Artikel Ilmiah : F1D022067 a.n. NABILA RESTY KHANSA

Kembali Update Delete

NIMF1D022067
NamamhsNABILA RESTY KHANSA
Judul ArtikelSTRATEGI PEMENANGAN KELUARGA DALAM KONTESTASI PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 PADA DAPIL II DI BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemenangan politik keluarga Bambang Suparno dan Aditya Prasetya Utama dalam Pemilu Legislatif 2024 di Daerah Pemilihan II Kabupaten Banjarnegara. Keduanya merupakan ayah dan anak yang mencalonkan diri secara bersamaan pada dapil dan partai yang sama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan landasan teori pemilu sebagai mekanisme kompetisi politik serta teori strategi politik defensif dan ofensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan keduanya tidak semata-mata ditentukan oleh relasi kekeluargaan, melainkan oleh strategi yang terencana dan kontekstual. Strategi defensif dijalankan Bambang Suparno dengan mempertahankan basis massa historis melalui relasi sosial jangka panjang. Strategi ofensif dijalankan Aditya Prasetya Utama dengan memperluas dukungan, terutama pada segmen pemilih muda. Pembagian wilayah elektoral dilakukan untuk menghindari kompetisi internal dalam satu partai. Pada faktor ekonomi, strategi disesuaikan dengan struktur ekonomi lokal yang didominasi sektor pertanian dan pekerjaan informal, diwujudkan melalui dukungan pupuk dan alat pertanian bagi petani serta bantuan sarana usaha bagi pelaku UMKM, dengan dukungan modal ekonomi keluarga. Pada faktor struktur sosial, strategi ditopang oleh modal sosial, kedekatan dengan ulama dan jaringan Nahdlatul Ulama, relasi dengan kepala desa dan perangkat desa, serta legitimasi tokoh lokal yang telah terbentuk secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to describe the political winning strategies of Bambang Suparno and Aditya Prasetya Utama in the 2024 Legislative Election in Electoral District II of Banjarnegara Regency. The two are father and son who ran together in the same electoral district and party, the National Awakening Party (PKB). This study uses qualitative methods through in-depth interviews, observation, and documentation studies, with a theoretical basis of elections as a mechanism of political competition and the theory of defensive and offensive political strategies. The results of the study show that their success is not solely determined by family relations, but by well-planned and contextual strategies. Bambang Suparno implemented a defensive strategy by maintaining his historical mass base through long-term social relations. Aditya Prasetya Utama implemented an offensive strategy by expanding his support, especially among young voters. The division of electoral areas was carried out to avoid internal competition within the party. In terms of economic factors, the strategy was adapted to the local economic structure, which is dominated by the agricultural sector and informal employment. This was realized through the provision of fertilizer and agricultural tools for farmers and business assistance for UMKM actors, with the support of family economic capital. In terms of social structure, the strategy was supported by social capital, proximity to Islamic scholars and the Nahdlatul Ulama network, and relationships with village heads and village officials.
Kata kunciStrategi pemenangan, strategi politik, politik keluarga
Pembimbing 1Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si
Pembimbing 2Neneng Sobibatu Rohmah, S.Sos.,M.IP
Pembimbing 3Chanifia Izza Millata, S.IP., M.IP
Tahun2026
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2026-02-23 14:00:37.115853
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.