Artikelilmiahs

Menampilkan 48.641-48.660 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4864152037H2B022003Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalulintas (Black Spot) Berbasis Geometrik Jalan di Kabupaten PurbalinggaKeselamatan transportasi di Indonesia kondisinya memprihatinkan, ditunjukkan dengan tingginya angka kecelakaan dan korban kecelakaan lalulintas. Tahun 2024 terjadi 1.150.025 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 27.329 orang, luka berat 10.751 orang dan luka ringan 113.518 orang. Upaya mengurangi jumlah kecelakaan yaitu dengan menentukan dan menangani daerah rawan kecelakaan lalulintas (black spot). Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan yaitu berdasarkan Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK)-Upper Control Limit (UCL). Kelemahan metode AEK-UCL yaitu lokasi rawan kecelakaan baru dapat ditentukan menunggu adanya data kecelakaan dan korban baik nyawa maupun harta benda. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mencari metode dan pendekatan baru dalam menentukan lokasi rawan kecelakaan tanpa harus menunggu kecelakaan dan korban. Tujuan penelitian yaitu merumuskan model penentuan lokasi rawan kecelakaan lalulintas berdasarkan fasilitas geometrik jalan. Setiap parameter geometrik jalan dibandingkan dengan nilai standar perencanaan geometrik jalan sesuai fungsinya dan dilakukan pembobotan. Nilai total pembobotan dianalisis statistik untuk menentukan ruas jalan tersebut masuk kategori lokasi rawan kecelakaan atau tidak. Enam parameter geometrik jalan meliputi kecepatan rencana, lebar lajur jalan, lebar bahu jalan, lebar trotoar jalan, lebar median jalan, dan beda elevasi antara bahu dan tepi perkerasan jalan (drop-off). Lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Purbalingga meliputi ruas jalan raya Dukuh Bayeman Tlahab Lor Karangreja, ruas jalan Majasari Bukateja, ruas jalan Bojongsari, ruas jalan Mayjend Sungkono Kalimanah Wetan, ruas jalan Gembong Bojongsari, ruas jalan Kejobong, ruas jalan Selanegara Kaligondang, ruas jalan Kebutuh Bukateja, ruas jalan Bojong Bukateja, dan ruas jalan Bojanegara Padamara. Terdapat perbedaan urutan peringkat antara lokasi rawan kecelakaan metode AEK-UCL dan metode pembobotan berdasarkan fasilitas geometrik jalan.Transportation safety in Indonesia is in a worrying condition, as indicated by the high number of accidents and traffic accident victims. In 2024, there were 1,150,025 accidents, with 27,329 fatalities, 10,751 serious injuries, and 113,518 minor injuries. Efforts to reduce the number of accidents include identifying and addressing accident-prone areas (black spots). The method used to determine black spot is based on the Equivalent Accident Number (EAN) and Upper Control Limit (UCL). The weakness of the EAN-UCL method is that black spot can only be determined after data on accidents and casualties, both life and property, is available. Therefore, research is needed to find new methods and approaches to determine black spot locations without having to wait for accidents and casualties. The aim of this research is to formulate a model for determining black spot locations based on road geometric facilities. Each road geometric parameter is compared with the standard road geometric planning value according to its function and is weighted. The total weighted value is analyzed statistically to determine whether the road section is categorized as a black spot location or not. Six geometric road parameters include design speed, lane width, shoulder width, sidewalk width, median width, and the difference in elevation between the shoulder and the edge of the road pavement (drop-off). Black spot locations in Purbalingga Regency include Dukuh Bayeman Tlahab Lor Karangreja highway, Majasari Bukateja road, Bojongsari road, Mayjend Sungkono Kalimanah Wetan road, Gembong Bojongsari road, Kejobong road, Selanegara Kaligondang road, Kebutuh Bukateja road, Bojong Bukateja road, and Bojanegara Padamara. There are differences in the ranking order of black spot locations between the EAN-UCL method and the weighting method based on road geometric facilities.
4864251224C1A022086DETERMINAN INVESTASI ASING LANGSUNG DI INDONESIA: ANALISIS EMPIRIS PDB, STABILITAS POLITIK, DAN RASIO PAJAKPertumbuhan ekonomi yang tercermin melalui PDB, stabilitas politik, dan rasio pajak merupakan elemen kunci yang berperan dalam mendorong investasi
asing langsung, yang menjadi fondasi dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini mengambil judul “Determinan
Investasi Asing Langsung di Indonesia: Analisis Empiris PDB, Stabilitas Politik, dan Rasio Pajak” dan bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB, stabilitas
politik, dan rasio pajak terhadap investasi asing langsung di Indonesia dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan model Error Correct Model
(ECM). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dan time series dengan rentang waktu 26 tahun, yaitu dari tahun 1998-2023.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan model ECM menunjukkan bahwa dalam jangka pendek: (1) PDB tidak berpengaruh pada FDI,
(2) stabilitas politik berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI, (3) rasio pajak tidak berpengaruh terhadap FDI. Sementara itu, dalam jangka panjang: (1)
PDB tidak berpengaruh terhadap FDI, (2) stabilitas politik berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI, (3) rasio pajak berpengaruh positif dan signifikan
terhadap FDI.

Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang mendorong pertumbuhan inklusif, memperkuat Kawasan Ekonomi
Khusus (KEK), serta memastikan pemerataan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Selain itu, perlu dibentuk satuan tugas (task force) mitigasi risiko
politik terhadap investasi yang bertugas memetakan wilayah rawan konflik dan menyediakan sistem peringatan dini bagi investor. Strategi desentralisasi investasi juga perlu difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat stabilitas politik yang tinggi. Mengingat rasio pajak terbukti berpengaruh positif terhadap terhadap FDI, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM perlu bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk menyusun roadmap insentif pajak yang selaras dengan prioritas hilirisasi nasional.
Foreign Direct Investment (FDI) plays a strategic role in supporting the economic growth of developing countries such as Indonesia. However, FDI realization in Indonesia tends to fluctuate from year to year, influenced by various economic and non-economic factors. This study aims to analyze the effects of Gross Domestic Product (GDP), political stability, and tax ratio on FDI in Indonesia. This research employs a quantitative approach using the Error
Correction Model (ECM) method. The data used are annual data from 1998 to 2023, with FDI as the dependent variable and GDP, Political Stability Index (PSI), and tax ratio as independent variables. The results indicate a long-term relationship between the dependent and independent variables in the cointegration equation. In the long run, tax ratio and political stability has a positive and significant impact on FDI. On the other hand, in the short
run, political stability have a positive impact on FDI. These findings highlight the importance of maintaining political stability and formulating supportive fiscal policies to sustainably attract foreign investment over the long term.
4864352038C1A022042ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM KABUPATEN, BELANJA DAERAH, INVESTASI, DAN JUMLAH INDUSTRI TERHADAP PENGANGGURAN TERDIDIK DI PROVINSI JAWA TENGAHProvinsi Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga sebagai provinsi dengan jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia dan jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikannya didominasi oleh lulusan pendidikan tinggi, yaitu sebesar atau 57,54 persen dari total pengangguran di Jawa Tengah pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah. Objek penelitian ini adalah 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2019-2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik. Sebaliknya, upah minimum kabupaten dan jumlah industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik. Sedangkan belanja daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terdidik. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor yang menyerap banyak lulusan pendidikan tinggi, menetapkan kebijakan upah minimum secara bijak agar menguntungkan bagi pekerja maupun pemberi kerja, mendorong perbaikan iklim investasi melalui kemudahan perizinan dan pengembangan infrastruktur, serta mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi dan inovasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi lulusan pendidikan tinggi. Central Java ranks third as the province with the highest number of unemployed in Indonesia and when viewed by education level, it is dominated by higher education graduates, which is 57.54 percent of the total unemployed in Central Java in 2023. This study aims to analyze the factors that influence educated unemployment in Central Java. The object of this study is 35 districts/cities in Central Java in the period 2019-2023. The analysis method used is panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach. The results show that economic growth and investment have a negative and significant effect on educated unemployment. Conversely, the district minimum wage and the number of industries have a positive and significant effect on educated unemployment. Meanwhile, regional spending does not have a significant effect on educated unemployment. The implications of this study include that local governments are expected to increase economic growth in sectors that absorb many higher education graduates, establish minimum wage policies wisely to benefit both workers and employers, encourage improvements in the investment climate through ease of licensing and infrastructure development, and develop technology and innovation-based creative industries to create more jobs for higher education graduates.
4864452040D3A019001Effect of Ketosis on Reproductive Efficiency and Delayed
Conception in Friesian Holstein Heifers
ABSTRAK
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ketosis selama laktasi awal berkorelasi dengan efisiensi reproduksi yang rendah pada
sapi perah Friesian Holstein di peternakan sapi perah tropis. Sebuah kasus yang diakui secara internasional, sekelompok 38 sapi perah berusia 24-36 bulan
dari peternakan sapi perah di peternakan pemerintah di Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, diikuti secara prospektif.
Metode: Pada hari ke-7-30 pasca melahirkan, kadar BHBA diukur menggunakan alat pengukur keton portabel yang telah divalidasi yang beroperasi berdasarkan prinsip enzim elektrokimia dan hewan dikelompokkan menjadi standar (1,2 mmol/300 ml), ketosis subklinis (1,2-2,9 mmol/300 ml) dan ketosis klinis (3,0 mmol/300 ml) berdasarkan hasilnya. Hasil yang diukur dalam reproduksi adalah tingkat konsepsi (CR), layanan/konsepsi (SC) dan hari hingga konsepsi (DC), yang diperoleh dari catatan inseminasi dan kehamilan.

Hasil: Prevalensi ketosis subklinis dan klinis masing-masing adalah 36,8% dan 15,8%, sehingga total prevalensi ketosis adalah 52,6%. Tingkat kehamilan menurun seiring dengan meningkatnya keparahan ketosis (77,8% pada normal, 35,7% pada subklinis, 16,7% pada klinis) dan sapi betina muda dengan BHBA normal menunjukkan kinerja reproduksi yang jauh lebih baik (SC 1,5±0,5; DC 95±12 hari) dibandingkan hewan yang mengalami ketosis (klinis: SC 3,4±0,9; DC 163±21 hari; p<0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan BHBA pada awal laktasi sangat terkait dengan gangguan kesuburan pada sapi betina muda pengganti, mendukung perlunya pemantauan BHBA secara teratur dan nutrisi yang optimal untuk mengurangi kerugian reproduksi terkait ketosis.
ABSTRACT
Background: This study aimed to determine whether ketosis during early lactation correlates with low reproductive efficiency in
Friesian Holstein-fitted heifers on tropical dairy farms. An internationally acclaimed case, a group of 38 heifers aged 24-36 months
from a dairy farm in a government farm in Banyumas, Central Java, Indonesia, was prospectively followed.
Methods: On day 7-30 postpartum, the BHBA levels were measured using a validated portable ketone meter operating on an
electrochemical enzymatic principle and the animals were grouped into a standard (1.2 mmol/ 300 ml), subclinical ketosis (1.2-2.9
mmol/300 ml) and a clinical ketosis (3.0 mmol/300 ml) based on the results. The outcomes measured in reproduction were conception
rate (CR), services/conception (SC) and days to conception (DC), obtained from records of insemination and pregnancy.
Result: Subclinical and clinical ketosis prevalences were 36.8% and 15.8%, giving a total ketosis prevalence of 52.6%. Pregnancy rate
declined with increasing ketosis severity (77.8% in normal, 35.7% in subclinical, 16.7% in clinical) and heifers with normal BHBA
showed markedly better reproductive performance (SC 1.5±0.5; DC 95±12 days) than ketotic animals (clinical: SC 3.4±0.9; DC 163±21
days; p<0.01). These findings indicate that elevated BHBA in early lactation is strongly associated with impaired fertility in replacement
heifers, supporting the need for regular BHBA monitoring and optimized nutrition to reduce ketosis-related reproductive losses.
4864552039C1A022004PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA TERHADAP KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAHProvinsi Jawa Tengah menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Meskipun terdapat tren peningkatan dalam pengeluaran pemerintah, akan tetapi masih terdapat sejumlah daerah atau kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai pengeluaran pemerintah yang tinggi, tetapi tingkat kemiskinannya tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, perumahan dan fasilitas umum, ekonomi, dan perlindungan sosial secara bersama-sama dan parsial terhadap kemiskinan di 34 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah periode 2019 hingga 2023 dengan menggunakan teknik analisis regresi data panel. Sebagai model yang dipilih untuk analisis, hasil Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa: Pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, perumahan dan fasilitas umum, ekonomi, dan perlindungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemiskinan; Pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan; Pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan; Pengeluaran pemerintah di sektor perumahan dan fasilitas umum berpengaruh negatif terhadap kemiskinan; Pengeluaran pemerintah di sektor ekonomi berpengaruh negatif terhadap kemiskinan; dan Pengeluaran pemerintah di sektor perlindungan sosial berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Disarankan agar pemerintah dapat meningkatkan alokasi APBD untuk sektor perumahan dan fasilitas umum serta sektor ekonomi mengingat dampaknya yang signifikan terhadap penurunan kemiskinan. Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan akurasi data dan melakukan pembaruan secara berkala terhadap data penerima manfaat program perlindungan sosial agar program perlindungan sosial dapat menjadi lebih tepat sasaran. Central Java Province ranks second as the region with the highest poverty rate on the island of Java. Although there is a trend of increasing government expenditure, several areas in Central Java still have high levels of government expenditure while also experiencing higt poverty rates. This study aims to analyze the simultaneous and partial effects of government expenditures in the sectors of education, health, housing and public facilities, economic, and social protection on poverty in 34 regencies and cities of Central Java Province from 2019 to 2023 using panel data regression. As model was chosen for the analysis, the results of Fixed Effect Model (FEM) show that: Government expenditures in the sectors of education, health, housing and public facilities, economic, and social protection collectively affect on poverty; Government expenditure in the education sector does not have a significant effect on poverty; Government expenditure in the health sector does not have a significant effect on poverty; Government expenditure in the housing and public facilities sector has a negative effect on poverty; Government expenditure in the economic sector has a negative effect on poverty; and Government expenditure in the social protection sector has a positive effect on poverty. It is recommended that the government increase budget allocations for the housing and public facilities sector and the economic sector due to their significant impact on reducing poverty. Additionally, the government needs to improve data accuracy and regularly update beneficiary data for social protection programs to ensure these programs are more targeted.
4864652041G2A023012Pengaruh Nanopartikel PLGA Ekstrak Etanol Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Ekspresi mRNA dan Kadar Protein IL-1β dan TNF-α pada Sel RAW 264.7 yang Diinduksi LipopolisakaridaLatar Belakang: IL-1β dan TNF-α merupakan sitokin proinflamasi utama. Ekstrak etanol Andrographis paniculata (sambiloto) berpotensi sebagai antiinflamasi, namun keterbatasan bioavailabilitas dapat mengurangi efektivitasnya. Formulasi ekstrak dalam nanopartikel PLGA diharapkan meningkatkan penghantaran dan aktivitas biologisnya. Metode: Studi in vitro pada sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida. Perlakuan dibagi menjadi 9 kelompok meliputi kontrol sehat (A), kontrol sakit (B), nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto 200–600 ppm (C–G), ekstrak etanol sambiloto 500 ppm (H), dan nanopartikel PLGA kosong (I). Ekspresi mRNA IL-1β dan TNF-α dianalisis dengan RT-qPCR (metode 2^−ΔΔCq), sedangkan kadar protein diukur dengan ELISA. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Welch ANOVA dilanjutkan dengan post hoc Tukey’s dan Dunnett’s T3. Hasil: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto menurunkan mRNA dan protein IL-1β serta TNF-α secara signifikan dibanding kontrol LPS (p<0,05). Penurunan protein terbesar terjadi pada 400 ppm, sedangkan mRNA terendah pada 600 ppm. Korelasi mRNA–protein kuat pada IL-1β (r=0,91; p<0,05) dan TNF-α (r=0,795; p<0,05). Kesimpulan: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto dapat menurunkan IL-1β dan TNF-α pada model inflamasi RAW 264.7 terinduksi LPS.IL-1β and TNF-α are major pro-inflammatory cytokines. The ethanolic extract of Andrographis paniculata (sambiloto) has anti-inflammatory potential; however, limited bioavailability may reduce its effectiveness. Encapsulation of the extract in PLGA nanoparticles is expected to enhance delivery and biological activity. Methods: This in vitro study used RAW 264.7 cells induced with lipopolysaccharide (LPS). Treatments were divided into nine groups: healthy control (A), LPS-stimulated control (B), PLGA nanoparticles loaded with ethanolic A. paniculata extract at 200–600 ppm (C–G), ethanolic extract 500 ppm (H), and blank PLGA nanoparticles (I). IL-1β and TNF-α mRNA expression was analyzed by RT-qPCR (2^−ΔΔCq method), while protein levels were measured by ELISA. Statistical analysis employed ANOVA and Welch ANOVA followed by Tukey’s and Dunnett’s T3 post hoc tests. Results: PLGA nanoparticles loaded with ethanolic A. paniculata extract significantly reduced IL-1β and TNF-α mRNA expression and protein levels compared with the LPS control (p<0.05). The greatest protein reduction occurred at 400 ppm, whereas the lowest mRNA expression was observed at 600 ppm. Strong mRNA–protein correlations were observed for IL-1β (r=0.91; p<0.05) and TNF-α (r=0.795; p<0.05). Conclusion: PLGA nanoparticles containing ethanolic A. paniculata extract reduced IL-1β and TNF-α in an LPS-induced RAW 264.7 inflammation model.
4864752042G1B019037HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN AKTIVITAS TERKAIT PENCEGAHAN GINGIVITIS DENGAN STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA ANAK USIA 12-15 TAHUN (Studi pada Anak Asuh Panti Asuhan di Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN AKTIVITAS TERKAIT PENCEGAHAN GINGIVITIS DENGAN STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA ANAK USIA 12-15 TAHUN
(Studi pada Anak Asuh Panti Asuhan di Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto)

Hasna Fauziah

Gingivitis merupakan kondisi peradangan pada gingiva yang utamanya disebabkan oleh induksi bakteri dan dapat terjadi pada berbagai usia, termasuk usia anak dan masa pubertas. Tingginya prevalensi gingivitis pada anak dipengaruhi oleh pengetahuan dan aktivitas terkait pencegahan gingivitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan aktivitas terkait pencegahan gingivitis dengan status kesehatan gingiva pada anak usia 12-15 tahun panti asuhan di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anak asuh panti asuhan usia 12-15 tahun di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto. Sampel penelitian adalah 82 anak asuh panti asuhan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pengetahuan dan aktivitas diperoleh melalui kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, sedangkan status kesehatan gingiva diukur menggunakan Modified Gingival Index (MGI). Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan aktivitas terkait pencegahan gingivitis dengan status kesehatan gingiva (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan aktivitas terkait pencegahan gingivitis dengan status kesehatan gingiva pada anak asuh panti asuhan di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto.

Kata Kunci: Aktivitas, gingivitis, panti asuhan, pengetahuan, status kesehatan gingiva
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ACTIVITIES RELATED TO GINGIVITIS PREVENTION AND GINGIVAL HEALTH STATUS AMONG
CHILDREN AGED 12-15 YEARS
(A Study on Forester Children in Orphanages in the Former Administrative City of Purwokerto)

Hasna Fauziah

Gingivitis is an inflammatory condition of the gingiva primarily caused by bacterial induction and can occur at various ages, including childhood and puberty. The high prevalence of gingivitis among children is influenced by their level of knowledge and activities related to gingivitis prevention. This study aimed to determine the relationship between knowledge and activities related to gingivitis prevention and the gingival health status of children aged 12-15 years living in orphanages within the former Administrative City of Purwokerto. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of orphanage children aged 12-15 years in the former Administrative City of Purwokerto. A total of 82 respondents were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data on knowledge and activities were collected using a validated and reliable questionnaire, while gingival health status was assessed using the Modified Gingival Index (MGI). Statistical analyses were conducted using univariate and bivariate methods with Spearman’s Rank correlation test. The results indicated a significant relationship between knowledge and activities related to gingivitis prevention and gingival health status (p<0.05). In conclusion, there is a significant relationship between knowledge and activities related to gingivitis prevention and gingival health status among orphanage children in the former Administrative City of Purwokerto.

Keywords: activities, gingival health status, gingivitis, knowledge, orphanage
4864851880E1A022085STUDI TENTANG PENOLAKAN PERMOHONAN PRAPERADILAN ATAS PENETAPAN STATUS TERSANGKA TOM LEMBONG DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH KEJAKSAAN AGUNG (Putusan Nomor 113/Pid.Pra/2024/PN Jkt Sel)Penolakan terhadap permohonan praperadilan atas penetapan tersangka Tom Lembong dalam perkara korupsi impor gula menjadi isu penting terkait pemenuhan syarat permohonan dan standar keabsahan penetapan tersangka yang berkaitan dengan bukti permulaan, khususnya pasca perluasan objek praperadilan melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Larangan Peninjauan Kembali Putusan Praperadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi dasar permohonan praperadilan atas penetapan tersangka Tom Lembong yang dinilai tidak memenuhi syarat oleh hakim, serta mengkaji keabsahan penetapan tersangka ditinjau dari teori pembuktian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, spesifikasi penelitian preskriptif dengan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan yang diolah dengan reduksi dan kategorisasi, disajikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan praperadilan yang diajukan Tom Lembong oleh hakim dinilai tidak memenuhi syarat formil dan materiil, sehingga permohonan praperadilan ditolak. Penilaian hakim tersebut telah sesuai dengan teori pembuktian berdasarkan undang-undang secara negatif (negative wettelijk bewijstheorie) yaitu mengharuskan penetapan tersangka oleh penyidik didasarkan pada bukti permulaan yang cukup berupa minimal 2 (dua) alat bukti sesuai dengan Pasal 184 KUHAP.

Kata Kunci : Pembuktian; Penetapan Tersangka; Praperadilan.
The rejection of Tom Lembong's pretrial motion to be named a suspect in a sugar import corruption case has become an important issue regarding the fulfillment of the motion’s requirements and the validity standards for naming suspects based on preliminary evidence, particularly after the expansion of the scope of pretrial motions through Supreme Court Regulation No. 4 of 2016 on the Prohibition of Judicial Review of Pretrial Decisions. This study aims to analyze the basic formulation of the pretrial motion Tom Lembong a suspect, which the judge deemed ineligible, and to examine the validity of the suspect's designation from the perspective of the theory of evidence. The research method employed is a normative juridical approach, incorporating legislative, conceptual, and case studies. The research specification is descriptive, using secondary data. Data collection used a literature review method, which was processed through reduction and categorization and presented narratively. The study results show that the pretrial motion filed by Tom Lembong was deemed by the judge not to meet the formal and material requirements and was therefore rejected. The judge's assessment was in accordance with the theory of proof based on negative law (negative wettelijk bewijstheorie), which requires the investigator to name a suspect based on sufficient preliminary evidence in the form of at least two pieces of evidence in accordance with Article 184 of the Criminal Procedure Code.

Keywords: Evidence; Pretrial; Suspect Determination.
4864952043J1C020053Representasi Nilai Washoku Dalam Klaim Nutrisi Lengkap Pada Kemasan Nissin Kanzen MeshiJepang mengalami perubahan besar dalam pola makan akibat industrialisasi dan
urbanisasi khususnya terjadi Pasca-Perang Dunia II. Hal ini berpengaruh pada
industri makanan praktis di Jepang. Momofuku Ando memperkenalkan mi instan
pertama melalui Nissin Foods, yang menjadi simbol inovasi makanan modern
Jepang. Sejak saat itu, industri makanan instan berkembang pesat, menjawab
kebutuhan masyarakat yang menginginkan makanan praktis namun tetap sehat.
Penelitian yang berjudul “Representasi Nilai Washoku dalam Klaim Nutrisi
Lengkap pada Kemasan Nissin Kanzen Meshi” bertujaun untuk mendeskripsikan
dan menganalisis informasi gizi serta klaim nutrisi, membandingkan kandungan
nutrisi yang tertera pada kemasan nasi kare instan Nissin. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode analisis isi (content
analysis) dan perbandingan gizi dengan teori Washoku dan Shokuiku. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kemasan Nissin Kanzen Meshi merepresentasikan
nilai-nilai washoku melalui berbagai elemen tanda yang muncul pada kemasan
melalui sistem representasi berupa bahasa, visual, dan simbol yang digunakan.
Kemasan Nissin Kanzen Meshi menekankan keseimbangan nutrisi dan
keberagaman bahan melalui informasi gizi dan komposisi yang ada.
Japan has undergone significant changes in dietary patterns due to
industrialization and urbanization, particularly in the post-World War II era. This
shift has profoundly influenced Japan's convenience food industry. Momofuku Ando
introduced the first instant noodles through Nissin Foods, which became a symbol
of modern Japanese food innovation. Since then, the instant food industry has
expanded rapidly, addressing the public demand for practical yet healthy food
options. This research, titled "Representation of Washoku Values in Complete
Nutrition Claims on Nissin Kanzen Meshi Packaging," aims to describe and analyze
nutritional information and claims by comparing the nutritional content displayed
on Nissin's instant curry rice packaging. This study employs a descriptivequalitative approach with the content analysis method, comparing nutritional data
against the theories of Washoku and Shokuiku. The results indicate that Nissin
Kanzen Meshi packaging represents washoku values through various sign elements
manifested in its representation system, including language, visuals, and symbols.
The packaging of Nissin Kanzen Meshi emphasizes nutritional balance and
ingredient diversity through its nutritional information and composition.
4865051310C1B021083Pengaruh Social Media Marketing terhadap Visit Intention pada Wisata Umbul Ponggok dengan Destination Image dan Tourist Engagement sebagai Variabel MediasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media marketing terhadap visit intention pada Wisata Umbul Ponggok dengan destination image dan tourist engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada teori Stimulus–Organism–Response (SOR), di mana social media marketing berperan sebagai stimulus yang memengaruhi kondisi internal wisatawan berupa citra destinasi dan keterlibatan wisatawan, yang selanjutnya mendorong respons berupa niat berkunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 112 wisatawan potensial yang pernah melihat konten media sosial Umbul Ponggok. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap visit intention, destination image, dan tourist engagement. Selain itu, destination image dan tourist engagement juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap visit intention serta terbukti memediasi pengaruh social media marketing terhadap visit intention. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan pemasaran media sosial yang efektif mampu meningkatkan niat berkunjung wisatawan melalui pembentukan citra destinasi dan peningkatan keterlibatan wisatawan.This study aims to analyze the effect of social media marketing on visit intention to Umbul Ponggok Tourist Destination, with destination image and tourist engagement as mediating variables. This research is grounded in the Stimulus–Organism–Response (SOR) theory, in which social media marketing acts as a stimulus that influences tourists’ internal states, namely destination image and tourist engagement, which subsequently generate a behavioral response in the form of visit intention. This study employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 112 potential tourists who had previously been exposed to Umbul Ponggok’s social media content. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with the assistance of SmartPLS 4.0 software. The results indicate that social media marketing has a positive and significant effect on visit intention, destination image, and tourist engagement. Furthermore, destination image and tourist engagement also have a positive and significant effect on visit intention and are proven to mediate the relationship between social media marketing and visit intention. These findings highlight the importance of effective social media marketing in increasing tourists’ visit intention through the formation of a positive destination image and enhanced tourist engagement.
4865152044C2D024012Pengaruh Biaya Lingkungan dan Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas dengan Efisiensi Biaya Lingkungan sebagai PemoderasiPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh biaya lingkungan dan kinerja lingkungan terhadap profitabilitas dengan efisiensi biaya lingkungan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel melalui Random Effect Model. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), kinerja lingkungan diproksikan dengan sertifikasi ISO 14001, dan efisiensi biaya lingkungan dihitung melalui rasio antara pengurangan dampak lingkungan terhadap biaya lingkungan yang dikeluarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sehingga dapat dipandang sebagai investasi strategis. Namun, kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Selain itu, efisiensi biaya lingkungan tidak mampu memoderasi hubungan biaya lingkungan maupun kinerja lingkungan terhadap profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat finansial dari aktivitas lingkungan di sektor energi lebih dipengaruhi oleh strategi alokasi biaya dibandingkan sertifikasi formal atau tingkat efisiensi dalam jangka pendek. This study investigates the effect of environmental costs and environmental performance on profitability, with environmental cost efficiency as a moderating variable, in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020–2024. The study employs a quantitative approach using panel data regression analysis with the Random Effect Model. Profitability is measured by Return on Assets (ROA), environmental performance is proxied by ISO 14001 certification, and environmental cost efficiency is calculated as the ratio between environmental impact reduction and environmental costs incurred. The results indicate that environmental costs have a positive effect on profitability, suggesting that environmental expenditures can serve as strategic investments rather than merely operational burdens. In contrast, environmental performance does not significantly affect profitability. Furthermore, environmental cost efficiency does not moderate the relationship between environmental costs and profitability, nor between environmental performance and profitability. These findings imply that in the energy sector, financial benefits from environmental initiatives are more closely associated with cost allocation decisions than with formal certification or efficiency improvements in the short term.
4865251984I1J022032The Relationship Between Academic Stress Levels, Coffee Consumption, And Sleep Quality with Gerd Symptoms Among Students of The Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman Latar Belakang: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan gastrointestinal yang umum terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres akademik, konsumsi kopi, dan kualitas tidur. Prevalensinya secara global berkisar antara 13%–30% dan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup modern. Mahasiswa termasuk kelompok yang rentan karena tuntutan akademik dan kebiasaan gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks lambung.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 149 mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Perceived Academic Stress (PAS), Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan GERD Questionnaire (GERD-Q). Analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil: Median usia responden adalah 21 tahun (rentang 20–23 tahun), dengan 71,8% berjenis kelamin perempuan dan distribusi yang relatif seimbang antarprogram studi. Sebagian besar mahasiswa mengalami stres akademik tingkat sedang (66,4%) dan konsumsi kopi tingkat sedang (51,7%), serta mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk (93,3%). Gejala GERD ditemukan pada 11,4% responden. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara stres akademik (r = −0,101; p = 0,221), konsumsi kopi (r = 0,085; p = 0,304), maupun kualitas tidur (r = 0,045; p = 0,583) dengan gejala GERD.

Simpulan: Meskipun stres akademik, konsumsi kopi, dan kualitas tidur buruk cukup banyak ditemukan pada mahasiswa, ketiganya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gejala GERD. Hal ini mengindikasikan bahwa kejadian GERD kemungkinan dipengaruhi oleh faktor yang lebih kompleks, seperti pola makan secara keseluruhan, durasi paparan faktor risiko, serta karakteristik fisiologis individu.
E-mail : Husna09melati@gmail.com
Background: Gastroesophageal reflux disease (GERD) is a common gastrointestinal disorder influenced by factors such as academic stress, coffee consumption, and sleep quality. Its global prevalence ranges from 13% to 30% and continues to rise with modern lifestyle changes. University students are particularly vulnerable due to academic pressures and lifestyle habits that may increase the risk of gastric reflux.
Methods: This study employed a cross-sectional design involving 149 students from the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, cohort of 2022, selected through random sampling with proportional stratification. Data were collected online using the PAS (academic stress), FFQ (coffee consumption), PSQI (sleep quality), and GERD-Q (GERD symptoms). Descriptive analysis and Spearman’s correlation test were conducted to examine the relationships between variables.
Result: The respondents had a median age of 21 years (range 20–23), with 71.8% being female and a relatively balanced distribution across study programs. Most students experienced moderate academic stress (66.4%) and moderate coffee consumption (51.7%), while the majority reported poor sleep quality (93.3%). GERD symptoms were identified in 11.4% of participants. Bivariate analysis demonstrated no statistically significant correlations between academic stress (r = −0.101; p = 0.221), coffee consumption (r = 0.085; p = 0.304), or sleep quality (r = 0.045; p = 0.583) and GERD symptoms.
Conclusion: Although academic stress, coffee consumption, and poor sleep quality were prevalent among students, none showed a significant association with GERD symptoms. This suggests that GERD may be influenced by more complex factors, including overall dietary patterns, duration of exposure to risk factors, and individual physiological characteristics.
4865352045C3A022001From Memorable City Experiences to Brand Love: Strengthening WOM and Destination Image of Cultural CitiesStudi ini meneliti pengaruh pengalaman merek kota yang berkesan (MCBE) terhadap loyalitas merek kota (CBL), promosi dari mulut ke mulut (WOM), dan citra destinasi (DI) dalam konteks kota budaya. Dataset, yang terdiri dari informasi dari 257 wisatawan yang telah mengunjungi Yogyakarta, Indonesia, dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM), sebuah teknik statistik yang memungkinkan pemeriksaan hubungan kompleks antar variabel.
Hasil studi menunjukkan bahwa MCBE secara signifikan meningkatkan CBL dan WOM tetapi tidak secara langsung memengaruhi DI. Lebih lanjut, CBL telah terbukti mempromosikan WOM, yang berfungsi sebagai mediator utama yang menghubungkan MCBE dan CBL dengan DI. Temuan ini berkontribusi pada literatur yang ada tentang citra merek kota dan pariwisata berkelanjutan dengan menunjukkan peran keterlibatan emosional dan pengalaman dalam membentuk citra kota yang dirasakan. Studi ini menekankan pentingnya praktis dalam merancang pengalaman wisata yang bermakna yang mendorong keterikatan emosional dan perilaku advokasi. Hal ini, pada gilirannya, memperkuat daya saing dan keberlanjutan destinasi budaya.
Keunikan studi ini terletak pada usulan dan validasi kerangka mediasi komprehensif yang menghubungkan MCBE, CBL, WOM, dan DI.
The present study examines the effect of memorable city brand experiences (MCBE) on city
brand loyalty (CBL), word-of-mouth promotion (WOM), and destination image (DI) in the
context of cultural cities. The data set, which comprised information from 257 tourists who had
visited Yogyakarta, Indonesia, was analysed using structural equation modelling (SEM), a
statistical technique that allows for the examination of complex relationships among variables.
The results of the study indicate that MCBE significantly increases CBL and WOM but does not
directly influence DI. Furthermore, CBL has been demonstrated to promote WOM, which serves
as the primary mediator linking MCBE and CBL to DI. These findings contribute to the existing
body of literature on city brand image and sustainable tourism by demonstrating the role of
emotional engagement and experiences in shaping the perceived image of a city. This study
emphasises the practical importance of designing meaningful tourism experiences that foster
emotional attachment and advocacy behaviour. This, in turn, strengthens the competitiveness and
sustainability of cultural destinations. The originality of this study lies in the proposal and
validation of a comprehensive mediation framework linking MCBE, CBL, WOM, and DI.
4865451468C1G021013DETERMINANTS OF FOREIGN DIRECT INVESTMENT IN KEDU RESIDENCY 2016-2024 Penelitian ini berjudul “Determinan Investasi Asing Langsung di Karesidenan Kedu periode 2016-2024” bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi Penanaman Modal Asing (PMA) di Karesidenan Kedu pada periode 2016-2024. Variabel yang dianalisis meliput Infrastruktur (INF), Upah Minimum Kabupaten/Kota (RMW), Angkatan Kerja (LF), dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi data panel menggunakan pendekatan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML). Data sekunder yang diperoleh dari lembaga resmi digunakan untuk menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi variasi PMA antarwilayah dan antarwaktu.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Infrastruktur dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Asing. Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Asing. Sementara itu, variabel Angkatan Kerja menunjukan tidak berpengaruh terhadap Penanaman Modal Asing.
Penelitian ini menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memprioritaskan pembangunan infrastruktur ekonomi dan logistik serta menjaga tingkat upah yang kompetititf. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi diperlukan guna mendukung investasi jangka panjang. Selain itu, pemerintah daerah perlu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dengan meningkatkan fasilitas public, menyederhanakan prosedur perizinan, dan mendorong pemerataan pembangunan antar kabupaten/kota di Karesidenan Kedu. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah dan menarik lebih banyak investasi asing.
This research entitled “ Determinants of Foreign Direct Investment in Kedu Residency 2016-2024” aims to examine the determinants of Foreign Direct Investment (FDI) in the Kedu Residency during the period 2016-2024. The variables examined included Infrastructure (INF), Regency/City Minimum Wage (RMW), Labor Force (LF) and Human Development Index (HDI). The research employs a quantitative method with panel data regression employing the Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) method. Secondary data from official institutions are utilized to analyze how these factors influence variations in FDI across regions and over time.
The results of this research indicate that the variables Infrastructure (INF) and Human Development Index (HDI) have a negative and significant influence on Foreign Direct Investment (FDI). Regency/City Minimum Wage (RMW) has a positive and significant effect on FDI. Meanwhile, the Labor Force (LF) variable does not have a significant effect on Foreign Direct Investment (FDI).
This research suggests that local governments need to prioritize the development of economic and logistical infrastructure and maintain competitive wage levels. Improving human resource quality through level of education and vocational training is also essential to support long-term investment. Furthermore, local governments should create a more conducive investment climate by improving public facilities, simplifying licensing procedures, and ensuring balanced development across regencies and cities in the Kedu Residency. These efforts are expected to strengthen regional competitiveness and attract more foreign investment.
4865551218C1C022059Tugas Akhir Non-Skripsi atas Dasar Perolehan Juara Lomba Internasional atau Nasional yang Diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional/Lembaga Kredibel World Youth Invention and Innovation Award 2024 (Diselenggarakan oleh IYSA)Dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan akses pendidikan, perkembangan teknologi, hingga isu-isu sosial dan lingkungan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, kolaborasi lintas bidang dan lintas negara menjadi salah satu jawaban penting untuk menemukan inovasi yang dapat memberikan solusi nyata. Inovasi hadir bukan sekadar sebagai gagasan, tetapi juga sebagai wujud aksi yang mampu membawa perubahan positif.
Melalui ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2024, generasi muda dari berbagai negara memperoleh ruang untuk menyalurkan ide kreatif, penelitian, dan inovasi yang berfokus pada penyelesaian permasalahan global. Penulis bersama tim dari Universitas Jenderal Soedirman turut berpartisipasi dengan menghadirkan board game literasi keuangan untuk anak-anak sebagai media pembelajaran interaktif. Hasilnya, tim berhasil meraih Gold Medal dalam bidang Education, sebuah pencapaian yang diharapkan tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
The world today faces increasingly complex challenges, ranging from inequality in access to education, rapid technological developments, to social and environmental issues. To address these problems, cross-disciplinary and cross-country collaboration becomes an essential approach in creating innovations that can provide real solutions. Innovation is not merely an idea, but an action that holds the potential to bring meaningful change.
Through the World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2024, young innovators from around the globe are given the opportunity to present creative ideas, research, and innovations aimed at solving global challenges. The author and the team from Universitas Jenderal Soedirman participated by developing a financial literacy board game for children as an interactive learning tool. This innovation successfully earned a Gold Medal in the Education category, an achievement that is hoped to not only mark a milestone of success, but also deliver long-term benefits for society
4865651184C1A022057Determinan Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Di Provinsi Jawa TengahTransformasi struktural melalui industrialisasi memberikan banyak manfaat bagi perekonomian Provinsi Jawa Tengah, termasuk berkontribusi terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Kendati demikian, proses transformasi struktural ini masih belum optimal, tercermin dari kontribusi industri manufaktur terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tidak sejalan dengan daya serap tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), jumlah unit usaha, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan data time series. Periode dalam penelitian ini adalah dari tahun 1990 - 2022 di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PMDN dan jumlah unit usaha berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur di Provinsi Jawa Tengah (2) PAD, UMP, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur di Provinsi Jawa Tengah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu kebijakan yang dapat dipertimbangkan adalah perubahan regulasi investasi dari padat modal ke padat karya dan memberikan kemudahan perizinan untuk industri baru.Structural transformation through industrialization offers numerous benefits to the economy of the Central Java Province, including contributing to the reduction of the Open Unemployment Rate (OUR). However, this structural transformation process remains suboptimal, as reflected in the contribution to regional Gross Regional Domestic Product (GRDP) which is not proportionate to its capacity for labor absorption. This study aims to analyze the influence of Domestic Investment (DI), the number of business units, Local Own-Source Revenue (LOSR), Provincial Minimum Wage (PMW), and education level on labor absorption in the manufacturing industry in Central Java Province. The research method employed is multiple linear regression using time series data. The study covers the period from 1990 to 2022 in Central Java Province. Based on the results of the study, it can be concluded that: (1) DI and the number of business units have a significant effect on labor absorption in the manufacturing industry in Central Java Province; (2) LOSR, PMW, and education level do not have a significant effect on labor absorption in the manufacturing industry in Central Java Province. The implication of the above conclusions is that policies that may be considered include revising investment regulations from capital-intensive to labor-intensive industries and providing easier licensing procedures for new industries.
4865751980I1J022010VALIDITY AND RELIABILITY OF THE INDONESIAN VERSION OF THE PRETERM INFANT BREASTFEEDING BEHAVIOR SCALE (PIBBS) AND THE INFANT BREASTFEEDING ASSESSMENT TOOL (IBFAT) -Background: Observing the breastfeeding behavior of premature infants can be done using the Preterm Infant Breastfeeding Behavior Scale (PIBBS). An Indonesian version of the PIBBS is available, but its testing is limited to pilot studies and has not undergone validity testing. This study aims to test the concurrent validity of the PIBBS by comparing it with the Indonesian version of the Infant Breastfeeding Assessment Tool (IBFAT) and to assess its reliability.
Methodology: This study used a psychometric testing study to test the validity of the PIBBS compared to the IBFAT and reliability. The study was conducted by observing 38 breastfeeding videos from 21 premature infants, using convenience sampling. The study was conducted in the infants High Care Unit (HCU) at a government hospital in Banyumas Regency, Central Java Province, Indonesia. The research instrument used the Indonesian version of the PIBBS with reliability test 0,9-1. The Indonesian version of the IBFAT instrument was also used, with an Intraclass Correlation Coefficient (ICC) of 0.9-1. Statistical analysis for concurrent validity used the Spearman correlation test, and for reliability testing used the ICC.
Research Results: The concurrent validity test showed a correlation coefficient of 0.759 between the PIBBS and IBFAT (p < 0.001). The inter-rater reliability test showed an ICC of 0.937 (95% Confidence Interval, 0.879-0.967). The ICC value for the IBFAT between two observers was 0.954 (95% Confidence Interval, 0.908-0.977).
Conclusion: The Indonesian versions of the PIBBS and IBFAT instruments were valid and reliable for assessing the Indonesian preterm infants breastfeeding behavior.
Keywords: High-risk infants, immature, observation, measurement, psychometric testing
4865852047G1B022006EFEKTIVITAS GEL NANOTRANSFERSOME EKSTRAK JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP JUMLAH ANGIOGENESIS PADA TERAPI ORAL SQUAMOUS CELL CARCINOMA (Studi In Vivo pada Tikus Wistar)
Latar Belakang. Oral squamous cell carcinoma (OSCC) merupakan kanker mulut dengan prognosis buruk yang ditandai oleh peningkatan proses angiogenesis. Ganoderma lucidum diketahui memiliki potensi antikanker dan antiangiogenik, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat rendahnya bioavailabilitas senyawa aktif. Oleh karena itu, pengembangan gel nanotransfersome G. lucidum dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penghantaran senyawa aktif dalam menghambat angiogenesis pada OSCC. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel nanotrasnfersome G. lucidum terhadap jumlah angiogenesis pada terapi OSCC. Metode. Penelitian ini merupakan true experimental laboratoris secara in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 sampel tikus dalam 6 kelompok yaitu 3 kelompok perlakuan gel nanotransfersome G. lucidum konsentrasi 155 μg/mL, 310 μg/mL, dan 465 μg/mL, kontrol negatif dengan aplikasi gel plasebo, kontrol sehat, serta kontrol sakit. Seluruh kelompok, kecuali kelompok kontrol sehat diinduksi DMBA sebanyak 4x selama 2 minggu dengan dosis 20 mg/kg BB untuk membentuk model OSCC. Gel diaplikasikan 1x sehari selama 7 hari sesuai kelompok perlakuan. Jaringan mukosa bukal kanan diambil dan dibuat sediaan histologi dengan pewarnaan HE. Jumlah angiogenesis diamati pada 5 lapang pandang oleh 2 pengamat menggunakan mikroskop pada perbesaran 400x kemudian di rata-rata. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan post-hoc Mann-Whitney. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel nanotransfersome G. lucidum menurunkan jumlah angiogenesis dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan kontrol sakit. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,05). Konsentrasi 465 μg/mL menunjukkan penurunan jumlah angiogenesis paling besar dibandingkan konsentrasi lainnya dalam rentang konsentrasi yang diuji. Simpulan. Gel nanotransfersome G. lucidum efektif dalam menurunkan jumlah angiogenesis pada model OSCC, dengan konsentrasi 465 μg/mL memberikan efek paling besar dalam penelitian ini.Background. Oral squamous cell carcinoma (OSCC) is a malignant oral cancer with poor prognosis, characterized by increased angiogenesis, which plays a crucial role in tumor growth and progression. Ganoderma lucidum has been reported to possess anticancer and anti-angiogenic properties; however, its application is limited by the low bioavailability of its active compounds. Therefore, the development of a nanotransfersome gel containing G. lucidum was conducted to enhance the delivery effectiveness of active compounds in inhibiting angiogenesis in OSCC. Objective. This study aimed to evaluate the effectiveness of G. lucidum nanotransfersome gel on angiogenesis in the treatment of OSCC. Methods. This study was a true experimental in vivo laboratory study using a post-test only control group design. A total of 30 rats were divided into six groups: three treatment groups receiving G. lucidum nanotransfersome gel at concentrations of 155 μg/mL, 310 μg/mL, and 465 μg/mL; a negative control group treated with placebo gel; a healthy control group and a disease control group without treatment. All groups, except the healthy control group, were induced with DMBA four times over a period of two weeks at a dose of 20 mg/kg body weight to establish the OSCC model. The gel was applied once daily for seven consecutive days according to the respective treatment groups. Right buccal mucosal tissues were collected and processed for histological examination using Hematoxylin–Eosin (HE) staining. The number of angiogenic blood vessels was evaluated in five fields of view by two observers using a light microscope at 400× magnification, and the mean values were calculated. Data were analyzed using the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney post hoc test. Results. The results demonstrated that administration of G. lucidum nanotransfersome gel significantly reduced the number of angiogenic blood vessels compared to the control groups (p<0,05). The concentration of 465 μg/mL showed the greatest reduction in angiogenesis among the tested concentrations. Conclusion. Ganoderma lucidum nanotransfersome gel is effective in reducing angiogenesis in an OSCC model, with the concentration of 465 μg/mL showing the most pronounced effect within the tested range.
4865952048C2A023010ANALISIS PENGARUH AKOMODASI PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAWASAN PESISIR SELATAN PULAU JAWA TAHUN 2021-2023Tren meningkatnya kunjungan wisata semestinya diikuti dengan pendapatan daerah yang meningkat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting dalam mengukur kapasitas fiskal dan tingkat kemandirian daerah. Namun, pada kabupaten-kabupaten sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, PAD menunjukkan variasi dan ketimpangan yang cukup signifikan meskipun wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi pariwisata yang relatif serupa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana sektor pariwisata, khususnya melalui aktivitas kunjungan wisatawan serta usaha akomodasi dan kuliner, berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis pengaruh jumlah kunjungan wisata terhadap PAD kabupaten-kabupaten sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa; (2) menganalisis pengaruh jumlah restoran terhadap PAD kabupaten-kabupaten sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa; (3) menganalisis pengaruh jumlah hotel terhadap PAD kabupaten-kabupaten sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Data penelitian ini diambil dari Badan Pusat Statistik. Data terdiri dari retribusi wisata, pajak hotel, dan pajak restoran 22 kabupaten di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa tahun 2021-2023. Analisis yang digunakan yaitu regresi data panel untuk menguji pengaruh jumlah wisatawan, jumlah restoran, dan jumlah hotel terhadap pendapatan asli di kabupaten-kabupaten di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) jumlah kunjungan wisata menunjukkan hasil yang tidak signifikan terhadap PAD; (2) jumlah restoran atau rumah makan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD; (3) jumlah hotel juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Secara simultan, kombinasi jumlah kunjungan wisatawan, jumlah restoran, dan jumlah hotel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap PAD kabupaten-kabupaten sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.
Hasil penelitian ini memiliki implikasi kebijakan bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan sektor pariwisata. Pemerintah perlu fokus tidak hanya pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada peningkatan lama tinggal, jumlah hotel, dan penguatan sektor kuliner lokal melalui pembinaan usaha rumah makan dan restoran. Selain itu, pengelolaan pajak dan retribusi dari sektor-sektor tersebut harus lebih optimal agar potensi ekonomi dari pariwisata benar-benar dapat tercermin dalam peningkatan PAD.
The increasing trend in tourist visits should be accompanied by increased regional revenue. Regional Original Income is an important indicator of fiscal capacity and regional independence. However, in regencies along the southern coast of Java, regional original income shows significant variation and inequality, despite the relatively similar tourism potential of these regions. This situation raises questions about the extent to which the tourism sector, particularly through tourist visits and accommodation and culinary businesses, contributes to increasing Regional Original Income.
This study aims to: (1) analyze the effect of the number of tourist visits on the original regional income of regencies along the southern coast of Java Island; (2) analyze the effect of the number of restaurants on the original regional income of regencies along the southern coast of Java Island; (3) analyze the effect of the number of hotels on the original regional income of regencies along the southern coast of Java Island. The data for this study were taken from the Central Statistics Agency. The data consist of tourism levies, hotel taxes, and restaurant taxes for 22 regencies along the southern coast of Java Island in 2021-2023. The analysis used is panel data regression to test the effect of the number of tourists, the number of restaurants, and the number of hotels on original income in regencies along the southern coast of Java Island.
The results of this study indicate that, (1) the number of tourist visits shows no significant results on local revenue; (2) the number of restaurants or eateries has a positive and significant effect on local revenue; (3) the number of hotels also has a positive and significant effect on local revenue. Simultaneously, the combination of the number of tourist visits, the number of restaurants, and the number of hotels together have a significant effect on local revenue in the regencies along the southern coast of Java Island.
The results of this study have policy implications for local governments, particularly in managing the tourism sector. The government needs to focus not only on increasing the number of tourists, but also on increasing the length of stay, the number of hotels, and strengthening the local culinary sector through the development of food and restaurant businesses. Furthermore, tax and levy management from these sectors must be optimized so that the economic potential of tourism can truly be reflected in increased local revenue.
4866051903I1A022098Hubungan Kualitas Layanan dengan Kepuasan Pasien Poli Umum Puskesmas Purwokerto Timur 1Latar Belakang: Poli Umum Puskesmas Purwokerto Timur 1 merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan jumlah kunjungan yang tinggi, yaitu 36.841 pasien pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025. Tingginya beban pelayanan tersebut berimplikasi pada tuntutan peningkatan mutu layanan. Data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menunjukkan tren peningkatan dari 84,92 pada tahun 2023 menjadi 93,75 pada semester 2 tahun 2024, namun mengalami penurunan sebesar 2,00 poin menjadi 91,75 pada semester 1 tahun 2025. Penurunan ini mengindikasikan adanya potensi kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas layanan dengan kepuasan pasien di Poli Umum Puskesmas Purwokerto Timur 1 berdasarkan lima dimensi SERVQUAL.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Kualitas layanan diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.

Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan dalam kategori baik dan menyatakan puas. Analisis bivariat menunjukkan bahwa bukti fisik tidak berhubungan dengan kepuasan pasien (p = 1,00), sedangkan kehandalan (p = 0,031), daya tanggap (p = 0,031), jaminan (p = 0,031), dan empati (p = 0,031) secara signifikan berhubungan dengan kepuasan pasien, yang menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan yang berkaitan dengan ketepatan, responsivitas, jaminan, dan perhatian memiliki peran lebih dominan dalam membentuk kepuasan pasien dibandingkan aspek bukti fisik.

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas layanan dengan kepuasan pasien di Poli Umum Puskesmas Purwokerto Timur 1 pada variabel kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati; oleh karena itu, Puskesmas disarankan untuk memperkuat keempat dimensi tersebut melalui pelatihan petugas secara berkelanjutan, evaluasi kinerja secara rutin, serta optimalisasi sistem pelayanan guna meningkatkan kepuasan pasien.

Kata kunci: Kepuasan, Kualitas Layanan, SERVQUAL

Background: The General Outpatient Clinic of Puskesmas Purwokerto Timur 1 is a primary healthcare facility with a high service utilization rate, serving 36.841 patients from August 2024 to August 2025. The substantial service burden necessitates continuous quality improvement efforts. Data from the Community Satisfaction Index (IKM) indicated an increase from 84,92 in 2023 to 93,75 in the second semester of 2024, followed by a decline of 2,00 points to 91.75 in the first semester of 2025. This decline suggests a potential gap between patient expectations and perceived service quality. Therefore, this study aims to analyze the association between service quality and patient satisfaction at the General Outpatient Clinic of Puskesmas Purwokerto Timur 1 based on the five SERVQUAL dimensions.

Methodology: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. A total of 97 respondents were selected using an accidental sampling technique. Service quality was measured using the five SERVQUAL dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses.

Results: The univariate analysis demonstrated that the majority of respondents perceived the service quality as good and reported being satisfied. The bivariate analysis revealed that the tangible dimension was not statistically associated with patient satisfaction (p = 1.00), whereas reliability (p = 0.031), responsiveness (p = 0.031), assurance (p = 0.031), and empathy (p = 0.031) showed statistically significant associations with patient satisfaction. These findings indicate that service quality dimensions related to consistency, promptness, assurance, and individualized attention serve as key determinants of patient satisfaction, compared to the tangible aspects of service delivery.

Conclusion: There is a relationship between service quality and patient satisfaction at the General Clinic of Purwokerto Timur 1 Public Health Center in the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, and empathy; therefore, the health center is recommended to strengthen these dimensions through continuous staff training, routine performance evaluation, and optimization of service systems to improve patient satisfaction.

Keywords: Satisfaction, Service Quality, SERVQUAL