Artikelilmiahs
Menampilkan 48.701-48.720 dari 48.724 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48701 | 52089 | J1E019044 | Utilizing “Jeopardy” in Teaching English to Improve Students’ Reading Comprehension | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman membaca siswa dalam teks bahasa Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji efektivitas Jeopardy Game dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa, (2) mengidentifikasi aspek membaca yang mengalami peningkatan paling signifikan setelah intervensi, dan (3) mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan Jeopardy Game dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pre-test dan post-test). Sampel penelitian berjumlah 35 siswa dari kelas XII C yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes (pre-test dan post-test) dan kuesioner tertutup dengan skala Likert. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test, sementara data kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa yang signifikan, yaitu dari 52.71 pada pre-test menjadi 69.71 pada post-test. Lebih lanjut, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001 (p < 0.05), yang berarti hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Jeopardy Game secara efektif meningkatkan pemahaman membaca siswa secara signifikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek kemampuan menentukan ide pokok dan pemahaman kosakata, diikuti oleh kemampuan mengidentifkasi informasi spesifik, dan inferensi. Selain itu, hasil kuesioner mengonfirmasi bahwa siswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap penggunaan Jeopardy Game dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata pada setiap aspek yang melebihi 3,00. | This research addressed the issue of students’ low reading comprehension in English texts. Therefore, the aims of this research were: (1) to determine the effectiveness of the Jeopardy Game in improving students’ reading comprehension skills, (2) to identify the reading aspects that showed the most significant improvement after the intervention, and (3) to examine students’ perceptions of the implementation of the Jeopardy Game in English language learning. A quantitative approach with a pre-experimental research design (one-group pre-test and post-test) was used in this study. The research population consisted of all twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Karangreja, with a sample of 35 students from class XII C selected through a purposive sampling technique. The research instruments included tests (pre-test and post-test) and a closed-ended questionnaire. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon-Signed Rank Test for hypothesis testing, while descriptive statistics were used to analyze the questionnaire data. The findings indicated a statistically significant improvement in students’ reading comprehension, with the mean score increasing from 52.71 in the pre-test to 69.71 in the post-test. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected. These results confirm that the Jeopardy Game was effective in improving students’ reading comprehension skills. Further analysis revealed that acknowledging the main idea and understanding vocabulary showed the most substantial gains, followed by skills in identifying specific information and making inferences. Furthermore, the questionnaire results confirmed that students had a very positive perception of using the Jeopardy Game in learning English, as indicated by the mean score for each aspect exceeding 3.00. | |
| 48702 | 45588 | L1B018037 | KUALITAS AIR TAMBAK DAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN APLIKASI MINERAL DI PT BIRU LAUT NUSANTARA, PANGANDARAN, JAWA BARAT | Sistem budidaya udang intensif yang mulai berkembang di Indonesia membutuhkan pengelolaan kualitas air yang baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi ideal agar udang dapat tumbuh dengan optimal. Aplikasi mineral dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi kualitas air dan meningkatkan daya dukung tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kualitas air dan laju pertumbuhan udang dengan aplikasi mineral. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif pada tambak budidaya udang di PT Biru Laut Nusantara. Data yang diperoleh berupa nilai kualitas air dan data pertumbuhan udang. Mineral yang diaplikasikan ke dalam tambak berupa CaCO3, CaCl, MgCl, NaHCO3, Azomite, Alkaset, dan Mingrow. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa pemberian mineral dapat mempertahankan kualitas air sesuai dengan kebutuhan udang untuk tumbuh dengan optimal. Pertumbuhan udang dengan aplikasi mineral diperoleh berat udang akhir sebesar 23,20 g, nilai rata – rata laju pertumbuhan harian sebesar 0,32 g/d, kelulushidupan udang sebesar 81%, dan nilai rata – rata konversi pakan sebesar 1,27. | The intensive shrimp cultivation, which is begin to develop in Indonesia, requires good water quality management. It is aimed to maintain ideal conditions for optimal shrimp growth. Mineral application needed to maintain water quality conditions in order to increase carrying capacity of ponds. The purpose of this study was to determine the water quality values and shrimp growth rates with mineral application. This research used participatory methods in shrimp cultivation ponds at PT Biru Laut Nusantara. Data obtained were water quality values and shrimp growth rates. Minerals applied to the ponds were CaCO3, CaCl, MgCl, NaHCO3, Azomite, Alkaset, and Mingrow. Based on the observations, it was found that mineral application could maintain water quality in accordance with the needs of shrimp to grow optimally. Shrimp growth with mineral application resulted in a final shrimp weight of 23.20 g, an average daily growth rate of 0.32 g/d, a shrimp survival rate of 81%, and an average feed conversion ratio of 1.27. | |
| 48703 | 52083 | C1B022051 | Analisis Peran Profitability sebagai Pemediasi Pengaruh Growth Opportunity terhadap Cash Holding Didukung dengan Pengujian Pengaruh Leverage terhadap Cash Holding | Penelitian ini difokuskan pada analisis peran profitability sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara growth opportunity dan cash holding serta menganalisis pengaruh leverage terhadap cash holding pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Kebijakan cash holding menjadi penting pada industri yang bersifat capital intensive dan menghadapi ketidakpastian ekonomi serta tingginya biaya operasional sehingga perusahaan perlu menjaga ketersediaan dana internal untuk menjamin kelangsungan aktivitas operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis varians. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa growth opportunity tidak berperan langsung dalam menentukan cash holding, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitability dan profitability memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Selain itu, leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan cadangan kas dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, sedangkan peningkatan utang cenderung menurunkan jumlah kas yang dapat dipertahankan. | This study examines the mediating role of profitability in the between growth opportunity and cash holdings, as well as the effect of leverage on cash holdings in transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021-2025. Cash holdings policy is particularly important in capital intensive industries that face high operational cost and economic uncertainty. This research applies a quantitative associative design using the PLS-SEM technique. The findings indicate that growth opportunity has no direct effect on cash holdings, but it has a positive and significant influence on profitability. Profitability is found to positively and significantly affect cash holdings, while leverage show a negative effect on cash holdings. These results suggest that the company’s ability to generate profits plays a key role in determining the level of cash reserves, whereas higher debt levels tend to reduce the amount of cash retained by the firm. | |
| 48704 | 52084 | D1A022184 | Korelasi Kondisi Lingkungan Kandang dengan Performa Ayam Broiler pada Ketinggian Lantai yang Berbeda | Artikel berjudul “Korelasi Kondisi Lingkungan Kandang dengan Performa Ayam Broiler pada Ketinggian Lantai yang Berbeda”. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan kandang (suhu, kelembaban, dan heat indeks) dengan performa ayam broiler, serta mengetahui perbedaan performa ayam broiler pada ketinggian lantai kandang yang berbeda di kandang CV Dian Pratama yang dilaksanakan selama satu periode dari tanggal 17 September – 25 Oktober 2024 di Desa Bogohan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler dengan Strain Cobb CP-707 dengan populasi setiap lantainya berjumlah 16.000, pakan berupa S00 untuk umur 1 sampai 10 hari, S11 untuk umur 11 sampai 18 hari, S12G untuk umur 19 hari sampai panen atau akhir periode, vaksin, dan peralatan penunjang produksi lainnya. Metode analisis menggunakan analisis Korelasi Pearson dan Analisis Variansi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, kelembapan, heat index, pertambahan bobot badan harian (PBBH), deplesi, feed conversion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Hasil uji korelasi menunjukkan suhu dan heat index memiliki hubungan yang bervariasi terhadap performa produksi, dengan kecenderungan korelasi negatif terhadap PBBH dan IP serta korelasi positif terhadap FCR dan deplesi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketinggian lantai kandang (0 m, 2 m, dan 4 m) tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap performa produksi (P>0,05) dengan rata PBBH pada masing-masing lantai sebesar 62,79±34,30 g; 62,77±37,72 g; dan 59,94±37,64 g. Nilai deplesi berturut-turut sebesar 2,18±2,06%; 2,17±2,01%; dan 1,54±1,39%. FCR relatif seragam yaitu 1,35±0,13; 1,35±0,16; dan 1,36±0,15, sedangkan IP sebesar 281,49±90,50; 281,63±87,03; dan 280,39±81,07. Kondisi lingkungan kandang menunjukkan hubungan nyata yang negatif dimana semakin tinggi suhu dan heat index berdampak menurunkan performa produksi, sedangkan kelembaban mempunyai hubungan yang tidak nyata terhadap performa produksi ayam broiler. | The article entitled “Correlation between Housing Environmental Conditions and Broiler Chicken Performance at Different Floor Heights Introduction” aims to analyze the relationship between temperature, humidity, and heat index with broiler chicken performance and evaluate performance differences at floor heights of 0 m, 2 m, and 4 m. The study was conducted at the CV Dian Pratama poultry house in Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java, over a period of one month (September 17–October 25, 2024). The material used was Cobb CP-707 broiler chickens with a population of 16,000 birds per floor. Feed included S00 (1–10 days), S11 (11–18 days), and S12G (19 days–harvest), vaccines. The analysis methods used Pearson's correlation and ANOVA test. The parameters observed included temperature, humidity, heat index, daily weight gain (DWG), depletion, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The results showed that temperature and heat index tended to be negatively correlated with DGW and PI and positively correlated with FCR and depletion. However, floor height had no significant effect (P>0.05). The average DGM ranged from 59.94 to 62.79 g, depletion from 1.54 to 2.18%, FCR from 1.35 to 1.36, and PI from 280.39 to 281.69. The environmental conditions of the coop show a clear negative correlation, whereby higher temperatures and heat indices have a negative impact on production performance, while humidity has no significant effect on broiler chicken production performance. | |
| 48705 | 52087 | C1C022010 | Pengaruh Integritas, Kompetensi Aparatur Desa, Sistem Pengendalian Internal, dan Transparansi terhadap Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas, kompetensi aparatur desa, sistem pengendalian internal, dan transparansi terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Banyumas. Dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan dana desa masih menghadapi risiko fraud seperti penyalahgunaan anggaran, kegiatan fiktif, penggelembungan biaya, dan penyimpangan laporan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan fraud yang efektif melalui penguatan faktor-faktor internal dalam pemerintah desa seperti integritas, kompetensi aparatur desa, sistem pengendalian internal, dan transparansi yang diyakini mampu mencegah fraud. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada aparatur desa yang terlibat dalam proses pengelolaan dana desa. Sampel penelitian terdiri dari perwakilan Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD) yang meliputi kepala desa, sekretaris desa, kepala urusan dan kepala seksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dan transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Artinya, semakin baik sistem pengendalian internal dan semakin tinggi tingkat transparansi, maka upaya pencegahan fraud akan semakin efektif. Sistem pengendalian internal yang berjalan dengan baik mampu mempersempit peluang terjadinya fraud melalui mekanisme pengawasan dan pemisahan tugas yang jelas. Transparansi mendorong keterbukaan informasi sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan dana desa. Sementara itu, integritas dan kompetensi aparatur desa tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan nilai moral dan kemampuan individu belum cukup memberikan dampak nyata terhadap upaya pencegahan fraud apabila tidak didukung oleh mekanisme pengendalian yang kuat dan keterbukaan informasi yang memadai. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan penguatan sistem pengendalian internal serta meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa melalui penyampaian informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan pengawasan yang sistematis dan keterbukaan informasi yang konsisten, pengelolaan dana desa diharapkan dapat berjalan lebih akuntabel, transparan, dan mampu meminimalkan risiko terjadinya fraud. | This study aims to examine the effect of integrity, village officials’ competence, internal control systems, and transparency on fraud prevention in the management of village funds in Banyumas Regency. Village funds, which are sourced from the State Budget, play a significant role in supporting local governance, development, and community empowerment at the village level. However, in practice, the management of village funds remains vulnerable to fraud risks, such as budget misappropriation, fictitious activities, cost inflation, and reporting irregularities. These conditions highlight the importance of implementing effective fraud prevention strategies by strengthening internal factors within village governments, including integrity, competence, internal control systems, and transparency. The research employed a quantitative method using a survey approach. Data were collected through questionnaires distributed to village officials involved in village fund management. The sample consisted of representatives of the Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD), including village head, village secretaries, head of affairs, and section heads. The data were analyzed using multiple linear regression to examine the effect of each independent variable on fraud prevention as the dependent variable. The results indicate that internal control systems and transparency have a positive and significant effect on fraud prevention. This finding suggests that stronger internal control systems and higher levels of transparency contribute to more effective fraud prevention. An effective internal control system reduces opportunities for fraud through proper supervision and clear segregation of duties. Transparency enhances information disclosure, enabling the community to participate in monitoring village fund management. In contrast, integrity and the competence of village officials do not have a significant effect on fraud prevention. These findings suggest that moral values and individual capabilities alone are insufficient to significantly influence fraud prevention efforts without the support of strong control mechanisms and adequate transparency. The implications of this study emphasize the need for village and local governments to prioritize strengthening internal control systems and improving transparency in village fund management by ensuring that relevant information is easily accessible to the public. Through systematic oversight and consistent information disclosure, village fund management is expected to become more accountable, transparent, and capable of minimizing the risk of fraud. | |
| 48706 | 52088 | C1B022058 | Pengaruh Esg Disclosure, Profitability, Dan Asset tangibility Terhadap Leverage Dengan Financial health Sebagai Moderasi Pada Hubungan Esg Disclosure | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menganalisis pengaruh ESG disclosure, profitability, dan asset tangibility terhadap leverage dengan financial health sebagai moderasi pada hubungan ESG disclosure dan leverage. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor energy dan consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel yang diolah menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian pada perusahaan energy menunjukkan bahwa (1) ESG disclosure berpengaruh positif signifikan terhadap leverage, (2) profitability tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage, (3) asset tangibility tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage, (4) financial health terbukti memperlemah pengaruh positif ESG disclosure terhadap leverage. Sementara itu, pada perusahaan consumer non-cyclical menunjukkan bahwa (1) ESG disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage, (2) profitability berpengaruh negatif signifikan terhadap leverage, (3) asset tangibility berpengaruh negatif signifikan terhadap leverage (4) financial health tidak memoderasi hubungan antara ESG disclosure terhadap leverage. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa determinan leverage berbeda pada setiap sektor industri. Pada sektor energy, pengungkapan ESG dapat menjadi sinyal positif untuk meningkatkan akses pendanaan berbasis utang, sedangkan pada sektor consumer non-cyclical keputusan leverage lebih dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan. | This study is a quantitative research aimed at analyzing the effect of ESG disclosure, profitability, and asset tangibility on leverage, with financial health serving as a moderating variable in the relationship between ESG disclosure and leverage. The research populations are energy and consumer non-cyclical sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. The sample was determined using purposive sampling, with secondary data obtained from annual reports and sustainability reports. Data analysis was conducted using panel data regression processed with Eviews 13. The results for energy sector companies indicate that (1) ESG disclosure has a significant positive effect on leverage, (2) profitability have no significant effect on leverage, (3) asset tangibility have no significant effect on leverage and (4) financial health weakens the positive effect of ESG disclosure on leverage. Meanwhile, the results for consumer non-cyclical companies show that (1) ESG disclosure has no significant effect on leverage, (2) profitability have a significant negative effect on leverage, (3) asset tangibility have a significant negative effect on leverage and (4) financial health does not moderate the relationship between ESG disclosure and leverage. The study concludes that the determinants of corporate leverage differ across industry sectors. In the energy sector, ESG disclosure can serve as a positive signal to improve access to debt financing, while in the consumer non-cyclical sector, leverage decisions are more influenced by internal company factors. | |
| 48707 | 52090 | C1H022030 | THE INFLUENCE OF CAREER PATH AND SOCIAL SUPPORT ON EMPLOYEE PERFORMANCE WITH PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT AS A MEDIATING VARIABLE | Penelitian ini mengkaji pengaruh career path dan social support terhadap employee performance dengan psychological empowerment sebagai variabel mediasi dalam konteks karyawan perusahaan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan teknik survei. Data dikumpulkan dari 58 karyawan Gudang Kosmetik Purwokerto (GKP) yang berlokasi di Purwokerto. Data dianalisis menggunakan analisis regresi dan uji mediasi untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa career path dan social support memiliki pengaruh terhadap psychological empowerment, yang selanjutnya berperan dalam meningkatkan employee performance. Selain itu, psychological empowerment terbukti berfungsi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara career path dan employee performance, serta antara social support dan employee performance. Hasil ini menegaskan bahwa kejelasan jalur karier dan dukungan sosial di tempat kerja dapat memperkuat rasa berdaya secara psikologis pada karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja mereka. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa organisasi perlu memperhatikan pengembangan jalur karier yang terstruktur dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif guna mengoptimalkan pemberdayaan psikologis dan kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa (1) Jenjang Karir berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan, (2) Dukungan Sosial berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan, (3) Jenjang Karir berpengaruh positif terhadap Pemberdayaan Psikologis (4) Dukungan Sosial berpengaruh positif terhadap Pemberdayaan Psikologis (5) Pemberdayaan Psikologis memediasi Jenjang Karir dan Dukungan Sosial pada karyawan Gudang Kosmetik Purwokerto, Implikasi dari penelitian ini menunjukan bahwa penelitian ini mendukung Teori Pertukaran Sosial, yang menjelaskan bahwa hubungan timbal balik antara organisasi dan karyawan terbentuk melalui dukungan yang diberikan oleh organisasi. Dukungan ini meningkatkan respons psikologis karyawan dalam bentuk pemberdayaan psikologis, yang kemudian memperkuat peningkatan kinerja. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap kinerja bersifat kontekstual, sehingga tidak selalu memiliki pengaruh langsung pada setiap organisasi, terutama dalam pekerjaan operasional dan terstruktur. | This study examines the effect of career path and social support on employee performance with psychological empowerment as a mediating variable in the context of company employees. The study uses a quantitative design with a survey technique. Data were collected from 58 employees of Gudang Kosmetik Purwokerto (GKP) located in Purwokerto. The data were analyzed using regression analysis and mediation tests to examine the direct and indirect relationships between variables. The findings show that career paths and social support have an influence on psychological empowerment, which in turn plays a role in improving employee performance. In addition, psychological empowerment was found to function as a mediating variable in the relationship between career paths and employee performance, as well as between social support and employee performance. These results confirm that clarity of career paths and social support in the workplace can strengthen employees' psychological empowerment, which ultimately impacts their performance. This study implies that organizations need to pay attention to developing structured career paths and creating a supportive work environment to optimize psychological empowerment and employee performance. The results of this study demonstrate that (1) Career Path has a positive effect on Employee Performance, (2) Social Support has a positive effect on Employee Performance, (3) Career Path has a positive effect on Psychological Empowerment, and (4) Social Support has a positive effect on Psychological Empowerment (5) Psychological Empowerment mediates the relationship between Career Path and Social Support among employees at the Gudang Kosmetik Purwokerto. The implications of this study indicate that it supports Social Exchange Theory, which explains that the reciprocal relationship between the organization and employees is formed through the support provided by the organization. This support enhances employees’ psychological responses in the form of psychological empowerment, which in turn strengthens performance improvement. These findings also indicate that the influence of psychological empowerment on performance is contextual, meaning it does not always have a direct impact on every organization, particularly in operational and structured work settings. | |
| 48708 | 52067 | B1A022187 | Pengaruh Interaksi antara BAP dan IAA pada Perkembangan Tunas Mikro Pisang Kepok Kuning dalam Kultur In Vitro | Pisang kepok kuning (Musa acuminata × balbisiana, ABB Group) merupakan salah satu varietas pisang unggulan Indonesia karena pemanfaatannya yang luas dalam industri pengolahan pangan, seperti produksi keripik pisang, pisang salai, serta tepung pisang. Namun demikian, produksinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan ketersediaan bibit yang sehat serta serangan beberapa penyakit penting. Penyakit tersebut antara lain penyakit Panama yang disebabkan oleh jamur Fusarium, penyakit darah akibat infeksi bakteri Ralstonia syzygii subsp. celebesensis, serta penyakit Moko yang tergolong sebagai bacterial wilt. Perbanyakan pisang secara konvensional relatif lama dan menghasilkan bibit yang tidak seragam serta rentan menyebarkan penyakit. Permasalahan keterbatasan bibit dapat diatasi melalui pemanfaatan teknik kultur tanaman secara in vitro dengan pemberian zat pengatur tumbuh, khususnya sitokinin dan auksin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi interaksi antara 6-Benzylaminopurine (BAP) dan Indole-3-acetic acid (IAA) terhadap perkembangan tunas mikro pisang kepok kuning pada sistem kultur in vitro, sekaligus menentukan kombinasi konsentrasi kedua ZPT tersebut yang paling optimal dalam mendukung pertumbuhan tunas mikro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dalam pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi BAP yang terdiri atas empat taraf, yaitu 0, 4, 13, dan 27 µM, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi IAA dengan empat taraf, yaitu 0, 3, 6, dan 11 µM. Setiap kombinasi kedua faktor diulang tiga kali sehingga total unit percobaan menjadi 48. Dalam penelitian ini, BAP dan IAA ditetapkan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah perkembangan tunas mikro pisang kepok kuning pada kultur in vitro. Pengamatan dilakukan melalui beberapa parameter, yaitu jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, serta jumlah akar. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan 1%. Jika menunjukkan perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) taraf 5% serta regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara BAP dan IAA memberikan pengaruh terhadap pemanjangan tunas mikro pisang kepok kuning dalam kultur in vitro. Kombinasi perlakuan yang memberikan hasil terbaik terhadap peningkatan panjang tunas mikro diperoleh pada konsentrasi BAP 13 µM yang dikombinasikan dengan IAA 11 µM. | Kepok Kuning banana (Musa acuminata × balbisiana, ABB Group) is one of the important banana cultivars in Indonesia due to its extensive utilization in the food processing industry, particularly for products such as banana chips, smoked bananas, and banana flour. However, its production still faces several constraints, especially the limited availability of healthy planting materials and the occurrence of several major diseases. These include Panama disease caused by Fusarium fungi, blood disease resulting from infection by the bacterium Ralstonia syzygii subsp. celebesensis, and Moko disease, which is classified as a bacterial wilt. Conventional propagation methods require a relatively long time and often produce non-uniform planting materials that may also contribute to disease spread. One alternative to overcome the limitation of planting materials is the application of plant tissue culture techniques through in vitro culture with the addition of plant growth regulators, particularly cytokinins and auxins. Therefore, this study aimed to evaluate the interaction between 6-Benzylaminopurine (BAP) and Indole-3-acetic acid (IAA) on the development of yellow kepok banana microshoots under in vitro culture conditions and to determine the most effective combination of these plant growth regulators in promoting microshoot growth. This study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) arranged in a two-factor factorial treatment. The first factor was BAP concentration with four levels: 0, 4, 13, and 27 µM, while the second factor was IAA concentration with four levels: 0, 3, 6, and 11 µM. Each combination of the two factors was replicated three times, resulting in a total of 48 experimental units. In this study, BAP and IAA served as independent variables, while the dependent variable observed was the development of yellow kepok banana microshoots in in vitro culture. Observations were conducted using several parameters, including number of shoots, shoot length, number of leaves, and number of roots. Observation data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% and 1% significance levels. If significant differences were found, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level and regression analysis were performed. The interaction of BAP and IAA was found to affect the elongation of yellow kepok banana microshoots cultured in vitro. The best treatment combination for increasing microshoot length was obtained at 13 µM BAP combined with 11 µM IAA. | |
| 48709 | 51575 | H1B021094 | EVALUASI DIGITAL ELEVATION MODEL MENGGUNAKAN PENGUKURAN LANGSUNG DI DESA BANJARSARI, KALITAPEN. DAN KALIWANGI, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS | Digital Elevation Model (DEM) merupakan representasi digital permukaan bumi yang berperan penting dalam analisis geospasial, seperti pemetaan topografi, perencanaan wilayah, dan mitigasi bencana. Akurasi data DEM sangat menentukan kualitas hasil analisis spasial, sehingga evaluasi terhadap tingkat ketelitiannya menjadi hal yang penting. Penelitian ini dilakukan di Desa Banjarsari, Kalitapen, dan Kaliwangi, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, dengan tujuan mengevaluasi akurasi beberapa produk DEM dalam merepresentasikan elevasi permukaan bumi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan elevasi pada wilayah dengan variasi topografi. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan nilai elevasi dari tiga sumber data DEM, yaitu DEMNAS, SRTM, dan ALOS PALSAR, terhadap hasil pengukuran langsung menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Pengambilan data lapangan dilakukan pada titik-titik pengamatan tertentu, kemudian nilai elevasi dari masing-masing DEM diekstraksi menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Analisis statistik dilakukan dengan menghitung Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), Mean Bias Error (MBE), serta koefisien korelasi (r dan r²) untuk menilai tingkat akurasi masing-masing model DEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DEMNAS memiliki tingkat akurasi paling tinggi dengan nilai RMSE sebesar 0,325 meter dan tingkat kesalahan 2,63%, diikuti oleh SRTM dengan RMSE sebesar 0,537 meter dan kesalahan 7,86%, sementara ALOS PALSAR memiliki penyimpangan terbesar dengan RMSE mencapai 1,072 meter dan kesalahan 38%. Secara umum, DEMNAS dinilai paling representatif untuk digunakan sebagai sumber data elevasi di wilayah dengan variasi topografi seperti Desa Banjarsari dan sekitarnya. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengguna data geospasial dalam memilih sumber DEM yang sesuai untuk analisis topografi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. | The Digital Elevation Model (DEM) is a digital representation of the Earth’s surface that plays an important role in geospatial analysis, including topographic mapping, regional planning, and disaster mitigation. The accuracy of DEM data greatly influences the quality of spatial analysis results; therefore, evaluating its precision is essential. This study was conducted in Banjarsari, Kalitapen, and Kaliwangi Villages, Ajibarang District, Banyumas Regency, to assess the accuracy of several DEM products in representing surface elevation and to analyze the factors that cause elevation differences in areas with varied topography. The research method involved comparing elevation values from three DEM datasets—DEMNAS, SRTM, and ALOS PALSAR—with field measurements obtained using the Global Navigation Satellite System (GNSS). Field data were collected from specific observation points, and elevation values from each DEM were extracted using ArcGIS software. Statistical analysis was performed by calculating Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), Mean Bias Error (MBE), and correlation coefficients (r and r²) to evaluate the accuracy of each DEM model. The results showed that DEMNAS achieved the highest accuracy, with an RMSE of 0.325 meters and an error rate of 2.63%, followed by SRTM with an RMSE of 0.537 meters and an error rate of 7.86%. Meanwhile, ALOS PALSAR had the lowest accuracy with an RMSE of 1.072 meters and an error rate of 38%. Overall, DEMNAS is considered the most reliable and representative dataset for elevation analysis in areas with diverse topographic characteristics, such as the Banjarsari region. These findings are expected to serve as a reference for selecting suitable DEM data sources for topographic and geospatial analyses in similar regions. | |
| 48710 | 52091 | C1C019118 | PENGARUH OPINI AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2020 – 2024) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh opini audit, ukuran perusahaan, dan financial distress terhadap auditor switching pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI tahun 2020 – 2024”. Penelitian ini dilaksanakan pada kurun waktu 2020 – 2024 di mana pada masa itu gejolak ekonomi Indonesia disebabkan oleh terjadinya Covid-19 yang berdampak pada seluruh sektor ekonomi di Indonesia. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis apakah terdapat pengaruh opini audit, ukuran perusahaan dan financial distress terhadap auditor switching pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024. Manfaat teoritis pada penelitian ini selain untuk menambah wawasan mengenai auditor switching, juga untuk dapat membuktikan secara empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi auditor switching. Sedangkan manfaat praktis yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk kepentingan stakeholder dan shareholder sebagai sumber informasi keuangan yang dapat digunakan untuk dasar perencanaan kebijakan dan penilaian risiko di masa depan. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah agency theory yang menjelaskan hubungan keagenan antara pihak manajemen (agen) dengan pihak pemilik (prinsipal). Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 dengan total populasi sebanyak 38 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dan menghasilkan sebanyak 20 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Pada penelitian ini alat analisis yang digunakan untuk menganalisis data adalah aplikasi SPSS versi 25. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi logistik, yang di dalamnya terdapat uji kelayakan model hosmer and lemeshow, uji koefisien determinasi, uji wald, dan uji keseluruhan model, dan uji matriks klasifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) opini audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching (2) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap auditor switching (3) financial distress tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Implikasi dari penelitian ini bagi manajemen atau agen adalah untuk dasar penilaian risiko di masa depan agar dapat memberikan pertanggung jawaban kinerja perusahaan dalam bentuk informasi keuangan bagi stakeholder dan shareholder yang terkait. Sedangkan implikasi bagi pemilik adalah sebagai dasar untuk membuat perencanaan kebijakan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Keduanya berfokus pula untuk memberikan gambaran baru dalam dunia ekonomi, khususnya akuntansi. Kata Kunci : Opini Audit, Ukuran Perusahaan, Financial Distress, Auditor Switching | The research is titled “The Influence of Audit Opinion, Firm Size, and Financial Distress on Auditor Switching in Healthcare Sector Companies Listed on the IDX in 2020 - 2024”. This research was conducted in the period of 2020– 2024, during the economic instability after the COVID-19 pandemic, which affected all economic sectors in Indonesia. The purpose of this research is to test and analyze whether Audit Opinion, Firm Size, and Financial Distress have an influence on Auditor Switching in companies from the healthcare sectors listed on the IDX in 2020–2024. The theoretical benefit expected from this research, besides adding insight into auditor switching, is also to provide empirical evidence regarding the factors that affect auditor switching. Meanwhile, the practical benefit expected from this research is to serve the interests of stakeholders and shareholders as a source of financial information that can be used for the basis of policy planning and risk assessment in the future. The main theory used in this research is agency theory, which explains the agency relationship between management (agent) and owner (principal). The population in this research is healthcare industry companies listed on the IDX in 2020–2024, with a total population of 38 companies. The sampling technique used in this research is purposive sampling and resulted in a total of 20 companies according to the sample criteria. In this research, the analysis tool used for data analysis is SPSS version 25. The data analysis techniques used are descriptive statistics and logistic regression analysis, which include the Hosmer and Lemeshow goodness-of-fit test, the coefficient of determination test, the Wald test, the overall model test, and the classification matrix test. The results of this research show that: (1) Audit Opinion has no effect on auditor switching. (2) Firm size has no effect on auditor switching. (3) Financial distress has no effect on auditor switching. The implication of this research for management or agents is to serve as a basis for future risk assessment in order to provide accountability for the company’s performance in the form of financial information for related stakeholders and shareholders. Meanwhile, the implication for owners is as a basis for policy planning for the sustainability of the company. Both are also focused on providing new insights in the field of economics, especially accounting. Keywords: Audit Opinion, Firm Size, Financial Dsitress, Auditor Switch | |
| 48711 | 52066 | C1C022065 | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Audit Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Healthcare yang Terdaftar di BEI Tahun 2021-2024 | Penelitian ini mengkaji terkait faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit yaitu client importance, spesialisasi industri auditor, biaya audit, dan pendidikan ketua komite audit pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan sampel 25 perusahaan yang menghasilkan 100 titik observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ketua komite audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan client importance, spesialisasi industri auditor, biaya audit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasi bahwa perusahaan perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia ketua komite audit dengan fokus pada pendidikan dan kompetensi yang relevan untuk meningkatkan kualitas audit. | This study examines the factors influencing audit quality, namely client importance, auditor industry specialization, audit fee, and audit committee chairman’s education in healthcare sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021-2024. The research utilizes logistic regression analysis to test hypotheses on a sample of 25 companies, resulting in 100 observation points. The findings reveal that audit committee chairman’s education significantly influence audit quality, while client importance, auditor industry specialization, audit fee shows no significant effect. These results suggest that regulatory companies need to enhance the quality of human resources serving as chair of the audit committee by focusing on relevant education and competencies to increase audit quality. | |
| 48712 | 52092 | L1A022022 | Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Dengan Analisis IFAS dan EFAS di Taman Edukasi Mangrove (TEM), Desa Gedangan Purwodadi, Purworejo | Penelitian ini berjudul Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove dengan Analisis IFAS dan EFAS di Taman Edukasi Mangrove (TEM), Desa Gedangan Purwodadi, Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ekologis hutan mangrove dengan melihat kerapatan mangrove dan kualitas air serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang tepat melalui pendekatan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Metode penelitian menggunakan survei lapangan untuk pengambilan data kerapatan vegetasi serta wawancara dan kuesioner untuk analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekologis hutan mangrove tergolong dalam kategori sangat baik dengan kerapatan vegetasi berkisar antara 3.466–4.366 ind/ha dan kualitas air yang sesuai dengan baku mutu. Berdasarkan analisis strategis, posisi pengembangan TEM Demang Gedi berada pada Kuadran I (Growth Oriented Strategy). Posisi ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut memiliki kekuatan internal yang kuat untuk memanfaatkan peluang eksternal yang ada. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah strategi progresif, yaitu dengan memaksimalkan potensi alam dan dukungan pemerintah untuk mengembangkan wisata edukasi berbasis konservasi secara berkelanjutan. | This research is titled Mangrove Ecotourism Development Strategy using IFAS and EFAS Analysis at the Mangrove Education Park (TEM), Gedangan Village, Purwodadi, Purworejo. The objective of this study is to analyze the ecological condition of the mangrove forest by assessing vegetation density and water quality, and to formulate appropriate ecotourism development strategies using the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrix approaches. The research methodology employed field surveys to collect vegetation density data, alongside interviews and questionnaires for SWOT analysis. The results indicate that the ecological condition of the mangrove forest is classified as very good, with vegetation density ranging from 3.466-4.366 ind/ha, and water quality complying with established quality standards. Based on the strategic analysis, the development position of TEM Demang Gedi falls into Quadrant I (Growth-Oriented Strategy). This position indicates that the area possesses strong internal strengths to capitalize on existing external opportunities. The recommended priority strategy is a progressive strategy, specifically maximizing natural potential and government support to develop sustainable conservation-based educational tourism. | |
| 48713 | 52097 | K1B022113 | PENDEKATAN SEM-PLS DALAM MENILAI PENGARUH FAKTOR EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang mencerminkan kualitas pembangunan manusia melalui dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak. Meskipun IPM Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi capaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan terhadap IPM di Indonesia dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, dengan unit analisis sebanyak 38 provinsi. Evaluasi model dilakukan melalui pengujian outer model dan inner model. Outer model diuji menggunakan validitas dan reliabilitas, sedangkan inner model dievaluasi menggunakan koefisien determinasi dan predictive relevance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memenuhi kriteria valid dan reliabel serta memiliki kemampuan prediksi yang baik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa faktor ekonomi berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan faktor pendidikan dan kesehatan tidak berpengaruh signifikan. | The Human Development Index (HDI) is an indicator that reflects the quality of human development through the dimensions of education, health, and a decent standard of living. Although Indonesia’s HDI has increased in recent years, further analysis is needed to identify the factors influencing its achievement. This study aims to analyze the effects of economic, educational, and health factors on HDI in Indonesia using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The study uses secondary data from 2024 obtained from Statistics Indonesia, with 38 provinces as the units of analysis. Model evaluation was conducted through outer and inner model assessments. The outer model was evaluated using validity and reliability tests, while the inner model was assessed using the coefficient of determination and predictive relevance. The results indicate that the model meets validity and reliability criteria and has good predictive ability. The findings also show that economic factors significantly influence HDI, while educational and health factors are not statistically significant. | |
| 48714 | 52098 | C1A022031 | PENGARUH PERTUMBUHAN UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA | UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian karena mampu mendorong aktivitas produksi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah UMKM terbesar di dunia, sehingga keberadaan sektor ini menjadi salah satu pilar utama dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menguji data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengambilan data dari tahun 1995-2024 di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil analisis menghasilkan temuan (1) jumlah UMKM dalam jangka pendek berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan, serta berpengaruh negatif signifikan pada periode satu dan dua tahun sebelumnya (2) jumlah UMKM dalam jangka panjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (3) tenaga kerja UMKM dalam jangka pendek berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan dan satu tahun sebelumnya (4) tenaga kerja UMKM dalam jangka panjang berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (5) kontribusi PDB UMKM dalam jangka pendek berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (6) kontribusi PDB UMKM dalam jangka panjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penelitian yaitu dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM melalui kebijakan yang berorientasi pada peningkatan jumlah usaha dan penyerapan tenaga kerja dalam jangka pendek, serta peningkatan produktivitas dan kontribusi PDB UMKM dalam jangka panjang. Kebijakan tersebut dapat dilakukan melalui pemberian insentif modal awal, pelatihan kewirausahaan dan tenaga kerja, pendampingan usaha, serta dukungan modernisasi produksi dan akses pembiayaan investasi guna meningkatkan kapasitas, daya saing, serta keberlanjutan UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. | MSMEs play a strategic role in the economy because they can drive production activities, expand employment opportunities, and increase public income. Indonesia has one of the largest numbers of MSMEs in the world, making this sector a key pillar in supporting national economic stability and growth. This research uses a quantitative approach, examining secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS). Data collection spans the period 1995-2024 in Indonesia. The research method used is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL). The analysis found that (1) the number of MSMEs in the short term has a positive and significant effect on economic growth in the current year, and a significant negative effect in the previous one and two years (2) the number of MSMEs in the long term has a positive and significant effect on economic growth (3) the MSME workforce in the short term has a positive and significant effect on economic growth in the current year and the previous year (4) the MSME workforce in the long term has an insignificant effect on economic growth (5) the MSME GDP contribution in the short term has an insignificant effect on economic growth (6) the MSME GDP contribution in the long term has a positive and significant effect on economic growth. The implications of this research are that in an effort to encourage economic growth, the government is expected to strengthen the MSME sector through policies oriented towards increasing the number of businesses and employment in the short term, as well as increasing the productivity and GDP contribution of MSMEs in the long term. This policy can be implemented through the provision of initial capital incentives, entrepreneurship and workforce training, business mentoring, and support for production modernization and access to investment financing to increase the capacity, competitiveness, and sustainability of MSMEs in supporting economic growth. | |
| 48715 | 52099 | D1A022136 | Performa Ayam Broiler Fase Starter dan Fase Finisher dengan Kondisi Lantai yang Berbeda pada Sistem Kandang Closed House | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa ayam broiler pada fase starter dan finisher yang dipelihara pada ketinggian lantai kandang berbeda dengan sistem closed house dengan populasi 16.000 ekor ayam per kandang strain Ross CP-707. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), Feed Conversion Ratio (FCR), deplesi, serta Indeks Performa (IP). Data diperoleh melalui observasi langsung selama satu periode pemeliharaan di kandang A CV Dian Pratama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan pada lantai 1 cenderung lebih tinggi dibandingkan lantai 2, namun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05). Nilai PBBH pada kedua lantai relatif sama pada fase starter maupun finisher. Nilai FCR pada lantai 2 cenderung lebih rendah yang menunjukkan efisiensi pakan lebih baik, tetapi secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Persentase deplesi pada kedua lantai berada dalam kisaran normal. Nilai Indeks Performa pada lantai 2 sebesar 352 lebih tinggi dibandingkan lantai 1 sebesar 338. Secara keseluruhan, perbedaan lantai kandang dalam sistem closed house tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa produksi broiler. | This study aimed to determine the differences in broiler performance during the starter and finisher phases raised at different floor levels in a closed house system with a population of 16,000 birds per house of Ross CP-707 strain. The observed parameters included feed consumption, average daily gain (ADG), feed conversion ratio (FCR), depletion, and performance index (PI). The data were obtained through direct observation during one production cycle in house A of CV Dian Pratama. The results showed that feed consumption on the first floor tended to be higher than that on the second floor; however, statistical analysis indicated no significant difference (P>0.05). The ADG values on both floors were relatively similar during both the starter and finisher phases. The FCR value on the second floor tended to be lower, indicating better feed efficiency, but statistically it was not significantly different (P>0.05). The depletion percentage on both floors was within the normal range. The performance index value on the second floor was 352, which was higher than that on the first floor (338). Overall, differences in floor levels in the closed house system did not have a significant effect on broiler production performance. | |
| 48716 | 52100 | D1A022091 | Kombinasi Jenis Olahan Jerami Padi Dan Penambahan Tepung Daun Waru Serta Bambu Dalam Konsentrat Terhadap Kecernaan Serat Kasar Dan Protein Kasar Sapi Bali | Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan memperoleh informasi mengenai pengaruh pemberian jenis pengolahan jerami padi dan jenis konsentrat terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada sapi Bali. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di UD Amanah Bata Farm, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sapi Bali jantan berusia 20-24 bulan yang ditempatkan pada kandang individu dan diacak secara sempurna sesuai Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x2. Faktor pertama adalah jenis olahan jerami dan faktor kedua yaitu konsentrat dengan dan tanpa penambahan feed additive tepung daun Waru dan daun Bambu. Konsentrat diberikan sebanyak 2% dari bobot badan dan jerami padi amoniasi secara ad libitum terkontrol. Peubah yang diukur adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar dengan empat perlakuan yaitu: P1 (jerami padi + konsentrat tanpa penambahan feed additive); P2 (jerami padi + konsentrat dengan penambahan daun Waru 75% dan Bambu 25%); P3 (jerami padi amoniasi + konsentrat tanpa penambahan feed additive); P4 (jerami padi + konsentrat dengan penambahan daun Waru 75% dan Bambu 25%) dan menggunakan blok berupa bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara jenis olahan jerami padi dan jenis konsentrat terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Namun, penambahan dosis tepung daun Waru 75% (1,8 gram) dan daun Bambu 25% (0,32 gram) dalam konsentrat dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan protein kasar pada kedua jenis olahan jerami yang digunakan. | This study aimed to evaluate and obtain information on the effects of different rice straw processing methods and types of concentrate on crude fiber and crude protein digestibility in Bali cattle. The research was conducted for four months at UD Amanah Bata Farm, Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province. Male Bali cattle aged 20–24 months were housed in individual pens and randomly assigned according to a Randomized Block Design (RBD) with a 2×2 factorial arrangement. The first factor was the type of rice straw processing, and the second factor was the type of concentrate with or without the addition of feed additives in the form of Waru leaf and bamboo leaf meal. Concentrate was provided at 2% of body weight, while ammoniated rice straw was offered ad libitum under controlled conditions. The variables measured were crude fiber and crude protein digestibility, with four treatments: P1 (rice straw + concentrate without feed additive); P2 (rice straw + concentrate with 75% Waru leaf and 25% bamboo leaf supplementation); P3 (ammoniated rice straw + concentrate without feed additive); and P4 (rice straw + concentrate with 75% Waru leaf and 25% bamboo leaf supplementation). Body weight was used as the blocking factor. The results showed that there was no interaction (P > 0.05) between rice straw processing type and concentrate type on crude fiber and crude protein digestibility. However, supplementation of Waru leaf meal at 75% (1.8 g) and bamboo leaf meal at 25% (0.32 g) in the concentrate improved crude fiber and crude protein digestibility in both types of rice straw processing used. | |
| 48717 | 52102 | I1E022048 | HUBUNGAN SLEEP QUALITY INDEX, STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, POLA HIDUP, DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA MAN 1 BANYUMAS | Pengembangan potensi setiap siswa dari kelas regular, prestasi dan KKO, menjadikan kesibukan dan aktivitas fisik yang berbeda-beda dengan tingkat kebugaran jasmani yang beragam. Presentase rata-rata nilai tingkat kebugaran jasmani siswa MAN 1 Banyumas, yaitu kelas 10 sebesar 23%, kelas 11 sebesar 43%, dan kelas 12 sebesar 34%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sleep quality index, status gizi, aktivitas fisik, pola hidup, dan kesehatan mental terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa MAN 1 Banyumas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional dengan desain crossectional. Analisis data penelitian ini menggunakan uji pearson corellation dan uji korelasi ganda. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sleep quality indeks dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,277. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,161. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola hidup dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,004 Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental depresi dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,011. Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental kecemasan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,013. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental stres dengan tingkat kebugaran jasmani dengan p-value 0,349. Terdapat hubungan yang signifikan antara sleep quality indeks, status gizi, aktivitas fisik dan kesehatan terhadap tingkat kebugaran siswa MAN 1 Banyumas dengan p-value 0,001. | The development of each student’s potential from regular, achievement, and KKO classes results in varying levels of busyness and physical activity, which in turn lead to different levels of physical fitness. The average percentage distribution of students’ physical fitness levels at state islamic senior secondary school 1 Banyumas is 23% for Grade 10, 43% for Grade 11, and 34% for Grade 12. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between sleep quality index, nutritional status, physical activity, lifestyle, and mental health with the level of physical fitness of students at state islamic senior secondary school 1 Banyumas. This quantitative study employed a correlational approach with a cross-sectional design. Data analysis was conducted using the Pearson correlation test and multiple correlation analysis. There was no significant relationship between sleep quality index and physical fitness level p-value = 0.277. There was no significant relationship between nutritional status and physical fitness level p-value = 0.161. There was a significant relationship between physical activity and physical fitness level p-value = 0.001. There was a significant relationship between lifestyle and physical fitness level p-value = 0.004. There was a significant relationship between mental health (depression) and physical fitness level p-value = 0.011. There was a significant relationship between mental health (anxiety) and physical fitness level p-value = 0.013. There was no significant relationship between mental health (stress) and physical fitness level p-value = 0.349. There was a significant relationship between sleep quality index, nutritional status, physical activity, and mental health with the physical fitness level of students at state islamic senior secondary school 1 Banyumas (p-value = 0.001). | |
| 48718 | 52103 | D1A022092 | PENGARUH JENIS OLAHAN JERAMI PADI DAN SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN WARU SERTA BAMBU TERHADAP KECEPATAN MAKAN KONSENTRAT DAN LAMA RUMINASI PAKAN PADA SAPI BALI | Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis olahan jerami padi dan suplementasi tepung daun Waru serta Bambu dalam konsentrat terhadap kecepatan makan konsentrat dan lama ruminasi pakan pada sapi Bali. Penelitian ini dilaksanakan di UD Amanah Bata Farm, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Unit percobaan menggunakan 16 ekor sapi Bali jantan berumur 20–24 bulan dengan bobot awal berdasarkan kelompok 211-218 kg, 222-234 kg, 252-269 kg, dan 271-319 kg dengan koefisien keragaman sebesar 12,41%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 × 2, dengan faktor pertama jenis olahan jerami padi (jerami padi dan jerami padi amoniasi) dan faktor kedua suplementasi tepung daun Waru dan Bambu dalam konsentrat (konsentrat tanpa suplementasi dan konsentrat tersuplementasi 75% tepung daun Waru dan 25% daun Bambu). Pemberian konsentrat sebanyak 2% dari bobot badan, sedangkan jerami diberikan secara adlibitum terkontrol. Peubah yang diamati meliputi kecepatan makan konsentrat pagi dan sore (kg BK/jam) dan lama ruminasi pakan (menit/hari). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis olahan jerami padi, suplementasi tepung daun Waru dan Bambu dalam konsentrat, serta interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kecepatan makan konsentrat baik pagi atau sore serta lama ruminasi pakan pada sapi Bali. Disimpulkan bahwa penggunaan jenis olahan jerami padi dan faktor suplementasi tepung daun Waru dan Bambu dalam konsentrat belum mampu meningkatkan kecepatan makan konsentrat dan lama ruminasi pakan pada sapi Bali, serta kombinasi pakan antara jenis olahan jerami padi dengan konsentrat dasar atau konsentrat tersuplementasi tepung daun Waru dan Bambu belum mampu meningkatkan kecepatan makan konsentrat dan lama ruminasi pakan pada sapi Bali. | This study aimed to evaluate the effects of rice straw processing methods and supplementation of hibiscus leaf meal and bamboo leaf meal in the concentrate on concentrate eating rate and rumination time in Bali cattle. The research was conducted at UD Amanah Bata Farm, Karanggintung Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java Province. The experimental units consisted of 16 Bali bulls aged 20–24 months with initial body weights grouped into 211–218 kg, 222–234 kg, 252–269 kg, and 271–319 kg, with a coefficient of variation of 12.41%. The experimental design used was a factorial randomized block design (RBD) with a 2 × 2 arrangement. The first factor was the type of rice straw processing (untreated rice straw and ammoniated rice straw), and the second factor was supplementation of hibiscus leaf meal and bamboo leaf meal in the concentrate (unsupplemented concentrate and concentrate supplemented with 75% hibiscus leaf meal and 25% bamboo leaf meal). Concentrate was provided at 2% of body weight, while rice straw was offered ad libitum under controlled conditions. The observed variables included concentrate eating rate in the morning and afternoon (kg DM/hour) and rumination time (minutes/day). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s multiple range test when significant differences were detected. The results showed that the rice straw processing method, concentrate type, and their interaction had no significant effects (P>0.05) on the concentrate eating rate in both morning and afternoon feeding periods, as well as on rumination time in Bali cattle. It was concluded that the use of different rice straw processing methods and supplementation of hibiscus leaf meal and bamboo leaf meal in the concentrate was unable to improve concentrate eating rate or rumination time in Bali cattle, and that combinations of rice straw processing methods with either basal or supplemented concentrate was unable to improve concentrate eating rate and rumination time in Bali cattle. | |
| 48719 | 52104 | D1A022187 | PERBANDINGAN KUALITAS SEMEN BEKU DOMBA SAKUB UNSEXING DAN SEXING MENGGUNAKAN MEDIUM BSA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pada semen beku domba Sakub unsexing dan sexing menggunakan medium BSA terhadap kualitas spermatozoa. Materi penelitian yang digunakan dari dua ekor domba Sakub berumur 2 tahun. Penelitian ini dirancang eksperimental yang terdiri dari dua kelompok perlakuan dengan 10 kali ulangan. Kelompok pertama (P0) merupakan kelompok semen beku unsexing dan kelompok kedua (P1) merupakan kelompok perlakuan semen beku sexing menggunakan medium BSA dengan konsentrasi 5:10 serta lama waktu inkubasi 45 menit. Variabel yang diamati yaitu motilitas dan abnormalitas pada tahap pasca ekuilibrasi dan pasca thawing. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t tidak berpasangan (unequal). Hasil analisis statistik menyatakan motilitas dan abnormalitas semen beku unsexing dan sexing menggunakan medium BSA pasca thawing tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05), namun pada motilitas semen unsexing (P0) pasca ekuilibrasi terdapat perbedaan nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada semen sexing (P1) masing-masing sebesar 61,5 ± 7,09 dan 54 ± 5,83. Disimpulkan bahwa semen beku domba Sakub unsexing dan sexing menggunakan medium BSA tidak terdapat perbedaan pada motilitas dan abnormalitas, dengan kualitas yang sama penggunaan semen sexing lebih dianjurkan untuk peningkatan populasi domba jantan. | This study aimed to determine whether differences exist in the spermatozoa quality of unsexed and sexed frozen semen of Sakub sheep processed using a BSA medium. The research material consisted of semen collected from two 2-year-old Sakub rams. The study was designed experimentally with two treatment groups and 10 replications. The first group (P0) consisted of unsexed frozen semen, while the second group (P1) consisted of sexed frozen semen processed with BSA medium at a concentration of 5:10 and an incubation time of 45 minutes. The observed variables included motility and abnormality at the post-equilibration and post-thawing stages. Data were analyzed using an unpaired t-test (unequal variance). Statistical analysis showed that post-thawing motility and abnormality of unsexed and sexed frozen semen did not differ significantly (P>0.05). However, post-equilibration motility of the unsexed semen (P0) was significantly higher (P<0.05) than that of the sexed semen (P1), with values of 61.5 ± 7.09 and 54 ± 5.83, respectively. It is concluded that no significant differences were observed in motility and abnormality between unsexed and sexed frozen semen of Sakub sheep processed with BSA medium. Given the comparable quality, the use of sexed semen is recommended to support the increase in male Sakub sheep population. | |
| 48720 | 52105 | C1A022087 | ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, RATA-RATA LAMA SEKOLAH, KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL, DAN HARGA PANGAN TERHADAP PREVALENSI KETIDAKCUKUPAN KONSUMSI PANGAN DI PROVINSI JAWA TIMUR | Prevalensi ketidakcukupan konsumsi yang diukur menggunakan indikator PoU menggambarkan proporsi penduduk dengan asupan energi berada di bawah kebutuhan minimum. Selama enam tahun, angka PoU Jawa Timur menunjukan adanya tren yang fluktuatif cenderung naik dan berada di atas rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh dari tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, keluarga penerima manfaat bantuan sosial serta harga pangan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dan dengan model terbaik yang terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM), serta pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi lembaga atau instansi yang berkaitan dengan penelitian serta studi pustaka jurnal literatur. Penelitian ini dilakukan di 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dari tahun 2019 – 2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka dan keluarga penerima manfaat bantuan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur. Kemudian rata-rata lama sekolah dan harga pangan tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, hasil olah data menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, keluarga penerima manfaat bantuan sosial serta harga pangan secara bersama-sama mampu menjelaskan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan sebesar 82,72%. Implikasi kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan adalah melalui peningkatan pendapatan rumah tangga serta perbaikan pola kebiasaan hidup masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan maksimalisasi investasi padat karya melalui pelatihan gratis bagi tenaga kerja lokal, serta link and match antar instansi. Selain itu, sinergi antar instansi juga diperlukan untuk memperkuat ketepatan sasaran bantuan sosial serta penguatan UMKM dalam mendukung kemandirian ekonomi bagi masyarakat di setiap wilayah terkait. | The prevalence of inadequate food consumption, as measured using the PoU indicator, reflects the proportion of the population whose energy intake falls below the minimum requirement. Over the past six years, East Java's PoU figures have shown a fluctuating and upward trend and more higher than the national average. This study aims to analyze the influence of the open unemployment rate, average years of schooling, families receiving social assistance benefits, and food prices on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province. This study uses panel data regression analysis, with the best model selected, the Fixed Effect Model (FEM), It also uses a quantitative approach with secondary data analysis sourced from publications from institutions or agencies related to the research, as well as journal literature reviews. The study was conducted in 38 districts/cities in East Java Province from 2019 to 2024. The results of this study showed that, the open unemployment rate and the families receiving social assistance benefits have a significant positive effect on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province. Then, the average years of schooling and food prices do not significantly affect on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province. Furthermore, data processing results indicate that the open unemployment rate, the average years of schooling, families receiving social assistance benefits, and food prices collectively explain 82.72% of the prevalence of inadequate food consumption. Policy implications that can be implemented to reduce the prevalence of inadequate food consumption include increasing household income and improving community lifestyle patterns, This can be done by maximizing investment in labor-intensive work through free training for local workers, as well as linking and matching between agencies. Furthermore, synergy between agencies is also needed to strengthen the accuracy of social assistance targeting and empower UMKMs in supporting economic independence for communities in each relevant region is crucial. |