Artikel Ilmiah : F2B022001 a.n. NUR LIYA FITRIYANI

Kembali Update Delete

NIMF2B022001
NamamhsNUR LIYA FITRIYANI
Judul ArtikelSTRATEGI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH TINDAK KEKERASAN MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI DI SMP NEGERI 1 NGIMBANG, LAMONGAN, JAWA TIMUR)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan program yang berupaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kebijakan SRA adalah SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 8 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak. Selain itu, Program SRA juga menjadi jalan bagi berkembangnya kebijakan-kebijakan lain yang mendukung keamanan dan kenyamanan anak selama di sekolah. Seperti penilaian tentang iklim keamanan sekolah melalui Survei Lingkungan Belajar (SULINGJAR). Serta diterapkannya PERMENDIKBUDRISTEK No. 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi lembaga pendidikan dalam mencegah tindak kekerasan melalui implementasi Program SRA. Menganalisis faktor pendorong dan penghambatnya, serta dampak dari implementasi Program SRA tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case studies). Dilaksanakan di lembaga pendidikan SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru wali kelas, guru bimbingan dan konseling, ketua tim pelaksana Program SRA, siswa, orang tua siswa, komite sekolah, serta pengawas sekolah. Validasi datanya menggunakan teknik triangulasi sumber. Meskipun Program SRA di lembaga pendidikan ini belum dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan yang diharapkan, karena disebabkan oleh berbagai keterbatasan kondisi di lapangan. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan. Strategi tersebut meliputi: 1) Strategi dalam pelaksanaan Program SRA. 2) Tindakan untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan di lingkungan sekolah. 3) Tindakan yang dilakukan jika terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah. 4) Mekanisme penanganan korban dan pelaku jika terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Faktor pendorong program yaitu menciptakan sekolah yang ramah anak, mengedepankan kepentingan terbaik siswa, serta patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Faktor penghambat program yaitu masih ditemukan orang tua siswa yang kurang berperan dalam mengawasi anak serta mendukung kebijakan sekolah. Masih adanya tenaga pendidik yang memegang pola pikir lama, kondisi peserta didik yang berada pada masa transisi usia, serta anggaran yang terbatas menghambat pemenuhan sarana dan prasarana SRA. Selain itu, implementasi Program SRA juga menunjukkan dampak yang positif. Karakter siswa berubah menjadi lebih baik dan tertib. Angka kekerasan dan perundungan menurun, guru cenderung lebih sabar, motivasi belajar siswa meningkat, serta siswa semakin betah berada di lingkungan sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Child-Friendly Schools (SRA) is a program that strives to create a safe, comfortable, clean, healthy, inclusive, and violence-free educational environment. One educational institution that implements the SRA policy is SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. This policy is a follow-up to the Regulation of the Minister of Women's Empowerment and Child Protection No. 8 of 2014 concerning the Child-Friendly School Policy. In addition, the SRA Program also paves the way for the development of other policies that support children's safety and comfort while at school. Such as the assessment of the school safety climate through the Learning Environment Survey (SULINGJAR). As well as the implementation of PERMENDIKBUDRISTEK No. 46 of 2023 concerning the Prevention and Handling of Violence in Educational Unit Environments (PPKSP). The purpose of this study is to analyze the strategies of educational institutions in preventing acts of violence through the implementation of the SRA Program. Analyze the driving and inhibiting factors, as well as the impact of implementing the SRA Program. Using qualitative methods in case study research. Conducted at SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. The research targets were determined through purposive sampling: the principal, homeroom teachers, guidance and counseling teachers, the head of the SRA Program implementation team, students, parents, school committees, and school supervisors. Data validation used source triangulation techniques. Although the SRA Program at this educational institution has not been implemented optimally as expected due to various limitations in the field, the research results show that the institution has prepared strategic steps to prevent violence. These strategies include: 1) Strategies for implementing the SRA Program. 2) Actions to prevent cases of violence in the school environment. 3) Actions taken if a case of violence occurs in the school environment. 4) Mechanisms for handling victims and perpetrators if a case of violence occurs in the school environment. The program's driving factors include creating child-friendly schools that prioritize students' best interests and comply with applicable legal provisions. The program's inhibiting factors include parents who are still less involved in supervising their children and supporting school policies. The persistence of outdated mindsets among educators, the transitional age of students, and limited budgets hinder the provision of SRA facilities and infrastructure. Furthermore, the implementation of the SRA program has shown positive impacts. Students' character has changed for the better and become more disciplined. Rates of violence and bullying have decreased, teachers have become more patient, students' motivation to learn has increased, and students have become more comfortable in the school environment.
Kata kunciStrategi Lembaga Pendidikan, Mencegah Kekerasan, Program Sekolah Ramah Anak
Pembimbing 1Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Mintarti, M.Si.
Pembimbing 3Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. / Dr. Elis Puspitasari, M.Si.
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-02-23 15:12:33.758403
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.