Home
Login.
Artikelilmiahs
51993
Update
AYU SRI LESTARI
NIM
Judul Artikel
Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas Sebagai Prasarana Kegiatan Camping
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PENDAHULUAN Pendidikan jasmani pada umumnya adalah komponen integral dari pendidikan. Pendidikan jasmani memberikan anak peluang untuk belajar tentang beragam aktivitas secara fisik, mental, sosial, emosional dan moral memelihara dan mengembangkan potensi mereka (Mustafa, 2022). Pendidikan jasmani memiliki ruang lingkup diantaranya: permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, aktivitas air, kesehatan, dan pendidikan luar kelas (Tifal, 2023). Pendidikan luar kelas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas belajar anak melalui pembelajaran diluar sekolah. Pendidikan luar kelas adalah aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas atau sekolah dan di alam bebas. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan diluar kelas memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari pada kegiatan yang hanya dilakukan di dalam ruangan (Anggraini, 2021). Pendayagunaan objek wisata alam De Gomblang merupakan upaya pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki secara optimal agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Menurut (Aliim & Darwis, 2023), Salah satu bentuk pendayagunaan tersebut dapat dilakukan melalui pengalokasian berbagai sumber daya kepada kelompok maupun individu dalam masyarakat. Pengalokasian ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Prasarana dan sarana dapat menjadi salah satu penunjang yang sangat penting agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan (Humagi et al., 2021). Objek wisata sebagai prasarana pembelajaran aktivitas luar kelas saat ini telah banyak dijumpai pada setiap kabupaten atau kota yang ada di Indonesia salah satunya di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Wisata Alam De Gomblang memiliki pemandangan alam yang dapat digunakan sebagai spot foto yang indah. Aktivitas De Gomblang tidak sekedar melihat keindahan air terjun saja, pengunjung juga dapat trekking, hiking, dan camping. Camping atau berkemah merupakan aktivitas yang biasa dilaksanakan dengan tidur di tenda dan di ruangan terbuka (Nurkhaliza et al., 2025). Kegiatan camping bertujuan untuk membina dan mengembangkan berbagai aspek peserta didik, meliputi ketahanan mental, kemandirian, moral, emosional, intelektual, serta kemampuan sosial lainnya. Hal tersebut sejalan dengan teori perkembangan kemandirian yang dikemukakan oleh Hurlock yang menjelaskan bahwa kemandirian anak mencakup kemampuan dalam mengelola diri sendiri, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan (Zahrok, 2025). Objek Wisata De Gomblang bisa dijadikan sebagai prasarana pendidikan luar kelas khususnya kegiatan camping. Hal ini dibuktikan dengan adanya area camping dan beberapa kalangan dari pelajar, umum, dan komunitas pecinta alam yang sudah melaksanakan kegiatan camping di Objek Wisata Alam De Gomblang. Namun, dalam kegiatan camping di wisata tersebut belum optimal hal ini dikarenakan pengunjung belum dapat mendayagunakan untuk pendidikan luar kelas khususnya kegiatan camping. Di samping itu, belum banyak di angkat tema terkait hal tersebut, sehingga, penulis tertarik untuk mengkaji dengan judul ‘‘Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas Sebagai Prasarana Kegiatan Camping.’’ METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Wisata Alam De Gomblang serta di sekolah-sekolah yang telah melaksanakan kegiatan aktivitas luar kelas di objek wisata tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025. Subjek penelitian terdiri atas dua guru PJOK dari SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto dan dua guru PJOK dari SMA Negeri 1 Banyumas. Selain itu, responden juga melibatkan siswa tingkat SMA sederajat, yaitu 11 siswa dari SMA Negeri 1 Banyumas dan 28 siswa dari SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Pemilihan informan dilakukan berdasarkan kriteria bahwa mereka telah mengikuti kegiatan aktivitas luar kelas di Objek Wisata Alam De Gomblang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas dapat didayagunakan sebagai prasarana kegiatan camping yang bersifat edukatif dan rekreatif. Pendayagunaan objek wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran luar kelas yang mendukung pengembangan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar langsung di alam terbuka. Pemanfaatan lingkungan alam sebagai ruang belajar memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan (Hidayat, 2022). Kegiatan camping sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas selaras dengan konsep experiential learning yang menekankan pengalaman nyata sebagai sumber pembelajaran. Melalui aktivitas di alam terbuka, peserta didik memperoleh pengalaman sosial dan emosional yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa pembelajaran luar kelas mampu meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik karena adanya interaksi langsung dengan lingkungan dan kelompok (Kurniawan et al., 2025). Pendayagunaan objek wisata sebagai sarana pendidikan juga menunjukkan adanya integrasi antara sektor pariwisata dan pendidikan. Lingkungan wisata yang memiliki potensi alam, ruang terbuka, serta fasilitas dasar memungkinkan kegiatan pembelajaran berlangsung secara kontekstual dan bermakna. Menurut Priatna (2022), fasilitas dan prasarana wisata merupakan unsur penting dalam mendukung aktivitas pengunjung, termasuk kegiatan edukatif, karena berperan dalam menciptakan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas yang dilakukan di kawasan wisata. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa Wisata Alam De Gomblang telah dimanfaatkan oleh sekolah sebagai lokasi kegiatan aktivitas luar kelas, khususnya camping pendidikan. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa objek wisata memiliki nilai edukatif yang relevan dengan tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dan penguatan karakter peserta didik. Dengan demikian, pendayagunaan kawasan wisata sebagai prasarana pendidikan dapat menjadi alternatif inovatif dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman di luar ruang kelas. Faktor Pendukung Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai Prasarana Kegiatan Camping Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor pendukung utama dalam pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai prasarana kegiatan camping. Faktor pertama adalah kondisi alam dan lokasi yang masih asri serta strategis. Lingkungan alam yang alami memberikan suasana belajar yang kondusif sehingga peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan alam sekaligus meningkatkan pengalaman belajar yang autentik. Lingkungan alami diketahui memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, serta kesehatan mental peserta didik dalam kegiatan pendidikan luar kelas (Kurniawan et al., 2025). Faktor pendukung berikutnya adalah ketersediaan fasilitas dan prasarana dasar yang cukup memadai. Fasilitas seperti area camping ground, sumber air bersih, toilet, tempat ibadah, dan area terbuka menjadi unsur penting dalam menunjang keberlangsungan kegiatan camping. Menurut Priatna (2022), keberadaan fasilitas dasar merupakan indikator penting kelayakan suatu destinasi wisata karena fasilitas tersebut menentukan tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna. Selain itu, aksesibilitas menuju lokasi yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau juga menjadi faktor pendukung utama. Kemudahan akses memungkinkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan luar kelas tanpa menghadapi kendala transportasi yang signifikan. Biaya yang terjangkau turut meningkatkan peluang pemanfaatan objek wisata sebagai lokasi kegiatan pendidikan secara berkelanjutan. Faktor pendukung lainnya adalah tingginya nilai edukatif yang terkandung dalam kegiatan camping. Aktivitas camping mampu menumbuhkan kerja sama kelompok, komunikasi interpersonal, kepemimpinan, serta tanggung jawab individu. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan pendidikan jasmani yang menekankan perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik aspek fisik, sosial, maupun emosional (Hidayat, 2022). Faktor Penghambat Pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai Prasarana Kegiatan Camping Meskipun memiliki potensi yang besar, pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang sebagai prasarana kegiatan camping masih menghadapi beberapa faktor penghambat. Faktor utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah keterbatasan fasilitas pendukung, khususnya pada aspek keselamatan dan kesehatan. Belum tersedianya fasilitas keselamatan yang lengkap, seperti perlengkapan P3K yang memadai, menjadi perhatian penting karena kegiatan camping termasuk aktivitas luar ruang yang memiliki risiko tertentu. Faktor penghambat berikutnya adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang belum sepenuhnya optimal. Beberapa bagian jalan masih memerlukan perbaikan sehingga dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan peserta kegiatan. Aksesibilitas merupakan komponen penting dalam pengembangan destinasi wisata edukatif karena berkaitan langsung dengan kemudahan mobilitas pengunjung (Priatna, 2022). Selain itu, aspek keamanan dan sistem pengelolaan masih memerlukan peningkatan. Meskipun kegiatan camping tetap dapat berlangsung dengan pengawasan guru dan aturan kegiatan yang jelas, penguatan sistem mitigasi risiko dan manajemen keamanan tetap diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna. Pengelolaan destinasi wisata yang optimal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan kawasan wisata sebagai sarana pendidikan (Kurniawan et al., 2025). Secara keseluruhan, faktor penghambat yang ditemukan tidak menghilangkan potensi Wisata Alam De Gomblang sebagai lokasi camping edukatif, namun menunjukkan perlunya peningkatan fasilitas, aksesibilitas, serta sistem pengelolaan agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pendayagunaan Objek Wisata Alam De Gomblang Kedungbanteng Banyumas sebagai prasarana kegiatan camping, dapat disimpulkan bahwa pendayagunaan objek wisata merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui pembagian peran serta pemanfaatan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian masing-masing pihak, Wisata Alam De Gomblang mampu meningkatkan nilai guna wisata, mendukung kegiatan edukatif dan rekreatif, serta memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Pendayagunaan tersebut didukung oleh kondisi alam yang asri dan strategis, ketersediaan fasilitas dasar yang cukup memadai, aksesibilitas yang relatif mudah dan terjangkau, serta nilai edukatif kegiatan camping yang mendukung pembelajaran luar kelas dan penguatan karakter peserta didik. Namun demikian, pemanfaatannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas pendukung terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan, kondisi akses jalan yang belum optimal, serta sistem keamanan dan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaan kegiatan camping dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Saran Berdasarkan hasil penelitian, sekolah diharapkan terus memanfaatkan Wisata Alam De Gomblang sebagai sarana pembelajaran luar kelas melalui kegiatan camping dengan perencanaan yang matang, terutama terkait keselamatan dan keterkaitan dengan tujuan pembelajaran. Pengelola wisata diharapkan meningkatkan fasilitas pendukung, khususnya aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan, serta menyusun pedoman kegiatan camping edukatif dan memperkuat kerja sama dengan pihak sekolah. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan cakupan yang lebih luas dan sudut pandang berbeda agar hasil kajian menjadi lebih mendalam dan komprehensif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
UTILIZATION OF THE DE GOMBLANG KEDUNGBANTENG BANYUMAS NATURAL TOURISM OBJECT AS CAMPING ACTIVITY INFRASTRUCTURE PENDAYAGUNAAN OBJEK WISATA ALAM DE GOMBLANG KEDUNGBANTENG BANYUMAS SEBAGAI PRASARANA KEGIATAN CAMPING 1Ayu Sri Lestari, 2Indra Jati Kusuma, 3Bayu Suko Wahono 1Student of Physical Education Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, 2,3Lecturer of Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University Department of Physical Education, Faculty of Health Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia Jl.Dr.Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Telp (0281) 642838 Email: ayusrilestari7878@gmail.com ABSTRACT Background: Physical education plays an important role in developing students’ overall potential, one of which is through outdoor education. Outdoor learning utilizes nature as a meaningful learning medium, particularly through camping activities that foster cooperation, independence, responsibility, and environmental awareness. De Gomblang Nature Tourism Village in Banyumas Regency has natural potential and supporting facilities for such activities; however, its utilization as an outdoor education facility has not been fully optimized. Therefore, this study aims to examine the utilization of De Gomblang Nature Tourism as a facility for camping activities. Methodology: This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this qualitative research used the Miles and Huberman model. The informants consisted of physical education teachers or accompanying teachers, managers of De Gomblang Nature Tourism Village, and students. Research Results: The results show that De Gomblang Nature Tourism, Kedungbanteng, Banyumas, has been utilized as an educational camping facility through experiential-based outdoor learning. This utilization is supported by its natural and strategic location, the availability of adequate basic facilities, relatively good accessibility with affordable costs, and the educational value of camping activities. However, several obstacles remain, including limited supporting infrastructure, suboptimal road access conditions, security aspects that need improvement, and management readiness that has not yet been fully optimized. Conclusion: The De Gomblang Natural Tourism Site in Kedungbanteng, Banyumas, can be utilized as a facility for educational and recreational camping activities. The supporting factors include its natural and strategic environment, adequate basic facilities, relatively easy and affordable access, and educational value that supports outdoor learning. Meanwhile, the inhibiting factors include limitations in supporting facilities, particularly related to safety and health, suboptimal road access, as well as security and management systems that still require improvement. Keywords: Facility Utilization, Camping, De Gomblang Nature Tourism Village
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save