Artikelilmiahs
Menampilkan 49.461-49.480 dari 49.518 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 49461 | 52262 | L1B022004 | Evaluation of Chicken and Quail Manure as Alternative Growth Media for Chlorella vulgaris Cultivation | Chlorella vulgaris merupakan mikroalga hijau bersel tunggal yang banyak digunakan sebagai pakan alami dalam kegiatan budidaya perikanan, terutama pada stadia larva. Kultur C. vulgaris umumnya bergantung pada pupuk sintetis yang mahal dan tidak ramah lingkungan sehingga diperlukan alternatif sumber nutrisi yang lebih murah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik kotoran ayam dan burung puyuh terhadap peningkatan kepadatan dan laju pertumbuhan sel C. vulgaris. Metode yang digunakan yaitu Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu perlakuan A (kontrol negatif), B (kontrol positif pupuk walne), C (kotoran ayam 250 mg/L), D (kotoran burung puyuh 250 mg/L), dan E (kombinasi kotoran ayam + burung puyuh 125 mg/L: 125 mg/L). Pemeliharaan dilakukan selama 14 hari dengan parameter kepadatan dan laju pertumbuhan C. vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antar perlakuan perlakuan menghasilkan kepadatan dan laju pertumbuhan yang berbeda signifikan (p<0.05). Perlakuan E memberikan hasil terbaik dengan rata-rata kepadatan sel 413 ± 21.10 x 10⁴ sel/mL dan laju pertumbuhan 6.424 ± 0.0018 x 10⁴ sel/mL/hari sel C. vulgaris. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kotoran ayam dan burung puyuh, terutama dalam formulasi kombinasi, merupakan pupuk organik yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas kultur C. vulgaris sebagai pakan alami. | Chlorella vulgaris is a single-celled green microalgae that is widely used as natural feed in aquaculture, especially at the larval stage. C.vulgaris cultivation generally relies on synthetic fertilizers that are expensive and environmentally unfriendly, so there is a need for cheaper and more sustainable alternative sources of nutrients. This study aims to determine the effect of organic fertilizer from chicken and quail manure on increasing the density and growth rate of C.vulgaris cells. The method used was a Complete Randomized Design (RAL) experiment, consisting of five treatments and three replicates, namely treatment A (negative control), B (positive control with walne fertilizer), C (250 mg/L chicken manure), D (250 mg/L quail manure), and E (combination of chicken manure + quail manure 125 mg/L: 125 mg/L). Maintenance was carried out for 14 days with parameters of density and growth rate of C.vulgaris. The results showed that between treatments produced significantly different densities and growth rates (p<0.05). Treatment E gave the best results with an average cell density of 413 ± 21.10 x 10⁴ cells/mL and a growth rate of 6.424 ± 0.0018 x 10⁴ cells/mL/day of C.vulgaris cells. This study concluded that chicken and quail manure, especially in combination formulations, are effective, economical, and environmentally friendly organic fertilizers for increasing the productivity of C.vulgaris cultures as natural feed. | |
| 49462 | 52236 | A1D022101 | Keragaman Genetik, Heritabilitas, dan Seleksi Sifat Aromatik dan Agronomik pada Populasi F2 Padi Persilangan Rojolele x M70D | Padi aromatik berumur genjah merupakan salah satu karakter padi yang diminati karena memiliki mutu tinggi serta mampu meningkatkan efisiensi waktu tanam. Perakitan varietas padi dengan karakter tersebut dapat dilakukan melalui persilangan padi varietas Rojolele yang aromatik dengan varietas M70D yang berumur genjah. Penelitian bertujuan menganalisis keragaman genetik, heritabilitas, hubungan antara karakter, serta melakukan seleksi pada populasi F2 padi persilagan Rojolele × M70D. Percobaan lapangan telah dilaksanakan di Lahan Sawah Irigasi Kelurahan Karangwangkal dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan selama 8 bulan mulai Januari sampai dengan September 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Augmented Design yang terdiri atas 3 blok. Penelitian menggunakan 256 genotipe F2 hasil persilangan Rojolele × M70D dan empat varietas pembanding yaitu Rojolele, M70D, Pandanwangi, dan Cakrabuana. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi aromatik, tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, persentase gabah isi, jumlah malai per rumpun, jumlah anakan total, jumlah gabah per malai, dan bobot gabah per rumpun. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) augmented design, analisis keragaman genetik, heritabilitas, analisis korelasi, analisis sidik lintas dan seleksi indeks terboboti (WINDEX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik yang tinggi diperoleh pada persentase gabah isi, jumlah gabah isi, jumlah malai per rumpun, jumlah anakan total dan jumlah gabah per malai. Nilai duga heritabilitas yang tergolong tinggi ditunjukkan oleh tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, persentase gabah isi, jumlah malai per rumpun, jumlah anakan total, dan jumlah gabah per malai. Umur berbunga dan umur panen berkorelasi positif terhadap tinggi tanaman dan jumlah gabah per malai. Karakter komponen hasil yang berkorelasi positif terhadap hasil adalah persentase gabah isi, jumlah gabah isi dan jumlah gabah per malai. Umur berbunga dan jumlah gabah isi berpengaruh langsung terhadap hasil. Tanaman padi populasi F2 hasil persilangan Rojolele × M70D yang dapat dilanjutkan untuk seleksi F3 adalah R2B13T3, R3B8T1, R3B3T4, R3B4T2, R2B3T3, R1B23TT2, R3B18T2, R2B21T3, R3B2T4, R1B8T3, R3B1T1, R3B16T2, dan R3B13T1 dengan karakteristik aromatik, kegenjahan, dan komponen hasil. | Early maturity and aromatic rice is a desired characteristic of rice. It offers high quality and can increase planting efficiency. These traits can be developed by crossing the aromatic Rojolele variety with the early-maturing M70D variety. This study aims to analyze genetic variability, heritability, and relationships between traits and perfom selection on the F2 population from Rojolele × M70D rice crosses. The research was conducted at the Karangwangkal Village Irrigated Rice Field and at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research lasted 8 months, from January to September 2025. The experimental design was an Augmented Randomized Block Design consisting of 3 blocks. The study used 256 genotypes from the Rojolele × M70D cross and 4 checks, Rojolele, M70D, Pandanwangi, and Cakrabuana. Observed variables included aroma, plaint height, flowering age, harvest age, percentage of filled grains, number of penicles, total number of tillers, number of grains per penicle, and yield per plant. Data were analyzed using ANOVA based augmented design, genetic variability analysis, heritability, correlation analysis, path analysis and weighted index selection (WINDEX). The results showed that high genetic variability were obtained in percentage of filled grains, number of filled graind, number of panicles, total number of tillers and number of grains per panicle. High estimated heritability were indivated by plant height, flowering age, harvest age, percentage of filled grains, number of panicle, total number of tillers, and number of grains per panicle. Flowering age and harvest age were positively correlated with plant height and number of grains per panicle. Yield component charracters that were positively correlated with yield were the percentage of filled graind, the number of filled grains, and the number of grains per panicle. Flowering age and the number of filled graind had a direct effect on yield. The population of rice plants resulting from the Rojolele × M70D cross that can be continued for F3 selection are R2B13T3, R3B8T1, R3B3T4, R3B4T2, R2B3T3, R1B23TT2, R3B18T2, R2B21T3, R3B2T4, R1B8T3, R3B1T1, R3B16T2, and R3B13T1 with aromatic, early maturity, and yield component characteristics. | |
| 49463 | 52237 | J1D022082 | STUDI KASUS PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA M.3 PROGRAM EMPRO (ENGLISH MELAYU PROGRAM) DI DARUSSALAM SCHOOL THAILAND SELATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas M.3 Program Empro di Sekolah Darussalam Thailand Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Bahasa Melayu Program Empro dan siswa kelas M.3, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menerapkan triangulasi sumber untuk memperoleh data yang valid dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah disusun secara sistematis melalui RPP, penentuan tujuan, pemilihan materi, serta penyusunan rubrik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan terintegrasi dengan nilai budaya Melayu-Patani. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup dengan pendekatan berpusat pada siswa, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing siswa mengekspresikan ide dan pengalaman pribadi ke dalam puisi menggunakan Bahasa Melayu, tulisan Jawi, dan Bahasa Inggris. Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan produk berdasarkan rubrik yang mencakup aspek tema, diksi, majas, struktur, keutuhan makna, serta kreativitas dan orisinalitas. Namun, siswa memperoleh hasil yang baik, pemberian umpan balik tertulis belum optimal sehingga diperlukan penguatan pada aspek penilaian agar pembelajaran menulis puisi dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna. | This study aims to describe the planning, implementation, and assessment of poetry writing instruction for M.3 students of the Empro Program at Darussalam School, Southern Thailand. Employing a qualitative approach with a case study method, the research involved a Malay language teacher of the Empro Program and M.3 students as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with source triangulation applied to ensure validity and credibility. The findings indicate that instructional planning was systematically prepared through lesson plans, clearly formulated learning objectives, selected learning materials, and assessment rubrics tailored to students’ diverse language backgrounds while integrating local Malay-Patani cultural values. The implementation was conducted through preliminary, core, and closing activities using a student-centered approach, where the teacher functioned as a facilitator guiding students to explore ideas and express personal experiences in poetry using the Malay language, Jawi script, and English. Assessment was carried out through both process and product evaluation based on criteria including theme relevance, diction, figurative language, poetic structure, coherence of meaning, and creativity. Although most students achieved satisfactory results, written feedback was not consistently provided, indicating the need to strengthen feedback practices to enhance the overall effectiveness of poetry writing instruction. | |
| 49464 | 52232 | D1B024018 | ANALISIS KOMPARATIF PERFORMANS PRODUKSI SUSU PETERNAKAN KAMBING PERAH AKIBAT PERBEDAAN PEMBERIAN PAKAN ATAS PENURUNAN CASH FLOW : (STUDI KASUS DI PETERNAKAN KAMBING PERAH, DESA BANJARANYAR, KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perbedaan kuantitas pakan akibat efisiensi biaya produksi terhadap fluktuasi produksi susu kambing perah dan membandingkan respons fisiologis ternak pada dua manajemen pakan yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 111 hari menggunakan metode observasional pada ternak laktasi yang terbagi menjadi dua periode: Fase normal (57 hari) dan Fase efisiensi (54 hari). Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test, dan Analisis Regresi Linear Berganda dengan metode Split File. Terdapat dua fase pemberian pakan, yaitu pada fase normal (pemberian pakan normal) dan fase efisiensi (pemberian pakan ampas tahu dan konsentrat diturunkan namun pemberian pakan hijauan ditambah). Analisis (Time Series) mengonfirmasi pola penurunan produksi susu mengikuti model kuadratik (R2=0,665), yang mengindikasikan dampak penurunan bersifat akseleratif seiring waktu. Lebih lanjut, analisis regresi menunjukkan terjadinya disrupsi metabolisme pada Fase Efisiensi, di mana seluruh variabel pakan (Hijauan, Ampas Tahu, Konsentrat) menjadi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap produksi susu, berbeda dengan Fase Normal di mana konsentrat masih memberikan pengaruh nyata (P=0,011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi melalui substitusi pakan penguat menyebabkan penurunan produksi susu yang sangat signifikan (P<0,01), dari rata-rata 1,01 liter/ekor/hari pada Fase normal menjadi 0,77 liter/ekor/hari pada Fase efisiensi. | This study aims to analyze the impact of feed quantity variations, driven by production cost efficiency, on fluctuations in dairy goat milk production, and to compare the physiological responses of the livestock under two different feed management systems. The research was conducted over 111 days using an observational method on lactating goats, divided into two periods: the Normal Phase (57 days) and the Efficiency Phase (54 days). Data were analyzed using a Paired Sample T-Test and Multiple Linear Regression Analysis with the Split File method. There are two phases of feeeding: the normal phase (standard feeding) and the efficiency phase (where the provision of tofu dregs and concentrate was reduced, while forage was increased). Time series analysis confirmed that the pattern of decline in milk production followed a quadratic model (R=0,665), indicating that the downward trend accelerated over time. Furthermore, the regression analysis revealed a metabolic disruption during the Efficiency Phase, wherein all feed variables (Forage, Tofu Dregs, and Concentrate) had no significant effect (P>0,05) on milk production. This contrasted with the Normal Phase, where the concentrate still exerted a significant effect (P=0,011). The results indicated that the efficiency policy, implemented by substituting concentrate feed, led to a highly significant decrease in milk production (P<0,01), dropping from an average of 1,01 liters/head/day in the normal Phase to 0,77 liters/head/day in the efficiency Phase. | |
| 49465 | 52225 | G1A022101 | PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN EDTA DAN ASAM AMINO AROMATIK PADA ROKOK KRETEK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) | Latar belakang: Paparan asap rokok diketahui meningkatkan stres oksidatif melalui pembentukan radikal bebas yang memicu peroksidasi lipid dan menghasilkan malondialdehid (MDA) sebagai biomarker kerusakan oksidatif. Rokok kretek yang dimodifikasi dengan penambahan EDTA dan asam amino aromatik (fenilalanin) dikembangkan dengan tujuan menurunkan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan EDTA dan fenilalanin pada rokok kretek terhadap kadar MDA serum tikus putih (Rattus norvegicus). Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain randomized post-test only control group menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok paparan rokok kretek, dan kelompok paparan rokok divine selama satu minggu. Kadar MDA diukur menggunakan metode ELISA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar MDA serum berbeda secara deskriptif antar kelompok, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (p = 0,052). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa penambahan EDTA dan asam amino aromatik pada rokok kretek belum terbukti memberikan efek protektif yang signifikan terhadap peningkatan kadar MDA akibat paparan asap rokok. Dengan demikian, modifikasi rokok dengan penambahan EDTA dan fenilalanin dalam penelitian ini tidak memberikan pengaruh bermakna terhadap stres oksidatif yang diindikasikan oleh kadar MDA serum tikus putih. | Background: Cigarette smoke exposure is known to increase oxidative stress through the generation of free radicals that induce lipid peroxidation, producing malondialdehyde (MDA) as a biomarker of oxidative damage. Clove cigarettes modified by the addition of EDTA and an aromatic amino acid (phenylalanine) have been developed with the aim of reducing free radical formation. This study aimed to determine the effect of EDTA and phenylalanine supplementation in clove cigarettes on serum MDA levels in white rats (Rattus norvegicus). Methodology: This experimental study employed a randomized post-test only control group design using 30 male white rats divided into three groups: control group, clove cigarette exposure group, and modified clove cigarette exposure group (Divine) for one week. Serum MDA levels were measured using the ELISA method. Results: The results showed that mean serum MDA levels differed descriptively among groups; however, the differences were not statistically significant (p = 0.052). Conclusion: These findings indicate that the addition of EDTA and an aromatic amino acid to clove cigarettes has not been proven to provide a significant protective effect against increased MDA levels induced by cigarette smoke exposure. Therefore, modification of clove cigarettes with EDTA and phenylalanine in this study did not significantly affect oxidative stress as indicated by serum MDA levels in white rats. | |
| 49466 | 52240 | H1E022015 | Analisis Kualitas Layanan Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Menggunakan Metode Eduqual, IPA, dan QFD pada SMA Negeri 1 Purwokerto | Kualitas layanan pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan siswa serta keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Dalam pelaksanaannya, masih terdapat layanan pendidikan dengan kinerja yang diberikan oleh pihak sekolah. Kondisi tersebut mendorong perlunya evaluasi kualitas layanan secara terukur dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pendidikan di SMA Negeri 1 Purwokerto menggunakan metode Eduqual, Importance Performance Analysis (IPA), dan Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi atribut prioritas serta merumuskan strategi perbaikan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 259 siswa sebagai responden untuk mengukur tingkat persepsi dan tingkat harapan berdasarkan enam dimensi Eduqual, yaitu learning outcomes, responsiveness, physical facilities, personality development, dan academic. Data yang diperoleh dianalisis melalui perhitungan gap untuk mengetahui selisih antara persepsi dan harapan siswa, kemudian dipetakan ke dalam diagram kartesius IPA untuk menentukan atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi memiliki nilai gap negatif, yang mengindikasikan bahwa kualitas belum sepenuhnya memenuhi harapan siswa. Dimensi academic memiliki nilai gap terbesar yaitu -0,83, sehingga menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas layanan. Atribut prioritas selanjutnya dianalisis menggunakan metode QFD melalui penyusunan House of Quality (HOQ) untuk menerjemahkan kebutuhan siswa ke dalam bentuk tindakan perbaikan yang lebih terstruktur. | The quality of educational services is an important factor in determining student satisfaction and the success of the learning process at school. In practice, there are still educational services with performance provided by school. This condition encourages the need for measurable and systematic evaluation of service quality. This study aims to analyze the quality of educationl services at SMA Negeri 1 Purwokerto using the Eduqual, Importance Performance Analysis (IPA), and Quality Function Deployment (QFD) methods to identify priority attributes and formulate appropriate improvement strategies. This study uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 259 students as respondents to measure the level of perception and excpectations based on six Eduqual dimensions, namely learning outcomes, responsiveness, physical facilities, personality development, and academic. The data obtained was analyzed through gap calculations to determine the difference between students perceptions and expectations, then mapped into an IPA Cartesian diagram to determine the attributes that were the main priorities for improvement. The results showed that all dimensions had negative gap values, indicating that the quality did not fully meet student expectations. The academic dimentionshad the largest gap value of -0,83, making it the main focus for service quality improvement. The next priority attributes were analyzed using the QFD method through the compilation of a House of Quality (HOQ) to translate student needs into more structured improvement actions. | |
| 49467 | 52241 | C1H022041 | THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, FINANCIAL SLACK, SUSTAINABILITY OFFICERS, AND SUSTAINABILITY COMMITTEES ON GREEN BANKING DISCLOSURE WITH THE MEDIATION OF CAPITAL ADEQUACY RATIO | Penelitian ini mengkaji pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), Kelonggaran Keuangan (FS), Pejabat Keberlanjutan (SO), dan Komite Keberlanjutan (SC) terhadap Pengungkapan Perbankan Hijau (GBD), dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebagai variabel mediasi di sektor perbankan Indonesia. Penelitian ini didorong oleh semakin mendesaknya isu-isu lingkungan, yang mendorong bank untuk mengadopsi praktik keuangan berkelanjutan. GBD digunakan sebagai indikator untuk menilai pengungkapan keberlanjutan berdasarkan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel terdiri dari 5 bank yang dipilih melalui sampling purposif, menghasilkan 50 observasi selama periode 2015–2024. GBD diukur menggunakan indeks pengungkapan berdasarkan Standar Global Reporting Initiative (GRI) dan peraturan OJK, sedangkan variabel lainnya diukur menggunakan proksi keuangan dan tata kelola yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap GBD. Namun, secara parsial, hanya Financial Slack (FS) yang memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan GCG, SO, SC, dan CAR tidak signifikan. CAR juga tidak terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan antara GCG dan GBD. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapasitas keuangan memainkan peran yang lebih kritis daripada mekanisme tata kelola dalam menentukan pengungkapan keberlanjutan. | This study examines the effect of Good Corporate Governance (GCG), Financial Slack (FS), Sustainability Officer (SO), and Sustainability Committee (SC) on Green Banking Disclosure (GBD), with Capital Adequacy Ratio (CAR) as a mediating variable in the Indonesian banking sector. The research is driven by the growing urgency of environmental issues, encouraging banks to adopt sustainable finance practices. GBD is used as an indicator to assess sustainability disclosure based on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. This study employs a quantitative approach using secondary data from annual and sustainability reports of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample consists of 5 banks selected through purposive sampling, resulting in 50 observations over the 2015–2024 period. GBD is measured using a disclosure index based on Global Reporting Initiative (GRI) Standards and OJK regulations, while other variables are measured using relevant financial and governance proxies. The results show that all independent variables simultaneously have a significant effect on GBD. However, partially, only Financial Slack (FS) has a positive and significant influence, while GCG, SO, SC, and CAR are not significant. CAR is also not proven to mediate the relationship between GCG and GBD. These findings indicate that financial capacity plays a more critical role than governance mechanisms in determining sustainability disclosure. | |
| 49468 | 52224 | C0B023058 | PTSL AND DIGITAL LAND SERVICES: SUPPORTING E-GOVERNMENT AT THE PURBALINGGA LAND OFFICE | Studi ini membahas integrasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan layanan pertanahan elektronik sebagai upaya untuk memperkuat penerapan e-government di Kantor Pertanahan Purbalingga. Studi ini menyoroti berbagai permasalahan administratif yang telah berlangsung lama, seperti pengelolaan data yang terpisah, prosedur layanan yang lambat, rendahnya transparansi, serta keterbatasan akses publik terhadap informasi pertanahan, yang sebelumnya menghambat kinerja layanan dan akuntabilitas institusi. Integrasi platform digital dalam administrasi pertanahan memungkinkan alur kerja yang lebih terstruktur, meningkatkan konsistensi data, serta memperjelas jejak dokumentasi, sehingga mendukung penyelenggaraan layanan yang lebih andal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hasil studi menunjukkan bahwa layanan pertanahan digital mendorong proses administrasi yang lebih responsif, mengurangi ketergantungan pada prosedur manual, serta meningkatkan kemampuan institusi dalam mengelola urusan pertanahan secara adaptif. Selain perbaikan administratif, integrasi ini juga memperkuat keterbukaan dengan memberikan kemudahan bagi pemangku kepentingan untuk mengakses informasi dan memantau proses layanan melalui sistem elektronik. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam administrasi pertanahan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bersifat organisasional, yang menuntut keselarasan antara sistem, sumber daya manusia, dan praktik tata kelola. Studi ini merekomendasikan perluasan layanan digital melalui peningkatan interoperabilitas sistem, penguatan kapasitas pegawai secara berkelanjutan, serta penerapan bertahap alat analisis lanjutan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pencegahan sengketa pertanahan | This study discusses the integration of Complete Systematic Land Registration (PTSL) with electronic land services as an effort to strengthen e-government implementation at the Purbalingga Land Office. The study highlights various long-standing administrative issues, such as disparate data management, slow service procedures, low transparency, and limited public access to land information, which previously hampered service performance and institutional accountability. The integration of digital platforms into land administration enables a more structured workflow, improves data consistency, and clarifies documentation trails, thus supporting more reliable service delivery and enhancing public trust. The study results indicate that digital land services promote more responsive administrative processes, reduce reliance on manual procedures, and enhance the institution's ability to manage land affairs adaptively. In addition to administrative improvements, this integration also strengthens transparency by providing stakeholders with easy access to information and monitoring of service processes through electronic systems. These findings emphasize that digital transformation in land administration is not only technical but also organizational, requiring alignment between systems, human resources, and governance practices. The study recommends expanding digital services through improved system interoperability, continuous staff capacity building, and the gradual implementation of advanced analytical tools to support decision-making and land dispute prevention. | |
| 49469 | 52242 | K1C021021 | Interpretasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Gunungapi Ambang Sulawesi Utara Berbasis Data Gravitasi Satelit | Daerah Gunungapi Ambang di Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah prospek panas bumi yang menjanjikan di Indonesia, ditandai dengan aktivitas vulkanik serta adanya manifestasi permukaan berupa fumarol dan solfatara. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan struktur geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi zona potensi reservoir panas bumi berdasarkan analisis data gravitasi satelit. Data yang digunakan adalah data gravitasi GGMplus yang diolah melalui beberapa tahapan, meliputi koreksi anomali Bouguer, serta pemisahan anomali regional dan residual menggunakan metode upward continuation. Struktur patahan diidentifikasi menggunakan metode Second Vertical Derivative (SVD), sedangkan pemodelan densitas bawah permukaan dilakukan dengan metode inversi dua dimensi (2D) menggunakan perangkat lunak ZondGM2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer berkisar antara 146,2 hingga 158,4 mGal, yang mencerminkan heterogenitas densitas batuan bawah permukaan. Terdapat tiga zona utama anomali—rendah, sedang, dan tinggi—yang berkaitan dengan variasi topografi dan litologi. Berdasarkan hasil analisis SVD, teridentifikasi empat belas struktur patahan yang terdiri atas patahan normal dan patahan naik. Patahan-patahan ini berperan penting dalam mengontrol manifestasi panas bumi di sekitar Gunungapi Ambang. Hasil pemodelan inversi 2D menunjukkan rentang densitas antara 2,31–2,75 g/cm³, yang diinterpretasikan sebagai batuan endapan aluvial, batu pasir, aglomerat, dan andesit. Zona berdensitas rendah diinterpretasikan sebagai lapisan penutup (cap rock), zona berdensitas sedang sebagai zona reservoir panas bumi, dan zona berdensitas tinggi sebagai intrusi vulkanik yang berfungsi sebagai sumber panas. | The Volcano Ambang area in North Sulawesi is one of Indonesia’s promising geothermal prospect zones, characterized by volcanic activity and surface manifestations such as fumaroles and solfataras. This study aims to interpret the subsurface geological structures and identify potential geothermal reservoir zones based on satellite gravity data analysis. The gravity data used in this research were obtained from GGMplus and processed through several stages, including complete Bouguer anomaly correction, flat-field reduction, and anomaly separation using the upward continuation method. Fault structures were identified using the Second Vertical Derivative (SVD) method, while subsurface density modeling was performed using two-dimensional (2D) inversion with the ZondGM2D software. The results show that the Bouguer anomaly values range from 146.2 to 158.4 mGal, indicating heterogeneity in subsurface rock densities. Three main anomaly zones— low, medium, and high—were identified, corresponding to variations in topography and lithology. Based on SVD analysis, fourteen fault structures were detected, consisting of both normal and reverse faults. These faults play a significant role in controlling geothermal manifestations around Ambang volacano. The 2D inversion modeling results show density values ranging from 2.31 to 2.75 g/cm³, interpreted as alluvial deposits, sandstone, agglomerate, and andesitic rocks. Low-density zones are interpreted as cap rock layers, medium-density zones as geothermal reservoir zones, and high-density zones as volcanic intrusions acting as the main heat source. | |
| 49470 | 52243 | F1B022074 | Implementasi Program Pekarangan Pangan Lestari pada Kelompok Wanita Tani Makmur Berkah Desa Kutasari - Kecamatan Baturraden | Permasalahan gizi di Indonesia seperti stunting dan gizi kurang masih terjadi termasuk di Desa Kutasari yang menjadi tantangan dalam ketahanan pangan, sehingga diperlukan upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi P2L pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur Berkah menggunakan teori kesesuaian tiga arah David C. Korten yang meliputi kesesuaian program, organisasi pelaksana, dan kelompok sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan cukup optimal, ditandai dengan peningkatan pemanfaatan pekarangan, penghematan pengeluaran, dan ketersediaan pangan. Namun, masih terdapat kendala pada keberlanjutan partisipasi dan keterbatasan sumber daya. | Nutritional problems in Indonesia, such as stunting and undernutrition, still persist, including in Kutasari Village, posing a challenge to food security; therefore, efforts are needed to strengthen household food security through the Sustainable Home Garden Program (P2L). This study aims to analyze the implementation of P2L in the Makmur Berkah Women Farmers Group (KWT) using David C. Korten’s three-way fit theory, which encompasses program fit, implementing organization fit, and target group fit. This study employs a descriptive qualitative approach. The results indicate that program implementation has been quite optimal, marked by increased backyard utilization, reduced expenses, and improved food availability. However, challenges remain regarding the sustainability of participation and resource constraints. | |
| 49471 | 52244 | C0B023057 | ANALYSIS OF RECRUITMENT DIGITALIZATION TO ENHANCE HR ADMINISTRATIVE EFFICIENCY AT PT NUSA TOYOTETSU | Penelitian ini mengkaji implementasi digitalisasi proses rekrutmen di PT Nusa Toyotetsu sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi administrasi sumber daya manusia (SDM). Studi ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan dalam sistem rekrutmen manual sebelumnya, seperti pengelolaan berkas fisik, pencatatan data yang tidak terintegrasi, keterlambatan komunikasi, serta tingginya potensi kesalahan administratif yang dapat menyebabkan kekosongan tenaga kerja dan mengganggu kelancaran produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi digital dalam rekrutmen, mengidentifikasi kendala dan faktor pendukungnya, serta mengevaluasi sejauh mana digitalisasi berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi administrasi SDM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan staf HRD & GA, telaah dokumen, serta analisis terhadap prosedur rekrutmen yang sedang berjalan. Peneliti terlibat dalam berbagai aktivitas administrasi, seperti pengolahan data pelamar secara digital, pendampingan tes, pembuatan dokumen otomatis menggunakan Mail Merge, pengarsipan digital, dan pembaruan database karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui penggunaan Google Form, HRIS, dan otomatisasi dokumen mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses seleksi dan pemanggilan, mengurangi beban kerja administratif, serta meminimalkan kesalahan manual. Secara keseluruhan, penerapan sistem rekrutmen digital memberikan peningkatan yang signifikan terhadap efisiensi, ketelitian, dan transparansi administrasi SDM di PT Nusa Toyotetsu. Kata Kunci: Digitalisasi, Rekrutment, Administrasi SDM, Efisiensi, Administrasi. HRIS | This research examines the implementation of digitalized recruitment processes at PT Nusa Toyotetsu as a strategic effort to improve the efficiency of human resource (HR) administration. The study was motivated by issues found in the company’s previous manual recruitment system, including physical document handling, nonintegrated data records, delayed communication, and frequent administrative errors that could lead to unfilled labor needs and disrupt production activities. The purpose of this research is to analyze the application of digital tools in recruitment, identify existing challenges, and evaluate the extent to which digitalization enhances HR administrative efficiency. A qualitative descriptive approach was employed, involving direct observation, interviews with HRD & GA staff, document review, and analysis of ongoing recruitment procedures. The researcher participated in several HR administrative activities, such as digital applicant data processing, test facilitation, automated document creation using Mail Merge, digital archiving, and employee database updates. The results indicate that digitalization through the use of Google Forms, HRIS, and automated documentation significantly improves data accuracy, accelerates the screening and notification process, reduces administrative workload, and minimizes manual errors. Overall, the adoption of digital recruitment systems provides meaningful improvements in efficiency, accuracy, and transparency within HR administrative operations. Keywords: Digitalization Recruitment, HR Administration,Efficiency,HRIS | |
| 49472 | 52245 | D1A022199 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU DAN TEPUNG DAUN BAMBU SEBAGAI FEED ADITIF TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DAN KONVERSI PAKAN DOMBA LOKAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan tepung daun Bambu tali (Gigantochloa apus) sebagai feed additive dalam pakan konsentrat terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan domba lokal. selama 3 bulan di Dusun II Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba lokal jantan dengan umur 1-1,5 tahun dan rataan bobot badan 37,18 ± 3,49 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental secara in vivo dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: P0 (kontrol: silase tebon jagung + konsentrat), P1 (P0 + 2,49 g tepung daun Waru/kg konsentrat), P2 (P0 + 1,87 g tepung daun Waru + 0,33 g tepung daun Bambu/kg konsentrat), dan P3 (P0 + 1,25 g tepung daun Waru + 0,65 g tepung daun Bambu/kg konsentrat). Variabel yang diukur adalah pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Hasil analisis variansi (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan tepung daun Bambu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PBBH dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap FCR domba lokal. Penambahan TDW dan TDB sebagai feed additive tidak diperlukan karena tidak meningkatkan performa domba lokal. | This study aims to evaluate the effect of adding Waru leaf meal (Hibiscus tiliaceus) and Bamboo leaf meal (Gigantochloa apus) as feed additives in concentrate feed on the average daily gain (ADG) and feed conversion ratio (FCR) of local sheep. The research was conducted over three months in Dusun II, Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province, using 18 Rams aged 1–1,5 years with average body weight of 37,18 ± 3,49 kg. The research employed an in vivo experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and five replications, specifically: P0 (control: corn stover silage + concentrate), P1 (P0 + 2,49 g Waru leaf meal/kg concentrate), P2 (P0 + 1,87 g Waru leaf meal + 0,33 g Bamboo leaf meal/kg concentrate), and P3 (P0 + 1,25 g Waru leaf meal + 0,65 g Bamboo leaf meal/kg concentrate). The measured variables were ADG and FCR, and the analysis of variance (ANOVA) indicated that the addition of Waru and Bamboo leaf meals had a significant effect (P < 0.05) on average daily gain (ADG) and had no significant effect (P > 0.05) on the feed conversion ratio (FCR) of local sheep. The addition of Waru leaf meal (TDW) and Bamboo leaf meal (TDB) as feed additives is not necessary because they did not improve the performance of local sheep. | |
| 49473 | 52246 | D1A022080 | Perbandingan Pertumbuhan Bobot Badan dan Feed Convertion Ratio Ayam Broiler pada Sistem Closed House Bertingkat Menggunakan Analisis One-Way ANOVA. | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produktivitas ayam broiler yang meliputi pertumbuhan bobot badan (PBB) dan feed convertion ratio (FCR) pemeliharaan ayam broiler lantai A, lantai A1 dan lantai A2 pada sistem pemeliharaan closed house bertingkat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal tanggal 27 Oktober 2024 yang berlokasi di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah ayam broiler strain cobb dengan total populasi 48.000 ekor, yang terbagi rata 16.000 ekor per lantai. Pengambilan sampel PBB dilakukan pada hari ke-35 pemeliharaan dengan cara mengambil 20 ekor dari 5 titik berbeda dalam satu lantai kandang. Pengambilan data FCR dilakukan dengan melihat catatan penggunaan pakan selama 35 hari pemeliharaan dari setiap lantai, data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil analisis statistik dasar pertumbuhan bobot badan menunjukkan lantai A sebesar 2420.10 ± 69.64 gram, lantai A1 sebesar 2350 ± 63.25 dan lantai A2 sebesar 2200 ± 63.25. Hasil uji one-way ANOVA untuk PBB menunjukkan hasil p-value 0.001 (< 0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai rataan PBB antara lantai A, lantai A1 dan lantai A2. Hasil uji one-way ANOVA untuk FCR menunjukkan hasil p-value 0.005 (< 0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai rataan FCR antara lantai A, lantai A1 dan lantai A2. Berdasarkan hasil uji one-way ANOVA dapat disimpulkan bahwa perbedaan lantai berpengaruh signifikan terhadap PBB dan FCR. | This study aimed to analyze the differences in broiler productivity, including body weight gain (BWG) and feed conversion ratio (FCR), among broilers reared on floor A, floor A1, and floor A2 in a multi-tier closed house system. The research was conducted on October 27, 2024, in Cendana Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java. The material used consisted of Cobb strain broiler chickens with a total population of 48,000 birds, evenly distributed with 16,000 birds per floor. Sampling of body weight gain (BWG) was conducted on day 35 of the rearing period by collecting 20 birds from five different points on each floor. FCR data were obtained from feed consumption records over the 35-day rearing period for each floor. The data were analyzed using a one-way analysis of variance (ANOVA). The results of descriptive statistical analysis for body weight gain showed that floor A reached 2420.10 ± 69.64 g, floor A1 reached 2350 ± 63.25 g, and floor A2 reached 2200 ± 63.25 g. The one-way ANOVA results for BWG indicated a p-value of 0.001 (< 0.05), demonstrating a statistically significant difference among floors A, A1, and A2. Similarly, the one-way ANOVA results for FCR showed a p-value of 0.005 (< 0.05), indicating a significant difference in FCR among the three floors. Based on the one-way ANOVA results, it can be concluded that floor differences significantly affect body weight gain (BWG) and feed conversion ratio (FCR). | |
| 49474 | 52247 | D1A022074 | HUBUNGAN KARAKTER KOSMOPOLIT DAN SIFAT INOVATIF DENGAN PERSEPSI INTERNET MARKETING PETERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BANYUMAS | Internet marketing memberikan peluang lebih besar kepada peternak untuk meningkatkan pendapatannya melalui akses pasar yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karakter kosmopolit, sifat inovatif, dan persepsi terhadap internet marketing, serta hubungan karakter kosmopolit dan sifat inovatif dengan persepsi terhadap internet marketing pada peternak sapi potong di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan sasaran peternak sapi potong di Kabupaten Banyumas, sehingga didapat 240 peternak sebagai responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui wawancara kepada 240 responden yang dipilih dengan metode random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Analisis data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics 25 untuk mengukur validitas, reliabilitas dan korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar peternak memiliki karakter kosmopolit pada kategori sedang, sifat inovatif pada kategori tinggi, dan persepsi terhadap internet marketing pada kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kosmopolit dan sifat inovatif memiliki hubungan positif dan signifikan dengan persepsi terhadap internet marketing pada peternak sapi potong di Kabupaten Banyumas. Karakter kosmopolit memiliki tingkat hubungan sedang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,594, sedangkan sifat inovatif memiliki tingkat hubungan kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,730. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi karakter kosmopolit dan sifat inovatif peternak, maka semakin baik pula persepsi peternak terhadap pemanfaatan internet marketing dalam pemasaran produk peternakan. Rekomendasi berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan terkait pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kemampuan peternak dalam mengoptimalkan internet marketing sebagai strategi pemasaran | Internet marketing provides greater opportunities for livestock farmers to increase their income through wider market access. This study aims to analyze the perception of cosmopolitan character, innovative nature, and perceptions of internet marketing, as well as the relationship between cosmopolitan character and innovative nature with perceptions of internet marketing among beef cattle farmers in Banyumas Regency. The study was conducted using a survey method targeting beef cattle farmers in Banyumas Regency, resulting in 240 farmers as respondents. Data collection was carried out using a questionnaire through interviews with 240 respondents selected by random sampling method. Data were analyzed using descriptive analysis and Spearman rank correlation test to determine the relationship between variables. Data analysis was performed using the IBM SPSS Statistics 25 program to measure validity, reliability and Spearman rank correlation. The results of the descriptive analysis showed that most livestock farmers had a cosmopolitan character in the medium category, innovative nature in the high category, and perceptions of internet marketing in the good category. The results showed that cosmopolitan character and innovative nature have a positive and significant relationship with perceptions of internet marketing among beef cattle farmers in Banyumas Regency. Cosmopolitan character has a moderate correlation with a correlation coefficient of 0.594, while innovative character has a strong correlation with a correlation coefficient of 0.730. The conclusion of this study is that the higher the cosmopolitan character and innovative nature of farmers, the better the farmers' perception of the use of internet marketing in marketing livestock products. Recommendations based on the results of this study are to increase training, counseling, and mentoring related to the use of digital technology to improve farmers' ability to optimize internet marketing as a marketing strategy. | |
| 49475 | 52248 | D1A022045 | HUBUNGAN PERSEPSI DAN PENDIDIKAN ANAK DENGAN MINAT ANAK PETERNAK SAPI POTONG DALAM MELANJUTKAN USAHA ORANG TUANYA DI KABUPATEN BANYUMAS | Fenomena farmer aging merupakan permasalahan bagi keberlanjutan usaha peternakan dan produksi protein hewani asal ternak, oleh karena itu diperlukan adanya regenerasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi, tingkat pendidikan, minat anak peternak, serta hubungan antara persepsi dan pendidikan dengan minat anak peternak dalam melanjutkan usaha orang tuanya. Metode penelitian dilakukan secara survei dan dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2026 di Kecamatan Kalibagor, Sumbang, dan Kembaran, Kabupaten Banyumas dengan jumlah responden sebanyak 101 anak peternak sapi potong. Data dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anak peternak tergolong positif, tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan SMA/SMK sebesar 53,5%, dan minat anak peternak dalam melanjutkan usaha orang tua tergolong tinggi. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi dengan minat (r = 0,595 ; p < 0,001), serta hubungan negatif dan signifikan antara pendidikan dengan minat (r = -0,351; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi anak terhadap usaha peternakan sapi potong maka semakin tinggi minat untuk melanjutkan usaha, sedangkan semakin tinggi tingkat pendidikan maka minat untuk melanjutkan usaha cenderung menurun. Rekomendasi dari penelitian ini penyuluh perlu meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda melalui penyuluhan inovatif guna membentuk persepsi positif dan meningkatkan minat melanjutkan usaha peternakan sapi potong. | The phenomenon of farmer aging poses a challenge to the sustainability of livestock farming and the production of animal-based protein, making regeneration essential. This study aims to examine the level of perception, education, and interest of farmers’ children, as well as the relationship between perception and education with their interest in continuing their parents’ beef cattle farming business. The research was conducted using a survey method from February to March 2026 in Kalibagor, Sumbang, and Kembaran Subdistricts, Banyumas Regency, involving 101 respondents. Data were collected through questionnaire-based interviews and analyzed using descriptive analysis and Spearman Rank correlation. The results showed that farmers’ children generally had positive perceptions, with education levels dominated by high school/vocational graduates (53.5%), and a high level of interest in continuing the family business. The correlation test revealed a positive and significant relationship between perception and interest (r = 0.595; p < 0.001), and a negative and significant relationship between education and interest (r = -0.351; p < 0.001), indicating that more positive perceptions increase interest, while higher education tends to decrease it. Therefore, it is recommended that extension workers strengthen innovative educational and mentoring programs to foster positive perceptions and enhance youth interest in continuing beef cattle farming. | |
| 49476 | 52270 | C1C022111 | Analisis Abnormal Return dan Trading Volume Activity Akibat Invasi Rusia ke Ukraina pada Perusahaan Sektor Energi dan Sektor Barang Konsumsi Primer yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa invasi Rusia ke Ukraina pada perusahaan sektor energi dan sektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 merupakan peristiwa geopolitik berskala global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, khususnya pada komoditas energi dan pangan. Perubahan kondisi global tersebut dapat memengaruhi persepsi risiko investor serta tercermin pada pergerakan harga saham dan aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study. Populasi penelitian mencakup perusahaan sektor energi dan sektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria kelengkapan data harga saham harian dan volume perdagangan selama periode estimasi dan jendela peristiwa, sehingga diperoleh 141 perusahaan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance. Periode estimasi ditetapkan selama 65 hari bursa sebelum peristiwa (t-65 sampai t-1), sedangkan jendela peristiwa mencakup 10 hari bursa di sekitar tanggal kejadian, yaitu lima hari sebelum (t-5 sampai t-1) dan lima hari sesudah (t+1 sampai t+5). Perhitungan abnormal return menggunakan Single Index Model. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, serta pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan pada sektor energi sebelum dan sesudah peristiwa invasi Rusia ke Ukraina. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa pasar merespons informasi geopolitik yang berkaitan langsung dengan komoditas energi. Trading volume activity pada sektor energi juga menunjukkan perbedaan signifikan yang mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan sebagai bentuk penyesuaian portofolio investor. Abnormal return pada sektor barang konsumsi primer tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa sektor tersebut relatif stabil terhadap guncangan geopolitik dalam jangka pendek. Trading volume activity pada sektor barang konsumsi primer menunjukkan perbedaan signifikan yang mencerminkan adanya penyesuaian intensitas transaksi meskipun perubahan harga tidak signifikan. Temuan penelitian memberikan implikasi bahwa dampak peristiwa geopolitik terhadap pasar modal bersifat sektoral dan dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas fundamental masing-masing industri terhadap perubahan kondisi ekonomi global. Sektor energi menunjukkan karakteristik yang lebih responsif terhadap informasi eksternal, sedangkan sektor barang konsumsi primer cenderung bersifat defensif. Hasil ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian reaksi pasar dalam kerangka Efficient Market Hypothesis bentuk semi-kuat serta memperkuat pentingnya strategi diversifikasi sektor dalam pengelolaan portofolio investasi. | This study aims to examine the differences in abnormal return and trading volume activity before and after the Russia-Ukraine invasion event in energy sector and consumer staples sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The Russia-Ukraine invasion on February 24, 2022, represents a global geopolitical event with the potential to disrupt global economic stability, particularly in energy and food commodities. Such global developments may influence investor risk perceptions and be reflected in stock price movements and trading activities in the Indonesian capital market. This research adopts a quantitative approach using the event study method. The population consists of energy sector and consumer staples sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample was selected using purposive sampling based on the availability of complete daily stock price and trading volume data during the estimation and event windows, resulting in 141 companies as research samples. The data used are secondary data obtained from official publications of the Indonesia Stock Exchange and Yahoo Finance. The estimation period was set at 65 trading days prior to the event (t-65 to t-1), while the event window covered 10 trading days surrounding the event date, consisting of five days before (t-5 to t-1) and five days after (t+1 to t+5). Abnormal return was calculated using the Single Index Model. Data analysis was conducted through descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, and hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings indicate a significant difference in abnormal return in the energy sector before and after the Russia-Ukraine invasion event. This result suggests that the market responded to geopolitical information directly related to energy commodities. Trading volume activity in the energy sector also shows a significant difference, reflecting increased trading intensity as investors adjusted their portfolios. Abnormal return in the consumer staples sector does not show a significant difference, indicating that this sector was relatively stable in the short term following the geopolitical shock. Trading volume activity in the consumer staples sector shows a significant difference, reflecting adjustments in trading intensity despite the absence of significant price changes. The findings imply that the impact of geopolitical events on the capital market is sector-specific and influenced by each industry's sensitivity to changes in global economic conditions. The energy sector demonstrates a higher responsiveness to external information, while the consumer staples sector tends to exhibit defensive characteristics. These results provide empirical support for market reaction studies within the semi-strong form of the Efficient Market Hypothesis and highlight the importance of sectoral diversification strategies in portfolio management. | |
| 49477 | 52249 | D1A022017 | Hubungan Pendidikan dan Jumlah Ternak dengan Tingkat Adopsi Inovasi Pembuatan Pupuk Kompos pada Peternakan Domba Sakub di Kabupaten Brebes | Penelitian dengan judul Hubungan Pendidikan dan Jumlah Ternak Dengan Tingkat Adopsi Inovasi Pembuatan Pupuk Kompos Pada Peternakan Domba Sakub Di Kabupaten Brebes dilaksanakan pada tanggal 28 Januari - 3 Februari 2026 di Desa Wanareja Kecamatan Sirampog dan Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata tingkat pendidikan peternak domba sakub di Kabupaten Brebes, mengetahui rata-rata jumlah ternak domba sakub di Kabupaten Brebes, mengetahui tingkat adopsi inovasi pembuatan pupuk kompos di Kabupaten Brebes, menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan jumlah ternak domba sakub di Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Pemilihan wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu dengan memilih kecamatan yang menjadi sentra pengembangan domba Sakub di Kabupaten Brebes. Kecamatan yang terpilih adalah kecamatan Sirampog dan kecamatan Paguyangan. Berdasarkan kecamatan terpilih selanjutnya diambil dua desa secara dipilih secara purposive sampling yaitu desa Wanareja dan desa Pandansari. Banyaknya responden ditentukan menggunakan rumus slovin dengan margin of error sebesar 10%, responden dipilih secara acak yaitu 110 peternak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peternak domba di Kabupaten Brebes memiliki tingkat pendidikan dann jumlah kepemilikan ternak yang masih rendah. Peternak domba sakub di Kecamatan Sirampog dan Paguyangan sudah sadar adanya adopsi inovasi pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak tetapi hanya 31.8% yang mengadopsi, karena beberapa faktor yang menghambat untuk mengadopsi inovasi. Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan pendidikan dan jumlah ternak mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan tingkat adopsi inovasi pembuatan pupuk kompos. | The research entitled “The Relationship between Education Level and Number of Livestock with the Level of Innovation Adoption in Compost Production among Sakub Sheep Farmers in Brebes Regency” was conducted from January 28 to February 3, 2026, in Wanareja Village, Sirampog District, and Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency. This study aimed to determine the average education level of Sakub sheep farmers in Brebes Regency, identify the average number of livestock owned, analyze the level of innovation adoption in compost production, and examine the relationship between education level and number of livestock with the level of innovation adoption. The research employed a survey method. The study area was selected using purposive sampling by choosing districts that serve as development centers for Sakub sheep in Brebes Regency, namely Sirampog and Paguyangan Districts. From these districts, two villages were further selected purposively, namely Wanareja Village and Pandansari Village. The number of respondents was determined using the Slovin formula with a margin of error of 10%, resulting in 110 randomly selected farmers. The data were analyzed using descriptive analysis and Spearman Rank correlation analysis. The results showed that Sakub sheep farmers in Brebes Regency generally have low levels of education and relatively small-scale livestock ownership. Although farmers in Sirampog and Paguyangan Districts are aware of the innovation of compost production from livestock waste, only 31.8% have adopted it due to several inhibiting factors. The Spearman Rank analysis indicated that education level and number of livestock have a moderate relationship with the level of innovation adoption in compost production. | |
| 49478 | 52250 | C0A023042 | Proses Arsip Dokumen Kredit dan Upload pada Sistem BRIMEN di PT. Bank Rakyat Indonesia. | Artikel ini membahas peran perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam mengubah sistem pengelolaan dokumen di berbagai sektor, khususnya sektor perbankan, guna meningkatkan efisiensi operasional dan keamanan data. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan sistem BRIMEN sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang muncul pada sistem pengarsipan manual, seperti keterbatasan ruang penyimpanan, lamanya proses pencarian dokumen, dan tingginya risiko kehilangan atau kerusakan dokumen fisik (Syahrir, 2025). Studi ini menggunakan pendekatan eksperimental alami untuk mengevaluasi dampak penerapan sistem BRIMEN dalam pengelolaan dokumen di Bank BRI. Dalam Implementasi ini menunjukkan bahwa penerapan BRIMEN memberikan peningkatan signifikan terhadap efisiensi pengelolaan dokumen, terutama dalam hal percepatan proses pencarian, kemudahan penyimpanan, serta pengurangan penggunaan arsip fisik. Dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya, BRIMEN terbukti lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketersediaan dokumen. Namun demikian, efektivitas implementasi sistem BRIMEN masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perbedaan kebijakan antar unit kerja dan tingkat kompetensi sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem. Oleh karena itu, karyawan agar pemanfaatan BRIMEN dapat berjalan lebih optimal, akurat, dan berkelanjutan. | This article discusses the role of technological development and digitization in the transformation of document management systems in various sectors, particularly the banking sector, in order to improve operational efficiency and data security. Bank Rakyat Indonesia (BRI) implemented the BRIMEN system as a solution to various problems that arose in manual filing systems, such as limited storage space, time-consuming document search processes, and a high risk of physical document loss or damage (Syahrir, 2025). This study uses a natural experimental approach to evaluate the impact of the BRIMEN system implementation on document management at Bank BRI. This implementation shows that the application of BRIMEN provides a significant improvement in document management efficiency, particularly in terms of speeding up the search process, ease of storage, and reducing the use of physical archives. Compared to the previous manual system, BRIMEN has proven to be more effective in maintaining document security and availability. However, the effectiveness of the BRIMEN system implementation is still influenced by several factors, such as differences in policies between work units and the level of competence of human resources in operating the system. Therefore, periodic system updates, search feature enhancements, and ongoing training for employees are necessary to ensure that the use of BRIMEN is more optimal, accurate, and sustainable. | |
| 49479 | 52251 | F1B022060 | Evaluasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima: Studi Kasus Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun Kabupaten Purbalingga | Penurunan jumlah pedagang kaki lima di lokasi relokasi Purbalingga Food Center menunjukkan bahwa kebijakan relokasi belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan kebijakan relokasi berdasarkan enam kriteria William N. Dunn. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model evaluasi single program after-only. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan belum optimal, ditandai dengan penurunan jumlah pedagang, rendahnya kunjungan, serta pendapatan yang belum stabil. Penelitian ini menyimpulkan adanya kesenjangan antara tujuan kebijakan dan kondisi lapangan, sehingga diperlukan perbaikan pada fasilitas, pengelolaan lokasi, dan respons kebijakan. | This study examines the declining number of street vendors (micro entrepreneur) at the Purbalingga Food Center relocation site, indicating that the policy has not been fully optimal. It aims to evaluate the success of the relocation policy using six criteria proposed by William N. Dunn. A qualitative approach with a single program after-only model was used. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed interactively. The results show the policy remains suboptimal, reflected in fewer vendors, low visitor levels, and unstable income. The study concludes that the policy has not been successful due to a gap between objectives and field conditions, requiring improvements in facilities, site management, and policy responsiveness. | |
| 49480 | 52254 | H1B022001 | Analisis Kebutuhan Informasi Pejabat Pembuat Komitmen untuk Rancangan Sistem Informasi Pengendalian Proyek Konstruksi Berbasis Web | Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga menjabat sebagai akademisi sering kali menghadapi beban kerja ganda akibat tanggung jawab manajerial proyek konstruksi dan kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi. Peran ganda tersebut menciptakan tantangan besar dalam manajemen waktu dan pengawasan proyek konstruksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prioritas kebutuhan informasi sebagai dasar perancangan sistem informasi berbasis web yang mampu mendukung efektivitas kerja PPK dengan mobilitas tinggi tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk identifikasi awal, serta Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk menentukan bobot prioritas berdasarkan perspektif 6 responden pakar. Hasil penelitian mengidentifikasi enam alternatif kebutuhan informasi utama, di antaranya Kurva S, Informasi Proyek & Perubahan Kontrak, Register Risiko & Isu Kritis, Hasil Uji Mutu, Dokumentasi & Laporan, serta Network Schedule. Temuan menunjukkan bahwa kriteria "Mengurangi Risiko Keterlambatan dan Pembengkakan Biaya" (K5) menjadi prioritas utama dengan bobot 0,313 diikuti oleh kriteria "Meningkatkan Akurasi Pelaporan dan Akuntabilitas" (K3) dengan bobot 0,276. Instrumen informasi yang paling krusial adalah Network Schedule dengan bobot 0,411 untuk aspek mitigasi risiko waktu, dan Dokumentasi & Laporan dengan bobot 0,377 untuk aspek akuntabilitas. Temuan ini merekomendasikan pengembangan fitur pelacakan lintasan kritis dan manajemen dokumen digital sebagai fokus utama dalam perancangan sistem informasi pengendalian proyek konstruksi. | Project Owners (locally known as PPK) who also serve as academics often face a dual workload due to their project management responsibilities and the obligations of the Higher Education Tridharma. This dual role creates significant challenges in time management and the supervision of construction projects. Therefore, this study aims to identify and analyze the priority of information needs for Project Owners as a basis for designing a web-based information system. The method used is Systematic Literature Review (SLR) with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) protocol for initial identification, and Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) to determine priority weights based on the perspectives of 6 expert respondents. The study identified six main information alternatives, including S-Curves, Project Information & Contract Changes, Risk Registers & Critical Issues, Quality Test Results, Documentation & Reporting, and Network Schedules. The results showed that the criterion "Reducing the Risk of Delays and Cost Overruns" (K5) was the main priority with a weight of 0.313, followed by "Increasing Reporting Accuracy and Accountability" (K3) with a weight of 0.276. The most crucial information instruments are the Network Schedule with a weight of 0.411 for time risk mitigation, and Documentation & Reporting with a weight of 0.377 for accountability aspects. These findings recommend focusing on critical path tracking and digital document management features as the main priorities in the design of construction project control information systems. |