Artikelilmiahs

Menampilkan 48.561-48.580 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4856151968I1C022058PENGARUH NANOPARTIKEL POLY LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID (PLGA) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS YANG DIINDUKSI CCl4Latar Belakang: Kandungan Andrographolide pada Sambiloto memiliki sifat antioksidan melalui mekanisme penekanan stress oksidatif, namun memiliki kekurangan dalam penghantarannya. Untuk meningkatkan hal ini peneliti memformulasikan andrographolide dalam bentuk nanopartikel PLGA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi terapeutik formula tersebut terhadap histopatologi organ ginjal tikus wistar yang diinduksi CCl4. Metodologi : Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan 35 ekor tikus yang dibagi kedalam 5 kelompok uji secara acak, yaitu kelompok A (Kontrol), kelompok B (Induksi CCl 4 ), Kelompok C (CCl 4 +Ekstrak Etanol Sambiloto), Kelompok D (CCl4+Nanopartikel PLGA Ekstrak Etanol Sambiloto), Kelompok E (CCl 4 +Nanopartikel PLGA tanpa ekstrak). Formula Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto yang akan digunakan dilakukan karakterisasi ukuran partikel, PDI, dan zeta potensial. Organ ginjal tikus wistar dibuat preparate dan diberikan pewarnaan H&E yang kemudian dianalisis berdasarkan degenerasi inti, dilatasi tubulus pada 10 lapang pandang. Hasil Penelitian: Pemberian CCl 4 + nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto dibandingkan dengan pemberian CCl 4 saja menunjukkan adanya perbaikan walaupun jika dibandingkan dengan kelompok A,C, dan E perbedaannya tidak signifikan. Kesimpulan: Pemberian nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto memiliki potensi terapeutik sebagai agen antioksidan terutama pada ginjal.Background: Sambiloto contains andrographolide, which exhibits antioxidant properties through a mechanism that suppresses oxidative stress, however, its delivery is limited. To address this, researchers formulated andrographolide as PLGA nanoparticles. This study aimed to evaluate the therapeutic potential of this formulation on CCl 4 -induced kidney histopathology in Wistar rats. Methodology: The study was conducted experimentally using 35 rats randomly divided into five test groups: Group A (Control), Group B (CCl 4 Induction), Group C (CCl 4 + Sambiloto Ethanol Extract), Group D (CCl 4 + PLGA Nanoparticles with Sambiloto Ethanol Extract), and Group E (CCl 4 + PLGA Nanoparticles without extract). The formula for the sambiloto ethanol extract PLGA nanoparticles to be used was characterized for particle size, PDI, and zeta potential. Kidney preparations from Wistar rats were prepared and stained with H&E, then analyzed for nuclear degeneration and tubular dilation in 10 fields of view. Result: Administration of CCl 4 + PLGA nanoparticles with sambiloto ethanol extract compared with CCl 4 alone showed improvement, although the differences were not significant when compared with groups A, C, and E. Conclusion: The administration of PLGA nanoparticles with sambiloto ethanol extract has therapeutic potential as an antioxidant agent, particularly for the kidneys.
4856251966I1C022112PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL POLY (LACTIC-CO-GLYCOLIC) ACID (PLGA) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP EKSPRESI mRNA IL-6 PADA SEL RAW 264.7
Latar Belakang: Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang ditandai dengan meningkatnya produksi sitokin proinflamasi seperti sitokin Interleukin-6 (IL-6). Pengobatan inflamasi pada umumnya menggunakan terapi antiinflamasi tetapi dapat berisiko menyebabkan gangguan pada organ tubuh pada penggunaan jangka panjang sehingga diperlukan terapi alternatif yaitu tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang dienkapsulasi dalam bentuk nanopartikel PLGA untuk sistem penghantar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto terhadap ekspresi mRNA IL-6 pada sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS). Metodologi : Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto dibuat dengan metode emulsification-solvent evaporation dan dikarakterisasi secara organoleptik dan morfologi. Penelitian ini menggunakan sel RAW 264.7 diinduksi dengan LPS 100 ng/mL dan terdiri dari sembilan kelompok perlakuan yaitu : kontrol sehat (A), kontrol sakit (B), nanopartikel PLGA 200 ppm (C), 300 ppm (D), 400 ppm (E), 500 ppm (F), 600 ppm (G), ekstrak etanol sambiloto 500 ppm (H), dan nanopartikel PLGA empty (I) selama 24 jam. Ekspresi mRNA dianalisis menggunakan qRT-PCR dan diuji normalitas Shapiro-Wilk dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Post Hoc Dunn. Hasil Penelitian: Nanopartikel PLGA menunjukkan berwarna jernih dan homogen dengan karakteristik morfologi berbentuk fibrin dan berserat. Kelompok nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto 500 ppm menunjukkan penurunan ekspresi mRNA IL-6 paling rendah dibandingkan dengan kelompok sakit dan kelompok perlakuan dengan konsentrasi lainnya.
Kesimpulan: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto mampu menghambat sitokin proinflamasi IL-6 tertinggi pada konsentrasi 500 ppm.
Background: Inflammation is a body defense mechanism characterized by increased production of pro-inflammatory cytokines such as Interleukin-6 (IL-6). Treatment of inflammation typically involves anti-inflammatory therapy; however, long-term use can pose a risk of organ damage. Therefore, alternative therapies are needed, specifically the bitter leaf (Andrographis paniculata) plant encapsulated in PLGA nanoparticles for improved delivery. This study aimed to determine the effect of administering PLGA nanoparticles containing bitter leaf ethanol extract on IL-6 mRNA expression in RAW 264.7 cells induced by lipopolysaccharide (LPS). Methods: PLGA nanoparticles with bitter leaf ethanol extract were prepared by emulsification-solvent evaporation and characterized organoleptically and morphologically. RAW 264.7 cells were treated with 100 ng/mL LPS across nine groups: healthy control (A), diseased control (B), PLGA nanoparticles 200 ppm (C), 300 ppm (D), 400 ppm (E), 500 ppm (F), 600 ppm (G), 500 ppm bitter ethanol extract (H), and empty PLGA nanoparticles (I) for 24 hours. mRNA expression was analyzed by qRT-PCR, tested for normality using the Shapiro-Wilk test, and compared using the Kruskal-Wallis test and Dunn post hoc test. Results: PLGA nanoparticles were clear and homogeneous in color with characteristic fibrin-like and fibrous morphology. The PLGA nanoparticle group with 500 ppm of bitter ethanol extract showed the lowest decrease in IL-6 mRNA expression compared to the diseased group and treatment groups with other concentrations. Conclusion: PLGA nanoparticles with 500 ppm bitter leaf ethanol extract most effectively inhibited IL-6 mRNA expression.
4856351967F1D022067STRATEGI PEMENANGAN KELUARGA DALAM KONTESTASI PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 PADA DAPIL II DI BANJARNEGARA Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemenangan politik keluarga Bambang Suparno dan Aditya Prasetya Utama dalam Pemilu Legislatif 2024 di Daerah Pemilihan II Kabupaten Banjarnegara. Keduanya merupakan ayah dan anak yang mencalonkan diri secara bersamaan pada dapil dan partai yang sama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan landasan teori pemilu sebagai mekanisme kompetisi politik serta teori strategi politik defensif dan ofensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan keduanya tidak semata-mata ditentukan oleh relasi kekeluargaan, melainkan oleh strategi yang terencana dan kontekstual. Strategi defensif dijalankan Bambang Suparno dengan mempertahankan basis massa historis melalui relasi sosial jangka panjang. Strategi ofensif dijalankan Aditya Prasetya Utama dengan memperluas dukungan, terutama pada segmen pemilih muda. Pembagian wilayah elektoral dilakukan untuk menghindari kompetisi internal dalam satu partai. Pada faktor ekonomi, strategi disesuaikan dengan struktur ekonomi lokal yang didominasi sektor pertanian dan pekerjaan informal, diwujudkan melalui dukungan pupuk dan alat pertanian bagi petani serta bantuan sarana usaha bagi pelaku UMKM, dengan dukungan modal ekonomi keluarga. Pada faktor struktur sosial, strategi ditopang oleh modal sosial, kedekatan dengan ulama dan jaringan Nahdlatul Ulama, relasi dengan kepala desa dan perangkat desa, serta legitimasi tokoh lokal yang telah terbentuk secara berkelanjutan.This study aims to describe the political winning strategies of Bambang Suparno and Aditya Prasetya Utama in the 2024 Legislative Election in Electoral District II of Banjarnegara Regency. The two are father and son who ran together in the same electoral district and party, the National Awakening Party (PKB). This study uses qualitative methods through in-depth interviews, observation, and documentation studies, with a theoretical basis of elections as a mechanism of political competition and the theory of defensive and offensive political strategies. The results of the study show that their success is not solely determined by family relations, but by well-planned and contextual strategies. Bambang Suparno implemented a defensive strategy by maintaining his historical mass base through long-term social relations. Aditya Prasetya Utama implemented an offensive strategy by expanding his support, especially among young voters. The division of electoral areas was carried out to avoid internal competition within the party. In terms of economic factors, the strategy was adapted to the local economic structure, which is dominated by the agricultural sector and informal employment. This was realized through the provision of fertilizer and agricultural tools for farmers and business assistance for UMKM actors, with the support of family economic capital. In terms of social structure, the strategy was supported by social capital, proximity to Islamic scholars and the Nahdlatul Ulama network, and relationships with village heads and village officials.
4856451969I1C022051Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Rebusan Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Dengan dan Tanpa Fermentasi Menggunakan Saccharomyces cerevisiaeTemu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) diketahui mengandung senyawa
bioaktif yang berperan sebaga antioksidan dan antibakteri. Namun, pengolahan melalui perebusan
diketahui belum menghasilkan aktivitas biologis yang optimal. Fermentasi berpotensi meningkatkan
ketersediaan dan aktivitas senyawa bioaktif. Saccharomyces cerevisiae merupakan ragi yang umum
digunakan dalam fermentasi pangan dan berpotensi meningkatkan aktivitas biologis dari tanaman
herbal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan, yaitu
rebusan rimpang temu putih dengan dan tanpa fermentasi menggunakan S. cerevisiae. Aktivitas
antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dengan parameter nilai IC50 sedangkan aktivitas
antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia
coli, dan Bacillus cereus. Data dianalisis menggunakan R Studio dengan melakukan uji normalitas,
homogenitas, dan independent t-test. Fermentasi optimal rebusan rimpang temu putih diperoleh pada periode 48 jam
dengan penambahan sukrosa 5%. Fermentasi menggunakan S. cerevisiae meningkatkan aktivitas
antioksidan secara signifikan, ditunjukkan oleh penurunan nilai IC₅₀ dari 6,38% (b/v) menjadi 4,99%
(b/v) (p < 0,05). Proses fermentasi menyebabkan perubahan karakteristik fisikokimia berupa
peningkatan kekeruhan, pembentukan gas, penurunan pH, dan penurunan bobot jenis. Aktivitas
antibakteri hanya teramati terhadap S. aureus dengan zona hambat lemah dan tidak signifikan (p >
0,05), sedangkan terhadap E. coli dan B. cereus tidak menunjukkan daya hambat. Fermentasi rebusan rimpang temu putih menggunakan S. cerevisiae mampu meningkatkan aktivitas antioksidan secara signifikan. Namun, peningkatan aktivitas antibakteri bersifat terbatas dan selektif terhadap bakteri uji.
White turmeric (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) contains bioactive compounds
with antioxidant and antibacterial activities. However, conventional processing through boiling
often results in suboptimal biological activity. Fermentation has been reported to enhance the
availability and activity of bioactive compounds. Saccharomyces cerevisiae is a yeast commonly
used in food fermentation and has been reported to improve the biological activity of herbal
materials. This study was an experimental research with two treatments, namely white turmeric
rhizome decoction with and without fermentation using S. cerevisiae. Antioxidant activity was
evaluated using the DPPH method with IC₅₀ as the parameter, while antibacterial activity was
assessed using the disc diffusion method against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and
Bacillus cereus. Data were analyzed using R Studio through normality testing, homogeneity testing,
and an independent t-test. The optimal fermentation condition was achieved after 48 hours with the addition of 5%
sucrose. Fermentation with S. cerevisiae significantly enhanced antioxidant activity, as indicated by
a reduction in IC₅₀ from 6.38% (w/v) to 4.99% (w/v) (p < 0.05). Fermentation also caused
physicochemical changes, including increased turbidity, gas formation, decreased pH, and reduced
specific gravity. Antibacterial activity was observed only against S. aureus, showing weak and
statistically insignificant inhibition (p > 0.05), while no inhibition was detected against E. coli and
B. cereus. Fermentation of white turmeric rhizome infusion using S. cerevisiae significantly
improves antioxidant activity, whereas antibacterial activity remains limited and selective.
4856551970I1C022074Pengaruh Pemberian Nanopartikel Poly (Lactic-Co-Glycolic) Acid (PLGA) Ekstrak Etanol Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Ekspresi mRNA IL-17 pada Sel RAW 264.7Latar Belakang: Inflamasi berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit, salah satunya dimediasi oleh sitokin proinflamasi interleukin-17 (IL-17). Stimulasi lipopolisakarida (LPS) pada sel makrofag diketahui mampu menginduksi respons inflamasi dan meningkatkan ekspresi IL-17. Andrographis paniculata (sambiloto) memiliki aktivitas antiinflamasi, namun keterbatasan bioavailabilitas senyawa aktifnya dapat menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, pengembangan sistem penghantaran berbasis nanopartikel poly (lactic-co-glycolic) acid (PLGA) diharapkan mampu meningkatkan efek antiinflamasi ekstrak etanol sambiloto.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vitro menggunakan sel RAW 264.7 yang diinduksi LPS. Tahap pembuatan nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto (PLGA-EES) terdiri atas pembuatan fase organik dan fase cair, proses pencampuran, pengerasan nanopartikel, dan pencucian. Sel dibagi menjadi sembilan kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol negatif, kelompok nanopartikel PLGA-EES dengan konsentrasi 200, 300, 400, 500, dan 600 ppm, kelompok ekstrak etanol sambiloto, serta kelompok empty nanopartikel PLGA. Setelah perlakuan selama 24 jam, ekspresi mRNA IL-17 dianalisis menggunakan metode qRT-PCR.
Hasil: Pemberian nanopartikel PLGA-EES mempengaruhi ekspresi mRNA IL-17 pada sel RAW 264.7 yang diinduksi LPS. Penurunan ekspresi mRNA IL-17 tertinggi ditemukan pada kelompok nanopartikel PLGA-EES konsentrasi 400 dan 500 ppm.
Kesimpulan: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto pada konsentrasi 400 dan 500 ppm mampu menurunkan ekspresi mRNA IL-17 sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas antiinflamasi dibandingkan ekstrak tanpa enkapsulasi.
Background: Inflammation plays an important role in the pathogenesis of various diseases and is mediated, among others, by the pro-inflammatory cytokine interleukin-17 (IL-17). Lipopolysaccharide (LPS) stimulation of macrophage cells is known to induce inflammatory responses and increase IL-17 expression. Andrographis paniculata has anti-inflammatory activity; however, the limited bioavailability of its active compounds may reduce therapeutic effectiveness. Therefore, the development of a poly (lactic-co-glycolic) acid (PLGA) nanoparticle-based delivery system is expected to enhance the anti-inflammatory effect of Andrographis paniculata ethanolic extract.
Methods: This study was an in vitro experimental study using LPS-induced RAW 264.7 cells. The preparation of PLGA nanoparticles loaded with Andrographis paniculata ethanolic extract (PLGA-EES) involved the formation of an organic phase and an aqueous phase, followed by a mixing process, nanoparticle hardening, and washing steps. The cells were divided into nine groups: healthy control, negative control, PLGA-EES nanoparticle groups at concentrations of 200, 300, 400, 500, and 600 ppm, an ethanolic extract group, and an empty PLGA nanoparticle group. After 24 hours of treatment, IL-17 mRNA expression was analyzed using qRT-PCR.
Results: Administration of PLGA-EES nanoparticles affected IL-17 mRNA expression in LPS-induced RAW 264.7 cells. The highest reduction in IL-17 mRNA expression was observed in the PLGA-EES nanoparticle groups at concentrations of 400 and 500 ppm.
Conclusion: PLGA nanoparticles loaded with Andrographis paniculata ethanolic extract at concentrations of 400 and 500 ppm were able to reduce IL-17 mRNA expression, indicating their potential to enhance anti-inflammatory effectiveness compared with the non-encapsulated extract.

4856651971I1C022092EFEK EKSTRAK ETANOL KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) TERHADAP PROFIL HISTOPATOLOGI HATI DAN KADAR SGOT/SGPT PADA TIKUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Hiperglikemia kronik dapat menyebabkan komplikasi, termasuk gangguan fungsi hati akibat stres oksidatif yang ditandai dengan peningkatan kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), serta perubahan histopatologi berupa degenerasi hepatosit. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) mengandung senyawa bioaktif seperti sinamaldehid dan flavonoid yang bersifat antidiabetes dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek ekstrak kayu manis terhadap kadar SGOT, SGPT, dan profil histopatologi hati pada tikus yang diinduksi streptozotocin. Metodologi: Penelitian eksperimental dengan desain pre-test and post-test control group menggunakan tikus jantan galur Wistar yang diinduksi streptozotocin (STZ). Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok normal, STZ, metformin, serta ekstrak etanol kayu manis dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kadar SGOT dan SGPT pada hari ke-0, 1, 7, 14, dan 21 serta gambaran histopatologi hati dengan pewarnaan Hematoksilin–Eosin menggunakan metode skoring Mitchel. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan Tukey serta uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney. Hasil Penelitian: Induksi STZ menyebabkan peningkatan signifikan kadar SGOT dan SGPT serta kerusakan histopatologi hati berupa degenerasi sel hepatosit. Pemberian ekstrak kayu manis pada semua dosis menunjukkan penurunan kadar SGOT dan SGPT dan mampu memperbaiki struktur hepatosit yang ditandai dengan penurunan derajat degenerasi sel dibandingkan kelompok STZ. Kesimpulan: Ekstrak etanol kayu manis (Cinnamomum burmanii) dengan dosis 150 mg/kgBB sebagai dosis yang paling efektif mampu menurunkan kadar SGOT dan SGPT serta memperbaiki gambaran histopatologi hati pada tikus yang diinduksi streptozotocin.Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or action. Chronic hyperglycemia can lead to complications, including liver dysfunction caused by oxidative stress, which is indicated by increased levels of Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), and histopathological changes such as hepatocyte degeneration. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) contains bioactive compounds such as cinnamaldehyde and flavonoids with antidiabetic and antioxidant properties. This study aimed to evaluate the effects of cinnamon extract on SGOT, SGPT levels, and liver histopathological profiles in streptozotocin-induced rats. Methods: This experimental study used a pre-test and post-test control group design with streptozotocin (STZ)-induced male Wistar rats. Animals were divided into six groups: normal control, STZ, metformin, and ethanol extract of cinnamon at doses of 150, 300, and 600 mg/kgBW. Parameters observed included SGOT and SGPT levels on days 0, 1, 7, 14, and 21 and liver histopathology using Hematoxylin–Eosin staining with the Mitchel scoring method. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey’s test and Kruskal–Wallis and Mann–Whitney tests. Results: STZ induction significantly increased SGOT and SGPT levels and caused hepatocyte degeneration. Cinnamon extract at all doses reduced SGOT and SGPT levels and improved hepatocyte structure, indicated by decreased degrees of degeneration compared with the STZ group. Conclusion: Ethanol extract of cinnamon (Cinnamomum burmanii), particularly at a dose of 150 mg/kgBW, effectively reduced SGOT and SGPT levels and improved liver histopathological features in streptozotocin-induced rats.
4856751972I1C022107Pengaruh Nanostructured Lipid Carriers (NLC) Ekstrak Etanol Sambiloto (Andrographis panicula) terhadap Ekspresi mRNA IL-1β pada Hati Mencit yang Diinduksi CCl4Kerusakan hati merupakan kondisi serius yang sering dipicu oleh paparan senyawa hepatotoksik, salah satunya karbon tetraklorida (CCl4) yang memicu stres oksidatif dan respon inflamasi hati dengan ditandai adanya peningkatan ekspresi sitokin proinflamasi, terutama interleukin-1β (IL-1β). Sambiloto (Andrographis paniculata) diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Namun, rendahnya kelarutan Andrografolida sebagai senyawa marker sambiloto, mendorong pengembangan sistem penghantaran berbasis nanoteknologi, salah satunya Nanostructured Lipid Carriers (NLC) yang berpotensi meningkatkan kelarutan zat aktifnya. Namun, pengaruh NLC esktrak etanol sabiloto (EES) terhadap modulasi respon inflamasi hati, khususnya ekspresi mRNA IL-1β belum pernah diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh NLC-EES terhadap ekspresi mRNA IL-1β pada hati mencit yang diinduksi CCl4. Penelitian eksperimental in vivo dilakukan pada 30 ekor mencit jantan galur BALB/c yang dibagi menjadi lima kelompok (n=6) menggunakan random sampling. Kelompok terdiri atas kontrol sehat, kontrol sakit (CCl4), NLC-EES dosis 70 mg/kgBB, ekstrak etanol sambiloto (EES) dosis 70 mg/kgBB, dan empty NLC. Induksi CCl4 diberikan pada hari pertama secara intraperitoneal pada dosis 1 mL/kgBB. Perlakuan dilakukan pada hari ketiga dan kelima secara sonde oral. Ekspresi relatif mRNA IL-1β dianalisis menggunakan qRT-PCR dengan metode Livaq (2−ΔΔCt). Seluruh kelompok perlakuan menunjukkan penurunan ekspresi relatif mRNA IL-1β dibandingkan dengan kelompok CCl4. Uji post hoc duun menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antarkelompok (p>0,05). Pemberian Nanostructured Lipid Carriers (NLC) ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata) mampu menurunkan ekspresi mRNA IL-1β pada inflamasi hati akut akibat induksi CCl4.Liver damage is a serious condition often triggered by exposure to hepatotoxic compounds, one of which is carbon tetrachloride (CCl4), which causes oxidative stress and an inflammatory response in the liver, characterized by increased expression of proinflammatory cytokines, particulary interleukin-1β (IL-1β). Sambiloto (Andrographis paniculata) is known to have anti-inflammatory activity. However, the low solubility of Andrographolide as a marker compound of sambiloto has encouraged the development of nanotechnology-based delivery systems, one of which is Nanostructured Lipid Carriers (NLC), which has the potential to increase the solubility of its active ingredients. However, the effect of NLC ethanol extract of sambiloto (EES) on the modulation of the liver infalmmatory response, particularly IL-1β mRNA expression, has not been studied. Therefore, this study was conducted to examine the effect of NLC-EES on IL-1β mRNA expression in the liver of CCl4-induced mice. An in vivo experimental study was conducted on 30 male BALB/c mice divided into five groups (n=6) using random sampling. The groups consisted of healthy controls, sick controls (CCl4), NLC-EES at a dose of 70 mg/kgBW, ethanol extract of sambiloto (EES) at a dose of 70 mg/kgBW, and empty NLC. CCl4 induction was administered on the first day intraperitoneally at a dose of 1 mL/kgBW. Treatment was adminstered on the third and fifth days via oral sonde. Relative expression of IL-1β mRNA was analyzed using the qRT-PCR with the Livaq method (2−ΔΔCt). All treatment groups showed a decrease in relative IL-1β mRNA expression compared to the CCl4 group. Post hoc dunn tests showed no significant differences between groups (p>0,05). Administration of Nanostructured Lipid Carriers (NLC) of ethanol extract of Andrographis paniculata was able to reduced IL-1β mRNA expression in acute liver inflammation induced by CCl4.
4856851973I1C022014PENGARUH NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS (NLC) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP EKSPRESI mRNA IL-4 PADA HATI MENCIT YANG DIINDUKSI CCl₄Abstrak
Latar Belakang: Inflamasi berperan penting dalam perkembangan berbagai penyakit hati, seperti hepatitis, fibrosis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler. Interleukin-4 (IL-4) merupakan sitokin antiinflamasi yang berfungsi dalam regulasi respons imun dan perbaikan jaringan hati, namun ekspresinya dapat menurun pada kondisi inflamasi. Sambiloto (Andrographis paniculata) diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan hepatoprotektif, tetapi pemanfaatannya masih terbatas karena rendahnya kelarutan dan bioavailabilitas andrografolida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh formulasi Nanostructured Lipid Carriers ekstrak etanol sambiloto (NLC-EES) terhadap ekspresi mRNA IL-4 pada hati mencit BALB/c yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl₄). Metode: NLC-EES dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel, polydispersity index (PDI), zeta potensial, dan stabilitas fisik real-time. Sebanyak 35 mencit jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol sakit (1 mL/kgBB CCl₄), perlakuan 1 (70 mg/kgBB NLC-EES), perlakuan 2 (70 mg/kgBB EES only), dan perlakuan 3 ( 0,14 mL empty NLC). Ekspresi mRNA IL-4 dianalisis menggunakan metode qRT-PCR. Hasil: NLC-EES memiliki ukuran partikel 11,38 ± 0,08 nm, PDI 0,1287 ± 0,0039, zeta potensial -8,159 ± 0,109 mV, dan sediaan kurang stabil pada penyimpanan suhu ruang. NLC-EES meningkatkan ekspresi mRNA IL-4 dibandingkan kelompok kontrol sakit dan EES only. Kesimpulan: NLC-EES memenuhi kriteria ukuran partikel dan PDI nanopartikel. Formulasi ini meningkatkan ekspresi mRNA IL-4 dan berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat antiinflamasi berbasis bahan alam yang lebih efektif.
Abstract
Background: Inflammation plays a crucial role in the progression of various liver diseases, including hepatitis, fibrosis, cirrhosis, and hepatocellular carcinoma. Interleukin-4 (IL-4) is an anti-inflammatory cytokine involved in immune regulation and hepatic tissue repair; however, its expression may decrease under inflammatory conditions. Sambiloto (Andrographis paniculata) is known for antiinflammatory and hepatoprotective activities, but its therapeutic application remains limited due to the poor solubility and low bioavailability of andrographolide. This study aimed to evaluate the effect of Nanostructured Lipid Carriers loaded with ethanolic extract of A. paniculata (NLC-EES) on hepatic IL-4 mRNA expression in BALB/c mice induced with carbon tetrachloride (CCl₄). Methods: NLC-EES was characterized based on particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, and real-time physical stability. Thirty-five male mice were divided into 5 groups: healthy control, disease control (1 mL/kgBW CCl₄), treatment 1 (70 mg/kgBW NLC-EES), treatment 2 (70 mg/kgBW EES only), and treatment 3 (0.14 mL empty NLC). Hepatic IL-4 mRNA expression was analyzed using qRT-PCR. Results: NLC-EES exhibited a particle size of 11.38 ± 0.08 nm, PDI of 0.1287 ± 0.0039, and zeta potential of −8.159 ± 0.109 mV, and the formulation showed limited physical stability during room temperature storage. NLC-EES increased IL-4 mRNA expression compared with the disease control and EES-only groups. Conclusion: NLC-EES met the nanoparticle criteria for particle size and PDI. The formulation enhanced IL-4 mRNA expression and shows potential as a more effective natural-based antiinflammatory drug delivery system.
4856951974F1F021002Pengaruh Idiosinkratik Hamad Al-Thani terhadap Independensi Kebijakan Luar Negeri Qatar Kontemporer dalam Konflik PalestinaPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana faktor idiosinkratik Syeikh Hamad bin Khalifa Al-Thani memengaruhi independensi kebijakan luar negeri Qatar, khususnya dalam kebijakan dukungan terhadap Hamas sebagai aktor non-negara Palestina. Di tengah tekanan struktur regional Teluk yang didominasi oleh hegemoni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Qatar di bawah kepemimpinan Syeikh Hamad menunjukkan pola kebijakan yang menyimpang dari konsensus negara-negara Teluk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan idiosinkratik yang menitikberatkan pada tiga dimensi utama kepemimpinan: profil kepribadian politik, gaya pengambilan keputusan, dan gaya kepemimpinan. Pendekatan ini memungkinkan penelitian menelusuri bagaimana karakter personal pemimpin memengaruhi arah kebijakan luar negeri dalam sistem monarki dengan sentralisasi kekuasaan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian narsistik yang berorientasi pada pencapaian status dan pengakuan internasional, gaya pengambilan keputusan yang situasional dan kalkulatif, serta gaya kepemimpinan direktif Syeikh Hamad mendorong Qatar untuk memanfaatkan hubungan dengan Hamas sebagai instrumen diplomasi dan bargaining power di kawasan. Dukungan terhadap Hamas tidak semata-mata merupakan pilihan ideologis, tetapi merupakan strategi untuk memperkuat posisi Qatar sebagai aktor independen di tengah struktur hegemoni regional. Kesimpulannya, dalam konteks monarki absolut seperti Qatar, faktor individu pimpinan mampu melampaui batasan sistemik internasional. Kepemimpinan Syeikh Hamad memainkan peran kunci dalam membentuk orientasi kebijakan luar negeri Qatar yang lebih berani, mandiri, dan proaktif melalui pemanfaatan aktor non-negara dalam konflik Palestina.This research aims to explain how the idiosyncratic factors of Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani influenced the independence of Qatar’s foreign policy, particularly in its support for Hamas as a Palestinian non-state actor. Amid the regional structure of the Gulf dominated by the hegemony of Saudi Arabia and the United Arab Emirates, Qatar under Sheikh Hamad’s leadership exhibited a pattern of foreign policy behavior that deviated from the prevailing regional consensus. This research employs a qualitative descriptive method using secondary data collected through literature review. The analysis is conducted through an idiosyncratic approach that focuses on three core dimensions of leadership: political personality profile, decision-making style, and leadership style. This framework allows the study to examine how a leader’s personal characteristics shape foreign policy behavior in a political system characterized by a high degree of power centralization. The findings indicate that Sheikh Hamad’s narcissistic personality oriented toward status and international recognition, his situational and calculative decision-making style, and his directive leadership style encouraged Qatar to utilize its relationship with Hamas as a diplomatic instrument and a source of bargaining power in the region. Qatar’s support for Hamas was not merely ideological in nature, but constituted a strategic effort to enhance its position as an independent actor within a hegemonic regional order. In conclusion, in an absolute monarchical system such as Qatar, individual leadership variables are capable of transcending systemic international constraints. Sheikh Hamad’s leadership played a crucial role in shaping a more assertive, autonomous, and proactive Qatari foreign policy through the strategic engagement with non-state actors in the Palestinian conflict.
4857051976J0A022069CREATING BILINGUAL VIDEO ON THE INSTAGRAM OF YOGYAKARTA TOURISM OFFICE TO PROMOTE LOCAL EVENTSLaporan praktik kerja ini berjudul “Membuat Video Dua Bahasa di Instagram Dinas Pariwisata Yogyakarta untuk Mempromosikan Acara-acara Lokal”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 2 September 2024 – 13 Desember 2024 di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah untuk menjelaskan proses pelaksanaan kerja praktik di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, menghasilkan satu video promosi bilingual untuk mempromosikan acara-acara lokal melalui akun Instagram resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi dalam proses pembuatan video promosi tersebut.
Selama praktik, penulis menerapkan beberapa metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kegiatan promosi, serta proses produksi konten media sosial di lingkungan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Metode wawancara dilakukan dengan staf bagian pemasaran untuk memperoleh informasi terkait strategi promosi, kendala dalam pembuatan konten bilingual, serta kebutuhan audiens, khususnya wisatawan mancanegara. Sementara itu, metode dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa foto, video kegiatan, serta dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan kegiatan promosi pariwisata.
Sebagai solusi, penulis memproduksi satu video promosi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan visual yang menarik dan terjemahan yang jelas. Video tersebut dibuat melalui tahap perencanaan, pengambilan materi, dan penyuntingan untuk meningkatkan efektivitas promosi serta memperluas jangkauan kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
This final report is entitled “Creating Bilingual Video on Instagram of Yogyakarta Tourism Office to Promote Local Events”. The job training was conducted on 2 September 2024 – 13 December 2024 at Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. The objectives of the internship were to explain the implementation of the job training at the Yogyakarta City Tourism Office, to produce one bilingual promotional video for promoting local events through the official Instagram account of the office, and to identify the problems and solutions encountered during the video creation process.
During the internship, several data collection methods were applied, including observation, interview, and documentation. Observation was conducted by directly monitoring promotional activities, workflow processes, and social media content production at the Yogyakarta City Tourism Office. Interviews were carried out with marketing staff to obtain information regarding promotional strategies, challenges in producing bilingual content, and the needs of target audiences, particularly international tourists. Documentation was conducted by collecting supporting data such as photographs, event videos, social media content archives, and other relevant administrative documents related to tourism promotion activities.
As a solution, the writer produced one bilingual promotional video in Indonesian and English, supported by engaging visuals and clear translations. The video was created through planning, material collection, and editing to improve promotional effectiveness and expand its reach to both domestic and international tourists.
4857151977F1F020017Propaganda Politik Rusia Menggunakan Media RT dalam Konflik Rusia-Ukraina Pada Tahun 2014-2024Penelitian ini membahas penggunaan media RT sebagai alat propaganda
politik Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina pada periode 2014 hingga 2024.
Konflik yang dimulai dengan krisis politik di Ukraina dan aneksasi Krimea oleh
Rusia, serta eskalasi menjadi perang terbuka pada tahun 2022, memberikan
konteks penting dalam memahami peran media dalam diplomasi dan perang
informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana Rusia
menggunakan media RT sebagai alat propaganda untuk kepentingan kebijakan
luar negeri Rusia. Melalui metode kalitatif deskriptif, penelitian ini menyoroti
kebijakan Rusia dalam menghadapi ancaman ekspansi NATO dan negara-negara
Barat melalui propaganda politik media. Penggunaan teori propaganda politik
menunjukkan bahwa propaganda yang dilakukan Rusia menggunakan RT
merupakan langkah untuk melegitimasi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh
pemerintah Rusia.
This study examines the use of RT media as a tool of Russian political
propaganda in the Russia-Ukraine conflict during the period 2014 to 2024. The
conflict, which began with the political crisis in Ukraine and Russia’s annexation
of Crimea, followed by escalation into an open war in 2022, provides an
important context for understanding the role of media in diplomacy and
information warfare. The objective of this research is to analyze how Russia
utilizes RT as a propaganda instrument to advance its foreign policy interests.
Using a qualitative descriptive method, this study highlights Russia’s policy
response to the perceived threat of NATO expansion and Western countries
through media political propaganda. Applying political propaganda theory shows
that Russia’s propaganda via RT serves as a means to legitimize actions taken by
the Russian government.
4857251240C1A022033PENGARUH HARGA KEDELAI DOMESTIK DAN HARGA DAGING AYAM DOMESTIK TERHADAP IMPOR KEDELAI DENGAN KONSUMSI KEDELAI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING 2002-2023Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan judul: “Pengaruh Harga Kedelai dan Harga Daging Ayam Terhadap Impor Kedelai Dengan Konsumsi Kedelai Sebagai Variabel Intervening Tahun 2022 sampai 2023”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh harga kedelai harga daging ayam konsumsi kedelai terhadap impor kedelai baik secara langsung maupun tidak langsung. Objek penelitian meliputi harga kedelai domestik, harga daging ayam domestik, konsumsi kedelai, impor kedelai. Subjek penelitian ini adalah negara Indonesia dengan rentang waktu penelitian dari tahun 2002 sampai 2023. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis R menunjukkan bahwa (1) variabel harga kedelai domestik berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi kedelai (2) variabel harga daging ayam domestik berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi kedelai (3) harga kedelai domestik berpengaruh positif terhadap impor kedelai
(4) harga daging ayam domestik berpengaruh positif terhadap impor kedelai (5 )konsumsi kedelai berpengaruh positif terhadap impor kedelai (6) harga kedelai domestik berpengaruh positif secara tidak
langsung terhadap impor kedelai (7) harga daging ayam domestik berpengaruh positif secara tidak langsung terhadap impor kedelai. Berdasarkan uji goodness of fit bahwa model yang digunakan dalam
penelitian ini telah memenuhi kriteria statistik sehingga dapat digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan hubungan antar variable, baik yang lemah maupun yang kuat secara valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah harus menjaga harga kedelai dan harga daging ayam agar tetap stabil, karena kenaikan harga keduanya memiliki dampak terhadap stabilitas harga kedelai. Diversifikasi protein, seperti pengembangan tanaman kedelai lokal, merupakan langkah strategis yang penting untuk mengurangi ketergantungan impor.
This research is a quantitative study with the title: “The Effect of Soybean Prices and Chicken Meat Prices on Soybean Imports with Soybean Consumption as an Intervening Variable from 2022 to 2023”. The purpose of this study is to determine the effect of soybean prices, chicken meat prices, soybean consumption on soybean imports both directly and indirectly. The objects of research include domestic soybean prices, domestic chicken meat prices, soybean consumption, soybean imports. The subject of this research is the country of Indonesia with a research time span from 2002 to 2023. Based on the results of research and data analysis using R analysis, it shows that (1) the domestic soybean price variable has a positive and significant effect on soybean consumption (2) the domestic chicken meat price variable has a positive and significant effect on soybean consumption (3) domestic soybean prices have a positive effect on soybean imports (4) domestic chicken meat prices have a positive effect on soybean imports (5) soybean consumption has a positive effect on soybean imports (6) domestic soybean prices have an indirect positive effect on soybean imports (7) domestic chicken meat prices have
an indirect positive effect on soybean imports. Based on the goodness of fit test, the model used in this study has met the statistical criteria so that it can be used to analyze and interpret the relationship between variables, both weak and strong validly. The results of this study indicate that the government should keep soybean prices and chicken meat prices stable, as price increases of both have an impact on soybean price stability. Protein diversification, such as the development of local soybean crops, is an important strategic step to reduce import dependence.
4857351979I2A024013ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JERUKLEGI II KABUPATEN CILACAP TAHUN 2025ABSTRAK

ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JERUKLEGI II KABUPATEN CILACAP TAHUN 2025

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman

Transformasi pelayanan kesehatan primer melalui penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menuntut peran aktif dan pemberdayaan masyarakat sebagai kunci keberhasilan implementasi program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam mendukung implementasi Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Jeruklegi II Kabupaten Cilacap tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengann desain studi kasus. Informan penelitian meliputi unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, perangkat desa, organisasi masyarakat, serta masyarakat pengguna layanan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengann desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengann berbagai pemangku kepentingan, observasi langsung kegiatan Posyandu, serta telaah dokumen pendukung. Analisis dilakukan secara tematik untuk menggali aspek kapasitas organisasi, partisipasi masyarakat, dan kemandirian Posyandu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Jeruklegi II telah berjalan dan mencakup pelayanan seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia. Pemberdayaan masyarakat tercermin melalui peningkatan kapasitas organisasi, peran aktif kader, dan keterlibatan lintas sektor. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan pemahaman sebagian kader terhadap konsep ILP, variasi tingkat partisipasi masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, serta dukungan anggaran yang belum optimal. Kemandirian Posyandu juga masih memerlukan penguatan, terutama dalam aspek pengelolaan kegiatan dan keberlanjutan program. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Posyandu ILP. Diperlukan upaya penguatan kapasitas kader secara berkelanjutan, peningkatan partisipasi masyarakat, serta sinergi lintas sektor agar implementasi Posyandu ILP dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.



The transformation of primary healthcare services through the implementation of Integrated Primary Healthcare Posyandu (ILP) requires active community involvement and empowerment as key determinants of successful program implementation. This study aims to analyze community empowerment in supporting the implementation of the ILP Posyandu program in the service area of Jeruklegi II Public Health Center, Cilacap Regency, in 2025. This research employed a qualitative approach with a case study design. The informants included local government officials, healthcare workers, Posyandu cadres, village authorities, community organizations, and community members as service users. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review, and subsequently analyzed using thematic analysis.
The qualitative case study design enabled an in-depth exploration of organizational capacity, community participation, and Posyandu self-reliance. The findings indicate that the implementation of ILP Posyandu in the service area of Jeruklegi II Public Health Center has been carried out and encompasses health services across the entire life cycle, from infants to the elderly. Community empowerment is reflected in improved organizational capacity, the active role of Posyandu cadres, and cross-sectoral involvement. However, several challenges remain, including limited understanding of the ILP concept among some cadres, varying levels of community participation, inadequate facilities and infrastructure, and suboptimal budgetary support. Posyandu self-reliance also requires further strengthening, particularly in terms of program management and sustainability.
This study concludes that community empowerment plays a strategic role in supporting the success of the ILP Posyandu program. Continuous capacity building for cadres, increased community participation, and strengthened cross-sectoral collaboration are necessary to ensure more optimal and sustainable implementation of the ILP Posyandu program.
4857451989F1D021062GERAKAN POLITIK PEMUDA KOMUNITAS JUANG PURBALINGGA DALAM PILKADA
PURBALINGGA TAHUN 2024
Penelitian ini menganalisis gerakan politik pemuda dan mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh
Komunitas Juang Purbalingga dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Purbalingga tahun 2024. Sebagai
organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Komunitas Juang berfungsi
sebagai bagian dari mesin partai dalam memperluas jaringan politik dan mengonsolidasikan gerakan
politik dengan kader muda sebagai sumber daya utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi
partisipatif, serta data sekunder melalui studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Komunitas Juang berperan dalam memperkuat kapasitas kelembagaan partai melalui mobilisasi
kader muda, konsolidasi organisasi, dan pemanfaatan sumber daya non-material, khususnya
kemampuan digital dan jaringan. Gerakan politik terwujud dalam aktivitas pra-kampanye dan
pengelolaan media sosial oleh kader muda. Namun, kontribusi tersebut belum mampu dikonversi
menjadi kemenangan elektoral akibat ketimpangan sumber daya material dan profesionalisasi
kampanye digital kubu lawan.
This study analyzes the political movements of young people and the mobilization of resources carried
out by the Purbalingga Juang Community in the 2024 Purbalingga Regency election contest. As an
affiliate organization of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP), the Juang Community
functions as part of the party machine in expanding its political network and consolidating political
movements with young cadres as its main resource. This study uses a qualitative method with a case
study approach. Primary data was collected through in-depth interviews, participatory observation,
and secondary data through documentation studies. The results of the study show that the Juang
Community plays a role in strengthening the party's institutional capacity through the mobilization of
young cadres, organizational consolidation, and the utilization of non-material resources, particularly
digital capabilities and networks. The political movement is manifested in pre-campaign activities and
social media management by young cadres. However, these contributions have not been able to be
converted into electoral victory due to the imbalance of material resources and the professionalization
of the opponent's digital campaign.
4857551978F2B022001STRATEGI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH TINDAK KEKERASAN MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI DI SMP NEGERI 1 NGIMBANG, LAMONGAN, JAWA TIMUR)Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan program yang berupaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kebijakan SRA adalah SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 8 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak. Selain itu, Program SRA juga menjadi jalan bagi berkembangnya kebijakan-kebijakan lain yang mendukung keamanan dan kenyamanan anak selama di sekolah. Seperti penilaian tentang iklim keamanan sekolah melalui Survei Lingkungan Belajar (SULINGJAR). Serta diterapkannya PERMENDIKBUDRISTEK No. 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi lembaga pendidikan dalam mencegah tindak kekerasan melalui implementasi Program SRA. Menganalisis faktor pendorong dan penghambatnya, serta dampak dari implementasi Program SRA tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case studies). Dilaksanakan di lembaga pendidikan SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru wali kelas, guru bimbingan dan konseling, ketua tim pelaksana Program SRA, siswa, orang tua siswa, komite sekolah, serta pengawas sekolah. Validasi datanya menggunakan teknik triangulasi sumber. Meskipun Program SRA di lembaga pendidikan ini belum dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan yang diharapkan, karena disebabkan oleh berbagai keterbatasan kondisi di lapangan. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan. Strategi tersebut meliputi: 1) Strategi dalam pelaksanaan Program SRA. 2) Tindakan untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan di lingkungan sekolah. 3) Tindakan yang dilakukan jika terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah. 4) Mekanisme penanganan korban dan pelaku jika terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Faktor pendorong program yaitu menciptakan sekolah yang ramah anak, mengedepankan kepentingan terbaik siswa, serta patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Faktor penghambat program yaitu masih ditemukan orang tua siswa yang kurang berperan dalam mengawasi anak serta mendukung kebijakan sekolah. Masih adanya tenaga pendidik yang memegang pola pikir lama, kondisi peserta didik yang berada pada masa transisi usia, serta anggaran yang terbatas menghambat pemenuhan sarana dan prasarana SRA. Selain itu, implementasi Program SRA juga menunjukkan dampak yang positif. Karakter siswa berubah menjadi lebih baik dan tertib. Angka kekerasan dan perundungan menurun, guru cenderung lebih sabar, motivasi belajar siswa meningkat, serta siswa semakin betah berada di lingkungan sekolah.Child-Friendly Schools (SRA) is a program that strives to create a safe, comfortable, clean, healthy, inclusive, and violence-free educational environment. One educational institution that implements the SRA policy is SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. This policy is a follow-up to the Regulation of the Minister of Women's Empowerment and Child Protection No. 8 of 2014 concerning the Child-Friendly School Policy. In addition, the SRA Program also paves the way for the development of other policies that support children's safety and comfort while at school. Such as the assessment of the school safety climate through the Learning Environment Survey (SULINGJAR). As well as the implementation of PERMENDIKBUDRISTEK No. 46 of 2023 concerning the Prevention and Handling of Violence in Educational Unit Environments (PPKSP). The purpose of this study is to analyze the strategies of educational institutions in preventing acts of violence through the implementation of the SRA Program. Analyze the driving and inhibiting factors, as well as the impact of implementing the SRA Program. Using qualitative methods in case study research. Conducted at SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. The research targets were determined through purposive sampling: the principal, homeroom teachers, guidance and counseling teachers, the head of the SRA Program implementation team, students, parents, school committees, and school supervisors. Data validation used source triangulation techniques. Although the SRA Program at this educational institution has not been implemented optimally as expected due to various limitations in the field, the research results show that the institution has prepared strategic steps to prevent violence. These strategies include: 1) Strategies for implementing the SRA Program. 2) Actions to prevent cases of violence in the school environment. 3) Actions taken if a case of violence occurs in the school environment. 4) Mechanisms for handling victims and perpetrators if a case of violence occurs in the school environment. The program's driving factors include creating child-friendly schools that prioritize students' best interests and comply with applicable legal provisions. The program's inhibiting factors include parents who are still less involved in supervising their children and supporting school policies. The persistence of outdated mindsets among educators, the transitional age of students, and limited budgets hinder the provision of SRA facilities and infrastructure. Furthermore, the implementation of the SRA program has shown positive impacts. Students' character has changed for the better and become more disciplined. Rates of violence and bullying have decreased, teachers have become more patient, students' motivation to learn has increased, and students have become more comfortable in the school environment.
4857651981I1B019076Gambaran Gaya Belajar Mahasiswa Papua Di Unviversitas Jenderal SoedirmanABSTRAK
GAMBARAN GAYA BELAJAR MAHASISWA ASAL PAPUA
DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
Meri Sapari, Lita Heni Kusumawardani, Made Sumarwati.
Latar Belakang: Gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana peserta didik menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Pada perguruan tinggi, mahasiswa melakukan kegiatan belajarnya dengan gaya belajar yang berbeda. Diantara jenis gaya belajar adalah gaya belajar visual, auditori dan kenestetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran gaya belajar pada mahasiswa asal Papua di Universitas Jenderal Seodirman Purwokerto.
Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data terdiri dari sumber data primer (jawaban kuesioner) dan sumber data sekunder (dokumentasi dan obsaervasi). Sampel penelitian ini adalah 84 mahasiswa asal Papua yang kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif berupa rumus rata-rata (median) dan standar deviasi terhadap hasil jawaban responden pada kuesioner tentang kecenderungan gaya belajar visual, auditori, dan kenestetik.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar pada mahasiswa asal Papua di Universitas Jenderal Seodirman Purwokerto cenderung dominan adalah menggambarkan kecenderungan pada gaya belajar visual. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa asal Papua, jumlah sampel sebanyak 84 mahasiwa, dengan 31 kuesioner atau pernyataan. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata skor total tertinggi dari frekuensi jawaban responden dan persentase gaya belajar yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata gaya belajar visual sebesar 45,02 sampai dengan 49,79%, nilai rata-rata gaya belajar auditori sebesar 44,54% sampai dengan 38,14%, dan nilai rata-rata gaya belajar kenestetik adalah antara 43,16% sampai dengan 48-71%. Gaya belajar visual tertinggi urutan pertama pada mahasiswa fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan sebesar 43,3%-51,7%, peringkat kedua adalah fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik sebesar 43,3%-50%, dan peringkat ketiga adalah fakultas Ekonomi dan Bisnis sebesar 40,6%-52,5%.
Kesimpulan: Gaya belajar pada mahasiswa asal Papua di Universitas Jenderal Seodirman Purwokerto cenderung dominan adalah menggambarkan kecenderungan pada gaya belajar visual.
Kata Kunci: Gaya Belajar Visual, Auditori, Kenestetik, Mahasiswa Asal Papua.
ABSTRACT
DESCRIPTION OF THE LEARNING STYLES OF STUDENTS FROM PAPUA AT SOEDIRMAN UNIVERSITY IN PURWOKERTO
Meri Sapari, Lita Heni Kusumawardani, Made Sumarwati.
Background: Learning styles are a combination of how learners absorb, organize, and process information. In higher education, students learn using different learning styles. Among the types of learning styles are visual, auditory, and kinesthetic learning styles. The purpose of this study is to describe the learning styles of Papuan students at Jenderal Seodirman University in Purwokerto.
Methodology: The method used in this study is a quantitative descriptive method. The data sources consist of primary data (questionnaire answers) and secondary data (documentation and observation). The research sample is students from Papua who study at Jenderal Soedirman University in Purwokerto. Data analysis in this study used quantitative analysis in the form of the average (median) and standard deviation formulas for the respondents' answers on the questionnaire about visual, auditory, and kinesthetic learning style tendencies.
Research Results: The results of this study indicate that the learning style of Papuan students at Jenderal Seodirman University in Purwokerto tends to be predominantly visual. The population in this study was Papuan students, with a sample size of 84 students and 31 questionnaires or statements. This is evidenced by the highest average total score from the frequency of respondents' answers and the percentage of learning styles, which shows that the average visual learning style score is 45.02 to 49.79%, the average score for the auditory learning style was 44.54% to 38.14%, and the average score for the kinesthetic learning style was between 43.16% and 48-71%.
Conclusion: The learning style of Papuan students at Jenderal Seodirman University in Purwokerto tends to be predominantly visual.
Keywords: Visual, Auditory, Kinesthetic Learning Styles, Papuan Students.
4857751998I1E021042Pengaruh Latihan Sasaran Terhadap Kemampuan Servis Atas Siswa Putra Ekstrakurikuler Bola Voli SD Negeri 3 CibangkongLatar Belakang: Pada olahraga bola voli pemain harus menguasai teknik dasar yang ada agar permainan dapat berjalan. Salah satu teknik dasar yang perlu dikuasai adalah servis atas. Servis atas memiliki tingkat kesulitan serta peluang dalam memperoleh poin lebih tinggi, sehingga dibutuhkan latihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan servis atas. Salah satu metode latihan yang dapat diterapkan yaitu latihan menggunakan sasaran. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan sasaran terhadap kemampuan servis atas siswa putra esktrakurikuler bola voli di SD Negeri 3 Cibangkong.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan servis atas yaitu American Association for Health, Physical Education Recreation and Dance (AAHPERD). Data kemudian diolah menggunakan SPSS dengan teknik analisis Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis.

Hasil Penelitian: Penelitian ini menghasilkan uji paired sample t test dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti terjadi peningkatan kemampuan servis atas yang signifikan setelah diberikan latihan sasaran. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan servis atas sebesar 9,8 dari nilai 14 pada saat pre-test menjadi 23,8 saat post-test.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan sasaran terhadap kemampuan servis atas siswa putra esktrakurikuler bola voli di SD Negeri 3 Cibangkong dengan nilai signifikansi yaitu 0,000.
Background: In volleyball, players must master basic techniques in order to play the game. One of the basic techniques that must be mastered is the overhead serve. The overhead serve is more difficult and offers a higher chance of scoring points. Hence, proper training is needed to improve overhead serving skills. One training method that can be applied is target training. The purpose of this study was to determine the effect of target training on the overhead serve skills of male students in the volleyball extracurricular program at SD Negeri 3 Cibangkong.

Research Methodology: This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample was obtained through purposive sampling, providing 10 male students. The instrument used to measure overhead serve ability was the American Association for Health, Physical Education, Recreation, and Dance (AAHPERD). The data were then processed using SPSS, including Normality test, Homogeneity test, and Hypothesis Test analyses.

Research result: This study produced a paired-samples t-test with a significance level of 0,000, indicating a significant increase in overhead serve ability after practicing target training. The average overhead serve ability score increased by 9,8 from 14 on the pre-test to 23,8 on the post-test.

Conclusion: The target training affects the overhead serve ability of male students participating in extracurricular volleyball at SD Negeri 3 Cibangkong, with a significance value of 0.000.
4857851414I2B024040PENGARUH ATS (AUSTRALIAN TRIAGE SCALE) BERBASIS WEB TERHADAP KECEPATAN PENILAIAN TRIASE DAN PENENTUAN KLAIM PASIEN BPJS DI RSUD CILACAP PENGARUH ATS (AUSTRALIAN TRIAGE SCALE) BERBASIS WEB TERHADAP KECEPATAN PENILAIAN TRIASE DAN PENENTUAN KLAIM PASIEN BPJS DI RSUD CILACAP

Adhy At Ramliana1, Endang Triyanto2, Saryono3

Latar Belakang: Triase merupakan langkah awal penentuan prioritas pelayanan berdasarkan tingkat kegawatan pasien. Ketidaktepatan triase dapat memperlambat kecepatan Triase dan menyebabkan ketidaktepatan klaim BPJS. Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi triase, dikembangkan ATS berbasis web sebagai inovasi digital di IGD RSUD Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ATS berbasis web terhadap percepatan Triase dan penentuan klaim BPJS.
Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model Waterfall untuk merancang ATS berbasis web, dilanjutkan dengan uji validitas oleh enam pakar (I-CVI 0,83–1,00) serta uji reliabilitas menggunakan Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0,96). Tahap kedua merupakan true experiment dengan desain post-test only control group. Sampel terdiri dari 100 pasien yang dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi (ATS berbasis web) dan kontrol (triase manual). Analisis kecepatan penilaian Triase menggunakan Independent Samples t-test, sedangkan penentuan klaim BPJS dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test.
Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan rata-rata kecepatan triase time 2,10 menit, lebih cepat dibandingkan kontrol 4,77 menit (p < 0,001). Akurasi penentuan klaim BPJS pada kelompok intervensi sebesar 96%, lebih tinggi dibandingkan kontrol 82%. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,025 dengan Odds Ratio 5,26.
Kesimpulan: ATS berbasis web terbukti efektif dalam mempercepatan penilaian Triase dan meningkatkan akurasi penentuan klaim BPJS, sehingga layak diterapkan sebagai alat bantu keputusan klinis dalam pelayanan triase gawat darurat.
Kata Kunci: ATS (Australian Triage Scale) berbasis Web, kecepatan penilaian Triase, Klaim BPJS




1Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
THE EFFECT OF WEB-BASED ATS(AUSTRALIAN TRIAGE SCALE) ON THE SPEED OF TRIAGE ASSESSMENT AND DETERMINATION OF BPJS PATIENT CLAIMS AT CILACAP REGIONAL HOSPITAL

Adhy At Ramliana1, Endang Triyanto2, Saryono3


Background: Triage is the initial step in determining patient care priorities based on the level of clinical urgency. Inaccurate triage may delay kecepatan penilaian triaseand lead to inappropriate BPJS claim categorization. To enhance accuracy and efficiency, a web-based Australian Triage Scale (ATS) system was developed as a digital innovation in the Emergency Department of Cilacap Regional Hospital. This study aims to examine the effect of the web-based ATSon kecepatan penilaian triaseand BPJS claim priority.
Methods: The study was conducted in two stages. The first stage was Research and Development (R&D) using the Waterfall model to design the web-based ATS, followed by expert validation by six reviewers (I-CVI 0.83–1.00) and reliability testing using the Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0.96). The second stage employed a true experimental design with a post-test only control group. A total of 100 patients were randomly assigned to the intervention group (web-based ATS) and the control group (manual triage). Speed of triage assessment was analyzed using the Independent Samples t-test, while determination BPJS claim was assessed using Fisher’s Exact Test.
Results: The intervention group demonstrated a mean kecepatan penilaian triase of 2.10 minutes, faster than the control group at 4.77 minutes (p < 0.001). The accuracy of BPJS claim priority in the intervention group reached 96%, higher than the control group at 82%. Fisher’s Exact Test yielded p = 0.025 with an Odds Ratio of 5.26.
Conclusion: The web-based ATS is proven effective in reducing kecepatan penilaian triaseand improving the accuracy of BPJS claim priority, making it a feasible clinical decision-support tool for emergency triage services.
Keywords: Web-based ATS(Australian Triage Scale), Speed of triage assessment, BPJS Claim




1Graduate Student of the Master's Program in Nursing, Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
2Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
4857951993I1E021004Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas Sebagai Prasarana Kegiatan CampingPENDAHULUAN
Pendidikan jasmani pada umumnya adalah komponen integral dari pendidikan. Pendidikan jasmani memberikan anak peluang untuk belajar tentang beragam aktivitas secara fisik, mental, sosial, emosional dan moral memelihara dan mengembangkan potensi mereka (Mustafa, 2022). Pendidikan jasmani memiliki ruang lingkup diantaranya: permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, aktivitas air, kesehatan, dan pendidikan luar kelas (Tifal, 2023). Pendidikan luar kelas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas belajar anak melalui pembelajaran diluar sekolah. Pendidikan luar kelas adalah aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas atau sekolah dan di alam bebas. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan diluar kelas memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari pada kegiatan yang hanya dilakukan di dalam ruangan (Anggraini, 2021).
Pendayagunaan objek wisata alam De Gomblang merupakan upaya pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki secara optimal agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Menurut (Aliim & Darwis, 2023), Salah satu bentuk pendayagunaan tersebut dapat dilakukan melalui pengalokasian berbagai sumber daya kepada kelompok maupun individu dalam masyarakat. Pengalokasian ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Prasarana dan sarana dapat menjadi salah satu penunjang yang sangat penting agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan (Humagi et al., 2021).
Objek wisata sebagai prasarana pembelajaran aktivitas luar kelas saat ini telah banyak dijumpai pada setiap kabupaten atau kota yang ada di Indonesia salah satunya di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Wisata Alam De Gomblang memiliki pemandangan alam yang dapat digunakan sebagai spot foto yang indah. Aktivitas De Gomblang tidak sekedar melihat keindahan air terjun saja, pengunjung juga dapat trekking, hiking, dan camping.
Camping atau berkemah merupakan aktivitas yang biasa dilaksanakan dengan tidur di tenda dan di ruangan terbuka (Nurkhaliza et al., 2025). Kegiatan camping bertujuan untuk membina dan mengembangkan berbagai aspek peserta didik, meliputi ketahanan mental, kemandirian, moral, emosional, intelektual, serta kemampuan sosial lainnya. Hal tersebut sejalan dengan teori perkembangan kemandirian yang dikemukakan oleh Hurlock yang menjelaskan bahwa kemandirian anak mencakup kemampuan dalam mengelola diri sendiri, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan (Zahrok, 2025).
Objek Wisata De Gomblang bisa dijadikan sebagai prasarana pendidikan luar kelas khususnya kegiatan camping. Hal ini dibuktikan dengan adanya area camping dan beberapa kalangan dari pelajar, umum, dan komunitas pecinta alam yang sudah melaksanakan kegiatan camping di Objek Wisata Alam De Gomblang. Namun, dalam kegiatan camping di wisata tersebut belum optimal hal ini dikarenakan pengunjung belum dapat mendayagunakan untuk pendidikan luar kelas khususnya kegiatan camping. Di samping itu, belum banyak di angkat tema terkait hal tersebut, sehingga, penulis tertarik untuk mengkaji dengan judul ‘‘Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas Sebagai Prasarana Kegiatan Camping.’’

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Wisata Alam De Gomblang serta di sekolah-sekolah yang telah melaksanakan kegiatan aktivitas luar kelas di objek wisata tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025. Subjek penelitian terdiri atas dua guru PJOK dari SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto dan dua guru PJOK dari SMA Negeri 1 Banyumas. Selain itu, responden juga melibatkan siswa tingkat SMA sederajat, yaitu 11 siswa dari SMA Negeri 1 Banyumas dan 28 siswa dari SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Pemilihan informan dilakukan berdasarkan kriteria bahwa mereka telah mengikuti kegiatan aktivitas luar kelas di Objek Wisata Alam De Gomblang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas dapat didayagunakan sebagai prasarana kegiatan camping yang bersifat edukatif dan rekreatif. Pendayagunaan objek wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran luar kelas yang mendukung pengembangan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar langsung di alam terbuka. Pemanfaatan lingkungan alam sebagai ruang belajar memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan (Hidayat, 2022).
Kegiatan camping sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas selaras dengan konsep experiential learning yang menekankan pengalaman nyata sebagai sumber pembelajaran. Melalui aktivitas di alam terbuka, peserta didik memperoleh pengalaman sosial dan emosional yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa pembelajaran luar kelas mampu meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik karena adanya interaksi langsung dengan lingkungan dan kelompok (Kurniawan et al., 2025).
Pendayagunaan objek wisata sebagai sarana pendidikan juga menunjukkan adanya integrasi antara sektor pariwisata dan pendidikan. Lingkungan wisata yang memiliki potensi alam, ruang terbuka, serta fasilitas dasar memungkinkan kegiatan pembelajaran berlangsung secara kontekstual dan bermakna. Menurut Priatna (2022), fasilitas dan prasarana wisata merupakan unsur penting dalam mendukung aktivitas pengunjung, termasuk kegiatan edukatif, karena berperan dalam menciptakan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas yang dilakukan di kawasan wisata.
Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa Wisata Alam De Gomblang telah dimanfaatkan oleh sekolah sebagai lokasi kegiatan aktivitas luar kelas, khususnya camping pendidikan. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa objek wisata memiliki nilai edukatif yang relevan dengan tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dan penguatan karakter peserta didik. Dengan demikian, pendayagunaan kawasan wisata sebagai prasarana pendidikan dapat menjadi alternatif inovatif dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman di luar ruang kelas.

Faktor Pendukung Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai Prasarana Kegiatan Camping
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor pendukung utama dalam pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai prasarana kegiatan camping. Faktor pertama adalah kondisi alam dan lokasi yang masih asri serta strategis. Lingkungan alam yang alami memberikan suasana belajar yang kondusif sehingga peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan alam sekaligus meningkatkan pengalaman belajar yang autentik. Lingkungan alami diketahui memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, serta kesehatan mental peserta didik dalam kegiatan pendidikan luar kelas (Kurniawan et al., 2025).
Faktor pendukung berikutnya adalah ketersediaan fasilitas dan prasarana dasar yang cukup memadai. Fasilitas seperti area camping ground, sumber air bersih, toilet, tempat ibadah, dan area terbuka menjadi unsur penting dalam menunjang keberlangsungan kegiatan camping. Menurut Priatna (2022), keberadaan fasilitas dasar merupakan indikator penting kelayakan suatu destinasi wisata karena fasilitas tersebut menentukan tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna.
Selain itu, aksesibilitas menuju lokasi yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau juga menjadi faktor pendukung utama. Kemudahan akses memungkinkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan luar kelas tanpa menghadapi kendala transportasi yang signifikan. Biaya yang terjangkau turut meningkatkan peluang pemanfaatan objek wisata sebagai lokasi kegiatan pendidikan secara berkelanjutan.
Faktor pendukung lainnya adalah tingginya nilai edukatif yang terkandung dalam kegiatan camping. Aktivitas camping mampu menumbuhkan kerja sama kelompok, komunikasi interpersonal, kepemimpinan, serta tanggung jawab individu. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan pendidikan jasmani yang menekankan perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik aspek fisik, sosial, maupun emosional (Hidayat, 2022).

Faktor Penghambat Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai Prasarana Kegiatan Camping
Meskipun memiliki potensi yang besar, pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai prasarana kegiatan camping masih menghadapi beberapa faktor penghambat. Faktor utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah keterbatasan fasilitas pendukung, khususnya pada aspek keselamatan dan kesehatan. Belum tersedianya fasilitas keselamatan yang lengkap, seperti perlengkapan P3K yang memadai, menjadi perhatian penting karena kegiatan camping termasuk aktivitas luar ruang yang memiliki risiko tertentu.
Faktor penghambat berikutnya adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang belum sepenuhnya optimal. Beberapa bagian jalan masih memerlukan perbaikan sehingga dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan peserta kegiatan. Aksesibilitas merupakan komponen penting dalam pengembangan destinasi wisata edukatif karena berkaitan langsung dengan kemudahan mobilitas pengunjung (Priatna, 2022).
Selain itu, aspek keamanan dan sistem pengelolaan masih memerlukan peningkatan. Meskipun kegiatan camping tetap dapat berlangsung dengan pengawasan guru dan aturan kegiatan yang jelas, penguatan sistem mitigasi risiko dan manajemen keamanan tetap diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna. Pengelolaan destinasi wisata yang optimal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan kawasan wisata sebagai sarana pendidikan (Kurniawan et al., 2025).
Secara keseluruhan, faktor penghambat yang ditemukan tidak menghilangkan potensi Wisata Alam De Gomblang sebagai lokasi camping edukatif, namun menunjukkan perlunya peningkatan fasilitas, aksesibilitas, serta sistem pengelolaan agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas sebagai prasarana kegiatan camping, dapat disimpulkan bahwa pendayagunaan objek wisata merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui pembagian peran serta pemanfaatan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian masing-masing pihak, Wisata Alam De Gomblang mampu meningkatkan nilai guna wisata, mendukung kegiatan edukatif dan rekreatif, serta memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Pendayagunaan tersebut didukung oleh kondisi alam yang asri dan strategis, ketersediaan fasilitas dasar yang cukup memadai, aksesibilitas yang relatif mudah dan terjangkau, serta nilai edukatif kegiatan camping yang mendukung pembelajaran luar kelas dan penguatan karakter peserta didik. Namun demikian, pemanfaatannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas pendukung terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan, kondisi akses jalan yang belum optimal, serta sistem keamanan dan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaan kegiatan camping dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian, sekolah diharapkan terus memanfaatkan Wisata Alam De Gomblang sebagai sarana pembelajaran luar kelas melalui kegiatan camping dengan perencanaan yang matang, terutama terkait keselamatan dan keterkaitan dengan tujuan pembelajaran. Pengelola wisata diharapkan meningkatkan fasilitas pendukung, khususnya aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan, serta menyusun pedoman kegiatan camping edukatif dan memperkuat kerja sama dengan pihak sekolah. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan cakupan yang lebih luas dan sudut pandang berbeda agar hasil kajian menjadi lebih mendalam dan komprehensif.
UTILIZATION OF THE DE GOMBLANG KEDUNGBANTENG
BANYUMAS NATURAL TOURISM OBJECT AS
CAMPING ACTIVITY INFRASTRUCTURE

PENDAYAGUNAAN OBJEK WISATA ALAM DE GOMBLANG KEDUNGBANTENG BANYUMAS SEBAGAI
PRASARANA KEGIATAN CAMPING

1Ayu Sri Lestari, 2Indra Jati Kusuma, 3Bayu Suko Wahono

1Student of Physical Education Department, Faculty of Health Sciences,
Jenderal Soedirman University, 2,3Lecturer of Department of Physical Education,
Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Department of Physical Education, Faculty of Health Science
Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia
Jl.Dr.Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Telp (0281) 642838
Email: ayusrilestari7878@gmail.com

ABSTRACT

Background: Physical education plays an important role in developing students’ overall potential, one of which is through outdoor education. Outdoor learning utilizes nature as a meaningful learning medium, particularly through camping activities that foster cooperation, independence, responsibility, and environmental awareness. De Gomblang Nature Tourism Village in Banyumas Regency has natural potential and supporting facilities for such activities; however, its utilization as an outdoor education facility has not been fully optimized. Therefore, this study aims to examine the utilization of De Gomblang Nature Tourism as a facility for camping activities.

Methodology: This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this qualitative research used the Miles and Huberman model. The informants consisted of physical education teachers or accompanying teachers, managers of De Gomblang Nature Tourism Village, and students.

Research Results: The results show that De Gomblang Nature Tourism, Kedungbanteng, Banyumas, has been utilized as an educational camping facility through experiential-based outdoor learning. This utilization is supported by its natural and strategic location, the availability of adequate basic facilities, relatively good accessibility with affordable costs, and the educational value of camping activities. However, several obstacles remain, including limited supporting infrastructure, suboptimal road access conditions, security aspects that need improvement, and management readiness that has not yet been fully optimized.

Conclusion: The De Gomblang Natural Tourism Site in Kedungbanteng, Banyumas, can be utilized as a facility for educational and recreational camping activities. The supporting factors include its natural and strategic environment, adequate basic facilities, relatively easy and affordable access, and educational value that supports outdoor learning. Meanwhile, the inhibiting factors include limitations in supporting facilities, particularly related to safety and health, suboptimal road access, as well as security and management systems that still require improvement.

Keywords: Facility Utilization, Camping, De Gomblang Nature Tourism Village

4858052063C1I019007THE EFFECT OF QRIS USE, ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM, AND ORGANIZATIONAL CULTURE ON SMEs PERFORMANCE IN BANYUMAS REGENCY
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas berperan penting dalam ekonomi daerah, namun masih menghadapi hambatan seperti rendahnya adopsi teknologi digital, pencatatan keuangan yang belum optimal, dan tata kelola organisasi yang lemah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan QRIS, Sistem Informasi Akuntansi, dan budaya organisasi terhadap kinerja UKM. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 74 UKM sektor makanan dan minuman yang tersebar di Kabupaten Banyumas dengan metode purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan QRIS berpengaruh terhadap kinerja UKM karena mempercepat transaksi, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pertumbuhan penjualan dan pendapatan. QRIS mencerminkan pemanfaatan sumber daya teknologi strategis yang memperkuat perspektif Resource Based View (RBV) Theory. Sebaliknya, Sistem Informasi Akuntansi dan budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja UKM karena penerapannya masih terbatas dan informal. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan adopsi QRIS melalui literasi digital, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan daya saing UKM secara berkelanjutan.
Kata Kunci: QRIS, Sistem Informasi Akuntansi, Budaya Organisasi, Kinerja UKM
Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas Regency play an important role in the regional economy, but still face obstacles such as low adoption of digital technology, suboptimal financial recording, and weak organizational governance. This study aims to analyze the effect of QRIS usage, Accounting Information Systems, and organizational culture on SMEs performance. A quantitative approach was used through a survey of 74 food and beverage SMEs spread across Banyumas Regency using purposive sampling, and the data was analyzed using multiple linear regression. The results show that QRIS affects SMEs performance by speeding up transactions, increasing efficiency, and encouraging sales and revenue growth. QRIS reflects the utilization of strategic technological resources that strengthen the Resource Based View (RBV) Theory perspective. Conversely, Accounting Information Systems and organizational culture do not affect SMEs performance because their implementation is still limited and informal. Practically, the results of this study emphasize the importance of increasing QRIS adoption through digital literacy, training, and mentoring to improve the competitiveness of SMEs in a sustainable manner.
Keywords : QRIS, Accounting Information System, Organizational Culture, SMEs Performance