Home
Login.
Artikelilmiahs
52164
Update
FIGIA JATI NUR'AINY
NIM
Judul Artikel
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMK NEGERI 3 PURWOKERTO BERDASARKAN HASIL TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan siswa dalam menjalankan aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Perkembangan gaya hidup yang cenderung kurang aktif pada remaja berpotensi menurunkan tingkat kebugaran, meskipun kondisi status gizi berada pada kategori normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi, tingkat kebugaran jasmani, serta signifikansi korelasi antara keduanya pada siswa SMK Negeri 3 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa usia 15–18 tahun yang terdiri dari 36 siswa putra dan 54 siswa putri, dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan status gizi serta Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang meliputi v-sit and reach, sit up, squat thrust, dan PACER test. Analisis data statistik dilakukan menggunakan uji deskriptif persentase dan uji korelasi Spearman melalui perangkat lunak SPSS. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi dalam kategori “gizi baik”, dengan persentase 91% pada siswa putra dan 87% pada siswa putri. Tingkat kebugaran jasmani siswa secara umum berada pada kategori cukup dengan persentase 90%. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai signifikansi 0,971 (p > 0,05) dan koefisien korelasi -0,004. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMK Negeri 3 Purwokerto. Hal ini mengindikasikan bahwa status gizi yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani lebih dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik di lingkungan sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Physical fitness is a key component in supporting students’ ability to engage in learning activities and daily life. The trend toward a less active lifestyle among adolescents has the potential to lower fitness levels, even when nutritional status falls within the normal range. This study aims to evaluate nutritional status, physical fitness levels, and the significance of the correlation between the two among students at SMK Negeri 3 Purwokerto. Methodology: This study employed a quantitative approach with a descriptive design. The study sample consisted of 90 students aged 15–18 years, comprising 36 male students and 54 female students, selected using proportional random sampling. Data were collected through Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status, as well as the Nusantara Student Fitness Test (TKPN), which included the v-sit and reach, sit-ups, squat thrusts, and the PACER test. Statistical data analysis was performed using descriptive percentage tests and Spearman’s correlation test via SPSS software. Research Results: The results of the study indicate that the majority of students fall into the “good nutrition” category, with 91% of male students and 87% of female students. Students’ physical fitness levels were generally in the “adequate” category, at 90%. Correlation test results showed no significant relationship between nutritional status and physical fitness levels, with a significance value of 0.971 (p > 0.05) and a correlation coefficient of -0.004. Conclusion: There is no significant association between nutritional status and the level of physical fitness among students at SMK Negeri 3 Purwokerto. This suggests that good nutritional status does not always correlate directly with physical fitness. Physical fitness is more influenced by regular and sustained physical activity; therefore, efforts to increase physical activity within the school environment are necessary.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save