang efisien dan tidak kontekstual.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Retrieval Augmented Generation pada sistem rekomendasi logistik platform Bekal.id dengan fokus pada optimasi performa aplikasi. Metode Retrieval Augmented Generation digunakan untuk menghasilkan rekomendasi perlengkapan yang relevan dengan menggabungkan proses pencarian informasi (retrieval) dari basis data logistik dan kemampuan generatif Large Language Model.Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dan Vue.js sebagai arsitektur utama aplikasi. Optimasi performa dilakukan dengan membandingkan dua environment, yaitu NGINX dan PHP-FPM sebagai konfigurasi standar serta Laravel Octane dan FrankenPHP yang memanfaatkan mekanisme persistent application state untuk mengurangi overhead bootstrap framework. Evaluasi performa dilaksanakan melalui load testing menggunakan K6 dengan beberapa skenario pengujian, meliputi smoke test, load test, dan stress test. Parameter pengukuran yang digunakan mencakup waktu respons (response time), throughput, tingkat keberhasilan (success rate), dan jumlah permintaan yang diselesaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem rekomendasi logistik berbasis kecerdasan buatan yang efisien dan memiliki performa optimal pada berbagai kondisi beban sistem.Mountain climbing logistics planning is generally still conducted manually based Mountain hiking logistics planning is generally conducted manually and based on personal experience, resulting in inefficiency and a lack of contextual relevance. This study aims to implement the Retrieval Augmented Generation (RAG) method in the logistics recommendation system of the Bekal.id platform, with a focus on application performance optimization. The RAG method is utilized to generate relevant equipment recommendations by integrating the information retrieval process from a logistics database with the generative capabilities of a Large Language Model (LLM). The system is developed using the Laravel framework and Vue.js as the main application architecture. Performance optimization is carried out by comparing two environments: NGINX + PHP-FPM as the standard configuration and Laravel Octane + FrankenPHP, which leverage a persistent application state mechanism to reduce framework bootstrap overhead. Performance evaluation is conducted through load testing using K6 under several testing scenarios, including smoke testing, load testing, and stress testing. The measured parameters include response time, throughput, success rate, and the total number of completed requests. This study is expected to contribute to the development of an artificial intelligence–based logistics recommendation system that is efficient and capable of maintaining optimal performance under varying system load conditions.
4928450616D1B023012Perbandingan Performa Produksi Ayam Petelur Periode Produksi Strain Hy-Line dan Lohmann Brown di Wijaya FarmPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa produksi ayam petelur strain Hy-Line dan Lohmann Brown selama periode produksi di Wijaya Farm, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian menggunakan 2.640 ekor ayam strain Lohmann Brown dan 2.204 ekor ayam strain Hy-Line yang dipelihara dalam kandang sistem terbuka pada umur 41–57 minggu. Data yang dikumpulkan meliputi Hen Day Production (HDP), mortalitas, dan Feed Conversion Ratio (FCR), yang dianalisis secara deskriptif menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata HDP strain Lohmann Brown (91,10%) lebih tinggi dibandingkan Hy-Line (90,02%), meskipun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Mortalitas kedua strain sangat rendah, yaitu 0,05% pada Hy-Line dan 0,06% pada Lohmann Brown. Nilai FCR Lohmann Brown (1,99) lebih baik dibandingkan Hy-Line (2,02), namun perbedaan ini juga tidak signifikan (P>0,05). Berdasarkan standar manajemen internasional, performa Lohmann Brown sudah berada dalam kisaran standar, sedangkan Hy-Line masih sedikit di bawah standar. Hal ini menunjukkan bahwa kedua strain memiliki performa produksi yang relatif sama.This study aimed to compare the production performance of Hy-Line and Lohmann Brown laying hens during the production period at Wijaya Farm, Kuningan Regency, West Java. The study used 2,640 Lohmann Brown and 2,204 Hy-Line hens raised in open-house cages from 41 to 57 weeks of age. Data collected included Hen Day Production (HDP), mortality, and Feed Conversion Ratio (FCR), which were analyzed descriptively using a t-test. The results showed that the average HDP of Lohmann Brown hens (91.10%) was higher than that of Hy-Line hens (90.02%), although the difference was not statistically significant (P>0.05). Mortality rates for both strains were very low, at 0.05% for Hy-Line and 0.06% for Lohmann Brown. The FCR value of Lohmann Brown (1.99) was better than that of Hy-Line (2.02), but the difference was also not significant (P>0.05). Based on international management standards, the performance of Lohmann Brown hens was within the standard range, while Hy-Line hens were slightly below the standard. This shows that both strains have relatively the same production performance.
4928552072E1A021042Tuntutan Dan Eksekusi Dalam Restitusi Terhadap Pelaku Persetubuhan Terhadap Anak (Studi Pelaksanaan Putusan No. 78/Pid.Sus/2023/PN Pwt)Anak merupakan kelompok rentan yang memerlukan perlindungan khusus dari berbagai bentuk kejahatan seksual, termasuk persetubuhan terhadap anak. Salah satu wujud perlindungan adalah pemberian restitusi sebagai upaya pemulihan hak korban guna mengembalikan keadaan korban seperti semula. Realisasi restitusi mensyaratkan adanya pencatuman restitusi dalam tuntutan, untuk selanjutnya dapat dieksekusi setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis proses perumusan tuntutan serta pelaksanaan eksekusi restitusi terhadap pelaku persetubuhan terhadap anak dalam putusan No. 78/Pid.Sus/2023/PN Pwt. Penelitian menggunakan metode socio-legal research, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan dan studi referensi. Hasil penelitian menunjukkan meskipun pengajuan restitusi dalam perkara tersebut telah berhasil, pelaksanaan putusan pengadilan tidak berjalan efektif akibat ketidakmampuan terpidana. Keterbatasan kewenangan Jaksa yang disebabkan tidak adanya pengaturan tegas dalam UU Perlindungan Anak dan PP Nomor 43 Tahun 2017 mengenai upaya paksa, baik berupa mekanisme penyitaan harta maupun pidana pengganti, mengakibatkan pelaksanaan restitusi menjadi kosong secara substansi. Diperlukan perubahan UU Perlindungan Anak beserta peraturan pelaksanaannya mengenai pengajuan, tata cara eksekusi, dan konsekuensi hukum bagi terpidana yang lalai membayar.
Kata kunci: anak; eksekusi pemidanaan; perlindungan anak; restitusi, tuntutan.
Children are a vulnerable group requiring special protection from various forms of sexual crimes, including sexual intercourse against minors. One form of protection is the provision of restitution as a mechanism to restore victims’ rights and to return them, as far as possible, to their original condition. The realization of restitution requires its inclusion in the prosecutor’s demand, which may subsequently be executed once the court decision has obtained final and binding legal force. This study aims to analyze the process of formulating restitution claims and the execution of restitution against perpetrators of sexual intercourse with minors in Decision No. 78/Pid.Sus/2023/PN Pwt. The research employs a socio-legal approach, with data collected through interviews, literature review, and reference studies. The findings indicate that although the restitution claim in this case was successfully submitted, the execution of the court’s decision was ineffective due to the convicted offender’s inability to pay. The limited authority of the Prosecutor, resulting from the absence of explicit provisions in the Child Protection Law and Government Regulation Number 43 of 2017 concerning coercive measures such as asset seizure mechanisms or substitute imprisonment has rendered the implementation of restitution substantively ineffective. Therefore, amendments to the Child Protection Law and its implementing regulations are necessary, particularly concerning the procedures for filing restitution claims, execution mechanisms, and legal consequences for convicted persons who fail to fulfill their restitution obligations.
Keywords: children; child protection; execution of criminal punishment; prosecution; restitution.

4928652074K1B022024PEMODELAN PELUANG KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN INTEGRO-DIFERENSIAL DENGAN BESAR KLAIM BERDISTRIBUSI GAMMAPenelitian ini bertujuan untuk memodelkan serta menganalisis peluang kebangkrutan perusahaan asuransi menggunakan persamaan integro-diferensial dengan asumsi besar klaim berdistribusi Gamma. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu dengan mempelajari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Pemodelan dilakukan menggunakan persamaan integro-diferensial dan menyederhanakannya ke dalam bentuk persamaan diferensial linier homogen. Perhitungan numerik dilakukan menggunakan pemrograman Python, dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel serta grafik untuk mempermudah analisis. Model dikembangkan dalam empat kasus berdasarkan variasi parameter distribusi Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang kebangkrutan menurun seiring dengan meningkatnya modal awal dan premium loading, serta meningkat seiring dengan bertambahnya nilai harapan klaim. Dengan demikian, peningkatan surplus perusahaan asuransi akan menurunkan risiko terjadinya kebangkrutan.This study aims to model and analyze the ruin probability of an insurance company using an integro-differential equation under the assumption that claim sizes follow a Gamma distribution. The research method employed is a literature study, conducted by reviewing relevant books and scientific articles. The modeling process is carried out using an integro-differential equation and simplifying it into the form of a homogeneous linear differential equation. Numerical computations are performed using Python programming, and the results are presented in tables and graphs to facilitate analysis. The model is developed in four cases based on variations in the parameters of the Gamma distribution. The results show that the ruin probability decreases as the initial capital and premium loading increase, and increases as the expected value of claims rises. Therefore, an increase in the insurance company’s surplus will reduce the risk of ruin.
4928752076J1B022082PERKEMBANGAN FONOLOGI BAHASA JAWA BANYUMASAN ANAK USIA DINI MELALUI PERTUNJUKAN WAYANG BEBEK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan fonologi bahasa Jawa Banyumasan pada anak usia 6–8 tahun melalui paparan pertunjukan tradisional Wayang Bebek Banyumas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Subjek penelitian adalah 5 siswa kelas satu SD Muhammadiyah Cipete. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta perekaman audio-video pelafalan kosakata bahasa Jawa Banyumasan oleh anak-anak sebelum dan sesudah menonton pertunjukan Wayang Bebek Banyumas berjudul Balapan Renang. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan membandingkan transkripsi fonetik pada kedua kondisi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam kemampuan fonologis anak setelah pertunjukan, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan dan konsistensi pelafalan, terutama dalam pengucapan bunyi-bunyi khas Banyumasan seperti vokal, konsonan nasal, dan hentian glotal. Anak-anak juga menunjukkan kemampuan imitasi yang lebih baik terhadap bunyi onomatope yang relevan dengan konteks budaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Wayang Bebek Banyumas berfungsi sebagai stimulus linguistik yang efektif dalam mendukung perkembangan fonologi anak sekaligus berkontribusi pada pelestarian bahasa Jawa Banyumasan sebagai bahasa daerah.
This study aims to describe the phonological development of Banyumasan Javanese in children aged 6–8 years through exposure to the traditional performance Wayang Bebek Banyumas. The research employed a qualitative descriptive method with a psycholinguistic approach. The subjects were 5 first-grade students of SD Muhammadiyah Cipete. Data were collected through observation, interviews, and audio-video recordings of children’s pronunciations of Banyumasan Javanese vocabulary before and after watching the Wayang Bebek Banyumas performance entitled Balapan Renang. The data were analyzed using an interactive analysis model by comparing phonetic transcriptions across the two conditions. The results show a clear improvement in children’s phonological abilities after the performance, indicated by increased accuracy and consistency in pronunciation, particularly in producing Banyumasan-specific sounds such as vowels, nasal consonants, and glottal stops. Children also demonstrated better imitation of onomatopoeic sounds relevant to the cultural context. These findings suggest that Wayang Bebek Banyumas serves as an effective linguistic stimulus that supports children’s phonological development while contributing to the preservation of Banyumasan Javanese as a regional langue.
4928852073K1B022053Klasifikasi Multikelas Tingkat Ketahanan Pangan di Indonesia Menggunakan Algoritma Random ForestKetahanan pangan merupakan isu strategis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat. Ketimpangan distribusi pangan dan ketergantungan terhadap impor menunjukkan bahwa permasalahan ketahanan pangan masih menjadi tantangan serius. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi tingkat ketahanan pangan di tingkat kabupaten/kota di Indonesia menggunakan algoritma Random Forest, mengevaluasi kinerja model, serta mengidentifikasi indikator yang paling berpengaruh terhadap status ketahanan pangan. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Badan Pangan Nasional tahun 2019–2024 dengan total 3.084 observasi dan sembilan indikator ketahanan pangan. Data dibagi menjadi data latih dan data uji dengan rasio 60:40, 70:30, dan 80:20, serta dilakukan penanganan data tidak seimbang menggunakan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan Confusion matrix dengan pendekatan Macro dan Micro Averaging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest mampu mengklasifikasikan tingkat ketahanan pangan dengan kinerja yang stabil, dengan performa terbaik diperoleh pada rasio pembagian data 60:40, yang menghasilkan akurasi sebesar 89%, Macro Recall sebesar 84% serta nilai Macro Precision dan Macro F1_Score masing-masing sebesar 83%. Analisis feature importance menunjukkan bahwa NCPR merupakan indikator paling berpengaruh dalam klasifikasi ketahanan pangan, diikuti oleh tingkat kemiskinan dan akses terhadap air bersih. Food security is a strategic issue that plays an important role in maintaining national stability and public welfare. Inequality in food distribution and dependence on imports indicate that food security remains a serious challenge. This study aims to develop a classification model of food security levels at the regency/city level in Indonesia using the Random Forest algorithm, evaluate the model’s performance, and identify the most influential indicators affecting food security status.The data used in this study are secondary data obtained from the Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) of the National Food Agency for the period 2019–2024, comprising a total of 3,084 observations and nine food security indicators. The dataset was divided into training and testing sets using ratios of 60:40, 70:30, and 80:20, and the issue of class imbalance was addressed using the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Model performance was evaluated using a confusion matrix with Macro and Micro averaging approaches. The results show that the Random Forest algorithm is capable of classifying food security levels with stable performance. The best performance was achieved using the 60:40 data split ratio, resulting in an accuracy of 89%, a Macro Recall of 84%, and Macro Precision and Macro F1-Score values of 83%, respectively. Feature importance analysis indicates that NCPR is the most influential indicator in classifying food security levels, followed by poverty rate and access to clean water.
4928952079C1A022047DINAMIKA PDB, KETERBUKAAN PERDAGANGAN, DAN REMITANSI TERHADAP PARTISIPASI ANGKATAN KERJA INDONESIA: PENDEKATAN ARDL Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), keterbukaan perdagangan, dan remitansi terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Indonesia periode 1990–2024. Stagnasi TPAK selama lebih satu dekade menjadi tantangan serius bagi target Indonesia Emas 2045 sebesar 78% dan capaian SDGs Tujuan ke-8, diperparah dominasi sektor informal yang mencapai 56%. Kekhawatiran fenomena jobless growth serta kompleksitas ekonomi terbuka melalui perdagangan global dan remitansi pekerja migran turut memengaruhi dinamika penawaran tenaga kerja domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis hubungan jangka pendek dan panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPAK dalam jangka panjang, mengindikasikan struktur ekonomi nasional masih efektif menyerap tenaga kerja. Keterbukaan perdagangan juga berpengaruh positif dalam jangka panjang meskipun membutuhkan jeda waktu investasi. Sebaliknya, remitansi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPAK, mencerminkan adanya income effect di mana peningkatan pendapatan non-kerja menaikkan upah reservasi dan menurunkan insentif berpartisipasi di pasar kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pertumbuhan ekonomi inklusif dan penguatan hilirisasi industri untuk memperluas lapangan kerja padat karya. Peningkatan literasi keuangan bagi keluarga penerima remitansi juga diperlukan agar dana tersebut dialokasikan ke sektor produktif. Langkah strategis ini menjadi kunci mendongkrak partisipasi angkatan kerja guna mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.This study aims to analyze the influence of Gross Domestic Product (GDP), trade openness, and remittances on the Labor Force Participation Rate (LFPR) in Indonesia for the period 1990–2024. The stagnation of LFPR for more than a decade poses a serious challenge to achieving the Indonesia Emas 2045 target of 78% and the SDGs Goal 8, exacerbated by the dominance of the informal sector reaching 56%. Concerns regarding the phenomenon of jobless growth, along with the complexities of an open economy through global trade and migrant worker remittances, also influence the dynamics of domestic labor supply. This research employs a quantitative approach using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to analyze both short-run and long-run relationships. The results show that GDP has a positive and significant effect on LFPR in the long run, indicating that the national economic structure remains effective in absorbing labor. Trade openness also has a positive long-run effect, although it requires an investment time lag to materialize. Conversely, remittances have a negative and significant effect on LFPR, reflecting an income effect where increased non-labor income raises the reservation wage and reduces household incentives to participate in the labor market. These findings underscore the importance of inclusive economic growth policies and strengthening industrial downstreaming to expand labor-intensive employment. Improving financial literacy among remittance-receiving families is also necessary to channel these funds into productive sectors or entrepreneurship. These strategic measures are key to boosting labor force participation to optimize Indonesia's demographic dividend.
4929052077C1A022012Analisis Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan Konsumsi Energi Listrik Per Kapita Terhadap Arus Masuk Foreign Direct Investment Indonesia Foreign Direct Investment (FDI) merupakan instrumen strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun arus masuknya masih fluktuatif dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta permintaan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan konsumsi energi listrik per kapita terhadap arus masuk FDI di Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dengan menggunakan data time series periode 1990–2022, penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil estimasi menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, inflasi berpengaruh positif signifikan dan konsumsi energi listrik per kapita berpengaruh negatif signifikan terhadap FDI, sementara suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI. Sebaliknya, dalam jangka pendek, pengaruh variabel-variabel tersebut bersifat dinamis yang menunjukkan proses penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil temuan ini menegaskan bahwa perlunya menjaga stabilitas makroekonomi dan efisiensi manajemen energi dalam menjaga daya tarik investasi asing di Indonesia.
Kata Kunci: FDI, Inflasi, Suku Bunga, Konsumsi Energi Listrik, ARDL
Foreign Direct Investment (FDI) is a strategic instrument for Indonesia’s economic growth, however its inflows remain fluctuating and are influenced by economic conditions and energy demand. This study aims to analyze the effects of inflation, interest rates, and electricity consumption per capita on FDI inflows in Indonesia in both the short run and the long run. Using time series data from 1990–2022, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method. The estimation results show that in the long run, inflation has a significant positive effect and electricity consumption per capita has a significant negative effect on FDI, while interest rates have no significant effect on FDI. In contrast, in the short run, the effects of these variables are dynamic, indicating an adjustment process toward long-run equilibrium. These findings highlight the importance of maintaining macroeconomic stability and improving energy management efficiency to sustain the attractiveness of foreign investment in Indonesia.
Keywords: FDI, Inflation, Interest Rates, Electricity Consumption, ARDL
4929152080K1B022006PERAMALAN PENUTUPAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE BIDIRECTIONAL LONG SHORT MEMORYIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia dan sering dijadikan sebagai acuan oleh investor, pemerintah, dan akademisi dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi. Pergerakan IHSG yang fluktuatif yang dipengaruhi oleh berbagai faktor menyebabkan proses peramalan menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan harga penutupan IHSG menggunakan dengan metode Bidirectional Long Short Term Memory (BiLSTM). Data splitting dilakukan kedalam tiga kategori, yaitu kategori I (60:10:30), kategori II (70:10:20), dan kategori III (80:10:10). Pemilihan kombinasi hyperparameter terbaik adalah dengan menggunakan metode random search. Model BiLSTM selanjutnya dilatih sebanyak 20 kali pada setiap kategori untuk mengetahui kestabilan model. Evaluasi kinerja model diperoleh dengan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori III menghasilkan model yang memiliki performa terbaik yaitu best_model_20 dengan nilai MAPE sebesar 0,799346%. Berdasarkan model terbaik tersebut, dilakukan peramalan harga penutupan IHSG untuk 30 hari kerja ke depan yaitu dari tanggal 1 Oktober 2025 sampai 11 November 2025. Hasil peramalan tersebut dapat dijadikan acuan bagi para investor, pemerintah, maupun akademisi dalam pengambilan keputusan pada bidang ekonomi.The IDX Composite is a primary indicator reflecting the condition of the Indonesian capital market and frequently serves as a benchmark for investors, the government, and academics in economic decision-making. The fluctuating movements of the IDX Composite, influenced by various factors, pose a significant challenge to the forecasting process. This study aims to forecast IDX Composite closing prices using the Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) method. Data splitting was performed using three categories: Category I (60:10:30), Category II (70:10:20), and Category III (80:10:10). The optimal hyperparameter combination was selected using the random search method. Subsequently, the BiLSTM model was trained 20 times for each category to assess model stability. Model performance was evaluated using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results indicated that Category III produced the best-performing model, specifically best_model_20, with a MAPE value of 0.799346%. Based on this optimal model, IDX Composite closing prices were forecasted for the next 30 trading days, from October 1, 2025, to November 11, 2025. These forecasting results may serve as a reference for investors, the government, and academics in economic decision-making.
4929252081J1A022026Translation Ideology of Extralinguistic Cultural References in the Subtitles of Música (2024)Perbedaan latar belakang budaya antar komunitas seringkali menimbulkan tantangan dalam penerjemahan, terutama apabila suatu elemen budaya tidak memiliki padanan dalam bahasa sasaran. Berkaitan dengan isu penerjemahan tersebut, penelitian ini menganalisis penerjemahan Extralinguistic Cultural References (ECRs), yang berfokus pada strategi penerjemahan dan kecenderungan ideologis berdasarkan strategi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data terdiri dari kata dan frasa yang teridentifikasi sebagai ECRs dalam subtitle resmi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari film Música di Amazon Prime Video, yang diperoleh melalui materi audiovisual dan digital serta analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya untuk meneliti domain ECR, strategi penerjemahan, serta ideologi penerjemahan. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat delapan domain ECR yang teridentifikasi, yaitu proper names, technical material, other, food and beverages, entertainment, weights and measures, professional titles, dan currency, dengan proper names sebagai domain yang paling dominan. Selain itu, hasil temuan juga mengungkap bahwa hampir seluruh strategi penerjemahan, meliputi retention, official equivalent, generalization, omission, direct translation, dan substitution, diterapkan dalam penerjemahan, dengan retention sebagai strategi yang paling sering digunakan. Tingginya frekuensi penggunaan retention menandakan bahwa ideologi penerjemahan ECRs dalam film Música cenderung berorientasi pada foreignization.Cultural background differences between communities often cause challenges in translation, especially if a particular cultural element has no equivalent in the target language. To address this translation issue, this research analysed the Extralinguistic Cultural References (ECRs) translation, highlighting on the translation strategies and ideological tendencies based on the strategies applied. This research employed a descriptive qualitative approach. The data consist of words and phrases identified as ECRs in the official English and Indonesian subtitles of Música on the Amazon Prime Video, collected through audiovisual and digital materials as well as document analysis. The data analysis was conducted using domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis to examine the ECR domains, translation strategies, and translation ideology. The findings indicate that there are eight identified ECR domains, which are proper names, technical material, other, food and beverages, entertainment, weights and measures, professional titles, and currency, with proper names being the most dominant. It was also revealed that almost all of the strategies, including retention, official equivalent, generalization, omission, direct translation, and substitution, were applied in the translation, with retention as the most frequently applied strategy. The high frequency of retention suggests that the translation ideology of ECRs translation in Música was oriented towards foreignization.
4929349554I1C021048PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL POLY(LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP PARAMETER BIOKIMIA HATI TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI CARBON TETRACHLORIDELatar Belakang: Penyakit hati kronis menjadi salah satu penyebab utama kematian global dengan terapi medis konvensional yang seringkali memiliki efektivitas terbatas dan efek samping yang tinggi. Sambiloto (Andrographis paniculata) melalui senyawa aktif utamanya andrografolid berpotensi digunakan sebagai alternatif terapi penyakit hati, namun bioavailabilitas yang rendah menjadi keterbatasan dalam pemanfaatan klinisnya. Perlu dikembangkan formulasi nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto sebagai salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan potensi terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nanopartikel PLGA ekstrak etanol herba sambiloto terhadap parameter alanine transaminase (ALT), aspartate transaminase (AST), dan total bilirubin pada tikus Wistar yang diinduksi carbon tetrachloride (CCl4).
Metodologi: Penelitian eksperimental menggunakan desain pre-test post-test control group pada 35 tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam 5 kelompok secara acak, yaitu (A) kontrol sehat, (B) kontrol negatif (diinduksi CCl4 84 µL/200 g BB), (C) kelompok yang diinduksi CCl4 dan perlakuan ekstrak etanol herba sambiloto 300 mg/kg BB, (D) kelompok yang diinduksi CCl4 dan perlakuan nanopartikel PLGA ekstrak etanol herba sambiloto 300 mg/kg BB, serta (E) kelompok yang diinduksi CCl4 dan perlakuan nanopartikel kosong 300 mg/kg BB. Analisis parameter biokimia klinis hati berupa ALT, AST, dan total bilirubin dilakukan dengan Microlab 300 semi-automated clinical chemistry analyzer. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan uji T-berpasangan.
Hasil Penelitian: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol herba sambiloto menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik (P < 0,05) pada kadar ALT (503,1 U/L) dan total bilirubin (0,32 mg/dL). Tidak ada perbedaan yang signifikan (P > 0,05) terhadap parameter AST, baik pada perlakuan ekstrak etanol sambiloto, nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto, maupun nanopartikel kosong.
Kesimpulan: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol herba sambiloto sangat berpotensi diinvestigasi lebih lanjut untuk digunakan sebagai terapi penyakit hati. Hal ini dibuktikan oleh kemampuannya dalam menurunkan kadar serum ALT dan total bilirubin yang signifikan secara statistik (P < 0,05) pada model hewan tikus yang diinduksi CCl4.
Background : Chronic liver disease is one of the leading global causes of death, with conventional medical therapies often exhibiting limited effectiveness and high side effects. Sambiloto (Andrographis paniculata), through its main bioactive constituent andrographolide, has the potential to be used as an alternative therapy for liver disease. However, its low bioavailability poses a limitation in clinical utilization. The development of PLGA nanoparticles formulation of sambiloto ethanolic extract is required as an approach to optimize its therapeutic potential. This study aims to determine the effect of administering PLGA nanoparticles loaded with sambiloto ethanolic extract on the parameters alanine transaminase (ALT), aspartate transaminase (AST), and total bilirubin in carbon tetrachloride (CCl4)-induced Wistar rats.
Methods : An experimental study utilizing a pre-test post-test control group design was conducted using 35 male Wistar rats. The rats were randomly assigned to five groups : (A) healthy control, (B) CCl4-induced negative control (84 µL/200 g BW), (C) CCl4-induced + A. paniculata ethanolic extract (300 mg/kg BW), (D) CCl4-induced + PLGA nanoparticles loaded with A. paniculata ethanolic extract (300 mg/kg BW), and (E) CCl4-induced + blank PLGA nanoparticles (300 mg/kg BW). Hepatic biochemical parameters (ALT, AST, and total bilirubin) were quantified using a Microlab 300 semi-automated clinical chemistry analyzer. Data were analyzed using One-way ANOVA and paired T-test.
Results : PLGA nanoparticles loaded with A. paniculata ethanolic extract demonstrated statistically significant reductions in ALT levels (503,1 U/L ; P < 0,05) and total bilirubin (0,32 mg/dL ; P < 0,05). No significant differences in AST levels (P > 0,05) were observed across treatment groups, whether administered the crude ethanolic extract of A. paniculata, PLGA nanoparticles incorporating the extract, or blank PLGA nanoparticles.
Conclusion : PLGA nanoparticles loaded with A. paniculata ethanolic extract show significant potential for further investigation as liver disease therapy. This is demonstrated by their statistically significant reduction (P < 0,05) of serum ALT and total bilirubin in carbon tetrachloride (CCl4)-induced rat models.
4929443945D1A020179TRANSFORMASI TEKNOLOGI PETERNAKAN KAMBING PERAH DENGAN PENERAPAN FITUR KALENDER DIGITAL PADA WEBSITE GOMO (GOAT MILK MONITORING)Kemajuan teknologi recording di era modern memberikan kontribusi signifikan bagi optimalisasi pemeliharaan pada sektor peternakan. Penggunaan teknologi memiliki kegunaan yang diperlukan peternak dalam menganalisis data lebih lanjut. Akan tetapi, pencatatan data ternak dengan penerapan teknologi di Indonesia masih kurang diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% peternak belum menerapkan penggunaan teknologi dalam sistem manajemen peternakan sehingga proses pencatatan data ternak tidak terdokumentasikan dengan baik. Kalender digital menjadi alat pemantauan fase kambing perah yang terfokus pada laktasi produksi susu yang berkaitan dengan periode pemeliharaan kambing perah. Metode pembuatan proyek ini meliputi penentuan dasar perumusan serta implementasi algoritma perumusan dan program. Tahapan dasar perumusan menggunakan metode analisis fase kambing perah yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tenak Ciawi Bogor pada tahun (1997) yang menunjukan sebuah data grafik laktasi serta fase pada pemeliharaan kambing perah selama 3 kali periode/2tahun. Langkah selanjutnya, melakukan penentuan algoritma perumusan meliputi initiating, planning, implementation, yang dilaksanakan secara sistematis hingga mencapai finishing. Sajian data fase dan produksi susu disajikan menggunakan sistem model diagram warna dengan pengerjaan konsep yang jelas. Pembuatan wireframe menjadi langkah penting yang di gunakan dalam proses pembuatan berbagai fitur, desain UI/UX melalui Figma memastikan tampilan yang menarik dan fungsi yang optimal. Pengembangan menggunakan Vue.JS dan Bootstrap memungkinkan aplikasi responsif di berbagai perangkat. Integrasi dengan Backend menggunakan Express.Js, memastikan akses data yang akurat dan dinamis. Advances in recording technology in the modern era have contributed significantly to the optimization of maintenance in the livestock sector. The use of technology has the necessary uses for farmers in analyzing further data. However, recording livestock data with the application of technology in Indonesia is still lacking attention. The results showed that 85% of farmers have not implemented the use of technology in the livestock management system so that the process of recording livestock data is not well documented. Digital calendars become a tool for monitoring dairy goat phases that focus on lactation milk production related to the maintenance period of dairy goats. The method of making this project includes determining the basis of formulation as well as implementing the formulation algorithm and program. The basic stages of the formulation use the dairy goat phase analysis method conducted by the Ciawi Livestock Research Center in Bogor in 1997 which shows a data graph of lactation and phase in the maintenance of dairy goats for 3 periods / year. The next step, determining the formulation algorithm includes initiating, planning, implementation, which is carried out systematically until it reaches finishing. The presentation of phase data and milk production is presented using a color diagram model system with clear concept work. Wireframe creation is an important step used in the process of creating various features, UI/UX design through Figma ensures an attractive appearance and optimal function. Development using Vue.JS and Bootstrap allows responsive applications on various devices. Backend integration using Express.Js, ensuring accurate and dynamic data access.
4929552082C1A022010Pengaruh Deglobalisasi, Fragmentasi Geoekonomi, dan Faktor Ekonomi Domestik Terhadap Dinamika Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa BaratPengangguran terbuka masih menjadi permasalahan utama di Provinsi Jawa Barat karena tingginya jumlah penduduk usia produktif dan dinamika ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh deglobalisasi, fragmentasi geoekonomi, dan faktor ekonomi domestik terhadap dinamika pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat. Deglobalisasi dan fragmentasi geoekonomi diproksikan menggunakan variabel keterbukaan perdagangan luar negeri. Faktor ekonomi domestik meliputi variabel investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), teknologi yang diproksikan melalui Total Factor Productivity (TFP), produktivitas tenaga kerja, dan upah minimum.
Penelitian menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data time series periode 2002–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan luar negeri berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek dan berpengaruh positif tidak signifikan di jangka panjang terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, PMTB dan TFP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sedangkan upah minimum berpengaruh positif tidak signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka dalam jangka pendek di Provinsi Jawa Barat perlu kebijakan perdagangan luar negeri untuk meningkatkan ekspor yang diiringi penguatan sektor industri padat karya domestik. Peningkatan investasi dan pengembangan teknologi perlu terus didorong dengan tetap memperhatikan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, peningkatan produktivitas harus diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga kerja agar tidak berdampak pada peningkatan pengangguran pada jangka pendek maupun jangka panjang.
Kata kunci:Pengangguran Terbuka, Autoregressive Distributed Lag, Keterbukaan Perdagangan, PMTB, Total Factor Productivity, Produktivitas Tenaga Kerja, Upah Minimum, Jawa Barat
Open unemployment remains a major challenge in West Java Province due to the large proportion of the working-age population and the dynamic nature of the regional economy. This study aims to examine the impact of deglobalization, geo-economic fragmentation, and domestic economic factors on the dynamics of open unemployment in West Java Province. Deglobalization and geo-economic fragmentation are proxied by foreign trade openness. Meanwhile, domestic economic factors include Gross Fixed Capital Formation (GFCF) investment, technology proxied by Total Factor Productivity (TFP), labor productivity, and the minimum wage.
This study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach using time series data from 2002 to 2024 obtained from the Central Bureau of Statistics. The results indicate that foreign trade openness has a negative and statistically significant effect on the open unemployment rate in the short run, but a positive and statistically insignificant effect in the long run. In contrast, GFCF and TFP exhibit negative and statistically significant effects on the open unemployment rate in both the short run and the long run. Labor productivity shows a positive and statistically significant relationship with the open unemployment rate in both the short and long run, whereas the minimum wage has a positive but statistically insignificant effect in both periods.
These findings indicate that to reduce the open unemployment rate in the short term in West Java Province, foreign trade policies are needed to increase exports accompanied by the strengthening of domestic labor-intensive industries. Increased investment and technological development also need to be continuously encouraged while still paying attention to job creation in order to reduce open unemployment in both the short and long term. In addition, productivity improvements must be balanced with strengthening the quality of human resources through workforce training so that they do not lead to an increase in unemployment in the short or long term.
Keywords:Open Unemployment, Autoregressive Distributed Lag, Trade Openness, Gross Fixed Capital Formation, Total Factor Productivity, Labor Productivity, Minimum Wage, West Java.
4929652089J1E019044Utilizing “Jeopardy” in Teaching English to Improve Students’ Reading ComprehensionPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman membaca siswa dalam teks bahasa Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji efektivitas Jeopardy Game dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa, (2) mengidentifikasi aspek membaca yang mengalami peningkatan paling signifikan setelah intervensi, dan (3) mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan Jeopardy Game dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pre-test dan post-test). Sampel penelitian berjumlah 35 siswa dari kelas XII C yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes (pre-test dan post-test) dan kuesioner tertutup dengan skala Likert. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test, sementara data kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa yang signifikan, yaitu dari 52.71 pada pre-test menjadi 69.71 pada post-test. Lebih lanjut, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001 (p < 0.05), yang berarti hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Jeopardy Game secara efektif meningkatkan pemahaman membaca siswa secara signifikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek kemampuan menentukan ide pokok dan pemahaman kosakata, diikuti oleh kemampuan mengidentifkasi informasi spesifik, dan inferensi. Selain itu, hasil kuesioner mengonfirmasi bahwa siswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap penggunaan Jeopardy Game dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata pada setiap aspek yang melebihi 3,00. This research addressed the issue of students’ low reading comprehension in English texts. Therefore, the aims of this research were: (1) to determine the effectiveness of the Jeopardy Game in improving students’ reading comprehension skills, (2) to identify the reading aspects that showed the most significant improvement after the intervention, and (3) to examine students’ perceptions of the implementation of the Jeopardy Game in English language learning. A quantitative approach with a pre-experimental research design (one-group pre-test and post-test) was used in this study. The research population consisted of all twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Karangreja, with a sample of 35 students from class XII C selected through a purposive sampling technique. The research instruments included tests (pre-test and post-test) and a closed-ended questionnaire. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon-Signed Rank Test for hypothesis testing, while descriptive statistics were used to analyze the questionnaire data. The findings indicated a statistically significant improvement in students’ reading comprehension, with the mean score increasing from 52.71 in the pre-test to 69.71 in the post-test. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected. These results confirm that the Jeopardy Game was effective in improving students’ reading comprehension skills. Further analysis revealed that acknowledging the main idea and understanding vocabulary showed the most substantial gains, followed by skills in identifying specific information and making inferences. Furthermore, the questionnaire results confirmed that students had a very positive perception of using the Jeopardy Game in learning English, as indicated by the mean score for each aspect exceeding 3.00.
4929752128L1A022018ANALISIS BIOEKONOMI IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PANGANDARAN TPI Pangandaran merupakan salah satu TPI dengan aktivitas pendaratan ikan yang tertinggi di Kabupaten Pangandaran. Salah satu komoditas yang didaratkan adalah ikan bawal putih (Pampus argenteus). Permintaan yang tinggi akan ikan bawal putih menyebabkan intensitas penangkapan meningkat yang dikhawatirkan akan menyebabkan overfishing, sehingga diperlukan analisis bioekonomi agar nelayan tetap dapat memperoleh hasil tangkapan dan keuntungan yang maksimal tanpa merusak kelestarian dari ikan bawal putih. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai potensi lestari dan bioekonomi dari ikan bawal putih. Metode yang diguakan dalam analisis ini adalah model bioekonomi Gordon-Schaefer. Hasil analisis potensi lestari ikan bawal putih di TPI Pangandaran adalah nilai C_MSY sebesar 39.736,00 kg/trip dengan nilai E_MSY 821,47 trip, dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 31.788,8 kg/trip. Tingkat pemanfaatan pada tahun 2018, 2019, dan 2024 sudah melebihi 100% mengindikasikan terjadinya overfishing. Nilai C_MEY sebesar 39.732,56 kg/trip dengan E_MEY 813,88 kemudian nilai C_OAE sebesar 1464,73 kg/trip dengan nilai E_OAE 1627,65 trip. Kondisi Maximum Economic Yield (MEY) lebih menguntungkan daripada kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Open Access Equilibrium (OAE). Usaha penangkapan ikan bawal putih masih layak untuk dijalankan dengan nilai Break Event Point (BEP) 0,90 kg dan nilai Revenue Cost Ratio (R/C) adalah 37,87.Pangandaran Fish Auction is one of the fish landing sites with the highest landing activities in Pangandaran Regency. One of the main commodities landed is silver pomfret (Pampus argenteus). The high demand for silver pomfret has increased fishing intensity, which raises concerns about potential overfishing. Therefore, a bioeconomic analysis is required to ensure that fishermen can obtain optimal catches and profits while maintaining the sustainability of the resource. This study aims to analyze the sustainable potential and bioeconomic value of silver pomfret fisheries. The analysis was conducted using the Gordon–Schaefer bioeconomic model. The results show that the Maximum Sustainable Yield (MSY) value of silver pomfret in TPI Pangandaran is 39,736.00 kg/trip with an E_MSY value of 821.47 trips, while the Total Allowable Catch (TAC) is 31,788.8 kg/trip. The utilization levels in 2018, 2019, and 2024 exceeded 100%, indicating the occurrence of overfishing. The Maximum Economic Yield (MEY) value is 39,732.56 kg/trip with E_MEY of 813.88 trips, while the Open Access Equilibrium (OAE) shows a catch value C_OAE of 1,464.73 kg/trip with an effort level E_OAE of 1,627.65 trips. The MEY condition provides greater economic benefits compared to MSY and OAE conditions. The silver pomfret fishing business remains economically feasible, with a Break Even Point (BEP) of 0.90 kg and a Revenue Cost Ratio (R/C) of 37.87.
4929845588L1B018037KUALITAS AIR TAMBAK DAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN APLIKASI MINERAL DI PT BIRU LAUT NUSANTARA, PANGANDARAN, JAWA BARATSistem budidaya udang intensif yang mulai berkembang di Indonesia membutuhkan pengelolaan kualitas air yang baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi ideal agar udang dapat tumbuh dengan optimal. Aplikasi mineral dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi kualitas air dan meningkatkan daya dukung tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kualitas air dan laju pertumbuhan udang dengan aplikasi mineral. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif pada tambak budidaya udang di PT Biru Laut Nusantara. Data yang diperoleh berupa nilai kualitas air dan data pertumbuhan udang. Mineral yang diaplikasikan ke dalam tambak berupa CaCO3, CaCl, MgCl, NaHCO3, Azomite, Alkaset, dan Mingrow. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa pemberian mineral dapat mempertahankan kualitas air sesuai dengan kebutuhan udang untuk tumbuh dengan optimal. Pertumbuhan udang dengan aplikasi mineral diperoleh berat udang akhir sebesar 23,20 g, nilai rata – rata laju pertumbuhan harian sebesar 0,32 g/d, kelulushidupan udang sebesar 81%, dan nilai rata – rata konversi pakan sebesar 1,27.The intensive shrimp cultivation, which is begin to develop in Indonesia, requires good water quality management. It is aimed to maintain ideal conditions for optimal shrimp growth. Mineral application needed to maintain water quality conditions in order to increase carrying capacity of ponds. The purpose of this study was to determine the water quality values and shrimp growth rates with mineral application. This research used participatory methods in shrimp cultivation ponds at PT Biru Laut Nusantara. Data obtained were water quality values and shrimp growth rates. Minerals applied to the ponds were CaCO3, CaCl, MgCl, NaHCO3, Azomite, Alkaset, and Mingrow. Based on the observations, it was found that mineral application could maintain water quality in accordance with the needs of shrimp to grow optimally. Shrimp growth with mineral application resulted in a final shrimp weight of 23.20 g, an average daily growth rate of 0.32 g/d, a shrimp survival rate of 81%, and an average feed conversion ratio of 1.27.
4929952083C1B022051Analisis Peran Profitability sebagai Pemediasi Pengaruh Growth Opportunity terhadap Cash Holding Didukung dengan Pengujian Pengaruh Leverage terhadap Cash HoldingPenelitian ini difokuskan pada analisis peran profitability sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara growth opportunity dan cash holding serta menganalisis pengaruh leverage terhadap cash holding pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Kebijakan cash holding menjadi penting pada industri yang bersifat capital intensive dan menghadapi ketidakpastian ekonomi serta tingginya biaya operasional sehingga perusahaan perlu menjaga ketersediaan dana internal untuk menjamin kelangsungan aktivitas operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis varians. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa growth opportunity tidak berperan langsung dalam menentukan cash holding, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitability dan profitability memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Selain itu, leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan cadangan kas dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, sedangkan peningkatan utang cenderung menurunkan jumlah kas yang dapat dipertahankan.This study examines the mediating role of profitability in the between growth opportunity and cash holdings, as well as the effect of leverage on cash holdings in transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021-2025. Cash holdings policy is particularly important in capital intensive industries that face high operational cost and economic uncertainty. This research applies a quantitative associative design using the PLS-SEM technique. The findings indicate that growth opportunity has no direct effect on cash holdings, but it has a positive and significant influence on profitability. Profitability is found to positively and significantly affect cash holdings, while leverage show a negative effect on cash holdings. These results suggest that the company’s ability to generate profits plays a key role in determining the level of cash reserves, whereas higher debt levels tend to reduce the amount of cash retained by the firm.
4930052084D1A022184Korelasi Kondisi Lingkungan Kandang dengan Performa Ayam Broiler pada Ketinggian Lantai yang BerbedaArtikel berjudul “Korelasi Kondisi Lingkungan Kandang dengan Performa Ayam Broiler pada Ketinggian Lantai yang Berbeda”. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan kandang (suhu, kelembaban, dan heat indeks) dengan performa ayam broiler, serta mengetahui perbedaan performa ayam broiler pada ketinggian lantai kandang yang berbeda di kandang CV Dian Pratama yang dilaksanakan selama satu periode dari tanggal 17 September – 25 Oktober 2024 di Desa Bogohan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler dengan Strain Cobb CP-707 dengan populasi setiap lantainya berjumlah 16.000, pakan berupa S00 untuk umur 1 sampai 10 hari, S11 untuk umur 11 sampai 18 hari, S12G untuk umur 19 hari sampai panen atau akhir periode, vaksin, dan peralatan penunjang produksi lainnya. Metode analisis menggunakan analisis Korelasi Pearson dan Analisis Variansi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, kelembapan, heat index, pertambahan bobot badan harian (PBBH), deplesi, feed conversion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Hasil uji korelasi menunjukkan suhu dan heat index memiliki hubungan yang bervariasi terhadap performa produksi, dengan kecenderungan korelasi negatif terhadap PBBH dan IP serta korelasi positif terhadap FCR dan deplesi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketinggian lantai kandang (0 m, 2 m, dan 4 m) tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap performa produksi (P>0,05) dengan rata PBBH pada masing-masing lantai sebesar 62,79±34,30 g; 62,77±37,72 g; dan 59,94±37,64 g. Nilai deplesi berturut-turut sebesar 2,18±2,06%; 2,17±2,01%; dan 1,54±1,39%. FCR relatif seragam yaitu 1,35±0,13; 1,35±0,16; dan 1,36±0,15, sedangkan IP sebesar 281,49±90,50; 281,63±87,03; dan 280,39±81,07. Kondisi lingkungan kandang menunjukkan hubungan nyata yang negatif dimana semakin tinggi suhu dan heat index berdampak menurunkan performa produksi, sedangkan kelembaban mempunyai hubungan yang tidak nyata terhadap performa produksi ayam broiler.The article entitled “Correlation between Housing Environmental Conditions and Broiler Chicken Performance at Different Floor Heights Introduction” aims to analyze the relationship between temperature, humidity, and heat index with broiler chicken performance and evaluate performance differences at floor heights of 0 m, 2 m, and 4 m. The study was conducted at the CV Dian Pratama poultry house in Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java, over a period of one month (September 17–October 25, 2024). The material used was Cobb CP-707 broiler chickens with a population of 16,000 birds per floor. Feed included S00 (1–10 days), S11 (11–18 days), and S12G (19 days–harvest), vaccines. The analysis methods used Pearson's correlation and ANOVA test. The parameters observed included temperature, humidity, heat index, daily weight gain (DWG), depletion, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The results showed that temperature and heat index tended to be negatively correlated with DGW and PI and positively correlated with FCR and depletion. However, floor height had no significant effect (P>0.05). The average DGM ranged from 59.94 to 62.79 g, depletion from 1.54 to 2.18%, FCR from 1.35 to 1.36, and PI from 280.39 to 281.69. The environmental conditions of the coop show a clear negative correlation, whereby higher temperatures and heat indices have a negative impact on production performance, while humidity has no significant effect on broiler chicken production performance.