Home
Login.
Artikelilmiahs
50741
Update
DIKI SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
Konstruksi Makna Keberpihakan dalam Teater pada Komunikasi Pembangunan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna keberpihakan dalam proses kreatif teater melalui studi kasus Teater SiAnak, sebuah kelompok teater mahasiswa yang telah menjadikan keberpihakan sebagai asas dan praktik komunikasi sosial selama hampir empat dekade. Keberpihakan dalam konteks ini dipahami sebagai sikap etis sekaligus bentuk komunikasi pembangunan berbasis budaya, yang tercermin dalam pengambilan keputusan artistik, dinamika relasi antaranggota, hingga penyampaian pesan sosial melalui pementasan. Berlandaskan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dan teori konstruksi sosial realitas Berger dan Luckmann, penelitian ini menggali bagaimana keberpihakan dikonstruksi, dimaknai, dan diwariskan melalui interaksi sosial serta praktik kolaboratif di dalam komunitas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan dan observasi proses latihan serta pementasan. Hasil analisis menunjukkan dua konstruksi utama: keberpihakan sebagai kesadaran diri yang berakar pada nilai moral dan refleksi personal, serta keberpihakan sebagai sikap kolektif yang dibangun melalui kolektivitas kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Keberpihakan di Teater SiAnak bersifat praksis, termanifestasi dalam karya yang berpihak pada kemanusiaan dan berfungsi sebagai media penyadaran sosial yang menghidupkan nilai solidaritas dan perubahan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to understand the meaning of keberpihakan (partisanship or moral alignment) in the creative process of theater, taking the case of Teater SiAnak—a student theater group that has upheld keberpihakan as its organizational and cultural foundation for nearly four decades. In this context, keberpihakan is understood as an ethical stance and a form of cultural communication that is reflected in artistic decision-making, internal social relations, and the delivery of messages to audiences. Using Alfred Schutz’s phenomenological approach and Berger and Luckmann’s theory of social construction of reality, this study explores how keberpihakan is constructed, practiced, and transmitted through collaborative interaction within the community. Data were collected through in-depth interviews with 14 informants, including active members, alumni, and creative practitioners, as well as direct observation during rehearsals and performances. Thematic analysis reveals two main constructions: keberpihakan as self-awareness rooted in moral reflection and individual integrity, and keberpihakan as collective action built through collaboration, shared values, and social responsibility. The findings show that keberpihakan in Teater SiAnak is practical and transformative, manifested through works that serve as media for social communication, moral reflection, and cultural development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save