Artikelilmiahs

Menampilkan 48.661-48.680 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4866152049F1C022032Analisis Resepsi Generasi Alpha terhadap Representasi Relasi dan Emosi dalam Film JUMBO (2025)Penelitian ini menganalisis resepsi Generasi Alpha terhadap representasi relasi dan emosi dalam film JUMBO (2025). Pokok masalah penelitian ini adalah adanya kesenjangan di mana Generasi Alpha sering kali hanya menjadi subjek tambahan dalam kajian komunikasi, padahal mereka adalah audiens aktif dengan literasi digital tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola resepsi mereka serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif konstruktivisme melalui analisis resepsi Stuart Hall dan semiotika Roland Barthes. Data primer diperoleh dari 48 informan berusia 13-15 tahun di Purwokerto dan Cilacap melalui FGD dan wawancara mendalam. Kesimpula penelitian menunjukkan bahwa Generasi Alpha memiliki kemampuan resepsi yang kritis. Mereka berada pada posisi Dominant-Hegemonic dalam menerima nilai moral dasar seperti loyalitas, namun menempati Negotiated Position saat mengaitkan egoisme karakter dengan realitas sosial remaja. Selain itu, ditemukan Oppositional Position terhadap unsur mistis dalam film yang dianggap berpotensi menyesatkan audiens anak-anak. Proses pemaknaan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: pengalaman pribadi (riwayat perundungan), konteks budaya digital, dan tingkat literasi emosional. Temuan ini menegaskan bahwa Generasi Alpha adalah audiens aktif yang mampu melakukan decoding emosional yang kompleks terhadap narasi visual modern.This research analyzes the reception of Generation Alpha toward the representation of relations and emotions in the film JUMBO (2025). The core problem addresses the role gap of Generation Alpha, who are often secondary subjects in communication studies despite their high digital literacy. The research objectives are to determine their reception patterns and the influencing factors. The methodology is qualitative constructivism, employing Stuart Hall's reception analysis and Roland Barthes' semiotics. Primary data were gathered through FGDs and in-depth interviews with 48 informants aged 13-15 from Purwokerto and Cilacap. The study concludes that Generation Alpha possesses critical reception skills. They occupy a Dominant-Hegemonic position regarding basic moral values like loyalty, yet adopt a Negotiated Position concerning character egoism in social reality. Furthermore, an Oppositional Position was found toward mystical elements perceived as potentially misleading for young children. This interpretation process is influenced by three key factors: personal experience (bullying history), digital cultural context, and emotional literacy levels. These findings confirm that Generation Alpha consists of active audiences capable of complex emotional decoding of modern visual narratives.
4866252050H1D022011IMPLEMENTASI ALGORITMA HOLT-WINTERS EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK PREDIKSI JUMLAH WISATAWAN OBJEK WISATA OWABONG WATERPARK PURBALINGGA BERBASIS VISUALISASI STREAMLITKunjungan wisatawan pada destinasi wisata cenderung berfluktuasi dan dipengaruhi pola musiman, sehingga diperlukan metode prediksi yang mampu menangkap tren dan musiman untuk mendukung perencanaan operasional. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma Holt-Winters Exponential Smoothing untuk memprediksi jumlah wisatawan Owabong Waterpark Purbalingga, mengevaluasi hasil prediksi menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE), serta menerapkan visualisasi berbasis Streamlit untuk menampilkan hasil analisis. Data yang digunakan berupa data kunjungan bulanan periode 2019–2025 dengan pembagian data latih (2019–2024) dan data uji (2025). Pemodelan dilakukan menggunakan komponen tren aditif, musiman multiplikatif, dan periode musiman 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu menghasilkan prediksi periode uji tahun 2025 dengan nilai MAPE sebesar 15,78% untuk kunjungan anak, 16,05% untuk kunjungan dewasa, dan 15,94% untuk jumlah kunjungan, yang mengindikasikan akurasi model tergolong baik untuk prediksi. Seluruh hasil prediksi dan evaluasi disajikan melalui aplikasi Streamlit sehingga memudahkan pengguna dalam melihat grafik, tabel prediksi, dan ringkasan performa model.Tourist visits to travel destinations tend to fluctuate and are influenced by seasonal patterns; therefore, a forecasting method that can capture both trend and seasonality is needed to support operational planning. This study aims to implement the Holt-Winters Exponential Smoothing algorithm to predict the number of tourists at Owabong Waterpark Purbalingga, evaluate the forecasting results using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) metric, and apply Streamlit-based visualization to present the analysis results. The data used consist of monthly visitor records for the period 2019–2025, divided into training data (2019–2024) and testing data (2025). The model was developed using an additive trend component, a multiplicative seasonal component, and a 12-month seasonal period. The results show that the model is able to produce forecasts for the 2025 testing period with MAPE values of 15.78% for child visitors, 16.05% for adult visitors, and 15.94% for total visitors, indicating that the model’s forecasting accuracy is considered good. All forecasting and evaluation results are presented through a Streamlit application, making it easier for users to view graphs, forecast tables, and model performance summaries.
4866352051E1A021228PERANAN AMICUS CURIAE TERHADAP KEBEBASAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA
(Studi Putusan Nomor : No.798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL)
Kehadiran Amicus curiae (Sahabat Pengadilan) pada dasarnya bertujuan untuk memberikan pendapat hukum dan informasi relevan guna membantu hakim memahami isu perkara serta menangkap perspektif yang berkembang dalam masyarakat. Namun hingga saat ini, sistem peradilan pidana Indonesia belum memiliki ketentuan yang mengatur secara khusus peran dan batasan Amicus curiae. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Amicus curiae dapat disalahgunakan sebagai sarana intervensi yang berpotensi memengaruhi independensi hakim demi kepentingan pihak tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Amicus curiae dalam sistem peradilan pidana di Indonesia dan mengetahui pengaruh Amicus curiae terhadap pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor 798/Pid.B/2022/PN JKT SEL. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analistis. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder berupa Peraturan Perundang-undangan dan Putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan melalui reduksi, editing, dan penarikan kesimpulan, kemudian dianalisis secara kualitatif normatif berdasarkan bahan hokum yang diperoleh. Penyajian data disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Amicus curiae dalam sistem peradilan pidana Indonesia bersifat fakultatif dan non-formil, sehingga tidak wajib dan tidak termasuk dalam prosedur formal, serta sepenuhnya berada di bawah kewenangan dan independensi hakim.. Hal ini dibuktikan dengan pengaruh pendapat Amicus curiae dalam putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL yang tidak secara eksplisit dirujuk sebagai dasar putusan melainkan bersifat positif, konstruktif, dan terbatas, yaitu hanya sebagai sarana pengayaan pertimbangan hukum hakim tanpa mengurangi kepastian hukum maupun independensi hakim dalam memutus perkara.The presence of Amicus curiae (Friend of the Court) is essentially aimed at providing legal opinions and relevant information to assist judges in understanding case issues and capturing perspectives that are developing in society. However, until now, the Indonesian criminal justice system has not had provisions that specifically regulate the role and limitations of Amicus curiae. This condition raises concerns that Amicus curiae could be misused as a means of intervention that potentially affects the independence of judges for the interests of certain parties. This study aims to determine the role of Amicus curiae in the criminal justice system in Indonesia and to understand the influence of Amicus curiae on judges' considerations in deciding Case Number 798/Pid.B/2022/PN JKT SEL. The type of research used in this study is normative juridical with a statutory approach and case approach. The specification of this research is prescriptive-analytical. This research uses secondary data in the form of Legislation and Court Decision Number 798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL. Data collection was conducted through library research. Data processing was carried out through reduction, editing, and drawing conclusions, then analyzed qualitatively and normatively based on the legal materials obtained. Data presentation is in narrative form. The research results show that the position of Amicus curiae in the Indonesian criminal justice system is facultative and non-formal, meaning it is not mandatory and not part of the formal procedure, and is entirely under the authority and independence of the judge. This is evidenced by the influence of the Amicus curiae's opinions in Decision Number 798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL, which are not explicitly referred to as the basis of the decision but are positive, constructive, and limited, serving only as a means to enrich the legal considerations of the judge without diminishing legal certainty or the judge's independence.
4866452052P2A023005Hubungan Jarak Aliran Air Lindi Terhadap Kualitas Air Tanah Dan Tindakan Masyarakat Di Sekitar TPA Ciangir Kota TasikmalayaLatar belakang: Peningkatan volume sampah di Kota Tasikmalaya yang seluruhnya ditampung di TPA Ciangir dengan sistem open dumping berpotensi menghasilkan air lindi yang mencemari air tanah di sekitarnya. Jarak aliran air lindi diduga berperan dalam menentukan tingkat kontaminasi, sementara respons masyarakat terhadap perubahan kualitas air belum sepenuhnya rasional dan adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jarak aliran air lindi dengan kualitas air tanah, pengaruh kualitas air tanah terhadap tindakan masyarakat, serta pengaruh simultan jarak aliran air lindi dan kualitas air tanah terhadap tindakan masyarakat di sekitar TPA Ciangir Kota Tasikmalaya. Metode: Penelitian kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 35 sumur gali dalam radius 1 km menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui uji laboratorium (E. coli, Total Coliform, pH, BOD, COD, TSS), observasi lapangan, dan kuesioner berbasis teori tindakan sosial Max Weber. Analisis menggunakan uji korelasi, Chi-Square, dan regresi logistik biner pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebanyak 48,6% air tanah tidak memenuhi syarat, dan 68,6% tidak memenuhi standar bakteriologis. Terdapat hubungan signifikan antara jarak sumur dan Total Coliform (p=0,009) serta antara kualitas air tanah dan tindakan masyarakat (p=0,006). Secara simultan, jarak aliran air lindi dan kualitas air tanah berpengaruh signifikan terhadap tindakan masyarakat dengan kontribusi penjelasan model sebesar 38,8% dan akurasi klasifikasi 80%. Kesimpulan: Jarak aliran air lindi dan kualitas air tanah berperan signifikan dalam membentuk tindakan masyarakat. Variabel jarak aliran air lindi merupakan faktor dominan, sehingga penguatan sistem pengelolaan TPA dan peningkatan literasi lingkungan masyarakat menjadi urgensi untuk meminimalkan risiko kesehatan.The increase in the volume of waste in Tasikmalaya City, which is entirely accommodated in the Ciangir Landfill with an open dumping system, has the potential to produce leachate that pollutes the surrounding groundwater. The distance of leachate flow is thought to play a role in determining the level of contamination, while community responses to changes in water quality have not been fully rational and adaptive. Objective: This study aims to analyze the relationship between leachate flow distance and groundwater quality, the effect of groundwater quality on community actions, and the simultaneous influence of leachate flow distance and groundwater quality on community actions around the Ciangir Landfill, Tasikmalaya City. Methods: Explanatory quantitative research with a cross-sectional approach was conducted on 35 wells dug within a radius of 1 km using stratified random sampling. Data were collected through laboratory tests (E. coli, Total Coliform, pH, BOD, COD, TSS), field observations, and questionnaires based on Max Weber's social action theory. The analysis used correlation tests, Chi-Square, and binary logistics regression at a significance rate of 95%. Results: A total of 48.6% of groundwater did not meet the requirements, and 68.6% did not meet bacteriological standards. There was a significant relationship between well distance and Total Coliform (p=0.009) and between groundwater quality and community actions (p=0.006). Simultaneously, leachate flow distance and groundwater quality had a significant effect on community actions with a contribution of 38.8% to the model explanation and 80% classification accuracy. Conclusion: The distance of leachate flow and groundwater quality play a significant role in shaping community actions. The variable distance of leachate flow is the dominant factor, so strengthening the landfill management system and increasing community environmental literacy is an urgency to minimize health risks.
4866552053H1D022019KLASTERISASI PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KABUPATEN BATANG BERDASARKAN LUAS LAHAN, HASIL PANEN, DAN PENGGUNAAN PUPUK MENGGUNAKAN K-MEDOIDS BERBASIS WEBSITEProduktivitas pertanian padi merupakan aspek penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah, namun di Kabupaten Batang, khususnya Kecamatan Tersono, masih terdapat perbedaan produktivitas antar desa yang dipengaruhi oleh luas lahan, hasil panen, penggunaan pupuk, varietas padi, dan jenis irigasi. Pengelolaan data pertanian yang belum terstruktur dan belum terintegrasi dalam sistem berbasis digital menyulitkan proses analisis dan pengambilan keputusan oleh Dinas Pangan dan Pertanian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem klasterisasi produktivitas pertanian berbasis website menggunakan algoritma K-Medoids dengan pendekatan Knowledge Discovery in Database (KDD). Data yang digunakan merupakan data primer dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang yang melalui tahapan data selection, preprocessing, transformasi, dan proses klasterisasi. Penentuan jumlah klaster optimal dan evaluasi kualitas klaster dilakukan menggunakan metode Silhouette Coefficient. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Streamlit serta database MySQL, dan dilengkapi fitur pengelolaan data, proses klasterisasi, evaluasi, visualisasi hasil klaster, dan ringkasan karakteristik klaster. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menganalisis persebaran produktivitas pertanian, mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sektor pertanian di Kabupaten Batang.

Rice agricultural productivity is an important aspect in supporting food security and regional development; however, in Batang Regency, particularly in Tersono District, there are significant differences in productivity among villages influenced by land area, crop yield, fertilizer usage, rice varieties, and irrigation types. The management of agricultural data that is not yet well-structured and not integrated into a digital-based system makes data analysis and decision-making processes more difficult for the Department of Food and Agriculture. To address these issues, this study develops a website-based agricultural productivity clustering system using the K-Medoids algorithm with the Knowledge Discovery in Database (KDD) approach. The data used in this study are primary data obtained from the Department of Food and Agriculture of Batang Regency, which undergo data selection, preprocessing, transformation, and clustering stages. The determination of the optimal number of clusters and the evaluation of clustering quality are conducted using the Silhouette Coefficient method. The system is developed using the Python programming language with the Streamlit framework and MySQL database, and is equipped with features for data management, clustering processes, evaluation, visualization of clustering results, and cluster characteristic summaries. System testing is carried out using the Black Box Testing method and shows that all system functions operate according to requirements. The implementation of this system is expected to assist local governments in analyzing the distribution of agricultural productivity, support data-driven strategic decision-making, and improve the effectiveness of agricultural sector management in Batang Regency.
4866652054B1A021121Konservasi In-Situ Penyu di Pantai Kali Ratu dan Pantai Heppi Ayam Putih, KebumenPenyu merupakan reptil berkarapaks yang hidup di laut dan bertelur di daratan.
Populasi penyu di Indonesia mengalami penurunan akibat aktivitas manusia seperti
perubahan kawasan pantai menjadi lahan pertanian dan tambak udang yang
menyebabkan kerusakan habitat alami penyu. Hal ini mempengaruhi keberhasilan
upaya konservasi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
morfologi spesies penyu, karakteristik fisika, kimia, dan biologi pantai, profil sarang
penyu, serta Traditional Ecological Knowledge (TEK) masyarakat tentang penyu yang
harus dikonservasi. Penelitian ini dilakukan di Pantai Kali Ratu sampai Pantai Heppi
Ayam Putih, Kebumen dari bulan Mei sampai Juli 2025. Penelitian dilakukan
menggunakan metode survei pada 10 stasiun yang dipilih dengan teknik purposive
sampling.
Variabel bebas yang diamati adalah spesies penyu yang ditemukan, karakteristik
fisika, kimia, dan biologi pantai dengan parameter meliputi; temperatur dan
kelembapan pasir, temperatur dan kelembapan udara, lebar pantai, kemiringan pantai,
pH pasir, salinitas air, struktur pasir, struktur vegetasi, spesies hewan predator, dan
pengetahuan serta sikap masyarakat tentang penyu. Variabel terikat yang diamati
adalah profil sarang dengan parameter meliputi; jarak sarang ke pantai, diameter dan
kedalaman sarang, temperatur dan kelembapan sarang, pH, jumlah telur, Hatching
success, serta tindakan yang dilakukan dalam upaya konservasi penyu. Data
karakteristik fisika, kimia dan biologi pantai dianalisis secara deskriptif. TEK akan
dianalisis melalui analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan hanya penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang
ditemukan dengan karakteristik yaitu kepala berbentuk V, sisik pada karapaks, dan
sisik inframarginal pada plastron berjumlah 4. Perbedaan jenis jantan dan betina dapat
dilihat pada jumlah cakar pada kaki penyu. Parameter fisika dan kimia kedua pantai
menunjang kehidupan penyu. Parameter biologis menunjukkan empat spesies
tumbuhan dan satu spesies predator (Ocypode sp.) di Pantai Kali Ratu, tiga spesies
tumbuhan di Pantai Heppi Ayam Putih dan dua spesies predator (Felis catus dan
Ocypode sp.). Penyu lebih memilih Pantai Kali Ratu untuk bertelur. Profil sarang
penyu lekang meliputi temperatur rata-rata 26,14℃, kelembapan 84,71%, dan pH
6,43. Persentase keberhasilan menetas mencapai 84,96%. TEK menunjukkan bahwa
pengetahuan, sikap, dan partisipasi masyarakat dalam konservasi penyu masing
masing sebesar 77, 82, dan 32%.
Sea turtles are reptiles with carapaces live in the ocean and lay eggs in the beach.
Sea turtle populations in Indonesia declined due to human activities such as a
converting beaches into farmland and shrimp ponds lead to natural habitat destruction.
These phenomena affect conservation success in the area. This research aimed to
describe sea turtle species morphology, beach physical and biological characteristics,
nest profiles,as well as Traditional Ecological Knowledge (TEK) of local communities
about sea turtles as well as conserved. This research was conducted at the Kali Ratu
Beach to Heppi Ayam Putih Beach in Kebumen from May to July 2025. The research
applied survey and purposive sampling to select 10 sites.
Independent variables included turtle species, beach physical, chemical, and biological characteristics with parameters covered temperature and humidity of sand, temperature and humidity of air, width, slope, pH, water salinity, structure of sand, structure vegetation, predator species, TEK consists of knowledge, attitude and participation. Dependent variables included nest profiles with nest distance to the beach, depth and diameter of nest, temperature and humidity of nest, pH, hatching success, and conservation actions. The data physical, chemical, and biological beach were analyzed descriptively and TEK was analyzed using SWOT.
The research result shown that only olive ridley turtles (Lepidochelys olivacea)
was detected with V-shaped heads, carapace scales, and four infra-marginal scute
scales on the plastron. Males and females differed in number of claw on flippers. The
physical and chemical beach parameters of both beach were supported for the turtle
life. Biological parameters shown that four plant species and one predator (Ocypode
sp.) at Kali Ratu Beach, meanwhile three plant species and two predators (Felis catus
and Ocypode sp.) in Heppi Ayam Putih Beach.. Turtles prefered Kali Ratu Beach for
nesting. The nest profiles with average temperature 26.14°C, humidity 84.71%, and
pH 6.43. Hatching success reached 84.96%. TEK appeared that the community
knowledge, attitudes, and participation on turtle conservation were 77, 82 and 32%
respectively.
4866752086C2A024006Dua Sisi Koin Pengentasan Kemiskinan: Peran Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah BarlingmascakebKemiskinan merupakan tantangan utama pembangunan yang bersifat multidimensional, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal dan pertumbuhan ekonomi yang diproksikan melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) selama periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yang ditentukan melalui uji Chow dan uji Hausman, yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum efektif dalam menurunkan kemiskinan, hal ini disebabkan oleh efektifitas alokasi anggaran yang kurang tepat sasaran atau tidak langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin. Variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan, meskipun manfaatnya belum sepenuhnya merata. Implikasi dari hasil ini menegaskan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan tidak hanya bergantung pada besaran anggaran dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada efektivitas penggunaan belanja publik dan pemerataan hasil pembangunan. Diperlukan strategi pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat miskin agar upaya penurunan kemiskinan dapat berjalan secara berkelanjutan.Poverty remains a multidimensional development challenge, encompassing economic deprivation, social exclusion, and limited access to basic services. This study aims to analyze the effect of capital expenditure and economic growth—proxied by Gross Regional Domestic Product (GRDP)—on the poverty rate in the Barlingmascakeb region, which includes Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen, over the 2015–2024 period. A panel data regression method was employed, with the best model determined through Chow and Hausman tests, resulting in the use of the Fixed Effect Model (FEM). The results show that capital expenditure has a positive and significant effect on poverty. This indicates that increases in capital expenditure have not effectively contributed to poverty reduction. The inefficiency may stem from poorly targeted budget allocations or capital spending that does not directly address the needs of low-income populations. On the other hand, GRDP has a negative and significant effect on poverty, suggesting that economic growth plays a role in reducing poverty, although its impact may not be evenly distributed across all segments of society. These findings imply that poverty reduction policies cannot rely solely on increased spending or economic growth figures. Instead, greater emphasis is needed on the quality and effectiveness of public spending as well as the inclusivity of economic development. Local development strategies must be designed to better reflect the needs of the poor in order to achieve sustainable poverty alleviation.
4866852093I1E022045PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLIP BUILDER PADA TEKNIK DASAR BOLA VOLI UNTUK SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 PURWOKERTO
Latar Belakang: Pembelajaran PJOK pada materi teknik dasar bola voli masih merujuk pada buku ajar dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Flip Builder serta mengetahui kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode R&D model pengembangan Sugiyono yang meliputi sepuluh tahapan. Penelitian melibatkan siswa kelas X SMK Negeri 1, 2, dan 3 Purwokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi ahli, penilaian siswa dan guru, serta tes kognitif menggunakan soal-soal yang sudah melalui uji validitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan N-Gain.
Hasil Penelitian: Media pembelajaran berbasis Flip Builder dinyatakan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli. Penilaian oleh ahli materi, media, dan bahasa memperoleh persentase sebesar 95%, 94%, dan 90% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba skala kecil menunjukkan penilaian siswa sebesar 93,41% dan skala besar sebesar 94,04%, keduanya termasuk kategori sangat baik. Penilaian guru pada skala besar memperoleh 86% dengan kategori sangat baik. Uji efektivitas menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan media. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,65 berada pada kategori sedang, sehingga media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Kesimpulan: Media pembelajaran interaktif berbasis Flip Builder dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran PJOK dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Media pembelajaran interaktif, Flip Builder, PJOK, teknik dasar bola voli, hasil belajar
Background: Physical education lessons on basic volleyball techniques still refer to textbooks and are teacher-centered. Therefore, this study aims to develop interactive learning media based on Flip Builder and determine its feasibility and effectiveness in improving student learning outcomes.
Methodology: This study used Sugiyono's R&D development model method, which consists of ten stages. The study involved students in grade X at SMK Negeri 1, 2, and 3 Purwokerto. Data collection was conducted through expert validation questionnaires, student and teacher assessments, and cognitive tests using questions that had undergone validity testing. Data analysis used descriptive analysis, normality tests, paired sample t-tests, and N-Gain.
Research Results: Flip Builder-based learning media was declared suitable for use based on expert validation results. Assessments by experts in material, media, and language received percentages of 95%, 94%, and 90% in the excellent category. Small-scale trial results showed student assessments of 93.41% and large-scale assessments of 94.04%, both of which were in the excellent category. Teacher assessments on a large scale obtained 86% in the excellent category. Effectiveness testing using the Paired Sample T-Test showed a Sig. value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between learning outcomes before and after using the media. In addition, the N-Gain value of 0.65 was in the moderate category, so the learning media developed was declared effective in improving learning outcomes.
Conclusion: Flip Builder-based interactive learning media is declared suitable for use in PJOK learning and is capable of improving learning outcomes.
Keywords: Interactive learning media, Flip Builder, physical education sport and health, basic volleyball techniques, learning outcomes
4866952095L1A022012Valuasi Ekonomi dengan Pendekatan Travel Cost Method (TCM) pada Kawasan Ekowisata Taman Edukasi Mangrove (TEM) Desa Gedangan, Purwodadi, PurworejoEkosistem mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang penting, salah satunya melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Taman Edukasi Mangrove (TEM) Demang Gedi di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan kawasan ekowisata mangrove yang dikelola oleh masyarakat, namun nilai ekonomi non-pasarnya belum terukur secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi kawasan ekowisata TEM menggunakan pendekatan Travel Cost Method (TCM) serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan wisatawan. Penelitian dilaksanakan pada November - Desember 2025 dengan melibatkan 38 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kunjungan sebanyak 2.984 kunjungan per tahun dengan rata-rata biaya perjalanan Rp 27.395 per orang per kunjungan. Surplus konsumen tercatat sebesar Rp 1.637.230.031 per tahun dengan rata-rata frekuensi kunjungan individu 78 kali per tahun, sehingga surplus konsumen per individu mencapai Rp 43.085 per tahun. Nilai ekonomi total kawasan ekowisata TEM Demang Gedi diperkirakan sebesar Rp 128.565.642,5 per tahun. Seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan. Hasil ini menunjukkan bahwa TEM Demang Gedi memiliki potensi ekonomi yang nyata dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.Mangrove ecosystems have important ecological and economic value, one of which is through the development of conservation-based ecotourism. The Demang Gedi Mangrove Education Park (TEM) in Gedangan Village, Purwodadi District, Purworejo Regency is a mangrove ecotourism area managed by the community, but its non-market economic value has not been measured quantitatively. This study aims to estimate the economic value of the TEM ecotourism area using the Travel Cost Method (TCM) approach and to analyse the factors that influence tourist visit frequency. The study was conducted in November–December 2025, involving 38 respondents selected using accidental sampling. Data analysis was performed descriptively and quantitatively using multiple linear regression. The results show that there are 2,984 visits per year with an average travel cost of Rp 27,395 per person per visit. Consumer surplus is recorded at Rp 1,637,230,031 per year with an average individual visit frequency of 78 times per year, resulting in a consumer surplus per individual of Rp 43,085 per year. The total economic value of the TEM Demang Gedi ecotourism area is estimated at £128,565,642.5 per year. All independent variables simultaneously have a significant effect on visit frequency. These results indicate that TEM Demang Gedi has real economic potential and is worth developing sustainably.
4867052055K1B022094ANALISIS SENTIMEN PENGGUNA MEDIA SOSIAL X TERHADAP GOOGLE GEMINI MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINEPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) chatbot generatif telah menarik perhatian global, salah satunya adalah Google Gemini yang diluncurkan oleh Google sebagai asisten AI berbasis Large Language Model (LLM) multimodal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polaritas sentimen positif dan negatif terhadap Google Gemini serta mengevaluasi performa algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam melakukan analisis sentimen di media sosial X. Klasifikasi dilakukan dengan tahapan text preprocessing, ekstraksi fitur Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), dan dilanjutkan klasifikasi menggunakan algoritma SVM. Penelitian dilakukan dengan tiga rasio pembagian data training dan data testing, yaitu 70:30, 80:20, dan 90:10. Fungsi kernel yang digunakan, yaitu linear, polinomial, Radial Basis Function (RBF), dan sigmoid dengan nilai parameter cost (C) sebesar 0,1; 1; dan 10 pada setiap kernel untuk mengeksplorasi pengaruh regularisasi terhadap kompleksitas model dan kemampuan generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif lebih dominan dibandingkan sentimen negatif. Performa klasifikasi tertinggi dengan akurasi sebesar 90,91% diperoleh pada rasio 80:20 dan 90:10 menggunakan kernel linear dan sigmoid dengan C = 1. Temuan ini memvalidasi efektivitas SVM dalam menganalisis sentimen pengguna terhadap chatbot AI generatif, serta menunjukkan bahwa kombinasi kernel linear atau sigmoid dengan parameter regularisasi yang tepat menghasilkan performa optimal untuk evaluasi teknologi AI berbasis bahasa alami di platform media sosial.The development of generative artificial intelligence (AI) chatbot technology has attracted global attention, one of which is Google Gemini launched by Google as an AI assistant based on a multimodal Large Language Model (LLM). This study aims to identify positive and negative sentiment polarity towards Google Gemini and evaluate the performance of the Support Vector Machine (SVM) algorithm in conducting sentiment analysis on 𝕏 social media. Classification was carried out through text preprocessing stages, Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) feature extraction, followed by classification using the SVM algorithm. The study was conducted with three ratios of data training and data testing division, namely 70:30, 80:20, and 90:10. The kernel functions used were linear, polynomial, Radial Basis Function (RBF), and sigmoid with cost parameter (C) values of 0.1, 1, and 10 for each kernel to explore the effect of regularization on model complexity and generalization capability. The results showed that positive sentiment was more dominant than negative sentiment. The highest classification performance with an accuracy of 90.91% was obtained at ratios of 80:20 and 90:10 using linear and sigmoid kernels with C = 1. These findings validate the effectiveness of SVM in analyzing user sentiment towards generative AI chatbots, and demonstrate that the combination of linear or sigmoid kernels with appropriate regularization parameters yields optimal performance for evaluating natural language-based AI technology on social media platforms.
4867152056C1C022061AI dan Performa Akademik Mahasiswa Akuntansi: Pendekatan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Salah satu bentuk implementasi AI yang banyak digunakan adalah chatbot berbasis AI yang mampu memberikan respons interaktif, penjelasan konseptual, serta dukungan akademik secara cepat dan fleksibel. Dalam konteks pembelajaran akuntansi yang menuntut pemahaman konsep, ketelitian analitis, dan kemampuan pemecahan masalah, kehadiran chatbot AI menjadi salah satu alternatif sumber belajar yang dapat diakses kapan saja. Mahasiswa memanfaatkan teknologi ini untuk memperoleh penjelasan materi, mencari contoh penerapan konsep akuntansi, membantu penyusunan tugas, serta melakukan latihan soal secara mandiri. Meskipun pemanfaatannya semakin meningkat, tingkat penerimaan dan penggunaan chatbot AI di kalangan mahasiswa tidak selalu seragam. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, dorongan sosial, kebiasaan, maupun kondisi pendukung yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan dan penggunaan aktual chatbot AI dalam pembelajaran mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman, serta untuk menguji hubungan antara penggunaan aktual chatbot AI dan performa akademik mahasiswa.
Kerangka teoretis yang digunakan adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), yang secara komprehensif menjelaskan determinan penerimaan dan penggunaan teknologi. Variabel independen yang diuji meliputi ekspektasi kinerja, ekspektasi upaya, pengaruh sosial, kondisi pendukung, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan sebagai prediktor niat penggunaan chatbot AI. Selain itu, penelitian ini juga menguji pengaruh niat penggunaan, kondisi pendukung, dan kebiasaan terhadap penggunaan aktual chatbot AI, serta hubungan antara penggunaan aktual chatbot AI dan performa akademik mahasiswa. Performa akademik dalam penelitian ini dipahami sebagai capaian akademik mahasiswa yang tercermin dalam indikator kuantitatif maupun persepsi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Akuntansi yang telah menggunakan chatbot AI dalam kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji validitas dan reliabilitas model pengukuran serta kekuatan hubungan antarvariabel dalam model struktural.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan niat penggunaan chatbot AI. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung memiliki niat yang lebih tinggi untuk menggunakan chatbot AI ketika mereka memandang teknologi tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan efektivitas belajar, memperoleh dukungan dari lingkungan sosial, memberikan pengalaman penggunaan yang menyenangkan, serta dianggap memiliki nilai yang sepadan dengan manfaat yang diperoleh. Kebiasaan penggunaan teknologi digital juga berperan dalam membentuk kecenderungan untuk terus menggunakan chatbot AI dalam aktivitas akademik. Sebaliknya, ekspektasi upaya dan kondisi pendukung tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan niat penggunaan. Hal ini dapat mencerminkan bahwa mahasiswa telah terbiasa dengan teknologi digital sehingga aspek kemudahan penggunaan bukan lagi menjadi pertimbangan utama, dan ketersediaan fasilitas pendukung bukan merupakan faktor dominan dalam membentuk niat penggunaan chatbot AI.
Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa niat penggunaan dan kebiasaan memiliki pengaruh yang signifikan dengan penggunaan aktual chatbot AI. Mahasiswa yang memiliki niat tinggi dan kebiasaan menggunakan teknologi cenderung lebih aktif dalam memanfaatkan chatbot AI dalam kegiatan belajar. Sementara itu, kondisi pendukung tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penggunaan aktual, yang mengindikasikan bahwa faktor internal pengguna lebih dominan dibandingkan faktor eksternal dalam mendorong penggunaan nyata teknologi tersebut. Lebih lanjut, penggunaan aktual chatbot AI memiliki hubungan positif dan signifikan dengan performa akademik mahasiswa. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan antara intensitas pemanfaatan chatbot AI dan capaian akademik mahasiswa. Namun demikian, hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan sebatas menunjukkan adanya asosiasi yang signifikan dalam konteks dan populasi penelitian yang diteliti.
Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai adopsi teknologi berbasis AI dalam pendidikan tinggi, khususnya dengan mengintegrasikan model UTAUT2 dalam konteks pembelajaran akuntansi dan mengaitkannya dengan variabel performa akademik. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan strategi integrasi AI yang lebih terarah, serta bagi pengembang teknologi untuk menyesuaikan fitur chatbot AI dengan kebutuhan akademik mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan responden yang terbatas pada satu program studi dan satu institusi, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian, mempertimbangkan variabel moderasi atau mediasi tambahan, serta mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan chatbot AI pada mahasiswa.
The development of Artificial Intelligence (AI) in recent years has brought significant changes across various sectors, including higher education. One widely adopted form of AI implementation is AI-based chatbots, which are capable of providing interactive responses, conceptual explanations, and academic support in a fast and flexible manner. In the context of accounting education which requires conceptual understanding, analytical precision, and problem-solving skills, the presence of AI chatbots has become an alternative learning resource that can be accessed anytime. Students utilize this technology to obtain explanations of course materials, explore examples of accounting concept applications, assist in completing assignments, and practice problem-solving independently.
Despite its increasing utilization, the level of acceptance and use of AI chatbots among students is not always uniform. These differences may be influenced by factors such as perceived usefulness, perceived ease of use, social influence, habits, and facilitating conditions. Therefore, this study aims to analyze the factors influencing behavioral intention and actual use of AI chatbots in learning among Accounting students at Universitas Jenderal Soedirman, as well as to examine the relationship between actual use of AI chatbots and students’ academic performance.
The theoretical framework employed in this study is the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), which comprehensively explains the determinants of technology acceptance and use. The independent variables examined include performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, and habit as predictors of behavioral intention to use AI chatbots. In addition, this study investigates the effects of behavioral intention, facilitating conditions, and habit on actual use of AI chatbots, as well as the relationship between actual use and students’ academic performance. Academic performance in this study is defined as students’ academic achievement reflected in both quantitative indicators and perceptions of learning outcomes. This research adopts a quantitative approach with a survey design. Primary data were collected through questionnaires distributed to Accounting students who have used AI chatbots in their learning activities. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the validity and reliability of the measurement model and the strength of relationships among variables in the structural model.
The results indicate that performance expectancy, social influence, hedonic motivation, price value, and habit have a positive and significant effect on behavioral intention to use AI chatbots. These findings suggest that students are more likely to intend to use AI chatbots when they perceive the technology as beneficial for enhancing understanding and learning effectiveness, receive support from their social environment, experience enjoyment in using the technology, and perceive that the value obtained is worth the cost. Digital technology usage habits also play a role in shaping the tendency to continue using AI chatbots in academic activities. Conversely, effort expectancy and facilitating conditions do not show a significant effect on behavioral intention. This may reflect that students are already accustomed to digital technology, making ease of use no longer a primary consideration, and that the availability of supporting facilities is not a dominant factor in forming their intention to use AI chatbots.
Furthermore, the findings show that behavioral intention and habit significantly influence the actual use of AI chatbots. Students with higher intention and established technology usage habits tend to use AI chatbots more actively in their learning activities. Meanwhile, facilitating conditions do not have a significant relationship with actual use, indicating that internal user factors are more dominant than external factors in driving the real use of the technology. Moreover, actual use of AI chatbots has a positive and significant relationship with students’ academic performance. This result indicates an association between the intensity of AI chatbot utilization and students’ academic achievement. However, the relationship identified in this study cannot be interpreted as a direct causal relationship; rather, it demonstrates a significant association within the context and population examined.
Theoretically, this study contributes to the development of literature on AI-based technology adoption in higher education, particularly by integrating the UTAUT2 model into the context of accounting education and linking it with academic performance variables. Practically, the findings may serve as a reference for higher education institutions in designing more targeted AI integration policies and strategies, as well as for technology developers in aligning AI chatbot features with students’ academic needs. Nevertheless, this study is limited by its focus on respondents from a single study program and institution; therefore, the generalization of findings should be approached with caution. Future research is recommended to expand the research scope, consider additional moderating or mediating variables, and combine quantitative and qualitative methods to obtain a more comprehensive understanding of AI chatbot usage among students.
4867252057C1A021030Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Pelaku UMKM Batik Paoman di Kabupaten IndramayuUMKM berperan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia karena menjadi salah satu sektor yang beragam dan dinamis, salah satunya yaitu UMKM Batik Paoman yang berperan untuk melestarikan warisan budaya dan identitas lokal Indonesia. UMKM memiliki tujuan untuk menghasilkan pendapatan yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari modal, tenaga kerja, dan inovasi produk terhadap pendapatan pelaku UMKM Batik Paoman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pelaku UMKM Batik Paoman. Sementara itu, inovasi produk tidak berpengaruh terhadap pendapatan karena tidak ada perbedaan antara UMKM yang melakukan inovasi produk dan UMKM yang tidak melakukan inovasi produk. Implikasi penelitian ini menekankan pada pentingnya pengelolaan modal yang optimal, penyesuaian jumlah tenaga kerja, dan diferensiasi untuk menciptakan produk yang memiliki keunggulan kompetitif.MSMEs play an important role in moving the Indonesian economy because it is one of the diverse and dynamic sectors, one of which is the Batik Paoman MSMEs which plays a role in preserving Indonesia’s cultural heritage and local identity. MSMEs aim to generate maximum income to meet their needs and ensure business sustainability. This study analyzes the influence of capital, labor, and product innovation on the income of Batik Paoman SME actors. This study uses a quantitative method with multiple linear regression analysis to analyze the data. The result of this study indicate that capital and labor have a positive and significant effect on the income of Batik Paoman MSMEs. Meanwhile, product innovation does not affect income because there is no difference between MSMEs that implement product innovation and those that do not. The implications of this study emphasize the importance of optimal capital management, adjusting the number of workers, and differentiation to create product with competitive advantages.
4867352101B1A022007Aktivitas Superoksida Dismutase dan Katalase Tikus Putih yang Dipapar Air Rebusan Plastik Hitam dan Diberi Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.)Plastik hitam polikarbonat merupakan jenis plastik yang banyak digunakan dalam industri karena sifatnya yang kuat, tahan panas dan ringan. Jenis plastik ini memiliki kode dengan nomor 7. Plastik hitam mengandung berbagai senyawa toksik, seperti Bisphenol A (BPA), ftalat, timbal (Pb), kromium (Cr), kadmiun (Cd), serta Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH), yang berpotensi terlepas saat pemanasan. Salah satu contoh penggunaan plastik hitam yang paling sering dijumpai adalah wadah makanan dan minuman. Paparan plastik hitam dapat meningkatkan produksi spesies oksigen reaktif yang menyebabkan stres oksidatif dan menurunkan aktivitas antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase. Tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung likopen, senyawa antioksidan kuat yang mampu menangkap radikal bebas dan berpotensi meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol tomat terhadap aktivitas superoksida dismutase dan katalase darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipapar air rebusan plastik hitam, serta menentukan dosis efektif ekstrak etanol tomat yang dapat meningkatkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase tikus putih yang dipapar air rebusan plastik hitam.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini berupa tikus putih jantan. Adapun perlakuan yang dicobakan, yaitu: K+ (kontrol positif): tikus diberi aquades (K+), K- (kontrol negatif): tikus diberi air rebusan plastik hitam (K-), P1: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 5 mg/kg BB ekstrak etanol tomat, P2: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 10 mg/kg BB ekstrak etanol tomat, dan P3: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 20 mg/kg BB ekstrak etanol tomat. Perlakuan ekstrak etanol tomat diberikan setelah pemberian air rebusan plastik hitam selama 3 jam. Hari ke-8 dilakukan pengambilan darah melalui kapiler mata untuk mendapatkan plasma darah. Plasma darah digunakan untuk mengukur aktivitas superoksida dismutase pada panjang gelombang 520 nm dan katalase pada 240 nm menggunakan spektrofotometer. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan dikarenakan terdapat perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan rebusan plastik hitam menyebabkan penurunan aktivitas superoksida dismutase dan katalase pada tikus putih. Pemberian ekstrak tomat mampu meningkatkan aktivitas kedua enzim secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol negatif. Peningkatan aktivitas superoksida dismutase dan katalase terjadi seiring dengan peningkatan dosis ekstrak tomat, dengan dosis 20 mg/kg BB menunjukkan efek paling optimal. Ekstrak tomat terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas antioksidan dan berpotensi melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat paparan rebusan plastik hitam. Tikus putih yang dipapar plastik hitam dan diberi ekstrak tomat menunjukkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol negatif (K−). Peningkatan aktivitas superoksida dismutase mengindikasikan bahwa pemberian ekstrak tomat mampu memperbaiki sistem pertahanan antioksidan terhadap stres oksidatif akibat paparan plastik hitam, sedangkan peningkatan aktivitas katalase menunjukkan peran ekstrak tomat dalam meningkatkan kemampuan tubuh untuk menguraikan hidrogen peroksida sehingga dapat menurunkan stres oksidatif. Berdasarkan hasil penelitian, dosis ekstrak tomat 20 mg/kg BB terbukti sebagai dosis yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase.
Black polycarbonat plastic is a type of plastic widely used in industry due to its strenght, heat resistance, transparency, and lightweight properties. This type of plastic is classified polycerbonae-based plastic is in food and beverage containers. Black plastic contains several toxic compounds, including Bisphenol A (BPA), phthalates, lead (Pb), chromium (Cr), cadmium (Cd), and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), which may leach out when the plastic is subjected to heating. Exposure to black polycarbonate plastic can increase the production of reactive oygen species, leading to oxidative stress and decrease in the activity of endogenous antioxidant such ad superoxide dismutase and catalase. Tomatoes (Solanum lycopersicum L.) contain lycopene, a potent antioxidant enzymes in the body. This study aimed to determined the effect of tomato extract administration on the levels of superoxide dismutase and catalase in the blood of white rats (Rattus norvegicus) exposed to black plastic, as well as to identify the effective dose of tomato extract that can increase both enzyme level.
This study employed a completely randomized design with five treatment groups and five replications. The experimental animals used were male white rats. The treatments consisted of a positive control group receiving ditilled water (K+), a negative control group receiving boiled black plastic solution (K-), and treatment groups receiving boiled black plastic solution combined with tomato extract at doses of 5 mg/kg body weight (P1), 10 mg/kg body weight (P2), and 20 mg/kg body weight (P3). Tomato extract was administered three hours after Bisphenol A exposure, on the 8 day, blood samples were collected via the ocular capillary to obtain blood plasma. Plasma samples were used to measure superoxide dismutase levels at a wavelength of 520 nm and catalase at 240 nm using a spectrophotometer. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA, and significant differences among treatments were further analyzed using Duncan’s multiple range test.
The results showed that exposure to black plastic caused a decrease in superoxide dismutase and catalase enzyme levels in white rats. The results of the study showed that exposure to boiled black plastic caused a decrease in superoxide dismutase and catalase levels in white rats. Administration of tomato extract significantly increased the levels of both enzymes (p < 0.05) compared to the negative control group. The increase in superoxide dismutase and catalase levels occurred in line with increasing doses of tomato extract, with a dose of 20 mg/kg body weight showing the most optimal effect. Tomato extract was proven to be effective in enhancing antioxidant enzyme activity and has the potential to protect the body from oxidative stress caused by exposure to boiled black plastic. White rats exposed to black plastic and treated with tomato extract showed higher levels of superoxide dismutase and catalase compared to the negative control group (K−). The increase in superoxide dismutase levels indicates that tomato extract administration is able to improve the antioxidant defense system against oxidative stress induced by black plastic exposure, while the increase in catalase levels demonstrates the role of tomato extract in enhancing the body’s ability to decompose hydrogen peroxide, thereby reducing oxidative stress.
4867452059L1B022017Pengaruh Pemberian Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) dengan Dosis Berbeda terhadap Kepadatan dan Laju Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) pada Media Nannochloropsis oculataLarva merupakan fase kritis dalam budidaya ikan karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna dan bersifat sensitif terhadap kondisi lingkungan, terutama ketersediaan pakan. Salah satu jenis pakan larva ikan yaitu pakan alami rotifera (Brachionus plicatilis), yang umumnya dikultur menggunakan mikroalga, salah satunya Nannochloropsis oculata atau dengan tambahan suplementasi untuk pengkayaan. Selain itu, rotifera juga dapat diberi pakan dengan bahan alternatif seperti ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Namun, ragi roti harus diberikan dengan dosis yang tepat karena pemberian yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan rotifera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi roti dengan dosis berbeda terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (A: Nannochloropsis oculata 10 mL/L/hari (kontrol), B: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 10 mL/L/hari, C: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 20 mL/L/hari, D: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 30 mL/L/hari) dalam skala 2 L. Bahan perlakuan menggunakan larutan stok N. oculata kepadatan 10⁴ sel/mL dan pengenceran ragi roti dengan dosis 8 gram/ L. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dengan tahapan persiapan alat dan bahan, sterilisasi, kultur, pengamatan kepadatan, pemanenan, dan analisis data. Data kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi roti dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan D yang menghasilkan kepadatan 118 individu/mL dan laju pertumbuhan 0,411 individu/mL/hari dengan waktu penggandaan diri selama 37,1 jam.Larvae are a critical phase in fish farming because their digestive systems are not yet fully developed and are sensitive to environmental conditions, especially feed availability. One type of fish larval feed is natural feed rotifers (Brachionus plicatilis), which are generally cultured using microalgae, one of which is Nannochloropsis oculata or with additional supplementation for enrichment. Additionally, rotifers can also be fed with alternative materials such as baker's yeast (Saccharomyces cerevisiae). However, baker's yeast must be administered in the correct dosage because excessive administration can disrupt rotifer growth. This study aims to determine the effect of administering baker's yeast at different dosages on the density and growth rate of the rotifer population. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates (A: Nannochloropsis oculata 10 mL/L/day (control), B: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 10 mL/L/day, C: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 20 mL/L/day, D: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 30 mL/L/day) on a 2 L scale. The treatment materials used a stock solution of N. oculata with a density of 10⁴ cells/mL and bread yeast dilution at a dose of 8 grams/L. Maintenance was carried out for 8 days with stages of preparation of tools and materials, sterilization, culture, density observation, harvesting, and data analysis. The density and growth rate data of the rotifer population were analyzed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney tests. The results showed that the administration of bread yeast at different doses had a significant effect (p<0.05) on the density and growth rate of the rotifer population. The best treatment was treatment D, which produced a density of 118 individuals/mL and a growth rate of 0.411 individuals/mL/day with a doubling time of 37.1 hours.
4867552085C1B021035Analisis Akurasi Indikator Vortex, Chaikin Money Flow, dan Exponential Moving Average pada Saham LQ45Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi indikator teknikal Vortex Indicator, Chaikin Money Flow, dan Exponential Moving Average dalam memberikan sinyal jual dan beli pada saham yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode Juni 2024 hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa harga saham harian yang meliputi harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dari 36 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sinyal jual dan beli diperoleh melalui penerapan indikator Vortex (VI-14), Chaikin Money Flow (CMF-20), serta Exponential Moving Average (EMA 20 dan EMA 50). Pengujian akurasi dilakukan dengan mengevaluasi kesesuaian antara sinyal indikator dan pergerakan harga penutupan saham tiga hari setelah sinyal muncul. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vortex Indicator tidak terbukti akurat dalam memberikan sinyal jual dan beli, sedangkan Chaikin Money Flow dan Exponential Moving Average terbukti akurat. Temuan ini mengindikasikan bahwa indikator berbasis volume dan indikator tren yang lebih responsif cenderung lebih efektif dalam kondisi pasar saham yang dinamis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan analisis teknikal serta menjadi referensi bagi investor dalam memilih indikator yang tepat untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.This study aims to analyze the accuracy of technical indicators, namely the Vortex Indicator, Chaikin Money Flow, and Exponential Moving Average, in generating buy and sell signals for stocks listed in the LQ45 Index during the period of June 2024 to June 2025. This research employs a quantitative approach using secondary data in the form of daily stock prices, including opening, closing, highest, and lowest prices from 36 companies selected through purposive sampling. Buy and sell signals were generated using the Vortex Indicator (VI-14), Chaikin Money Flow (CMF-20), and Exponential Moving Average (EMA 20 and EMA 50). The accuracy test was conducted by evaluating the alignment between the indicator signals and the stock closing prices three days after the signal occurred. Data analysis was performed using the non-parametric Mann-Whitney U Test with a significance level of 5%. The results indicate that the Vortex Indicator is not accurate in generating buy and sell signals, while Chaikin Money Flow and Exponential Moving Average are proven to be accurate. These findings suggest that volume-based indicators and more responsive trend indicators tend to be more effective in dynamic market conditions. This study is expected to provide empirical contributions to the development of technical analysis and serve as a reference for investors in selecting appropriate indicators to support investment decision-making
4867652075K1C022008Pendekatan Analytical Hierarchy Process dalam Analisis Peta Mikrozonasi Bahaya Gempabumi di Kota Bandung dan Cimahi sebagai Upaya Mitigasi BencanaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat zona bahaya gempabumi di Kota Bandung dan Cimahi melalui kajian mikrozonasi. Data mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Metode ini digunakan untuk memperoleh frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan kecepatan gelombang geser rata-rata 30 meter (Vs30). Parameter tersebut dikombinasikan dengan kemiringan lereng, nilai Peak Ground Acceleration batuan dasar dan permukaan, nilai Ground Shear Strain (γ), serta kepadatan penduduk dan bangunan sebagai indikator exposure. Kontribusi masing-masing parameter ditentukan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah studi terbagi menjadi tiga zona bahaya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona rendah didominasi area dengan amplifikasi kecil daan dihuni sekitar 658.048 jiwa penduduk dan 90.450 unit bangunan. Zona sedang mencakup sebagaian besar wilayah penelitian, dengan 2.185.145 jiwa penduduk dan 252.402 unit bangunan, menunjukkan kombinasi kerentanan geologi dan exposure yang tinggi. Zona tinggi berada pada area dengan nilai amplifikasi besar dan dihuni 55.809 jiwa penduduk dan 4.623 unit bangunan, sehingga memiliki potensi dampak kerusakan tertinggi. Variasi respon tanah yang dipengaruhi kuat oleh faktor amplifikasi dengan bobot AHP 48,2 %. Temuan ini menunjukkan bahwa kajian mikrozonasi bahaya gempabumi berkontribusi sebagai dasar dalam upaya mitigasi dan perencanaan tata ruang di masa mendatang.This study aims to analyze the level of earthquake hazard zones in the cities of Bandung and Cimahi through microzonation studies. Microtremor data were processed using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. This method was used to obtain the dominant frequency (f0), amplification factor (A0), seismic vulnerability index (Kg), and average shear wave velocity at 30 meters (Vs30). These parameters were combined with slope inclination, Peak Ground Acceleration values of bedrock and surface, Ground Shear Strain (γ) values, and population and building density as exposure indicators. The contribution of each parameter was determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. The results showed that the study area was divided into three hazard zones, namely low, medium, and high. The low zone is dominated by areas with small amplification and is inhabited by approximately 658.048 people and 90.450 buildings. The medium zone covers most of the study area, with 2.185.145 people and 252.402 buildings, indicating a combination of high geological vulnerability and exposure. The high zone is located in an area with high amplification values and is inhabited by 55.809 residents and 4.623 buildings, thus having the highest potential for damage. Soil response variation is strongly influenced by amplification factors with an AHP weight of 48.2%. These findings indicate that earthquake hazard microzonation studies contribute to future mitigation and spatial planning efforts.
4867752060E1A022098TANGGUNG JAWAB DEWAN KEAMANAN PERSATUAN BANGSA-BANGSA TERKAIT PENERAPAN PRINSIP RESPONSIBILITY TO PROTECT MENURUT HUKUM INTERNASIONAL
( Studi Kasus Tentang Konflik Israel-Palestina Pada Periode 2023-2024)
Dewan Keamanan merupakan salah satu badan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan dunia, namun efektivitasnya dalam konflik Israel-Palestina sangat bergantung kepada anggota tetap Dewan Keamanan yang menghambat fungsi dewan keamanan tersebut. Contohnya dalam eskalasi konflik Israel-Palestina 2023-2024 yang dimana 10 draft resolusi untuk penghentian eskalasi gagal diloloskan akibat adanya veto
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tanggung jawab Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional pada konflik Israel-Palestina menurut hukum internasional dan menganalisis implementasi prinsip Responsibility to Protect oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam konflik Israel-Palestina pada periode 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, konseptual. Data sekunder terdiri dari bahan hukum primer berupa Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan, Putusan Mahkamah Internasional, serta bahan hukum sekunder berupa jurnal dan buku hukum internasional, menggunakan metode pendekatan Perundang-undangan, pendekatan kasus serta pendekaatan konseptual yang kemudian dianalisis menggunakan
Kewenangan Dewan Keamanan PBB berdasarkan Pasal 24 Piagam Peserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia diperkuat Bab VII yang berisi Pasal 39 Piagam Peserikatan Bangsa-Bangsa mengatur tindakan koersif, mulai dari sanksi ekonomi di Pasal 41 Piagam Peserikatan Bangsa-Bangsa, dalam Pasal 42 Piagam Peserikatan Bangsa-Bangsa mengenai intervensi militer. Implementasi prinsip Responsibility to Protect (R2P) dan penerapan pasal-pasal tersebut dalam konflik Israel-Palestina 2023-2024 menghadapi hambatan struktural akibat hak veto dari ketiga negara dari lima anggota tetap. Akibatnya, tiga pilar R2P mulai dari tanggung jawab negara, bantuan internasional, hingga intervensi kolektif melalui Dewan Keamanan gagal memberikan perlindungan nyata bagi warga sipil di tengah krisis. Sepanjang periode tersebut, enam rancangan resolusi kemanusiaan terkait gencatan senjata dan perlindungan warga sipil gagal disahkan karena veto Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok menginstruksikan tindakan pencegahan dalam konflik Israel-Palestina.
The United Nations Security Council (UNSC) is one of the principal organs of the United Nations tasked with maintaining international peace and security; however, its effectiveness in the Israel-Palestine conflict is heavily contingent upon its permanent members, whose actions often obstruct the Council’s functions. A prominent example is the 2023–2024 escalation of the Israel-Palestine conflict, during which ten draft resolutions aimed at halting the escalation failed to be adopted due to the exercise of veto power.
This research aims to determine the responsibility of the UN Security Council in realizing international peace and security within the Israel-Palestine conflict under international law and to analyze the implementation of the Responsibility to Protect (R2P) principle by the UNSC during the 2023–2024 period. The research employs a normative juridical method with statutory, case-based, and conceptual approaches. Secondary data consists of primary legal materials, including the UN Charter, Security Council resolutions, and International Court of Justice (ICJ) decisions, as well as secondary legal materials such as international law journals and textbooks.
The findings indicate that the UNSC’s authority, based on Article 24 of the UN Charter, is reinforced by Chapter VII, specifically Article 39, which regulates coercive measures ranging from economic sanctions under Article 41 to military intervention under Article 42. However, the implementation of the R2P principle and the application of these articles in the 2023–2024 Israel-Palestine conflict faced structural hurdles due to the veto power exercised by three of the five permanent members. Consequently, the three pillars of R2P—state responsibility, international assistance, and collective intervention—failed to provide tangible protection for civilians amidst the crisis. Throughout this period, six draft humanitarian resolutions regarding ceasefires and civilian protection failed to pass because vetoes from the United States, Russia, and China obstructed preventive actions in the Israel-Palestine conflict.
4867852061J1A022059A Semiotic Analysis of Signs of Self-Motivation in the Instagram Posts by @toyoufromstephPenelitian ini mengkaji bagaimana pesan motivasi diri dibangun dalam unggahan Instagram akun @toyoufromsteph. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna tanda-tanda dan memahami cara pesan motivasi diri dikonstruksi melalui elemen visual dan verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan Self-Determination Theory sebagai kerangka untuk mengelompokkan jenis motivasi yang muncul. Hasil analisis menunjukkan bahwa 37 unggahan mengandung motivasi diri. Terdapat unggahan autonomy (37.8%), competence (32.4%), relatedness (5.4%), autonomy-competence (19%), dan competence-relatedness (5.4%). Pesan motivasi diri dibangun melalui simbol visual seperti figur perempuan aktif, elemen alam, dan warna kuning, serta diperkuat oleh elemen verbal berupa pernyataan afirmatif, pilihan kata yang menekankan batas diri, dan penggunaan tipografi sans serif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa unggahan motivasi diri di Instagram dibentuk oleh elemen verbal yang didukung oleh elemen visual.This research analyzes how self-motivation messages are constructed through visual and verbal signs in Instagram posts on the @toyoufromsteph account. It aims to identify the denotative, connotative, and mythical meanings of the elements in these posts and to explain how the account owner represents self-motivation messages. The analysis was conducted using Roland Barthes' semiotic approach with a qualitative descriptive method, with Self-Determination Theory as a framework for classifying types of self-motivation. The results showed that of the 37 self-motivation posts, there were posts on autonomy (37.8%), competence (32.4%), relatedness (5.4%), autonomy-competence (19%), and competence-relatedness (5.4%). Self-motivation is built through recurring visual elements such as active female figures, natural elements, and yellow colors, combined with verbal elements using sans serif fonts that contain boundary-setting words, affirmative statements, shared experience expressions, action verbs, and shared achievement expressions. These findings indicate that self-motivational posts on Instagram are not only constructed through language, but also through visual signs.
4867952062C1A022001Pengaruh Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, dan Luas Panen Padi terhadap PDB Subsektor Tanaman Pangan di IndonesiaSubsektor tanaman pangan memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional. Namun, kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor ini menunjukkan fluktuasi dan bahkan mengalami pertumbuhan negatif pada beberapa periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah, dan luas panen padi terhadap PDB subsektor tanaman pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan data sekunder time series periode 2000–2024. Dalam jangka panjang, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan nilai tukar rupiah dan luas panen padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB subsektor tanaman pangan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kebijakan moneter serta perlindungan dan peningkatan produktivitas lahan pertanian untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan produksi subsektor tanaman pangan di Indonesia.The food crop subsector plays a strategic role in the Indonesian economy as it is the main foundation of national food security. However, the Gross Domestic Product (GDP) performance of this subsector has fluctuated and even experienced negative growth in some periods. This research aims to analyze the effect of interest rates, the rupiah exchange rate, and rice harvest area on the GDP of the food crop subsector in the short and long term. The study uses a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method using secondary time series data for the period 2000–2024. In the long term, interest rate has a negative and significant effect, while the rupiah exchange rate and rice harvest area have a positive and significant effect on the GDP of the food crop subsector. These findings highlight the importance of monetary policy management as well as the protection and improvement of agricultural land productivity to maintain the stability and sustainability of food crop subsector production in Indonesia.
4868052064H1D021047Perbadingan Metode Grid Search, Random Search, Bayesian Optimization dalam Optimasi Hyperparameter Model BERT untuk Analisis Sentimen pada Platform X terhadap Website CoretaxLayanan perpajakan digital Website Coretax yang baru disahkan pada awal tahun 2025 memicu beragam opini masyarakat di platform media sosial X. Analisis sentimen terhadap opini tersebut penting dilakukan untuk mengevaluasi kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas tiga metode optimasi hyperparameter, yaitu Grid Search, Random Search, dan Bayesian Optimization, pada model Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) untuk klasifikasi sentimen. Model yang digunakan adalah indobert-base-p1 dengan dataset sebanyak 31.586 tweet yang dibagi dengan rasio 80:10:10. Parameter yang dioptimasi meliputi learning rate, batch size, epochs, dan weight decay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode optimasi berhasil meningkatkan performa dibandingkan base model (akurasi 93,84%, presisi 88,98%, recall 87,94%, F1-Score 88,44%). Bayesian Optimization terbukti menjadi metode terbaik dengan peningkatan performa paling signifikan, menghasilkan akurasi 95,00%, presisi 91,86%, recall 91,59%, dan F1-score 91,72% pada kombinasi learning rate 1,04 × 10⁻⁵, epoch 4, batch size 16, dan weight decay 0,22. Analisis sentimen menunjukkan bahwa mayoritas pengguna memberikan respon negatif terhadap Website Coretax sebesar 47% (10.428 tweet). Selain itu, penelitian ini mengimplementasikan dashboard interaktif berbasis website untuk visualisasi hasil analisis dan model.The digital tax service, Coretax Website, launched in early 2025, has triggered various public opinions on the X social media platform. Sentiment analysis of these opinions is crucial for evaluating service quality. This study aims to compare the effectiveness of three hyperparameter optimization methods—Grid Search, Random Search, and Bayesian Optimization—on the Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) model for sentiment classification. The model used is indobert-base-p1 with a dataset of 31,586 tweets split at an 80:10:10 ratio. The optimized parameters include learning rate, batch size, epochs, and weight decay. The results show that all three optimization methods improved performance compared to the base model (Accuracy 93.84%, Precision 88,98%, Recall 87,94%, F1-Score 88.44%). Bayesian Optimization proved to be the superior method with the most significant performance increase, achieving 95.00% accuracy, 91.86% precision, 91.59% recall, and a 91.72% F1-score with a configuration of learning rate 1.04 × 10⁻⁵, 4 epochs, batch size 16, and weight decay 0.22. Sentiment analysis revealed that the majority of users expressed negative sentiments toward the Coretax Website at 47% (10,428 tweets). Furthermore, this research implemented an interactive web-based dashboard for visualization of the analysis results and model.